(Freelance) Love Is You part 2

Love Is You (Part 2)

 

Author: Jovita Handaru P. (@handarujovita)

Genre: Romance, friendship

Main cast: Im Yoona

Choi Siwon

Other cast:   Shin Donghee

Rating: PG

Length: Chapter

 

Ya! Akhirnya part ke 2 dibuat juga hehe. Aku sempet bingung sama lanjutan ceritanya karena idenya tiba tiba buntu -_____-. Tapi aku seneng banget karena komentar komentarnya positif semua😀 . Gomawo buat semua readers yang udah baca dan udah di comment cerita ini *bow*. Gak usah lama lama, happy reading guys!😉

***

 

Yoona POV

 

Sebuah pandangan tajam aku arahkan ke arah yeoja yang duduk disamping namja yang aku sukai. Aku iri dengan yeoja yang duduk dengannya bisa berbicara akrab dengannya dan duduk disampingnya. Pandangan tajam itu semakin menjadi ketika Siwon mengelus rambut yeoja itu. Aisss rasanya ingin aku jambak rambut yeoja itu. Tapi hal itu aku urungkan karena hal itu pasti akan memelukan diriku sendiri.

 

“Ya! Yoona-ssi jangan melihat seperti itu.” Bisik Seohyun. Aku tidak menjawab perkataan Seroro itu dan tetap memandang mereka. Setelah apa yang ditugaskanMinhoseonsangnim selesai, kami pun keluar dari ruangan tersebut. Perlahan tapi pasti, langkahku kian dekat dengan jarak mereka. Semakin dekat rasa cemburu itu semakin meninggi. Ketika tepat dibelakang mereka, langkahku terhenti dan kembali memandangi mereka.

 

“Yoona-ssi gwenchana? Kau cemburu melihatnya hah?” Tanya Seohyun yang rupanya telah mengetahui perasaanku sebelum ku beri tau tentang perasaan ku ini.

 

“Kau tau dari mana?” Pandanganku kini beralih ke arah wajah Seohyun.

 

“Terlihat jelas dari raut wajahmu itu pabo!” Yeoja yang duduk disamping Siwon itu pun mengelap keringat yang mengucur dari wajah tampan Siwon itu. Mungkin karena terlalu teriknya metehari, sampai samapai setetes keringat pun mengucur dari wajah sempurna itu.

 

“YA!APAYANG KAU LAKUKAN HAH!” Aku pun tanpa sengaja berteriak seperti itu kepada mereka. Kini, mereka berdua melihatku dengan wajah penuh keheranan dan rasa kaget yang mendalam (-_____-“).

 

Aku pun menutup wajahku dengan kedua tanganku dan cepat cepat pergi dari pandangan mereka sebelum mereka menginvestigasi ku.

 

“Yeoja pabo!” Mendengar hal itu aku pun membuka kembali kedua tanganku yang sempat menutupi mukaku dan memandang ke arah sumber suara itu.

 

“Ya! Aku melakukan itu tanpa ku sadari!” Ucapku sambil menepuk keras punggung Shindong

 

“Haha tapi aku suka cara yang kau lakukan itu.”

 

“Yang mana?”

 

“Hal yang tak kau sadari itu, hahaha baru kali ini ada yeoja yang cemburu dan tanpa sadar berteriak seperti itu dan berhasil menarik perhatian seluruh murid-murid di sekolah.”

 

“Mwo? Seluruh murid katamu?”

 

“Ne. Lihatlah sekelilingmu, semua mata tertuju padamu.” Ucap Shindong sambil melambai lambaikan tangan ala Miss Universe.

 

‘HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”

 

“Ya! Kau mau kemana???”

 

***

 

Aku masih tidak percaya dengan apa yang ku lakukan tadi siang. Entah kenapa aku sangat cemburu melihat mereka berduaan seperti itu. Ha! Yasudah lah hal itu juga tidak terlalu penting, yang paling penting sekarang adalah BAGAIMANA AKU HARUS MENGERJAKAN TUGAS MATEMATIKA INI HAH??!! Aku mengacak acak rambut ku sampai puas. Baru kali ini aku mendapat tugas matematika seperti ini. Melihat soalnya saja aku yakin, otak ku akan berubah menjadi keriting.

 

“Ya! Eonni kau kenapa? Kau benar benar gila ya?” Tanya dongsaeng ku yang tiba tiba kepalanya muncul dibalik pintu.

 

“Ya! Kau mengagetkanku saja.”

 

“Kau belum menjawab pertanyaanku, eonni kenapa?” Tanpa berbicara aku pun memperlihatkan buku tulis matematika ku kepada bocah itu.

 

“Bagaimana kau mengerti?”

 

“Ne, aku mengerti. Selamat mengerjakan eonni! Hwaiting!!!” Jawab dongsaengku sambil bertingkah ala cheerleader. Hah adikku ini benar benar -_____-

 

***

Buku itu masih setia ku pegang semenjak 30 menit lalu. Buku itu cukup tebal untuk menghabiskan waktu sore itu. Sementara suasana sore itu sangatlah mendukung, tidak banyak manusia yang berlalu lalang tapi tetap nyaman untuk dinikmati.

 

Seseorang duduk disampingku, tanpa melihatnya aku pun menggeser posisi dudukku agar dia lebih leluasa untuk duduk di kursi ini.

 

“Haah akhirnya selesai juga. Mwo?” Aku pun tersentak ketika orang yang duduk disebelahku tidak lain adalah Choi Siwon. terpasang earphone berada di sepasang kupingnya. Ahh indah sekali sore ini.

 

Tak berapa lama, Siwon melepas earphonenya dan melihat ke arahku.

 

Omo!!!!! Kurasakan wajah ku memerah seketika ketika melihat wajah Siwon yang……………………… Super sekali tampannya uwaaaaaaaah >.<

 

“Kau yang kemarin berteriak itu bukan?”

 

Aku pun terkejut lalu menjawab pertanyaannya. “Ne.”

 

“Hahahaha”

 

“Wae?Adayang lucu?”

 

“Ne, tentu saja! Kau kemarin berteriak seperti orang gila hahaha.”

 

“Ya! Kau tidak boleh seperti itu.”

 

“Ng? Wae?”

 

“Karena ak……”

 

“Karena?”

 

“Ani, tidak usah dibahas lagi. Oh iya, ngomong ngomong siapa yeoja yang duduk di sebelahmu kemarin?”

 

“Kau aneh. Dia saudara ku Choi Sooyoung. Dia baru saja pulang dari Cina.”

 

“Adik mu? Di Cina untuk apa?”

 

“Kau ini mau tau saja!”

 

“Ya sudah jika tidak mau jawab.”

 

“Hahahaha, kau ini aneh dan lucu ya hahaha. Ne, dia tinggal di Cina karena dia mendapatkan beasiswa untuk menjadi pelajar disana.” Jelas Siwon. Kami pun berbicara cukup lama. Sampai akhirnya…….. BYUUURRR!!!! Air hujan pun turun secara cepat sehingga sekujur tubuhku basah karenanya.

 

“Ya! Buku ku.”

 

“Pakai ini!” Siwon menyerahkan jaketnya kepadaku. Aku hanya diam melihatnya.

 

“Cepat pakai! Dan bukumu itu cepat simpan di tas ku.” Aku mengangguk dan menyimpan buku ku di tas milik Siwon.

 

“Kajja akan ku antarkan kau pulang, hujan makin lebat.” Siwon menggenggam tanganku erat. Untuk kedua kalinya aku tidak bisa berkata apa apa. Otak ku sibuk merekam apa yang terjadi hari ini dan tidak percaya hal yang seperti ini terjadi.

 

***

 

Author POV

 

Tidak banyak perbincangan yang terjadi di dalam mobil, keduanya saling salah tingkah. Siwon hanya fokus memandangi jalan yang basah karena hujan yang mengguyurkotaSeoul. Sementara Yoona masih tidak bisa mempercayai yang terjadi hari ini. Dia seperti orang yang hilang kesadarn lebih tepatnya.

 

“Yoona-ssi, gwenchana?”

 

“Ah. Gwenchana Siwon-ssi.”

 

Mobil Siwon yang semula berjalan lacar kini harus berhenti mendadak karena mogok. Beruntung mobil itu terhenti tepat di depan sebuah bengkel mobil milik keluarganya. Langsung saja Siwon meminta bantuan para montir untuk memperbaiki mobilnya.

 

“Butuh berapa lama untuk memperbaikinya?”

 

“Sepertinya 4 jam sudah selesai.” Jawab sang montir. Tampak kebingungan dalam wajah Siwon.

 

“Tolong diperbaiki secepatnya. Ah iya, siapkan minuman dua coklat panas tolong antarkan ke ruang tunggu lalu tolong siapkan sebuah baju hangat untuk temanku.” Montir itu lalu pergi meninggalkan Siwon yang masih berdiri di samping mobilnya. Pandangan Siwon kini beralih kepada yeoja yang masih menahan rasa dingin di tubuhnya. Dia pun berjalan menghapiri yeoja itu.

 

“Kau kedinginan?” Yoona hanya mengangguk sambil tetap mengusap usah tangannya agar tidak terlalu dingin. Siwon memeluk tubuh Yoona agar Yoona tidak merasakan kedinginan seperti itu. Ia ingin Yoona membagi rasa dingin yang menghapiri Yoona untuknya. Lagi dan lagi Yoona tidak bisa berbuat apa apa, dia pun juga tidak membalas pelukan itu.

 

Siwon mengelus punggung Yoona secara lembut, walaupun lembut Yoona masih bisa merasakan tangan Siwon yang berada di punggungnya. Hangat. Itu yang kini dirasakan oleh mereka. Mereka merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakan keduanya.

 

“Sudah hangat?” Tanya Siwon sambil melepaskan pelukannya.

 

“Ne.”

 

“Mianhae bukan maksudku untuk bertindak kurang ajar pada mu. Tapi itu adalah caraku agar seseorang tidak kedinginan.”

 

“Tidak apa apa, gomawo.” Seseorang mengetuk pintu ruang tunggu. Siwon membukakan pintu itu dan menerima apa yang diberika oleh orang yang mengetuk pintu itu tadi.

 

“Ini baju hangat untukmu. Cepat ganti. Jika kau ingin mandi juga, di kamar mandi telah tersedia alat dan perlengkapan untuk mandi.”

 

“Aigoo kau baik sekali SIwon-ssi.”

 

“Jangan lama lama berada di kamar mandi nanti soklat hangatnya sudah tidak menjadi hangat lagi.” Yoona pun tersenyum dan masuk ke dalam kamar mandi yang berada di ruangan itu.

 

Butuh waktu 8 menit untuk Yoona mengeringkan tubuhnya yang basah tadi. Sekarang Yoona duduk di samping Siwon yang sedang menikmati acara di TV.

 

“Silahkan minum.” Yoona tersipu dan meyeruput coklat hangat yang tersedia di meja.

 

“Siwon-ssi aku lapar. Apa disini tersedia makanan?”

 

“Tentu saja. Kau mau apa?”

 

“Apa saja, asal mengenyangkan hihi.”

 

“Tunggu sebentar.” Siwon pun menelpon seseorang untuk memesan makanan untuk mereka berdua. Tidak membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk menunggu makanan yang dipesan itu datang.

 

Mereka pun makan dengan lahap, karena semenjak pagi mereka perut mereka belum tersentuh oleh makanan sedikitpun.

 

“Haaaah kenyangnyaaa hufh.” Yoona pun tertidur dan kepalanya berada dipundak Siwon. Siwon sadar tapi ia tak menghiraukannya. Rasa yang sama dialami Siwon sehingga Siwon pun juga ikut tertidur dan kini kepalanya berada di atas Yoona.

 

4 jam berlalu. Seseorang mengetuk pintu ruang tunggu itu. Yoona pun bangun dari tidurnya. Alangkah terkejutnya dia ketika tau Siwon juga tertidir tepat diatas kepalanya sendiri. Senang? Tentu saja. Yoona mengelus pipi Siwon utnuk membangunkan Siwon.

 

“Siwon-ssi bangunlah.” Suara lembut Yoona berhasil membangunkan Siwon dari dunia mimpinya. Siwon juga tidak kalah kagetnya melihat posisi kepalanya yang berada di atas Yoona.

 

“Wae? Kenapa membangunkan ku?”

 

“Seseorang mengetuk pintunya, cepat buka.”

 

“Kenapa tidak kau saja?”

 

“Kau tidak lihat posisi kepalamu itu?” Siwon pun akhirnya mengerti dan bergegas membukakan pintu itu. Rupanya montir yang memperbaiki mobil Siwon telah selesai mengerjakan tugasnya, kini saatnya mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Yoona

 

***

 

Siwon POV

 

Aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini. Aneh. Rasanya saat itu adalah hal hal yang paling aneh yang ku rasakan. Aku terus saja memikirkan tentang kejadian hari ini. Tanpa sadar sebuah senyuman bertengger di bibirku. Tanpa sengaja aku menjatuhkan tas ku di tepi tempat tidurku sehingga semua isi tasi yang berada di dalam tumpah dan mengenai lantai kamar tidur ku. Ketika aku membereskannya. Aku memegang buku yang asing yang tak pernah ku miliki sebelumnya.

 

“Kapan aku memiliki buku seperti ini?” Aku pun membaca buku itu. Di halaman paling depan tertulis yeoja yang aku kenal ‘Im Yoona’. Aku baru sadar saat di taman tadi aku menyuruhnya untuk menyimpan dalam tas ku.

 

Karena penasaran, aku pun membaca buku itu. Satu persatu halaman ku baca. Buku itu berisi mengenai semua tentang psikologi. Sepertinya dia tertarik kepada psikologi manusia. Walaupun sebenarnya aku tidak tertarik kepada hal hal psikologi, tapi buku it uterus aku baca sampai halaman terakhir.

 

***

 

Yoona POV

 

Akhirnya aku telah sampai di rumahku sendiri dan kini tepatnya aku berada di kamarku sendiri. Aku masih tak percaya dengan kejadian hari ini. Hari ini merupakan hari yang berkesan bagi ku.

 

“Buku ku? Aisshh aku lupa buku ku itu ada bersama……… CHOI SIWON!!” Aku pun menepuk jidatku dan mengambil handphone ku.

 

“Yeoboseyo.”

 

“Yeoboseyo. Shindong-ssi kau tau nomor handphone Choi Siwon?”

 

“Tentu saja ada, wae?”

 

“Buku ku ada bersamanya.”

 

“MWO? Bagaimana bisa?”

 

“Tadi aku kehujanan di taman dan aku pun kehujanan. Beruntung ada Choi Siwon yang membantuku. Dia meminjamkan jaketnya dan buku ku itu aku simpan di tas Siwon.”

 

“Waaaaaa kau ini beruntung sekali Yoona-ssi. Baik, akan aku kirim nomornya.” Aku pun menutup pembicaraan itu. Sekitar 5 menit pesan yang ditunggu akhirnya datang juga.

 

Saat hendak ingin menghubungi nomor itu, handphone ku bergetar pertanda sebuah panggilan masuk. Namun nomor yang menghubungi ku itu tidak ada namanya.

 

“Yeoboseyo.”

 

“Yeoboseyo, nugu?”

 

***

-TBC-

***

 

Haha bagaimana? Aneh? Mianhae kalo cerita ini agak agak gimanaaaa gitu haha.  Mianhae kalo cerita ini agak pendek dari sebelumnya dan mohn dimaafkan kalo ada typo, kesalahan, kekurangan dalam cerita ini huehehe. Kritik, saran, pujian, cacian benar benar sedang ditunggu readers ^^ jangan lupaRCLyaa, be an active readers guys!

 

40 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s