Eternal | Sequel The Girl in The Night | Chapter 4 : Everything for you

Title : Eternal | Sequel The Girl in The Night | Chapter 4 : Everything for you

Author : Dara Daroen (@dara_daroen)

Main cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Seo Jo Hyun a.k.a Seohyun (SNSD)

Other Cast:

  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Leeteuk (Super Junior)

Genre                : Romance, AU, Fantasy, Tragedy, Suspense

Rating               : PG-15

Length             : Chapter/Sequel

Summary       : ‘Akan ku lakukan apapun demi dirimu, meski nyawa ini taruhannya’

Disclaimer    : Imagination and story is mine, but the cast belong to God.

Please NO PLAGIATOR!

                                                      The Story © 2012 DaraDaroen      

   

Previous Story :

The Girl in The Night | Eternal chap. 1. : Regret | Eternal chap. 2 : First Tears | Eternal chap. 3 : Revealed (NC Side Story)|

~ ~

~ Kyuhyun’s Point Of View ~

 

Kini aku telah tau semuanya yang benar terjadi. Penjelasan Tiffany saat pertama kali aku masuk dunia Vampire ini, semua itu ternyata hanya bualannya saja. Aku terlalu bodoh untuk mempercayainya. Kejadian satu bulan yang lalu itu, memang tak mudah untuk ku ingat, maka dari itu saat yeoja gila itu menceritakan padaku, aku masih lugu dan percaya dengan kebohongannya.

Namun kini aku puas telah menyiksa yeoja itu. Ku harap ia sadar, dan sakit yang ia rasakan sama dengan sakitku dibohongi seperti ini.

Sebenarnya aku ingin lebih dari menyiksa yeoja itu. Aku ingin tak hanya memerkosanya. Aku bahkan ingin sekali mengutuknya dan membawanya pergi abadi dari bumi ini. Namun aku masih membiarkannya untuk tinggal di bumi, itupun karena rasa iba.

Setidaknya yeoja itu bisa dapat teman untuk menjalani hidupnya sebagai Vampire. Aku telah membunuh Siwon yang dijadikan yeoja itu sebagai permainan di belakangku. Siwon menjadi Vampire sekarang, dan itu bagus. Siwon dan Tiffany pun bisa bebas melakukan hubungan cintanya dengan persamaan wujud mereka.

Kurang baik apa diriku telah menyatukan mereka?

Tapi mereka malah dengan seenaknya sama-sama mengkhianatiku. Bodoh.

 

 

Kini pun aku sadar, yeoja yang selalu mencintaiku dan tulus mencintaiku hanya satu, Seohyun. Aku sangat bodoh mengacuhkannya, berlaku dingin padanya, hingga aku pun membentaknya dengan kasar. Aku namja terbodoh di dunia.

~ ~

19 June 2012 00.00 a.m

Aku segera pergi menuju atap rumahku dulu itu. Aku mencari yeoja itu. Ya, Seohyun.

Baru saja aku sampai, namun tak ada seorangpun di sana. Padahal aku tau, yeoja itu pasti selalu terduduk di sini. Apa karena ini sudah tengah malam? Apa dia sudah kembali ke asrama persembunyiannya menanti malam selanjutnya? Ah, dimana yeoja itu?

 

“Kau, mencari siapa oppa?”

Tiba-tiba suara lembut yang kini membuatku rindu itu hadir. Gadis itu muncul di belakangku.

Aku segera menghampirinya dan memeluk yeoja itu.

“Seohyun-ah. Maaf, Maafkan aku,” ucapku seraya memeluknya begitu erat.

“Aku telah mengetahui semuanya. Aku tau kisah satu bulan yang lalu yang sebenarnya. Maafkan aku telah menuduhmu. Aku terlalu bodoh Seohyun-ah,” ujarku lagi.

 

Namun, tak ada jawaban dari gadis itu. Aku melepaskan pelukanku.

 

Glep!

Tubuh gadis itu kini terjatuh dengan matanya tertutup. Oh tuhan, mengapa dengannya?

 

~ ~

~ Author’s Point Of View~

 

20 June 2012 18.00 a.m

Kyuhyun nampak berlari-lari tergesa menuju asrama Viergo Trainee. Kini kekuatannya untuk terbang ataupun menghilang dengan cepat tak bisa ia gunakan. Semua energinya itu ia transfer segalanya pada yeoja yang terbaring kaku di salah satu kamar asrama Viergo.

Begitu sampai di depan gerbang Viergo Trainee, namja itu terlihat tengah berdebat dengan penjaga pintu besar yang menutupi megahnya gedung Viergo. Kyuhyun yang masih merasa kelelahan tetap mencoba membujuk penjaga pintu itu. Demi apapun, ia harus masuk dan menemui yeoja yang sangat ia khawatirkan sekarang ini.

“Ku mohon, aku perlu sekali untuk masuk ke dalam. Apa kau lupa padaku? Aku yang kemarin malam masuk ke sini dengan seonsaengnim Lee Donghae dan salah satu muridnya,” seru Kyuhyun pada penjaga pintu itu.

Mianhae. Aku tau, tapi kau tetap tak bisa masuk. Kau diperbolehkan masuk hanya jika bersama guru dan atasan di sini, ataupun jika kau punya janji tersendiri dengan mereka. “

“Ah, ayolah. Aku-“

“Dia sudah ku anggap muridku, izinkan dia masuk Sihyon-shi,” ujar seseorang tiba-tiba pada penjaga pintu yang bernama Sihyon itu.

Kyuhyun menyeringai lebar.

Seonsaengnim? Ah, akhirnya kau menyelamatkanku juga,” kata Kyuhyun dengan senyum masih mengembang di bibirnya.

Ne, aku tau kau sangat perlu bertemu Seohyun. Kajja, kita tengok dia.”

Lelaki yang mengajak Kyuhyun masuk itu tak lain adalah Lee Donghae. Setelah mendapat izin, barulah Kyuhyun bisa masuk ke gedung asrama. Donghae pun menuntun Kyuhyun menelusuri koridor asrama dan mencari kamar Seohyun.

Setelah beberapa langkah kemudian, sampailah mereka di depan pintu bernomor 024. Di sanalah kamar Seohyun beristirahat.

 

Krekk..

Gagang pintu kayu kamar itu dibuka perlahan oleh Donghae. Kyuhyun masih membuntuti Donghae di belakang dan menunggu Donghae membuka pintu kamar itu.

“Seohyun?” seru Donghae. Kepalanya ia masukkan sedikit ke dalam, mencoba menengok keberadaan Seohyun.

“Seohyun masih tertidur di kasurnya, apa kau ingin masuk?” kata Donghae kemudian pada Kyuhyun yang berada di belakangnya itu.

“Tentu saja.”

~ ~

“Kondisi Seohyun sangat buruk, lebih dari buruk. Ia tak bisa bangun dari tidur panjangnya selama ia belum mendapatkan darah khusus,” jelas Donghae pada Kyuhyun saat mereka sudah berada di dalam kamar Seohyun.

“Memangnya mengapa dia bisa seperti itu?” tanya Kyuhyun.

“Dia menahan lapar selama satu bulan.”

“Ma-Maksudmu?”

“Ya, jadi selama satu bulan ia tak mengonsumsi darah sedikitpun,” jelas Donghae.

Kyuhyun tertunduk lemas.

“Bahkan yang kutau, ia menghabiskan waktunya setiap malam hanya dengan termenung teruduk di atap rumahmu di Gardas Seoul Complex. Dan kau tau? Selama itu, ia hanya memikirkanmu,” jelas Donghae lagi.

Kyuhyun semakin menunduk. Rasa bersalahnya semakin menumpuk di dalam hatinya, batinnya dan jiwanya.

 

Aku bodoh, aku terlalu bodoh membuatnya seperti ini, pikir Kyuhyun dalam benaknya.

 

“Tapi kau tak perlu khawatir dan merasa bersalah,” kata Donghae kemudian seraya menepuk pelan bahu Kyuhyun. Kyuhyun hanya menatap Donghae penuh keraguan.

“Kau bisa membuat kedua mata gadis itu kembali terbuka,” ujar Donghae lagi.

Eothokkhae?”

“Dengan cintamu dan perjuanganmu untuknya.”

“Apa yang harus ku lakukan?”

“Entahlah, yang aku tau, kau harus perjuangkan apapun untuknya. Selebihnya, nanti kita tanyakan pada ketua,” jelas Donghae.

“Selagi aku mampu, apapun untuknya akan ku lakukan,” kata Kyuhyun.

Donghae hanya menyimpulkan senyum di kedua dudut bibirnya.

 

“Baiklah, aku harus mengurus beberapa jiwa yang baru saja hilang dan membawanya pada atasan. Selain itu pekerjaanku pun masih banyak. Kau tunggu saja di sini untuk menemani Seohyun. Tengah malam nanti, aku akan kembali,” ujar Donghae pada Kyuhyun seraya beranjak pergi.

 

 

Kyuhyun melangkah mendekati kasur yang ditiduri Seohyun. Langkah kakinya terasa begitu berat, namun terkadang begitu ringan pula. Namja itu dilanda kebingungan pada saat ini.

“Seohyun-ah, aku bodoh,” bisik namja itu di telinga Seohyun.

“Aku yang membuatmu seperti ini, aku yang menuduhmu hal yang bodoh, aku yang membuatmu berharap tanpa ada kepastian. Kini aku sadar dan aku tau semua yang sebenarnya. Dan aku pun sadar selama ini, yang tulus mencintaiku hanya kau,” serunya lagi.

“Seohyun, dengar. Aku tak mungkin membiarkanmu hilang dan musnah begitu saja dari muka bumi ini, aku akan melakukan apapun untukmu, aku akan bersedia mencari jalan apapun untuk membuatmu membuka kedua matamu itu. Tunggu aku Seohyun-ah,” seru Kyuhyun lagi seraya mendekatkan wajah tampannya ke wajah cantik Seohyun.

Hidungnya menyentuh lembut hidung Seohyun  perlahan. Sesaat kemudian, bibir manisnya lah yang menyentuh lembut bibir milik yeoja di hadapannya itu.

Meski ciuman yang dirasakan Kyuhyun begitu sakit, karena ciuman itu kini tak dibalas oleh Seohyun, tapi namja itu mencoba memperdalamnya. Merasakan berjuta kerinduan yang melandanya saat ini karena begitu lama tak merasakan bibir manis gadis yang menutup mata di hadapannya ini.

Beberapa saat kemudian, Kyuhyun melepaskan bibirnya itu dari ciumannya. Selang beberapa waktu, ia hanya menatap lembut Seohyun yang hanya terdiam, yang tak bernafas dan tak bergerak. Ingin rasanya ia menitikkan airmatanya. Namun meskipun ia melakukan itu, itu tak mungkin membantunya untuk membuat Seohyun terbangun.

 

Andai aku bisa kembali, dimana saatnya aku tak mungkin bisa menyakitimu seperti ini, dimana saatnya aku tak terlalu bodoh menyalahkanmu dan berpikir salah paham padamu, kata Kyuhyun dalam hati.

~ ~

00.00 a.m

Kini tengah malam sudah tiba. Kyuhyun yang tak tersadar sejak dari pukul 18.00 a.m hingga kini ia hanya melamun saja, entah apa yang dipikirkannya yang pasti ia merenung dalam jangka waktu yang begitu lama. Jika saja ia bisa tertidur, maka pastilah ia tidur. Namun sayang, seorang Vampire hanya bisa tidur di waktu siang di saat ia istirahat menunggu datangnya malam.

Meski begitu, bukan berarti para Vampire hanya bisa bergentayangan di malam hari. Sebenarnya mereka itu pun bisa muncul keluar saat matahari yang busuk baginya itu masih terang benderang menyinari bumi. Namun itu hanyalah para Vampire pilihan yang sudah bertahun-tahun bahkan berabad-abad menjadi pecinta darah. Mereka diberi ramuan pelindung cahaya matahari oleh atasan mereka masing-masing, dan begitulah mereka dapat muncul di siang hari.

Tapi tak beruntung pula bagi mereka para Vampire yang bisa muncul di siang hari, mereka itu harus selalu bertugas mencari para mayat yang mati karena bukan dibunuh Vampire. Setelah dicari, dibawanya lah mayat-mayat itu ke tempat mereka dan mereka menjadikan semua itu menjadi bangsanya. Karena itulah harapan Vampire. Menguasai kehidupan dengan kehidupan mereka dengan menambah popularitasnya hingga menyaingi banyaknya jumlah manusia yang ada.

 

 

Kyuhyun pun tersadar dari lamunan panjangnya di saat lonceng jam dinding besar dari ruang utama asrama berbunyi keras menandangan waktu tengah malam.

Tengah malam ialah saat yang penting bagi para Vampire. Pergantian tugaslah yang penting bagi mereka. Jadi bagi para Vampire yang berkeliaran dari mulai terbenam matahari hingga tengah malam, kini mereka harus kembali ke persembunyiannya untuk menunggu pagi. Sedangkan yang belum mencari mangsa hingga tengah malam, maka kini lah giliran mereka yang bergantian dengan para Vampire yang telah selesai tugas makan memakannya.

Namun, Kyuhyun memilih untuk tidak melaksanakan kegiatan Vampire yang seperti biasanya itu. Ia memilih untuk menjaga Seohyun hingga kapanpun ia bisa. Bahkan begitu banyak niat dari dalam diri Kyuhyun untuk menetap di asrama Viergo. Ia ingin tak hanya sekadar menjaga Seohyun, tapi ia pun bisa berlatih menjadi seorang Vampire hebat di sini.

 

Tok.. tok.. tok..

Pintu kamar Seohyun pun terdengar seperti ada yang mengetuknya.

Nugu?” teriak Kyuhyun.

“Ini aku, Donghae.” Tiba-tiba orang yang menyahut teriakkan Kyuhyun itu berada tepat di samping Kyuhyun. Kyuhyun sempat kaget, namun kembali tenang. Donghae hanya menyeringai.

“Kau, mentang-mentang ilmu menghilangmu ada, seenaknya menghilang kemana saja sampai-sampai membuatku kaget tiba-tiba muncul seperti itu,” keluh Kyuhyun.

“Aku hanya memanfaatkan kekuatan yang ada,” ujar Donghae masih dengan seringainya. Kyuhyun hanya mendesah.

“Ah, baiklah. Ayo kita ke menara bertemu ketua, kau ingin tau apa yang harus kau lakukan untuk membangunkan Seohyun kan?” seru Donghae lagi.

Kyuhyun mengangguk pasti. Setelah itu, mereka segera menuju menara tinggi yang terletak di samping gedung asrama ini.

~ ~

Kyuhyun dan Donghae membungkukkan badannya saat menghadap seseorang yang tengah duduk di kursi besar yang dapat disebut juga adalah singgasananya. Setelah itu, mereka berdua duduk berlutut. Yang ada di hadapan mereka ini adalah atasan bagi para guru Vampire, atau ketua. Park Jung Soo namanya, atau biasa dipanggil Leeteuk.

“Ketua, aku ingin mempertanyakan masalah yang silam, Seohyun,” seru Donghae seraya menunduk di hadapan ketua.

Leeteuk hanya mengangguk seakan mengerti, atau memang iya benar mengerti.

“Apa yang harus dilakukan untuknya?” tanya Donghae.

Kini Leeteuk beranjak berdiri dan menarik nafasnya dalam-dalam seakan ia akan berpidato panjang. Setelah itu, mulailah ia menjelaskan beberapa hal dan disimak oleh Kyuhyun dan Donghae.

“Hanya cinta dan perjuangan yang mampu menyelesaikan ini,” seru Leeteuk dengan lantang.

 

“Apa ku bilang? Benarkan?” bisik Donghae pada Kyuhyun.

Ne, tapi kau tak menjelaskan lebih terperinci lagi,” sahut Kyuhyun.

 

“Itu hanya intinya. Lebih jelasnya adalah, seseorang harus mencarikan darah khusus untuk yeoja itu,” seru Leeteuk lagi.

“Maksudmu?” tanya Kyuhyun.

“Darah khusus untuk kembali membukakan mata Seohyun. Itu hal yang tak mudah, karena darah itu didapatkan hanya dari seorang nenek tua yang tinggal di puncak gunung Silaui. Ia menghabiskan sisa waktu hidupnya di sana,” jelas Leeteuk.

“Itu hal yang mudah bukan? Aku bisa menyedot banyak darah darinya dan segera membawakannya untuk Seohyun,” ujar Kyuhyun.

“Jangan asal bicara. Itu tak semudah yang kau bayangkan. Darah yang akan kau bawa haruslah sebanyak tiga guci penuh. Seperti ini gucinya,” seru Leeteuk seraya memunculkan sebuah guci.

Guci itu berbentuk tabung berukuran tinggi sepanjang 5 cm dan luas alasnya 154 cm2. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Namun, apakah cukup darah nenek itu dalam tiga buah guci ini?

 

“Selain itu, kau jangan sampai membunuh nenek itu,” ujar Leeteuk seraya mengambil posisi duduk lagi di kursinya.

“Maksudmu aku tak boleh sampai menghabiskan darahnya? Cih, bagaimana bisa? Guci ini cukup besar,” seru Kyuhyun.

“Itu tergantung dirimu dan usahamu. Bagaimanapun tetaplah kau hanya harus membawa darah itu sebanyak tiga buah guci ini,” ujar Leeteuk.

“Tapi kan-“

“Sudah turuti saja, kau mau Seohyun tak bangun-bangun dari lelapnya?” bisik Donghae kemudian seraya menyenggol pelan lengan Kyuhyun.

 

Eothokhae? Bersedia?” seru Leeteuk lagi.

“Demi dirinya, aku sangat bersedia meski nyawa ini taruhannya,” seru Kyuhyun lantang.

“Bagus, itulah seorang Vampire yang hebat. Kau cukup punya nyali juga ternyata,” ujar Leeteuk kagum.

Kyuhyun hanya menyeringai bangga.

“Tapi kau harus ingat, lokasinya di puncak gunung Silaui. Gunung itu terletak jauh dari asrama ini. Kau akan melewati hutan Higaoshi dahulu yang luasnya sekitar 100.000 hektar, setelahnya kau pun harus melewati sungai Gurojhi dan melewati hutan Kiraiku yang luasnya dua kali lipat dengan luas hutan Higaoshi. PeZrjalananmu akan panjang nanti,” jelas Leeteuk.

Kyuhyun kini membelalakan matanya. Ia tentu kaget dengan apa yang disampaikan Leeteuk. Bagaimana tidak? Begitu banyak rintangan yang perlu Kyuhyun hadapi hanya untuk sampai di puncak gunung Silaui. Bahkan itupun hanya rintangan untuk sampai di puncaknya, belum lagi ia harus bertugas mengambil darah nenek yang berdiam di sana. Setelah itu pun, ia harus pulang lagi ke asrama dengan kembali melewati rintangan-rintangan yang cukup melelahkan itu.

Kurasa aku akan gila, pikir Kyuhyun.

 

“Jika kau benar sanggup, kau tak mungkin merasa ini akan membuatmu gila. Kau hanya harus percaya diri,” seru Leeteuk kemudian.

Tiba-tiba Donghae yang terduduk di sebelah Kyuhyun tertawa kecil seraya melirik Kyuhyun yang lagi-lagi terbelalak kaget.

 

Mengapa ia bisa tau apa yang ku pikirkan? Apa ia Vampire hebat yang diberi karunia membaca pikiran? Sungguh miracle, pikir Kyuhyun lagi.

 

Donghae lagi-lagi tertawa dan berkata, “Kau benar. Vampire memang bisa membaca pikiran seseorang, bahkan tak hanya pada sesama Vampire, pikiran manusia pun bisa diterka isi pikirannya. Kau tak perlu kaget atau pun bilang itu sebuah keajaiban.” Donghae pun tertawa lepas. Leeteuk hanya tersenyum geli.

“Apa kau ditularkan kehebatan dari ketua? Kau hebat sekali bisa membaca pikiranku juga,” kata Kyuhyun.

“Aku memang Vampire ajaib yang dikaruniai keahlian membaca pikiran, bukan sepertimu,” sahut Donghae lagi masih dengan tawanya.

“Berarti selama aku berdekatan denganmu, aku harus selalu mengosongkan pikiranku,” ujar Kyuhyun lagi. Donghae dan Leeteuk pun hanya tertawa.

~ ~

21 June 2012 19.00 p.m

Asrama Viergo Trainee sudah mulai diributi para Vampire yang terbangun dari tidurnya. Begitupun Kyuhyun. Ya memang benar, Kyuhyun menginap di sini. Untunglah para penghuni di asrama ini menerima kedatangannya dengan baik dan tak merasa risih dengannya.

 

Kyuhyun yang terbangun segera beranjak dari kursi yang ia tempati. Ia tidur di kursi di samping tempat tidur Seohyun. Seharian sudah ia menjaga yeoja itu.

Perlahan langkah kakinya menuju keluar kamar. Ia nampak mencari-cari seseorang. Namun juga ia nampak kebingungan dan sepertinya kepalanya saat ini begitu pusing, karena begitu banyaknya Vampire yang berkeliaran di asrama ini. Selain itu mereka tak hanya berjalan, namun menghilang atau pun terbang di sana dan di sini.

“Hhhh,” desahnya.

“Dimana aku harus menemukannya?” serunya.

Mata lelaki itu masih memutari sekitar sudut asrama. Masih mencari sesosok Vampire yang ia cari, Lee Donghae. Dia mencari Donghae untuk keperluannya, ia ingin bertanya sesuatu lagi padanya.

 

“Mencariku?”. Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Kyuhyun yang hampir saja membuat jantung Kyuhyun keluar dari sarangnya. Kyuhyun yang terkaget segera menenangkan dirinya lagi dan berkata pada Donghae yang menepuk pundaknya itu, “Bisakah sekali saja kau tak mengagetkanku?”.

“Aku hanya senang mengerjaimu,” kata Donghae dengan seringainya. Kyuhyun pun hanya mencibir.

“Oh ya, aku tau kau mencariku. Ada apa?” tanya Donghae kemudian.

“Bantu aku menghadap ketua untuk menanyakan sesuatu,” pinta Kyuhyun.

“Apa?” tanya Donghae lagi.

“Ikut saja,” ajak Kyuhyun dan menarik Donghae menuju menara dan bertemu ketua Leeteuk.

~ ~

Mereka berdua kini sudah di hadapan Leeteuk. Setelah membungkukkan badannya memberi hormat pada ketua, mereka mengambil posisi duduk di hadapan ketua.

“Tugasmu itu bisa kau lakukan mulai saat ini Kyuhyun-ah, atau kapanpun di saat kau mampu,” ujar Leeteuk pada Kyuhyun.

Arasseo. Tapi, apa aku tak diberi bekal sedikitpun?” tanya Kyuhyun ragu.

Leeteuk nampak bergumam.

 

“Maksud kau ini apa? Kau meminta bekal apa?” bisik Donghae seraya memukul lengan Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangkat telunjuknya dan meletakkannya di ujung bibirnya, “Diamlah,” katanya kemudian pada Donghae.

 

“Baiklah. Aku akan mengembalikan satu kekuatan yang kau miliki,” seru Leeteuk kemudian.

Mata Kyuhyun kini berbinar.

Ah, ku harap kekuatan terbangku kembali. Ku mohon….’ pikirnya dalam hati.

“Tidak, bukan kekuatan terbang. Tapi aku akan memberimu kekuatan bela diri,” ujar Leeteuk.

“A-Apa? Maksudmu?”

“Kau pasti akan memerlukan kekuatan itu nantinya di saat perjalanan menuju gunung Silaui.”

“Tapi bagaimana dengan kekuatan terbangku? Aku sangat butuh itu,” seru Kyuhyun.

“Kekuatan itu akan ku kembalikan pada dirimu setelah kau menyelesaikan tugasmu,” jelas Leeteuk.

Kyuhyun kini nampak tertunduk lemas. Beberapa saat kemudian ia mengangkat kepalanya lagi, “Apa akan ada yang mendampingiku? Sebagai partner yang bisa membantuku dalam perjalanan itu,” serunya.

Leeteuk menggeleng pelan, “Jika kau merasa mandiri, kau pasti mampu melakukan itu sendiri. Berjuang sendiri itu lebih baik. Terlebih, kau melakukan ini untuk yeoja yang kau cintai bukan?” katanya.

Ne, kau benar. Tapi apakah tak diberi satu saja teman untuk mendampingiku? Bagaimana jika Donghae saja? Ku mohon…” pinta Kyuhyun.

Mianhae, kau harus berjuang sendiri. Selain itu, ini pun bisa menjadi pelatihan bagimu untuk menjadi Vampire kuat dan hebat,” ujar Leeteuk.

“Ah, baiklah. Aku akan mencobanya.”

~ ~

~ Kyuhyun’s Point Of View ~

 

Sebenarnya aku sadar bahwa bekal untuk melaksanakan tugas ini tentulah hanya cinta dan perjuangan. Apapun yang menghadang pasti mampu ku hadapi dengan perjuangan dan tekadnya pun karena cinta yang ku tumbuhi dengan begitu kuat di dalam hati ini. Dengan cinta yang begitu dalam ini sudah tentunya akan menumbuhkan kobaran semangatku dalam menyelesaikan tugas ini.

Lihat saja, aku akan melaksanakan semua ini dengan begitu lancar. Aku akan kembali ke asrama dengan membawa darah yang mampu membuka mata yeoja yang sangat ku cintai itu.

Seohyun, tunggu aku. Dengan perjuangan dan cintaku padamu, aku akan menyelesaikan semua ini demi dirimu. Akan ku lakukan apapun demi dirimu, meski nyawa ini taruhannya.

– To Be Continued –

 

 

Akhirnya selesai juga nih Eternal chapter 4 nya^^ mianhae yaaa, jeongmal mianhae buat yang nunggu lama banget. Dan kayaknya buat chapter 5 nya juga bakalan lama lagi terbitnya hehehe._.v

Oh ya, sesuai permintaan banyak readers nih, aku jadiin next chapnya jadi agak panjang. Dan aku usahain jg di lanjutannya nanti akan lebih panjang juga. Dan semoga aja semua suka yaa^^

Nah sekarang saatnya beri komentarmu yaa, dan terus tunggu aja ya next chap nya. Keep waiting^^

 

Don’t Be Silent Readers!

Gomawo^^

53 responses

  1. hwaiting kyupa,pasti brhasil,,,,,
    buktikan cinta oppa k seo eonni,,,,
    mkin daebak,,,,,
    aq mau minta pw ut chap 3 xa pi ho xa kog gk bisa dihubungi ya,,,smsku juga gagal,,,,,
    ottokee??

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s