[CHAPTER 1 of 3] I Love You

Title : I Love You

Author : Park Young Hee (@annisasiwon)

Main Cast : Sooyoung-Siwon

Other Cast : Super Generation

Type : Chapter

Genre : Romance, friendship

Rating : PG-16

okelah sesuai dengan janji saya sebelumnya, saya akan mempublish ff chapter 1 ini. sebenarnya ff ini mau dibikin oneshoot aja, eh keasikan malah jadi buat 3 chapter. hehhehe

R : author kebanyakan cincong nih, mana ffnya? (digebukin readers)

A : hehehhe. sorry sorry sorry sorry (ala lagu suju sorry sorry)

oke deh abaikan percakapan aneh tadi. ehehhe.

yang udah pada penasaran, langsung aja deh. hehehhe

Check this out.

***

-Sooyoung pov-

Hari ini cuaca sangat derah, kupandangi langit dari jendela kelas. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Namun ada pemandangan yang lebih indah lagi dari langit ini, yaitu pemandangan ketika aku melihat Siwon dan teman-temannya masuk kekelas. Entah kenapa hari ini dia begitu tampan, meskipun sebenarnya setiah hari dia selalu tampan, bahkan sangat tampan. Terkadang aku heran, kenapa ada pria yang sangat sempurna seperti dia. Aku menyukainya, aku sangat menyukainya, bahkan aku juca sangat mencintainya, meskipun dia tak prenah tahu perasaanku padanya.

“Annyeong, Soo-ah!” Sapanya kepadaku ketika dia menyadari kalau aku sedang melihatnya.

“Oh! Ne, annyeong!” Jawabku sedikit salah tingkah.

“Mengapa kamu melihatku seperti itu? Apakah ada yang salah denganku?” Tanyanya bingung. Akupun terdiam, harus jawab apa aku? Tidak mungkin kan kalau aku bilang bahwa aku menyukainya.

“Oh! Aniyo, tadi aku bingung saja, ada suara berisik apa? Ternyata suara kamu dan teman-temanmu.” Jawabku dengan gugupnya. “YA! Choi Sooyoung! Apa yang kamu katakan? Kamu benar-benar yeoja babo.” Batinku dalam hati.

“Oh! Mianhae kalau kami mengganggumu.” Katanya dengan begitu sopan. Entah kenapa, jantungku selalu berdetak cepat ketika dia berkata sopan padaku, padahal ketika kami hanya mengobrol berduapun, dia tidak pernah sesopan ini padaku. Dasar, namja aneh, meskipun begitu, aku tetap mencintainya.

“YA! Choi Sooyoung! Kamu menyukai Siwon ya?” Tanya Yesung tiba-tiba. Lagi-lagi aku bingung apa yang haru aku jawab. “Yesung. Kau berhasil membuatku tak berkutik dihadapan Siwon.” Batinku dalam hati.

“Aniyo. Jeongmal aniyo.” Jawabku dengan lantangnya. Akupu langsung keluar kelas sebelum Yesung dan teman-temannya yang lain menyerangku lebih banyak. Aku keluar kelas dengan perasaan yang sangat gugup. Karena terlalu gugup, tanpa sengaja aku menabrak Kyuhyun.

Bruk!

“YA! Kalau jalan lihat-lihat.” Bentaknya padaku.

“Mianhae.” Jawabku singkat kemudian berjalan cepat. Aku bingung, aku selalu tak bisa mengontrol perasaanku kepada Siwon. Aku selalu salah tingkah saat dia mengajakku bicara atau berada didekatnya, ketika dia bersama dengan teman-temannya yang jahil itu.

“YA! Soo-ah! Kenapa kau terlihat terburu-buru sekali?” Kata seseorang memanggilku, akupun menoleh kebelakang, dan ternyata itu adalah Tiffany, sahabatku.

“Oh! Fany-ah, waeyo?”

“Aku lihat kamu terburu-buru sekali keluar kelas. Memangnya ada apa sih didalam kelas?” Tanyanya sambil melihat kedalam kelas.

“Pantas saja, ternyata ada Siwon didalam.” Bisiknya padaku, akupun jadi resipu malu karena perkataannya.

“Sudahlah, jangan berkata seperti itu lagi, kalau mereka sampai dengar, bisa-bisa aku tidak punya muka lagi didepan Siwon.”

“Araso, kajja!” katanya sambil menarik tanganku, akuoun bingung dan langsung melepaskan tangannya.

“Mau kemana?”

“Kemana lagi, tentu saja kekantin, yang lain sudah menunggu, kajja!” katanya sambil menarik tanganku lagi, dan akupun menurut karena aku sangat senang diajak kekantin sekolah, karena berarti aku bisa makan beberapa cemilan.

Dan ternyata disana SNSD member sudah menugguku dan Tiffany. SNSD adalah nama grup yang aku dan teman-temanku bentuk. Aku sangat senang ketika aku sedang berkumpul dengan mereka.

“Maaf aku terlambat.”

“Kau darimana saja?” Tanya Hyoyeon penasaran.

“Aku dari kelas, aku tidak tahu kalau kalian disini.”

“Biasa, ada Siwon dikelas.” Celetuk Tiffany, yang lainpun menyorakiku, dan lagi-lagi aku tersipu malu mendengar perkataan mereka.

“Soo-ah, mau sampai kapan kamu menyimpan perasaanmu pada Siwon?” Tanya Yuri gemas karena sampai saat ini aku belum juga mengutarakan perasaanku pada Siwon.

“Lebih cepat lebih baik, kalau tidak nanti kamu akan sakit hati, kalau nanti kamu dengar Siwon telah memiliki seorang yeojachingu sebelum kamu mengutarakan perasaanmu padanya.” Kata Jessica sambil bermain dengan laptopnya.

“Na do mollaso. Kalaupun aku harus sakit hati ketika Siwon telah memiliki seorang yeojachingu, aku rela asal itu membuatnya bahagia.”

“Tapi ini sudah 5 tahun, sejak kita kelas 1 SMP, dan sekarang kita kelas 2 SMA. Bahkan kamu memilih sekolah ini agar kamu bisa satu sekolah lagi dengannya, sampai-sampai kamu memohon pada kita semua supaya kita semua juga bisa sekolah disini.” Jawab Yoona yang juga gemas denganku.

“Tapi aku takut.”

“Takut apa?” Tanya SNSD member.

Akupun menghela nafasku, “Selama ini dia sangat baik padaku, aku tahu itu psti karena dia tidak tahu kalau aku menyukainya, jadi kalau kami mengobrol suasana tidak canggung. Aku pikir kalau dia tahu perasaanku padanya, saat aku mengobrol dengannya suasana pasti akan sangat canggung, dan aku tidak mau hal itu terjadi. Menyukainya seperti ini, sudah sangat cukup bagiku.”

“Soo-ah, tapi setidaknya….”

“Sudahlah, aku tidak mau membahas hal itu lagi. Aku mau beli makanan dulu.” Kataku memotong pembicaraan Seohyun. “Ada yang mau menitip?” Tanyaku pada mereka, namun mereka hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka, pertanda bahwa kalau mereka tidak mau.

“Soo-ah, aku ikut!” Pinta Yoona.

“Kajja!”

-Siwon pov-

“Mwo? Sooyoung menyukaiku? Bagaimana ini bisa terjadi? Selama ini aku hanya menganggapnya sebagai adik. Ah! Paling juga baru, itu pasti belum lama. Aku justru lebih lama menyukai Yoona, aku sudah menyukai Yoona kurang lebih selama 2 tahun.” Batinku dalam hati. Entah kenapa terkadang aku selalu merasa Yoona menjaga jarak denganku, berulang kali aku mencoba mendekatinya, tapi dia selalu menjaga jarak denganku, apa itu semua karena dia tahu kalau Sooyoung menyukaiku. Yoona, aku benar-benar menyukaimu, bahkan aku mencintaimu.

“YA! Choi Si Won!” Panggil seseorang mengagetkanku, yang membuatku tersadar dari lamunanku, ternyata itu adalah Kyuhyun.

“Wae?” Tanyaku dengan kesalnya, namun Kyuhyun tidak menjawab pertanyaanku, dia hanya melihat-lihat kearah sekeliling kami, seperti sedang mencari seseorang, “Kau sedang mencari siapa? Kenapa kau memanggilku?” Tanyaku sekali lagi.

Namun dia tidak juga menjawabnya, “Itu dia.” Katanya ketika dia melihat pada satu arah.

“YA! Cho Kyuhyun! Siapa yang kau cari?” Tanyaku penasaran.

“Mencari Seohyun, dan sepertinya aku tahu kau sedang memperhatikan siapa.” Jawabnya, mungkin dia tahu kalau aku sedang memperhatikan seseorang.

“Nugu?”

“Im Yoon Ah.”

“Kau sudah tahu kenapa bertanya.” Jawabku dengan mengerutkan alisku.

“Tapi bukankah kau menyukai Sooyoung?”

“Awalnya aku memang menyukai Sooyoung, tapi entah kenapa aku merasa Seohyun lebih cantik, baik, dan pintar daripada Sooyoung. Sooyoung sangat galak sekali denganku. Sedangkan Seohyun, dia sangat baik padaku, dan jantungku selalu berdegup kencang saat aku berada dekat dengannya, dan aku selalu salah tingkah saat dia tersenyum padaku.”

“Jeongmalyo?”

“Ne.”

“Tadi kenapa kau memanggilku?” Tanyaku masih dengan pertanyaan yang sama, kalau sampai dia tidak menjawabnya juga, akan aku pukul dia.

“Oh! Itu. Ayo kita main basket! Yang lain sudah menunggu.” Akhirnya Kyuhyun menjawab pertanyaanku yang itu.

“Geurae. Kajja!”

Akhirnya aku dan teman-temanku bermain basket. Para murid siswi disini langsung memenuhi ruang basket sekolah untuk melihat permainan basketku dan teman-temanku. Semua bersorak menyemangati aku dan teman-temanku. Aku mencari Yoona diantara para siswi itu, tapi aku tak bisa menemukannya. “zapa karena dia tidak tahu hal ini? Tapi aku rasa itu tidak mungkin?” Keluhku dalam hati. Pertandinganpun akhirnya dimulai, saat ini aku sangat berharap Yoona ada disini untuk memberiku semangat. Dan aku sangat senang akhirnya yoona ada disini, aku seperti mendapat semangat darinya, meskipun hanya sebuah senyuman, dan akupun membalas senyumannta itu dengan senyumanku.

-Sooyoung pov-

Ternyata benar apa yang dikatakan kalau Siwon dan teman-temannya sedang mengadakan pertandingan basket disini. Aku sangat kagum dengan permainan Siwon, tidak aneh kalau dia dipilih sebagai ketua tim basket sekolah ini.

Wajahnya yang tampan, postur tubuh yang bagus, dan tidak heran juga kalau banyak siswi sekolah ini yang ingin menjadi kekasihnya, termasuk juga aku. Terkadang aku berpikir, selama 5 tahun aku menyukainya, tetapi aku selalu merasa tak pantas untu menjadi kekasihnya, tetapi aku ingin sekali menjadi kekasihnya, meskipun itu sepertinya tidak mungkin.

“YA! Lihat! Siwon tersenyum padamu, ciee.” Kata yoona menggodaku, yang membuatku tersadar dari lamunanku. Seketika itu, tanpa kusadari, jantungku berdetak begitu cepat. Benarkah yang kulihat ini? Benarkah Siwon tersenyum padaku? Ini seperti sebuah mimpi bagiku.” Pertanyaan itu membuatku bingung, “Apakah itu pertanda kalau penantianku selama ini akan berakhir? Jika iya, aku akan sangat bahagia, karena berarti penantianku selama ini tidak sia-sia.” Batinku dalam hati.

“YA! Soo-ah! Kenapa kau melamun?” Tanya Tiffany yang membuatku tersadar dari lamunanku tadi.

“Aku hanya tidak percara, kalau Siwon tersenyum seperti itu padaku tadi.”

“Bukankah selama ini dia memang selalu tersenyum padamu?’

“Ne, tapi yang kali ini sangat berbeda.”

“Apanya yang berbeda? Sepertinya biasa-biasa saja.”

“Aniya, coba saja kamu perhatikan.”

“Wah, ternyata benar. YA! Bukankah itu pertanda baik?”

“Molla.” Jawabku singkat sambil meninggalkan Tiffany dan teman-temanku yang lain diruang basket.

“YA! Kau mau pergi kemana? Pertandingannya kan belum selesai. YA! Soo-ah!” Kata Tiffany, namun aku menghiraukannya dan tetap berjalan kepintu keluar. Aku ingin berjalan-jalan keluar untuk mencari udara segar. Aku juga ingin menghilangkan pikiran-pikiran aneh yang ada didalam otakku. Aku sangat menyukai pemandangan ditaman sekolah, banyak sekali tumbuhan-tumbuhan hijau dan bunga-bunga yanng sangat cantik.

“YA! Soo-ah!” Teriak seseorang yang sedang memanggilku, akupun menoleh kebelakang dan ternyata itu adalah Jessica.

“Waeyo?” Tanyaku heran.

“Kenapa kamu disini? Kamu tidak pergi menonton Siwon?”

“Ani. Kamu sendiri?”

“Aku hanya tidak ingin melihat Yesung.”

“Waeyo? Bukankah kau menyukainya?”

“Entah kenapa saat ini aku berpikir untuk berhenti menyukainya. Aku sudah lelah menyukainya seperti ini.”

“Kenapa tidak kamu katakan saja perasaanmu podanya?”

“Aku rasa itu tidak perlu karena ku sudah mengetahui jawabannya.”

“Apa maksudmu?”

“Dia sangat menyukai Yuri. Dia terlihat sangat bahagia ketika membahas segala hal tentang Yuri.”

“YA! Ini tidak seperti Jessica yang kukenal. Jessica yang tidak mudah menyerah. Ayolah! Perjuangkan cintamu, tunjukkan perasaanmu padanya, agar dia bisa menyadari perasaanmu.”

“Gomawo Soo-ah. Kamu sendiri?”

“Naega?”

“Iya, kamu sendiri mengapa tidak pernah menujukkan perasaanmu pada Siwon?”

“”Molla, aku masih belum siap untuk melakukan hal itu, menyukai dan mencintainya seperti ini, sudah sangat cukup bagiku.”

“Oh! Na do.” Kamipun tertawa bersama.

Tak lama kemudian, Jessica meninggalkanku sendiri disini. Akupun memikirkan yang dikatakan oleh Jessica tadi padaku. Aku memberikannya solusi untu menujukkan perasaanya pada Yesung, tapi aku sendri justru tidak pernah melakukan hal itu. Selama ini aku hanya sebagai adik baginya, aku selalu salah tingkah jika dihadapannya jika dia sedang bersama teman-temannya, sehingga aku terlihat sangat bodoh dihadapannya. Akhirnya akupun memutuskan untuk kembali menyusul teman-temanku yang masih menonton pertandingan Siwon dan teman-temannya.

-Siwon pov-

Pertandingan inipun akhirnya selesai, meskipun grupku menang, tapi bukanlah hal yang penting bagiku, yang penting adahal kami bisa menjaga kekompakkan tim basket sekolah kami, dan juga aku dan teman-temanku bermain dengan bahagia. Tapi yang lebih membuatku bahagia adalah senyuman manis Yoona yang diberikan Yoona untukku, seakan aku telah mendapat energi baru. “Permainan yang bagus Siwon.” Kata-kata itulah yang ingin aku dengar dari Yoona. Tapi mengapa saat ini aku merasa senyuman Yoona itu bukanlah untukku, tetapi untuk orang lain, tapi aku harap itu memanglah untukku.

“YA! Yesung-ah, kapan kau akan menyatakan perasaanmu pada Jessica?” Tanyaku ketika Yesung datang kearahku sambil membawakanku cola kesukaanku.

“Sekarang juga.” Akupun terkejut dengan pengakuan dari Yesung. Meskipun ini bukanlah hal yang cepat, berhubung sebenarnya Yseung dan Jessica sudah lama saling menyukai.

“YA Jessica!” Teriak Yesung memanggil Jessica, dan teriakannya itu membuat kupingku terasa sakit.

“Ada yang ingin kukatakan padamu.” Kata Yesung yang mampu menahan semua penonton untuk keluar dari ruang basket. Terlihat sangat jelas wajah Jessica yang sedikit pucat. Jessicapun turun kelapangan dengan didampingi oleh teman-temannya dari grup SNSD, namun aku meminta teman-temanku dan teman-teman Jessica untuk mundur dan membiarkan hanya Yesung dan Jessica yang berada ditenggah lapangan. Jessicapun melangkah kearah Yesung dengan langkah yang amat ragu.

“Apa yang ingin kau katakan padaku?” Tanya Jessica dengan ragu.

“Dihadapan semua orang yang ada disini, aku ingin mengutarakan sesuatu padamu yang sangat penting padamu.” Kata Yesung dengan seriusnya, baru pertama kali aku melihta Yesung serius seperti ini karena biassanya dia selalu tidak pernah serius, dan wajah Jessicapun sedikit pucat.

“Apa itu?”

“Saranghaeyo.” Jawab yesung dengan lantang dan lancarnya. Semua mata yang mendengar dan melihat berteriak kagum dengan tindakan Yesung itu, meyatakan cinta dihadapan semua orang. Jujur aku benar-benar sangat kagum dengan Yesung, aku sendiri saja tidak mempunyai keberanian seperti itu untuk menyatakan perasaanku pada Yoona, gadis yang sangat aku cintai.

“Mwo? Jeongmalyo?” Tanya Jessica dengan kagetnya.

“Bukankah selama ini kau menyukai Yuri?” Lanjut jessica.

“Mianhae, sebenarnya selama ini aku telah membohongimu. Aku selalu bilang padamu kalau aku mencintai Mianhae, sebenarnya selama ini aku telah membohongimu. Aku selalu bilang padamu kalau aku mencintai Yuri, tap sebenarnya gadis yang aku cintai adalah dirimu. Itu semua aku lakukan karena aku ingin tahu apakah kamu juga mencintaiku seperti aku mencintaimu atau tidak. Kalau kau juga mencintaiku, kau pasti akan terlihat sedih jika aku menceritakan tentang gadis lain dihadapanmu, tetapi kalau kau tidak mencintaiku, maka saat aku bercerita tentang gadis lain, maka ekspresi akan biasa-biasa saja. Dan ternyata hasilnya adalah kau juga mencintaiku, buktinya kau selalu sedih saat aku selalu cerita kalau aku menyukai Yuri yang sebenarnya adalah tidak sama sekali.” Kata Yesung dengan panjangnya. Sebenarnya aku benar-benar bingung dengan penjelasan Yesung, tapi aku harap Jessica bisa mengerti penjelasan Yesung.

“Apa kalian sedang mempermainkanku?” Tanya Jessica dengan wajah bingungnya sambil melihat kearah Yuri dan Yesung bergantian. Yesungpin memegang tangan Jessica, mencoba meyakinkan Jessica tentang perasaannya pada Jessica. Para siswi yang melihatnya berteriak karena kagum. Akupun melihat kearah Yoona, sepertinya dia juga menginginkan hal yang sama, seperti Yesung pada Jessica. “Haruskah aku melakukan hal ini juga?” Batinku dalam hati.

“Aku serius Jessica.” Kata Yesung sambil menatap kedua mata Jessica.

“Joa, aku mau menjadi kekasihmu.” Kata Jessica kemudian memeluk Yesung, dan Yesungpun membalas pelukan Jessica. Mereka berdua terlihat sangat bahagia.

Akupun pergi meninggalkan ruangan basket. Kejadian ini membuatku sangat bimbang. Aku ingin mencari udara segar sambil melihat pemandangan taman sekolah untuk menenangkan semua pikiranku. Aku selalu merasa tenang bila berada disini. Jika aku memiliki masalah, semua pasti menghilang.

“YA! Wonnie oppa!” Teriak seseorang yang sedang memanggilku. Dan aku rasa aku sangat kenal suara orang yang memanggilku seperti ketika aku sedang sendirian.

-To Be Continue-

Oke deh, akhirnya selesai juga chapter  1 nya. Semoga para readers menyukainya, dan sesuai dengan harapan para readers yang bilang kalau summarynya bagus. Heheheh

Jangan lupa komennya ya. Hehehhe

Sampai ketemu di chapter 2 ya. Annyeonghi gaseyo readers.

4 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s