Oppa is Mine ( Part 4 )

Author             :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Friendship, School

Rated              :   PG-17

Main Cast      :  –    Sunny ‘SNSD’ as Lee Sunny

–         Song Joong Ki as Song Joong Ki

–         Kyuhyun ‘Super Junior’  as Cho Kyuhyun

–         Yoona ‘SNSD’ as Im Yoona

–         Joon ‘MBLAQ’ as Lee Joon

–         Jooyeon ‘After School’ as Lee Jooyeon

__________

Annyeooooooong!!!! Apa kabar para readers?

Maaf ya lama.. postingan FF-nya. Dikarenakan author dag dig dug ser~

Nunggu pengumuman UN, dan alhamdulillah hasilnya memuaskan.

Oh ya…semoga di Part ini para reader ngga kecewa,,

Happy Reading!!

__________

 

Sunny yang dari tadi mengurung diri di kamar, akhirnya keluar untuk mengambil air minum karena kehausan. Sunny tidak tahu bahwa Jooyeon datang bertamu ke rumah mereka. Karena sudah terlanjur keluar, Sunny pun berlagak tidak peduli.

“ Kau tidak sendiri?” tanya Jooyeon heran, melihat Sunny lewat menuju arah dapur.

“ Iya.”

“ Siapa dia ?” tanya Jooyeon penasaran

“ Apa?”

“ Siapa dia oppaaa?!”

“ dia… dia..” Joongki terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan Jooyeon

“ Aku keponakannya.” Sela Sunny ditengah pembicaraan mereka.

Joongki dan Jooyeon sama-sama terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulut Sunny.

“ Kau ada masalah ahjumma?” tanya Sunny bersikap tidak peduli.

“ Ahjumma?!” Jooyeon menatap Sunny kesal, “Tidak, hanya saja pamanmu ini tidak pernah bercerita tentang keponakannya.” Jooyeon melirik ke arah Joongki yang masih terkejut dengan apa yang diperbuat Sunny.

“ Ahjussi memang tidak suka menceritakan tentang diriku pada orang lain.” Jelas Sunny, lalu pergi dari hadapan mereka dan kembali masuk kedalam kamarnya.

_______________

Sejak saat itu, setiap harinya Jooyeon selalu berkunjung ke rumah Sunny dan Joongki. Sunny sangat terganggu dengan kehadiran Jooyeon di rumahnya. Dulu Sunny sangat mengagumi Jooyeon, tapi sekarang keadaan itu berubah. Sunny selalu bersikap dingin pada Jooyeon.

“ Hallo! Apa pamamu ada dirumah?” Sapa Jooyeon ketika Sunny membukakan pintu rumah.

“ Dia belum pulang.” Jawab Sunny datar

Jooyeon tersenyum dengan penuh maksud. “ Bolehkah aku masuk? Aku ingin menunggunya didalam.”

“ Ya ahjumma, lebih baik kau tunggu dia di kantornya saja. Karena didalam ada teman-temanku, aku takut mereka merasa terganggu dengan Kehadiranmu.” Sunny segera menutup pintu dengan keras didepan muka Jooyeon.

Senyum Jooyeon langsung hilang. “ Aish dasar anak tidak punya sopan santun.” Umpat Jooyeon setelah Sunny menutup pintunya.

Di dalam Yoona terlihat sedang asik menonton televisi sambil memakan cemilan yang disediakan oleh Sunny.

“ Siapa yang datang?” tanya Yoona melihat Sunny kembali dari pintu masuk.

“ Ahjumma genit itu.” Dengan wajah sedikit ditekuk, Sunny duduk disamping Yoona

“ Bukankah dia dulu idolamu? Kenapa sekarang kau malah bersikap seperti itu padanya?” Yoona mulai menggoda Sunny

“ Sudah kau diam saja.” Sunny langsung mengambil cemilan yang ada ditangan Yoona dan mengunyahnya dengan kesal.

“ Ya!! itu punyaku.” Protes Yoona

Joongki yang sedang sibuk bekerja, merasa terganggu karena kedatangan Jooyeon ke kantornya.

“ Aku sedang sibuk. Kenapa kau tiba-tiba datang kemari?” Joongki terlihat sangat serius membaca file-file yang ada meja kerjanya.

“ Tadinya aku berniat menunggumu di rumah. Tapi keponakanmu itu tidak mengijinkan aku masuk, dan langsung menutup pintu tanpa berkata apa-apa.” Jelas Jooyeon yang terlihat begitu kesal.

Akhirnya Joongki menatap Jooyeon, “ Sudah aku bilang, dia memang seperti itu. Jadi kau maklumi saja sikapnya itu.” beberapa saat kemudian Joongki kembali sibuk dengan file-filenya.

“ Tapi oppa.. dia sudah sangat keterlaluan padaku. Aku juga bisa merasakan kalau dia tidak menyukaiku… bla bla bla” Jooyeon terus berceloteh tanpa henti dan itu sangat mengganggu Joongki.

Joongki menatap Jooyeon dengan rasa kesal, “ Bisakah kau diam! Aku sedang bekerja. Lebih baik kau pulang dan kita bertemu lain kali.”

“ Oppa~ kau jahat.” Jooyeon segera keluar dari ruangan Joongki. Sedangkan Joongki tidak menghiraukan kepergian jooyeon dan kembali sibuk dengan tugasnya.

_____________

Hari ini setelah pulang kuliah Sunny memutuskan untuk pergi ke taman didekat sekolahnya lagi. Meskipun kejadian waktu itu masih melekat dipikirannya, Sunny tetap memberanikan diri pergi kesana sendirian.

Sunny duduk disebuah ayunan yang berada tepat di tengah-tengah taman itu. Dan diam termenung..

“ Aku pikir kau tidak akan pernah kembali lagi kesini.”

Sunny langsung menoleh kearah suara itu berasal. “ Kyu, sedang apa kau disini?” tanya Sunny yang melihat Kyu duduk di ayunan lainnya.

“ Bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan disini?” Kyu balik bertanya

“ Aku bosan berada dirumah.”

“ Aku juga. Kalau begitu bagaimana kalau kita bermain bersama?” ajak Kyu seraya berdiri di balik Sunny.

“ Bermain?”

“ Seperti ini!!” Kyu langsung mendorong punggung Sunny, dan ayunan pun mulai bergerak.

Setelah puas bermain, Kyu mengantarkan Sunny pulang ke rumahnya. Matahari sudah terbenan beberapa saat lalu. Di perjalanan pulang mereka hanya bicara seadanya, karena mereka tidak tahu apa yang harus mereka bicarakan.

“ Ini rumahmu?” Tanya Kyu

“ Iya.”

“ Kau tinggal sendiri?”

Sunny terlihat ragu untuk menjawabnya, “ Tidak, aku tinggal bersama pamanku.”

“ Oh… Kalau begitu aku pulang dulu.” Pamit Kyu, dan segera berbalik menjauhi Sunny.

“ Apa kau buru-buru pulang?” tanya Sunny menghentikan langkah Kyu.

Kyu berbalik dan tersenyum, “ Tidak juga.”

“ Bagaimana kalau kau makan malam dulu dirumahku?” Ajak Sunny penuh harap.

“ Makan malam?”

“ Iya, bagaimana?”

“ Baiklah.”

Lampu rumah terlihat menyala dan terdengar suara televisi dari dalam rumah, itu artinya Joongki sudah pulang. Sunny terlihat menyesali perbuatannya mengajak Kyu datang ke rumahnya, karena dia pikir Joongki tidak akan pulang secepat itu.

“ Aku pulang.” Sunny memberi salam pada Joongki

“ Kau sudah pulang.” Joongki yang sedang menonton televisi langsung melihat ke arah pintu, dan terkejut Sunny membawa pulang seorang laki-laki kerumah.

Kyu yang sadar, langsung memperkenalkan dirinya pada Joongki. “ Halo paman, perkenalkan namaku Cho Kyuhyun, aku teman Sunny sewaktu SMA.” Seraya memberi hormat pada Joongki.

“ Duduklah, aku akan mempersiapkan makan malam dulu.” Perintah Sunny pada Kyu, dan Kyu pun duduk di Sofa yang berbeda dengan Joongki. Mereka berdua terlihat canggung.

Sunny yang biasanya hanya memasak seadanya, kali ini dia memasak banyak makanan lezat. Sayuran hingga lauk yang terlihat begitu menggoda, sudah tertata rapi diatas meja makan. Mereka bertigapun sudah duduk rapi, bersiap untuk makan.

Kyu mengambil tumis daging, yang dari tadi aromanya terus menyeruak kedalam kerongkongannya. Dia terlihat begitu menghayati rasa di setiap kunyahannya.

Kyu tersenyum menatap Sunny, “ Wah Sunny ternyata kau pintar memasak.” Puji Kyu

“ Benarkah?” Sunny senang dengan respon yang diberikan Kyu

“ Iya, ini enak sekali.” Kyu kembali melahap makanannya.

“ Terima kasih Kyu.” Sunny pun segera memakan masakan yang dia buat.

“ Apanya yang enak, dagingnya masih alot.” Sunny langsung menatap Joongki tajam.

“ Tidak, dagingnya sudah sangat lembut.” Kyu membela Sunny, dan Sunny tersenyum manis pada Kyu.

“ Kau mau tambah Kyu?” Sunny menaruh sepotong daging besar kedalam mangkuk nasi Kyu.

“ Terima kasih.”

“ Makan yang banyak ya Kyu.” Sunny terlihat begitu memanjakan Kyu.

“ Aku juga mau.” Pinta Joongki

“ Ambil saj sendiri.” Ucap Sunny tidak peduli. Joongki melahap makanannya dengan kesal.

Setelah selesai makan malam. Sunny mengajak Kyu untuk nonton DVD bersama. Mau tidak mau Joongki pun ikut terjebak bersama mereka.

Saay menonton DVD, Kyu dan Sunny terus tertawa geli ketika melihat adegan demi adegan di film. Karena yang saat ini mereka tonton adalah film komedi. Joongki duduk sambil melipat kedua tangannya, dan terlihat tidak seantusias Sunny dan Kyu pada film itu.

Setelah selesai menonton DVD Kyu pamit untuk pulang.  “ Terima kasih sudah mengajakku makan malam disini.”

“ Jangan sungkan begitu. Sering-seringlah berkenjung kesini.” Sunny terus memasang senyum diwajahnya.

“ Iya. Kalau begitu aku pulang dulu. Dan  terima kasih juga, paman.” Kyu berbalik menghadap Joongki, dan memberikan hormat.

“ Iya.” Joongki menjawab dengan singkat.

Setelah itu, Kyu langsung berjalan keluar di temani Sunny. “ Hati-hati ya..” Ucap Sunny pada Kyu yang sudah berjalan sedikit jauh seraya melambai-lambaikan tangannya.

Ketika Sunny kembali masuk kedalam rumah, Joongki sudah kembali duduk menonton televisi. Tanpa basa-basi, Sunny berjalan melewati Joongki begitu saja.

“ Dasar anak kecil, baru dipuji sedikit saja sudah sangat senang.” Gumam Joongki yang dari tadi kesal pada kelakuan Sunny.

Sunny menghentikan langkahnya dan berbalik, “ Setidaknya dia menghargai masakan yang aku buat. Tidak seperti seseorang yang selalu mengeluh masakanku tidak enak.”

Joongki berbalik menghadap Sunny, “ Itu memang benar!” dengan nada sedikit tinggi.

“ Terserah. Aku tidak peduli.” Sunny kembali berjalan menuju kamarnya.

“ Ya! Aku belum selesai bicara.” Joongki mendengus kesal dan kembali menghadap televisi.

“ Apa maksudnya sering-sering berkunjung? Anak itu seenaknya saja mengundang pria datang ke rumah ini.” Joongki masih ingat bagaimana Sunny mengajak Kyu untuk sering datang kerumahnya. Joongki mendengus kesal.

_________________

“ Hallo Sunny!” Jooyeon tersenyum manis pada Sunny yang baru saja pulang kerumah. Sunny hanya diam, tidak membalas salam Jooyeon.

“ Siapa dia? Pacarmu ya?” Goda Jooyeon melihat Sunny tidak datang sendiri.

Kyu melirik ke arah Sunny, dan segera menjawab pertanyaan Jooyeon. “ Bukan, aku bukan pacarnya. Perkenalkan aku Cho Kyuhyun, aku temannya Sunny.”

“ Oh begitu. Aku pikir kau pacarnya, karena aku dengar kalian sering jalan bersama.” Jooyeon tertawa senang

“ Ahjumma, sejak kapan kau senang ikut campur dengan masalahku? Aku pikir kau hanya peduli pada ahjussiku?” potong Sunny disela tawa Jooyeon.

“ Sunny kau ini!” Jooyeon sudah habis kesabaran pada kelakuan Sunny.

“ Kyu, ayo kita pergi dari sini.” Sunny menarik tangan Kyu, dan kembali keluar rumah.

“ Senang bertemu denganmu, Ahjumma.” Salam Kyu

“ Yaaaaa!! Jangan panggil aku seperti itu!!” teriak Jooyeon dengan kesal.

_______________

“ Kita mau kemana sebenarnya?” Tanya Sunny yang penasaran dengan tujuan liburan mereka kali ini.

“ Iya, kita sebenarnya mau kemana?” Tambah Yoona, yang juga ikut liburan bersama.

Jooyeon muncul dari balik jok mobil, “ Kalian juga pasti akan tahu. Sudah nikmati saja perjalanannya, benarkan Oppa?” Jooyeon menatap ke arah Joongki yang sedang sibuk memperhatikan jalan.

“ Oppa!!” Jooyeon memanggil Joongki, yang tidak menjawab pertanyaannya.

“ Ada apa?” tanya Joongki bingung.

“ Sudahlah.” Jooyeon merengut di kursinya.

“ Ya ahjumma.. Sudah nikmati saja.” Goda Sunny pada Jooyeon. Yoona hanya tertawa geli melihat kelakuan temannya.

Sunny dan Yoona sedang duduk diatas pasir sambil melihat laut biru yang terhampar luas dihadapan mereka. Banyak anak-anak kecil yang berlarian kesana kemari, dan suara orang-orang yang sibuk mengobrol. Suasana pantai yang ramai.

Seseorang datang dan duduk disamping Sunny. “ Kau disini?” Sunny terkejut melihat orang yang duduk disampingnya..

“ Iya, Jooyeon Unnie mengundangku datang kesini.” Jelas Kyu dan tersenyum.

“ Dia mengundangmu datang?!” Sunny mengulangi perkataan Kyu.

“ Iya.”

‘ Wanita itu!! Apa maksudnya dia mengundang Kyu?’ pikir Sunny dalam hati.

Yoona yang dari tadi diam, menyapa Kyu malu-malu. “ Hallo, Kyu.”

“ Yoona, kau juga disini?”

“ Iya, Sunny mengajakku.”

“ Baguslah, kalau begitu liburan kali ini akan menyenangkan.” Kyu berbaring diatas pasir pantai.

“ Aku harap begitu.” Sunny berharap tidak terjadi hal-hal yan tidak diinginkan, mengingat kejadian waktu itu dan mimpi-mimpinya.

Jooyeon berjalan menghampiri Joongki yang sedang duduk sendiri di bangku malasnya. Jooyeon bermanja-manja pada Joongki, dan itu membuat Sunny yang memperhatikan mereka naik pitam.

“ Oppa, bisakah kau tolong aku?” pinta Jooyeon dengan manja.

Joongki menjauhkan tubuh Jooyeon, yang bergelayut manja pada dirinya. “ Apa yang bisa aku bantu untukmu?”

“ Tolong oleskan sunblock ini di punggungku.” Sambil menyodorkan sebotol Sunblock ditanganya.

Sunny yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya menghampiri mereka dan menawarkan diri untuk membantu Jooyeon. “ Ahjumma biar aku saja, yang lakukan itu untukmu.”

“ Benar, aku rasa lebih Sunny yang melakukannya.” Dari balik kacamata hitamnya, Joongki melirik Sunny seraya menggumamkan terima kasih.

“ Tidak perlu, aku bisa sendiri.” Tolak Jooyeon

“ Sudah, aku akan membantumu.” Sunny mengambil botol Sunblock dari tangan Jooyeon, dan mengoleskannya dengan kasar ke punggung Jooyeon.

“ Ya! Pelan-pelan.” Pekik Jooyeon kesakitan.

“ Sudahlah, kau diam saja.” Sunny tertawa senang di belakang Jooyeon.

Matahari sudah terbenam, tapi Sunny dan Yoona masih belum puas bermain-main dipantai. Pantai yang sudah sepi, tidak sama sekali membuat mereka mengurungkan niat untuk bermain tangkap bola di tepi pantai.

“ Tangkap ini!” Yoona melempar bola cukup kuat, hingga bolanya terlempar ke tengah laut. *author lebay

“ Biar aku yang ambil bolanya.” Sunny segera berlari kedalam air.

Ketika hendak kembali ke tepi pantai, Sunny merasakan keram pada kaki kirinya. Sunny tidak bisa menggerakkan kakinya, dan membuatnya terjebak di tengah laut. Ombak yang cukup kuat menghempaskan tubuhnya kedalam air.

“ Sunny!!” Teriak Yoona yang khawatir melihat Sunny.

“ Yoonaaaaa!! To-to-tolonggg!!” Sunny berteriak meminta pertolongan.

“ Sunny!!” Yoona yang tidak bisa berenang, segera berlari meminta pertolongan.

“ Ahjussi.. Sunny, Sunny..” dengan terngengah-engah Yoona berlari menghampiri Joongki yang sedang makan.

“ Ada dengan Sunny?” Joongki masih terlihat biasa-biasa saja.

“ Dia tenggelam, cepat tolong dia Ahjussi.” Dengan setengah terisak yoona memberitahu Joongki. Saat itulah, raut wajah Joongki segera berubah.

“ Kau tunggu saja disini. Aku akan segera menolongnya.” Dengan secepat kilat Joongki berlari menuju arah pantai.

“ Ahjussi, tolong selamatkan Sunny.” Teriak Yoona penuh dengan rasa khawatir.

Joongki mengedarkan pandangannya ketengah laut, mencari keberadaan Sunny. Tapi Sunny tidak disana. Joongki segera berlari ke tengah laut, dan mencari Sunny.

Ketika kembali ke pantai, Joongki melihat Kyu bersiap mencium Sunny. “ Kau mau apa?!” teriak Joongki dan berlari mendekati mereka.

“ Aku hanya ingin memberikan nafas buatan.” Jelas Kyu.

Joongki segera merebut Sunny dari pelukan Kyu. “ Biar aku saja!”

Ketika wajahnya dan wajah Sunny sudah sangat dekat, tiba-tiba Sunny tersadar. Dan berteriak, “ Huwaaaa! Apa yang mau kau lakukan?” Sunny mendorong Joongki menjauh darinya.

“ Sunny, kau baik-baik saja?” Tanya Kyu

“ Aku baik-baik saja.” Sunny memegang kepalanya yang masih terasa pusing.

“Ayo berdiri!“..” Biar aku bantu kau berdiri.” Joongki dan Kyu berbicara bersama dan mereka juga mengulurkan tangan mereka masing-masing kepada Sunny.

Sunny menatap tangan mereka satu persatu, bingung memilih diantara mereka.

“ Terima kasih, Kyu.” Sunny menaruh tangannya di tangan Kyu. Dan Kyu segera membantunya untuk berdiri. Joongki merasa kecewa karena Sunny menolaknya.

“ Kau bisa jalan sendiri?” tanya Kyu masih khawatir.

“ Iya, Aku bisa jalan sendiri.” Sunny berusaha terlihat kuat dihadapan Kyu.

Joongki yang tidak tahan, akhirnya menarik Sunny dari Kyu. Dan menggendong Sunny di punggungnya.

“ Ahjussi, apa yang kau lakukan? turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri.”

“ Ya! Bisakah kau diam sebentar saja?” Joongki terus berjalan

“ Ahjussi! Turunkan aku!” Sunny terus berteriak dan meronta-ronta.

“ Aku tidak dengar.” Guman Joongki tak peduli

“ Kau ini!” Dibalik kekesalannya, Sunny menyunggingkan senyum karena senang dia bisa berada sedekat ini dengan Joongki.

Liburan mereka pun segera berakhir, ketika malam mulai datang.

_______________

“ Aku pulang!” salam Joongki saat tiba dirumah.

“ Oppa kau sudah pulang?” Sunny menyambut kedatangan Joongki dengan mesra. Selayaknya seorang isteri..

“ Ada apa denganmu? Memanggilku seperti itu?” Joongki heran mendengar panggilan Sunny padanya.

“ Sini biar aku bawakan tas dan jasmu, istirahatlah dulu.” Sunny terus bersikap manis didepan Joongki.

“ Apa kau sakit?” Joongki menaruh tangannya di atas dahi Sunny.

“ Apa?” Tanya Joongki melihat Sunny bergumam tidak jelas.

Kakek Song muncul dari balik ruang tamu, “ Joongki kau sudah pulang?” dan berjalan menghampiri mereka berdua.

“ Kakek?!” Joongki terkejut dan segera menurunkan tangannya dari kepala Sunny.

“ Kenapa? Kau tidak suka dengan kedatanganku?” lanjut kakek Song melihat ekpresi wajah Joongki yang seperti itu.

“ Tidak.” Jawab Joongki

“ Tidak?!” Kakek Song mengulang perkataan Joongki

“ Bukan, maksudku aku senang kakek datang.” Jelas Joongki yang tidak mau membuat kakeknya salah sangka.

“ Aku ke kamar dulu.” Dengan tas dan jas di tangannya, Sunny berjalan memasuki kamarnya.

Mulai hari ini, kakek Song akan menginap selama satu minggu dirumah mereka. Dan tentu saja, hal ini akan membuat Sunny dan Joongki kerepotan untuk bersandiwara sebagai pasangan suami isteri sesungguhnya.

“ Masakanmu sangat enak, cucuku.” Puji kakek Song melahap masakan Sunny.

“ Terima kasih, kek.” Sunny merendah diri.

“ Seandainya, kalian cepat-cepat memiliki anak.” Ujar kakek Song di sela-sela aktifitasnya.

“ Uhuk!!” Joongki tersedak mendengar perkataan kakeknya sendiri.

“ Ahjussi kau tidak apa-apa?” Kakek Song segera menatap Sunny heran.

“ Mak-maksudku, Oppa kau tidak apa-apa?” ulang Sunny memperbaiki kata-katanya.

“ Minumlah.” Sunny menyodorkan segelas air, dan Joongki meminumnya.

Setelah makan malam. Pembicaraan mereka pun tidak berhenti disitu saja. Kakek Song mulai menceramahi mereka dengan petuah-petuah sebuah pernikahan. Hingga kakek Song menanyakan masalah anak pada mereka.

“ Kapan kalian berencana memiliki anak?” Kakek Song terlihat begitu tidak sabaran dengan hal ini.

“ Kakek, Sunny kan masih kuliah. Jadi aku pikir kami akan menundanya.” Jelas Joongki

“ Kalau kalian terus menundanya, kalian mau kakek meninggal sebelum menggendong cucu dari kalian?” Kakek Song terlihat kecewa.

“ Bukan begitu kek, hanya saja aku belum siap.” Joongki menjawab pertanyaan kakeknya dengan asal.

“ Kau ini laki-laki, mana mungkin berbicara seperti itu!” Kakek Song terlihat marah mendengar ucapan Joongki tadi.

“ Kakek harus tenang, tahan emosi kakek. Kalau tidak penyakit kakek bisa kambuh.” Sunny berusaha untuk membuat kakek Song tenang.

“ Sunny~ kau sayang kan pada kakekmu ini?” tanya kakek Song seperti anak kecil.

“ Tentu kakek, aku sangat sayang pada kakek.” Sunny memeluk kakek dihadapannya itu.

“ Kalau begitu cepat berikan kakek seorang cucu.”

Sunny langsung melepaskan pelukannya. Dengan wajah aegyo-nya Sunny mulai memohon, “ Kakek tolong beri kami waktu sedikit lagi, untuk memikirkan hal ini.” Sunny berharap kakek Song mengerti.

“ Kau ini. Kakek tidak bisa berbuat apa-apa, jika melihatmu seperti itu.” Kakek Song menyerah

“  Terima kasih.” Sunny kembali memeluk Kakek Song.

Setelah itu kakek Song segera masuk ke kamar untuk beristirahat. Begitu pula dengan Sunny dan Joongki.

“ Sejak kapan pakaianku ada dilemarimu?” Joongki melihat pakaian-pakainannya sudah tertata rapi didalam lemari Sunny.

Kakek Song kan tidur di kamar Joongki. Itulah sebabnya mulai saat ini Sunny dan Joongki akan berbagi kamar.

“ Sebelum kakek datang, aku sudah merapikan segala sesuatu agar kakek tidak curiga.” Jelas Sunny menahan degupan jantungannya yang semakin kencang.

“ Baguslah kalau begitu.” Joongki merebahkan tubuhnya diatas ranjang milik Sunny. Sunny hanya duduk diam didepan meja rias dan menatap Joongki dari kaca.

“ Kenapa? Kau tidak mau tidur?” tanya Joongki

“ Aku akan tidur nanti. Kau duluan saja.” Suara Sunny terdengar gugup.

Tiba-tiba Joongki bangun dan berjalan mendekati Sunny. Joongki berbisik ditelinga Sunny. “ Ya Jagi~ apa kau sudah siap?” goda Joongki.

“ Ahjussi apa maksudmu?” Jantung Sunny berdegup lebih kencang

“ Baiklah kalau begitu.” Joongki membopong Sunny dan menjatuhkannya ke atas ranjang. Joongki mulai membuka kancing bajunya satu-persatu, Sunny tidak percaya dengan apa yang dilakukan Joongki saat itu.

_________________

Huwaaaa gimana reader? Puas??

Makasih buat reader yang udah banyak ngasih kritik dan saran..

Maaf ya kalo banyak typos…

Buat para readers yang suka main castnya Sunny, dateng aja ke wordpress-ku disana ada banyak FF tentang Sunny yang aku buat sendiri.

www.sunshineer.wordpress.com

Sampai jumpa di part selanjutnya.. Annyeong!

PLEASE YOUR COMMENT!!

20 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s