Eternal | Sequel The Girl in The Night | Chapter 5 : Adventure

Title : Eternal | Sequel The Girl in The Night | Chapter 5 : Adventure

Author : Dara Daroen (@dara_daroen)

Main cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Choi Siwon (Super Junior)

Support Cast   :  Find By Yourself

Genre               : Fantasy, Adventure, AU, Suspense, Mystery, Tragedy, Friendship

Rating               : PG-15

Length              : Chapter/Sequel

Summary          : ‘Petualangan!!!’

Disclaimer       : Imagination and story is mine, but the cast belong to God.

Please NO PLAGIATOR!

                                                      The Story © 2012 DaraDaroen         

 

ATTENTIOONN!!

Sebelumnya aku mau minta maaf banget banget ya._. ini next chap-nya terbit lama banget. Udah dua mingguan yah aku ga update ini hehhe. Pokoknya, Jeongmal Mianhaeyo readers. Banyak bgt yang nungguin FF eternal next chap-nya, trus aku lama banget pula lanjutinnya. Mianhae yaaa T_T

Oh ya, di part ini ga ada Seohyun karena dia masih terbaring di kamar asramanya itu ya. Jadi di sini hampir fokus ama Kyuhyun. Tapi entar nongol cast yang lain juga kok. Di baca aja deh. Moga ga pada kecewa yaaa😀

Happy Reading!^^

Previous Story :

The Girl in The Night | Eternal chap. 1. : Regret | Eternal chap. 2 : First Tears | Eternal chap. 3 : Revealed (NC Side Story)| | Eternal chap. 4 : Everything For You |

 

~ Author’s Point Of View ~

 

22 June 2012 00.00 a.m

 

Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam. Ia membenarkan jas hitam yang ia kenakan, merapikan rambutnya, memperkokoh taringnya dan memejamkan matanya perlahan. Ia membiarkan angin malam menembus badannya yang dingin. Setelah beberapa lama kemudian, mata lelaki itu terbuka kembali.

Kini ia berjalan menuju menara asrama Viergo. Langkahnya membingungkan, antara kaku dan ceria. Ketika ia masuk ke dalam menara, barulah langkah yang ia ambil begitu pasti. Ia berjalan penuh kobaran semangat. Bagaikan ada api yang menyala besar di belakang punggungnya, yang siap menemani hari-hari menegangkan dalam hidupnya.

I’m ready…” ucap Kyuhyun seraya membungkuk pada ketua yang berada di hadapannya itu. Leeteuk hanya tersenyum bangga dan beberapa saat kemudian ia menjentikkan jarinya. Setelah itu munculah sebuah gerobak kayu yang tidak terlihat begitu aneh dengan bentuknya yang tidak seperti gerobak pada umumnya. Gerobak itu terisi oleh tiga buah guci yang tidak besar maupun tidak kecil. Ya, guci itu. Guci yang akan di gunakan Kyuhyun untuk menjalani tugasnya nanti.

Kyuhyun nampak terbelalak melihat gerobak itu. Matanya kini beralih lagi menatap Leeteuk, “Ini yang akan ku bawa?” tanyanya.

“Tentu saja,” jawab Leeteuk singkat.

Kyuhyun menelan ludahnya hingga terlihat jakunnya menaik. Ia tak bisa membayangkan perjalanannya yang begitu panjang nanti akan ditambah susahnya dengan harus membawa gerobak ini.

“Kau hanya perlu membawanya, tidak sulit,” ujar Leeteuk lagi melihat Kyuhyun yang hanya terdiam menatap gerobak itu.

“Tapi perjalananku sangat panjang,” keluh Kyuhyun.

Tatapan Leeteuk kini menajam pada Kyuhyun. Seakan tatapan itu adalah tatapan membunuh yang siapapun tak ingin melihatnya. Namun selang beberapa waktu, seringai muncul di wajah bersih Leeteuk.

“Aku akan mendoakanmu,” ujarnya kemudian. Kyuhyun pun hanya tersenyum ragu dan sekali lagi membungkukkan badannya pada Leeteuk, “Kamsahamnida. Aku tak akan mengecewakanmu,” ucapnya.

Leeteuk mengangguk pasti dan mendorong gerobak yang ia munculkan tadi. Ia menyerahkan gerobak itu pada Kyuhyun. Dengan sigap, Kyuhyun pun menangkapnya.

“Ingat perjuangan dan cintamu,” ujar Leeteuk seraya menepuk bahu Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk pasti.

 

Kini Kyuhyun bergegas keluar dari menara asrama, bahkan keluar dari gerbang asrama Viergo ini. Ia berjalan terus dengan gerobak yang mengekor di belakangnya. Lelaki itu berhenti sebentar ketika baru saja keluar dari gerbang. Ia menatap lurus ke depan dan menghela nafas panjangnya.

“Petualangan dimulai…”

~ ~

 

Gunung Silaui.. Gunung yang terkenal oleh legenda horornya itu akan menjadi tujuan petualangan Kyuhyun untuk saat ini. Namun seberapa horornya gunung itu pun semua belum tau. Jarang sekali orang-orang datang ke gunung itu untuk wisata maupun untuk survei keadaan. Tapi hanya satu manusia yang berani dan berhasil menginjakkan kakinya di gunung itu. Siapa lagi selain nenek tua yang dikatakan Leeteuk itu.

Nenek itu menghabiskan sisa waktu hidupnya dengan berdiam diri di puncak gunung Silaui. Dengan kata lain, ia bersemedi disana entah untuk mendapatkan apa. Yang jelas, ia akan selalu menetap di gunung itu hingga akhir hayatnya.

Letak gunung Silaui itu tidak bisa dikatakan tempat yang strategis. Selain letaknya yang cukup jauh dari asrama Viergo, gunung itu dihalangi oleh berbagai hutan dan sungai. Perjalanan Kyuhyun akan panjang untuk kali ini. Bisa siang dan malam dia lalui demi menempuh perjalanan ini.

 

Kyuhyun kini masih mengayunkan langkah kakinya menempuh jalanan yang ada. Tangkai dari gerobak kayu yang dibawanya masih ia genggam. Gerobak kayu itulah yang akan setia menemani perjalanannya nanti. Meskipun kini ia tampak seperti penjual minyak keliling. Namun mana ada penjual minyak berparas tampan sepertinya? Bahkan mana ada juga penjual minyak menggunakan jas serapi Kyuhyun sekarang ini?

Tapi dipikir pula, begitu aneh jika Kyuhyun menarik gerobak berisi guci itu. Bayangkan, ia mengenakan jas hitam dan celana panjang hitam sekarang ini dan dia harus membawa gerobak kayu. Memang aneh, tapi apa Leeteuk lah yang aneh? Karena semua persyaratan ini Leeteuk yang menyampaikannya pada Kyuhyun. Agak konyol memang, tapi apa salahnya seorang Vampire keren berjas rapi mendorong gerobak? Mungkin memang menggelikan, tapi cukup lucu untuk dilihat.

 

 

Langkah kaki Kyuhyun masih stabil dan belum datang tanda-tanda ia kelelahan. Wajahnya masih penuh kobaran semangat. Seringainya masih terus muncul dari wajahnya meski kesendirian harus dia hadang. Keceriaannya masih terlihat jelas dari raut mukanya. Ia nampak semangat untuk melakukan tugasnya ini. Tentu saja, karena batinnya selalu mendorong dirinya untuk selalu ingat bekalnya melaksanakan tugas ini. Perjuangan dan cintanya..

Kini Kyuhyun sudah berjalan sekitar 2 kilometer setelah startnya dari asrama Viergo. Hutan Higaoshi yang dikatakan oleh Leeteuk itu sebentar lagi akan dipijaki oleh Kyuhyun. Namun bayangkan, hutan itu seluas 100.000 hektar. Apa seorang Cho Kyuhyun bisa melewati hutan seluas itu? Bahkan kekuatan Vampire yang ia miliki sekarang hanya sebatas ilmu bela diri dan menggigit menggunakan taring tajamnya. Itu hanya kekuatan untuk melawan musuh bukan? Sedangkan yang ia butuhkan adalah kekuatan terbangnya untuk lebih cepat melewati hutan Higaoshi ini.

Tapi dalam batin Kyuhyun ia masih percaya diri bahwa ia mampu melewati semua rintangannya itu meski tanpa kekuatan yang ia harapkan. Tekadnya sungguh keras, selain itu ia juga mencoba menjadi Vampire yang kuat.

~ ~

06.00 a.m

Sudah enam jam Kyuhyun berjalan menelusuri hutan Higaoshi. Matahari pun ternyata sudah mulai menunjukkan kedatangannya. Kyuhyun masih terlihat santai saja melangkahkan kakinya. Tapi memang wajar dan harus ia berjalan santai seperti itu, agar tubuhnya masih tetap segar dan tak merasa lelah. Tapi bagaimana dengan matahari yang terbit? Apa Kyuhyun tidak cepat-cepat mencari tempat persembunyian dulu untuk terlindung dari cahaya matahari?

Tentu saja tidak. Kyuhyun pastinya telah diberi izin ketua untuk mendapatkan ramuan pelindung cahaya matahari. Sudah pastinya kini ia dapat berjalan sepuasnya kapan saja meski matahari terus-menerus memelototinya.

 

Kini Kyuhyun menelusuri beribu pohon yang ada di hadapannya. Jarak pohon-pohon itu memang berjauhan, tapi rasanya sungguh membosankan jika hanya pandangan pohon saja sejauh mata memandang. Dia ingin cepat-cepat sampai di Sungai Gurojhi. Setidaknya ada pemandangan baru untuknya selain batang kayu seperti ini.

Di tengah kebosanannya memandang banyak pohon, ternyata ada sesuatu yang berbeda dari hal yang di hadapannya ini. Di ujung pohon ketiga tempat Kyuhyun berada, terdapat sebuah jalan kecil. Yang membuat keadaan berbeda adalah karena ada seseorang yang sama sepertinya berada di ujung jalan kecil itu.

Kyuhyun mulai mendekati orang itu. Dari aroma yang dapat ia hirup, terdapat bau darah yang menyatakan bahwa sepertinya orang itu sebangsa Vampire seperti Kyuhyun. Orang itu benar-benar sama seperti keadaan Kyuhyun saat ini. Ia membawa gerobak kayu berisi tiga buah guci yang sama dengan milik Kyuhyun. Pakaian yang orang itu kenakan juga sama dengan yang Kyuhyun kenakan, memakai jas hitam dan celana hitam panjang. Selain itu, orang itupun seorang lelaki sama seperti Kyuhyun. Namun yang berbeda, orang itu berbadan lebih besar daripada Kyuhyun.

Lelaki itu membelakangi Kyuhyun dan terdiam namun ia nampak memerhatikan keadaan sekitarnya. Kyuhyun belum bisa melihat dengan pasti wajah lelaki itu. Diapun masih aneh, mengapa ada Vampire yang sama sepertinya? Apa lelaki itu juga memiliki tugas yang sama dengan Kyuhyun?

Akhirnya Kyuhyun menepuk pundak lelaki itu hingga ia perlahan menoleh ke arah Kyuhyun. Kyuhyun terbelalak kaget melihat wajah familiar di hadapannya itu, begitupun lelaki itu tak kalah kagetnya dengan Kyuhyun.

“Kyuhyun?” ucapnya kaget.

Kyuhyun hanya terdiam dan menatap mata lelaki itu dengan tajam. Hatinya berkecamuk, kobaran api yang awalnya menjadi penyemangatnya itu kini bagaikan berubah menjadi kobaran amarah. Wajahnya saat ini merah padam dan mata hijaunya menyala hebat.

”Choi Siwon!!” teriaknya.

Siwon perlahan mundur ke belakang karena Kyuhyun makin memajukan badannya mendekati Siwon. Tatapan Kyuhyun sama sekali tidak hangat, itu membuat Siwon takut dan ingin sekali menjerit.

”Mengapa kau muncul lagi di hadapanku??!” seru Kyuhyun setengah berteriak.

”Hey, kita hanya tidak sengaja bertemu. Bukan aku yang sengaja muncul di hadapanmu,” jawab Siwon tenang. Namun Kyuhyun begitu geram, tangannya mengepal sedalam-dalamnya. Ingin sekali rasanya ia memukul wajah Siwon kali ini. Hingga akhirnya Kyuhyun menarik kerah baju Siwon dan mengangkat tubuh pria kekar itu.

”Aku benci melihatmu!!!” seru Kyuhyun.

Siwon menendang perut Kyuhyun meski ia tengah mengambang di udara karena badannya terangkat oleh Kyuhyun. Kyuhyun pun meringis dan refleks melepas tubuh Siwon. Lalu ia menyeka darah yang keluar dari mulutnya dan melangkah maju mendekati Siwon lagi. Siwon hanya diam saja sambil melipat kedua tangannya di dada.

”Kurang ajar kau!” teriak Kyuhyun lagi seraya mencoba memukul wajah Siwon, namun Siwon berhasil menangkisnya dan menahan tangan Kyuhyun.

”Kau ini kenapa? Aku tidak mengajakmu berkelahi. Mengapa kau ingin sekali memukulku?” tanya Siwon pada Kyuhyun dengan tenang.

Kyuhyun menepis tangan Siwon yang menahan tangannya. Tatapannya masih tajam pada Siwon. Hatinya geram. Mengapa bisa-bisanya lelaki itu bersikap tenang dengannya?

”Hah, aku tak punya banyak waktu,” ujar Siwon kemudian. Ia kembali menarik gerobak kayunya yang sama seperti Kyuhyun. Ia pun mulai berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam. Arah perginya sama seperti tujuan Kyuhyun selanjutnya.

~ ~

”Mengapa kau bisa searah denganku?” tanya Siwon pada Kyuhyun sambil melintasi jalan setapak di hutan Higaoshi.

Kini Kyuhyun dan Siwon berjalan beriringan setelah sebelumnya Kyuhyun mengejar Siwon. Meski hati Kyuhyun geram melihat Siwon di hadapannya, tapi dia menyimpan banyak rasa penasaran dengan Siwon. Ia bingung mengapa Siwon sama sepertinya sekarang ini. Maka akhirnya Kyuhyun pun mengikuti Siwon hingga akhirnya mereka bejalan bersama.

”Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu,” ujar Kyuhyun.

”Hhmm, kalau aku.. aku sedang menjalankan misi,” kata Siwon.

Misi katanya? Misi apa? Apakah sama dengan misi yang dilakukan Kyuhyun?

Kyuhyun mengerutkan dahinya. Bingung.

”Mungkin sama sepertimu,” lanjut Siwon.

”Maksudmu kau juga akan mengambil darah nenek tua di gunung Silaui itu?”

”Tentu saja.”

Kyuhyun membelalakan matanya lebar. Memang sudah bisa diduga kalau Siwon pasti satu tujuan dengan Kyuhyun. Karena bawaan yang dibawa pun sama. Tapi bagaimana bisa? Siwon ikut mengambil darah nenek itu. Berarti Kyuhyun harus berbagi darah nenek tua itu dengan Siwon. Tapi bukankah jangan sampai nenek itu mati?

Kyuhyun lalu berjalan lebih cepat dari Siwon. Ia mendahului langkah Siwon. Kenapa? Karena tentu saja Kyuhyun tak mau keduluan mendapatkan darah nenek itu. Dia tak ingin Siwon merebutnya duluan.

”Hey, mengapa kau cepat-cepat? Tunggu aku.”

Siwon berulang kali memanggil Kyuhyun dan menyamai langkahnya. Tapi Kyuhyun tetap berjalan cepat untuk mendahului Siwon.

”Hey, kenapa?”

”Apanya yang kenapa, huh?”

”Kau melangkah lebih cepat dariku. Bukan kah kita satu tujuan? Jalan bersama saja.”

Shireo. Aku benci denganmu.”

Sebenarnya memang benar Kyuhyun membenci Siwon. Itu juga bisa dijadikan alasannya untuk mendahului Siwon. Tapi nanti kalau Kyuhyun memberi tahukan alasan sebenarnya, Siwon malah akan mendahuluinya lebih dulu. Bayangkan saja, Siwon yang bertubuh kekar dan besar pastinya langkah dan kekuatannya lebih besar. Coba saja bandingkan dengan tubuh yang dimiliki Kyuhyun. Kyuhyun pasti kalah dengan Siwon.

”Kyuhyun-ssi. Seharusnya aku yang membencimu.”

Kyuhyun terhentak dan refleks membalikkan badannya. Ia melihat Siwon menghentikan langkahnya di belakang Kyuhyun. Wajah Siwon yang terpasang tengah menatap Kyuhyun yang entah bisa dibaca sebagai tatapan apa. Mungkin tatapan tajam yang membunuh, atau mungkin juga tatapan sedih yang mendalam, atau juga tatapan musuh yang membenci.

”Apa kau bilang?”

”Ya. Seharusnya aku yang membencimu,” ulang Siwon.

Siwon berjalan maju mendekat ke arah Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya menatap tajam pada pria bertubuh kekar itu.

”Kau yang membuatku begini. Membuatku harus rela berkorban mencari darah nenek tua di gunung itu.”

”Hey, seharusnya aku yang bilang itu padamu, bodoh!”

Siwon membalikkan badannya enggan menatap Kyuhyun. Ia takut terbawa emosi dan membenci Kyuhyun. Ya, sebenarnya Siwon masih peduli dan ingat dengan persahabatannya dengan Kyuhyun. Ia sama sekali tidak ingin membenci Kyuhyun.

”Aku mencari darah itu untuk Tiffany.”

Mwo? Apa kau bilang? Si wanita jalang itu?”

”Waktu itu, ia datang padaku setelah kau membunuhku dan menjadikanku menjadi sebangsa denganmu. Ia datang dengan penampilan yang menyedihkan. Ia mengadu bahwa ia disiksa olehmu, diperkosa dan diperlakukan hard sex yang menyakitkan,” jelas Siwon. Lalu ia menarik nafasnya dalam-dalam hendak melanjutkan ceritanya.

”Cih, wanita itu tukang mengadu!” seru Kyuhyun penuh kesal.

”Setelah itu, ia jatuh pingsan sesaat setelah ia menceritakan penyiksaannya itu. Aku sebagai Vampire baru saat itu tidak tau apa-apa. Jadi aku segera membawanya ke salah satu asrama Vampire besar, asrama Apgijeong. Tiffany dibawa ke salah satu ruang kamar kosong dan aku mengikutinya. Setelah para sunbae memeriksanya, mereka mengatakan kalau Tiffany tidak bisa bangun sebelum mendapatkan darah khusus. Akhirnya mereka menyuruhku untuk menghadap ketua asrama, dan di sana aku diberitahu misi ini..” jelas Siwon panjang lebar.

Siwon membalikkan tubuhnya lagi dan melihat Kyuhyun sedang menunduk. Kyuhyun menunduk karena merasa bersalah. Tapi bukan merasa bersalah pada Tiffany, melainkan pada Siwon. Siwon benar, memang seharusnya Siwon lah yang membenci Kyuhyun. Kyuhyun telah membunuh Siwon dengan tragis, bahkan ia menyiksa Tiffany yang membuat Siwon kerepotan.

Tapi sejenak, Kyuhyun berpikir lagi. Bukan hanya Kyuhyun lah yang salah, semua salah bahkan Siwon pun salah. Coba pikirkan dari awalnya. Siwon telah mengetahui kejadian Seohyun dan Tiffany yang sebenarnya lebih dulu, tapi ia malah membungkam mulutnya rapat-rapat. Coba saja jika Siwon mengatakan lebih dulu apa yang sebenarnya, kejadian semuanya tak akan seperti ini. Siwon pasti masih menjadi manusia dan Tiffany juga tidak akan disiksa oleh Kyuhyun. Dan Seohyun, wanita malang itu pasti sudah bahagia kembali dalam pelukan Kyuhyun.

”Aku membencimu Choi Siwon. Kau bodoh, kau bercerita seperti ini hanya ingin membuatku merasa bersalah, huh? Iya? Apa kau juga tak merasa bersalah? Kau juga salah!” teriak Kyuhyun penuh amarah.

Kini Siwon yang gantian menunduk. ”Ya aku salah. Memang benar. Aku dari awal salah. Aku mengetahui kronologi kejadian satu bulan yang lalu tentang Seohyun dan Tiffany yang sebenarnya. Aku memang seharusnya memberitahukanmu lebih dulu yang benar. Aku paham. Jika saja aku mengatakan yang sebenarnya padamu, pasti semua tak akan seperti ini.”

Kyuhyun terbelalak mendengar apa yang barusan terucap dari mulut Siwon. Apa yang dipikirkan Siwon sama dengan yang dipikirkannya. Tapi Kyuhyun bisa bernafas lega mendengar Siwon mengatakan rasa bersalahnya.

”Maafkan aku Cho Kyuhyun,” ucap Siwon.

Hati Kyuhyun mendesir hebat. Ada apa ini? Mengapa sepertinya rasa bersalah Kyuhyun makin besar? Tidak, tidak. Kyuhyun merasa tak hanya dia yang salah. Buktinya saja Siwon mengatakan maaf padanya. Tapi hati kecil Kyuhyun seperti teroyak. Ia juga merasa bersalah dan ingin mengatakan maaf. Tapi lidahnya kelu. Kyuhyun pun memilih diam.

”Terserah kau mau memaafkanku atau tidak. Yang pasti aku tulus, Kyu..”

Siwon melangkah kembali ke belakang mengambil gerobak kayu berisi tiga gucinya. Lalu ia berjalan duluan meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam seperti memikirkan sesuatu.

Tak lama kemudian, Kyuhyun sadar dari diamnya. Ah, Siwon. Pria besar itu sudah mendahuluinya. Kyuhyun dengan cepat menghampiri Siwon.

~ ~

 

Langkah Siwon terhenti dan Kyuhyun pun berhenti. Kyuhyun yang berada di belakang Siwon mendekat ke depannya.

”Hey, lihat. Sepertinya ini Sungai Gurojhi..” ujar Siwon. Ia meninggalkan gerobak kayunya dan menuju tepi sungai. Ia mengambil sedikit demi sedikit air yang mengalir dan membasuh mukanya. Itu membuatnya segar meski tidak sesegar meminum darah. Siwon kelaparan sekarang ini. Tapi ia tidak diperbolehkan membawa bekal sebotol darah sedikit pun. Jika ia ingin memangsa seseorang di sini pun, siapa yang ia mangsa? Kyuhyun? Hah, dia itu juga Vampire, sama dengannya menghisap darah.

Kyuhyun dengan ragu menghampiri Siwon ke tepi sungai. Ia memain-mainkan air jernih itu. Dingin sekali disaat airnya menyentuh permukaan kulitnya. Membuatnya butuh kesegaran. Ia mengikuti Siwon membasuh mukanya dengan air. Segar sekali, pikirnya.

Tiba-tiba terdengar suara langkah seseorang menghampiri mereka berdua. Langkah itu bukan seperti langkah berjalan biasa, tapi seperti berlari. Siwon memandang Kyuhyun seperti mengatakan ’siapa itu?’. Tapi Kyuhyun hanya diam dan kemudian bangkit.

Kkssskkk..

Terdengar suara semak-semak bergoyang. Seperti ada seseorang yang bersembunyi di sana. Kyuhyun mendekatinya sedangkan Siwon masih terdiam di tepi sungai sambil memerhatikan semak itu pula.

Nuguya?”

Semak-semak itu berhenti bergoyang.

”Ini aku Seohyun!!” teriak seseorang -yang sepertinya seorang yeoja- tiba-tiba muncul dari balik semak itu. Wajahnya berseri-seri, ia menunjukkan deretan gigi putihnya. Rambutnya tergurai panjang sebahu. Mata kecilnya bening dan berbinar.

Kyuhyun terbelalak. Bukan karena melihat siapa yang keluar dari semak itu. Tapi ia terbelalak mendengar yeoja itu menyebut dirinya Seohyun. Mungkin hanya namanya saja yang sama. Karena fisiknya, yeoja yang ada di hadapannya sekarang ini tidak seperti Seohyun yang Kyuhyun kenal. Dia hanya seorang gadis kecil.

Tiba-tiba wajah ceria anak kecil yang bernama Seohyun itu pudar. Entah kenapa, mungkin saat ia melihat Kyuhyun di hadapannya.

“Kau, kau siapa?” tanya gadis kecil itu pada Kyuhyun dengan wajah heran dan takut.

“Ah, aku. Cho Kyuhyun imnida,” sahut Kyuhyun. Ia menjulurkan tangannya dan tersenyum pada gadis kecil itu. Dengan ragu, gadis kecil itu menyambut uluran tangan Kyuhyun.

“Kenapa tanganmu dingin sekali?” tanya gadis kecil itu dengan menatap mata hijau milik Kyuhyun. Tangannya masih bersentuhan dengan tangan Kyuhyun.

Kyuhyun sadar. Pasti gadis kecil ini adalah manusia. Ia tak tau kalau Kyuhyun seorang Vampire.

Akhirnya Kyuhyun pun hanya tersenyum dan ia menggandeng gadis kecil itu menuju tepi sungai tempat Siwon berada.

”Ah, siapa gadis kecil ini Kyu?” tanya Siwon.

“Dia Seohyun.”

Mwo? Seohyun?”

“Iya, aku Seohyun,” ujar gadis kecil itu pada Siwon. Ia menyeringai menunjukkan deretan giginya. Sangat lucu. Gadis itu menggemaskan. Pipi putihnya begitu chubby membuat siapapun yang melihatnya ingin mencubitnya. Senyumnya manis dengan lekukan-lekukan indah di wajahnya. Saat ia tersenyum, mata kecilnya seperti ikut tersenyum. Eye smile.

”Kyeopta. Gadis kecil ini mengingatkanku pada Seohyun yang ku cintai. Ia sama manisnya dengan gadis ini,” ujar Kyuhyun sambil tersenyum sendiri. Dan lebih tepat omongannya tadi bagaikan ia hanya bergumam pada diri sendiri.

Siwon menatap Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun beranjak untuk duduk. Gadis kecil bernama Seohyun itu juga ikut duduk menengahi Kyuhyun dan Siwon.

”Jadi, Seohyun, kau tinggal di mana? Apakah di sekitar hutan ini kau tinggal?” tanya Kyuhyun pada gadis kecil itu.

Seohyun mengangguk kecil.

”Ternyata masih ada juga rumah di tengah hutan blantara seperti ini,” gumam Siwon.

”Ah, kau tinggal bersama siapa?” Kini giliran Siwon yang bertanya pada Seohyun.

”Aku tinggal bersama ibu.”

Kyuhyun dan Siwon membentuk mulut mereka seperti huruf ’O’ dan mengangguk berbarengan.

”Ku kira kau tinggal sendirian. Bahaya sekali jika kau sendirian,” ujar Kyuhyun.

”Em.” Gadis kecil itu hanya mengangguk kecil. Lalu ia bangkit dari duduknya dan hendak pergi. Kyuhyun dengan sigap menahan tangan kecil Seohyun.

”Kau mau kemana?”

”Aku ingin pulang. Kata ibuku, aku tidak boleh terlalu lama bersama orang yang tak ku kenal.”

”Tapi kita tadi sudah berkenalan.”

Seohyun nampak menundukkan kepalanya. Ia menatap jemari kakinya yang tak beralas. Sesekali ia menggerak-gerakkan jemari kakinya itu.

”Kyuhyun? Namamu Kyuhyun?” tanya Seohyun yang masih menatap jemari kakinya.

Kyuhyun hanya bergumam menjawab pertanyaan Seohyun menandakan jawaban ’Iya’. Seohyun mengangkat kepalanya lagi dan menatap mata hijau Kyuhyun. Gadis itu sebenarnya merasa aneh. Mengapa mata lelaki yang ia tatap berwarna seperti itu? Tidak seperti dirinya yang memiliki mata berwarna hitam.

”Tanganmu dingin sekali, matamu juga nampak aneh. Lihat, matamu berwarna hijau dan aku berwarna hitam. Itu membuatku takut.”

Kyuhyun tertawa kecil melihat gadis kecil di hadapannya itu. Gadis ini memang benar-benar tidak tau kalau Kyuhyun seorang Vampire. Tapi jika ia, nanti gadis itu malah akan lebih takut padanya. Dan juga kalau tidak, gadis itu akan tidak tau selamanya dan itu akan membuatnya bingung terus menerus.

”Jadi kau takut padaku?”

Seohyun menunduk lagi lebih dalam.

”Gadis manis, dengarkan. Apa kau tau Vampire?”

”Apa? Vampire?”

Seohyun dengan cepat bangkit dari tunduknya mendengar kata Vampire. Ia menatap lekat mata Kyuhyun seakan mencari jawaban di sana. Ia menunggu penjelasan yang terucap dari mulut Kyuhyun.

”Ya, Vampire pecinta darah. Yang dahulunya dia seorang manusia tapi mati dan raganya dibangkitkan lagi menjadi seorang Vampire. Nah, jadi kau tau sesuatu?”

”Maksudmu, kau adalah seorang Vampire?”

”Tepat sekali, gadis kecil.”

Seohyun terbelalak luar biasa. Dia tak menyangka bertemu seorang Vampire di sini dan bahkan ada di hadapannya sekarang.

”Kau jangan takut. Aku Vampire baik, aku tak akan menghisap darahmu,” ujar Kyuhyun seakan tau apa arti mata Seohyun yang nampak terbelalak.

Namun tiba-tiba Seohyun malah memeluk tubuh Kyuhyun. Membuat yang dipeluk merasa aneh dan bingung. Gadis kecil itu memeluk Kyuhyun sangat erat. Lengan tangannya melingkari leher Kyuhyun.

Appa..” ucap Seohyun.

Mwo? Kau memanggilku appa?” Kyuhyun tercengang.

Siwon yang dari tadi hanya diam di belakang mereka berdua, kini ia mendekat ke arah Kyuhyun dan Seohyun. Ia juga kaget mendengar Seohyun memanggil Kyuhyun dengan sebutan ’appa’ dan bahkan kini gadis kecil itu memeluk Kyuhyun erat. Siwon berdiri di sebelah mereka, hanya memperhatikan apa yang terjadi.

”Seohyun, kau harusnya memanggilku oppa, bukan appa,” ujar Kyuhyun lembut pada gadis kecil yang memeluknya itu.

Seohyun melepas pelukannya dan menatap Kyuhyun dengan mata berbinar. Gadis itu seakan memiliki sejuta keceriaan. Senyum manisnya mengembang jelas di wajahnya.

”Kau seorang Vampire kan? Aku teringat ayahku. Dia juga seorang Vampire, sama sepertimu.”

”Ayahmu, seorang Vampire?”

”Iya benar.”

”Lalu ibumu? Vampire juga?”

”Tentu saja tidak. Kalau mereka berdua Vampire, mengapa jadinya anak manusia sepertiku?”

Seohyun tertawa renyah. Gadis itu sebenarnya sangat pintar. Ia pandai memakai logikanya dan dengan cepat mengerti apa yang orang sampaikan padanya.

”Oh, jadi ibumu seorang manusia sedangkan ayahmu seorang Vampire. Begitu?” tanya Kyuhyun memastikan.

”Benar sekali.”

Kyuhyun hanya terdiam. Lalu ia menoleh ke arah Siwon. Siwon hanya mengangkat sebelah alisnya. Seohyun pun menoleh mengikuti arah pandang Kyuhyun.

”Ah, dan kau tau? Wajah ayahku itu hampir mirip dengannya,” ujar Seohyun. Lalu ia meraih tangan Siwon. Siwon terbelalak, apalagi Kyuhyun.

”Namamu siapa?”

”Aku, Choi Siwon.”

”Apa kau juga seorang Vampire?” tanya Seohyun pada Siwon.

”Emmm. Ya aku juga Vampire.”

Jeongmalyo?”

Mata Seohyun nampak berbinar, terlihat jelas. Senyum manisnya lagi-lagi terhias di wajahnya. Mungkin ia senang bertemu seseorang yang membuatnya ingat dengan ayahnya.

”Oh ya, katamu tadi apa? Seharusnya aku memanggilmu oppa? Sebutan apa itu?” tanya Seohyun kemudian pada Kyuhyun.

Oppa itu sebutan kepada kakak laki-laki untuk gadis yang lebih muda dari kakaknya itu.”

”Memangnya kau tidak tau sebutan itu?” tanya Kyuhyun. Seohyun menggeleng cepat.

Kyuhyun dan Siwon saling tatap. Heran. Seohyun benar-benar tak tau sebutan ’oppa’. Sepertinya gadis kecil itu memang tumbuh dari kecil di hutan belantara ini. Ia pasti jauh dari kota dan tak ada teman untuknya. Pastilah ia tidak bergaul dan tidak punya teman obrol. Yang dia tau tentang sebutan, pasti hanya ’eomma’ dan ’appa’.

”Oh. Berarti aku harus memanggil kalian berdua ’oppa’ kan?” tanya Seohyun antusias.

”Tentu saja.”

Seohyun mengangguk senang. Ia mendapat pelajaran tentang sebutan baru.

”Ah. Kyuhyun oppa, Siwon oppa.. Apa kalian mau main ke rumahku? Kita bertemu ibuku, dia pasti senang jika ada tamu,” ajak Seohyun.

Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tak gatal, ”Emmm bagaimana ya.. Aku, aku masih ada misi dan harus melanjutkan perjalananku menuju puncak gunung, Seohyun-ah..” ujarnya.

”Begitukah?” Wajah Seohyun mendadak muram. ”Apa kau juga sepertinya Siwon oppa?”

”Ya.. Sebenarnya iya. Aku juga ada misi lagi..”

Wajah Seohyun makin muram dan ia tertunduk. Kyuhyun dan Siwon merasa tidak enak. Sebenarnya enggan juga jika harus mampir untuk main ke rumah gadis kecil itu. Itu akan membuang waktu mereka untuk menjalankan misi. Tapi sepertinya gadis kecil malang ini jarang mendapat teman, mereka berdua harus mau menerima ajakan Seohyun. Setidaknya hanya untuk menghibur dan membuat gadis itu gembira.

”Ah, baiklah Seo-ya.. Kami menerima ajakanmu,” ujar Kyuhyun lembut.

Jinjja?”

Wajah ceria Seohyun kembali lagi. Mata bulatnya kembali berbinar.

”Baiklah. Kajja!”

~ ~

 

Letak rumah Seohyun tidak jauh dari Sungai Gurojhi. Hanya perlu berjalan di jalan setapak di dekat sungai. Bangunan rumah Seohyun tidak bisa dikatakan bagus dan tidak bisa juga dikatakan buruk. Cukup untuk ditempati dan layak untuk hidup di sana. Bangunan kayu yang kokoh meski sedikit ada yang sudah rapuh. Pintu dan jendela kayu, atap dengan genteng seadanya dan sebagian juga atapnya ditutupi kayu bambu. Rumah Seohyun ini kira-kira seluas 5 x 6 meter. Cukup jika hanya untuk tinggal berdua saja.

Oppa jangan hanya melihat-lihat di depan rumahku saja. Ayo masuk..” ajak Seohyun sambil menarik Kyuhyun dan Siwon.

Mereka memasuki rumah Seohyun. Ternyata sulit dibayangkan. Penampilan rumah kayu yang terlihat di luar rumah dan di dalam begitu berbeda. Ketika sudah masuk ke dalam rumah, segala properti yang ada sangat ditata rapi dan semuanya nampak bagus. Dinding kayu yang bercat dengan warna cerah dan tidak ada noda kotor sama sekali. Lantai bersemen yang dilapisi karpet panjang berwarna sama dengan dinding rumah. Bagaikan rumah istana di tengah hutan.

Eomma! Aku pulang!” teriak Seohyun. Ia berlari girang menuju dapur. Sepertinya ibunya sedang memasak atau melakukan hal lain yang dilakukan di dapur.

Gadis kecil itu kembali menghampiri Kyuhyun dan Siwon sambil menggandeng ibunya. Betapa terkejutnya Kyuhyun dan Siwon melihat ibunya itu. Tapi ibu Seohyun juga ikut terkejut.

”Park Jiyon?”

Seohyun menarik-narik tangan ibunya. Sedangkan ibunya masih terkaget-kaget melihat tamunya itu.

”Dia bukan appa. Namanya Siwon, eomma..” ujar si gadis kecil itu pada ibunya.

Ya, ibunya Seohyun terkaget karena melihat Siwon. Seperti yang dikatakan Seohyun di sungai tadi, ayahnya itu mirip wajahnya dengan Siwon.

Tapi Kyuhyun dan Siwon juga lebih kaget melihat ibunya Seohyun. Terlebih bagi Kyuhyun. Hal yang benar-benar mengagetkan baginya. Ia tak percaya melihat rupa ibunya Seohyun.

Memang kenapa? Ada apa?

 

To Be Continued –

~~

Maaf buat semua readers T_T aku publishnya lama sekali. Pasti udah pada kesel karena ini kelamaan publish. Mianhaaaeee T_T aku bener-bener lagi ga ada cukup waktu buat nerusin FF. Maaf sekali lagi maaf ya.

Di chapter petualangan kali ini masih petualangan yang awal. Jadi kisah petualangan Kyuhyun masih terpotong dan bakal ada next adventure buat di next chapter nanti. Maaf ya aku potong sampai disitu aja. Soalnya aku lagi ga ada waktu nerusin FF`ini. Chapter ini juga baru aku terusin kemarin, untung aja selesai sekarang ._. bersyukur banget deh udh bisa kelar.

Nah, tapi aku ga yakin buat next chapternya bakal segera publish. Emmm, kira-kira sih bakal agak lama aku publish chapter selanjutnya. Jadi dari pada aku buat kalian menunggu, aku kasih tau skrg aja hehhee, ya pokoknya aku bakal publish next chapternya agak lama. Mungkin 1 minggu lebih. Mianhae.. Aku disibukkan banyak hal. Apalagi aku sekarang kelas 3 smp-_- udah mau masuk SMA. Jadi tau dong gimana ribetnya anak yang mau lulus dan mau masuk sekolah baru? Muehhehhee.

Okedeh segitu aja. Semoga kalian suka sama chapter yang ini ya. Terimakasih buat yang udh ikutin FF Eternal dari awal ampe di sini, dan banyak terimakasih buat yang mau ikutin ampe endnya^^ tanpa kalian semua aku ga bisa terusin FF ini hhehhee.

Keep waiting for next chapter!^^ Give me support okay? Kkeke~

Leave your comment, please..

Gomawo~~^^

*bow

33 responses

  1. Ciee,yang udah mau SMA,sibuk amat neng?
    Dara ini,hobi banget bikin ending yang berkesan teka teki
    Makin penasaran nih,ditunggu chapter selanjutnya🙂

  2. pnasarannn, ma klanjutanx,,critax makin seru,,,
    ntu siwon oppa ma kyu oppa knal tha ma ibux seohyun???!!tdi q kira seohyun eoni,,pdahal kn gag mngkin ya,hehe…
    petualanganx seru…
    lanjuuuttttt,,ditunggu yah^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s