[CHAPTER 3 of 3] I Love You

Title            : I Love You

Author         : Park Young Hee (@annisasiwon)

Main Cast    : Sooyoung-Siwon

Other Cast  :

  • Super Generation
  • Shim Chang Min

Type            : Chapter

Genre          : Romance, friendship

Rating                   : PG-16

 

***

 

-Siwon pov-

“Ka…li…an si…a…pa…?” Tanya Sooyoung dengan terbata-bata, ketika kedua matanya sudah terbuka.

“Soo-ah, apa yang kamu bicarakan? Kamu tidak mengenal kami?” Tanye Hyoyeon bingung. Aku sangat terkejut mendengar perkataan Sooyoung. Mengapa dia tidak bisa mengenali kami? Apa itu karena benturan keras yang dia dapat akibat kecelakaan itu. Seharusnya aku memegang kepalanya waktu itu. Ah! Aku sungguh bodoh.

“Ta…pi… ka…li…an si…a…pa…?” Tanya Sooyoung lagi.

“Dokter, kenapa Sooyoung tidak bisa mengingat kami?” Tanyaku bingung dengan Sooyoung kepada dokter Kim. Dokter kimpun langsung membawa Sooyoung keruang pemerikasaan, tapi hanya Tiffany saja yang boleh ikut masuk bersam Sooyoung. “Kenapa bukan aku?” Tanyaku dalam hati. Sempat lama dokter Kim memeriksa Sooyoung. Pembicaraan Tiffany dengan dokter Kim sangat serius. “Aku harap luka dikepala Sooyoung tidak terlalu parah.” Batinku dalam hati.

“Apa kata dokter?” Tanyaku penasaran ketika Tiffany dan Sooyoung keluar dari ruang pemeriksaan, tapi Sooyoung langsung dibawa kembali kekamarnya oleh perawat untuk istirahat.

“Sooyoung mengalami amnesia. Katanya butuh waktu bagi Sooyoung untuk bisa mengingat semuanya kembali.” Kata Tiffany dengan nada yang sangat kecewa.

“Jeongmalyo?” Tanyaku seolah tidak percaya dengan ini semua. Aku masih tidak percaya kalau Sooyoung mengalami amnesia.

“Siwon, kau bersabarlah, kita berusaha sama-sama untuk mengembalikan ingatan Sooyoung.” Kata Yuri mencoba memberiku semangat.

“Ne.” Jawabku dengan lesunya. Akupun kembali kekamar Sooyoung untuk menemuinya.

“Soo-ah!”

“Nugu seyo?”

“Tidakkah kau mengingatku?”

“Mian, tapi aku tidak mengenalmu. Bahkan diriku siapa saja aku tidak tahu. Memangnya siapa aku?” Tanya Sooyoung. Akupun langsung memeluknya sangat erat.

“Kamu kenapa?” Tanya Sooyoung bingung.

“Akulah penyebab semua ini. Kau boleh marah padaku. Kau boleh memukulku, aku tidak akan marah.” Kataku sambil sedikit berteriak didepan wajah Siwon.

“Aku hanya ingin tahu aku ini siapa, aku tak ingin memukulmu. Aku tak ingin memukul orang yang tak aku ketahui kesalahannya.” Jawabnya dengan bingungnya.

“Siwon, tenanglah. Jangan seperti ini!” Kata Donghae mencoba menenangkanku. Donghaepun akhirnya membawaku keluar dari kamar Sooyoung.

“YA Siwon! Kenapa kau seperti itu tadi dihadapan Sooyoung. Kita bisa membuat ingatannya kembali lagi, tapi tak seperti ini caranya. Dia baru sadar dari komanya selama seminggu, dia pasti butuh waktu untuk bisa beradaptasi. Kau tidak lihat wajah bingungnya itu? Sooyoung tak boleh dipaksa untuk mengingat semua itu sekarang, tapi perlahan-lahan. Kau bersabarlah, kita semua disini akan membantu Sooyoung mengembalikan semua ingatannya.” Kata Donghae mencoba memberiku pengertian terhadap keadaan Sooyoung yang sekarang.

“Ne, kau benar. Tak seharusnya aku melakukan hal itu padanya.” Jawabku dengan nada yang sangat merasa bersalah. Akupun menatap Sooyoung dari luar kamarnya, dia masih terlihat sangat bingung dengan semua ini. Donghae benar, dia butuh waktu untuk bisa beradaptasi dengan semua ini. Akupun akhirnya kembali masuk kekamar Sooyoung.

“Soo-ah! Mianhae.”

“Kau siapa? Kenapa kau selalu mengatakan mianhae padaku? Kumohon, aku hanya ingin tahu aku ini siapa? Seharusnya aku yang minta maaf padamu, karena aku tak bisa mengenalimu, tapi setidaknya aku ingin tahu dulu, aku ini siapa?” Tanya Sooyoung dengan rawut wajah yang sangat memelas., aku semakin tak tega melihatnya seperti itu.

“Baiklah. Namamu adalah Sooyoung, nama lengkapmu adalah Choi Sooyoung. Kamu lahir pada tanggal, dan aku adalah Siwon, Choi Siwon, aku adalah orang yang sudah kamu sukai selama 5 tahun, dan dengan bodohnya aku tak pernah mengetahui hal itu.” Jawabku sambil menatap kedua matanya.

“Jeongmalyo? Apakah hubungan kita sedekat itu? Tapi, kenapa aku tak pernah merasa dekat denganmu?”

“Itu karena kamu amnesia.”

“A, gomawo Siwon.” Jawabnya sambil tersenyum. Akhirnya aku bisa melihat senyumannya lagi, meskipun dia tidak bisa mengingatku. Diapun memelukku, meskipun sedikit terkejut, akupun membalas pelukannya.

“Wae?”

“Karena setidaknya kamu telah memberi tahuku siapa namaku. Itu sudah cukup bagiku. Jadi namaku adalah Sooyoung. Tapi, kenapa kau memanggilku Soo-ah?”

“Karena aku dan teman-temanmu sering memanggilmu seperti itu.”

“Sesering apa?”

“Setiap hari. Setiap hari kami memanggilmu Soo-ah. kumohon, kau cepatlah sembuh, agar kamu bisa mengingat kami semua lagi.” Jawabku sambil sedikit mengacak-acak rambutnya. Aku sangat bahagia melihat Sooyoung bisa tersenyum lagi, walau dengan kondisi yang berbeda.

Setiap hari sepulang sekolah, tak pernah lupa aku pergi kerumah sakit untuk menjenguk Sooyoung. Kutemani masa terapinya untuk mengembalikan fungsi tubuhnya secara optimal dan untuk mengembalikan ingatannya setelah dia mengalami kecelakaan itu.

Aku sangan kagum dengan Sooyoung. Dia menjalani masa terapi itu tanpa mengeluh sedikitpun. Meskipun begitu, tak pernah lupa aku memberinya semangat. Aku yakin, Sooyoung akan segera sembuh. Aku yakin ingatannya akan kembali. Akan kumulai semuanya dari nol, aku tak akan pernah melepaskannya lagi, aku tak akan pernah membuatnya terluka seperti ini lagi.

“Bagaimana terapi hari ini, begitu melelahkan kah?”

“Ani. Semua itu sangat menyenangkan bagiku. Aku rasa mungkin ini pertama kalinya melakukan hal ini, ya kan Siwon?”

“Ne, kau benar.”

“Apa kau tahu kapan aku akan pulang? Sudah hampir 1 bulan aku tinggal disini. Aku sudah sangat bosan disini. Aku ingin tahu rumahku itu seperti apa? Aku tak bisa mengingat semua itu.”

“Naneun mollaso. Jeongmal mianhae Soo-ah, aku telah membuatmu seperti ini. Apakah kau merasa menderita dengan semua ini?”

“Aniyo. Oh ya! Aku sangat bingung padamu. Kau terus meminta maaf padaku. Memangnya apa yang kau lakukan padaku, sehingga kau harus meminta maaf padaku?”

“Karena akulah orang yang menyebabkan kau seperti ini. Kau berusaha menyelamatkanku dalam sebuah kecelakaan, tapi akhirnya justru kaulah yang mengalami kecelakaan itu. Jeongmal mianhaeyo.”

“Aku rasa kau tak perlu minta maaf, mungkin harusnya saat itu aku harus hati-hati agar kita berdua selamat dari kecelakaan itu.”

“Soo-ah! Apakah kau mau pergi jalan-jalan sekitar rumah sakit?”

“Ne, geureom. Mungkin itu bisa mengembalikan ingatanku sedikit demi sedikit. Aku akan berusaha untuk mengingat semuanya.” Jawab Sooyoung sambil tersenyum, hatiku sangat lega saat ini. “Aku janji akan aku jaga Sooyoung agar ia tak mengalami hal seperti ini.” Batinku dalam hati.

Aku dan Sooyoungpun pergi ketaman yang berada dirumah sakit. Sooyoung terlihat sangat bahagia. Baru kali ini aku melihat Sooyoung sebahagia ini. Entah mengapa aku begitu bodoh. Bisa-bisanya aku tak pernah menyadari ada seorang wanita yang sangat tulus denganku. Aku justru menyukai wanita yang sudah jelas-jelas tak pernah menyukaiku.

“Sooyoung, apakah kau bahagia saat ini?”

“Ne, sebenarnya awalnya aku sangat sedih karena aku tak bisa mengingat semua tentang kehidupanku sebelum kecelakaan. Tapi kau selalu disampingku, membantuku mengingat semua kembali. Kau selalu memberiku semangat agar aku tidak menyerah dengan semua ini. Kau selalu membuatku tersenyum. Aku juga senang, kalau ternyata aku memiliki orang-orang yang selalu ada disisiku, yaitu kau dan teman-temanku. Aku juga senang kalau ternyata aku memiliki keluarga yang sangat menyayangiku, meskipun aku belum pernah melihat mereka. Gomawo Siwon oppa.” Aku sangat terkejut mendengar perkataan Sooyoung tadi, dia memanggilku “Siwon oppa”? Aku belum pernah bilang padanya sejak kecelakaan, kalau dia selalu memanggilku seperti itu.

“Soo-ah, apa kau sudah mulai mengingat semuanya?” Tanyaku dengan begitu bahagianya. Namun Sooyoung hanya memberiku sebuah senyuman yang aku tidak tahu apa arti senyumannya itu.

 

Bwara Mr. Simple, Simple Keuttae-neun Keuttae-neun Keuttae-ro meotchyeo
Bwara Miss Simple, SImple, Keuttae-neun Keuttae-ro yeppeo (SJ Call)

 

Tiba-tiba ponselku berbunyi disaat yang sangat tidak tepat.

“Yeoboseyo?”

“Apakah ini Siwon-ssi?”

“Ne, nugu seyo?”

“Kami dari pihak kepolisian. Aku hanya ingin memberi tahu anda tentang hasil laporan kejadian tabrak lari yang anda laporkan pada kami beberapa hari yang lalu, bahwa pelaku dari kejadian tersebut sudah berhasil kami tangkap. Apakah anda bisa datang ketempat kami sekarang?”

“Ne, saya bisa.” Akupun menutup  telepon mereka. “Ah! Mengapa waktunya sangat tidak tepat sekali.” Keluhku dalam hati.

“Soo-ah, mianhae aku harus pergi sekarang. Polisi sudah berhasil menangkap pelaku kecelakaan itu.”

“Jeongmalyo? Baiklah, kau pergilah kesana. Aku yakin kau sangat penasaran siapa pelaku dibalik semua ini.” Jawabnya sambil tersenyum.

Sebelum pergi aku mengantar Sooyoung kembali kekamarnya. Setelah itu aku langsung pergi kekantor polisi, kugas mobilku dengan kecepatan yang cukup tinggi. Aku sangat penasaran siapa orang yang telah melakukan hal ini, aku sangat yakin ini bukanlah kecelakaan yang tidak disengaja. Aku sangat yakin pasti ada motif dibalik semua ini, dan aku ingin tahu apa motif pelaku itu. Setelah sampai dikantor polisi, kuparkirkan mobilku terlebih dahulu, setelah itu aku pergi menemui Minho-ssi, selaku ketua tim penyelidik kasus ini.

“Kau yakin orang ini pelakunya, Minho-ssi?” Tanyaku terkejut ketika Minho-ssi menunjukkan foto pelaku itu.

“Ne. Kau bisa melihat sendiri di sel tahanan. Kasus ini ingin kau bawa kepengadilan atau tidak, itu semua adalah keputusanmu, untuk itulah kami memanggil anda kesini, karena kami sangat berharap anda bisa memberikan jawaban anda hari ini pada kami, agar kami bisa menuntaskan kasus ini.”

“Mian Minho-ssi, tapi saya tidak bisa memberikan jawaban saya sekarang.” Jawabku dengan nada yang tidak percaya ketika melihat foto orang itu dari balik sel tahanan.

“Memangnya ada apa Siwon-ssi? Apa anda mengenal orang ini?” Tanya Minho-ssi bingung dengan jawabanku.

“Ne. Dia adalah teman baik yeojachingu saya. Saya hanya tidak percaya kalau dia yang melakukan ini semua.”

“Jeongmalyo Siwon-ssi? Mian, bukannya saya bermaksud ikut campur dengan urusan pribadi anda.”

“Ne, waeyo?”

“Meskipun saya tidak tahu apa motif orang ini melakukan semua itu karena dia tidak mau memberikan keterangan, tapi saya rasa motif semua ini adalah karena dia cemburu atas hubungan anda dan yeojachingu anda? Tapi, itu hanya dugaan saya.”

“Jeongmalyo Minho-ssi? Jadi maksud anda orang ini menyukai yeojachingu saya?”

“Sepertinya begitu. Tapi saya juga tidak tahu, apakah dugaan saya itu benar atau tidak.”

“Ne. Gamsahamnida Minho-ssi, saya akan berbicara dengannya. Geureom annyeonghi gaseo.”

“Ne, annyeonghi gaseo.”

Akupun pergi menemui orang itu. Aku berbicara selama beberapa menit dengannya, aku benar-benar masih tidak percaya kalau dia tega melakukan hal itu padaku yang berakibat pada Sooyoung. Dia sangat terkejut dengan apa yang terjadi pada Sooyoung, dan dia merasa sangat menyesal. Setelah selesai bicara dengannya, akupun pergi meninggalkan kantor polisi. Aku masih memikirkan perkataan Minho-ssi tadi padaku. Aku benar-benar sangat terkejut dengan semua yang dikatakan olehnya. Apa benar dia yang melakukan semua ini? Tapi untuk apa? Cemburu? Aku rasa tidak. Selama ini Sooyoung sudah dianggap seperti adiknya sendiri. Aku rasa itu adalah hal yang sangat mustahil. Aku sangat tahu tentang hal itu.

Akupun akhirnya memutuskan untuk kembali kerumah sakit untuk menjenguk Sooyoung, daripada aku memikirkan orang itu, lebih baik aku pergi menemui Sooyoung, aku masih penasaran dengan perkataannya tadi “Siwon oppa”? “Sooyoung, ku harap ingatanmu mulai kembali.” Batinku dalam hati.

Sesampainya aku dirumah sakit, aku akan pergi menemui dokter Kim, bermaksud untuk menanyakan keadaan kesehatan Sooyoung dan kapan Sooyoung bisa pulang, karena Sooyoung bilang kalau dia ingin sekali pulang kerumah dan melihat seperti apa rumahnya itu.

“Dokter, bagaimana keadaan Sooyoung?” Tanyaku setelah berhasil menemui dokter Kim, yang sudah aku tunggu selama 30 menit karena dia ada rapat dengan dokter-dokter lain dirumah sakit ini.

“Menurut laporan kesehatannya, dia telah menunjukkan kondisi yang sangat baik.”

“Kalau begitu, apakah dia bisa pulang sekarang.”

“Kalau masalah itu, bisa kita lihat dulu kondosinya, kalau sudah memungkinkan, dia akan kami izinkan untuk pulang kerumah.”

“Baik dokter, kalau begitu terima kasih. Mianhae saya harus pergi sekarang.” Dokter Kim hanya tersenyum. Akupun langsung pergi meninggalkan ruangannnya, menuju kekamar Sooyoung. Sepanjang jalan aku menuju kamarnya, tak henti-hentinya aku memikirkan perkataannya tadi pagi padaku. Setelah aku sampai didiepan kamarnya, aku mendengar dia sedang berbicara dengan Tiifany, Yuri, Yoona, Donghae, Leeteuk, dan Sungmin, dan aku sangat terkejut mendengar pembicaraan mereka itu. Akupun langsung masuk kekamarnya dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut, merekapun juga langsung terkejut ketika aku memasuki kamar Sooyoung.

“Mworago?” Akupun bertanya dengan ekspresi wajah bingung sekaligus terkejut pada mereka.

 

-Sooyoung pov-

“YA! Soo-ah! Mau sampai kapan kau membohongi Siwon?” Tanya Tiifany padaku.

“Kami sangat tak tega melihat dia merasa bersalah padamu.” Kata Yoona sambil tersenyum. sebenarnya selama ini aku tak pernah mengalami amnesia. Aku hanya tak percaya dengan semua perkataan teman-temanku padaku. Mereka bilang kalau akhirnya Siwon menyadari perasaanku padanya selama ini. Oleh karena itu aku ingin mengujinya seperti ini, dan ternyata benar dengan apa yang mereka katakan. Namun aku sangat terkejut ketika Siwon masuk kekamarku. Aku rasa dia mendengar semua perkataanku tadi.

“Mworago?” Tanyanya dengan ekspresi wajah yang sangat bingung sekaligus terkejut.

“Siwonnie?” Tanya Sungmin terkejut.

“Aku rasa aku bisa menjelaskan semua ini padamu.” Kataku sambil tersenyum, namun Siwon sudah memasang wajah seperti orang yang ingin marah.

 

-Flashback-

“YA! Soo-ah! Kau sudah sadar? Akhirnya kau sadar juga.” Akupun masih belum bisa melihat dengan jelas wajah orang yang sedang mengajakku bicara, akupun mengedip-ngedipkan mataku, agar aku bisa melihat dengan jelas.

“A, Fanny-ah, Yuri-ah! Kalian ada disini. Aku dimana?” Tanyaku bingung mengapa aku bisa berada ditempat ini, sepertinya aku berada dirumah sakit.

“Kau mengalami kecelakaan saat ingin menolong Siwon, dan kau 3 hari mengalami koma. Kau tidak ingat?” Kata Yuri, akupun mengingat-ingat kejadian itu, dan akhirnya akupun ingat.

“Jeongmalyo? Aku mengalami koma selama 3 hari?”

“Ne. Tapi untunglah kalau kau sekarang sudah sadar. Kami semua sangat khawatir padamu, terutama Siwon.”

“Mwo? Siwon khawatir padaku?” Tanyaku terkejut ketika mendengar perkataan Tiffany.

“Ne. Diantara kami semua, dialah yang paling khawatir dengan kondisimu. Berkali-kali dia menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi padamu.”

“Soo-ah, sekarang Siwon sudah tahu kalau kau menyukainya, dan sekarang dia menerimamu. Akhirnya penantianmu selama ini tiba, cintamu akhirnya terbalaskan.” Kata Tiffany dan Yuri sambil tersenyu. Aku sangat terkejut mendengar penjelasan Tiffany dan Yuri.

“Apakah itu benar? Kalian tidak sedang menipukukan?” Tanyaku masih tidak percaya.

“Geureom, untuk apa kami bohong padamu.”

“Kalau begitu aku akan telepon Siwon sekarang, dia pasti sangat senang kalau dia tahu kau sudah sadar.” Kata Tiffany sambil mengambil ponselnya.

“Andwae.” Teriakku menghentikan tindakan Tiffany itu.

“Waeyo?” Tanya Tiffany bingung.

“Aku masih tidak percaya dengan kalian. Aku ingin melihatnya sendiri. Aku akan menguji Siwon. Kalian boleh beri tahu dokter dan teman-teman yang lain kalau aku sudah sekarang, tapi aku mohon jangan beri tahukan hal ini pada Siwon.” Kataku sambil memelas pada mereka, dan akhirnya mereka mau melakukan hal itu untukku. “Siwon, mianhae. Aku terpaksa melakukan hal ini. Tapi itu semua aku lakukan karena aku ingin memastikan, kalau sekarang dihatimu hanya ada aku.” Batinku dalam hati.

-Flashback end-

 

“YA! Soo-ah! Kenapa kau tega sekali melakukan hal itu padaku. Tidak tahukah kau betapa khawatirnya aku padamu.” Protes Siwon padaku. Kami semua tertawa mendengarnya.

“Mianhae oppa.” Jawabku sambil tersipu malu.

“YA Siwonnie, kau curang sekali. Kau mengizinkan Sooyoung memanggilmu seperti itu, sedangkan kalau kami memanggilmu seperti itu kau pasti akan marah.” Protes Yoona.

“Itu hakku.” Jawab Siwon membela dirinya.

“Kalian juga curang tidak memberi tahu kami tentang hubungan kalian.” Kataku yang juga ikut membantu Siwon menyerang Yoona dan Donghae.

“Yang pentingkan sekarang kalian sudah tahu.” Kata mereka berdua. Kami semuapun tertawa bahagia. Sudah cukup lama aku dan teman-temanku tidak berbincang-bincang seperti ini. Rasanya sangat menyenangkan bisa memiliki teman yang bisa diajak bicara seperti ini. Bisa saling mengerti satu sama lain. Aku sungguh beruntung bisa memiliki teman seperti mereka. Tak lama kemudian, mereka semua pulang, kecuali Siwon. Dia tak pernah meninggalkanku sendiri, dia selalu ada disampingku untuk memberiku semangat. Aku sangat yakin sekarang kalau dia benar-benar mencintaiku.

 

2 hari kemudian

 

“Ah! Akhirnya aku bisa kembali kerumahku tercinta.” Teriakku dengan bahagianya, sudah sebulan lebih aku dirawat rumah sakit akibat dari kecelakaan yang aku alami, meskipun sebenarnya tidak harus sebulan.

“Kau bisa pulang sejak lama, kalau kau tidak membohongiku.” Jawab Siwon protes dari belakang sambil membawa barang-barangku.

“Waeyo oppa?” Jawabku sambil memasang wajah cemberut.

“YA! Soo-ah! Aku ini masih marah padamu.”

“Akukan hanya ingin memastikan kalau kau benar-benar mencintaiku oppa.”

“Ne, araso. Tapi harus aku taruh dimana semua barang-barang ini?”

“Sini, biar aku bantu.”

“Andwae. Kau duduk saja, biar semua barang-barang ini aku taruh dikamarmu saja. Ini semuakan isinya pakaian-pakaianmu.”

“Terserah.” Jawabku singkat. Siwon oppapun pergi kekamarku dilantai 2 untuk menaruh semua barang-barangku, dan aku diminta olehnya untuk menunggu di ruang santai. Tak lama kemudian diapun turun, lalu datang menemuiku.

“Kajja!” Kata Siwon oppa langsung menarik tanganku.

“Mau kemana?” Tanyaku sambil melepaskan tangannya.

“Pergi menemui orang yang telah menyebabkan semua ini.”

“Maksudmu?”

“Kita pergi orang yang ingin mencelakakanku, tapi justru kamu yang menjadi korbannya.”

Tanpa menunggu jawaban dariku, Siwon oppa kembali menarik tanganku, tapi kali ini aku menurut karena aku ingin tahu siapa orang yang telah mencelakakan Siwon oppa tapi korbannya adalah aku. Disepanjang perjalanan, Siwon tidak mengatakan apa-apa, dia sangat konsen menyetir. Aku sempat bertanya-tanya. Siapa orang itu? Kenapa dia melakukan semua ini? Tak lama kemudian, kamipun sampai dikantor polisi, dan lagi-lagi Siwon oppa menarik tanganku, namun aku hanya diam saja dengan sikap anehnya itu. Apa dia benar-benar masih marah padaku karena aku telah membohonginya dengan berpura-pura amnesia?

“Oppa, sebenarnya siapa orang itu?” Tanyaku penasaran, namun Siwon oppa hanya diam saja. Cukup lama aku menunggu Siwon oppa bicara, tapi dia tak juga bicara. Ternyata dia benar-benar masih marah padaku.

“Nah itu dia!”

“Nugu?” Akupun bingung dengan jawaban Siwon oppa, akupun langsung melihat kearah seseorang yang sedang Siwon oppa lihat. Dan aku sangat terkejut ketika melihat orang itu.

“Changmin oppa! Kenapa kau disini?” Namun tak ada jawaban dari Changmin oppa.

“Dia orang yang aku maksud.”

“Oppa aku tak mengerti dengan perkataanmu. Mengapa Changmin oppa bisa ada disini?”

 

-Siwon pov-

“Oppa aku tak mengerti dengan perkataanmu. Mengapa Changmin oppa bisa ada disini?” Tanya Sooyoung bingung ketika melihat Changmin berada disini.

“Orang yang selama ini kau anggap sebagai oppa, ternyata tega ingin membunuhku.”

“Jadi orang yang kau maksud tadi adalah Changmin oppa?” Aku hanya mengangguk mendengar pertanyaan Sooyoung.

 

-Flashback-

“Jadi kau orangnya?”

“Ne. Waeyo?”

“Michoso? Kenapa kau mau melakukan hal ini?”

“Karena aku tak ingin melihat kau terus berada disisi Sooyoung?”

“Keundde waeyo?”

“Karena aku mencintai Sooyoung. Aku sangat mencintai Sooyoung. Sooyoung sangat mencintaimu, tapi kau tak pernah mencintainya, sehingga itu membuat Sooyoung selalu sedih. Untuk itulah aku ingin membunuhmu. Tapi mengapa harus Sooyoung yang kutabrak, bukannya kau.” Teriak Changmin padaku.

“Ini kah cara kau mencintai Sooyoung? Membuatnya terbaring koma seperti sekarang ini?”

“Mwo raguyo? Sooyoung terbaring koma?”

“Ne, dan ini semua karena kebodohanmu.”

“Mwo raguyo? Seharusnya kau mati sekarang!” Teriak Changmin hendak ingin memukulku, namun segera dicegah oleh petugas pengawas sel tahanan.

“Soo-ah! Mianhaeyo!” Kata Changmin yang akhirnya mengeluarkan air matanya.

“Sudahlah! Tak ada lagi yang perlu kau tangisi. Sooyoung sudah sadar sekarang. Kau bisa tenang.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Aku akan mengajak Sooyoung kesini, kau minta maaf sendiri saja padanya.”

“Baiklah!”

-Flashback end-

 

-Sooyoung pov-

Aku sangat terkejut mendengar semua penjelasan dari Siwon oppa. Aku tak menyangka Changmin oppa, yang selama ini aku anggap sebagai oppaku sendiri, tega melakukan hal itu pada orang yang aku cintai, padahal Changmin oppa sangat tahu kalau aku sangat mencintai Siwon oppa.

“Oppa, kenapa kau tega melakukan hal itu? Kau tahu kalau aku sangat mencintai Siwon.”

“Mianhae Soo-ah. Jeongmal mianhae.”

“Sudahlah oppa, kau tinggalah saja disini. Kalau kau tinggal disini sesuai dengan hukum yang berlaku di Korea ini. Aku janji, aku akan memaafkanku.”

“Baiklah Soo-ah, kalau itu memang maumu, aku tidak akan membantahnya.”

“Oppa.”

“Ne, Soo-ah.”

“Maukah kau tetap menjadi oppaku?”

“Ne. Geureomyeo.” Akhirnya Changmin oppa tersenyum. meskipun aku ingin sekali marah padanya, tetapi aku tak bisa. Manamungkin aku marah pada oppaku.

Aku dan Siwonpun pergi meninggalkan kantor polisi, dan membiarkan Changmin oppa menebus semua kesalahannya didalam penjara. Siwon oppapun pergi mengajakku ke Sungai Han. Aku tak tahu apa yang ingin dilakukannya disana.

“Oppa, kenapa kau mengajakku kesini?”

“Ada yang ingin aku bicarakan padamu.”

“Oppa, apa kau benar-benar marah padaku?” Namun Siwon oppa hanya tertawa mendengar pertanyaanku.

“Babo. Manamungkin aku marah pada yeoja yang aku cintai.”

“Mwo?” Akupun bingung mendengar pertanyaan Siwon oppa, kalau dia mengakui jika ia mencintaiku.

“Soo-ah, maukah kau menjadi yeojachinguku?” Tanya Siwon oppa sambil menatap kedua tanganku dan memegang tanganku.

“Jinjjayo oppa?”

“Ne.”

“Ne, oppa. Aku mau. Aku mau menjadi yeojachingumu. Manamungkin aku bisa menolakmu oppa. Gomawo.” Kataku dengan bahagianya. Siwon oppapun hanya tersenyum mendengar jawabanku. Akupun langsung memeluknya, dan diapun terkejut dengan tindakanku itu, namun sekali lagi dia hanya tersenyum.

Akhirnya pelangi muncul setelah badai dan hujan datang. Sudah lama sekali aku menunggu semua ini. Teman-temankupun sudah mendapatkan pasangan mereka masing-masing, Leeteuk-Taeyeon, Kyuhyun-Seohyun, Yesung-Jessica, dan aku dengan Siwon tentunya. Setelah menunggu selama 5 tahun, akhirnya Siwon menyatakan perasaannya padaku. Aku benar-benar sangat bahagia. Aku rasa ini seperti mimpi, tapi aku yakin ini bukanlah mimpi, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Dan sekali lagi aku sangat bahagia dengan cinta yang diberikan oleh semua orang-orang terdekatku, termasuk Siwon, seorang namja yang sangat aku cintai. Gomawo Siwon oppa. Saranghaeyo. Naneun jeongmal saranghaeyo.

 

-THE END-

 

Saengil chukahamnida

Saengil chukahamnida

Saranghaneul author Young Hee saengil chukahamnida……

 

Selamat ulang tahun author Young Hee dan seluruh author dan readers yang berulang tahun hari ini, semoga semua keinginan kalian yang belum tercapai bisa tercapai. Amin. Hehehehhe.

 

Yeayy, akhirnya chapter 3nya selesai, dan artinya cerita inipun juga selesai. Hehhehe J

Bagaimana readers???? Apakah endingnya sudah sesuai dengan harapan kalian???? Saya harap begitu.

 

Mianhae kalau chapter 3nya panjang bgd. Hehehe. Mianhae sekali lagi.

 

Jangan lupa komennya ya…

 

Annyeonghi gyeseyo…..

 

7 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s