Many Stories Before I Die (Part 1)

Annyeonghasseyo, readers… I’m back with a new FF!😀 Ini pertama kalinya aku bikin FF yang cast-nya bukan bias-bias aku… Jadi kalo misalnya rada aneh, maklumin aja ya! Aku berharap FF ini bakal lebih bagus dari FF yang sebelum-sebelumnya.

 

Now, Happy Reading! ^__^

Don’t forget to Like and Comment! 

Author : Kim Terra ( @swastiliciouss )

 

Tittle : Many Stories Before I Die (Part 1) 

Cast :

  • Choi Jinri a.k.a. Sulli
  • Kim Heechul
  • Lee Taemin
  • Lee Taesung (OC)
  • Park Sun Young a.k.a. Luna
  • Song Qian a.k.a. Victoria
  • Amber Josephine Liu a.k.a. Amber
  • Jung Soo Jung a.k.a. Krystal
  • Choi Siwon

 

Support cast : Find it by yourself! 

Genre : Romance, Friendship, Sad

 

Rating : PG – 13 

Disclaimer : Semua cast nya milik Tuhan, tapi alur dan plot-nya milik saya^^

 

Cat.: – tulisan yang bertanda miring itu artinya flashback gitu yaa :D

–Sulli POV– 

“Untuk apa kau kesini?”Tanya Luna sewot.

 

“Kenapa kau tak langsung pulang dan berkencan dengan kekasihmu saja?!”Victoria membentakku.

 

“Kami tak membutuhkan teman sombong sepertimu!”kini Amber yang membentakku.

 

“Sudahlah teman-teman… Jangan seperti ini. Mungkin beberapa minggu ini ia tak ikut kumpul bersama karena ada halangan…”bela Krystal. Betul kata Krystal, tapi aku tak pernah punya keberanian untuk mengatakannya.

 

“Krystal benar… Aku tak ikut kumpul karena aku…”

 

“Berkencan dengan kekasihmu, Heechul oppa! Iya kan?!”potong Luna.

 

“Bukan berkencan, tapi…”

 

“Jangan mengelak lagi. Beberapa anak kelas 11 melihatmu sedang berjalan bersama Heechul oppa di taman… Hampir setiap hari, Sul!”bentak Victoria (lagi).

 

“Bukan hanya itu, Sul… Tapi kau juga sudah tak pernah ikut ekstrakurikuler lagi. Tak pernah latihan dance lagi. Apa kau tak pernah memikirkan kami? Tak pernah memikirkan F(X) ? Kau egois! Hanya mementingkan dirimu sendiri dan kekasihmu!”Amber menyerangku dengan kata-kata pedasnya.

 

“Pergi sana! Tak usah kau temui kami lagi!”

 

I’m speechless…

 

 

 

Kejadian itu tetap tersimpan dalam di benakku. Kata-kata menyakitkan dari mereka terus berputar-putar di kepalaku, membuatku semakin pening. Air mata ini terus mengalir setiap kali aku mengingatnya. Aku tak punya sahabat ataupun teman lagi. Mereka menjauh dariku. Dan itu memang karena kesalahanku. Karena aku yang tak pernah mencoba untuk jujur.

 

Aku mengidap kelainan jantung. Jantungku ini bisa berhenti berdetak kapan saja tanpa aku sadari, termasuk saat aku sedang tidur. Mungkin ini penyakit turunan dari Eomma-ku, Tiffany eomma, yang meninggal beberapa tahun yang lalu karena penyakit mematikan ini.

 

Aku tak boleh terlalu lelah dan aku harus sering berobat. Makanya aku jarang ikut kumpul bersama teman-teman. Akhir-akhir ini, di setiap ada kegiatan ekstrakurikuler, aku selalu absen. Aku menjalani therapy dengan ditemani oleh kekasihku, Kim Heechul. Dia sungguh baik dan setia. Baru pernah kutemui pria sebaik dia.

 

Lima hari ini, aku tidak masuk sekolah karena aku menjalani rawat inap di Seoul Hospital. Tak seorang siswa pun yang tahu kalau aku berada di sini, kecuali kekasihku sendiri. Aku memintanya untuk merahasiakan keberadaanku. Selama lima hari ini, aku ditemani oleh Appa-ku, Siwon appa. Tapi, jika Appa harus bekerja, Heechul oppa-lah yang menemaniku.

 

Appa dan Heechul oppa. Aku tahu bahwa mereka benar-benar menyayangiku, sampai-sampai aku takut kalau suatu hari nanti aku akan meninggalkan mereka. Karena aku tahu, umurku ini takkan lama. Sebulan pun mungkin tak sampai.

 

“Sulli-ah! Choi Jinri!”terdengar pekikan Heechul oppa memanggilku.

 

“Oppa? Kenapa kau tahu kalau aku disini?”tanyaku. Sebenarnya tadi aku kabur dari kamar. Aku tidak betah tinggal di ruangan tertutup seperti itu. Makanya aku pergi ke atap ini untuk melihat pemandangan.

 

“Tentu aku tahu. Tadi ada suster yang melihatmu kesini…”jawab Heechul oppa.

 

“Ooh… Habisnya aku bosan di kamar terus… Aku kan butuh pemandangan,”keluhku sambil terus memandang langit biru.

 

“Ya, aku tahu, chagi. Kau harus sabar ya… Ini semua kan juga demi kesehatanmu,”katanya yang kemudian memelukku dari belakang dan mengelus-ngelus rambutku.

 

“Menurutku usaha ini hanya sia-sia. Toh, sebentar lagi aku akan mati…”kataku, nadanya mungkin terdengar sangat putus asa.

 

“Kenapa bicara seperti itu? Bukan Sulli namanya kalau bicara begitu…”

 

Heechul oppa melepas pelukannya dariku. Ia memegang pipiku. Mendekatkan wajahnya ke wajahku.

 

“Masih ingat dengan janji kita dulu?”tanyanya.

 

“No matter what happens, we will always together, forever and ever… And we promise that we will protect each other and always there…”

 

Aku teringat kembali tentang momen indah itu. Saat dimana aku masih sehat dan masih kuat. Sangat mencerminkan bahwa aku adalah wanita tegar. Janji itu kami ucapkan saat perayaan hari jadi kami yang ke-1 tahun. Air mataku mulai mengalir lagi saat mengingatnya. Tanpa berkata apapun, Heechul oppa mengusap air mataku dengan lembut.

 

“Kau ingat, kan?”Tanya Heechul oppa.

 

“Ne, tentu… Aku takkan lupa.”jawabku, berusaha meyakinkannya.

 

“Uljimalayo… Kita kembali ke kamar ya. Aku tak ingin kau sakit,”ajak Heechul oppa yang kemudian merangkulku.

 

 

—————————– A few days later

 

 

Heechul oppa belum datang. Appa sedang bekerja. Huh, aku bosan sendirian di kamar. Aku butuh pemandangan yang indah dan menarik. Lebih baik aku ke atap lagi. Disana aku bisa puas menatap awan putih dengan berbagai macam bentuk yang bertebaran bebas di langit biru. Siapa tahu bisa dapat pemandangan bagus.^^

 

Aku membuka pintu kamar. Aku mulai berjalan perlahan-lahan. Tempatnya memang agak jauh dari kamarku. Jangan sampai ada suster atau dokter yang melihatku. Kalau sampai itu terjadi, pasti aku disuruh tinggal di kamar lagi.

 

BRUKK!

 

Apa itu? Aku membalikkan badanku. Kulihat anak kecil terjatuh di belakangku. Kucoba untuk mendekatinya sekaligus memastikan bahwa ia baik-baik saja.

 

“Gwaenchana?”tanyaku.

 

“Gwaenchanayo…”jawabnya sambil tersenyum.

 

“Biar kubantu berdiri ya… Hup!”aku menarik tangannya.

 

“Ini gelang milik noona kan? Tadi kulihat terjatuh di dekat kamar. Aku mencoba mengejar noona, tapi noona jalannya cepat sekali. Jadi, aku terjatuh…”jelas adik kecil itu.

 

“Ooh begitu… Kamsahamnida, dongsaeng… Kamarmu dimana? Biar kuantar ke kamarmu, ya?”

 

“Kamar no. 212, noona…”

 

“Jauhnya… Tak apalah, biar kuantarkan ya…”

 

“Ne, kamsahamnida…”

 

Aku berjalan mendekati lift. Kulihat lift nya penuh sekali. Aku tak bisa masuk. Kalau menunggu terlalu lama. Ya sudahlah, lewat tangga saja. Lagipula, letak kamarnya dua lantai dibawah ini, tepatnya lantai 2. Tak terlalu jauh dari sini. Kugendong anak lelaki ini, karena kulihat jalannya pincang.

 

Selama perjalanan, ia menceritakan banyak hal kepadaku. Tentang penyakit usus buntunya. Tentang kepindahan rumahnya dari Busan ke Seoul. Juga tentang keluarganya, Eommanya, Appanya, serta Hyungnya. Saking asiknya mengobrol, aku baru sadar kalau aku sudah sampai di lantai 2. Berarti, aku hanya tinggal mencari kamarnya.

 

“Taesung!”kulihat seorang namja seumuranku memanggil sambil ke arah kami.

 

“Apa itu hyungmu?”tanyaku.

 

“Ne…”jawab adik kecil.

 

Aku berjalan ke arah namja itu. Lalu menurunkan si adik kecil. Kau tahu, dia sungguh berat = =”

 

“Apa ini dongsaeng-mu?”tanyaku pada namja itu.

 

“Geurae… Kamsahamnida telah mengantarnya. Dia memang suka menghilang, padahal penyakitnya belum sembuh betul …”jawabnya sambil menyunggingkann senyum ramah.

 

“Cheonmaneyo. Aku menggendongnya kesini karena tadi kulihat kakinya sakit…”

 

“Hmm… Oh ya, kenalkan, Lee Taemin imnida. Dan dongsaengku yang kau tolong adalah Lee Taesung…”kata lelaki yang ternyata bernama Taemin itu.

 

“Choi Jinri imnida. Panggil saja aku Sulli…”aku memperkenalkan diri. “Oya, aku harus kembali ke kamar, annyeong, Taemin…”pamitku.

 

“Mau kuantar? Wajahmu pucat sekali…”tawar Taemin.

 

“Ahni, tak usah…”tolakku dengan sopan. Aku tak ingin merepotkannya. Aku bisa kembali ke kamar sendiri kok.

 

Tapi… DEG! Aiissh… Jantungku terasa sangat sakit. Dadaku terasa nyeri. Aku… Aku sulit bernafas.  Aku… Heechul oppa, tolong aku… Aku tak bisa bernapas… Tuhan tolong, aku tak ingin mati sekarang…

 

“Sulli? Sulli? Gwaenchana?”kulihat samar-samar Taemin mengkhawatirkanku.

 

“Gwae… Gwaencha… na…”ucapku dengan susah payah. Sungguh hanya untuk mengucapkan ‘gwaenchana’ saja sangat sulit untukku saat ini.

 

Kucoba menahan rasa sakit ini. Aku mencoba menaiki tangga dengan terus memegang dadaku. Kurasakan kesemutan dikakiku. Tapi tak lama, rasa itu mulai menjalar ke seluruh tubuhku. Dan… BRUKK! Jeongmal appayo… Apakah ini waktunya?

 

“Dokter! Dokter!”Taemin berteriak memanggil dokter untukku.

 

“Tahan, Sul! Dokter sebentar lagi datang!”Taemin menopang tubuhku yang akan jatuh ini.

 

“Sa..kit… Aku tak bisa…”

 

Sulit… Aku tak bisa menahannya… Mata ini terasa berat. Lama-lama pandanganku kabur dan… Gelap… Gelap

 

 

–Sulli POV end–

 

 

———————————- A few hours later

 

 

–Author POV–

 

 

Sudah 2 jam berlalu sejak pemeriksaan dokter, tapi Sulli tak kunjung sadar. Dengan setia, Heechul terus menunggu, duduk di kursi sebelah tempat tidur sambil terus menggenggam erat tangan Sulli. Sesekali ia juga mengelus pelan rambut Sulli sambil bergumam, “Sulli… Sadarlah, chagiya.”

 

Tapi tak ada hasil. Tubuhnya tetap terbaring tak berdaya. Matanya terpejam dan wajahnya pucat. Mulut dan hidungnya ditutupi oleh masker respirator. Alat untuk mengstabilkan detak jantung juga berada disebelahnya dan terpasang di tubuhnya. Sungguh, Heechul sangat mengkhawatirkannya.

 

“Oppa…”terdengar suara Sulli yang lemah. Kini ia baru sadar.

 

“Sulli-ah… Kau sudah sadar? Chankamnan, biar kupanggilkan dokter dan suster,”kata Heechul yang kemudian menekan tombol merah untuk memanggil suster atupun dokter. Dokter memeriksa Sulli sebentar.

 

“Tidak apa-apa, dia hanya terlalu lelah. Tapi tolong ya, kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Bisa membahayakan nyawanya…”kata sang dokter.

 

“Baik. Kamsahamnida…”kata Heechul sambil membungkukkan badan.

 

“Ne, cheonmaneyo,”balas dokter itu, kemudian ia keluar dari kamar.

 

“Kau dengar kan apa kata dokter? Sekarang kau harus istirahat ya…”kata Heechul yang kemudian mengecup kening Sulli. Sulli hanya menuruti perintah namja chingunya itu, karena ia memang merasa tubuhuhnya sangat lelah. Sulli mulai memejamkan matanya lagi.

 

 

——————————————- At night

 

 

“Sulli, kau sudah baikan?”Tanya appa-nya ketika melihat Sulli sudah bangun dari tidurnya.

 

“Sudah lebih baik…”jawab Sulli.

 

Dilihatnya ke sekeliling kamar. Sepertinya ada yang kurang. Hmm… Oh iya, tak ada Heechul oppa. Kemana dia? Dia sudah pulang duluan ketika Appa-nya Sulli sudah datang ke sini.

 

“Heechul oppa eodiga?”

 

“Sudah pulang… Tidak apa-apa kan? Tadi dia kelihatan lelah sekali. Dia menjagamu sejak tadi siang. Jadi appa suruh pulang, agar besok bisa menjagamu lagi…”

 

“Ya tidak apa-apa. Kan ada Appa disini.”

 

“Mianhae, Sul. Akhir-akhir ini appa terlalu sibuk bekerja.”ucap Siwon appa sambil membelai pelan rambut Sulli.

 

“Sampai kapan kau akan merahasiakan ini pada teman-temanmu? Apa tidak kesepian kalau setiap hari hanya bersama Appa dan Heechul saja? Kalau mereka tau kau sakit, mereka pasti akan menjengukmu. Kau tak akan kesepian dan mungkin akan cepat sembuh…”Siwon appa menasehati Sulli.

 

“Entahlah, appa. Merasakan kesepian aku sudah biasa… Tak perlu memberitahukan mereka…”kata Sulli.

 

Sulli tak ingin jika teman-temannya melihat Sulli dalam keadaan lemah begini. Rencananya jika besok ia sudah agak sehat, lusa ia akan masuk sekolah. Ya, dia pasti sudah banyak ketiggalan pelajaran.

 

“Hmm, Appa… Aku punya satu permintaan.”

 

“Mworago?”

 

“Kalau besok aku sudah agak sehat, lusa aku boleh masuk sekolah?”pinta Sulli.

 

“Tapi..—“

 

“Ayolah, Appa… Boleh kan? Aku pasti sudah ketinggalan banyak pelajaran. Kau tak mau kan anakmu menjadi bodoh?”kata Sulli dengan sedikit merengek.

 

“Baiklah. Biar appa suruh Heechul untuk menjemput dan mengantarmu pulang…”

 

“Jinja? Waah, gomawo, appa!”seru Sulli yang kemudian memeluk Appa-nya.

 

 

 

—————————————– T B C ——————————————–

 

Bagaimanakah kelanjutan cerita ini?

Apakah Sulli akan mati?

Mau tau jawabannya? Nantikan saya di part 2! *kayak iklan-__-*

 

 

Gimana readers? Bagus gak? Maaf ya kalo kurang panjang! Aku punya beberapa pertanyaan nih buat readers:

 

  1. Kalian maunya Sulli tetep hidup atau mati?
  2. Kalian maunya couple SulHee atau TaeSul?

 

Setiap jawaban dari para readers, akan saya pertimbangkan dan menjadi masa depan kelanjutan FF ini *?* Dan akan saya kerjakan semampu saya! Oke?!

 

Sekarang waktunya para readers untuk COMMENT dan LIKE! DON’T BE A SILENT READER ^^

 Visit WP ku juga ya >>> www.myfanficskorea.wordpress.com dan http://justakpopers.wordpress.com

Thanks a lot :*

17 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s