(Freelance) Lebih Indah

{Songfic} Lebih Indah

Author: Jovita Handaru

Main cast: Jessica Jung

                  Lee Donghae

Other cast: Choi Siwon

                 Seo Joo Hyun

                  Seorang yeoja yang dirahasiakan namanya hahaha

Annyeong! *diem gak tau mau ngomong apa* ini songfic pertama ku. Awalnya aku gak begitu tertarik sama lagu ini, tapi gara gara waktu itu aku lagi tidur di kelas, tiba tiba ada temen yang nyalain lagu itu dan seketika itu juga muncullah ide buat songfic kayak ini hehe. Mianhae kalo ada kekurangan ^^

~~~~~

Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu

Jessica hanya duduk sambil memegangi kepalanya tak terasa pusing sama sekali, sesekali dia memainkan cangkir yang berisi teh kesukaannya. Ia masih tak percaya apa yang dilihatnya tadi malam. Namja yang ia cintai selama 2 tahun malah mengkhianati cinta tulusnya.

Flashback

Jessica dan Donghae-sahabat Jessica- sedang menikmati moccachino mereka di café yang biasa mereka kunjungi. Tak lama kemudian, pintu masuk café itu terbuka dan Jessica mengenal orang yang masuk itu. Awalnya dia tersenyum, tapi senyum itu hilang karena seorang yeoja sedang merangkul tangannya.

Mulanya Jessica bisa menahan emosinya, namun setelah mereka duduk mereka makin memperlihatkan kemesraan mareka. Mereka terlihat seperti orang yang sedang berpacaran, membelai rabut, bercanda dengang mesra, dan sentuhan tangan yang sangat lembut.

Melihat sahabatnya yang akan emosi, Donghae segera menyadarkan Jessica agar tidak mudah tersulut emosi.

“Ya! Jessica-ah tahan emosi mu!” Namun ucapan Donghae rupanya tidak dianggap oleh Jessica. Jessica bangkit dari tempat duduknya dan menghapiri pasangan yang sedang berbicara itu.

“Jessica?”

“Ne oppa, oppa sedang apa disini?” Tanya Jessica

“A…a… aku…”

“Mwo? Sedang bermesraan dengan yeoja lain?” Tanya Jessica yang kini emosinya mulai naik.

“Siapa yeoja itu chagi?”

“Anni, dia sepupu ku.”

“MWO? SEPUPU KATA MU? 2 TAHUN KITA MENJALIN SEBUAH HUBUNGAN KAU BILANG KITA SEPUPU HAH?!” Tangan Jessica lalu menghantam meja dengan kasar, membuat tamu yang datang mengarahkan matanya kepada mereka namun Jessica tetap tidak peduli.

“Aku makin tidak mengerti. Jelaskan padaku oppa! Jebal!”

“Jesscia Jung imnida, calon tungangan Choi Siwon. Namja yang kau sebut chagi.” Ucap Jessica sambil mengulurkan tangannya.

“Oppa? Apakah  itu benar? Jebal oppa! Katakan!” Yeoja itu mulai meninggikan nada bicaranya sambil menarik lengan baju namja yang bernama Siwon itu.

“B…bbb..” Belum sempat Siwon menjawab, datang seorang yeoja lagi dengan membawa seorang bayi perempuan lucu menghampiri mereka.

“Oppa~” Yeoja itu kaget ketika melihat mereka berada di meja Siwon.

“Siapa lagi dia? Yeojachingu mu yang lain?”

“Aku? Ah kenalkan, Seo Joo Hyun imnida. Calon istri Choi Siwon.” Tanpa aba aba Jessica menyiramkan segelas kopi hitam kearah Siwon. Hal itu membuat badan serta wajahnya kotor dan basah tapi Siwon tidak marah, justru dia hanya menundukkan.

Jessica keluar dari café itu dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Donghae meraih kerah Siwon dan sebuah pukulan berhasil mendarat ke arah pipi Siwon.

“Ini sebagai balasan karena kau telah menyakiti Jessica!” Donghae pun melepaskan tangannya dan keluar dari café itu untuk mengejar Jessica yang sudah keluar café terlebih dahulu.

Flashback end


Semakin ku lihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu

Jessica bangkit dai posisi duduknya dan mengambil sebuah foto yang dibingkai indah. Tampak dia dan seorang namja tersenyum bahagia. Indah, itulah kata yang pantas untuk waktu itu. Tapi sekarang? Kata indah itu sudah ia buang jauh jauh dari pikirannya.

Air matanya tak dapat ia bendung lagi. Satu persatu air mata itu jatuh dengan bebas keluar dari pelupuk mata Jessica yang indah. Ingin sekali dia bertemu dengan namja itu. Namun, mengingat kejadian itu membuat ia semakin membencinya, membuat dia semakin mengeluarkan air matanya.

Ia jatuhkan bingkai foto itu hingga kaca bingkai itu retak. Jessica pun membenamkan mukanya di kedua tangannya. Ia duduk bersandar di sebuah tembok sambil menangis. Menangis, itulah yang hanya ia dapat lakukan untuk mengungkapkan emsinya

Sejak kejadian tadi malam, Jessica tidak tidur semalaman dia hanya menangis dan diam. Dirinya masih tidak bisa mempercayai apa yang terjadi malam lalu. Namun, semua itu telah terjadi dan semua iu bukan kesalahannya.


Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu

Tok! Tok! Tok!

Sebuah ketukan pintu berhasil menghentikan sementara tangisan Jessica. Pandangannya menuju sebuah pintu bercat putih. Ia tidak menghiraukan suara ketukan tersebut. Ketukan pintu yang kedua dia juga tak menghiraukannya. Sampai di ketukan yang ketiga, ia bangkit dari posisi duduknya dan membuka pintu.

Dilihatnya Donghae yang sedang berdiri di depan pintu sambil membawa sekotak makanan untuk Jessica. Ia tau, Jessica pasti tidak makan kemarin. “Kau sudah baikan? Ini aku bawakan makanan untuk mu”. Jessica menerimanya dan keluar menuju ruang tengah.

Donghae hanya mengikuti langkah Jessica. Ia pun duduk di samping Jessica dan menyalakan TV di ruangan itu.

Satu menit, 3 menit, 5 menit tidak ada interaksi yang terjadi diantara mereka. Karena merasa gerah karena tidak ada interaksi seperti biasa Donghae pun memberanikan diri untuk berbicara dengan Jessica.

“Ya! Makanlah makanan yang aku bawa!” Jessica tidak menjawab, pandangannya lurus ke arah TV yang sedang dinyalakan, matanya masih sembab akibat menangis. Donghae pun mengarahkan wajah Jessica sehingga bisabertatapan dengannya.

“Dengar Jessica Jung. Aku tau kau masih sedih karena namja tak tau diri itu. Tapi ingatlah Jessica-ah jangan terlalu larut dalam kesedihan. Kau adalah Jessica Jung yang kuat, tegar, dan kokoh. Jadi sangat aneh bukan jika kau menangis karenanya?” Donghae pun menghapus air mata di pipi Jessica. Sementara itu, Jessica hanya tersenyum sambil menunduk malu mendengar ucapan sahabatnya itu.

“Kau cantik saat kau tersenyum.”  Sebuah senyuman dari Donghae berhasil membuat Jessica tersenyum. Mukanya memerah dan tidak mampu berbuat apa apa. Sudah 3 tahun mereka bersahabat tapi baru kali ini dia melihat Donghae membuat senyuman seperti itu.

“Gomawo Donghae-ssi.”

“Ne. Habiskan makanan mu setelah itu kau cepat mandi aku akan menghiburmu, melupakan apa yang terjadi kemarin.”

“Kita mau kemana?”

“Rahasia.” Donghae pun melemparkan bantal yang ada di sofa tepat mengenai muka Jessica. Jessica tidak tinggal diam, dia juga membalas lemparan tersebut bahkan bukan hanya 1 bantal tapi 2 bantal sekaligus.


Dan kau hadir merubah segalanya 
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku

Donghae dan Jessica tiba di salah satu kebun binatang yang terkenal dikotaSeoul. Mereka berkeliling kebun binatang menggunakan mobil Donghae. Sebuah senyuman mengembang di wajah Jessica. Ia tak hentinya memotret binatang binatang itu sebagai objek pemotretannya. Terkadang ia juga memotret wajah Donghae ketika sedang mengemudi.

Tidak hanya kebun binatang yang mereka kunjungi, tapi juga sebuah taman hiburan yang ada dipusatkota. Mereka sangat menikmati wahana yang disediakan taman hiburan itu.

“Donghae-ah?”

“Hmm. waeyo Jessica?”

“Gomawo.”

“For?”

“Untuk menghiburku hari ini. Aku sangat senang karena kau telah mengajakku ke kebun binatang dan sekarang kau mengajakku ke taman hiburan. Aku sangat senang sekali.”

“Itu sudah menjadi tugasku Ice Princess hahaha.”

Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu

Wahana kincir angin yang mereka naiki ternyata berhenti tepat saat mereka berada di posisi paling atas. Hal itu membuat Jessica kaget sekaligus takut karena ia takut ketinggian. Jessica pun secara reflek memeluk Donghae yang berada di sampingnya.

“Jessica aku ingin mengatakan sesuatu.”

“Jangan takut.” Ucap Donghae sambil mengelus rambut Jessica.

“Ani. Aku tidak bisa, kaukantau aku takut ketinggian.” Donghae melepaskan pelukan Jessica dan menggenggam tangannya.

“Jessica, ada yang ingin aku atakana.”

“Apa itu? Katakan saja.”

“Saranghae.” Seketika wajah Jessica menjadi memerah dan tersenyum malu malu mendengar ucapan itu.

“Nado saranghae.”

“Jinjja?”

“Ne.”

“Mengapa kau mencintaiku secepat itu Jessica?”

“Sebenarnya aku mencintaimu saat aku menjalani hubungan dengan Siwon oppa beberapa bulan yang lalu. Aku mulai mencintaimu saat kau menolongku yang hendak terjatuh dari tangga kampus. Matamu mampu menhipnotis ku dan aku sempat lupa bahwa pasa waktu itu aku memiliki namjachingu. Dan sebenarnya aku sempat ingin memutuskan hubungan ku dengan Siwon oppa beberapa hari sebelum kejadian itu. Tapi hal itu urung ku lakukan, sampai terjadi peristiwa di café itu.”

“Aku berjanji tak akan mengecewakanmu. You’ll be the last for me.” Genggaman tangan Donghae semakin kuat, Jessica memiringkan kepalanya di pundak Donghae. Ia merasa yakin dengan pilihannya ini.

Kaulah yang terbaik untukku

Ku percayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku

Malam itu menjadi malam yang terindah bagi Jessica. Melewati seseorang yang dicintainya. Sahabat jadi cinta, itulah kalimat yang tepat baginya. Malam ini maam yang istimewa untuk Jessica dan Donghae, berdua bukan dengan status sebagai sahabat, tetapi sebagai sepasang kekasih.

Berjalan menyusuri jalan yang kosong merupakan hal yang aneh baginya. Terasa romantis untuk mereka berdua, serasa jalan itu hanya untuk mereka. Berjalan berdua sambil menggenggam tangan pasangannya ditemani sebuah bulan dan bintang bintang bertanuran di langit malam itu, menambah suasana menjadi lebih indah.

~~~~~~~

Woaaaaah akhirnya selesai juga. Gimana tanggapannya? Tolong di comment ya, soalnya aku mau bikin songfic lagi hehe.. Gomawo!

14 responses

  1. akh johahaeo^^
    haesica so sweet.
    q g taw lagu ini-,-
    tpi liriknya ngena bnget dah ma critanya :))

    ayo ayo ayo dilanjut ff songfic slanjtnya😀

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s