[Songfic] I Told You I Wanna Die

Author: Nana Cho

Cast:

– You [OC]

– Yong Junhyung [B2ST’s Junhyung]

Length: Drabble

Type: Songfict

Genre: Romance, Hurt/Comfort

A/N: FF ini, sebenarnya bukan buat di post ke khalayak luas gini. Ini aja ada di folder pribadi saya kekeke~ Tapi berhubung sudah hampir sebulan saya kaga ngepost ff, jadilah ff abal ini saya luncurkan #halah jadi, maklum yakk kalo ceritanya galau maksimal dan ga maksimal  -_-

Sebelum disini, ff ini juga pernah dipost di blog pribadi saya disini juga di blog tetangga disana

Oiya, jangan lupa puter lagunya Huh Gak juga yakk ^o<

well, happy reading~ ^^



Menyusuri jalanan Gangnam yang padat, tanpa arah dan tujuan yang pasti. Entah, kemana lagi kakiku ini akan melangkah mencari tujuannya. Tubuhku, bahkan otakku seolah lumpuh. Aku tak bisa memikirkan apapun. Aku tak tahu tujuanku. Yang kutahu hanyalah, aku hanya perlu melangkahkan kakiku ke depan. Terus menjalani hidupku. Melangkah ke depan, tanpa menilik ke belakang. Meskipun kaki ini tak tahu arah tujuannya. Tapi, aku hanya perlu terus melangkah untuk hidup.

Ireohke neoreul nan tteo olli gonhae

Gireot deon sungan deul do

Gieokhae oneul do neo ye dwit moseubeul

Jamshi rado bolsu it damyeon

Yong Junhyung, nama itu masih tercetak jelas di ingatanku. Masih terekam jelas di otakku yang ‘melumpuh’ karenanya. Dia, adalah kantong udara bagiku yang tak bisa mengumpulkan oksigen. Dia, sepasang kruk untukku yang tak bisa berjalan. Dia, sepercik cahaya untukku yang tak bisa melihat. Aku hanya ingin dia tahu, betapa penting kehadirannya untukku.

Jukgo shipdan mal bakke

Nan halsu ga eobseo

Neo eobtneun salmeun gyeon dilsu eobseo

Dashi dora ogi maneul

Gidaryeo, ije neoneun eobt jiman

Jebal, neomu bogo shipeo

Neol saranghae

 

Dia di sana! Aku melihatnya. Ya, aku bisa melihatnya berdiri di sudut toko itu. Hanya dia yang bisa kulihat, karena dialah cahaya yang bisa ditangkap mataku. Dia, dia berdiri di sana.

Aku ingin memanggilnya, membuatnya berpaling padaku, menatapku, dan menyadari betapa hancurnya diriku tanpanya. Dengan begitu, dia bisa mengasihaniku, dan datang padaku. Ingin sekali, ingin sekali aku memanggilnya. Tapi, jangankan aku memanggilnya. Bahkan, tenggorokanku enggan meloloskan suaraku untuk mengatakan sepatah kata apapun.

‘Aku membutuhkanmu. Aku mencintaimu.’ Kalimat-kalimat itu hanya bisa terucap di dalam hatiku. Aku tak bisa mengatakannya.

Miryeon han naya neol mot beoryeo

Michil deut sumi makhyeo

Bamsae dorok, neol mireo naet jiman

Ajik do –

Aku bukanlah apapun baginya. Ya, aku tahu betul apa arti diriku di hidupnya. Aku bukan siapapun baginya, meskipun dia adalah segalanya bagiku. Aku tak berarti baginya, meskipun aku sangat menginginkannya, sampai rasanya ingin mati. Aku bukanlah siapa-siapa baginya. Kenyataan itulah yang membunuhku perlahan tapi pasti.

Jugeul mankeum neol bogo shipda

Haneuri neol heorak han damyeon

Jika aku bisa mendapatkan kebahagiaanku di Surga, meski tanpamu, Yong Junhyung. Mungkin, kematian adalah jawaban dari semuanya.

[btg-120413]

sudah ff-nya, so short bin gaje yakk -_- *guling2 di lumpur*

well, bashing, komen, kritik, saran, anda bisa layangkan bingkisan anda ke @BabyJiiGom on twitter See Ya next post~ ^^\\

Iklan

8 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s