Keep Hwaiting! [Special for Anniversary 1st year debut Boyfriend]

Title : Keep Hwaiting! [Special for Anniversary 1st year debut Boyfriend]

Author Dara Daroen (@dara_daroen)

Main Cast :

  • All Member Boyfriend
  • A Bestfriend

Genre                  : Find after you read it

Rating                 : General

Length               : Oneshoot

Disclaimer      : Imagination and story is mine, but the cast belong to God.

Please NO PLAGIATOR!

The Story © 2012 DaraDaroen

 

Hari ini tanggal 26 May!!! Yeahh *ribut sendiri*. Yap, hari ini adalah hari anniv-nya Boyfriend yang ke-satu tahun *prok prok prok*. Nah, aku ini sebagai Bestfriend sejati, pengen bikin sesuatu yang khusus buat hari ini. Maka, aku lahirkan FF ini sebagai persembahan cintaku pada oppa-deul Boyfriend~~^^

Langsung aja, dibaca ya^^

Happy Reading!^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Hari ini tanggal 26 May 2012. Tepat satu tahun yang lalu, boyband favorit utamaku mulai debut. Siapa? Siapa lagi kalau bukan Boyfriend. Semua K-Popers pasti mengetahuinya.

 

 

Aku ingin sekali bertemu dengan member-member Boyfriend. Padahal aku ini tinggal diSeoul. Apa susahnya untuk menemui mereka? Bagiku susah.Susahsekali.

Sudah hampir tiga tahun aku berdiam diri di rumah sakit. Berhari-hari hanya tertidur di atas ranjang. Pernah juga aku keluar dari kamarku, itu juga mungkin hanya ke taman RS saja.

Aku mengidap penyakit pernafasan dan kanker paru-paru. Kata suster, aku memang harus selalu di rumah sakit karena jika aku keluar sana, udara sangat tidak stabil. Suhu silih berganti tiap waktunya. Tentu saja itu sangat tidak baik untuk pernafasanku.

Tapi aku bosan, aku ingin keluar. Apalagi untuk hari ini. Hari ini hari anniversary idola-idolaku. Mana mungkin aku hanya bisa diam tak berdaya di sini? Aku ingin menemui mereka meski nafasku akan habis nantinya. Aku hanya ingin mengatakan sepatah atau dua patah kata saja untuk mereka. Setidaknya aku ingin mengatakan ’Saranghaeyo’ dan ’Keep hwaiting’ pada mereka. Aku ingin mencurahkan isi hatiku untuk mereka. Aku ingin mereka tau.

 

~ ~

 

Aku menarik selimutku dan merapatkannya ke tubuhku. Lagi-lagi aku harus tidur. Tapi bayangkan, sekarang masih pukul 8 pagi. Apa aku harus tidur hingga esok lagi? Hah, cukup banyak porsi tidurku.

 

Aku menatap ke luar jendela. Sepertinya cuaca sangat bersahabat. Lihat, matahari masih tersenyum hangat pada dunia. Panasnya juga tidak terlalu menyengat. Sepertinya Seoul sedang dalam naungan udara yang teratur.

Apa ini kesempatan untukku? Kesempatan untuk bertemu Boyfriend.

 

Aku melempar selimutku dan pergi keluar dari kamar. Suster yang melihatku segera menahanku. Namun aku beralasan hanya ingin ke taman Rumah Sakit saja.

Setelah berhasil lolos, aku segera keluar dari pintu depan rumah sakit. Saat sampai di taman RS, aku tersenyum evil.

”Sebenarnya bukan ke sini. Tapi agak melenceng sedikit,” gumamku. Aku setengah berlari menuju gerbang RS yang letaknya tak jauh dari taman-nya. Tak ada satpam. Ah, leganya.

 

Berhasil sudah aku keluar dari rumah sakit. Sepertinya ini pertama kalinya aku keluar dari gerbang rumah sakit selama tiga tahun belakangan ini. Apalagi sekarang ini aku pergi sendiri. Tak apalah, aku sungguh jenuh terus menerus di dalam kamar rumah sakit.

Aku menuju halte bus.

Tunggu dulu. Kenapa aku ke halte bus? Aku saja tidak punya uang untuk naik bus. Bahkan sekarang aku masih memakai baju rumah sakit. Lalu aku harus apa? Jalan kaki. Ya, jalan kaki.

Letak rumah sakitku ini tidak terlalu jauh dari gedung Starship Entertaiment (Management tempat Boyfriend bernaung). Lagipula, berjalan kaki baik untuk kesehatanku. Mungkin saja setelah berjalan seperti ini kesehatanku menjadi lebih baik, apalagi aku akan menemui member Boyfriend. Ah, tak terbayangkan. Pasti aku akan langsung sembuh total.

 

Aku sampai di depan gedung Starship. Tapi kenapa banyak orang-orang di depan pintu masuknya? Mereka semua bahkan berkumpul dan menutupi pintu masuknya. Apa mereka Bestfriend (fans Boyfriend) yang ingin bertemu member Boyfriend juga? Ah, bagaimana ini?

Akhirnya aku berani menghampiri gerumulan orang-orang itu. Dan kini baru mulai ku sadari, udara sangat pengap karena banyak orang di sini. Ini akan berdampak buruk untuk pernafasanku. Ah, tapi tak apa. Aku akan baik-baik saja pastinya. Demi bertemu Boyfriend.

”Permisi.. Permisi..”

Aku menyenggol dan menarik satu persatu orang-orang yang menutupi jalan masuk ke gedung. Tapi orang-orang ini cukup banyak. Aku sangat terdesak. Ah tuhan, bantu aku.

Ku terobos lagi gerumulan orang-orang ini. Tak peduli seberapa terdesaknya aku karena terhimpit di sana sini. Tapi sepertinya, dadaku mendadak sakit. Tidak, tidak boleh sakit. Oh tuhan, ku mohon jangan kambuhkan penyakitku saat ini. Sedikit lagi aku sampai untuk menemui member Boyfriend.

Tiba-tiba gerumulan orang ini berteriak begitu keras dan melompat-lompat heboh. Aku pun ikut melompat dan melihat siapa yang ada di depan.

Omo! Boyfriend!

Namja-namja tampan itu sedang berdiri di depan gerombolan orang-orang. Aku tak boleh melewatkannya. Aku harus cepat menghampiri mereka. Lagi-lagi aku mencoba menerobos orang-orang yang menutupiku. Ku senggol lagi orang-orang yang menghalangiku. Hingga akhirnya, aku bisa bernafas lega.

Aku sudah berada di depan mereka, di depan member Boyfriend. Sangat jelas aku melihat mereka sekarang. Oh tuhan, ini rasanya seperti di surga dan dipertemukan dengan malaikat-malaikat penghuni surga. Aku benar-benar bisa bernafas lega.

Tapi sedetik kemudian, sepertinya tidak. Dadaku menyesak. Paru-paruku terasa menyempit dan tak ada rongga bernafas sedikitpun. Aku menghirup udara lagi banyak-banyak, tapi tak ada yang bisa ku hirup. Wajah-wajah malaikat di hadapanku yang tadinya terlihat jelas, perlahan menjadi samar-samar. Hingga akhirnya, aku merasa tubuhku terkulai dan tak bisa bernafas lagi.

 

~ ~

 

Perlahan aku mencoba membuka mataku. Aku harap, aku belum pindah ke alam baru.

”Ah, dia siuman, dia siuman. Ayo cepat lihat, hyung..” seru seseorang. Aku belum melihat wajahnya, aku hanya mendengar suaranya. Sudah pasti suara laki-laki. Suaranya juga lembut sekali dan sangat familiar bagiku.

Jinjja? Mana, mana? Apa dia sadar sepenuhnya?” tanya seseorang. Lagi-lagi aku tak bisa melihat wajahnya. Namun suara yang kali ini terdengar lebih dewasa dan aku juga sangat kenal dengan suara ini.

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Mencoba untuk segera sadar. Sepertinya aku hanya pingsan. Saat ku buka mataku, yang ku lihat pertama kali adalah seorang namja yang sedang tersenyum manis di hadapanku.

Omo! Apa aku mimpi? Ku mohon, tuhan.. bangunkan aku segera..” gumamku.

Tiba-tiba di sekelilingku terdengar suara tawa dan namja di hadapanku ini pun tertawa.

”Kau tidak bermimpi. Cepatlah sadar..” ucapnya.

 

 

No Minwoo? Ya. Lelaki di hadapanku ini No Minwoo, No Minwoo Boyfriend.

Apa aku sudah berada di surga sekarang?

 

Selain Minwoo. Aku juga melihat sepasang adik kakak kembar yang sangat ku kenal. JoTwins. Ya, Jo Youngmin dan Jo Kwangmin. Ada juga Donghyun yang berdiri di samping ranjangku. Aku menoleh-noleh lagi ke kanan dan ke kiri. Ah, ada juga Hyunseong sedang duduk di sofa. Oh tuhan, semua member Boyfriend di sini. Apa aku bermimpi?

Tunggu dulu. Tapi sepertinya kurang satu lagi.

 

”Aku datang…!” teriak seseorang yang baru saja masuk. Ia menenteng kantung putih di kedua tangannya. Wajahnya ceria dan terlihat seringai lebarnya. Ah, itu Jeongmin. Lengkap sudah.

 

~ ~

 

Sudah beberapa menit aku hanya menunduk dan terdiam saja. Entah mengapa rasanya aneh dan bingung sekali dengan keadaanku. Padahal 6 namja yang selalu ku impikan berada di sekelilingku sekarang. Tapi aneh, rasanya aku takut ini hanya mimpi.

 

Perlahan aku menyentuh semangkuk bubur di hadapanku. Bubur ini dibelikan oleh Jeongmin dan sebelumnya aku sudah ditawari memakannya oleh keenam namja ini.

”Makanlah. Kau hanya diam saja dari tadi..” ujar seseorang. Akhirnya aku mendongakkan kepalaku. Terlihat Donghyun tersenyum manis padaku.

Aku menyuap sedikit demi sedikit makananku.

 

”Namamu siapa?” tanya Minwoo yang berada di sampingku.

”Lee Hara.”

”Oh Lee Hara.”

 

”Kau tau? Kami cemas saat melihatmu tergeletak tiba-tiba di hadapan kami tadi. Melihat bajumu, sepertinya kau pasien rumah sakit. Maka dari itu kami semua membawamu kembali ke sini. Seharusnya kau tak perlu kabur dari rumah sakit. Tidak baik untuk kondisimu Hara-ya,” ujar Donghyun dan disertai anggukkan dari member Boyfriend lainnya.

“A-Aku, aku.. hanya ingin, ingin bertemu kalian. Hari ini anniv-nya Boyfriend untuk ke-satu tahun, aku tak mungkin diam saja di rumah sakit. Aku ingin bertemu kalian..”

Mereka semua tersenyum.

”Kau seorang bestfriend?” tanya Jeongmin.

”Tentu saja,” jawabku pasti.

Donghyun menepuk pundakku pelan.

”Terimakasih Hara-ya. Dan maaf, karena kami, kau jadi rela meninggalkan rumah sakit hingga penyakitmu kambuh,” ucapnya.

Aniya. Aku yang harusnya mengucap terimakasih dan maaf pada kalian,” ujarku.

”Terimakasih telah menjadi penyemangatku selama ini, menjadi orang-orang yang selalu ku idolakan. Tapi maaf, maaf karena aku merepotkan kalian untuk kali ini..” lanjutku.

Lagi-lagi mereka semua tersenyum.

”Seharusnya kata-katamu itu yang harus kami sampaikan padamu,” ujar Donghyun. Aku hanya menyimpulkan senyumku.

Rasanya ini seperti mimpi. Tapi aku sadar, sangat sadar kalau ini bukan mimpi. Idolaku sejak dulu, mimpiku sejak dulu, kini bukan lagi mimpi untukku.

 

Oppa..” ucapku ringan.

”Kau memanggil siapa?” tanya Minwoo.

”Kalian semua.”

”Ah, ne. Ada apa?”

Aku menundukkan kepalaku dan beberapa saat kemudian, aku mengangkatnya lagi. Ku lihat dengan jelas wajah-wajah tampan yang dulu hanya hadir di mimpiku sekarang ada di hadapanku. Mata-mata indah mereka menatapku dengan kompak. Ini mimpiku dari dulu.

Aku melukiskan senyum di bibirku.

”Ini semua adalah mimpiku. Bertemu kalian adalah mimpiku. Mimpi yang terlalu indah. Aku sudah terlalu jatuh dalam cinta untuk mengidolakan kalian. Rasanya, apapun ingin ku relakan demi kalian. Bahkan hingga aku rela seperti tadi hanya untuk melihat kalian,” ucapku. Tak terasa, setitik airmata jatuh melintasi pipiku.

Uljimma Hara-ya.. Kami sangat senang ada kau. Seorang bestfriend yang sangat setia dengan Boyfriend. Merelakan apapun demi kami. Terimakasih Hara-ya..” ucap Donghyun mewakilkan member lainnya. Aku menyimpulkan senyumku lagi.

”Terimakasih juga oppa. Kalian tak tau. Aku selalu bosan menjalani hari di dalam kamar rumah sakit. Berhari-hari hanya tidur, makan dan minum obat saja. Tapi untung saja aku masih punya laptop kesayanganku. Dengan ini aku bisa mengenal kalian semua. Kebosananku hilang semenjak mengidolakan kalian..”

 

Minwoo menepuk pundakku. Senyum indahnya terlukis jelas di bibirnya. Begitu pula member lainnya yang tersenyum memandangku. Aku senang, bahkan lebih dari senang melihat ini. Donghyun, Hyunseong, Jeongmin, Youngmin, Kwangmin dan Minwoo, mereka idolaku yang selalu ku mimpikan.

 

 

”Aku selalu berharap yang terbaik bagi kalian. Tetap sukses untuk Boyfriend! Keep hwaiting my angels..” ucapku.

 

Keep hwaiting too for you Hara-ya. Kami juga berharap yang terbaik untukmu. Get well soon. We Love you..” balas Donghyun yang mewakilkan semuanya.

 

Na do..”

 

Kami semua berpelukan. Oh tuhan. Jika ini mimpi, aku mohon jangan bangunkan aku..

 

~ ~

 

“Hara-ya! Ayo cepat..” teriak Minwoo padaku.

“Tunggu sebentar..”

Aku merapikan pakaianku. Kini aku melepas baju rumah sakitku dan mengenakan baju biasa. Ya, meskipun aku masih menjadi pasien rumah sakit.

Aku diajak pergi bersama member Boyfriend untuk jalan bersama hari ini. Kata Donghyun, untuk merayakan anniversary 1st year debut Boyfriend juga. Ah tuhan.. Aku merasa satu-satunya bestfriend yang beruntung.

 

Member Boyfriend sudah menungguku di depan pintu rumah sakit. Aku menghampiri mereka dan mengikutinya menaiki mobil. Untung saja aku diperbolehkan pergi dari rumah sakit. Donghyun sudah meminta izin pada suster penjagaku dan berjanji ingin menjagaku bersama kawan-kawannya. Aku merasa benar-benar beruntung.

 

”Hari ini kita pergi jalan ke banyak tempat. Ayooo. Kita main-main di Lotte World, lalu shopping di Dongdaemun, atau mengunjungi pasar seni Insadong atau pula kita ke restoran khasKorea dan pasar-pasar kecil yang menjual jajanan khas. Emm, aku sudah lama tidak pergi jalan,” ujar Jeongmin penuh semangat. Aku tertawa kecil melihatnya. Member Boyfriend pun ikut tertawa.

“Kita rayakan Anniversary 1st year debut Boyfriend!”

 

Hari ini menjadi hari yang bahagia untukku sepanjang masa.

 

The End –

 

 

*muncul sambil gandeng oppa-deul Boyfriend*

Hahh. FF ini aku buat cuma satu jam. Ngebut sekaleeee. Habisnya aku juga mendadak pengen bikin FF khusus untuk event hari special ini ^^ tapi mianhae ya kalo kurang memuaskan. Aku yakin bener kok kalo FF ini agak ancur dan aneh._.

 

Dan untuk para bestfriends yang baca FF ini semoga semua suka yaaa. Tetap dukung uri Boyfriend ampe akhir hayat! Bestfriend love Boyfriend forever~~^^

 

Happy Anniversary 1st year debut for oppa-deul Boyfriend!~~^^

4 responses

  1. Huaaa….author!! iri setengah mati.. hiks hiks..sampe nangis juga bcanya.. *lebay deh?*pengennnn bgt jadi Hara *curcol* thor…bikinin sequel nya dong..?

    • wahh terharu yah hehehe.
      Waduh untuk sequel mungkin ga bisa u.u aku masih buntu cari ceritanya, other FF chapterku aja belom selesei semua hehe. tp pengen sih bkin sequel ini._.

      gomawo ya udh baca dan comment~~^^

  2. aaaahh,author,ceritanya seru.
    iri banget sama hara, tapi bukan ma penyakitny ya,hehehe

    aku kira endingnya si hara bakal lewat,eh ternyata nggak, baguslah.
    terus berkarya thor,ciptakan ff bagus yang lainnya🙂

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s