Liver Disease [Sci-Fi (Sciene Fiction)]


Title                  : Liver Disease

Author             : Dara Daroen (@dara_daroen)

Cast                   :

  • No Minwoo (Boyfriend)
  • Na Min Ra (OC)
  • Kim Donghyun (Boyfriend)

Genre               : Sci-fi (Science-Fiction), AU, Life

Rating              : General

Length             : Vignette (1513 words)

Disclaimer     : Imagination and story is mine, but the cast belong to God.

Please NO PLAGIATOR!

The Story © 2012 DaraDaroen

Bacotan Author   :

Annyeong! ^^ aku datang seraya mencabut masa hiatusku sebagai author. Sekarang aku mau mulai aktif publish FF-FF ku lagi setelah berlama-lama cuti (?) karena mau UN._.  dan ini Fanfiction pertama yang ku suguhkan. Kalian perlu tau, aku buat FF ini pas di tengah kesibukanku buat fokus Ujian loh-_-

Fanfiction ini FF yang beda dari FF-FFku yang lainnya. Kali ini aku mau sok pinter (?) dengan buat FF yang bergenre Science story. Jadi ceritanya di sini ada sedikit-sedikit ilmu IPA nya. Ya, kali aja bisa buat readers semua ngerasa ga bosen, karena kebanyakan FF pasti kalo ga genre romance, friendship, fantasy, gitu-gitu deh. Nah sekarang, aku mau coba menyuguhkan FF Sci-Fi😀

Fanfiction ini murni dari otakku, tapi mungkin ilmu Sainsnya ada dikit-dikit yang ku contek dari beberapa link yang aku search di Google #plak._. haha, intinya jangan ada yang plagiat FFku ini ya. Aku susah payah membuatnya #lebay._.

Oke langsung aja dibaca😀

Happy Reading! ^^


~ ~

Minwoo dengan lesu tengah terduduk di sofa ruang tengahnya. Ia kelelahan sedari tadi di kamar mandi hanya terus mencoba mengeluarkan isi perutnya. Padahal tadi pagi makanan yang ia makan masih tergolong bergizi dan tak mungkin membuatnya mual. Entah mengapa, memang akhir-akhir ini namja itu selalu merasakan mual bahkan sehari bisa hampir tiga kali ia muntah.

Min Ra selaku sang istri dari namja ini pun sangat cemas tiada tara dengan kondisi tubuh suaminya itu. Akhir-akhir ini pun namja itu jarang ingin menyentuhnya. Entahlah, gairah seks Minwoo akhir-akhir ini menurun dengan anehnya.

“Minwoo.. Kau kenapa? Muntah lagi?” seru lembut Min Ra pada suaminya itu seraya membawa teh hangat untuknya.

“Entahlah, perutku mual sekali,” kata Minwoo dengan lemas.

“Apa kau telat makan? Atau kau makan sembarangan?” seru Min Ra lagi.

“Kurasa tidak Min Ra-ah.Kau tau sendiri kan tadi pagi aku sarapan bersamamu, dan makanan yang ku makan juga masakanmu. Aku tau masakanmu selalu tak sembarangan,” ujar Minwoo.

“Ah, mungkin kau lelah bekerja. Makanya, perbanyak saja istirahat,” seru Min Ra.

“Aku sudah tiga hari ini di kantor hanya duduk-duduk saja. Bahkan kau juga tau sendiri kan, aku selalu pulang awal dari kantor. Itu karena aku lelah sekali meski kerjaanku hanya diam saja di kantor,” keluh Minwoo.

“Kau aneh. Sebenarnya kau kenapa?”

Molla.”

“Baiklah, ini di minum dulu saja tehnya. Mungkin akan membantumu menjadi lebih baik,” kata Min Ra seraya menyerahkan segelas teh hangat yang dibawanya tadi.

Minwoo menyeruput tehnya itu perlahan.

“Kau tau Min Ra-ah? Warna urine yang kukeluarkan tadi pun warnanya kecoklatan seperti teh ini,” seru Minwoo kemudian. Itu membuat Min Ra terbelalak kaget.

Mwo? Mengapa bisa?

Entahlah, aku pun tak tau.”

“Ayo, kita konsultasi saja ke dokter.”

~ ~

Mereka berdua menuju klinik praktek seorang dokter. Dokter itu ialah kenalan dekatnya Minwoo. Jadi, agak mudah dan bebas untuk periksa di sana.

Ting.. Nong..

Pintu terbuka dan tampak seorang namja di balik pintu.

“Minwoo? Min Ra? Ah, silahkan masuk,” sapanya.

Ne, gomawo Donghyun-shi.”

Namja bernama Donghyun itu pun duduk di kursinya dengan meja di hadapannya. Mejanya penuh dengan kertas dan buku-buku biologi dan ilmu kesehatan.

Minwoo dan Min Ra pun duduk di hadapannya.

“Baiklah, ada perlu apa kalian ke sini? Ingin konsultasi kesehatan kah? Atau Min Ra sedang mengalami gejala hamil? Kalian ke sini ingin tes kehamilan Min Ra?” seru Donghyun dengan sok taunya.

Aniyo Donghyun-shi. Aku tidak apa-apa, bahkan bukan aku yang ingin diperiksa, tapi suamiku ini,” seru Min Ra segera.

“Oh, mian. Ku kira kau Min Ra. Wajahmu sedikit pucat, aku kira kau yang sakit,” seru Donghyun.

“Aku pucat seperti ini karena mencemaskan Minwoo ini. Ia aneh akhir-akhir ini,” seru Min Ra lagi.

“Minwoo? Kau kenapa?” seru Donghyun yang kini menatap Minwoo.

“Entahlah, aku pun merasa aneh denganku,” seru Minwoo.

“Maksudmu?”

“Sepertinya aku mengidap suatu penyakit atau memang hanya sakit sementara saja. Aku akhir-akhir ini sering mual bahkan muntah, selain itu nafsu makanku sedikit berkurang, dan juga setiap hari aku selalu merasa lelah padahal kerjaanku di kantor tidak banyak,” keluh Minwoo.

“Coba ku lihat tanganmu.” Donghyun meraih tangan Minwoo dan memerhatikan permukaan kulit Minwoo dengan seksama.

“Ah, coba kau ukur berat badanmu dulu,” seru Donghyun lagi. Minwoo segera menimbang berat badannya pada timbangan yang tersedia di sebelah meja Donghyun.

“Hmm, 55 kilogram,” kata Minwoo.

“Minwoo-ah? Bukankah berat badanmu saat seminggu yang lalu diukur itu masih 60? Mengapa turun begitu drastis?” seru Min Ra tiba-tiba.

“Ah, baiklah. Minwoo, silahkan duduk lagi,” seru Donghyun kemudian.

“Baiklah, aku sepertinya tau apa yang tengah kau alami. Mungkin kau terkena Liver disease atau penyakit hati atau juga bisa disebut Hepatitis. Penyakit hati di sini tentunya bukanlah sakit hati karena cemburu misal istrimu ini bersama namja lain, tapi penyakit ini melainkan suatu penyakit yang menyerang organ hatimu tersebut,” jelas Donghyun.

“Bagaimana kau bisa tau aku terserang penyakit liver?” tanya Minwoo penuh ragu.

“Terlihat jelas dari tubuhmu yang menunjukkan gejala liver. Keluhan-keluhanmu juga, itu semua tanda-tanda kau terkena penyakit itu.”

“Memang apa saja gejalanya?”

“Coba kau lihat permukaan kulitmu, apa warnanya berbeda dengan kulit Min Ra?”

Minwoo meraih tangan Min Ra dan membedakan warna permukaan kulitnya dengan milik Min Ra.

“Ah, ne. Ku rasa kulitku menjadi warna kekuningan,” seru Minwoo.

“Nah itu dia. Kau mengalami Jaundice atau disebut juga kekuningan kulit. Itulah ciri utama seorang terkena penyakit liver. Selain itu, sesuai dengan keluhanmu tadi. Muntah-muntah dan merasa mual, juga selalu merasa lelah, itu juga gejala penyakit liver,” jelas Donghyun.

“Lalu? Gejala lainnya?”

“Gejala lainnya yaitu penurunan berat badan yang amat drastis. Seperti yang tadi kau lihat, berapa berat badanmu sekarang?” seru Donghyun.

“Sekarang, 55 kilogram,” jawab Minwoo.

“Dan saat dulu kau terakhir cek?”

“Saat dulu, 60 kilogram.”

“Nah itu juga. Berat badanmu turun 5 kilogram, itu amat drastis.”

“Lalu gejala lainnya, warna urine yang kau keluarkan berwarna kecoklatan layaknya air the. Apa kau mengalaminya Minwoo­­-shi?” seru Donghyun. Minwoo hanya mengangguk.

“Dan gejala lain, yaitu gairah seks dari diri si penyakit menjadi menurun. Bagaimana dengan hal itu?” seru Donghyun lagi.

“Ah, kau benar sekali. Minwoo akhir-akhir ini bahkan jarang menyentuhku,” seru Min Ra.

Donghyun hanya mengangguk pelan dan melanjutkan penjelasannya.

“Gejala lainnya lagi, selera makan berkurang yang bisa menyebabkan metabolisme tubuh akan terhambat. Lalu, perut selalu terasa sakit di bagian kanan atas, terjadi gejala diare, warna kotoran pembuangan menjadi terlihat pucat, seluruh bagian badan terkadang gatal-gatal, otot akan terasa sakit dan sering mengalami pegal-pegal, kadang mengalami demam dan sering mengalami stress ringan,” jelas Donghyun.

“Selain itu juga, gejala dari faktor bagian dalam tubuh yaitu pembuluh darah akan semakin membesar dan kadar gula yang dihasilkan tubuh akan semakin merendah. Dan juga penyakit liver ini adalah penyakit yang ditandai dengan proses peradangan yang disebut juga hepatitis, nekrosis atau kematian jaringan hati, penambahan jaringan ikat yang batasnya tidak jelas dengan terbentuknya gumpalan-gumpalan atau pembengkakan kecil jaringan yang mengganggu susunan dan fungsi hati,” lanjutnya.

Minwoo dan Min Ra hanya mengangguk-angguk pelan.

“Nah, penyebab datangnya penyakit ini bisa saja karena terkena virus yaitu virus hepatitis A, B, C, D, E. Penyakit ini juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Virus hepatitis dapat masuk ke dalam tubuh, terutama melalui makanan atau air yang dikotori oleh virus, tertular akibat tranfusi darah maupun melalui pemakaian alat-alat yang tidak steril di rumah sakit. Sedangkan, penyebab penyakit liver non virus yang utama yaitu alkohol atau bahan kimia lainnya dan juga obat-obatan” jelas Donghyun.

“Begitu kah? Ah, baiklah mungkin beberapa memang sering ku alami, dan penyebab-penyebabnya pun hampir sama dengan yang mungkin ku alami pula,” ujar Minwoo.

“Bila begitu, apa resikonya akan kematian bagi suamiku Donghyun-shi?” seru Min Ra kemudian.

“Kemungkinan kematian akan terjadi, tapi itu jika tidak segera ada pengobatan untuk si penderita. Karena jika ini sudah menyerang hati maka fungsinya sebagai penyaring darah tidak akan bisa maksimal yang menyebabkan metabolism tubuh tidak akan terkendali.”

“Jika itu bisa diobati, apa obatnya?”

“Nah untuk obatnya yaitu obat-obatan herbal yang terbuat dari kulit buah manggis.”

“Mengapa harus buah manggis?”

“Karena manggis merupakan komoditas buah yang berkhasiat untuk kesehatan bahkan untuk kecantikan karena memiliki anti oksidan yang menangkap radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Anti oksidan manggis terdapat pada kulitnya yang bernama Xanthone. Kadarnya mencapai 123,97 mg per ml. Khasiat Xanthones bukan hanya anti oksidan, tetapi juga anti kanker yang sangat baik dalam mengobati penyakit liver.

Riset ilmiah Chi Kuan Ho dari Rumah Sakit Veteran, Taipeh, Taiwan, membuktikan bahwa kulit manggis memiliki efek sitotoksis terhadap sel kanker hati. Senyawa aktif yang berperan melawan sel kanker adalah garcinone E yang merupakan salah satu turunan Xanthone dalam kulit manggis.

Periset itu menguji kulit manggis secara preklinis pada sel kanker yang diambil dari jaringan hati, paru-paru dan perut. Mereka lalu membandingkan garcinone E dalam kulit manggis dengan beberapa obat kemoterapi komersial. Hasil penelitian menunjukkan, garcinone E memiliki angka LD50 mencapai 0,5-5,4 |ɹ m. Artinya, dosis itu mampu membunuh 50% sel kanker hati. Semakin rendah angka LD50, maka daya bunuh terhadap kanker hati semakin tinggi. Angka LD50 garcinone E lebih rendah alias lebih ampuh ketimbang obat kemoterapi komersial.

Ekstrak kulit manggis bersifat anti proliferasi yang untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis penghancur sel kanker. Xanthone mampu merawat beberapa jenis penyakit kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru, liver, dll. Xanthone dalam kulit manggis juga ampuh mengatasi penyakit Tuberculosis, asma, leukemia, anti inflamasi dan antidiare sehingga menjadi solusi tepat mengobati penyakit liver, selain itu faedah lainnya manggis sebagai anti jamur dan anti bakteri penyebab jerawat,” jelas Donghyun begitu panjang.

Minwoo dan Min Ra pun hanya mengangguk-angguk mengerti.

Baiklah, arasseo. Berarti aku harus mencari obat herbal itu. Ah, apa kau punya Donghyun-shi?” seru Minwoo.

“Aku tidak punya obat itu. Aku hanya membuka klinik biasa yang tak mungkin menjual obat seperti itu. Biasanya obat herbal khusus untuk penyakit liver disediakan di toko obat besar atau di agennya langsung,” jawab Donghyun.

“Oh begitu. Baiklah, kamsahamnida Donghyun-shi,” ujar Minwoo seraya membungkukkan badannya. Kemudian diikuti pula oleh Min Ra.

~ ~

Ha! Jadi begitu Minwoo, kau dengar penjelasan Donghyun? Kau harus lebih hati-hati lagi menjaga kesehatanmu, aku tak mau kau kenapa-napa,” seru Min Ra saat mereka berdua menuju apotek pusat.

Ne, chagiya. Jika ada kau istriku yang cantik ini pun aku akan merasa pulih tanpa obat sedikitpun,” seru Minwoo sambil menyeringai. Ah, namja ini sedang sakit masih saja aktif dengan gombalannya.

“Sepertinya bukan kau yang akan mati karena menderita penyakit, tapi aku yang akan mati duluan jika kau terus menggombaliku,” seru Min Ra seraya tersenyum jengkel. Minwoo hanya tertawa kecil.

– The End –

Some science is taken from :

http://emweje.com/penyebab-penyakit-liver/

http://www.acepsuherman.net/427/mengobati-penyakit-liver/

http://www.anneahira.com/ciri-ciri-penyakit-liver.htm

~ ~

 

Yeyeee. Gimana gimana about Fanfict ini?

Aku nulis FF ini di saat aku lagi belajar IPA buat UN kemarin loh, tepatnya kemarin, ya kemarin._. jadi, aku lagi browsing di internet buat nyari-nyari plus belajar buat materi biologi IPA nya, nah karena tiba-tiba aku ketemu tentang penyakit liver dan juga aku lg pengen bgt nulis FF, yaudah deh terlahir lah FF ini (?)

Hahaha, jelek bagusnya mohon di kasih reviewnya aja ya ^^ semoga FF ini bermanfaat ^^

Gomawo ^^

6 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s