[CHAPTER 2 of 3] I Love You


Title : I Love You
Author : Park Young Hee (@annisasiwon)
Main Cast : Sooyoung-Siwon
Other Cast :
• Super Generation
• Dokter Kim a.k.a Kim Ki Bum (SHINee)
Type : Chapter
Genre : Romance, friendship
Rating : PG-16
Sesuai dengan janji author, chapter 2nya akan dipublish pada tanggal 25 Mei 2012. Heehehe. Jadi langsung ja ya. Hehhe

Happy reading! 

***
-Sooyoung pov-
“YA! Wonnie oppa!” Teriakku memanggil Siwon. Aku diizinkan olehnya memanggilnya seperti itu, karena dia sudah menganggapku seperti adiknya sendiri. Meskipun aku selalu merasa gugup padanya, itu semua karena dia sedang bersama teman-temannya, tapi saat hanya berdua dengannya, aku merasa sangat tenang, meskipun rasa gugup itu masih suka muncul saat dia tersenyum padaku. Tidak ada yang tahu kalau aku sangat dekat dengan Siwon, meskipun Tiffany sekalipun, SNSD member yang sangat dekat denganku dibandingkan dengan member yang lain.
“Waeyo?”
“Sedang apa oppa disini sendiri?”
“Menenangkan pikiranku.”
“Waeyo? Karena kejadian tadi? Yesung sangat romantis.”
“Soo-ah! Apakah semua gadis menyukai hal seperti itu?” Aku langsung terdiam mendengar pertanyaan Siwon. “Apa dia ingin melakukan hal itu juga, untuk mengutarakan perasaannya pada gadis lain? Tapi siapa gadis itu?” Pertanyaan itu membuatku sedikit sedih.
“Geureom. Tapi kenapa tiba-tiba oppa menanyakan hal ini? Apakah ada gadis yang oppa suka?” Tanyaku penasaran, aku sangat berharap kalau jawabannya adalah tidak.
“Ne.” Jawabannya membuatku sangat terkejut, entah kenapa saat ini hatiku terasa sangat sakit.
“Nugu?” Tanyaku bertambah penasaran.
“Yoona.” Jawabannya membuatku bertambah sangat terkejut, ternyata selama ini dia menyukai Yoona.
“Mwo? Yoona temanku? Tapi sejak kapan?”
“Ne, Yoona temanmu, SNSD member. Maaf selama ini oppa tak pernah mengatakannya padamu. Oppa sudah menyukai Yoona kurang lebih selama 2 tahun. Aku ingin sekali mengutarakan perasaanku padanya, seperti yang dilakukan Yeung kepada Jessica. Tapi oppa tidak memiliki keberanian seperti itu, dan sepertinya Yoona sangat mengharapkan hal itu. Tapi aku sangat takut ditolak olehnya.”
“Ungkapkan saja pada Yoona, meskipun oppa ditolak sekalipun, setidaknya oppa tahu perasaannya.” Jawabku dengan nada yang kurang bersemangat. Aku benar-benar tak bisa menerima semua kenyataan ini, yaitu kenyataan kalau sebenarnya Siwon menyukai Yoona.
Tak lama kemudian bel pulang sekolah berbunyi, karena seharian ini tidak belajar sama sekali, oleh karena itu Siwon membuat sendiri pertandingan basket dengan teman-temannya. Dengan perasaan sedikit sakit hati, kuterima semua kenyataan ini, asalkan itu bisa membuat Siwon bahagia, apapun akan aku lakukan, meskipun hatiku ini sangat berat untuk bisa menerimanya.
“Sudahlah oppa, ayo kita kembali kekelas, kita pulang, yang tadi jangan terlalu dipikiran.” Kataku mencoba membesarkan hatiku untuk bisa menerima semua ini dengan ikhlas. Namun bisa kulihat dengan jelas rawut wajah Siwon yang sedikit murung karena kejadian tadi. Akupun menepuk-nepuk pundaknya untuk memberikannya semangat lagi. Diapun akhirnya tersenyum padaku, jujur aku sangat bahagia bisa melihat senyumannya itu, seakan itu bisa sedikit memberi semangat untuk diriku sendiri.
“Oppa, tahukah kamu kalau aku lebih mencintaimu, daripada perasaanmu kepada Yoona.” Batinku dalam hati.
Aku dan Siwonpun kembali kekelas bersama, beberapa temanku yang melihat meledekku. Akupun sedikit tersipu malu, aku harap Siwon tidak menyadari hal itu. Siwonpun langsung memisahkan diri dariku untuk menghampiri teman-temannya. Aku melihat kearah Yesung dan Jessica, mereka terlihat sangat bahagia. Andaikan itu aku dan Siwon, dan andaikan itu adalah mimpi, aku berharap untuk tidak pernah bangun, dan menikmati kebahagiaanku bersama Siwon. Kulihat Jessica datang menghampiriku dan teman-temanku, dengan ekspresi bahagianya yang membuatku sedikit iri dengannya.

“Chukae Jessica! Kami sangat iri padamu.” Kataku memberi ucapan selamat atas kebahagiaan Jessica hari ini.
“Ne, gomawo Soo-ah. sudahlah jangan membahas itu lagi. Ayo kita pulang!”
“Kau tidak pulang bareng Yesung? Sekarangkan dia namjachingumu.” Ledek Tiffany.
“Ne, tapi aku belum terbiasa dengan ini semua. Dia akan mengikut kita dengan teman-temannya dari belakang.” Jawab Jessica sambil tersipu malu.
“Oh! Baiklah.” Kata Hyoyeon.
“Yoona, ada kejutan spesial untukmu dari Siwon, ditunggu yah.” Kata Jessica pada Yoona. Akupun bingung dengan perkataan Jessica itu. Apa jangan-jangan Siwon ingin mengatakan perasaanya pada Yoona sekarang. “Siwon jangan lakukan sekarang. Aku belum siap untuk menerimanya.” Batinku dalam hati.

-Siwon pov-
Akhirnya kuyakinkan hatiku untuk menyatakan perasaanku kepada Yoona, dihari yang sama dengan Yesung dan Jessica. Aku tak mau menyimpan perasaan ini lebih lama lagi. Tapi entah kenapa, saat ini aku justru merasa bersalah pada Sooyoung, sekarang aku sudah tahu kalau Sooyoung menyukaiku, tapi aku justru akan mengatakan perasaanku pada gadis lain didepan matanya, “Apakah yang kulakukan ini adalah hal yang benar?” Batinku dalam hati. Ah! Sudahlah, aku rasa Sooyounga akan mengerti ini semua, diakan sudah seperti adikku sendiri, jadi dia pasti akan mengerti hal ini.
“YA! Siwon! Kapan kau akan mengatakannya, dari tadi kau diam saja.” Tanya Kyuhyun protes karena sejak tadi aku hanya diam saja.
“Aku bingung harus mulai darimana.”
“YA! Jangan terlalu lama, dia akan bosan dan dia akan pulang nanti, kalau kau terus seperti ini padanya.” Kata Shindong mencoba memberiku saran. Baiklah akan kulakukan sekarang. Choi Si Won! Hwaiting!
“YA! Yoona!” Perasaanku sangat gugup saat ini, tapi aku harus bia melakukan hal ini.
“Wae?” Akupun maju sendiri kearah Yoona, akan aku lakukan dengan cara yang berbeda dengan Yesung, Teman-temannyapun akhirnya mundur, sesekali kulihat wajah Sooyoung, dia terlihat sedikit murung, tapi dia masih memberiku semangat, “Hwaiting oppa!” Begitulah kurang lebih kata-katanya.
“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”
“Mwo?”
“Saranghaeyo.” Jawabku singkat, meskipun ini sedikit sama dengan Yesung, tapi akan kucoba lakukan dengan cara yang berbeda.
“Mwo raguyo?” Tanya Yoona seolah tidak percaya dengan apa yang kukatakan.
“OPPA! AWAS!” Teriak seseorang sedang memanggilku, dan itu adalah suara sooyoung, mereka semua kaget mendengar Sooyoung memanggilku seperti itu, dan dari kejauhan kulihat sebuah mobil sedang datang kearahku.
Bruk!
“Soo-ah! Ireona! YA! Choi Sooyoung! Ireona!” Teriakku mencoba membangunkan Sooyoung, namun dia tetap tidak bangun, ku pegang kepalanya, ternyata kepalanya berdarah. Aku sangat tidak menyangka, dia akan melakukan hal ini untukku.
“Cepat panggil ambulan!” Teriakku kepada mereka semua yang melihat.
“Soo-ah, bertahanlah!” Teriakku dengan paniknya. Aku dan yang lain sangat panik, “Tuhan, inikah hukuman untukku. Kumohon jangan ambil Sooyoung! Jangan kau bawa dia pergi!” Batinku dalam hati.
“Soo-ah!” Teriak Yoona dan Tiffany sambil menangis. Para SNSD member yang lainpun juga ikut menangis.
“Soo-ah! Sadarlah!” Teriak Tiffany sangat kencang.
Tak lama kemudian, ambulanpun datang, kami langsung membawa masuk Sooyoung kedalam mobil dan membawanya menuju rumah sakit. Hanya aku dan tim dari rumah sakit yang berada dalam mobil ambulan, sementara yang lain, menyusul dengan mobil yang mereka bawa, karena kecelakaan ini terjadi saat kami ingin pergi keparkiran mobil yang ada disekolah.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, aku tak henti-hentinya menangis, aku sangat takut Sooyoung akan pergi, dan aku tak melepas tangannya. Aku terus menggenggam erat tangan Sooyoung. Entah kenapa aku begitu sedih dengan kejadian ini, padahal gadis yang aku suka bukanlah Sooyoung, tapi Yoona. “Mianhae Soo-ah. Jeongmal mianhae. Kumohon bertahanlah! Sekarang aku sadar kalau ternyata aku mencintaimu. Meskipun aku sangat terlambat menyadari hal itu, tapi sekarang aku benar-benar yakin dengan perasaanku padamu. Jadi komohon, bertahanlah untukku.” Batinku dalam hati sambil menggenggam tangan Sooyoung dengan sangat erat.
Akhirnya kami sudah sampai dirumah sakit, tim dokterpun langsung sibuk menangani Sooyoung, aku menunggu diiluar kamar Sooyoung, dan tak lama kemudian teman-temanku dan Sooyoung datang. Mereka juga sangat cemas dengan Sooyoung, tapi aku rasa aku lebih cemas saat ini dibandingkan dengan mereka. Tak henti-hentinya Tiffany menangis meneriaki Sooyoung.
“Keluarga Sooyoung sudah dihubungi?”
“Ani. Sooyoung tinggal sendiri disini, semua keluarganya sedang diluar negeri.” Jawab Taeyeon.
“Mwo?” Tanyaku heran. Tak lama kemudian dokter yang menangani Sooyoung keluar.
“Bagaimana keadaan Sooyoung dokter?” Tanyaku penasaran.
“Dia harus segera dioperasi. Tapi apa diantara kalian sudah ada yang menghubungi keluarganya? Operasi akan dilakukan, kalau pihak keluarga sudah menyetujuinya.”
“Baiklah dokter, operasi Sooyoung sekarang, kakaknya baru bisa kami hubungi, keluarganya akan segera kesini.” Kata Yuri dengan paniknya sambil memegang ponselnya karena baru berhasil menghubungi kakak Sooyoung.
“Baiklah.” Sooyoungpun akhirnya dipindahkan keruang operasi, kecemasankupun bertambah. “Seharusnya biar aku saja yang mengalami semua ini, bukan Sooyoung.” Sesalku dalam hati.
“Siwon, bisa kita bicara sebentar.” Pinta Yoona, karena terlalu cemas dengan Sooyoung, aku sampai lupa dengan Yoona. Akupun mengikutinya dari belakang.
“Mian…” Kataku, namun belum selesai aku bicara Yoona sudah memotongnya.
“Mianhae Siwon, tak seharusnya aku mengatakan hal ini sekarang, tapi aku harus menagtakannya sekarang.”
“Wae?”
“Sebenarnya selama ini Sooyoung sudah menyukaimu, bahkan dia mencintaimu selama kurang lebih 5 tahun. Jadi aku tak mungkin bisa menerimamu sebagai kekasihku disaat aku tahu, kalau temanku sendiri sudah mencintaimu selama itu.”
“Mwo? Sooyoung sudah menyukaiku selama 5 tahun?”
“Ne. Sejak kita kelas 1 SMP, bahkan dia meminta SNSD member untuk menemaninya agar satu sekolah lagi denganmu, dia bilang dia akan mengatakan perasaannya padamu, jika kami mau menuruti permintaannya itu. Kami juga tidak menyangka kalau sudah 5 tahun ini dia tidak melakukannya. Jadi kumohon cobalah untuk menerimanya. Karena sebenarnya selama ini aku telah berpacarang dengan Donghae selama 1 tahun dibelakang kalian semua. Dan saat tadi dia memanggilmu dengan sebutan oppa, aku sangat terkejut dengan hal itu. Dalam hati aku bertanya, mungkinkah kau tulus mencintaiku sementara ada gadis lain yang memanggilmu secara berbeda dengan kami. Siwon, cinta sejati itu tidak kita cari, tapi dia akan datang dengan sendirinya, tanpa kita menyadari hal itu. Araso? Sekali lagi aku minta maaf.”
“Ne. Gwaenchana. Terima kasih telah mengatakan hal ini padaku. Sepertinya aku baru menyadari hal itu sekarang. Aku sangat takut Sooyoung akan pergi meninggalkanku dan kita semua.”
“Kita berdoa saja, semoga tak ada sesuatu yang buruk menimpa Sooyoung, dan semoga dia segera sadar dan cepat sembuh.”
“Ne. Itu harus.” Akupun memberikan senyuman untuk Yoona. Ternyata dugaanku tadi benar saat pertandingan basket tadi, bahwa senyuman Yoona tadi bukanlah untukku, tapi pria lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah temanku sendiri, yaitu Donghae.
“Aku rasa yang lain juga perlu tahu hubunganmu dengan Donghae, siapa tahu saja Super Junior member lain selain aku dan Donghae, akan melakukan hal yang sama padamu, seperti aku.” Kataku sambil menggoda Yoona.
“Ne.” Jawabnya sambil tersipu malu.
Kamipun segera berkumpul dengan yang lain lagi, kulihat Yoona tersenyum pada Donghae yang sepertinya sedikit cemburu denganku. Sooyoung masih dioperasi. Aku sungguh tidak sabaran dengan hasil operasi, semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi padanya.

3 jam kemudian

Sudah 3 jam Sooyoung dioperasi, tapi dokter belum juga keluar. Kami semakin cemas dengan keadaan Sooyoung. Donghae dan Yoonapun juga sudah mengakui hubungan mereka didepan kami semua. Dan mereka juga sama terkejutnya dengan aku. Meskipun begitu, kami ikut bahagia untuk mereka berdua, setidaknya dari kejadian ini aku mendapat sebuah pelajaran bahwa, “Jangan pernah kita mencari cinta sejati, karena sebenarnya cinta sejati kita itu berada sangat dekat dengan kita, tanpa pernah kita menyadarinya.” Dan juga setidaknya aku tahu bahwa ada 2 sahabatku yang telah mendapatkan cinta sejati mereka yaitu, Donghae-Yoona dan Yesung-Jessica. Dan tak lama kemudian, dokter yang menangani Sooyoungpun keluar, pertanda kalau operasi sudah selesai. Aku sangat mengharapakan hasil yang baik dalam operasi ini.
“Bagaimana dokter keadaan Sooyoung?” Tanyaku penasaran, begitu juga dengan yang lain.
“Kami sudah berusaha, meskipun operasinya sukses, tapi butuh keajaiban dari Tuhan, agar Sooyoung bisa sadar kembali. Karena benturan dikepala Sooyoung cukup keras. Kalian berdoalah agar dia bisa cepat sadar. Dukungan dari kalian pasti sangat berarti untuk Sooyoung.” Akupun terduduk lemas mendengar jawaban dokter bahwa, “Butuh keajaiban dari Tuhan, agar sooyoung bisa sadar.” Aku benar-benar merasa sangat bersalah pada Sooyoung, tak seharusnya kecelakaan itu terjadi.
“Siwon sabarlah. Kita yakin Sooyoung akan sadar.” Kata Leeteuk menyemangatiku.
“Ne. Gomawo.” Jawabku dengan nada yang kurang bersemangat.
“Apa sekarang Sooyoung sudah bisa kami kunjungi?” Tanya Tiffany.
“Ne. Tapi, jangan banyak-banyak dulu, satu atau dua orang saja yang boleh, takut mengganggu Sooyoungnya juga.”
“Gamsahamnida euisa ( Terima kasih dokter ).” Jawab kami semua.
“Kalau begitu saya pergi dulu.” Kata dokter berpamitan pada kami semua.
“Ne, annyeonghi gyeseyo!” Jawab kami semua.
Tak lama kemudian Sooyoung dikeluarkan dari ruang operasi oleh beberapa perawat. Aku sangat sedih melihat Sooyoung yang tidak sadarkan diri itu. Sungguh, aku sangat tak tega melihatnya seperti itu, seperti bukan Sooyoung yang aku kenal. Sooyoung yang kukenal selau ceria dan sehat, kini sedang terkulai tak sadarkan diri dikasur itu, dan tidur sampai kami tak tahu kapan dia akan bangun. “Soo-ah, komohon, cepatlah sadar.” Batinku lagi dalam hati menyesali semua ini, meskipun tak ada gunanya untuk terus kusesali, itulah ada istilah, “Penyesalan selalu datang terlambat, dan saat itu, kita tak bisa menyalahkan waktu yang telah terbuang sia-sia itu, dan yang hanya bisa kita lakukan saat penyesalan itu datang, adalah menunggu kita menyadari lalu memperbaiki kesalahan kita itu, dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.”

3 hari kemudian

Hari demi hari, aku terus menunggu Sooyoung untuk sadar. Sejak kecelakaan itu terjadi, belum kulihat lagi senyumannya padaku. Keluarganyapun tak lupa menanyakan keadaan Sooyoung kepadaku dan teman-temanku yang lain. Mereka merasa sangat menyesal belum bisa melihat keadaan Sooyoung secara langsung. Dan kami semua sangat berharap bahwa Sooyoung bisa sadar kembali, dan kembali ceria lagi seperti semula. Sudah 3 hari Sooyoung tak juga sadarkan diri, aku sangat takut kalau dia akan benar-benar pergi meninggalkanku. Kupandangi semua tubuh Sooyoung, wajahnya, badannya, kakinya, dan juga tangannya, semuanya tak ada yang bergerak satupun.

Seminggu kemudian

“YA! Soo-ah! Tidak bosankah kau tidur terus?” Kata Tiffany mencoba mengajak bicara Sooyoung, namun tetap tak ada jawaban satu katapun, bahkan satu hurufpun yang keluar dari mulut Sooyoung.
“Ne, Soo-ah. Kau tidak kasihan pada kami. Sudah seminggu kamu tidak mau bicara pada kami. Ayo, cepat bangun!” Kata Sunny sambil sedikit menggungcang-guncangkan tubuh Sooyoung.
“Aku janji, aku tidak akan marah pada kau lagi, kalau kau menghinaku bodoh atau apapu, tapi syaratnya kau harus sadar dulu. Kalau tidak, tawaranku ini tidak berlaku. Soo-ah, sadarlah, kumohon kau cepatlah sadar.” Kata Jessica. Dia adalah orang yang sering dikerjai oleh Sooyoung dengan sedikit kebodohannya itu, bahkan tidak jarang juga Sooyoung memanggilnya dengan sebutan “Babo Sicca.”
“Soo-ah, lihatlah! Mereka semua ingin kamu cepat sadar. Aku juga ingin sekali bisa mendengar suaramu lagi.” Kataku yang juga mengajak Sooyoung bicara sambil memegang jari-jemari tangan kanannya. Namun tiba-tiba, aku merasakan sesuatu yang aneh dari jari-jemari Sooyoung. Jarinya bergerak secara perlahan.
“Soo-ah, kau sudah sadar?” Teriakku dengan bahagianya. Kami semuapun langsung mendekat kearahnya. Kami melihat matanya mulai terbuka, setelah seminggu sejak kecelakaan itu, akhirnya Sooyoung membuka matanya. Aku sangat bahagia, “Gomawo Soo-ah, karena akhirnya kamu bisa sadar kembali.” Batinku dalam hari, karena aku sangat bahagia.
“Cepat panggil dokter Kim!” Teriakku dengan bahagianya.
“Soo-ah, kau bisa lihat kami?” Tanya Leeteuk. Namun, Sooyoung hanya mengedipkan matanya, karena ia belum bisa menggerakkan anggota tubuhnya secara optimal. Tak lama kemudian dokterpun datang untuk memeriksa keadaan Sooyoung.
“Ka…li…an si…a…pa…?” Tanya Sooyoung dengan terbata-bata, ketika kedua matanya sudah terbuka.

-To Be Continue-

Saengil chukahamnida
Saengil chukahamnida
Saranghaneul author Rekin saengil chukahamnida……

Selamat ulang tahun author Rekin dan seluruh author dan readers yang berulang tahun hari ini, semoga semua keinginan kalian yang belum tercapai bisa tercapai. Amin. Hehehehhe.

Yeayy, chapter 2nya udah selesai…..

Bagaimana readers, puaskah kalian dengan chapter keduanya????? Aku harap para readers menyukainya. Hehehhehe.

Jangan lupa komennya ya

Annyeonghi gyeseyo readers. hehhee

3 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s