Oppa Is Mine ( Part 3 )

Image

Author             :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Friendship, School

Rated              :   PG-17

Main Cast      :  –    Sunny ‘SNSD’ as Lee Sunny

–         Song Joong Ki as Song Joong Ki

–         Kyuhyun ‘Super Junior’  as Cho Kyuhyun

–         Yoona ‘SNSD’ as Im Yoona

–         Joon ‘MBLAQ’ as Lee Joon

–         Jooyeon ‘After School’ as Lee Jooyeon

__________

Annyeooooooong!!!! Apa kabar para readers?

Maaf ya.. Udah lama aku baru posting lagi, maklum aja kemarin lagi sibuk-sibuknya UN. Semoga di Part ini para reader ngga kecewa,,

Happy Reading!!

__________

“ Eh, kakek tidak perlu menunggu. Aku akan menjawabnya sekarang.” Lanjut Sunny.

“ Benarkah?” Kakek Song terlihat senang

“ Iya. A-aku… Aku….” Sunny ragu

Sesaat Sunny teringat dengan apa yang diakatakan Joongki Sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.

“ Ingat apa yang kau katakan padaku tadi pagi. Kau harus menolak perjodohan ini.” Joongki setengah berbisik ditelinga Sunny.

“ Iya, iya aku tahu. Tenang saja, percayakan semua padaku.” Jawab Sunny kesal.

Sunny dan Yoona berjalan menyusuri pantai. Hari ini langit sedikit mendung dan angin bertiup cukup kencang. Tidak ada satu orang pun yang berada di pantai kecuali mereka berdua.

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Dari kejauhan, ombak besar datang menuju arah pantai. Semakin dekat dengan pantai, ombak itu semakin tinggi.

Sunny yang panik, menarik tangan Yoona untuk pergi dari sana. “ Yoona, ayo lari.” Yoona diam, dan tak bergeming sedikit pun.

Tanpa sadar, ombak itu sudah menerjang mereka berdua. Sunny merasakan tubuhnya terombang-ambing didalam air. Tak lama air surut dan membawa Sunny ke tengah laut. Anehnya, Yoona masih berdiri kokoh di tepi pantai.

“ Yoona!!! Tolong aku!!” teriak Sunny dengan keras dan perasaan takut tergambar jelas diwajahnya. Yoona masih berdiri diam.

“ Yoo-naaaa!!!” Sunny timbul-tenggelam diatas air.

Ketika Sunny sudah mulai  hilang kesadaran, seseorang datang menyelamatkannya dan langsung membawa Sunny ke permukaan. Sunny langsung menarik napas panjang, dan otaknya mulai berfungsi kembali.

“ Ahjussi terima kasih.” Sunny tersenyum lemah kepada orang yang telah menyelamatkanya. Joongki membalas senyuman Sunny dan menaruh kedua tangannya diatas kepala Sunny, Sunny terlihat bingung dengan apa yang dilakukan Joongki.

Tidak disangka, Joongki malah menenggelamkan kepala Sunny ke dalam air. Sunny yang terkejut, hanya bisa berteriak dan berusaha untuk timbul ke permukaan.

“ Akan aku bunuh kau!” umpat Joongki dengan penuh rasa marah, “ Aku lebih senang, jika kau mati ditanganku sendiri!”

“ Ahjussi!! Lepaskan aku!!!!” teriak Sunny dengan kencang.

Tok~tok~tok

“ Ya! Buka pintunya!!” Joongki berteriak dari luar kamar Sunny

Mendengar pintu kamarnya diketuk dengan keras, Sunny segera terbangun dari tidurnya. Setelah melihat ke sekeliling kamarnya, Sunny terlihat lemas.

“ Untunglah, itu semua hanya mimpi.” Ucap Sunny penuh rasa syukur.” Tapi! Kenapa mimpi itu lagi? ini yang kedua kalinya aku memimpikan hal yang sama. Ya tuhaaaaaann!!” Sunny terlihat frustasi dan mengacak-ngacak rambutnya.

Dari balik pintu, Joongki yang khawatir mulai mencoba untuk mendobrak pintu kamar Sunny yang terkunci. Joongki mulai mengambil aba-aba untuk mendobrak pintu itu, 1..2..3.. Joongki berlari kearah pintu. Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Joongki tidak bisa berhenti, akhirnya menabrak Sunny yang berada di balik pintu.

“ Aaaaaaaaa!!” mereka berdua berteriak.

Brukkkkkk~

Sunny merasakan sesuatu yang berat, menimpa tubuhnya. Tak perlu waktu lama, Sunny segera membuka kedua matanya. Betapa terkejutnya Sunny, melihat Joongki berada diatas tubuhnya.

Mata mereka saling bertemu, sesaat mereka diam terpaku. Hingga suara ponsel Sunny menyadarkan mereka berdua.

“ Ya!!!! Pergi kau dariku!!” Sunny segera mendorong tubuh Joongki darinya.

“ Bisakah kau sedikit lebih lembut?” Joongki mengelus-ngelus kepalanya yang terbentur lemari ketika Sunny mendorongnya dengan kuat.

“ Salahmu sendiri, kenapa berlari didalam rumah dan menabrakku? Memangnya hanya kau yang merasakan sakit, AKU juga!!” Sunny tidak mau kalah

“ Kau pikir, aku akan tinggal diam jika mendengar seseorang berteriak-teriak didalam rumahku ini?” Joongki menatap Sunny dengan tajam.

“ Siapa yang berteriak?!” elak Sunny

“ Kau berteriak seperti orang yang kesurupan.” Jelas Joongki

“ Aku tidak berteriak.” Elak Sunny lagi.

“ Sudahlah. Mungkin aku yang salah dengar. Cepat siapkan sarapan!” Joongki yang tidak mau bertengkar segera beranjak keluar dan menutup pintu kamar.

Sudah enam bulan lebih mereka tinggal bersama. Ya, Sunny menerima perjodohan mereka. Satu minggu setelah kelulusannya, Sunny dan Joongki langsung menikah.

Awalnya Joongki sangat marah pada Sunny, karena telah menerima perjodohan mereka. Tapi seiring berjalannya waktu Joongki mulai tidak memperdulikan hal itu.

Meskipun sudah resmi menjadi sepasang suami istri, tapi mereka tidak bertingkah selayaknya sepasang suami istri. Mereka tidur dikamar terpisah, dan menjalani kehidupan mereka masing-masing.

“ Nanti malam mau makan apa?” tanya Sunny sambil mencuci piring bekas sarapan

“ Aku pulang terlambat hari ini.” Jawab Joongki sambil menyeruput tehnya dan bersiap untuk pergi bekerja.

Sunny berlari menuju pintu menyusul Joongki, “ Kenapa?”

“ Ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan. Aku pergi dulu.” Pamit Joongki

“ Hati-hati di jalan!” Sunny kembali masuk ke dapur dan melanjutkan mencuci piringnya.

Sepulang kuliah Sunny mengajak Yoona untuk menemaninya berbelanja kebutuhan rumah. Disela itu, Sunny menceritakan mimpi buruk yang baru saja dia alami semalam.

“ Apa?! Kau memimpikan hal itu lagi?” Yoona terkejut dan menghentikan langkahnya.

“ Iya.. Apa mungkin mimpi itu muncul karena perasaan bersalahku padanya?” tanya Sunny yang berjalan menjauhi Yoona

“ Mungkin saja. Lalu apa yang aka kau lakukan?” Yoona sudah kembali berada disamping Sunny.

“  Entahlah? Apa artinya aku harus berpisah dengannya?” Kini Sunny yang memberhentikan langkahnya dan menatap Yoona dengan nanar.

“ Kau ini. Apa mimpi seperti itu mengartikan kau harus berpisah dengan suami tercintamu?” Yoona balik bertanya.

“ Mungkin tidak. Hanya saja aku pikir ini tidak adil baginya. Dia tidak mencintaku tapi dia harus menikah denganku.”

“ Sunny, kau mencintainya bukan?” Sunny mengangguk pelan. “ Kalau begitu kau harus mempertahankannya dan buat dia mencintaimu. Lee Sunny Hwating!!” Yoona terlihat begitu bersemangat.

“ Tapi~”

“ Sunny percayalah, suatu saat dia akan membalas cintamu.” Yoona terlihat begitu meyakinkan.

“ Baiklah Yoona, Aku akan berusaha!!! Hwaiting!!”

Setelah dari supermarket, Sunny berniat membeli chesse cake di sebuah toko kue yang berada tidak jauh dari kantor Kejaksaan dimana Joongki bekerja. Saat itu jam menunjukan pukul 9 malam.

Ketika berjalan menuju toko kue, dia berpapasan dengan seorang wanita cantik yang sangat dia kagumi. Sunny langsung berhenti dan mengalihkan pandangannya pada wanita itu. Sunny melihat wanita itu memasuki sebuah restoran italia.

Tanpa pikir panjang Sunny mengikuti kemana wanita itu pergi. Sudah lama dia memimpikan hal ini, bertemu dengan model sekaligus aktris terkenal yang sangat dia kagumi. Setelah masuk ke dalam restoran Sunny langsung duduk di meja yang berdekatan dengan idolanya itu.

Sunny terus memandangi Lee Jooyeon dari mejanya, dia menunggu waktu yang tepat untuk meminta sebuah tanda tangan dari idolanya itu. Saat melihat ada kesempatan Sunny segera bersiap, tapi kemudian seorang laki-laki dengan setelan jas datang menghampiri Jooyeon. Seseorang yang sangat Sunny kenal. Setelah laki-laki itu memberikan salam pada Jooyeon, Jooyeon langsung berdiri dan memeluk dengan erat serta mencium pipi laki-laki itu dengan begitu mesra.

Di seberang Sunny hanya bisa diam memandangi dengan rasa tidak percaya. Tiba-tiba rasa kecewa dan marah menyelimutinya.

“ Ahjussi.. Apa yang dia lakukan?” Sunny berbicara pada dirinya sendiri “ Jadi ini urusan yang dia maksud.”

Sunny dengan gontai berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan keluar melewati meja dimana Joongki dan Jooyeon sedang mengobrol. Ketika berjalan mendekati meja mereka Sunny mengalihkan pandangannya pada Joongki. Joongki segera mengalihkan pandangannya dari Jooyeon, ketika menyadari sesorang sedang memperhatikannya.

Joongki terlihat begitu terkejut melihat Sunny berjalan mendekatinya. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Apa dia harus memperkenalkan Sunny pada Jooyoen? Dan membuat Jooyoen terluka..

Tapi Joongki lebih memilih untuk tidak menghiraukan kehadiran Sunny. Dan Joongki kembali mengalihkan pandangnnya pada Jooyeon, dan membiarkan Sunny berlalu begitu saja.

“ Ya, oppa. Kenapa kau tidak mendengarkan aku?” sayup-sayup Sunny dapat mendengar perkataan Jooyeon.

‘ Cih, dia bilang Oppa!’ Pikir Sunny dan tersenyum sinis

Sunny duduk sendirian di sebuah taman yang berada di dekat sekolahnya dulu. Taman itu sering ia kunjungi ketika dia sedang merasa tidak baik. Sejak SMA dulu, Sunny sering mengunjungi taman ini jika dia ingin mendapatkan ketenangan.

Tanpa sadar air mata mengalir keluar dari pelupuk mata Sunny, ketika dia mengingat insiden di restoran tadi. Dia menangis dalam kesendiriannya. Sunny kecewa dengan sikap Joongki saat bertemu dengannya tadi. Dia tidak habis pikir kenapa Joongki bisa begitu tega berlaku seperti itu pada dirinya..

Sunny tidak tahu bahwa ada sepasang mata yang memperhatikannya sejak tiba di taman ini. Seorang laki-laki dengan pikiran kotornya, sedang menunggu saat yang tepat untuk mendekati Sunny.

“ Nona, sedang apa kau sendirian disini? Mau aku temani?” Laki-laki paruh baya itu sudah duduk didekat Sunny dan tangan nakalnya mulai merangkul Sunny.

“ Maaf jangan ganggu aku.” Dengan sopan Sunny melepaskan rangkulan laki-laki itu.

“ Sudahlah kau jangan menagis lagi, aku bisa memberikan kebahagian padamu.” Tangan laki-laki itu mulai mendekap erat Sunny.

Sunny yang panik langsung berusaha melepaskan dekapan laki-laki itu, “ Ya!! Lepaskan aku!!” teriak Sunny ketakutan.

“ Ayolah nona, kau tidak perlu jual mahal seperti itu.” Lanjut laki-laki itu lagi.

“ Lepaskan aku!!!!” teriak Sunny dan mendorong laki-laki itu dengan kuat hingga terjatuh.

“ Aishh, jadi kau mau main kasar. Baiklah kalau begitu!” Laki-laki itu menarik lengan Sunny dengan kasar, tapi Sunny terus melawan.

Ketika Sunny terus berusaha melepaskan diri, Laki-laki itu menampar pipi Sunny dengan keras hingga membuat Sunny terjatuh ke tanah.

“ Ahjussi, lepaskan tanganmu darinya!” seseorang datang ketika ahjussi itu menarik Sunny dengan paksa.

“ Ya! Memangnya kau siapa? Berani sekali mengganggu kami.” Lanjut laki-laki itu, tanpa melepaskan genggamannya.

“ Lepaskan tangan kotormu itu darinya!” namja itu mulai berjalan mendekati mereka. Di bawah cahaya lampu taman, siluet wajah namja itu terlihat dengan jelas.

“ Dia milikku.” Lanjut laki-laki tua itu.

“ Baiklah kalau begitu.”

Buggggh~

Kyu memukul wajah ahjussi itu dengan keras hinggu membuatnya jatuh tersungkur.

“ Yaaaaaaa!!” laki-laki itu bangkit dan langsung menerjang Kyu. Tapi Kyu berhasil menghindar, dan laki-laki itu kembali terjatuh. Entah rasa malu atau takut, ahjussi itu segera pergi dari hadapan mereka.

“ Kau tidak apa-apa?” tanya Kyu

“ Aku baik-baik saja.” Sunny memaksakan senyum diwajahnya.

“ Biar ku bantu.” Kyu membantu Sunny untuk berdiri.

“ Terima kasih.” Ucap Sunny

“ Kau hanya sendirian?” tanya Kyu lagi

“ Iya.”

“ Kalau begitu aku akan mengantarmu pulang.” Kyu terlihat sedikit kikuk saai itu.

“ Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri.”

“ Tidak, aku akan mengantarkanmu pulang. Aku tidak mungkin membiarkanmu pulang sendriran, mengingat kejadian tadi.”

“ Ba..baiklah.”

Sunny dan Kyu berjalan pulang. Tapi ini bukan jalan menuju rumah Sunny melainkan jalan menuju rumah Yoona. Sunny memutuskan untuk tidak pulang dulu ke rumah. Sebelum dia merasa dirinya lebih baik. Dia tidak mau Joongki melihat dirinya seperti ini.

“ Bukankah ini rumah temanmu, Im Yoona?” tanya Kyu ketika tiba didepan rumah Yoona.

“ Iya, tapi dari mana kau tahu?” Sunny tidak tahu bahwa Kyu tahu kalau rumah ini adalah rumah Yoona.

“ Aku pernah mengerjakan tugas sekolah dirumahnya saat kita kelas satu.”

“ Iya, benar juga.”

“ Tunggu! Apa kau kabur dari rumahmu?” Kyu langsung menatap Sunny tajam.

“ Apa? A-aku tidak kabur, aku sudah bilang kalau aku menginap dirumah Yoona malam ini.” Akhirnya Sunny dapat menemukan alasan yang tepat, setelah memikirkannya di tengah perjalanan tadi.

“ Benarkah?”

“ Aku tidak bohong.” Sunny menegaskan.

“ Baiklah, cepatlah masuk. Aku pulang dulu.”

“ Iya..”

Tiga langkah Kyu berjalan Sunny memanggilnya. ” Kyu!” Kyu berbalik, “ Terima kasih.” Sunny tersenyum.

Setalah Kyu hilang dari pandangan Sunny, Sunny langsung membunyikan bel rumah. Tak lama Yoona keluar membukakan pintu untuk Sunny.

“ Sedang apa kau malam-malam disini?”

“ Aku kabur dari rumah.” Jelas Sunny

“ Apa?!”

“ Biarkan aku masuk dulu, nanti aku ceritakan.”

“ Ba-baiklah, ayo masuk.”

Ketika sampai dirumah, Joongki merasa ada yang aneh, karena rumah terlihat begitu sepi dan lampu-lampu belum dihidupkan.

“ Kenapa gelap sekali? Apa anak itu ketiduran?”

Joongki membuka pintu kamar Sunny, tapi Sunny tidak ada disana. Seluruh ruangan dirumah dia datangi, untuk mencari istrinya itu.

“ Apa dia pergi ke rumah Kakek Lee? Mungkin saja.” pikir Joongki

Setelah mandi dan merapikan diri, Joongki segera mengambil ponsel dan menekan nomor di ponnselnya. Dia menghubungi Lee Joon, untuk meyakinkan kalau Sunny berada di rumah kakeknya.

‘ Yeobseyo?’ sapa Joon di seberang telpon

“ Ini aku, apa Sunny ada disana?”

‘ Sunny? Dia tidak ada disini. Memangnya dia tidak ada dirumah?’

“ Jadi dia tidak disana. Iya dia tidak ada dirumah.”

‘ Mungkin dia masih ada perlu diluar jadi tidak buru-buru pulang.’

“ Mungkin saja, kalau begitu sampai jumpa.” Joongki segera menutup telponya, dan kembali menekan nomer ponsel. Kali ini dia berusaha untuk menghubungi Sunny.

Berkali-kali Joongki berusaha menghubungi Sunny, tapi tidak ada jawaban dari Sunny. Dan Joongki mulai khawatir, kalau-kalau terjadi sesuatu pada Sunny.

“ Apa sesuatu terjadi padanya? Ah tidak mungkin.” Joongki mengingat-ingat siapa yang harus dia hubungi untuk mencari keberadaan Sunny. Hingga akhirnya dia tahu siapa orang yang tepat.

Sinar matahari yang menyilaukan, membangunkan Sunny dari tidurnya. Seperti biasa, dia akan membuka matanya dan mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar setelah bangun. Tapi ada yang aneh, sejak kapan kamar Yoona berubah warna menjadi warna putih seperti kamarnya.

Sunny segera bangkit dan sekali lagi melihat sekelilingnya. Sunny sangat terkejut menyadari bahwa dia berada dikamarnya sendiri.

“ Bukankah aku menginap dirumah Yoona?” pikirnya

Sunny mencubit pipinya yang chuby memastikan bahwa dia tidak sedang bermimpi, dan benar saja dia tidak sedang bermimpi.

“ Kau sudah bangun?” Tiba-tiba Joongki masuk kedalam kamar

“ Kau yang membawaku pulang?” tanya Sunny

“ Kemarin istri jaksa Park datang ke kantorku dan meminta aku memberikan ini padamu. Aku lihat sepertinya kalian sudah sangat akrab dengannya.” Joongki mengalihkan pembicaraan.

“ Kenapa kau membawaku pulang?” Sunny kembali bertanya pada Joongki

“ Apa?”

“ Kenapa kau membawaku pulang?!!!” Sunny mulai menaikan nada suaranya.

“ Kalau aku biarkan, kau hanya akan membuat Yoona dan keluarganya menjadi repot.” Jelas Joongki sedikit mengarang.

Insiden di restoran kembali terlintas dipikiran Sunny, dan itu membuat amarahnya kembali memuncak. “ Apa pedulimu?! Urusi saja urusanmu sendiri.”

“ Sudahlah, aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu.”

Ting~tong~ting~tong

Seseorang datang membunyikan bel, dan Joongki segera keluar dari kamar untuk melihat siapa yang datang.

Jooyeon sudah berdiri didepan pintu menunggu Joongki Untuk membukakan pintunya.

“ Halo Oppa!” sapa Jooyeon ceria.

“ Jooyeon?! bagaimana kau bisa tahu alamat rumahku?” Joongki sangat terkejut melihat kedatangan Jooyeon.

“ Salah seorang staff-mu tidak tahan melihat pesonaku dan memberikan alamat rumahmu padaku.” Jelasnya sambil menahan tawa.

“ Begitu.” Joongki memaksakan untuk tersenyum

“ Kau tidak mempersilahkan aku untuk masuk?” lanjut Jooyeon.

“ Oh, iya. Masuklah.”

“ Kenapa kau pindah rumah?” tanya Jooyeon sambil berjalan mengikuti Joongki.

“ Apa?” Joongki terlihat sedang memikirkan sesuatu.

“ Kenapa kau pindah dari rumah kakek?”

“ Itu.. itu karena rumah kakek terlalu jauh dari tempat kerjaku.”

“ Dulu kau tidak mempermasalahkan hal itu.”

“ Duduklah. Kau mau minum apa?” tanya Joongki

“ Tidak perlu, nanti aku ambil sendiri.” Jooyeon duduk di sofa yang berhadapan dengan dapur.

“ Kenapa kau tiba-tiba datang kemari?” Sekarang Joongki ikut duduk bersama Jooyeon.

“ Karena banyak hal ingin aku bicarakan denganmu.”

“ Bagaimana kalau kita bicara diluar saja?” ajak Joongki yang begitu jelas mengkhawatirkan sesuatu.

“ Tidak, disini lebih nyaman.” Jawab Jooyeon rileks

“ Begitu.”

“ Oppa, kau tidak suka aku datang kesini ya?” Jooyeon merasakan kalau Joongki tidak mengharapkan kedatangannya.

“ Tidak, aku sangat senang kau mengunjungiku.”

Sunny yang dari tadi mengurung diri di kamar, akhirnya keluar untuk mengambil air minum karena kehausan. Sunny tidak tahu bahwa Jooyeon datang bertamu ke rumah mereka. Karena sudah terlanjur keluar, Sunny pun berlagak tidak peduli.

“ Kau tidak sendiri?” tanya Jooyeon heran, melihat Sunny lewat menuju arah dapur.

“ Iya.”

“ Siapa dia ?” tanya Jooyeon pensaran

“ Apa?”

“ Siapa dia oppaaa?!”

“ dia… dia..” Joongki terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan Jooyeon.

____________

Gimana ceritanya? Hehe

Author ngga lupa-lupa buat minta komen dan ide dari para readers semua dengan jalan cerita berikutnya….

Terima kasih buat para readers yang udah mau baca cerita ini.

*peluk cium buat readers

Buat para readers yang suka main castnya Sunny, dateng aja ke wordpress-ku disana ada banyak FF tentang Sunny yang aku buat sendiri.

www.sunshineer.wordpress.com

Sampai jumpa di part selanjutnya.. Annyeong!

PLEASE YOUR COMMENT!!


12 responses

  1. kapan lanjutannya?

    oia Thor, kasih batas ya kalo tiap ganti scene.

    salah joongki oppa plin plan. kalo masih cinta jooyeon, kenapa mw aja nikah ma cwe lain??
    kekekke.
    Jaksa park siapa siy? aku kurang mudeng.

  2. Waaaa thor aku seneng setengah mati pas liat lanjutan ff ini , sumpah udh lama aku nunggu lanjutan ff ini..
    Tiap chap baru konflik’y makin seru aja.
    Ok thor lanjut ASAP!!!😄

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s