Eternal | Sequel for The Girl in The Night | [Chapter 1 : Regret]

Title                       : Eternal | Sequel The Girl in The Night | Chapter 1 : Regret

Author                 : Dara Daroen (@dara_daroen)

Main cast            :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Seo Jo Hyun a.k.a Seohyun (SNSD)

Other Cast          : Find Yourself

Genre                   : Romance, AU, Fantasy, Tragedy, Sad

Rating                   : PG-13

Length                  : Chapter/Sequel

Summary            : ‘Aku menyesali segala yang ku perbuat. Andai aku bisa kembali’

Disclaimer          : Imagination and story is mine, but the cast belong to God.

Please NO PLAGIATOR!

                                                      The Story © 2012 DaraDaroen     

    

Bacotan Author :

Annyeong! Aku datang bawa FF sequel dari FF oneshootku yg ‘The Girl in The Night’, yang mungkin itu endnya ngegantung jadinya kebanyakan minta sequel. Yaudah, karena aku baik hati dan tidak sombong juga rajin menabung (?), aku buatin deh nih sequelnya, semoga semua suka xD

Selamat membaca ya!

Happy reading! ^^

 

Previous Story  : The Girl in The Night


~ ~

~ Kyuhyun’s POV ~

Tubuhku terasa tak bisa bergerak. Bahkan mata ini tertutup begitu rapat, aku tak bisa membuka mata ini. Meski ku mencoba menggerakkan semuanya, tapi itu hanya sia-sia. Aku hanya bisa merasakan sakit yang luar biasa dari sekujur tubuhku.

“Arrrrrrgghh!!”

Sakitku tambah luar biasa disaat ku rasakan leherku seperti tertusuk gigi taring yang begitu tajam. Dan beberapa aliran darah yang keluar dari tubuhku ini seperti tersedot begitu banyak.

Sakit.

 

Dengan sekuat tenaga, aku mencoba membuka mata ini. Meski gelap yang ku lihat tapi ada satu bayangan yang ku lihat di hadapanku ini.

Melihatnya, membuatku tak bisa bernafas. Aku terpaku.

“K-Kau?”

                ~ ~

~ Author’s POV ~

10 May 2012 18.00 p.m

 

Matahari yang sedari tadi pagi bergantung di langit, mulai turun dari singgasananya. Ia kemudian berganti posisi dengan sang bulan, si penyinar untuk malam hari. Seakan kedua ciptaan itu sedang berganti tugas menjaga hari.

Para makhluk malam pun boleh berbahagia saat ini. Matahari sudah hampir tak menampakkan sinarnya sedikitpun. Matahari yang selalu dikutuk oleh mereka, sudah benar-benar terbenam kali ini.

Mulai lah para penghuni malam bergentayangan, keluar dari persembunyiannya selama matahari terkutuk itu tadi masih muncul di langit. Makhluk-makhluk itu kini bahkan berbahagia, dapat melakukan aktivitasnya lagi sebagaimana yang dilakukannya setiap malam.

Dari mulai para hewan malam, yang tak lain adalah kelelawar yang bergerombolan keluar dari gua gelap menuju alam bebas. Mereka kini gencar mencari mangsa untuk mengisi perutnya yang kelaparan semenjak tadi pagi hanya menunggu cahaya matahari raib.

Tak lupa juga bagi para sekelompok pecinta darah. Kini mereka bahkan mulai aktif berkeliaran sana sini, mencari beberapa manusia untuk dijadikannya seakan botol minuman yang berisi darah segar yang mereka butuhkan. Siapa lagi kalau bukan para Vampire.

Sementara itu di salah satu rumah di Gardas Seoul House Complex, tepatnya di atap rumah tersebut, seorang yeoja tengah duduk mematung menatap langit yang biasa ia tatap itu.

Gadis itu, ya si gadis malam Seohyun.

“Hhhhh.”

Gadis itu mendesah, nafasnya ikut terbawa oleh angin malam yang terhembus.

 

                ~ Seohyun’s POV ~

 

Langit malam yang indah. Begitupun dengan bulan dan pasangannya bintang itu yang ikut menghiasi lukisan yang sedang ku tatap ini.

Namun ini semua tak seindah seseorang yang biasa ku tatap seperti ini pula.

Seseorang yang selalu ku kunjungi di waktu malam, sama seperti ini pula.

Andaikan waktu itu aku bisa membawanya pergi, dan andaikan waktu itu aku tak berbuat sesuatu yang jahat dari pikiran busukku ini. Yang semua itu bahkan merusak segalanya, membuatku menyesal dengan semua itu.

Di sini, di rumah yang sedang ku tapaki atapnya inilah sesuatu yang benar-benar membuatku menyesal.

~  ~

Flashback ~

 

6 May 2012 18.00 p.m

“Kau duluan saja ke balkon atas kamarku. Aku harus menghadapi seorang yeoja yang membahayakan dulu. Seusai itu, aku akan segera menemuimu,” ujar Kyuhyun oppa padaku saat kami sampai di depan pintu rumahnya.

Aku pun segera pergi ke balkon atas kamarnya. Tapi kurasa di balkon ini tak begitu menyenangkan. Ah, di atap sana mungkin lebih baik.

“Haahh,” desahku seraya menikmati angin yang menerpaku, membuat rambutku yang terurai ikut menari-nari bersama angin.

Tiba-tiba suara aneh terdengar dari perutku. Ah, aku kelaparan.

Biasanya sebelum aku mengunjungi Kyuhyun oppa di rumahnya, perutku ini sudah terisi limpahan darah segar. Tapi, karena tadi di jalan aku bertemu dengannya, maka aku ikut saja dengannya. Lagipula, aku sedang tak nafsu ingin makan.

 

Bayangan kata-kata Kyuhyun oppa terngiang lagi di telingaku tiba-tiba.

‘Aku masih, masih ingin menikmati hidupku di dunia, aku masih ingin menikmati keadaanku menjadi manusia seperti ini.’

Aku belum siap mati.’

‘Aku tak perlu menjadi bagian darimu untuk cinta abadi kita.’

‘Aku tetap mencintaimu meski kita berbeda alam.’

 

Arrghh!!

Semua ini membuatku gila.

Cintaku pada namja itu begitu dalam. Dan hanya satu yang ku inginkan.

Aku ingin ia hidup abadi dengan cinta abadi bersamaku.

Sekilas sebuah pikiran menghampiriku, yang ku rasa ini dapat menjadi solusi tepat untuk mengabulkan keinginanku tadi.

~ ~

“Seohyun-ah?” teriak seseorang dari bawah. Sepertinya Kyuhyun oppa yang mencariku.

Oppa, aku di sini,” seruku. Namun, Kyuhyun oppa tetap tak melihatku.

“Di atas sini, oppa,” seruku lagi.

Ia pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berhasil menemukanku.

Aigo, Seohyun-ah? Mengapa kau di sana? Ayolah turun saja ke sini, aku tak bisa naik ke sana,” serunya.

“Di sini nyaman oppa. Angin begitu terasa sejuk menerpaku,” ujarku.

“Ah, baiklah. Lalu bagaimana aku bisa menghampirimu?”

“Terserah kau.”

“Ah, ayolah Seohyun-ah. Turunlah, aku tak bisa menghampirimu,” teriak Kyuhyun oppa lagi.

Aku mencoba mengacuhkannya.

Aku masih menikmati angin yang begitu menangkan ini. Ku pejamkan mataku perlahan.

Dan aku teringat pikiranku tadi tentang solusi untuk keinginanku. Mungkin aku harus melaksanakannya sekarang juga.

Bersama angin yang perlahan terhembus, aku mencoba mengencangkan angin hingga begitu dahsyat. Dan, perlahan aku  menghilang dari tempatku menapak tadi.

~ ~

Hssshhhh…

“Ah! Ne? Siapa di sana?” teriak Tiffany saat aku mengikutinya dari belakang.

Ya benar, Tiffany, istrinya Kyuhyun oppa.

Aku meraba lehernya itu. Ia bergidik pelan meski ia tak tau keberadaanku.

 

Ini sangat pas untukku. Di saat aku sedang lapar, aku berpikir untuk melahap habis darah yeoja ini.

 

Taring-taring gigiku yang tajam mulai ku munculkan karena tak tahan lagi mengisap darah Tiffany.

Langsung saja.

Kkkrrrrt!

“Aaarrgghh!!”

Ku habisi darahnya yang segar yang mengalir dari lehernya ini.

Sesaat kemudian, di saat tubuh Tiffany semakin tak berisi darah, tubuhnya bangkit.

Ah, dia sudah menjadi makhluk yang sama sepertiku sekarang.

Kini ia pergi keluar, mungkin untuk mencari mangsa pertamanya.

Aku sengaja melakukan ini. Aku sengaja membunuh Tiffany, karena mungkin yeoja inilah yang menghambat Kyuhyun oppa untuk ikut bersamaku. Entahlah.

~ ~

Tiba-tiba aku mendengar jeritan seorang namja.

Ah, aku lupa sesuatu. Kyuhyun oppa!

Begitu aku sampai di depan rumah ini, aku melihat oppa yang sudah tergeletak di tanah. Oh tuhan. Sepertinya dia baru saja jatuh dari lantai atas. Aku terlalu bodoh meninggalkannya.

Kini darah begitu banyak mengalir dari kepala dan lehernya yang mungkin sudah patah. Pemandangan tragis yang tak pernah ingin ku lihat.

 

Baru saja aku ingin menghampirinya, tapi seorang yeoja menghampiri oppa lebih dahulu.

Omo! Tiffany?

Yeoja itu menggigit leher oppa dan mengisap semua darahnya. Aku tak bisa membiarkan ini.

“Tiffany!! Jangan! Dia Kyuhyun! Jangan kau hisap darahnya!!” teriakku.

Tiffany pun akhirnya menoleh ke arahku dengan mulutnya yang penuh darah.

“Darah dia begitu manis. Jika kau mau, ayo ke sini! Ikut menghisap darahnya bersamaku,” serunya seraya melanjutkan aktivitas ganasnya tadi.

Kudengar Kyuhyun oppa yang masih setengah sadar, berteriak begitu kerasnya. Ah, aku tau bagaimana sakitnya. Tapi aku, aku harus berbuat apa?

 

Bruukk!!

Ku lempar tubuh Tiffany yang masih asyiknya menyedot darah Kyuhyun oppa. Gadis itu hanya meringis dan mencibir. Lalu pergi meninggalkanku dan Kyuhyun oppa.

Kini oppa begitu lemas tak berdaya. Aku tau, ini saat terakhirnya. Oh tuhan..

Kyuhyun oppa menggerakkan matanya perlahan, mencoba membukanya.

“Ka-Kau?” serunya  dengan serak.

Belum sempat aku menjawab dan mulai berkata padanya, Kyuhyun oppa sudah menutup matanya lagi. Aku yakin ia sedang dalam proses ke dunia lain, menuju duniaku.

 

Wusshh!!

Tiba-tiba sesuatu lewat dan tubuh Kyuhyun oppa yang tadi berada di hadapanku menghilang.

“Hahaha. Aku akan bawa dia. Aku akan hidup abadi bersamanya untuk sekarang ini. Dan kau, terimakasih sudah membunuhku!” teriak seorang yeoja yang menggendong tubuh Kyuhyun. Ah dia, Tiffany.

Flasback end ~

Aku benar-benar bodoh. Aku menyesal dengan semua yang ku lakukan.

Kini sudah empat hari aku hanya termenung setiap malam di atap rumah ini. Empat hari sudah aku kehilangan namja itu, yang dengan bodohnya saat itu aku tak cepat membawanya pergi.

– To Be Continued –

Ini diaaaa sequel dari FF The Girl in The Night. Puas kaaan? Puas kan udah aku buatin sequelnya? :p

Hahahaha, aku jg dari awal sih emg udh ada niatan bikin sequelnya, soalnya aku tau FF oneshoot yg kemaren tuh gagal dan ngegantung akhirnya hehehe. Dan untungnya aku  masih ada inspirasi nih buat nerusin sequelnya :p

Nah ini kan FF chapter, jadi tunggu aja ya kelanjutannya^^

Jangan lupa komentarin ya, aku udah bela-belain nih untuk readers semua buat bkin sequel ini-_- Kalo yang komen sedikit, makin sedikit juga kemauanku untuk lanjutan FF ini :p

RCL pleaseeee ^^

Gomawo^^

36 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s