LOVE TRICKS -Part 3-

Annyeong! Author balik lagi ngebawain ff lama yang sama sekali tidak tersentuh dalam waktu yang lama. Kkkk~ Jadi sekarang Author mau ngepost part 3-nya dulu. kalo responnya banyak lanjut ~😀

Tittle : Love tricks

Author : Kim Hyo Ra

Length : Chapter

Genre : Romance

Cast :
– Choi Sooyoung as Jung Sooyoung (SNSD)
– Jung Jessica (SNSD)
– Choi Minho as Jung Minho (SHINee)

– Kim Jonghyun (SHINee)
– Park Hyejin (Author’s sister)
– Lee Taemin (SHINee)
– Seo Joohyun (SNSD)
– Park Jiyeon (T-Ara)

Other cast :
temukan sendiri..

***

Putri Itu Bersedih

~Seohyun POV~

Namaku Seo Joo Hyun. Tapi kalian bisa panggil aku cukup Seohyun saja. Papaku seorang profesor dan dokter. Mamaku seorang pianis dunia. Benar. Akulah putri disekolah Seoul High School ini.

” Hati-hati nona…”

” Selamat pagi Seohyun-ssi.”

” Apa kabar?”

Kalau aku main piano…

” Wah, Seohyun-ssi hebaat!”

Kalau aku membersihkan kelas…

” Seohyun-ssi. Sini biar aku bantu…”

Ini kehidupan sehari-hariku. Tapi…

” Ayo Hyejin-ah! Pukul bolanya ya!!” gadis itu. Sejak gadis itu datang, semuanya berubah…

” Seohyun-ssi, aku bantu ya…” kata seseorang. Aku menoleh. Ternyata Dongwoon. Aku segera memalingkan wajahku. Dia juga salah satu penggemar Sooyoung.

Dulu aku dimanjakan semua orang. Tapi sekarang? Gadis itu merusaknya. Lihat saja! Dia sangat kampungan. Mana ada seorang gadis naik-naik kepunggung pria dan bermain-main disana. Ah, tidak tahu adat.

Jujur saja, aku tidak mau sekolah disekolahan seperti ini. Banyak cowok-cowok yang bersikap seperti anak kecil. Mereka menyebalkan! Tapi apa kalian tahu apa yang papaku katakan?

” Di zaman seperti ini, cewek harus sedikit lebih kuat. Seohyun terlalu lemah. Jadi lebih baik kau papa tempatkan disekolah negeri.”

Ah, apanya yang lemah? Aku ini hanya butuh orang tua agar aku menjadi seperti yang kalian inginkan! Bukan malah kalian tinggal dengan fasilitas-fasilitas membosankan dan tak menyenangkan ini.

” Nicole-ssi. Aku akan pergi tour keliling eropa. Tolong jaga Seohyun baik-baik.”

” Baik, nyonya.”

Dengar! Mamapun tak sedikitpun memperhatikan aku! Dia hanya menyuruh maid dan sejenisnya untuk menjagaku. Aku tak butuh semua itu. Aku hanya butuh kasih sayang!

Papa dan Mama bodoh…

” Tentang piknik minggu depan, kita akan naik bus dan melewati gunung. Maka, pakailah pakaian yang nyaman.” kata Lee Songsaengnim menjelaskan. Aku melirik Sooyoung. Dia santai sekali dengan kuku-kukunya.

Tiba-tiba ada yang mencolek bahuku dari belakang. Aku menoleh kebelakang dan melihat Jiyeon semangat sekali dalam acara piknik ini.

” Ada apa Jiyeon-ah?” tanyaku malas.

” Di piknik nanti kita akan banyak jalan berat. Tetap semangat ya, Seohyun-ssi.” katanya. Aku hanya tersenyum. Aku tak peduli dengan piknik ini. Meski beramai-ramai. Tetap saja membosankan. Aku tak ingin mengikutinya.

***

Papa dan mama tak ada dirumah. Aku sendiri menunggu guru les pianoku. Yeah, meski pada kenyataannya aku selalu sendiri. Tak lama, guru pianoku datang dan kami langsung latihan. Seperti biasa, dia menyebut permainanku bagus. Aku bosan.

Makan malam pun begitu. Di meja makan seluas ini hanya ada aku sendiri. Pelayan-pelayan itu mana berani makan semeja bersamaku. Padahal aku butuh teman. Mereka hanya akan ada di belakangku sambil memperhatikan aku makan. Sekali lagi, aku bosan.

” Nicole-ssi. Besok bawakan aku bekal. Aku ada piknik bersama sekolah.”

***

Esoknya…

~Sooyoung POV~

Kami berjalan mendaki gunung. Karena kami melewati hutan, jadi kami tidak memakai bus lagi. Kami jalan. Ah, panas dan lelah. Aku mengambil botol minuman dari tasku dan segera meminumnya. Segar, tapi…

” Ah, aku cape~k! Gendong aku doong..” rajukku pada semua yang ada disitu. Dan…

” Aku saja, Sooyoung-ah!”

” Aku saja, aku!

” Aku! Aku!”

Haha, banyak juga penggemarku. Aku langsung naik ke salah satu punggung cowok dan meminta barangku dibawakan oleh salah satu dari mereka. Yak! Hidup seperti bintang ini yang kumau! Yuhuu~

” Oke. Kita berhenti disini. Kita makan siang. Jangan lupa sampahmu bawa pulang!” kata Lee Songsaengnim. Akupun segera turun dari punggung cowok ini dan mengambil barangku.

” Gomawo.” kataku sambil memperlihatkan senyum manisku pada mereka. Lalu menyusul Hyejin yang sepertinya sudah menyiapkan alas untuk duduk. Aku segera bergabung.

” Hei, Soo, duduk. Ayo kita makan. Kau bawa bekal apa?” tanya Hyejin setelah aku duduk.

” Ah, biasa saja. Sepertimu.” kataku datar. Mama memang tak pandai memasak. Papa tadi pagi sudah pergi kerja. Akhirnya Jaejoong oppa yang membuatkan untukku. Hanya telur dadar dan tempura saja. Menyebalkan.

” Hei, kami ikut bergabung ya!” kata Taemin sambil duduk didekat Hyejin. Hyejin mengangguk dan tersenyum. Dasar.

Kami pun makan dengan lahap. Meskipun nggak lahap-lahap banget sih. Tiba-tiba seseorang menyolek pundakku. Aku menoleh. Dia, seseorang yang sama sekali tak tertarik padaku. Dia mencolek pundakku.

” Ne?” tanyaku.

” Ah, ini punyamu kan, Sooyoung-ah?” tanyanya sambil memberikan sebuah lipgloss padaku. Ah, benar, itu punyaku. ” Aku menemukannya terjatuh.” tambahnya. Aku menerimanya sambil memandang wajahnya. Tampan sekali.

DEG!!

Jantungku mau copot rasanya. Wajahnya begitu dekat denganku. Bahkan hampir saja menciumku kalau aku salah bergerak. Tapi untungnya dia segera menjauh. Lalu berdiri.

” Gomawo.” kataku dengan suara kecil. Dia tersenyum. Lalu pergi.

***

~Seohyun POV~

Akhirnya kami sampai. Jiyeon segera menggelar alas untuk kami sedangkan aku memegangi kotak bekalnya. Setelah itu kami duduk dan membuka kotak bekal kami masing-masing.

Aku melihat kesekeliling. Semua bekal teman-temanku dibuatkan oleh mamanya. Sedangkan aku? Huh, boro-boro membuatkan bekal. Tahu saja tidak kalau aku ada piknik. Dasar orangtua menyebalkan!

” Wah, bekal Seohyun-ssi keren! Pasti yang buat chef terkenal.” ujar Jiyeon kagum. Aku tersenyum masam. ” Bekalku dibuatkan sama dengan sebelum-sebelumnya. Aku jadi kesal.” kata Jiyeon sambil mengunyah makanannya.

Tiba-tiba hujan turun begitu saja dengan derasnya. Kami semua langsung membereskan kotak makan siang kami dan berlari menuju bus yang ada dibawah kaki bukit. Ah, harusnya aku tidak ikut piknik! Aku ingin cepat pulaang.

BRUK!!

Aku terpeleset dan jatuh. Hampir saja aku menangis. Tapi aku harus kuat. Begitu aku lihat teman-temanku, mereka hanya memandangku penuh rasa iba. Tapi tak ada yang ingin menolongku.

Mereka sibuk menyuruh seseorang untuk menolongku. Tapi mereka malah diam saja. Seolah enggan untuk menyentuh tubuhku yang kotor ini. Tangisan yang dari tadi kutahan langsung aku keluarkan sekencang-kencangnya. Mereka menatapku lebih iba.

BRUK!

Aku menoleh. Ternyata Sooyoung juga terjatuh. Tapi, kenapa banyak yang ingin membantunya? Kenapa dia mengambil kepopuleranku? Kenapaaa?

BRUK!

Hei, kenapa dia menjatuhkan cowok yang menolongnya. Dan dia bilang terpeleset? Oh my god! Dasar cewek kampungan!

” Hei, perang lumpur yuk!” ajak Sooyoung sambil melempar lumpur ke Hyejin.

Aku ternganga. Apa-apaan dia? Aku jatuh kenapa dia malah ingin bermain perang lumpur! Bodoh! Dasar cewek bodoh! Nggak punya otak! Jahaat!!

PLUK!!

Argh! Kenapa aku juga kena!! Aduh, kena mukaku lagi. Ck! Mereka memang tak punya perasaan! Aku segera melihat siapa yang melemparku. Ternyata Sooyoung. Aku segera melempar-lemparkan lumpur dengan brutal kearahnya. Tapi dia hanya menghindar.

Tiba-tiba…

PLUK!

Hyejin melempar segenggam lumpur pada Sooyoung. Aku terdiam. Ah, enak sekali Sooyoung memiliki banyak teman seperti Hyejin. Seandainya aku juga seperti Sooyoung. Sooyoung mengelap mukanya ke baju Hyejin. Membuat Hyejin berteriak aneh. Selesai mengelapnya, Sooyoung langsung berdiri.

He? Dia lucu sekali. Matanya seperti mata panda.

” Haha, Kau lucu sekali Soo. Lihat, Seohyun-ssi saja sampai tertawa.” komentar Hyejin. Aku tertegun. Aku? Tertawa? Entahlah, perasaan jengkelku hilang begitu saja.

” Euhm, habis kayak panda sih.”

***

~Normal POV~

” Euhm, habis kayak panda sih.” kata Seohyun sambil mengulum senyum. Sooyoung dan Hyejin langsung berpandangan dan tersenyum. Rencana mereka berhasil. Ternyata membuat sang putri tersenyum adalah hal yang mudah.

” HOI! KALIAN YANG BENAR DONG! JANGAN MAIN-MAIN!”

***

Sepulangnya dari piknik, Hyejin dan Seohyun diajak menginap di rumah Seohyun. Mereka mengobrol di ruang tamu bersama dengan Minho yang memang tak suka sendirian. Jadi merekapun ngobrol sambil menikmati teh hangat.

” Dengar ya, Seohyun-ssi. Aku nggak peduli kau itu adalah putri atau apapun. Yang penting kau nggak boleh terlalu merajuk begitu..!” kata Sooyoung dengan nada agak jutek.

” Betul, Seohyun-ssi! Cowok-cowok itu suka cewek manis. Cewek yang bisa diajak main. Bukan cewek yang manja..” tambah Hyejin sambil membetulkan letak kacamatanya.

” Nah, sekarang, bagaimana reaksimu kalau di sapa cowok?” tanya Sooyoung.

” Noona, lihat dulu latihan pianika-ku!” rajuk Minho sambil menggelayut pada lengan Sooyoung.

” Diam kau!” teriak Hyejin dan Sooyoung bersamaan.

” Ayo mulai, Seohyun-ssi.”

Seohyun menoleh, lalu dengan angkuh dia menundukan wajahnya. Sooyoung langsung memasang tampang menyebalkan. Lalu berdiri dan menyuruh Seohyun untuk memperhatikannya yang akan mengajarinya jurus Little Devil.

” Begini,” Sooyoung menoleh, lalu tersenyum sangat manis. ” Kau harus bilang ‘ya’, lalu tersenyum seperti aku. Tertawa sebentar lalu baru kau pergi.”

Seohyun mengangguk-angguk. Ia mengerti sekarang. Jadi caranya memperlakukan cowok selama ini salah.

” Lalu, kalau meminta tolong?” tanya Sooyoung lagi. Seohyun berdiri, lalu menyilangkan tangannya di depan dan membungkuk. Lalu berkata untuk meminta tolong. Sooyoung segera menepuk jidatnya. ” Harusnya begini,”

Sooyoung menyuruh Hyejin berdiri, lalu menarik ujung bajunya. ” Tarik ujung bajunya, bilang ‘hei, hei’ lalu lihat keatas dan minta tolong.”

” Kenapa aku yang dijadikan kelinci percobaan sih!” protes Hyejin. Sooyoung nyengir. Lalu beralih ke Seohyun.

” Mengerti?” Seohyun mengangguk.

” Tapi aku nggak ingin populer diantara cowok monyet.” kata Seohyun polos.

Tiba-tiba seorang cowok berambut hitam dan sedikit panjang datang dan tersenyum pada mereka.

” Ah, ini temannya Sooyoung, ya? Aku Jaejoong, kakak tirinya Sooyoung dan Minho..” kata Jaejoong memperkenalkan dirinya. Minho langsun merajuk pada Jaejoong untuk bermain game, Sooyoung dan Hyejin diam saja, sedangkan Seohyun menatap Jaejoong tanpa kedip.

” Hyung, ayo kita main game!” ajak Minho semangat. Lalu menarik Jaejoong.

” Hei, Minho! Oppa kan baru pulang. Biar oppa istirahat dulu!” tegur Sooyoung.

Jaejoong tersenyum. ” Tak apa, Sooyoung.” kata Jaejoong. Sooyoung langsung mengangguk. Sebelum Jaejoong dan Minho pergi ke ruangan lain, Seohyun segera menghampiri. Menarik ujung baju Jaejoong dan…

” Oppa, oppa, aku Seo Joohyun. Panggil saja Seohyun. Senang bertemu denganmu oppa.” kata Seohyun sambil menatap Jaejoong. Jaejoong lagi-lagi tersenyum, lalu mengusap kepala Seohyun.

” Senang berkenalan denganmu, Seohyun-ssi.”

***

Bersambung..
Ayo tebak-tebakan, siapa cowok yang bikin Sooyoung deg-degan ayoo?

Follow Juga twitter Author yak, @Chataemin96 sama fb Author di Annisa.Pramitha@gmail.com

Panggil aja Author Ica 8D gomawo😀

9 responses

  1. chingu keren FFnya🙂

    hmpt..
    Kira” siapa ia cowok yg bsa bkin soo deg-degan?
    Kyukah?
    Mudah”an aja ia🙂😉

    woah,
    itu kayaknya seo suka ama jaejoong..
    Tros skp dya jga uda mulai berubah dikt😀

    next part ditunggu🙂

  2. Kyuhyun.. Kyuhyun ya! Please..

    Ahh.. Ehemm.. Salam kenal, aku roxy.. Aku baru nemu blog ini.. Dan aku sangat minta maaf kalau aku langsung comment d sini.. Aku benar-benar minta maaf..

    Chingu, kyuhyun ya! Please.. Ya…ya…ya…ya…ya #maksa.. Kekeke

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s