Eternal | Sequel The Girl in The Night | Chapter 2 : First Tears

Title              : Eternal | Sequel The Girl in The Night | Chapter 2 : First Tears

Author        : Dara Daroen (@dara_daroen)

Main cast   :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Seo Jo Hyun a.k.a Seohyun (SNSD)

Other Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Lee Donghae (Super Junior)

Genre          : Romance, AU, Fantasy, Tragedy, Sad

Rating         : PG-13

Length        : Chapter/Sequel

Summary   : ‘Tangisan pertamaku dan ini semua karenamu, Cho Kyuhyun’

Disclaimer : Imagination and story is mine, but the cast belong to God.

Please NO PLAGIATOR!

                                                     The Story © 2012 DaraDaroen        

 

Note : Buat yang di bawah umur, mohon bacanya mungkin bisa nyampe sini aja, atau langsung loncat nanti ke chapter 4. Karena nanti di chapter 3 akan di protect karena mengandung NC-21

Previous Story : | The Girl in The Night | Eternal chap. 1. : Regret |

~ ~

10 June 2012 20.00 p.m

 

Malam yang begitu dingin. Dingin tubuhku ini bahkan terkalahkan dengan udara malam saat ini.

Aku bergidik pelan.

Biasanya, di saat aku seperti ini akan ada seseorang yang bersedia merengkuhku dalam pelukannya. Berbagi kehangatan tubuhnya untuk tubuhku yang mulai menggigil. Namun kini, bahkan tak ada seorang pun yang berada di sampingku untuk melakukannya.

Satu bulan sudah aku lewati hari hanya dengan duduk termenung di atap rumah ini. Bagaikan tak ada aktivitas lain selain merenung.

~ ~

Aku menikmati angin yang sepoi-sepoi, yang selalu aku senangi ini.

Tunggu dulu, pria dengan jas hitam yang berjalan seperti tak menapak di tanah itu siapa. Dia, berjalan di depan rumah yang sedang ku pijak ini. Wajahnya sangat familiar bagiku.

Aku segera turun dari atap, menghampiri namja itu.

Oppa? Omo!” teriakku seraya membalikkan badan lelaki itu.

Aku segera memeluknya erat, sangat erat. Ya, dia Kyuhyun oppa yang selama ini ku tunggu-tunggu datangnya.

“Kau ini apa-apaan? Lepaskan aku!”

Aku terkaget dengan Kyuhyun oppa yang membentakku seperti itu. Bahkan ia menepis tanganku yang hendak merangkulnya. Pelukanku dilepaskan dengan kasar.

O.. Oppa?

“Kau ini siapa? Bahkan aku tak mengenalmu,” serunya dengan sinis.

Oppa? Aku, ini aku Seohyun.”

“Oh, Seohyun? Ha! Aku ingat, wanita malam yang kejam itu? Cih,” serunya lagi dengan nada lebih tinggi.

Hatiku tergetar. Mataku ini tak kuasa menahan tangis.

Ani, tak boleh ada airmata. Semenjak aku menjadi Vampire, tak pernah setitikpun tetesan bening dari mataku ini keluar. Ya, aku harus menjadi Vampire yang tegar, itulah yang diajarkan guruku.

“Maksudmu apa oppa?”

“Jangan pura-pura bodoh! Sudah sana, aku mau pergi mencari makan,” serunya lagi seraya berjalan meninggalkanku.

Aku segera menghampirinya dan tepat muncul di hadapannya.

Ya! Kau mau apa lagi hah? Aku muak melihat wajahmu itu,” bentaknya lagi yang membuat hatiku teriris.

“Aku ingin menjelaskan beberapa hal padamu oppa,” ujarku.

“Aku tak punya banyak waktu. Minggir!”

Oppa. Tunggu…”

Baru saja aku ingin meraih tangannya, namja itu menghilang bersama angin yang berhembus.

Oh tuhan, izinkanlah aku bertemu dengannya lagi. Aku ingin menjelaskan banyak hal padanya. Tapi, mengapa ia kini begitu dingin dan kasar padaku?

Aku merindukan kasih sayangnya.

~ ~

Mwo? Kyuhyun sudah menjadi Vampire? Pantas saja sudah satu bulan ia menghilang. Tunggu dulu, bersama Tiffany?” tanya Siwon padaku.

Aku baru saja menceritakan apa yang terjadi belakangan ini padanya. Aku tau Siwon teman dekatnya Kyuhyun oppa, maka mungkin bercerita dengannya membuatku sedikit hilang beban di hati.

Ne, dan semua itu perbuatanku yang benar-benar bodoh.”

“Ah, tak apa. Kau tak perlu merasa seperti itu, itu hanya salah dari pikiranmu.”

“Tapi pikiranku ini juga milikku Siwon-shi.”

“Sudah, intinya memang dari awal kau salah telah membunuh Tiffany yang bahkan kau tak tau sifat yeoja itu bagaimana. Namun setelah itu bukan kau lagi yang salah, tapi Tiffany. Dia mengisap darah Kyuhyun kan? Jadi Tiffany yang membuat Kyuhyun terbunuh,” seru Siwon.

“Tidak begitu. Aku yang salah dari semuanya. Sebelum Kyuhyun oppa mati karena dihisap darahnya oleh Tiffany, sepertinya ia terjatuh dari lantai atas, dan itu karenaku. Aku meninggalkannya dengan tiba-tiba dan itu membuatnya panik mencariku, hingga ia naik ke atas pagar pembatas dan akhirnya jatuh ke bawah dengan kepala dan lehernya yang patah, juga bercucuran darah,” jelasku.

“Apakah seorang Vampire juga bisa mengetahui apa yang terjadi, yang tak orang lain ketahui? Hah, kau ini begitu sok tau Seohyun-ah,” seru Siwon.

“Tidak juga sih. Tapi itu perkiraanku, sepertinya memang begitu yang terjadi,” ujarku.

“Baiklah, sekarang bisakah kau bawa aku turun dulu dari sini? Lanjutkan mengobrolnya jangan di sini. Hanya aku yang terlihat bagaikan orang gila jika di lihat manusia lain,” seru Siwon kemudian.

Aku tertawa kecil.

Ya memang, kami berada di atap rumah yang biasa aku tempati. Aku sengaja membawa Siwon untuk berbincang di sini supaya aku lebih mudah bercerita padanya.

Setelah itu, aku membawa Siwon turun ke bawah karena nampaknya namja ini sudah begitu ketakutan. Aku bisa tertawa geli jika seperti ini terus.

~ ~

“Lalu? Eotokkhae?” tanya Siwon kemudian padaku.

Kini kami sudah berada di bangku depan rumah Kyuhyun oppa ini.

“Mengapa kau bertanya padaku Siwon-shi?” tanyaku balik.

Ne. Jadi bagaimana selanjutnya? Ada yang bisa aku bantu kah?” serunya lagi.

“Mungkin kau hanya perlu membantuku mencari Kyuhyun oppa saja. Ku rasa pula ia bersama Tiffany sekarang ini. Yeoja itu licik telah beraninya membawa namjaku,” seruku.

“Tapi bukankah kau tadi habis bertemu dengannya? Dimana? Mungkin esok malam, ia akan lewat lagi di sana,” ujar Siwon.

“Ya aku pun berpikir seperti itu. Aku bertemu ia tadi di sini, lewat di depan rumah ini.”

“Kemungkinan dia datang lagi ke sini pasti ada Seohyun-ah. Kau tunggu saja.”

“Pasti!”

“Nah sekarang, bolehkah aku pulang? Aku akan lebih terlihat orang gila lagi di sini, mengobrol dengan seorang Vampire sepertimu,” serunya lagi.

Aku lagi-lagi hanya tertawa kecil.

“Lagipula sekarang sudah tengah malam, apa kau tak tau? Hah, aku bisa merinding pulang sendirian malam begini. Kau pula malah menyuruhku ke sini,” seru Siwon lagi sambil mendengus kesal.

Aku lagi-lagi tertawa.

“Kan kau tadi kebetulan lewat di sini Siwon, jadi aku panggil saja kau. Aku sedang butuh teman mengobrol,” ujarku.

“Ah, baiklah. Aku pulang dulu, doakan aku selamat sampai rumah ya,” serunya lagi seraya beranjak pergi.

“Hati-hati Vampire suka berkeliaran tengah malam seperti ini. Waspadalah!” teriakku.

Siwon mendengus kesal dan pura-pura tak mendengar perkataanku.

Aku hanya tertawa kecil menatap Siwon yang berlalu.

~ ~

18 June 2012 19.00 p.m

Akhirnya malam datang lagi. Kini seperti biasanya aku tengah terduduk di atap rumah yang biasa aku pijak. Menikmati angin yang terhembus dan manja membelai rambutku. Angin yang menyentuh kulitku yang dingin dengan lembut dan kedamaian.

Aku selalu suka angin malam.

Mengingat angin yang selalu saja berhembus seperti ini, bayangan kisah yang membuatku seperti yeoja bodoh kembali masuk ke benakku.

Kejadian itu yang tak ingin aku ingat sama sekali. Kejadian yang hanya membuatku sesak dan tekanan batin yang begitu dalam.

Oh angin, kadang kala aku ingin kau berhenti berhembus demi hilangnya bayangan kejam yang ku dapati dulu.

~ ~

Saat angin berhembus kencang yang menggelitikku penuh manja, dan disaat itu pula perasaanku berbeda dari sebelumnya. Angin yang mengelusku ini seakan membawa berita bahagia untukku. Angin itu membawa wajahku menuju arahnya. Dan tepat menuju ke bawah, pandangan mataku ini seketika berbinar.

Namja itu datang lagi, Kyuhyun oppa.

Ah, aku senang sekali.

Oppa!” teriakku seraya meraih tangannya.

Namja itu sempat mencoba melepaskan genggamanku, tapi aku sudah lebih ahli menahan tangannya seperti ini hingga tak mungkin lepas.

“Mau apa lagi kau? Mengapa setiap aku lewat sini aku selalu dihantui olehmu? Bisakah kau pergi dan tak menghampiriku?” serunya dingin.

“Aku hanya butuh waktu sebentar untuk menceritakan beberapa hal padamu,” ujarku.

“Aku tak punya waktu,” serunya seraya berjalan meninggalkanku.

“Sekali saja, meski untuk terakhir kali. Ku mohon,” seruku lagi di hadapannya.

Kyuhyun oppa hanya mendesah pelan.

~ ~

Okay, untuk terakhir kali saja. Aku tak ingin bertemu denganmu lagi setelah ini. Jangan harap jika kau memanggil namaku lagi, aku akan menoleh ke arahmu,” kata Kyuhyun oppa tanpa menatapku.

Kami kini duduk di atap rumah yang biasa aku duduki.

“Terserah kau.”

Aku tak ingin ini yang terakhir kalinya pertemuan kita, tapi apalah lagi dayaku jika memang kau menginkan seperti ini, pikirku dalam hati.

“Jadi apa? Apa yang ingin kau katakan?” seru oppa lagi.

“Aku, aku sebenarnya pun ingin bertanya padamu oppa. Mengapa kau menjadi begitu dingin padaku?” seruku.

“Entahlah, aku tau kau pasti tau jawabannya. Tak usah pura-pura bodoh,” jawabnya dengan masih sama dinginnya.

“Karena apa oppa? Bahkan aku tak tau sama sekali.”

Kini ia menoleh ke arahku dan menatapku tajam.

“Ternyata kau memang benar bodoh, bukan lagi berpura-pura bodoh. Apa kau tak ingat apa yang membuatku muak denganmu?” serunya.

Aku hanya terdiam dan tertunduk.

“Kau itu munafik. Aku terlalu bodoh bisa mendekatimu dulu. Cih, bahkan aku tak ingin mengingatnya lagi.”

“Mak-Maksudmu?”

“Aku selalu bilang sesuatu yang aku tak inginkan padamu, tapi kau malah melakukannya.”

Aku hanya terdiam, mencoba mengerti apa yang dikatakan Kyuhyun oppa.

“Kejadian satu bulan yang lalu, apa kau lupa dengan itu? Apa kau lupa dengan sikapmu yang dengan seenaknya membuatku hancur dalam kesakitan?” serunya lagi.

“Mencoba mengingkari perkataan-perkataanmu itu dengan mudahnya. Seharusnya kau mengerti, dan seharusnya aku pun mengerti bahwa kau memang tak pernah mencintaiku,” lanjutnya lagi dengan penekanan kata di akhir kalimatnya.

Oh tuhan, kini aku mengerti maksudnya. Bantu aku menjelaskan ini.

Arasseo oppa. Tapi mengapa kau bilang begitu? Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Saat itu bukan akulah yang membuatmu begini. Jeongmal,” seruku.

Geotjimal! Bukan kau? Lalu siapa hah? Siapa yang berani-beraninya menghabisi darahku hingga aku terbujur kaku dan kehilangan jiwaku? Siapa selain kau Seohyun­-ah?” serunya tegas dan kasar.

“Bukan aku, kau tak tau sebernarnya seperti apa oppa.”

“Aku punya mata, dan mata ini tidak buta! Aku melihat jelas dirimu tepat berada di hadapanku setelah aku merasakan kesakitan yang membuatku menjadi seperti ini sekarang.”

Aku mendesah pelan.

“Bukan aku yang mengigit lehermu dan menghisap darahmu itu, tapi Tiffany. Sungguh, aku hanya berniat menolongmu. Demi apapun aku tak pernah bisa mencoba menjilati darahmu itu oppa,” seruku.

“Tak usah mengelak. Mengapa kau menjadi menyalahkan Tiffany? Apa tak ada sasaran lain yang menjadi korban fitnahmu itu? Hah, seharusnya aku tau kau itu selalu saja pandai beralasan,” seru Kyuhyun oppa seraya memalingkan wajahnya dariku.

Jeongmal oppa. Aku tak mungkin berbohong. Aku tidak mengisap darahmu, hanya saja aku mengisap darah Tiffany,” seruku lagi.

“Ya, Tiffany sudah menceritakan itu, dan menceritakan hal yang sebenarnya,” serunya.

“Tapi aku mengigitnya karena aku takut yeoja itulah yang mungkin menjadi penghalangmu untuk ikut bersamaku,” ujarku.

“Kau bodoh! Dulu itu kau pun tau kan aku tak sama sekali mencintainya, yang ku cintai hanya kau,” serunya. Aku hanya menoleh ke arahnya.

“Namun kini semuanya berbalik,” lanjutnya.

Aku terbelalak.

“Maksudmu?” tanyaku ragu.

“Dulu hanya kau yang ku cintai, tapi kini aku ingin mencoba hanya Tiffany lah yang ku cintai. Kau, akan ku buang jauh-jauh dari hidupku,” serunya.

Aku terdiam terpaku. Hati ini begitu sesak dan panas. Gejolak amarah ingin rasanya aku luapkan.

“Sudah hanya begitu saja kah yang ingin kau katakan? Kau hanya ingin mengatakan kata-kata busuk saja seperti tadi? Hah, seharusnya aku tak membuang-buang waktu seperti ini,” serunya lagi seraya beranjak berdiri.

Aku masih terdiam terpaku. Rasanya entahlah, aku tak mampu bergerak dan tak mampu berkata-kata.

“Baiklah. Ku harap ini pertemuan terakhir kita Seohyun-ah.”

Kyuhyun oppa pun akhirnya menghilang bersama angin-angin yang melintas.

Aku masih terdiam dan membeku.

~ ~

Nappeun!

Bastard!!!!” teriakku.

“Mengapa semuanya seperti ini? Mengapa aku harus menerima semua ini?” teriakku lagi yang kurasa terdengar oleh hampir semua Vampire yang tengah menjalani aktivitas malamnya di sekitarku.

“Aku benci semua ini!”

Aku menelungkupkan kedua lututku dan menempelkannya di dadaku, menyembunyikan kepalaku di antara kedua lutut ini.

Entah apa yang ku rasakan saat ini itu begitu hancur. Aku ingin berteriak, sudah ku lakukan. Aku ingin terdiam, sudah ku lakukan. Tapi kini, aku ingin sekali menangis. Sungguh demi apapun ingin sekali aku menangis meski bendungan airmata belum juga muncul di pelupuk mataku. Aku tak pernah menangis, tapi apakah aku diizinkan menangis? Hanya sekali saja, kumohon.

“Ahhh!! Uljihma Seohyun! Kau ini Vampire kuat, kau bukan manusia yang lemah yang hanya bisa menangis untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Seohyun harus bisa bertahan tanpa tangisan! Ingat itu Seohyun-ah!” teriakku lagi lebih keras dari sebelumnya.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku pelan dan ia terduduk di sampingku.

“Kau ini kenapa? Suaramu terdengar jelas hingga sudut ujung Seoul sana. Aku yang sedang bertugas di sana pun di panggil atasan untuk mencari sumber suara teriakan yang ternyata dimunculkan olehmu. Hah, kau menangis?” serunya.

Ya, dia itu guruku. Guru yang mengajariku dan membimbingku menjadi Vampire yang kuat dan tegar. Sejak aku mati kehilangan jiwaku, dia segera membawaku ke tempatnya bersama atasannya dan guru-guru lain. Lee Donghae namanya.

Dia sangat baik, selalu membantuku di setiap masalah yang ku terima. Tapi untuk masalah ini, sejak satu bulan yang lalu aku tak pernah bercerita sedikitpun padanya, karena yang ku lakukan pun hanya terduduk di atap rumah ini saja.

“Aku tidak menangis, guru. Hanya saja aku ingin menangis,” jawabku dengan masih tertunduk.

“Kau lupa pesanku?”

“Tidak, aku tak akan pernah lupa. Pesanmu itu selalu menjadi prinsip hidupku selama menjadi Vampire.”

“Maka tahanlah tangismu,” seru Donghae.

“Aku selalu mencobanya, guru. Tapi, aku tak tahan.”

“Sebenarnya apa masalahmu?”

~ ~

“Ah, baiklah. Ku rasa itu terlalu berat untuk Vampire sepertimu, aku pun bisa merasakan itu jika aku di posisimu Seohyun-ah,” seru guru setelah ku ceritakan masalahku tentang Kyuhyun oppa.

“Aku tak tau harus apa. Aku hanya mencoba tegar, guru.”

“Aku mengerti sebesar dan sesulit apa masalahmu. Hmm, mungkin kali ini kau boleh menggoreskan sejarah baru,” serunya lagi.

“Maksudmu?”

“Kemarilah, ke pelukanku. Kau boleh menangis sepuasmu.”

Jeongmal?”

Donghae hanya tersenyum seraya membawaku ke pelukannya.

Aku mulai meneteskan butiran bening airmata di pelukan Donghae. Dan ini, sejarah baru bagiku selama menjadi Vampire. Aku tak peduli posisiku sebelumnya adalah Vampire kuat dan tegar, namun karena tangisan ini semua itu ternoda.

Tangisan pertamaku, karena Cho Kyuhyun.

– To Be Continued –

Nah, ini nih chap. 2 nya. Gimana? Gimana? Seru ga? Hehhee. Mian ya kalo yang kali ini ga jelas dan ga seru._.

Mian jg ya kalo kali ini partnya agak aneh. dan di part ini pun bahasa-bahasa dan perlakuan castnya makin ga wajar, atau bisa dibilang agak ga pantes lah buat dibaca under 13yo -_- kata2 kasar mulai bertebaran di part ini -_-

Lanjutannya masih ada kok. Ditunggu aja ya^^ oh ya kalo mau aku lanjut terus sampe end, jangan lupa komentarin di bawah ini ya, semakin banyak komentarnya semakin aku semangat bikin lanjutannya^^

Oh ya, chapter 3 nantinya bakal NC-21. Syarat pmberian passwordnya, bagi yang mau harus comment dlu di salah satu FF ‘eternal’ ku di part mana aja, aku sedih karena yg comment sedikit bgt -_- Jadi bagi yang mau nerusin baca, minta pw nya aja ke aku, kirim SMS ke 085695356301 dgn format : Nama, umur, ID untuk comment di FF NC itu nanti, dan sebutin FFku yang kalian komentarin sebelumnya.

Inget juga ya, bagi yang udh dapet pw, harap wajib comment di FF tersebut!

 

Mohon reviewnya ya ^^

Don’t be silent readers!

Gomawo ^^

105 responses

  1. Tiffany eonnie jhat bgt msa fitnah seohyun eonnie ke kyuppa, terus apa kata kyuhyun oppa dya mau belajar mencintai tiffany eonnie? Please thorr jgn donk jgn smpe dya cinta sma tiffany eonnie,terus klo gitu gmna sama seo? Smogaa aja ntr seokyu berstu #amin

  2. Gregetan….
    Min minta PWnya chapter 3 donk… Penasaran 5 lanjutannya… Tenang aja aq bkn ank d bawah umur lagi…😀
    jebal… Aq tunggu ea min… Kirim aja ke twitteq q @ratryiswari aq tnggu… Gomawo…🙂

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s