(Freelance) Love Contract Part 1

– Nama author : Kwon  Hyerin

– Main cast : MBLAQ (Joon), F(x) (Sulli)

– Title : Love Contract

– Rating : NC 17/PC 17

– Disclaimer : ini inspirasi dari saya sendiri ketika saya membayangkan  Joon  MBLAQ

–Genre : Romance

 

BUSAN

“Appa… aku gak mau tau. Pokoknya aku pengen kuliah ke Seoul. Appa tau kan itu impianku sejak aku TK.” Gerutu Sulli kesal.

“Sulli-ah, appa tau. Tapi lihatlah kondisi keluargamu sekarang? Appa hanya seorang petani. Bagaimana mungkin uang ayah yang sedikit ini bisa menyekolahkanmu ke Seoul?”. Jelas ayahnya.

“Tapi appa… aku dan Cheondung oppa sudah berencana akan kuliah disana. Sekarang aku harus bilang apa padanya?”

“Entahlah Sulli-ah, appa bingung”. Ucap ayahnya sambil menatap langit-langit.

“Aaah…ini membuatku gila”. Ucap Sulli lalu meninggalkan ayahnya pergi.

Namanya Choi Jinli. Biasa dipanggil Sulli. Lahir ditengah keluarga petani yang tak mampu. Ibunya meninggal ketika melahirkannya. Jadi,ia hanya hidup dengan ayahnya. Ayahnya begitu mencintainya. Bagi ayahnya Sulli adalah permata keluarga yang tak bernilai harganya. Namun hubungannya dengan ayahnya mulai retak ketika ia memutuskan ingin melanjutkan studinya ke Seoul.

******

SEOUL

“Aku sudah menetapkan semua persyaratan ini sebelum kau kuangkat secara resmi sebagai penerus C.O Grup”. Ucap seorang kakek.

“Tapi Harabujji… umurku masih 23 tahun”. Ucap namja itu.

“Terserah. Ulang tahun perusahaan tinggal 1 bulan lagi. Itu batas waktumu untuk memenuhi persyaratanku”.

“Tapp..tappi… bagaimana bisa a..akkuu….’’

“Aku tak mau tahu. Itu urusanmu anak muda!”. Ucapnya lalu meninggalkan namja itu dengan wajah tenang.

“Aaarggh…. aku bisa gila. Mana mungkin aku menemukan calon istri dalam waktu sebulan? Gila…! mau jadi pewaris perusahaan kenapa susah banget siih.. ?” ucap namja itu sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Namanya Lee Joon. Namja yang dilahirkan ditengah-tengah keluarga konglomerat. Ayah ibunya meninggal dalam kecelakaan pesawat saat ia berumur 5 tahun. Sejak saat itu kakeknya yang membesarkannya. Dan saat ini ia sedang dirundung kebingungan atas persyaratan kakeknya. Untuk mewarisi perusahaan kakeknya dia diharuskan untuk mempunyai istri terlebih dulu. Kalau pacar dia punya ratusan diluar sana. Sekali lirik dengan wajah tampan dan honey abs.nya wanita mana yang tak tertarik jadi pacarnya. Tapi ini istri. Bukan pacar. Umurnya saja masih 23 tahun. Belum siap menjalin komitmen. Dia masih ingin bersenang-senang layaknya burung yang terbang bebas. Masalahnya sudah menyandang status kuadrat. Alias dobel di pikirannya.

“Park Hyun…..! cepat siapkan mobil…!” teriaknya pada asistennya.

“Ne. Siap tuan muda”. Ucap asistennya.

Dikeluarkannya LG Optimus 2x miliknya dan menelepon sesorang. Ji Yong Hyung >>> CALL ..

Tuutt..tuutt..tuttt..

“Ne. Yeoboseyo..”. ucap Ji Yong.

“Hyung.. ini aku Lee Joon. Apa kau bisa membantuku?”

“Omo. Jonnie-ah. Waeyo ..?”

“Apa kau punya kenalan yeoja yang mau kuajak menikah dalam waktu satu bulan? Atau mungkin Hyerin noona punya banyak teman wanita”. Ucapnya dengan terburu-buru.

“Hya. Chamkanman.. sebenarnya ada apa ini? Kenapa bawa-bawa yeoja and istri segala?”.

“Kakek menyuruhku mencari istri sebelum ulang tahun perusahaan sebagai persyaratan untuk menjadikanku pewaris yang sah. Dan kau tau? Ulang tahun perusahan tinggal 1 bulan lagi. Bagaimana aku bisa mencari istri dalam waktu 1 bulan? Makanya aku inta bantuanmu hyung”.

“Oooh, jadi begitu masalahnya. Arraseoyo. Akan kubantu. Akan kucoba tanyakan istriku juga tentang teman-teman yeojanya.”

“Gomawoyo hyung. Baiklah kabari aku segera saat kau menemukan yang cocok.”

“Ne.”

Telponpun berakhir.

 

 

BUSAN

“Jadi kau memutuskan untuk tetap pergi ke Seoul bersama putriku?”. Ucap ahjussi itu.

“Ne. Kalau memang ahjussi tak mampu untuk membiayai kuliah Sulli disana kami akan bekerja sambil belajar”. Ucap Cheondung.

“Baiklah. Tapi, apa kau bisa menjaga putriku? Apa kau bisa kupercaya?”.

“Geuroem ahjussi. Aku akan menjaganya dengan nyawaku”.

“Ne. Sulli-ah,aku harap kau dan Cheondung beruntung disana.” Ucapnya pada putri tercintanya.

“Ne appa. Terimakasih appa. Walaupun aku tak jadi kuliah, aku tetap senang karena aku bisa pergi Seoul. Aku mencintaimu appa”. Ucapnya lalu memeluk ayahnya.

“Ne. Bawalah ini. Hanya ini yang kupunya”. Ucap ayahnya sambil meyerahkan beberapa lembar uang.

“Gomawoyo appa. Akan kugunakan dengan hati-hati uang ini. Appa baik-baik disini ya. Kalau aku sudah bekerja akan kukirimi uang setiap bulan”. Ucapnya pada ayahnya.

“Arraseoyo. Hati-hati dijalan. Cheondung-ah,jaga Sulli baik-baik”.

“Ne. Kami pamit dulu ahjussi”. Ucap Cheondung sopan.

Setelah berpamitan pada ayah Sulli mereka berdua pun berangkat untuk mengadu nasib ke Seoul. Mereka memilih menggunakan bis menuju Seoul karena biayanya lebih murah. Setitik air mata membasahi kelopak mata Sulli. Setelah 20 tahun bersama ayahnya, sekarang ia harus meninggalkan ayahnya. Jauh ketempat asing yang belum pernah dikunjunginya. Namun,ia kembali mengingat mimpi-mimpinya. Mimpi untuk menjadi designer di Seoul menjadi motivasinya. Lagipula ia mempunyai Cheondung sebagai pilar hidupnya disana.

Park Cheondung. Lahir di  Busan setahun lebih dulu daripada Sulli. Mereka berteman akrab sejak kecil. SD,SMP,SMA selalu berada disekolah yang sama. Bagi Cheondung, Sulli adalah adik perempuan satu-satunya yang sangat dicintainya. Mengingat Cheondung adalah anak tunggal dikeluarganya. Keadaan keluarganya tak jauh berbeda dengan Sulli. Ayahnya juga seorang petani dan ibunya hanya seorang penjahit.

“Oppa. Semoga kita beruntung di Seoul.” Ucap Sulli.

“Ne. Sulli-ah, bagaimana kalau kita kerja di coffe shop? Sejak kecil aku ingin sekali buka kedai kopi.”

“Hmm. Gwencanna. Ide bagus oppa. Tapi kalau kedai kopi itu tak membuka lowongan kerja gimana?”

“Tenang. Pasti ada. Pasti. Percaya padaku”.

 

SEOUL

“Hyung..semua yang kau carikan tak ada yang cocok buatku. Ottoekhae .. ?” ucap Joon ditelpon.

“Jinjja..? aah,,aku jadi bingung juga. Lalu bagaimana? Padahal kau sudah bertemu 20 yeoja lebih. Bener nih gag ada yang sreg?” tanya Ji Yong.

“Beneran gak ada hyung. Rata-rata tuh mereka mata duitan semua. Kalo gak gitu ya maniak shopping baget. Aku tuh pengen yang sederhana aja deh hyung. Tapi latar belakang keluarga dan pendidikannya jelas”. Keluh Joon.

“Hya… kau pikir hyungmu ini biro jodoh? Aku kan juga bingung tipe seperti apa yang cocok untukmu”.

“Mianhe hyung. Yang jelas seperti Hyerin noona hyung.”

“Hya.. dia istriku tahu”.

“Ara. Maksudku yang tipe-tipe kayak Hyerin noona deh pokoknya”.

“Aah,, baiklah. Akan kubantu carikan”.

“Gomawoyo hyung.. J”.

“Ne”.

********

“Park Hyun …….”. teriaknya pada asistennya.

“Ne. Ada apa tuan muda?”.

“Kedai kopi yang baru dibuka kemarin bagaimana keadaannya?”

“Baik tuan muda. Tingkat investasi juga semakin naik. Anda bisa melihatnya sendiri”. Ucap Park Hyun sambil memperlihatkan Samsung Tab yang dia bawa.

“Choae. Bagus kalau begitu. Oh ya aku lupa. Apa nama coffe shopnya?”

“Purple Coffe tuan”.

“Oh. Bagaimana kalau kita kesana? Sekalian survei lokasi sambil ngopi”.

“Baik tuan. Akan saya siapkan mobil”.

 

 

 

 

Beberapa hari setelah sampai di Seoul, Cheondung dan Sulli yang sudah memiliki kost-kost.an segera mencari pekerjaan. Seperti yang mereka inginkan, mereka segera menghampiri semua coffe shop yang mereka temui. Sampai pada akhirnya mereka diterima bekerja disebuah coffe shop. Purple Coffe. Tempat dimana mereka berdua bekerja.

“Oppa,aku senang bisa bekerja disini. Kota Seoul memang indah”. Ucap Sulli senang.

“Geuroem. Aku juga senang Sulli-ah. Mulai sekarang mari kita bekerja keras sehingga kita bisa mengirim uang untuk keluarga kita di Busan”.

“Ok oppa. Sulli-Cheondung Fighting”. Ucap Sulli sambil mengepalkan kedua tangannya.

Tampak dari kejauhan mobil Ferrari putih berhenti didepan coffe shop. Semua pegawai pun langsung berhamburan keluar karena mereka tahu siapa yang ada didalam mobil itu. Sulli dan Cheondung yang notabenenya pegawai baru pun tampak kebingungan namun tetap mengikuti pegawai lainnya keluar. Tanpa komando para pegawaipun membentuk pagar manusia untuk menyambut kedatangan namja itu. Ketika namja itu keluar dari mobil semua pegawai termasuk manager membungkukkan badannya mengiringi langkah kaki namja itu.

“Selamat datang tuan muda Joon”. Ucap sang manager.

“Ne. Kalian semua ayo kembali bekerja”. Perintah Joon.

Sulli menatap lekat-lekat siapa namja itu. Pegawai lain memberitahunya bahwa dialah pemilik coffe shop tempat dimana ia bekerja. Badan athletis dan tinggi yang proposional membuat namja itu begitu sempurna. Wajah yang ramah dan senyum menawan membuatnya begitu terpesona. Malaikat. Itu yang dia berikan untuk bos.nya. Lee Joon.

Ketika namja itu duduk Sulli segera menghampirinya untuk memberikan menu.

“Silahkan tuan”. Ucap Sulli.

“Apa kau pegawai baru?”. Ucap Joon.

“Benar tuan.”

“Oh,bekerjalah dengan baik. Aku pesan 1 kopi Americano”. Ucap Joon dengan killer smile.nya.

“Ne. Harap tunggu sebentar tuan”.

10 menit kemudian.

“Selamat menikmati”. Ucap Sulli sambil menyerahkan kopi Americano yang Joon pesan.

“Gomawo. Ngomong-ngomong dari mana kau berasal?”

“Busan tuan”.

“Lulusan …. ?”.

“SMA. Sebenarnya saya disini bekerja untuk mendaftar kuliah. Tapi saya belum mengumpulkan cukup uang”.

“Oh. Ya sudah kalau begitu”.

“Permisi tuan”.

Setelah kepergian Sulli, Joon mengeluarkan LG Optimus 2x.nya untuk menghubungi seseorang. Ji Yong Hyung >>>> CALL.

“Yeoboseyo. Waeyo joonie-ah”.

“Hyung. Aku sudah menemukan wanita yang cocok”.

“Jinjjaeyo? Syukurlah kalau begitu. Siapa dia?”

“Pelayan cafeku hyung”.

“Mwo…..? pelayan?”

“Ne. Btw,udah dulu yya hyung. Annyeong….”

Joon menutup ponselnya tanpa menunggu balasan dari seberang sana. Ditempat duduknya. Ia memandang keluar kejalan raya dengan sebuah senyum yang tergurat diwajahnya. Terlihat jelas jika dia sedang merencanakan sesuatu.

Continued in Chapter 2

 

23 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s