(Freelance) Crazy Girl!

Author: Sella Enoviana

Cast:
Park Hyun Hee (yeoja, fictif)
Kim Jong Woon
Cho Kyuhyun (Jong woon’s friend)
Genre: School, Romance.
Rate: +13

Semua orang berbicara, semua orang berfikir. Semua orang berbicara sesuai dengan apa yang mereka fikirkan. Tapi, ada juga yang perkataannya berbeda dengan apa yang sedang difikirkannya.

(Hyun-hee POV)
Ah. Berisik sekali disini. Aku bahkan bisa mendengar semua yang mereka bicarakan dengan telinga yang bahkan sudah ditutup rapat dengan headset. Beginilah keseharianku, berdiam diri di tempatku, tempat terasingkan yang ada di pojok belakang ruang kelas yang super duper bising ini, dengan headset yang -sepertinya- tidak pernah lepas dari telingaku dengan music yang tershuffle otomatis dan bervolume maksimal.

Tidak ada yang memperhatikanku, atau mungkin tidak ada orang yang menyadari keberadaanku di ruang kelas ini. Ya, itu lebih baik.
Seharusnya aku sama seperti gadis-gadis SMA normal lainnya, seharusnya aku sibuk bergosip kesana kemari tentang namja namja tampan yang ada disekolah ini, seharusnya aku sedang sibuk-sibuknya belajar make up dan sebagainya, seharusnya aku tidak terasingkan.

Ya, aku memang tidak normal. Orang lain hanya bisa mendengarkan suara-suara yang keluar dari mulut saja, tapi aku? Ah.. Aku bisa mendengar apa yang mereka fikirkan! Menyeramkan, kan?

 
Aku tidak punya teman. Bukannya tidak mau atau menutup diri, tapi setiap kali aku mencoba bergaul dengan gadis-gadis lain, mereka selalu menghindar. Semua orang menghindariku.

Ya, mereka tidak ingin fikirannya didengar dan dibaca oleh ‘Gadis Peramal’ sepertiku, begitulah julukan yang mereka berikan kepadaku. Aneh, Membaca fikiran kan berbeda dengan meramal masa depan seseorang?

“Kkkrrriiiiiiiiiiiingg”

Hhhh.. Bel aneh itu berbunyi lagi. Hah, bel macam apa itu? Bahkan suaranya mirip seperti telefon yang sedang berdering.
Hebatnya, suara bel -yang lebih pantas disebut suara telefon berdering- itu bisa membuat suasana bising dikelas berubah menjadi hening. Semua murid duduk di kursi mereka masing-masing.
Yah… Setidaknya sudah tidak ada suara-suara dari mulut mereka yang benar-benar mengganggu. Tapi tetap saja, aku masih bisa mendengar fikiran-fikiran mereka ditengah-tengah keheningan kelas. Ada yang protes karena suara Bel yang benar-benar jelek, ada yang memfikirkan PR nya yang belum selesai, ada yang… Aigoo! Kenapa aku memperhatikan isi fikiran mereka satu persatu! Tidak! Aku tidak boleh membaca fikiran mereka, aku tidak peduli. Aku menyingkirkan fikiran-fikiran yang ada diruang kelasku, lebih baik aku berkonsentrasi dengan music yang sedang kudengar.

(Jong Woon POV)
Hari ini aku kembali ke Seoul. Hah… Senangnya bisa kembali ke kota kelahiranku. Aku lahir di Seoul, tapi aku menghabiskan masa-masa remaja ku di Washington DC, eomma ku yang memaksaku tinggal dengannya, ya, eomma ku tinggal di Washington DC karena pekerjaannya, dia harus bekerja demi menghidupiku. Appaku sudah lama meninggal.


Dan hari ini aku kembali bersekolah. Inilah mimpiku, menghabiskan masa-masa SMA di Seoul, bermain dengan teman-teman, melirik yeoja yeoja, hahaha.. Pasti akan menyenangkan.
SMA baruku tidak jauh dari apartementku, mungkin sekitar 15 menit jika menggunakan kendaran bermotor

[Text Message]
Kyu: Ya! Kim Jong Woon! Apa kabarmu?! Ku dengar kau sudah ada di Seoul, huh? http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Me: Aku baik-baik saja. Hm ya aku sedang menuju sekolahmu sekarang http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Kyu: MWO?!?! Ke.. Ke sekolahku?! Untuk apa? http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Me: Baboya! Ya untuk sekolah lah! http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Kyu: Jinjja?!?!?! Whoa!! Aku benar-benar tidak tahu kalau kau akan bersekolah lagi di Seoul http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Me: Hahaha.. Sudahlah, jangan bermain hp disaat jam pelajaran!! Aku sudah ada disekolahmu sekarang http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Kyu: Jinjja?! Kau cepat sekali…. Hahaha! http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Me: Kau saja yang terlambat mengetahui kedatanganku! http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Kyu: Mian… Hehehe aku terlalu sibuk dengan yeojachingu ku hehe -,-

Me: Whoa! Siapa kah gadis -yang tidak beruntung- itu kyu? Hahaha http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Kyu: Huh! Kami saling mencintai!! Bisa kutebak kau pasti tidak punya yeojachingu mu kan? HAHA!! http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Hhh.. Kyu.. Dari dulu sampai sekarang masih saja begitu. Hm, dia sahabat kecilku di Seoul. Kami berteman sejak umur kami masih 3 tahun, tapi kami berpisah saat umur ku 10 tahun, saat itu Appa ku meninggal, dan eomma langsung mengajakku pindah. Hhh Eomma tidak mau ke Seoul, dia tidak mau megingat-ngingat appa lagi, kami benar-benar terluka dengan kematian itu. Tapi sekarang, eomma mengizinkanku tinggal di Seoul, ya.. Walaupun aku harus tinggal sendirian. Eomma dengan rutin mengirimkaku uang bulanan, untuk bertahan hidup di Seoul, sementara dia tetap di W.DC, sepertinya dia benar-benar tidak mau ke Seoul lagi.
Aku berjalan menuju ruang administrasi. Eomma sudah mengurus semuanya, aku hanya perlu mengkonfirmasi lagi.

“Anyeonghaseo, Kim Jong Woon imnida” kataku sambil membungkuk kepada wanita yang sedang berada diruang administrasi.

“Anyeong. Oh, Kim Jong Woon? Selamat datang di Seoul, kami sangat senang menerima murid sepertimu disini, prestasimu sangat memuaskan.. Hari ini sudah siap untuk masuk kelas?” Kata wanita itu sambil memandangi penampilanku. Ya, aku sudah pakai seragam SMA ini, seragamnya sudah diberikan satu minggu yang lalu.

“Oh, ne. Saya sudah siap.” Kataku tersenyum.

“Baiklah kalau begitu, oh ya, kau bisa ikut dengan Mrs. Kate, dia guru bahasa inggrismu, dan akan mengajar ke kelasmu” kata wanita itu sambil melirik ke arah wanita yang disebutnya Mrs. Kate. Dan Mrs. Kate pun tersenyum kepadaku.

“Oke, follow me” Kata Mrs. Kate sambil berjalan meninggalkan ruang administrasi.

“Kamsahamnida” kataku tersenyum.

(Author POV)
Mrs. Kate dan Jong Woon berjalan menuju kelas 10-A, kelas unggulan yang dipenuhi orang-orang paling pintar disekolahnya. Kim Jong Woon beruntung bisa masuk ke kelas itu.
Mrs. Kate pun memasuki ruang kelas itu, dan Kim Jong Woon mengikutinya dari belakang.

“Good Morning Everybody” Kata Mrs. Kate.

“Good Morning Mrs…” Jawab semua murid.

“Hari ini kita kedatangan murid baru dari Washington DC” Lanjut Mrs. Kate sambil mempersilahkan Kim Jong Woon memperkenalkan diri.

“Mmm.. Anyeonghaseo Kim Jong Woon imnida” kata Jong woon.

“Anyeong…” Sapa semua murid, terutama para murid perempuan.

Semuanya sibuk mengomentari Kim Jong Woon. Mengomentari penampilannya yang menawan, mengomentari tempat asalnya yaitu Washington DC, dan mengomentari hal-hal sepele lainnya.

“Oke Kim Jong Woon, kau bisa duduk disebelah Cho Kyuhyun” Kata Mrs. Kate.

“Oh Ne, kamsahamnida..” Kata Jong Woon.

Jong Woon pun berjalan ke tempat duduknya. Dia sangat senang karena bisa duduk disebelah Cho Kyuhyun, sahabat kecilnya.

(Hyun Hee POV)

Mrs. Kate sudah mulai mengajar. Tapi fikiran semua orang tidak terfokus pada pelajaran bahasa Inggrisnya, mereka sibuk memfikirkan si murid baru. Mereka sibuk mencuri-curi pandang ke arah si murid baru itu. Hah, aku sama sekali tidak peduli.
Ah!! Bisa kah kalian diam?! Fikiran-fikiran kalian sangat berisik!! Bahkan volume maksimal pun masih tidak bisa menutupi kebisingan fikiran-fikiran kalian!

“Berhentilah berfikir tentang si anak baru itu! Aku bisa mendengarnya!! BERHENTI!”

Aku frustasi. Aku berbicara didalam fikiranku, memarahi fikiran-fikiran semua orang tentang si anak baru. Kenapa sih semua orang memikirkannya?!

“Mrs. Kate!” Aku mengangkat tanganku sambil berdiri.

“Wae, Park Hyun Hee?” Jawab Mrs. Kate. Ah sial! Semua orang sekarang memandang heran ke arahku yang tiba-tiba saja berdiri.

“Aku ingin ke toilet.” Kataku.

“Ne.. silahkan” Kata Mrs. Kate mengizinkanku.

Setidaknya di toilet tidak ada orang. Setidaknya di toilet aku tidak akan mendengarkan fikiran-fikiran orang tentang si murid baru itu. Toilet memang tempat yang terbaik.

(Jong Woon POV)
Aneh sekali yeoja itu. Park Hyun Hee? Itu namanya? Hm.

“Ya, Cho Kyuhyun” Bisikku memanggil kyu.

“Wae?” Jawab nya.

“Park Hyun Hee itu.. Ada apa dengannya?” Tanyaku.

“Ssstt.. Jangan memfikirkannya, dia bisa membaca fikiranmu! Dan Mrs. Kate akan memarahi kita kalau tahu kita mengobrol di jam pelajarannya”

“Eh.. Um oke” Lebih baik aku diam.


Hmm ini sudah waktunya istirahat. Mrs. Kate juga sudah meninggalkan kelas. Tapi mana yeoja itu? Kenapa dia masih belum kembali? Apa dia tenggelam di toilet?

“Ya!! Kim Jong Woon! Kau tidak ke kantin?” Kyu mengagetkanku.

“Aniyo.. Aku tidak ingin makan”

“Ish kau ini.. Tenanglah.. Makan di kantin tidak akan membuatmu gemuk..” Ledeknya.

“Andwae… Aku hanya.. Um, ya! Kalau mau ke kantin, kesana saja sendiri” Jawabkku.

“Hmm.. Kau mau menunggu Park Hyun Hee, ya? Haha dia tidak akan kembali..” Katanya.

“Mwo?! Kenapa tidak kembali?” Tanyaku bingung.

“Dia memang begitu” Jawab Kyu.

“Ah sudahlah.. Aku tidak mau makan.” Kataku.

“Terserahlah” Kyu meninggalkanku sendirian.

Jadi.. Park Hyun Hee itu tidak akan kembali ke kelas? Apa yang dia lakukan ditoilet?

“Kreek…”

Pintu terbuka. Ah! Ternyata dia kembali!
Aku melirik kearahnya. Dia menatap ke arahku. Tatapan itu.. Menyeramkan.

“Wae?” Tanyanya.

“Aniya….” Jawabku, gugup.

Dia berjalan ke tempatnya. Ya, tempat duduknya berada di belakang tempat duduk Kyu, dan ada di serong kiri tempat dudukku. Aku bisa dengan mudah meliriknya dari sini, hehe..

“Ya! Berhentilah memfikirkanku!” Teriaknya mengagetkanku.

“Eh? Mianhae….” Aku malu, Babo.. Aku ketahuan sedang memfikirkannya, oh iya dia memang bisa membaca fikiran semua orang. Wah hebat sekali dirinya.

“Kubilang berhenti memfikirkanku!” Bentaknya.

“N.. Ne.. Mian..” Ya! Kim Jong Woon! Berhentilah memfikirkaya! Aigoo!

Disini hanya ada kami berdua. Ah! Aku gugup jadinya. Aku mencoba meliriknya, sepertinya dia tidur. Woah hebat sekali dia, sering tidur dan jarang berada dikelas tapi bisa menjadi salah satu dari ke 35 murid unggul disekolah ini.
Tanpa sadar aku terus memandanginya dari tempat dudukku. Yeoja aneh ini cantik juga.. Hehehe. Eh? Aigoo! Aku masih memfikirkannya. Bagaimana kalau tiba-tiba dia bangun dan memergokiku? Ah aku harus berhenti memfikirkanya! Eh, tunggu, kalau dia bisa membaca fikiranku seharusnya daritadi dia sudah memergokiku, kenapa sekarang dia tetap tertidur?

“Ya! Kim Jong Woon!” Aigoo.. Kyu mengagetkanku saja.

“Mwo?”

“Sedang apa kau?” Tanyanya.

“Duduk”

“Oh iya ya.. Hahaha”

Kyu ini aneh sekali.
Dia menghampiriku dan duduk di kursinya. Dia sempat melirik Park Hyun Hee yang tertidur ditempatnya.

“Yeoja aneh ini tertidur lagi..” Katanya.

“Ssst! Baboya! Diam! Bagaimana kalau dia terbangun dan mendengar kita?!! Pelankan suaramu!!” Kyu ini bodoh sekali.

“Hah! Kau tidak lihat dia memakai headset -tersembunyi- ditelinganya? Lagi pula dia tidak akan bangun hanya karena 2 orang berbicara disekitarnya. Dan dia tidak bisa membaca fikiran orang kalau dia lagi tidur! Baboya!” Kyu malah balik membentakku.

“Oh.. Mianhae.. Hehehe”
“Umm.. Kyu dia itu yeoja seperti apa? Apa benar dia bisa membaca fikiran orang? Dan kenapa dia seperti itu?” Tanyaku bingung.

“Yaaa.. Sebenarnya kalau dilihat sepintas dia seperti yeoja biasa lainnya, tapi.. Kemampuan magis nya membuatnya terlihat menyeramkan. Hiiii.. Dia memang bisa membaca fikiran orang! Mana ku tahu kenapa dia bisa memiliki kemampuan seperti itu, yang pasti itu bakat dari lahir” Katanya.

“Ah, apa buktinya kalau dia bisa membaca fikiran orang?” Aku masih tidak percaya.

“Jadi… Waktu hari pertama masuk, aku dan namja-namja lain berkumpul dan ‘mengobrol’ tentang yeoja-yeoja dikelas ini… ekekekk” Dia terkikik menceritakannya.

“Woah! Kalian pasti berfikiran yadong ya?! Hahahaha! Apa yang kalian bicarakan hah?!” Aku menggodanya.

“Aku kan namja normal, hahahaha.. Kau tidak tahu ya, yeoja-yeoja dikelas kita ini sangat.. Menggiurkan hehehee” jawabnya.

“Dasar yadong!”

“Tapi… Saat kami sedang memandangi Park Hyun Hee yang sedang duduk dikursinya dengan headset ditelinganya, tiba-tiba dia menatap ke arah kami semua! ‘Dasar Yadong!’ Begitu katanya. Padahal tadinya dia sedang melihat keluar jendela yang ada disebelahnya itu. Pokoknya dia itu sama sekali gak merhatiin kita, tapi dia tau apa yang kita fikirkan. Dan setelah dia berkata seperti itu, semua yeoja memandangi kami dengan pandangan ‘menjijikan’ dan kami benar-benar malu karena sudah tertangkap basah.. Dan sejak itu kami sudah tidak lagi melakukan obrolan ‘itu’.. ekekekekk” Dia masih terkikik-kikik mengingat-ingat kejadian memalukan itu.

“Dasar yadong!” Aku juga ikut tertawa mendengar ceritanya.

“Dasar Yadong!”

Omo! Ternyata Park Hyun Hee sudah bangun! Aigoo…. Aku malu sekali.

“Mianhaeyo, Park Hyun Hee..” Kataku.

Aku memberanikan diri membalikkan badanku untuk melihatnya. Mwoa?! Dia masih tertidur?! Jadi tadi itu dia mengigau?!

“Kyu.. Apa barusan itu dia mengigau?” Tanyaku.

“Molla… Mungkin saja” Dia juga bingung.

“Park Hyun Hee, apa kau mendengar pembicaraan kami?” Kyu memberanikan diri bertanya kepada Park Hyun Hee.

“Jangan ganggu. Jangan berisik. Dasar yadong” Park Hyun Hee tidak bergerak dari posisi tidurnya.

“Mmmm.. Tapi Park Hyun Hee.. Sebentar lagi waktu istirahat akan berakhir, kau tidak bisa tidur begitu saja” Kataku.

Tiba-tiba dia bangun dan terduduk tegak. Matanya masih terlihat mengantuk, dan rambut hitam panjanngnya tergerai berantakan. Dia menatapku dengan tatapan mengerikannya.
Aku terdiam, Kyu juga. Aku bisa merasakan dirinya yang gemetar ketakutan. Seperti melihat hantu rasanya!

“Aku bukan hantu.” Katanya sambil menatapku tajam. Dia benar-benar bisa membaca fikiranku. Rasannya mulutku tidak bisa bergerak, tatapannya, kata-kataya, suaranya, benar-benar membuatku ketakutan.

Kyu juga ketakutan. Kakinya menyenggol kakiku, pandangannya seperti mengatakan ‘Kita harus pergi dari sini sebelum gadis ini memakan kita!’ Tapi percuma, badanku benar-benar tidak bisa bergerak. Apa dia juga bisa mengendalikan seseorang?

“Jong Woon.. Ka.. Kajj.. Kajja..” Ajaknya. Tapi Kyu juga tidak bisa bergerak dari posisinya.

“Hahahaha” Park Hyun Hee tertawa. Tawanya terdengar sangat menyeramkan.

“Ya! Cho Kyuhyun, tenangkan dirimu. Kau bergetar sangat kuat, apa kau benar-benar ketakutan? Haha” Park Hyun Hee melirik ke arah kyuhyun, dia tertawa dan akhirnya pergi meninggalkan kami. Syukurlah dia pergi.

(Hyun Hee POV)
Baru kali ini aku melihat dua namja payah yang gemetar ketakutan saat aku memadanginya. Mereka benar-benar takut padaku. Aku bahkan bisa mendengar fikiran-fikiran mereka yang menangis ketakutan. Haha mereka seperti anak kecil yang baru melihat hantu saja.

“Apa aku seperti hantu? Cih.” Umpatku.

Daripada mereka mengompol dicelana -karena takut kepadaku- lebih baik aku pergi saja.
Hmm.. Kali ini aku harus kemana? Toilet? Ah.. Aku sudah bosan. Hmm.. Lapangan olahraga? Tepat sekali! Aku bisa tidur disana.

(Author POV)
Saat ini mereka sedang belajar Geografi. Semua murid mendengarkan dan fokus pada pelajaran itu. 10-A memang dikenal sebagai kelas uggulan yang seluruh muridnya disiplin dalam belajar, kecuali Park Hyun Hee. Dia datang dan pergi sesuka hatinya. Sayangnya tidak ada yang bisa menghentikannya. Prestasinya sebanding dengan sikapnya yang semaunya. Sehingga tidak ada alasan untuk melarangnya.
Dan saat pelajaran geografi akan berakhir, Park Hyun Hee baru kembali ke kelasnya.

“Ya! Park Hyun Hee! Dari mana kau?” Lee Kang In, guru geografinya memarahi Park Hyun Hee karena datang terlambat.

“Dari Lapangan” Jawab Hyun Hee santai. Semua murid menahan tawa mereka.

“Aigoo! Anak ini! Coba jawab pertanyaan dipapan tulis!” Perintah guru Lee.

“Ne, sonsaengnim.” Park Hyun Hee berjalan menuju papan tulis.

Dia mengambil spidol, berdiam diri sebentar. Membaca soal yang ada dipapan tulis, dan memfokuskan fikirannya. Dia membaca fikiran Mr. Lee, membaca jawaban yang ada difikirannya dan menuliskan jawabannya dipapan tulis. Mudah saja baginya.

“Sudah selesai, sonsaengnim.” Kata Park Hyun Hee sambil berjalan kembali ke kursinya.

“Siapa yang mengizinkanmu duduk?! Ya! Park Hyun Hee!” Mr. Lee sangat kesal dengan sikap Park Hyun Hee yang semaunya.

“Hm.. Apa ada yang salah dengan jawabanku?” Park Hyun Hee sudah duduk dikursinya. Semua murid menatapnya bingung.

“Kau ini….”

“KRIIINGGGGGG…” Bel pertanda usainya pelajaran geografi sudah berbunyi. Mr. Lee pun meninggalkan kelas 10-A dengan perasaan kesal. Tapi apa daya, Park Hyun Hee bisa mengerjakan soal buatannya tanpa kesalahan sedikitpun. Dia tidak bisa melarang muridnya yang satu ini.

(Hyun Hee POV)
Semua orang memfikirkanku. Mereka bertanya-tanya trik apa yang kugunakan saat ini. Mereka iri karena aku bisa menjawab pertanyaan itu, atau lebih tepatnya karena aku bisa membaca fikiran Mr. Lee yang berisikan jawaban dari soalnya sendiri. Banyak yang mencibirku. Ah. Mereka benar-benar membuat kepalaku pusing!

“Berhentilah menanyakan ‘Trik macam apa yang digunakan Park Hyun Hee’! aku tidak menggunakan trik sama sekali!!” Aku berteriak, aku berbohong. Saat ini kepalaku benar-benar penuh dengan fikiran semua orang diruangan ini.

Sekarang kelas berubah menjadi hening. Tidak adalagi yang berani memandangku, tidak adalagi yang memfikirkanku, kecuali si murid baru. Hah, dia masih saja bertanya-tanya apa aku ini benar-benar ‘Gadis Peramal’
Aku mengambil selembar kertas, dan menuliskan sesatu diatasnya.

“Kim Jong Woon” Panggilku.

“N..Ne?” Dia membalikkan badannya, dia gugup saat mendengarku memanggil namanya. Terlihat jelas di wajahnya yang berubah pucat.

Aku memberikan kertas itu kepadanya. Dan aku pergi meninggalkan kelas tepat disaat sosaengnim masuk ke kelasku. Hm, sudah masuk jam pelajaran Fisika ternyata. Masa bodo, aku tidak peduli. Aku tetap berjalan keluar. Padahal Ms. Henna sudah memerintahkanku untuk masuk kembali ke kelas. Nanti juga aku akan kembali ke kelas! Ya… Nanti.

(Jong Woon POV)

[Tulisan diatas kertas]
“Berhentilah memfikirkanku, Kim Jong Woon! Kalau kau masih memifikirkanku, kau tidak akan pulang dengan selamat. See you later http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gifhaha”

Aneh. Bagaimana seharusnya perasaanku saat mendapat surat ini? Takut? Senang? Bingung? Entahlah.. Mungkin senang. Hehe.. Dia tau namaku, dan..
Tunggu.. Dia bilang ‘See you later’ berarti dia akan menemuiku? Jinjja?! Kenapa aku jadi gugup begini. Apa dia menyukai ku? Hehe yeoja itu manis juga.

Eh tunggu dulu.. dibelakang kertas itu ternyata masih ada tulisan lagi

 

[Tulisan dibelakang kertas]

“Sepulang sekolah teraktir aku ramen, arasseo?!”

 

Whoa! Dia mengajakku, kencan? Kekekekekke..

Eh, perasaan apa ini? apa aku jatuh cinta kepada gadis peramal itu?

 

-To Be Continued-

9 responses

    • Hehehee saya sudah kirim part 2 nya ke email adminnya hihihi…
      Doakan saja semoga cepat di post hahaha🙂
      Thanks for reading..
      kamsahamnida

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s