Oppa is Mine ( Part 5 )

Author             :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Friendship, School

Rated              :   PG-17

Main Cast      :  –    Sunny ‘SNSD’ as Lee Sunny

–         Song Joong Ki as Song Joong Ki

–         Kyuhyun ‘Super Junior’  as Cho Kyuhyun

–         Yoona ‘SNSD’ as Im Yoona

–         Joon ‘MBLAQ’ as Lee Joon

–         Jooyeon ‘After School’ as Lee Jooyeon

__________

Annyeooooooong!!!! Apa kabar para readers?

Happy Reading!!

__________

Tiba-tiba Joongki bangun dan berjalan mendekati Sunny. Joongki berbisik ditelinga Sunny. “ Ya Jagi~ apa kau sudah siap?” goda Joongki.

“ Ahjussi apa maksudmu?” Jantung Sunny berdegup lebih kencang

“ Baiklah kalau begitu.” Joongki membopong Sunny dan menjatuhkannya ke atas ranjang. Joongki mulai membuka kancing bajunya satu-persatu, Sunny tidak percaya dengan apa yang dilakukan Joongki saat itu.

“ Huwaaaa!! Ahjussi apa yang kau lakukan?” teriak Sunny

“ Aku pikir kita sudah siap untuk itu.” Joongki masih berkutat dengan kancingnya.

Sunny menutup mata dengan kedua tangannya “Ahjussi jangan lepaskan bajumu”

“ Sunny~” Joongki membuka kedua tangan yang menutupi wajah Sunny. Joongki menatap Sunny dalam-dalam. Ketika Joongki mulai memperpendek jarak diantara mereka, Sunny menutup mata pasrah.

Tiba-tiba Joongki tertawa, “ Hahahahaha” dia terlihat begitu senang bisa menjahili Sunny.

“ Apa?” Sunny membuka kedua matanya dan menatap Joongki heran.

“ Kau pikir aku mau melakukannya? Dasar yadong.” Joongki mengacak-ngacak rambut Sunny. Tapi Sunny masih diam.

Joongki kembali mengancingkan kancing bajunya yang sudah terbuka. “ Sudah tidurlah, kau tidak perlu takut. Aku tidak akan melakukan hal yang bukan-bukan.”

“ Issh~” Sunny berdecak kesal.

“ Ya.. Apa kau kecewa?” Tanya Joongki mulai menggoda lagi.

“ Sudahlah! Aku mau tidur.” Sunny langsung berbalik membelakangi Joongki dan Menutup wajahnya dengan selimut. Sunny merasa dirinya sangat bodoh didepan Joongki, dan sekarang dia tidak bisa menahan detak jantungnya sendiri.

______________________

“ Hallo!” Untuk kesekian kalinya Jooyeon kembali datang ke rumah Sunny.

“ Ahjumma.” Sunny melihat kekanan dan kekiri, dia terlihat sedang mencari sesuatu.

“ Kenapa?” Jooyeon heran dengan sikap Sunny.

Sunny mendorong Jooyeon menjauh dari rumah, “ Lebih baik kau cepat pergi dari sini.” Perintah Sunny.

Jooyeon menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Sunny. “ Memangnya ada apa?” tanya Jooyeon kesal.

Sunny masih melihat kekanan dan kerkiri, “ Sangat berbahaya jika kau berada disini.” Sunny terlihat sangat serius dengan apa yang dikatakannya.

“ YA!! Aku tidak mengerti maksudmu?” Tanya Jooyeon penasaran

“ Baiklah akan aku beritahukan.”

Jooyeon memperhatikan dengan seksama, “ Hari ini teman SMA akan datang kesini..” jelas Sunny

“ Lalu?” Jooyeon masih memperhatikan Sunny.

“ Salah satu teman priaku, adalah penggemar beratmu.”

“ Itu bagus bukan?” Jooyeon tersenyum senang.

“ Bagus apanya? Dia pernah bilang, kalau dia bertemu langsung denganmu. Dia akan memintamu memberikan tanda tangan dibokongnya, lalu setelah itu dia akan menguntitmu sampai dia tahu dimana kau tinggal dan dia akan terus berusaha untuk mendekatimu.” Sunny sedikit mendramatisir cerita bohongnya.

“ Kau bohong!” Jooyeon tidak percaya.

“ Terserah kalau kau tidak percaya.Jika nanti terjadi sesuatu padamu, jangan salahkan aku. Karena aku sudah memperingatkanmu.” Sunny bersikap acuh, dan berniat meninggalkan Jooyeon sendirian.

“ YA! Tunggu!” Jooyeon menghentikan langkah Sunny.

Sunny berusaha untuk menahan tawanya, setelah itu dia berbalik menghadapa Jooyeon. “ Apa?” Sunny masih bersikap tidak peduli.

Terlihat jelas kekhawatiran diwajah Jooyeon, dan Sunny berusaha untuk tidak tertawa dihadapan Jooyeon. “ Lebih baik aku berkunjung lain waktu. Beri tahu pamanmu, bahwa aku datang kesini.” Pamit Jooyeon, lalu pergi keluar menuju mobilnya.

Setelah Jooyeon benar-benar pergi, barulah Sunny bisa tertawa puas. Dia sangat senang bisa menakuti-nakuti Jooyeon seperti itu. Apalagi ketika melihat wajah Jooyeon yang ketakutan, Sunny merasa wanita itu sangat bodoh.

“ Sunny siapa yang datang?” Tanya Kakek Song melihat Sunny kembali dari luar rumah.

“ Bukan siapa-siapa kek.” Jawab Sunny

Sunny berjalan menghampiri Kakek Song, dan duduk didekatnya. “ Ini waktunya kakek untuk istirahat.” Sunny mengingatkan.

“ Baiklah. Kakek akan istrirahat dulu.” Kakek Song segera berdiri dari tempat duduknya. Dan Sunny membantu kakek Song untuk berjalan.

______________________

Tiba-tiba Kyu menghubungi Sunny. Dia bilang ingin bertemu dengan Sunny, karena ada sesuatu yang penting yang ingin dia beritahukan pada Sunny. Setelah pulang kuliah, Sunny segera pergi ke tempat  dimana dia dan Kyu sudah sepakat untuk bertemu.

“ Maaf membuatmu menunggu lama.” Kyu terlihat lelah, sepertinya dia datang kesini dengan berlari.

“ Tidak apa-apa, aku juga baru sampai.”

“ Kalau begitu, kita pergi?”

“ Pergi?” Sunny heran dengan apa yang dikatakan Kyu.

“ Ini.” Kyu menyodorkan dua buah tiket drama musikal yang sangat ingin ditonton Sunny.

“ Bagaimana bisa?” Sunny tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“ Aku dapat dari kakekku.” Jelas Kyu, “ Ayo kita pergi, sebentar lagi pementasannya akan dimulai.” Kyu menarik tangan Sunny.

Sunny sangat senang bisa melihat drama musikal yang selama ini dia tunggu-tunggu. Sebenarnya dia berharap Joongkilah yang mengajaknya untuk pergi. Sunny tetap senang meskipun dia menonton drama itu bersama Kyu.

Setelah pertunjukan selesai, mereka pergi makan malam lalu pulang kerumah. Seperti biasa Kyu akan mengantar Sunny pulang setelah mereka berjalan bersama.

“ Terima kasih, Kyu. Aku sangat senang bisa menonton drama musikal itu bersamamu.” Sunny menyunggingkan senyum manisnya.

“ Aku juga.” Kyu juga membalas senyum Sunny.

“ Kau mau mampir dulu?” Ajak Sunny

“ Tidak perlu aku langsung pulang saja.” Dengan terpaksa Kyu menolak ajakan Sunny.

“ Baiklah. Kalau begitu aku masuk dulu.”

“ Tunggu.” Kyu menghentikan langkah Sunny.

Sunny berbalik menghadap Kyu, “Adaapa?”

“ Tutup matamu, ada sesuatu yang ingin aku berikan.”

“ Kenapa harus menutup mata?” tanya Sunny penasaran

“ Sudah tutup saja matamu..” Dengan ragu Sunny menutup matanya.

Kyu mulai menggenggam tangan kanan Sunny yang bebas, dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Sunny.

“ Kenapa kau memegang tanganku?” Tanya Sunny masih dengan mata tertutup.

“ Ssstt~ Tenang saja.” Kyu bersiap mencium Sunny.

Tapi tiba-tiba Joongki datang menyela, “ Ya! Apa yang kalian lakukan disini?” Kyu langsung menjauh dari Sunny dan melepaskan genggaman tangannya.

Sunny pun langsung membuka matanya, “ Ahjussi, kau sudah pulang?”

“ Selamat malam, paman.” Salam Kyu

“ Malam.” Balas Joongki. “ Cepat masuklah.” Joongki menyuruh Sunny untuk segera masuk kedalam rumah.

“ Iya. Kyu aku masuk dulu, sampai jumpa.” Setelah itu Sunny masuk kedalam rumah, diikuti dengan Joongki.

Setelah makan malam, Joongki dan Sunny segera masuk kekamar mereka. Joongki terlihat sedang membaca buku diranjang, sedangkan Sunny terlihat sedang sibuk dengan buku-buku tugasnya.

Sesaat Joongki menatap Sunny, dan menutup bukunya dengan kesal. “ Apa kau menyukai laki-laki itu?” Tanya joongki memecah keheningan.

Sunny langsung menglihkan pandangannya pada Joongki, “ Siapa?” Sunny balik bertanya.

“ Cho Kyuhyun.” Jawab Joongki

Sunny kembali sibuk dengan tugas-tugasnya. “ Kau ini bicara apa? Mana mungkin aku menyukainya.” Elak Sunny.

“ Lalu kenapa kau diam saja, ketika dia mau menciummu?”

“ Menciumku?! Kapan?!” Sunny terkejut dengan apa yang dikatakan Joongki.

“ Tadi, saat di pintu gerbang.” Jawab Joongki datar

“ Benarkah?! Kau mungkin salah lihat.” Sunny masih tidak percaya dengan apa yang diakatakan Joongki

“ Kau pikir aku ini buta? Aku melihatnya!” Joongki mulai meninggikan suaranya.

“ Kenapa kau marah?” Sunny heran dengan kelakuan Joongki

“ Aku tidak marah.” Joongki mengelaknya.

“ Ahjussi~ kau cemburu ya?” Goda Sunny

“ Aku cemburu pada gadis sepertimu? Tidak mungkin.” Joongki salah tingkah mendengar ucapan Sunny.

“ Ya ahjusii, kenapa kau bicara seperti?” Sunny cemberut kesal.

Joongki menarik selimut dan tidur, “ Sudah jangan bicara lagi. aku lelah!” Joongki menutup perdebatan mereka.

“ Issshh~ dasar aneh!” Umpat Sunny kesal, lalu kembali mengerjakan tugas-tugasnya.

_______________________

Joongki sedang duduk termenung di ruang kerjanya. Sesaat dia teringat dengan perkataan Sunny semalam…

“ Cemburu? Apa aku ini benar-benar cemburu pada gadis itu?” Joongki berbicara sendiri di dalam ruangnya..

Lama Joongki berpikir..

“Adaapa denganku? Kenapa aku jadi seperi ini!! Gadis kecil itu membuatku gilaaa!!” Joongki mengacak-ngacak rambutnya sendiri.

“ Jaksa Song kau baik-baik saja?”JaksaParkmasuk kedalam ruangan Joongki.

“ Apa?! Sedang apa kau disini? Kenapa tidak mengetuk pintu dulu.” Joongki terkejut, dan segera merapikan rambutnya lagi.

“ Maafkan aku, aku tidak sabar memberitahukan ini padamu bahwa target sudah ditemukan.”JaksaParkterilhat begitu bersemangat.

“ Benarkah? Dimana posisinya?” Tanya Joongki yang ikut bersemangat.

“ Di daerah Myeongdong.”JawabJaksaPark

Joongki merapikan berkas-berkas dimejanya, “ Baiklah, siapkan semua tim. Kita akan segera pergi kesana.” Perintahnya padaJaksaPark.

“ Baik.”JaksaParksegera berjalan keluar.

Setelah tiba di tempat yang dituju, Joongki dan para timnya segera bersiap melakukan pernyergapan. Tempat persembuyian penjahat itu sudah kosong, ketika mereka masuk kedalam.

“ Target lari keluar gedung, dia menuju ke sebuah gudang.” Seorang petugas yang menjaga diluar memberikan informasi pada Joongki

“ Baiklah kami akan segera kesana.”

“JaksaParkikuti aku!” Joongki segera bergerak

“ Baik.” Jaksa Park mengikuti Joongki dari belakang

Aksi kejar-kejar seperti di film action pun tidak bisa dihindari. Si penjahat terus berlari dengan cepat. Joongki pun tidak mau kalah dengan penjahat itu, dia terus mengejar penjahat itu. Hingga penjahat itu berhenti, karena jalan di depannya dihalangi oleh tembok tinggi.

“ Angkat tanganmu!” Si penjahat langsung mengangkat tangannya keatas, Joongki berjalan mendekati si penjahat dengan pistol di tangannya.

JaksaParklangsung mengambil borgol yang ada di kantonhnya. Dia menarik tangan penjahat itu, lalu memasangkan borgol ditangannya. Seketika itu terdengar bunyi tembakan dari atap gudang.

Doorrr~

Peluru itu langsung mengenai bahu kanan Joongki dan membuatnya jatuh ke tanah.

JaksaParksegera berlari menyelamatkan Joongki, dan menariknya ke balik tiang besar, agar terhindar dari peluru-peluru yang terus di tembakkan. Di saat itulah, si penjahat mengambil kesempatan melarikan diri lagi…

“ Kau sudah bangun?” Joongki membuka kedua matanya perlahan.

“ Dimana aku?” Joongki merasakan rasa sakit pada bahu kanannya.

“ Kau dirumah sakit.”JawabJaksaPark.

“ Bagaimana bisa?”

“ Saat penangkapan, seseorang menembaki kita dan kau terkena tembakan itu. Untungnya lukamu tida terlalu parah.”JaksaParkterlihat sangat lega melihat Joongki baik-baik saja.

“ Lalu, bagaimana dengan target kita?” Joongki melupakan rasa sakitnya.

“ Dia lolos.” Jaksa Park terlihat menyesal.

“ Sial.” Umpat Joongki kesal pada dirinya sendiri.

Setelah mendengar kabar dariJaksaPark, Sunny langsung bergegas menuju rumah sakit. Dia sangat khawatir pada Joongki.

“ Ahjussi!! Kau baik-baik saja?” Sunny membuka pintu kamar dan berlari menghampiri Joongki.

“ Apa kabar Nyonya Song?”SalamJaksaParkpada Sunny.

“ OhtuanPark.” Sekilas Sunny menyapaJaksaPark, lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada Joongki.

“ Kau baik-baik saja? Apa kau terluka?” Tanya Sunny khawatir

“ Aku baik-baik saja, kau tida perlu khawatir seperti itu.” Jawab Joongki.

“ Baguslah.” Sunny terlihat lega, tapi masih sedikit khawatir.

“ Kalau begitu aku pamit dulu.”PamitJaksaParkpada mereka berdua.

“ Kenapa buru-buru?” Tanya Sunny

“ Masih ada hal yang harus aku kerjakan.”JelasJaksaPark

“ Terima kasih sudah menjaganya.” Sunny membungkuk seraya mengucapkan terima kasih. Setelah itujaksaParkkeluar dari kamar.

“ Dimana kakek? Dia tidak ikut bersamamu?” Tanya Joongki yang meihat Sunny datang sendirian.

“ Kakek sedang pergi bersama kakekku. Dan aku tidak memberitahunya tentang maslaah ini.” Jelas Sunny

“ Jangan beritahu kakek tentang masalah ini, mengerti?.”

“ Iya aku mengerti.”

“ Sunny~ aku haus. Tolong ambilkan minum.” Perintah Joongki yang masih terlihat lemas.

“ Iya.” dengan sigap Sunny mengambilkan minum untuk Joongki.

_____________

“ Oppa!!” Jooyeon masuk kedalam kamar dan memeluk Joongki erat.

“ Aww!” pekik Joongki kesakitan

“ Ya! ahjumma, kau menekan lukanya.” Sunny langsung melepaskan pelukan Jooyeon.

“ Maafkan aku!” Jooyeon terlihat begitu menyesal.

“ Iya, tidak apa-apa.” Joongki menahan rasa sakitnya.

“ Oppa, kau baik-baik saja? Aku sangat khawatir padamu, aku takut terjadi sesuatu yang buruk padamu.” Jooyeon mulai kembali berbicara.

“ Aku baik-baik saja.” Joongki memaksakan untuk tersenyum.

Sunny diam memperhatikan mereka dari sofa yang berada di tengah kamar.

“ Ayo makan ini.” Jooyeon menyodorkan sesuap bubur pada Joongki. Lalu Joongki melirik kearah Sunny.

Jooyeon yang sadar, merasa terganggu dengan hal itu dan menyuruh Sunny keluar.“ Ya! Bisakah kau keluar sebentar.” Perintah Jooyeon sedikit memaksa.

“ Baik, aku tidak akan mengganggu.” Suny segera berjalan keluar, meninggalkan mereka berdua. Sunny cemberut kesal pada kelakuan Jooyeon.

___________________________

Setelah beberapa hari berada dirumah sakit, akhirnya Joongki diperbolehkan untuk pulang.

Sama seperti saat Joongki masih dirumah sakit, Jooyeon pun setiap hari selalu datang kerumah Joongki, untuk merawatnya. Tapi sebenarnya hal itu tidak perlu, karena Sunny juga bisa menjaga Joongki.

“ Oppa, Maafkan aku. Aku tidak bisa menemanimu sepanjang hari ini. Karena ada pekerjaan yang harus aku kerjakan.” Jooyeon terlihat begitu menyesal tidak bisa menemani Joongki seharian ini.

“ Iya tidak apa-apa, Sunny bisa menjagaku.” Joongki merasa begitu bebas mendengar perkataan Jooyeon.

“ Sunny!! Sunny!!” teriak Jooyeon memanggil Sunny.

“ Berisik sekali.Adaapa?” Sunny keluar dari kamarnya menuju ruang tengah.

“ Aku harus segera pergi, kau jaga pamanmu ini dengan baik.” Perintah Jooyeon seperti seorang putri.

“ Aku mengerti.” Jawab Sunny malas.

“ Satu lagi, perban lukanya harus segera diganti. Jadi kau jangan menunda-nundanya. Mengerti?” Jooyeon terus saja mengoceh tanpa henti.

“ Iya, aku mengerti. Sudahsanapergi!” Sunny megusir Jooyeon. Dan Jooyeon menatap Sunny tajam.

“ Oppa~ aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik.” Jooyeon langsung bersikap manis pada Joongki. Dan Joongki tersenyum kecut.

Beberpa saat setelah Jooyeon pergi, Sunny langsung mengambil kotak obat untuk mengganti perban pada luka Joongki. Ketika membuka perban pada bahu Joongki, Sunny terlihat begitu sedih. Dia merasa sedih, karena selama Joongki berada dirumah sakit Sunny tidak pernah menemaninya.

“ Maaf selama kau berada dirumah sakit, aku tidak datang menemanimu.” Sunny mulai angkat bicara.

“ Kenapa kau minta maaf. Bukankah kau memang tidak peduli padaku?” Jawab Joongki ketus.

“ Bukan, bukan seperti itu.” Sunny menghentikan kegiatannya dan tertunduk lesu.

“ Lalu kenapa?” Tanya Joongki

Setelah lama terdiam, sunny kembali berbicara. “ Aku tidak mau menganggu kau dan ahjumma. Lagi pula kau juga terlihat sangat senang dia bisa menjagamu.” Jelas Sunny dan kembali membalut luka Joongki yang sudah dibersihkan.

“ Siapa bilang? Dia itu sangat cerewet, aku selalu pusing dibuatnya. Mungkin kalau kau yang menjagaku akan berbeda.” Keluh Joongki pada Sunny.

“ Maafkan aku.” Ulang Sunny.

“ Sudahlah.” Gumam Joongki

“ Selesai.” Sunny telah selesai membalut luka Joongki. Saat itulah tatapan mereka bertemu. Lama mereka menatap satu sama lain.

Entah dari mana dorongan itu berasal. Joongki lalu menyentuh pipi Sunny lembut dan mendekatan wajahnya pada wajah Sunny hingga bibir mereka bertemu.

Sunny terlihat begitu kaget, tapi kemudian dia menutup matanya menerima ciuman Joongki. Tidak sampai disitu saja, Joongki menarik tubuh Sunny mendekat padanya. Semakin lama, ciuman mereka semakin menjadi-jadi ( ? ) Joongki melumat bibir mungil Sunny penuh gairah.

“ Sunny! Joongki!” Joon masuk begitu saja kedalam rumah, dan melihat Sunny dan Joongki sedang bermesaraan.

“ Sial.” Gumam Joongki dan menghetikan ciumannya.

“ Kalian berdua..” Joon kaget dengan apa yang dilihatnya.

“ Oppa~” Sunny langsung berdiri memberi salam.

Joon menjadi serba salah, “ Maafkan aku telah mengganggu kalian berdua.” Joon menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“ Mengganggu apanya? Silahkan duduk.” Perintah Joongki berusaha menutupi rasa kesalnya.

“ Aku siapkan makan malam dulu..” Sunny masih terlihat salah tingkah

—TBC—

_________________________

Gimana reader? aneh ya? ngga seru??

author masih butuh saran dari para reader nih, jadi jangan pelit-pelit yaa ^^

Oh ya buat dua minggu ini author ngga ngepost kelanjutan FF ini dulu,

soalnya author mau belajar buat SNMPTN..

doain ya supaya lancar ^^

Jangan bosen-bosen ya chingu~🙂

Buat para readers yang suka main castnya Sunny, dateng aja ke wordpress-ku disana ada banyak FF tentang Sunny yang aku buat sendiri.

www.sunshineer.wordpress.com

Sampai jumpa di part selanjutnya.. Annyeong!

PLEASE YOUR COMMENTS!!

33 responses

  1. annyeong.. new reader ayuna imnida..
    aku uda bca dr part 1 smpe part 5. aku suka ceritanya..^^ ku hrp next chapter bs sgra publish.. can’t wait..^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s