(Freelance) Special One

 

Tittle     : Special One

Cast       : Lee Jinki (Onew), Shin Kyura (OC)

Genre   : Romance

Lenght  : Ficlet (SongFict)

Rating   : PG 17

Author  : Crizzee Pricelly

Note      : Annyeong ^^ FF pertamaku disini. Semoga pada suka, walau kayaknya Lagu ma Isi ceritanya gak nyambung wkwkw soalnya pas bikin ni FF aku dengerin lagu itu, jadi aku masukin sekalian buat jadi SongFic xDD. Ditunggu Kritik dan sarannya. Oiya, ini pernah aku post di WP pribadi aku, ini à http://wp.me/27JHL ^^ Enjoy

 

==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+==+

 

Onew || Special One || 1034 words

 

 

 

Underneath the moon,
Underneath the stars
Here’s a little heart for you

 

Sore  ini kau menghabiskan waktumu seorang diri lagi. Kekasihmu yang berjanji untuk menemanimu sore ini tiba-tiba membatalkannya karena alasan jadwal latihan yang padat. Yup, Lee Jinki adalah kekasihmu. Seorang penyanyi yang terkenal dengan suara emasnya. Betapa beruntungnya kau bisa menjadi miliknya.

Kau pikir, menjadi kekasih dari seorang artis terkenal itu mudah? Tidak! Saat kau membutuhkannya kadang ia tidak bisa ada untukmu. Seperti sore ini. Padahal menurutmu mungkin sore ini akan lebih indah jika dinikmati berdua.

Up above the world,
Up above it all
Heres a hand to hold on to

 

Kau duduk sendiri di bukit yang sepi ini. Memandang segerombol burung berwarna cokelat yang terbang di sekitar pohon besar –entah apa namanya. Bunga-bunga kuning bermekaran disekitarmu membuat hatimu sedikit nyaman.

Tadi saat kau sudah bersiap untuk bertemu dengan kekasihmu, tiba-tiba dia meneleponmu dan mengatakan bahwa dia tidak bisa menemuimu. Jadwalnya sebagai seorang artis memang sangat padat. Kau tau itu, kau memaklumi itu, karena memang itu adalah pekerjaan kekasihmu.

Tapi kau tetap pergi ke bukit ini sendiri, tempat dimana kau dan dia berjanji untuk bertemu. Satu kotak kue buatanmupun kau bawa. Walau kau yakin dia tidak mungkin mencicipinya hari ini. Tak apa, kau sudah terbiasa dengan hal ini, bukan ??

But if I should break,
If I should fall away
What am I to do?

 

Kau rebahkan tubuh mungilmu itu diatas rumput hijau yang terhampar dibawahmu. Kau lelah?? Bukan fisikmu, tapi hatimu. Kau lelah, harus terus menunggu untuk bisa berdua dengannya. Kau lelah harus menunggu untuk jadwal kosongnya agar ia punya waktu denganmu. Itu sulit, sangat jarang terjadi.

Kau hanya bisa melihatnya di televisi atau mendengar suaranya dari ponselmu tiap kali ia meneleponmu. Menanyakan kabarmu, membagi kisahnya, lalu menyelipkan kalimat mesra untukmu. Kau ingin lebih dari itu.

I need someone to take,
A little of the weight
Or I’ll fall through

 

Kau butuh seseorang sekarang. Seseorang yang bisa mengerti keadaanmu. Seseorang yang bisa kau ajak bicara dari hati ke hati. Bukan hubungan dari ponsel atau semacamnya. Kau ingin sosoknya berada di sampingmu sekarang. Egois ??! Mungkin.

Matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat. Tepat di depanmu. Indah. Ahh, seandainya sore ini Jinki bersamamu, ini pasti akan menjadi sore yang paling indah yang pernah kau lewati dalam hidupmu. Tapi ternyata tidak. Jinki tidak ada bersamamu.

You’re just the one
That I’ve been waiting for
I’ll give you All that I have
To give and more
But don’t let me fall

 

 

Kau pejamkan kedua matamu. Merasakan semilir angin yang berhembus menerpa wajahmu. Hey, apa yang kau bayangkan? Oh,, pertemuan pertama kali dengannya. Apakah itu mengesankan? Lihat, bibirmu menyungingkan segaris senyum tipis.

Yahh, tentu saja kau tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Saat ia menabrakmu karena berlari dari kejaran para penggemar. Bukannya meminta maaf, ia malah menarikmu untuk ikut berlari dengannya. Bersembunyi dibalik bilik kecil yang ada di pinggir jalan.

Tidak pernah kau lupa sedikitpun bahwa bilik itu hanya muat untuk dua orang. Kau bahkan tidak bisa mengatur irama detak jantungmu karena kau berdiri begitu dekat dengannya. Tampan. Itu kesan pertamamu.

Take a little time,
Walk a little line
Got the balance right

 

 

Kau buka matamu, bibirmu masih saja tersenyum. Matahari sudah terbenam sempurnya, tapi masih ada cahaya yang terpantul. Tapi kau lihat langit sedikit gelap. Mungkinkah akan turun hujan? Kau masih ingin disini.

Kau lanjutkan lagi aktivitasmu tadi. Berbaring sambil memejamkan matamu. Sekarang apa yang kau bayangkan? Saat ia menyatakan cinta padamu? Tentu, itu hal kedua yang tidak pernah akan kau lupakan.

Disini, ia membawamu kebukit ini untuk pertama kalinya. Kau bingung tapi tidak berani bertanya. Dan dibalik punggungnya tiba-tiba muncul sebuquet bunga mawar. Ia berlutut di hadapanmu lalu mulai bernyanyi sebuah lagu indah ciptaannya. Suaranya begitu indah hingga kau menitikan air matamu.

Give a little love,
Gimme just enough
So that I can hang on tight

“Jadilah yeojaku”

Dua kata yang membuatmu langsung menerimanya. Seperti mimpi, sampai sekarangpun kadang kau masih tidak percaya jika seorang Lee Jinki bisa menjadi milikmu. Ini pasti menjadi dambaan setiap wanita diluar sana yang mengagumi Jinkimu. Tapi kau satu-satunya yang memiliki hatinya.

We will be alright,
I’ll be by your side
I wont let you down

 

 

Udara mulai dingin kau rasakan. Haruskah kau pulang sekarang? Tidak! Hatimu mengatakan kau harus tetap disini. Kau masih ingin disini. Menikmati hari yang sudah berganti malam. Uhh, kau lupa! Kue buatanmu pasti sudah sangat dingin. Mungkin juga rasanya sudah berubah. Hufftt, sepertinya kau harus membuatnya lagi untuk Jinki jika kau bisa bertemu langsung dengannya.

But I gotta know,
No matter how things go
That you will be alright

Drrrzzzzz~~~

Matamu masih terpejam saat kau dengar suara hujan turun. Deras. Tapi… tunggu, kenapa kau tidak merasakan basah? Kenapa tubuhmu kering?? Hanya kakimu yang terasa terguyur air hujan. Kau pun membuka matamu. Langit sudah gelap. Kau melihat sebuah payung melindungi sebagian tubuh atasmu.

DEG!

Jinki ada di sampingmu. Tersenyum manis sambil memegangi payung yang melingdungi tubuhmu. Kau segera bangkit dan duduk. Tak percaya. Kau masih memandangi kekasihmu dengan tatapan bertanya-tanya.

“Untung aku datang, jika tidak tubuhmu akan basah kuyup”

Kalimatnya itu cukup membuatmu tersadar. Sadar bahwa orang sipit di depanmu ini adalah benar-benar Jinki, kekasihmu.

GRAP!!

Kau memeluknya. Erat! Seperti orang yang baru saja bertemu kenbali setelah bertahun-tahun terpisah. Kau benar-benar merindukannya. Sudah satu minggu kau tidak melihatnya.

“Oppa…” hanya itu yang bisa kau katakan. Tanpa terasa air matamu mengalir. Ia melepas pelukanmu. Menatap mata berairmu lalu tersenyum. Tangan kanannya menghapus lembut air mata yang jatuh dipipimu.

“Kenapa menangis? Gadis cantik tidak boleh menangis. Apalagi didepan orang tampan sepertiku”

“Oppa..” Kau memukul lemah lengan Jinki. Malu. “Kenapa kau ada disini??” Tanyamu.

“Kyura,”

“Hmm,,”

“Aku merindukanmu, aku memaksa manajer hyung untuk kemari. Aku yakin kau ada disini. Aku mencintaimu”

Lagi-lagi kau memeluknya. Kau rasakan ia membalas pelukanmu.

“Aku juga mencintamu, oppa”

 

Drrrrzzzz~~~

 

Hujan semakin deras. Payung ini sudah tidak cukup untuk melindungi tubuh kalian berdua. Kau pun mulai merasakan dingin yang menusuk ke tulang sum-summu.

“Kita pulang. Nanti kau sakit”

Kau tersenyum, menurut pada kata-kata kekasihmu. Kaupun berjalan beriringan dibawah payung biru, walaupun itu tidak membantu, karena tubuh kalian sudah basah.

You’re just the one
That I’ve been waiting for
I’ll give you all
That I have To give and more
But don’t let me fall

END

4 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s