JungSoo Lost in Japan [Sequel You’re The One] – [Part 3]

 

Tittle                     :  JungSoo Lost in Japan [Sequel You’re The One]

                                                [Part 3]

Author                 : Icha / Lee Hyeo Rin

Genre                   : Romantic,comedy (agak nggak jelas juga kadang – kadang)

Rating                   : G

Cast                       : Kim Yoo Jin [Uee] Leeteuk super junior

Super Junior Members

Disclaim : FF ini adalah milik saya seorang >< dan terbukti keasliannya ank e originalannya dari pemikiran saya langsung, FF ini juga ada di blog saya sendiri http://elfplaygirlz.wordpress.com dan di beberapa blog lainnya. Jadi mohon semohon mohonnya (?) jangan plagiat FF ku ini ya >< Super Junior KRY milik saya seorang.  #abaikan.

~             ~`            ~

Sinar yang menyilaukan merasuki jauh ke dalam mata ku, membuat ku terpaksa mengerjapkan mata berkali – kali. Rupanya hari sudah pagi, aku menggosok kedua mata ku dengan tangan sambil menguap lebar. Aku duduk bersandar  di tempat tidur sambil memeluk bantal dan  meletakkan kepala ku di atas bantal yang ku peluk dengan lemas.

Rasanya ada yang beda pada kamar ini, seperti bukan di dorm atau di apartment ku, pikir ku seraya mengumpulkan nyawa ku yang entah berapa persen masih melayang – layang di alam bawah sadar ku. Aku memaksakan diri untuk bangun dari kasur dan menuju ke jendela, menyingkap tirai yang langsung membuat cahaya matahari langsung menyinari menerangi seluruh isi kamar. Pandangan ku pun langsung terpaku pada pemandangan luar jendela yang sangat indah.

Pohon – pohon bunga sakura, kolam ikan dan pemandangan indah lainnya Nampak di hadapan ku, sesaat aku tertegun memikirkan di mana saat ini aku berada.

“astaga!!!” jerit ku kalang kabut sambil menepuk dahi ku. JungSoo, kau pikun sekali ternyata. Tentu saja saat ini aku sedang berada di Jepang untuk menyusul Yoo Jin. Dan ini sudah hari ke empat dari waktu liburan ku yang hanya seminggu. Aku melirik jam di atas meja kecil dan hari sudah menunjukkan pukul 10 pagi.

Buru – buru aku menyambar handuk yang tergantung di balik pintu kamar hotel ini dan menuju kamar mandi. Aku hanya mandi seadanya mengingat aku tetap wangi dan berkharisma walau aku tidak mandi sekalipun. Setelah selesai, aku mengenakan baju ku dan menjinjing satu – satunya tas yang ku bawa ke negri bunga sakura ini, tidak lupa aku memasukkan i-pad ku.

‘krucuk..krucuuukk..’ perut ku berbunyi, aku menghela nafas panjang. Oke..aku memang lupa untuk mengisi perut semalam karena aku langsung tertidur begitu selesai berendam dengan air hangat di bath tub. Sepertinya aku harus sarapan dulu, kalau tidak salah harga kamar ini sudah termasuk sarapan pagi kan?

Aku keluar dari kamar dan tidak lupa mengunci pintu, aku membaca petunjuk yang ada. Hanya menggunakan 2 bahasa, jepang dan inggris. Ya, walapun bahasa inggris ku di bawah rata – rata, tapi setidaknya aku masih dapat memahami bahwa restaurant berada di lantai 2, sedangkan kamar ku di lantai 4. Aku harus menuruni 2 lantai untuk sampai di restaurant, dan  karena penginapan ini adalah penginapan sederhana yang hanya memiliki 5 lantai, maka tidak ada lift ataupun escalator. Yang ada hanya tangga biasa, ok, hanya 2 lantai aku rasa tidak ada masalah bagi ku.

Aku tersenyum evil sambil mulai menapaki anak tangga.

-at restaurant-

‘haah..haah,..haa..’ nafas ku terengah – engah, aku menyandarkan tubuhku pada tembok seraya memegangi pinggangku. Astaga, aku memang benar – benar sudah setua ini kah? Tapi walaupun begitu, aku sampai juga di restaurant.

Aku mulai mengedarkan pandanganku untuk mencari sebuah  bangku kosong yang bisa ku tempati. Dan aku menemukannya, segera aku meletakkan tas di atas meja supaya menandakan bahwa bangku ini telah ada yang menempatinya, menit berikutnya aku sudah sibuk memilih – milih makanan untuk ku santap.

Setelah selesai sarapan, aku bergegas menuruni tangga untuk turun dari restaurant dan keluar dari penginapan. Hari sudah mulai menunjukkan pukul 11 siang. Di tepi jalan, aku mulai kebingungan, andai saja aku bisa bertemu dengan supir taxi yang kemarin. Hal itu akan memudahkan diriku mengingat dia sudah mengerti dengan kondisiku yang buta soal Jepang.

Belum lagi, aku sangat tidak tau di mana keberadaan YooJin sekarang. Aku menghela nafas panjang. Dan tiba – tiba sebuah taxi berhenti tepat di depanku. Sang supir membuka kaca jendelanya dan terlihatlah sesosok supir taxi yang baik hati tersebut.

“hello sir, “ sapanya dengan senyuman.

Tuhan ternyata sayang padaku. Tanpa banyak komentar lagi, aku langsung masuk ke dalam taxi tersebut. Setelah duduk dengan nyaman, aku mengeluarkan i-pad ku untuk berbincang dengan si supir seperti kemarin, namun ketika aku menyalakannya, muncul sebuah gambar baterai dengan warna merah.

Aku menepuk dahiku kencang. “aargghh!! Paboyaa!!! Aku lupa mencas batrai!!!” teriakku frustasi yang membuat si supir melonjak kaget dan menatapku dengan penuh tanda tanya, tentu saja, karena dia tidak mengerti sama sekali dengan apa yang ku ucapkan.

“my i-pad is low baterai” jelasku dengan bahasa inggris seadanya. Ia mengangguk mengerti.

“we can go back to your room, sir and charge your i-pad”

Akhirnya sang supir memasukkan taxinya ke halaman penginapan, aku mengajaknay ke restaurant dan mentraktirnya secangkir cappuccino sementara aku men-cas i-pad ku di sudut restaurant, terlalu malas kalau harus bolak – balik menuju kamar.

Kecanggungan pun meliputi diri kami berdua, tidak ada yang mengerti harus berbicara apa, dan permasalahannya adalah, kondisi ini akan berlangsung selama 4jam. Mungkin, dengan waktu 4 jam apabila taxinya beroperasi di jalan, ia akan mendapat penumpang dan mendapatkan uang setoran, sepertinya aku akan membayar dia lebih banyak kali ini.

~             ~             ~

Di hadapan kami kini tersebar beberapa cangkir bekas cappuccino dan beberapa piring snack yang telah menemani kami hampir 5 jam, dan kini i-pad ku telah full. Jam menunjukkan pukul 3 sore.

Kami pun memulai komunikasi kami dengan menggunakan i-pad.

“hari ini tuan hendak kemana?”

“aku mau mencari seseorang, tapi aku tidak tau alamatnya.” Balasku dengan kening yang berkerut, meratapi nasib.

“apa anda memiliki sebuah patokan atau tanda?”

Aku membuka – buka folder picture tentang After School yang berada di i-pad ku. Seingatku, aku menyimpan sebuah gambar dari website resmi yang berhubungan dengan Negara ini.

 

“oh, tempat ini berada di Shibuya. Agak jauh letaknya dari sini, dan saya pernah melihat banner mereka. Apakah mereka teman anda? Karena After School sangat terkenal di sini.”

“ya, mereka teman saya.” Balasku. Tak lama kemudian, taxi pun melaju menuju tempat yang ia katakana bernama Shibuya. Yang ternyata memang cukup jauh perjalanannya, rasa kantuk mulai menyerang diriku hingga akhirnya aku pun tertidur.

~             ~             ~

Aku merasakan goncangan pada tubuhku, namun aku menghiraukannya karena aku masih sangat mengantuk. Tapi goncangan itu tidak berhenti juga dan memaksaku untuk membuka kedua mataku.

“we arrived sir.” Kata si supir yang berada di depan pintu taxi yang setengah terbuka.

Aku menguap lebar dan mengusap kedua mataku. “thank you” aku pun melongok dari pintu untuk melihat keadaan, ternyata hari sudah malam, jam 7 ketika aku melihat di i-pad ku.

Memang benar seperti apa yang ada di gambar, sebuah silinder gedung pusat perbelanjaan yang bisa di bilang sangat besar memajang gambar After School yang sexi paling atas dan nyala terang benderang. Begitu banyak orang yang memperhatikan gambar itu ketika melintas di depannya.

“aish!! YooJin milikku. Tidak tahukah mereka??” gerutuku kesal. Aku tidak rela gambar istriku dengan pakaian yang sangat seksi menurutku itu di pajang – pajang di tempat ramai seperti ini. Memang sih, tidak ada yang tau mengenai pernikahanku dengan YooJin, jadi..apabila mereka tidak mengetahui bahwa YooJin milikku, bukan salah mereka juga.. aku terkekeh.

Oke, mungkin si supir taxi kini akan menganggap aku gila karna dari tadi aku berbicara dan tertawa sendirian. -_-

Aku mengajak si supir taxi ke dalam gedung tersebut, aku takut tidak mengerti apa – apa di dalam sana, ketika kami masuk aku bisa menilai ini adalah pusat perbelanjaan atau mall yang megah. Arsitektur gedung yang indah, pujiku dalam hati.

Setelah cukup lama kami berputar – putar, dan tentu saja membeli beberapa hadiah untuk dongsaeng – dongsaeng ku, kami menuju ke sebuah toko kaset, di sana terpajang banyak sekali album Super Junior, After School, U Kiss, dan beberapa k-pop star lainnya. Tentu saja aku sangat bangga, namun dari tadi aku melihat gadis – gadis remaja berlalu lalang sambil membawa album milik After School.

“After School akan mengadakan jumpa fans di tempat ini besok tuan.” Jelas si supir taxi ketika ia menyodorkan i-pad ku.

Aku tersenyum senang, “baiklah, besok antarkan aku kembali ke sini. Sebaiknya hari ini kita pulang saja.”

Hatiku sedikit lega, walaupun hari ke empat ku lalui dengan sia – sia lagi, namun setidknya secercah harapan muncul ketika aku mengetahui bahwa besok aku bisa bertemu dengan YooJin. Nae anae, im coming!!!

TBC~

Annyeong all!! Hehe..mianhae ya nunggu lama untuk part 3 ini >< author sibuk total.. #plak

Maaf ya kalau part 3 ini kurang greget ><

 

15 responses

  1. huh,,,, akhirnya keluar uga part 3 na, eonni tw gax aq tungguin ampex berbulan bulan (lebay) mian ya eonni emang suka gitu, eonni aq tunggu aprt berikutna ya…..
    annyeong

  2. wah keren abis ,abis seabis-abis nya deh. Cuma knp aku ngerasa ada kekosongan y,gk ada pemeran wanita alias Uee😀 . Chinggu saran donk,part seterusnya ngebahas hubungan Eeteuk sm Uee y, *Curcol dkit ah.. waktu baca ini,rasanya seneng bgt.soalnya baru FF ini yg masangin Eeteuk sm Uee, dan ceritanya okay bgt. FF ini terasa real bgt. ini udh je 4 kalinya aku baca FF ini, makanya aku gk sabar bgt nunggu part 4 dan kemunculan Uee,dan kisah cinta Eeteuk sm Uee nya muncul. Di tunggu yah chinggu .. gomawo ^^

    • wuahh..ternyata masih ada aja yg nemu FF lama ini ^O^ part 4 lagi dalam proses ya chingu ^^
      iya, ketidak adaannya uee di sini karna sesuai dgn judul cerita jungsoo lost in japan, jadi ini adalah cerita dy bagaimana waktu dy nyari si uee di jepang, jadi ini seperti curhatannya teukie oppa gitu chingu xD

      • wuahhh… kalo gt bkin part dan judul yg ngebahas hubungan JungSoo Oppa dan Uee donk chinggu.. cuma FF ini nih yg bs buat aku bnr2 ngerasaan real dan jd senyum2 sendiri ngebayangin,seandainya JungSoo Oppa bnr2 married diem2 sm Uee ^^. Buat side story untuk hubungan mereka berdua setelah menikah y chinggu *rayu author😀

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s