There You’ll Be [PART 2]

TITTLE : THERE YOU’LL BE [PART 2]

LENGTH: Chaptered

Shoot : 2 of ?

CAST :

Lee Hyukjae a.ka EunHyuk

Kim Yura (OC)

Choi Siwon

Kim Youngwoon a.ka Kang In

And other cast u will find in this FanFict

 

Author: indah purnama dewi / chondahhyuk

Genre            : Romance

RATE   : PG

Disclaimer :             I don’t own the Super Junior characters here. They belong to God and themselves. This story is only a fiction. REMEMBER! This is just FICTION! Say NO TO PLAGIATOR! J

A/N    : Akhirnya saya mempost part 2, maaf kalo udah banyak yang udah baca ^^ saya cuma ingin menuntaskan FF ini saja ^^ HAPPY READING!!

 

 

Hyukjae POV

“Siwon, apa yang harus aku lakukan?” aku benar-benar frustasi atas apa yang telah ku ucapkan pada ‘yeoja-ku’ itu semalam.

“Kau sudah mengatakannya, Hyuk..” Choi Siwon berkata pada ku. Choi Siwon adalah sahabat ku dari kecil.

“Aku tak ingin menyakitinya..” Aku memegangi kepala ku.

“Wanita itu butuh kepastian Hyuk, kau tak kan mungkin membiarkan kalian tetap berhubungan layaknya sepasang kekasih, namun… tanpa ada status yang jelas..” Siwon menasehatiku “kemungkinan yang  akan terjadi jika kau tetap mempertahankan hubungan tanpa status seperti yang kau maksud, yeoja itu akan meninggalkan mu dengan perasaan benci” lanjut Siwon.

“Lebih baik dia membenci ku dari pada aku harus melihatnya sedih lagi.” Ujarku

“Dan lebih baik lagi jika kau tak memperlakukannya seperti setahun yang lalu saat kau masih menjadi pacarnya.” Kata –kata Siwon itu sungguh mengiris hatiku.

“Aku.. aku.. aku tak bisa mengendalikan perasaanku Siwon. Ah! Bodohnya aku!”

“Sudahlah Hyuk, semua telah terjadi, jangan pernah menyalahkan dirimu, kau tak pernah salah,keadaan-lah yang tak memihak kau dan yeoja mu. Jangan pernah lari dari kenyataan Hyuk!” Siwon menepuk pundakku. Aku masih tertunduk dalam.

“Hyuk… siapa yeoja itu? Aku penasaran sekali” Siwon bertanya padaku.

“Aku akan mengenalkannya pada mu saat yeoja itu sudah menjadi istriku” jawabku sambil menatap Siwon yang berada di sampingku dan tersenyum. Siwon pun ikut tersenyum.

“Baiklah Hyuk, kami akan berusaha maksimal untukmu”  ujar Siwon.

“terimakasih Simba” Aku tertawa kecil “okay, monkey” kami pun tertawa tidak jelas berdua.

***

Kim Yura POV

Sudah seminggu ini aku mengahabiskan waktuku bersama Hyuk.. pacarku. Hari-hari yang menyenangkan. Hyukjae oppa selalu memanjakan ku belakangan ini. Mengantar-jemput ku kuliah-aku selalu melihat ia duduk di atas motornya dari balik jendela kamar ku di atas sambil tersenyum-, memasakan makanan untuk ku, merawatku saat aku sakit… pokoknya entah mengapa dia sangat baik pada ku. Hm, memang dia sangat baik, tapi mungkin untuk kali ini adalah sisi terbaik yang pernah dia tunjukan pada ku selama aku mengenalnya.

Suatu hari…

“sudah ku bilang kau akan kalah” Hyukjae oppa tertawa napasnya tersengal-sengal karna habis ‘lomba lari’ dengan ku di pagi hari. “hah, aku lelah sekali !” ujarnya lagi  dia terduduk di kursi taman.

“huh, lari mu cepat sekali oppa, aku tak sanggup mengejarmu.” Aku mengeluh. Aku juga kelelahan dan ikut duduk di sampingnya. Hyukjae oppa memberiku sebotol air mineral untuk ku. Aku meneguk air itu hingga habis. “yeobo, ayo kita pulang..” Hyukjae oppa mengajakku.

“mwo? Sabarlah sebentar oppa, aku masih sangat kelelahan sekali.” Kataku.

“aarrghh..” tiba-tiba Hyukjae oppa mengerang. Pandanganku ku tujukan padanya. Hyukjae oppa terlihat tertunduk sambil memegang dadanya. “oppa kau kenapa?” Tanya ku . “Yura-ah, kau pulang ke rumah mu sendiri ya.Aku tak bisa mengantarmu pulang. Aku harus pulang sekarang. Hati-hati dijalan sayang.” Hyukjae oppa mencium kening ku dan berlalu begiu saja dari hadapan ku. Aku tak mampu mencegahnya.

Tak lama aku pun pulang dengan perasaan bingung.

***

Ini sudah 3 hari aku tidak mendapat kabar dari Hyukjae oppa, aku sangat khawatir padanya. Telpon ku tak pernah di angkat, dan SMS ku pun juga tidak di balas. Saat aku datang ke apartemen-nya, ia selalu tidak ada disana, begitu juga di SUKIRA, sudah 3 hari juga ia tidak bekerja.

Ada apa dengan mu oppa?

Setelah pulang dari toko, aku berniat untuk mencoba mengunjungi apartemen Hyukjae oppa lagi. Sepertinya aku beruntung, pintu apartemen Hyukjae oppa sedikit terbuka. Sepertinya Hyukjae oppa baru saja pulang dari suatu tempat dan lupa mengunci pintu. Aku masuk ke dalam apartemennya dan aku mendapatinya sedang membaca selembar kertas dengan posisi membelakangi ku. Aku berjalan perlahan ke arahnya setelah dekat, aku memeluknya dari belakang. Hyukjae oppa kaget. “yeobo, aku merindukanmu.. kemana saja kau?” bisik ku. “Yura-ah..”  Hyukjae oppa masih terlihat kaget dan gugup “sedang apa kau disini?” lanjutnya.

“apa tidak boleh aku mengetahui keadaan pacar ku? Apa kau tidak senang dengan kehadiranku oppa?” ujarku, aku masih memeluknya.

“a..aku sangat senang Yura-ah, ehm, kau baik-baik saja bukan?” Hyukjae oppa kikuk.

“seperti yang kau lihat sekarang” jawab ku. Aku melepaskan pelukan ku dan mencoba melihat kertas apa yang sedang dibacanya. “oppa, apa itu?” aku mencoba meraih kertas itu.

“Yura-ah..” Hyukjae oppa menyembunyikan kertas itu. “oppa apa itu?” Tanya ku lagi penasaran. “sayang, ini bukan apa-apa..” Hyukjae oppa menyimpan kertas itu di sebuah laci meja.

“Yeobo, apa kau sudah makan? Kalau belum, biar aku masakan sesuatu yah?” Hyukjae oppa mengalihkan perhatianku.

“tidak usah oppa, aku sudah makan.” Kata ku.

“oh, baguslah kalau begitu.. ehm, apa kegiatan kita hari ini? Oyaa.. aku punya DVD baru, apa kau ingin menontonnya bersama ku?” aku mengangguk, dan kami pun menonton DVD bersama.

“Bagaimana? Kau suka dengan filmnya?” Hyukjae oppa bertanya padaku ketika filmnya habis.

“ne, oppa.. aku sangat menyukainya, sama dengan aku menyukaimu..” kata ku.

“haha, kau bisa saja Yura-ah..” dia merangkulku dan aku memeluk pinggangnya. Hyukjae oppa sangat tampan malam itu. Kemeja biru tua dengan dua kancing terbuka di bagian atas. Hyukjae oppa memandang mataku dalam , ia terdiam beberapa saat.. “Kau sangat cantik gadis-ku..” Hyukjae oppa membelai pipi ku dan aku pun membiarkan ia menbasahi bibirku dengan bibirnya..

Saat aku baru menyadari kalau wajah Hyukjae oppa sangat pucat, ia pun terbatuk dan mengambil tisu. “oppa, kau tidak apa-apa?” Tanya ku cemas. Karena dia masih batuk-batuk, ia hanya memberikan isyarat dengan tangannya menandakan kalau ia baik-baik saja.

Ya Tuhan, apa yang kulihat? Setelah Hyukjae oppa melepaskan tisu-nya dari mulut, aku melihat begitu banyak darah disana. “oppa, kau..kau.. kenapa?” aku benar-benar cemas. Wajah Hyukjae oppa benar-benar pucat. “Ehm, Yura-ah kau pulang saja ya..” Hyukjae oppa meninggalkan ku sendiri di ruang tamu, ia berlari menuju kamar mandi. “oppa !” panggilku, namun Hyukjae oppa tak menghiraukan. Aku mengikutinya ke kamar mandi. Disana aku melihat Hyukjae oppa sedang berdiri di depan washtafel sambil terus-terusan mengeluarkan darah dari mulutnya. Aku menutup mulut ku dengan kedua tanganku.

“oppa..” lirihku

“kau..? kenapa kau masih disini?” Hyukjae oppa menyadari keberadaanku.

“aku.. akuu.. kau.. kau kenapa oppa? Apa kau selama ini sakit?” aku mulai menangis.

“kau.. sudah ku bilang, kau pulang saja ! kenapa kau keras kepala sekali ? ha? Pulanglah!” aku tersentak mendengar nada suara Hyukjae oppa yang membentak ku.

“aku sangat mencemaskan mu oppa! Tidak kah kau tau aku  ini sangat mencintaimu!” aku berteriak sambil terisak. Hyukjae oppa memegang kepalanya sepertinya dia sangat marah pada ku.

“aku tidak membutuhkan mu saat ini !!” bentaknya lagi

“tapi aku pacar mu oppa!” jawab ku.

“kauu.. keras kepala sekali ! hei, asal kau tau aku tidak mencintai mu sama sekali. Kau hanya ku jadikan tempat ku untuk bersenang senang! Selama ini aku menipu mu! Hanya menipu mu. Kau dengar itu nona Kim Yura!!?” deg! Mendengar ucapannya rasanya seluruh tubuhku lemas.

“kau bohong !” aku berteriak

“kenapa kau keras kepala sekali ha?!” Hyukjae oppa mendekat pada ku

“ini tidak mungkin, kau sangat mencintai ku oppa! Kau bohong! Katakan kalau kau sangat mencintai ku! Katakan kalau semua yang kau katakan tadi bohong! Selama ini kau selalu berkorban banyak untuk ku! Kau takkan mungkin membohongiku!” paparku panjang lebar

“sayang sekali nona Kim Yura, beberapa bulan ini hanya sandiwara ku saja. Kau mengerti? Hanya sandiwara! Camkan itu!” Hyukjae oppa terlihat menyeramkan saat itu.

“Kau sangat mencintaiku oppa! Katakan itu bohong! Kembalilah pada dirimu yang semula!”aku berteriak didepan wajahnya. Namun, PLAAAK! Hyukjae oppa menamparku! Tubuhku terdorong hingga ke dinding kamar mandi.

“KAU MENGERTI TIDAK? AKU INGIN KAU PERGI SEKARANG, AKU TIDAK MEMBUTUHKAN MU LAGI! AKU TIDAK PERNAH MENCINTAIMU DAN SELAMA INI AKU HANYA BERSANDIWARA DI DEPAN MU !” kali ini mungkin puncak amarah dari Hyukjae oppa padaaku.

Aku terisak dan berkata “baiklah, Lee Hyukjae. Aku akan pergi dari mu selama-lamanya. Dan aku tak akan pernah berharap kau kembali hadir di kehidupanmu lagi begitu juga aku, aku akan memastikan kalau aku takkan pernah hadir di kehidupanmu lagi! Cam kan itu!” aku pulang dengan terisak-isak hingga aku tiba di rumah. Tak ku sangka, Hyukjae oppa, sekejam ini padaku.

Ini sangat menyakitkan! Namun, tak dapat ku pungkiri juga aku masih penasaran dengan apa yang telah terjadi dengan Hyukjae-ku itu.. Ah, tidak! Dia bukan lagi Hyukjae ku!  Tapi.. aku masih sangat mencintainya. Walaupun aku tau, aku pun merasakan tamparan itu, bentakan itu sungguh teramat menyakitkan.

***

Hyukjae POV

Sudah tiga hari aku tidak bertemu dengan kekasih ku.. dan, hari ini dia memberi “kejutan”-dia datang ke aoartemen ku. Jujur itu sangat mengagetkan ku. Namun, aku juga merasa senang, karena.. rasa rindu ku padanya terobati.

Mungkin ini kenangan indah terakhir ku bersamanya, ya.. setelah aku berhasil membuatnya membenci ku mungkin untuk selama-lamanya..

Entah bagaimana bisa aku membentak yeoja yang selalu membuat ku bahagia itu? Entah bagaimana aku bisa sekejam itu padanya, hingga aku berani menodai wajahnya dengan tamparan keras dari tangan ku?? Ya Tuhan, ada apa dengan ku? Apakah kau tak membiarkan waktu untuk berjalan mundur saja agar aku bisa memperbaiki semuanya yang telah terjadi?

Aku membanting tubuhku ke dinding dimana tubuh Yura terdorong saat ku tampar.. Rasanya, lututku tak kuat lagi menopang tubuhku. Lemas rasanya. Aku terduduk dan menangisi semua yang terjadi “AAAAARRRRGGGHHH!! KAU BODOH LEE HYUKJAE !! KAU SUNGGUH PRIA PALING BODOH!!” aku berteriak sekencang-kencangnya. Kali ini mungkin aku sungguh merasa gila!

“aku mencintaimu Yura-ah.. maafkan aku..”

***

“kau harus banyak istirahat.. sepertinya kau semakin parah.” Siwon selesai memeriksa ku.

“ini sakit sekali Siwon..” kataku.

“apa obat yang ku beri sudah habis?”

“ya, begitulah..”

***

Kim Yura POV

Tak ku sangka aku mampu bertahan selama dua bulan ini tanpa ‘dia’. Jujur saja perasaan khawatir itu masih ada, perasaan sayang itu masih ada. Namun….. ya sudaahlah aku pun tak dapat berbuat banyak.

“Eoseo oseyo Youngwoon, wah.. kau membawa temanmu?” terdengar suara eomma dari luar kamar ku

“ne, eomma..” jawab Youngwoon oppa. Aku mengintip di tangga. Youngwoon hai, oppa membawa temannya.”anyeong haseyo~ bibi apa kabar? Aku Choi Siwon”

“hah, iya iya.. ayo silahkan duduk.” Eomma tampak senang sekali dengan kedatangan Choi Siwon.

Terlihat pria yang bernama Choi Siwon itu tersenyum dan duduk bersama eomma dan Youngwoon oppa di ruang tamu.

“eomma, dimana appa dan Yura?” Tanya Youngwoon oppa.

“appa makan malam di rumah rekannya dan Yura ada di atas..”  jawab eomma. “Kim Yura, turunlah! Ada tamu oppa-mu” eomma berteriak memanggilku

“iya eomma, sebentar.” Sahutku dari atas.

Aku turun dan bertemu dengan mereka bertiga. “Nah, ini adik ku Siwon. Ayo berkenalanlah kalian dulu.” Youngwoon oppa menggoda temannya itu. Temannya itu hanya tersenyum. Harus ku akui teman Youngwoon oppa ini sangat tampan, tubuhnya tegap-atletis, penampilannya sangat menarik.

“hei, Kim Yura.. Youngwoon sudah sering bercerita tentangmu” dia tersenyum lagi

“ini namanya Choi Siwon, Yura.. Bagaimana? Tampan tidak?” Youngwoon oppa jahil. Choi Siwon hanya tertunduk sambil tersenyum

“nah, sebaiknya eomma kebelakang dulu ya.. kalian bertiga ngobrol saja dulu., oyaa.. bibi.. cepat buatkan minuman, kita sedang kedatangan tamu.” Eomma menyela pembicaraan.

“aku kebelakang juga oppa, aku permisi..” kata ku, “eeeehh, mau kemana kau.” Youngwoon oppa menarik lengan ku. “kau disini saja bersama kami” lanjutnya. Mwo? Betapa membosankannya mendengarkan dua pria ini berbincang-bincang. Ah, dasar Youngwoon oppa!

“aah, bagaimana kalau kita duduk di taman saja? Ayo-ayo, kita ke taman.” Ajak Youngwoon oppa.

–setibanya di taman—

Mereka asik berbincang-bincang sementara aku hanya diam dan mendengarkan. Youngwoon oppa dan temannya itu sedang berbicara tentang rencana pernikahan Youngwoon oppa dengan kekasihnya. Sungguh menyebalkan, padahal aku adiknya tapi, kenapa aku tidak di ajak untuk mengobrol? Untuk apa aku di tahan disini bersama mereka?

“Siwon, Yura.. maafkan aku, tapi sepertinya aku ingin sekali ke toilet.. kalian ngobrol dulu saja berdua. Ya?” ujar Youngwoon oppa pada aku dan temannya itu sambil memegangi perut. Kelihatannya dia ingin pup. Ah.. ada-ada saja oppa-ku ini.

Setelah Youngwoon oppa berlalu dari hadapan kami, suasana menjadi hening. Sampai akhirnya Siwon membuka suara

“Bagaimana perasaanmu Yura? Sebentar lagi Youngwoon akan menikah..” tiba-tiba pria bernama Choi Siwon itu mengajak ku ngobrol.

“Ya.. aku sangat senang dia sudah memiliki calon pasangan hidup.. Tapi, tentu saja aku merasa sedih..” kata ku.

“sedih?” Tanya pria itu.

“iya, karna.. dia satu-satunya saudara kandungku. Dia oppa yang baik walaupun agak menyebalkan.. aku jadi teringat saat waktu kami kecil.. dia selalu melindungi ku saat ada anak-anak lain yang mengusikku. Dia sangat peduli dan begitu memperhatikan ku.. sampai aku sedewasa ini, dia tetap care padaku..” aku mulai mengenang masa-masa aku dan Youngwoon oppa kecil. “Jujur saja aku takut kehilangan dia.. Tapi, mungkin ini saatnya untuk melepas dia”lanjutku

“kau tak perlu takut kehilangan dia, Youngwoon oppa sangat menyayangimu.. dan percayalah padaku. Walaupun ia sudah memiliki istri atau sekalipun keluarga, ia tak kan pernah melupakanmu.”

“benarkah?”

“iya, sungguh.”

“apa aku boleh memanggil mu ‘oppa’ juga?”

“ne Yura.. aku senang kau memanggilku dengan sebutan itu”

***TBC**

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s