The Girl in The Night [Oneshoot]

Title                     : The Girl in The Night

Author               : Dara Daroen (@dara_daroen)

Main cast          :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Seo Jo Hyun a.k.a Seohyun (SNSD)

Other Cast        : Find Yourself

Genre                 : Romance, AU, Fantasy, Tragedy

Summary         : ‘Aku mencintaimu meski kita berbeda’

Disclaimer       : Imagination and story is mine, but the cast belong to God.

Please NO PLAGIATOR!

                                                     The Story © 2012 DaraDaroen         

 

Bacotan Author           :

            Annyeong! Aku datang membawa FF baru^^ kali ini genrenya Fantasy dan entah ini sukses atau engga._. tapi moga aja iya yah. Dan perlu kalian semua tau, ini FF Fantasy pertama yang pernah kubuat haha. Dan sepertinya ini jg kurang nyambung, ya tapi namanya jg fantasy, suka suka author dong #eeh._. oya, dan juga ini tuh FF yg pertama kalinya aku buat castnya Kyuhyun, dan di sini dia couple sama Seohyun. Jadinya KyuSeo couple deh. No bash ya._.

            Langsung aja, silahkan dibaca ya, jgn lupa review kalian about FF ini. Pasti ini banyak kekurangan, tapi aku harap readers semua suka, meuehhee.

            Happy Reading! ^^

~  ~

~ Kyuhyun’s POV ~

Kini aku tengah terduduk di balkon rumahku, menengadah ke atas langit, menatap gelapnya malam dengan sedikit cahaya benderang dari sang bulan. Aku menanti seseorang yang akan menjadi cahaya malam ini, yang kilau cahayanya lebih terang dari bulan yang kini tengah mencoba tersenyum berbagi kehangatannya pada makhluk yang bernaung di bawahnya malam ini.

Beberapa lama kemudian, aroma khas yang dari dulu selalu membuatku tergila-gila mulai tercium dan masuk ke rongga hidungku ini. Ah, yeoja malam itu datang.

Oppa!” serunya tiba-tiba saja padaku. Kini ia terduduk tepat di sampingku. Aku menyunggingkan senyum manis terbaikku pada yeoja berkulit putih pucat ini.

Wajahnya yang selalu tampak cantik di setiap malam, dengan bibir tipisnya yang pucat pasi, yang sering ku nikmati itu. Mata birunya yang selalu berkilau memancarkan pesonanya, yang selalu menatapku dalam penuh cinta.

“Mengapa kau datang lama sekali, chagi? Bogoshipoyo..” seruku seraya memeluk pinggang rampingnya.

Na do,” ujar yeoja itu yang kini mendekapku sangat erat. Wajahnya mendekat padaku, sesekali ia menatap leherku. Lalu yeoja itu mengelus lembut leherku membuatku setengah merinding.

“Seohyun-ah..” seruku pada yeoja itu. Kini ia semakin mendekat padaku, membuat aroma darah dari mulutnya itu semakin menghembus di udara dan kini tercium oleh hidungku.

Ya benar, aroma darah. Yeoja bernama Seohyun ini memang menyukai darah. Aktivitasnya hanya di malam hari yaitu mencari mangsa untuk melepas lapar dan dahaganya. Kalian sudah tentu tau siapa dia. Dia, bukanlah manusia melainkan seorang Vampire.

Oppa..” seru Seohyun dengan tangannya yang masih mengelus leherku. Aku hanya mendesah.

Desahanku semakin hebat di saat yeoja ini menjilat permukaan kulit di leherku. Aku merasa geli sekaligus merinding luar biasa.

“Seohyun­-ah, jangan macam-macam,” ujarku padanya. Seohyun hanya tertawa kecil seraya menatapku.

“Kau tau oppa? Aku selalu suka aroma tubuhmu, itu membuat hasratku membara untuk..”

“Untuk selalu menjilati permukaan kulitku dan mencoba mengeluarkan taring ganasmu itu untuk merobek bagian kulitku hah?” seruku kemudian memotong perkataannya tadi.

“Ah, oppa kau selalu tau apa yang ku inginkan. Tapi sungguh oppa, kau selalu mengeluarkan sensasi hangat dan menggiurkan untukku,” kata Seohyun yang lebih terdengar seperti menggodaku.

Aku hanya mendesah. Gadis itu tertawa kecil.

“Parasmu yang manis itu meyakinkanku bahwa aliran yang ada di dalam tubuhmu itu pun manis oppa,” serunya lagi seraya mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“Kau mau mencoba menyipi darahku? Iya?” tanyaku sedikit sinis.

“Jika kau membolehkan,” jawab yeoja itu dengan menunjukkan deratan giginya yang seram, meski taringnya tak ia tunjukkan.

“Kalau kau mencintaiku, aku yakin kau tak akan pernah mau membuatku kehilangan setetes darahpun,” ujarku.

Gadis itu kini tertunduk. Rambut panjangnya yang indah berhasil menutupi wajahnya. Sehingga aku tak bisa melihat ekspresinya saat ini.

“Tapi aku belum pernah menyicipi darahmu yang menggoda itu, Kyuhyun oppa..” ujarnya manja.

“Kau belum kenyang setelah berlama-lama berkeliling mencari mangsa? Lebih baik kau pergi saja dulu mencari sumber darah yang mampu membuatmu tak tergiur lagi dengan darahku,” seruku.

“Ah ani , oppa. Baiklah, aku sudah cukup puas menghisap darah untuk malam ini. Yang tadi aku hanya menggoda, oppa,” seru gadis itu seraya tertawa penuh kepuasan.

~ ~

Oppa, aku ingin hidup abadi bersamamu,” ujar Seohyun yang tengah menyenderkan kepalanya di bahuku. Kami berada di tengah keindahan Sungai Han sekarang.

“Aku pun begitu Hyun-ah.”

“Kalau begitu, mengapa kau tak pernah mau ikut ke kehidupanku? Kita akan lebih bahagia jika berada di satu alam yang sama,” serunya lagi seraya beranjak dari bahuku.

“Tidak bisa.” Kata itu yang hanya bisa terlontar dari mulutku.

Sudah berkali-kali Seohyun berkata seperti ini padaku. Membuatku tak pernah berhenti berpikir.

Hidup abadi, cinta abadi. Ya memang. Jika aku ikut menjadi Vampire sama sepertinya, aku memang akan hidup abadi bersamanya, bahkan aku akan memiliki segalanya yang tak pernah ku miliki selama aku menjadi manusia.

Waeyo oppa? Kau bilang kau mencintaiku? Cinta itu pasti rela kan demi kekasihnya?” seru Seohyun lagi.

“Entahlah Hyun. Aku masih, masih ingin menikmati hidupku di dunia, aku masih ingin menikmati keadaanku menjadi manusia seperti ini,” jawabku.

“Apa yang kau nikmati hah? Bahkan hidupmu saja terlihat suram dengan selalu ada tekanan dari kedua orangtuamu itu. Bahkan, menikahpun kau dipaksa kan? Apa itu nikmat?” seru yeoja itu dengan nada sedikit tinggi.

“Ya memang, semua itu menyesakkan dan membuatku sakit. Tapi, kurasa jika aku menjadi bagian sepertimu, aku pun akan merasakan itu juga,” jawabku.

“Maksudmu? Kalau kau jadi Vampire sepertiku, kau akan menderita juga? Hey, dengar oppa, hidup sepertiku itu nikmat meski hanya bisa keluar di saat malam hari. Menghisap darah manusia dengan sepuasnya, memiliki kekuatan dan keajaiban yang berbeda dari alam yang sepertimu. Vampire itu hebat oppa,” jelasnya.

Arasseo. Tapi aku, aku belum siap mati.”

“Mengapa? Atau kau tak ingin mati karena kau masih ingin menikmati hidupmu dengan Ny. Hwang itu? Iya?” serunya lagi dengan nada lebih tinggi.

“Hey, kau kan tau kalau aku tak sama sekali mencintainya.”

Ku lihat Seohyun hanya mendesah dan tertunduk.

“Sudahlah, sebaiknya kita memang harus menjalani hubungan seperti ini saja Hyun-ah,” seruku seraya beranjak dari tempat dudukku di tepi Sungai Han ini. Langkahku mulai ku ambil beberapa.

“Tapi aku bosan seperti ini, oppa..” seru Seohyun yang tiba-tiba muncul di hadapanku.

Aku memeluknya erat. Menelusuri punggung putihnya yang lembut dan dingin. Menghirup aroma darah yang terkuar dari tubuhnya.

“Aku pun juga. Tapi jalannya tidak perlu seperti itu. Aku tak perlu menjadi bagian darimu untuk cinta abadi kita,” seruku berbisik di telinga kanannya.

Ku rasakan leherku yang dingin karena sentuhan tangan Seohyun.

“Baiklah, arasseo. Semua terserah dirimu, aku tak memaksa,” ujar gadis itu seraya melepas pelukanku perlahan.

“Aku tetap mencintaimu meski kita berbeda alam,” seruku.

Gadis bermata biru bening itu hanya tersenyum dan mendekatkan wajahnya padaku.

Bibir putihnya yang pucat itu menjadi pandangan fokusku saat ini.

Beberapa saat kemudian, aku sudah merasakan bibir lembutnya menempel di bibirku, membuatku dengan nikmat melumatnya. Aroma darah yang kental makin terkuar dari mulutnya dan dengan hebat menelusup masuk ke rongga hidungku.

Gadis itu mulai mencoba memperdalam ciumannya dengan sedikit memajukan badannya hingga menempel pada badanku. Tanganku kini menyentuh pinggangnya yang ramping, yang dilapisi gaun putih bersih.

Bisa ku lihat mata birunya terpejam dan sesekali terbuka menatap mataku yang tak pernah berkedip memandangnya.

Sungguh ini semua membuatku tak pernah ingin berpisah dengannya.

~ ~

~ Author’s POV ~

6 May 2012 8 a.m

Kyuhyun? Kau di mana chagi?” seru seorang yeoja yang tak lain tak bukan ialah Tiffany Hwang, istri Kyuhyun yang dinikahi oleh Kyuhyun seminggu yang lalu karena perjodohan kedua orangtuanya.

Tiffany amat mencintai Kyuhyun, namun Kyuhyun memiliki rasa sebaliknya. Rasa cinta secuil pun dari Kyuhyun tak pernah ada untuk Tiffany. Cinta tulus namja itu hanya untuk Seohyun seorang.

“Ada apa sih panggil-panggil?” seru Kyuhyun yang baru keluar dari kamar ganti bajunya.

Tiffany yang senang orang yang dipanggilnya meresponnya, segera memeluk namja itu. Namun dengan sigap tangan Tiffany ditepis kasar oleh Kyuhyun.

“Jangan sentuh aku!” seru Kyuhyun dengan tatapan tajam.

Ya! Kau suamiku, dan aku istrimu. Sudah seminggu sejak pernikahan kita kau tak pernah menyentuhku dan tak mau ku sentuh, bahkan tidurpun kau mau kita di beda ranjang. Mau kau apa?” seru Tiffany yang mulai memanas. Emosinya tak tertahankan rupanya.

“Aku hanya ingin satu,” ujar Kyuhyun seraya mendekati wajahnya ke wajah Tiffany, yang membuat yeoja itu terdiam dan semburat merah tampak jelas di mukanya saat ini.

“Bercerai,” ucap Kyuhyun dengan tatapan yang sangat tajam.

Setelah itu, Kyuhyun bergegas pergi meninggalkan Tiffany.

Tiffany hanya mengepal tangannya kuat-kuat. Entah menahan amarah maupun ingin mengeluarkan amarahnya. Yang pasti, mukanya kini sangat merah padam lebih dari wajah merahnya tadi.

~ ~

12.00 a.m

Terik matahari begitu menyiksa pada tengah siang hari ini. Terutama bagi Kyuhyun yang tengah berjalan kaki menuju rumahnya. Hari ini ia pergi tak menggunakan mobilnya. Mobilnya itu sedang dibengkel karena rusak dipakai oleh Tiffany, istri yang menyialkan bagi Kyuhyun.

Yeoja babo! Kalau saja dua hari kemarin ia tak menggunakan mobilku, hari ini aku tak perlu merasakan panas matahari yang menggila ini. Aku terlalu bodoh meminjamkan mobilku padanya,” gerutu Kyuhyun seraya mempercepat langkahnya.

Sedangkan di rumah, Tiffany tengah bersiap-siap menghindangkan makan siang untuk suaminya. Berbagai hidangan makanan tersedia penuh di meja makan dan itu Tiffany lah sendiri yang memasaknya. Ya memang, gadis ini sangat pintar memasak, baik itu makanan pembuka atau penutup, makanan cepat saji, makanan khas Korea baik tradisional maupun modernnya, semua masakan hampir dikuasai ilmunya oleh Tiffany.

Sesampainya Kyuhyun di rumah, ia segera menggantung jas nya dan bergegas menuju kamarnya dengan cepat. Tiffany yang sudah siap di meja makan sedari tadi pun diacuhkannya.

“Kyuhyun-ah! Apa kau buru-buru? Bisakah makan siang bersamaku? Aku sudah menyediakan makanan banyak di sini,” teriak Tiffany seraya pandangannya menuju pintu kamar Kyuhyun.

Belum ada balasan dari Kyuhyun, maka Tiffany menghampiri pintu kamar Kyuhyun seraya mengetuknya.

“Kyu-“

Brakk..

“Awas! Aku buru-buru,” seru Kyuhyun tiba-tiba seraya membuka pintu dan membantingnya dengan keras, membuat Tiffany yang tadinya akan berseru menjadi terdiam.

Chamkaman!! Kyuhyun-ah, makan siang dulu di rumah, kau pasti belum makan. Hey!” teriak Tiffany seraya mencoba mengejar Kyuhyun yang sudah sampai di depan pintu rumah.

“Tak perlu. Aku akan makan di luar,” seru Kyuhyun seraya bergegas pergi dengan cepat.

~ ~

In Cafe Victoria..

“Kutebak, pasti kau tadi habis dari rumah, dan istrimu itu mencoba membuatmu untuk makan siang di rumah bersamanya tapi kau menolaknya dan kau malah bergegas pergi meninggalkannya. Iyakah?” tanya Siwon pada Kyuhyun dengan gaya sok tau nya.

Siwon adalah partner Kyuhyun di perusahaannya. Mereka berdua sudah begitu dekat sejak dua tahun yang lalu. Selain menjadi partner bisnis, Siwon pun kadang menjadi tempat curhat dan berbagi masalah bagi Kyuhyun.

Ya! Dia bukan istriku!” seru Kyuhyun sedikit membentak.

“Ah, Kyuhyun, kau ini. Kau terlalu bodoh untuk tak mencintainya. Dia itu sexy dan menawan, harusnya kau bersyukur bisa dijodohkan dengannya,” kata Siwon.

“Hah dasar namja mesum, kau hanya melihat sexynya saja. Apa yang sexy dari seorang yeoja yang hanya bisa bermanja-manja seperti itu? Aku saja jijik dengannya. Kalau kau mau, kau saja yang menggantikan posisiku menjadi suaminya,” seru Kyuhyun seraya menyeruput hot cappucinonya.

“Jika memang boleh, aku sangat bersedia,” seru Siwon sambil menyeringai.

Kyuhyun hanya mendesah dan memutar kedua bola matanya.

“Lagipula, mengapa kau tak bisa mencintainya? Apa yang kau cintai benar-benar hanya yeoja Vampire itu?” seru Siwon lagi.

“Tentu saja. Hanya dia seorang,” jawab Kyuhyun sigap.

Kini giliran Siwon yang mendesah.

“Aku tau, aku tau betapa cintanya kau dengan Seohyun si pecinta darah itu. Tapi apa kau tak berpikir, kau sudah terikat pernikahan dengan Tiffany. Seharusnya kau bisa konsisten dengan salah satunya,” ujar Siwon yang kini dengan kata bijaknya.

Meski tubuhnya yang kekar besar seperti itu, namun kata-katanya terkadang lembut selembut sutra.

Molla. Tapi kini yang ku fokuskan hanya satu, Seohyun. Aku terlanjur cinta amat dalam padanya,” seru Kyuhyun.

“Apa kaupun tak berpikir? Kau berbeda alam dengannya, bagaimana mungkin kau bisa meneruskan cintamu itu dengan abadi?” seru Siwon lagi.

“Entahlah, itu yang ku bingungkan. Aku mengerti dan aku tau, aku ini manusia dan dia Vampire. Kami memang benar-benar berbeda, tapi cinta kami satu,” kata Kyuhyun.

“Ya terserah kau lah. Aku mengerti betapa dalamnya cintamu itu padanya. Karena aku pun tau, selama dua tahun ini pula lah kau bersamanya,” ujar Siwon seraya mencoba menyeruput Hot cappucino yang sama dengan Kyuhyun.

“Aku mencintainya, sangat mencintainya meski alam kami berbeda,” ujar Kyuhyun seraya tertunduk.

~ ~

18.00 p.m

~ Seohyun’s POV ~

Akhirnya matahari busuk itu terbenam juga. Kini aku bisa keluar dari persembunyianku dari waktu yang panjang. Aku segera berkeliaran lagi mencari beberapa manusia untuk ku jadikan korban malam ini. Seharian bersembunyi dari sinar matahari, membuatku lapar tak tertahankan.

Ku lihat seorang namja tengah berjalan kaki di tengah Seoul Bika Street, sepertinya dia menuju Gardas Seoul House Complex. Ah, tepat sekali aku pun searah dengannya. Sehabis memangsanya aku bisa langsung segera ke rumah Kyuhyun oppa.

Jarakku semakin dekat di belakangnya. Kini taringku sudah tak tahan untuk ku pendam lagi. Aroma tubuh namja itu yang begitu manis, membuatku tak tahan melahap darahnya.

“Hhhhh,” desahku di belakangnya.

Namja itu menoleh ke belakang, namun aku bersembunyi mengikuti arah badannya.

“Ku rasa ada yang mengikutiku,” seru namja itu.

Tunggu dulu, suaranya lembut sekali dan sepertinya aku sangat mengenal ini.

“Kyuhyun oppa!” teriakku pada namja ini seraya muncul di hadapannya.

Omo! Ah-eh, kau Seo, Seohyun. Kau tau seberapa kagetnya aku hingga jantung ini terasa ingin keluar dari sarangnya,” seru Kyuhyun oppa dengan panik.

Aku tertawa kecil melihatnya. Dia nampak sangat takut sepertinya.

“Kau tau? Tadinya aku mau menjadikanmu mangsa pertamaku malam ini, tapi itu sebelum aku tau bahwa kau itu kau. Kkeke-“ seruku dengan masih tertawa kecil.

“Hhhh, kau ini. Bagaimana jika kau tak mengetahui jika aku ini aku? Dan kau langsung saja melahapku. Bisa hilang nyawaku ini,” serunya lagi.

“Itu malah bagus oppa. Kau bisa ikut denganku, akan menjadi bagian dari kaumku,” ujarku.

“Ah, ani. Aku belum siap.”

Arasseo, oppa.”

Aku memang tau, setiap kali aku mengajaknya untuk hidup sama sepertiku, ia selalu berkata, “Aku belum siap.” Membuatku lelah untuk meminta.

“Seohyun-ah. Kau mau mencari mangsa atau ikut aku ke rumah?” tanya Kyuhyun oppa.

“Ah, emm. Aku, ikut denganmu saja,” ujarku.

“Apa kau tak kelaparan? Ku rasa kau belum menyipi darah sedikitpun malam ini,” seru Kyuhyun oppa lagi.

Ani, aku sedang tak nafsu.”

“Tumben sekali, bukankah setiap malam kau selalu rakus menghisap darah?”

“Tidak, tidak untuk malam ini. Ah, sudahlah ayo oppa,” seruku seraya berjalan duluan meninggalkan Kyuhyun oppa yang masih terdiam.

~ Kyuhyun’s POV ~

Seohyun jalan duluan meninggalkanku. Aku masih terdiam dan bingung dengan ucapan Seohyun tadi, mengapa ia menjadi tiba-tiba tak nafsu makan.

“Mau aku tinggal atau aku temani, oppa?” seru Seohyun tiba-tiba saja berada di sampingku lagi. Hampir tak sedetik pun aku melihatnya bergeser. Seharusnya aku ingat ia bukan manusia.

“Ah, ne, kajja!” seruku seraya meraih tangan putihnya yang dingin.

Sesampainya di depan pintu rumah.

“Kau duluan saja ke balkon atas kamarku. Aku harus menghadapi seorang yeoja yang membahayakan dulu. Seusai itu, aku akan segera menemuimu,” ujarku pada Seohyun.

Dalam sekejap gadis itu telah menghilang dari hadapanku. Mungkin kini ia sudah ada di balkon kamarku.

~ ~

“Kyuhyun? Ah kau sudah pulang, tumben sekali pulang hingga malam?” seru Tiffany ketika aku baru saja masuk rumah. Aku hanya mengacuhkannya tanpa menjawabnya, bahkan aku tak ingin ada percakapan malam ini dengannya.

“Kyu, apa kau ingin makan malam bersamaku? Aku menyiapkan banyak makan, aku tau kau pasti belum makan di luar sana,” seru Tiffany lagi seraya mengejarku yang hendak menaiki tangga.

“Ah, ayolah Kyu. Temani aku dulu, sebentar,” serunya lagi.

Aku benar-benar mengacuhkannya dan segera menuju kamarku.

Ku dengar Tiffany hanya mendesah.

“Seo? Seohyun?” seruku saat aku memasuki kamar.

Blazer hitam yang ku pakai sejak tadi ku lepaskan dan ku gantung di lemari. Begitupun dasi yang melilit leherku ini.

“Seohyun? Kau di luar sana?” seruku lagi karena tak ada jawaban dari seorang pun yang ku harapkan.

Aku segera ke balkon depan kamarku. Mencari-cari seorang gadis yang tadi ku suruh berada di sini. Namun, dimana dia?

“Seohyun-ah?”

Oppa, aku di sini,” seru gadis manis itu namun tak nampak wujudnya.

“Di atas sini, oppa,” serunya lagi.

Aku mendongak ke atas tepatnya di atap rumah ini.

Aigo, Seohyun-ah? Mengapa kau di sana? Ayolah turun saja ke sini, aku tak bisa naik ke sana,” seruku.

“Di sini nyaman oppa. Angin begitu terasa sejuk menerpaku,” ujarnya.

“Ah, baiklah. Lalu bagaimana aku bisa menghampirimu?”

“Terserah kau.”

~ Author’s POV ~

Seohyun dengan nyamannya berdiri di atas atap. Di bawah rembulan yang begitu terang benderang. Rambut panjangnya terurai diterpa angin. Begitupun gaun putih bersihnya yang sedikit terbang terbawa angin. Kedua tangannya ia rentangkan mencoba menikmati angin itu.

“Ah, ayolah Seohyun-ah. Turunlah, aku tak bisa menghampirimu,” teriak Kyuhyun pada Seohyun. Namun nampaknya Seohyun terdiam dalam pejaman matanya.

Tiba-tiba angin yang begitu menenangkan perlahan menjadi angin yang amat kencang. Membuat tubuh Seohyun perlahan menghilang terbawa angin. Entah kemana.

Seohyun benar-benar menghilang dari tempatnya menapak tadi.

Kyuhyun membuka matanya setelah angin kencang tadi hampir menghujang tubuhnya. Namun, ia begitu terbelalak melihat Seohyun di tempatnya berdiri tadi telah menghilang.

“Seohyun? Seohyun-ah!” teriak Kyuhyun.

Bahkan namja itu tak tersadar dirinya kini sudah menaiki pagar pembatas. Ia mencoba mencari Seohyun yang tak nampak wujud bahkan suaranya sama sekali.

“Seohyun!! Seo- ahhh!”

Kaki namja itu terpeleset hingga akhirnya kini tubuhnya itu terjatuh dari lantai dua.

~ Kyuhyun’s POV ~

Tubuhku terasa tak bisa bergerak. Bahkan mata ini tertutup begitu rapat, aku tak bisa membuka mata ini. Meski ku mencoba menggerakkan semuanya, tapi itu hanya sia-sia. Aku hanya bisa merasakan sakit yang luar biasa dari sekujur tubuhku.

“Arrrrrrgghh!!”

Sakitku tambah luar biasa disaat ku rasakan leherku seperti tertusuk gigi taring yang begitu tajam. Dan beberapa aliran darah yang keluar dari tubuhku ini seperti tersedot begitu banyak.

Sakit.

Dengan sekuat tenaga, aku mencoba membuka mata ini. Meski gelap yang ku lihat tapi ada satu bayangan yang ku lihat di hadapanku ini.

Melihatnya, membuatku tak bisa bernafas. Aku terpaku.

“K-Kau?”

~ ~

The Girl in The Night –

– The End –

 

Aku ga ahli bikin FF fantasy!! Aaaahhh~ -_-

Ini gajelas bgt bgt bgt yaaa ih, yaampun. Mian ya ini ancur abis abis abis -_-

Langsung aja reviewnya ya._.

Gomawo^^

51 responses

  1. Qhu ska bngt sma ff ni,,qhu jga dah prnah baca dlu tpi gk smpt coment jdi qhu coment.a skrng deh..dah sgtu ja qhu mw baca sequel.a dlu mdah2han ktmu pas qhu cri nanti😀

  2. Annyeong, aku readers baru..
    Thor, ceritanya bagus, tapi kok nggantung ya??
    Kalau di jadikan chapter bagus nihh🙂
    Tapi udah ada sequelnya😀

  3. Ff ini tuh ff seokyu pertama yg aku baca. Dan jd suka baca ff karna ini ff.
    Dan aku udh lama bgt gk buka ini wp yah, jdnya gak tau kalau ada squel dri ff ini huhu .. Agak lupa sama ceritanya. Bakal di lanjut deh baca ff nya hehe

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s