[ONESHOOT] On Rain Day

Title : On the rain

Author : IC

Genre : Bingung mau nentuin

Reting : G

Cast :

Tiffany (SNSD)

Siwon (SuJu)

==========

Aku keluar dari kamarku dengan mengenakan seragam sekolah warna putih dan rambut ku yang bergelombang ku biarkan tergerai rapi. Aku pun turun dari lantai atas menuju ke dapur dimana setiap pagi semua keluargaku berkumpul bersama untuk sarapan bersama seperti biasanya.

Aku melihat appa, eomma sudah berada di kursi masing-masing. Aku melihat appa yang pagi-pagi sudah sibuk dengan membaca koran sedangkan eomma mengoles selai coklat di atas roti tawar yang sudah pasti untukku.

Ku suapkan roti tawar berisi selai coklat kedalam mulutku. Rasa coklat yang sangat ku sukai meledak seketika di mulutku. Rasa yang begitu manis yang kusukai. Aku pun melahap habis roti itu tanpa tersisa sedikitpun ditanganku.

“Appa, eomma, aku berangkat!” pamitku.

Aku pun keluar rumah dan melihat langit yang begitu gelap. Seperti biasa aku pergi kesekolah dengan bersepeda, namun ku urungkan niatku dan berganti mengambil payung yang ada di samping pintu.

Aku pun berjalan di sepanjang trotoar menuju ke hatle bus. Jarak sekolahku cukup jauh jadi aku harus naik bus untuk pergi kesekolah. Aku pun duduk manis di halte bus sambil menunggu bus datang yang searah dengan tujuanku.

Sepi yang kurasakan. Tak ada seorangpun di halte ini begitu juga busnya yang masih belum datang. Aku pun baru ingat kalau ada buku cerita yang aku pinjam di perpustakaan sekolah, sambil menunggu bus datang, aku pun membacanya.

Suara gemuruh di langit membuatku berhenti membaca buku. Langit semakin begitu gelap dan bus yang ingin kutumpangi pun belum datang. Ku tolehkan ke kanan dan ke kiri namun tak ada satu bus pun yang muncul.

“Tinggal 30 menit bel sekolah berbunyi. Kenapa busnya belum datang?”

Aku pun membaca buku itu lagi. Sampai halaman ke sepuluh bus juga belum datang. Kulihat jam yang melingkar di pergelangan tanganku menunjukkan kurang 25 menit bel sekolah berbunyi. Ku tolehkan kepalaku ke kanan dan kekiri lagi mencari bus yang belum datang juga.

“Huh! Dimana sih busnya. Dasar makan gaji buta!”

Kemarahanku memuncak karena bus belum datang juga. Ku lihat kearah langit, tak ada awan putih yang terlihat di sana. Semua semakin gelap. Untunglah aku membawa payung. Ku teruskan membaca buku yang ku pegang.

TIK TIK TIK

Tetesan air dari langit jatuh begitu saja semakin lama semakin deras. Aku pun memasukkan buku perpustakaan ke dalam tasku lagi agar tak terkena air hujan. Aku pun melihat ke sekeliling dan bus pun masih belum datang juga. Namun pandanganku berhenti pada seorang namja yang sedang berteduh di bawah pohon di sebrang jalan. Seorang namja dengan seragam yang sama seperti yang kukenakan

Ia mengeluarkan tas plastic transparan dari dalam tasnya. Ia membuka tali sepatunya dan memasukkan ke dalam tas plastic itu. Ia mencopot jam tangannya dan memasukkan ke dalam tasnya dan membuka satu per satu kancing baju sekolahnya.

“Omo! Apa yang dia lakukan. Andwe!”

Namja itu melepas bajunya dan menaruhnya ke dalam tas sekolahnya. Tas sekolahnya juga di masukkan ke dalam tas plastic transparan itu. Ia menjinjing celananya sampai kelututnya. Ia pun berlari ke arahku, maksudku ke halte ini dengan tas plastic berada di atasnya. Saat sampai di halte ini aku pun yang sedari tadi memperhatikannya, memandang ke lain arah.

Namja itu langsung duduk di sampingku serontak aku langsung berdiri dan namja itu langsung menoleh ke arahku dan tak lama lagi ia membenahi penampilannya. Aku pun melihat ke kanan dan kekiri namun tetap saja tak ada bus yang lewat.

“Ash!!, mereka benar-benar memakan gaji buta!” kesalku.

Ku tolehkan ke belakang dan mendapatkan namja tadi sedang sibuk mendengarkan lagu melalui earphonnya dan ia juga memejamkan matanya seperti menikmati alunan musik yang ia dengar. Aku pun melajutkan untuk mencari-cari bus yang akan ku tumpangi.

Hujan semakin deras dan ditambah angin yang cukup kecang membuatku ke lagi mundur dan duduk di halte bus itu. Bajuku sekarang sedikit basa akibat angin yang membawa hujan ini. Walaupun aku membawa payung untuk pergi dari tempat ini sepertinya percuma karena angin yang terlalu besar. Aku pun memutuskan untuk tetap berada di sini.

Aku pun melihat jam yang ada di pergelangan tanganku. Waktu sudah menunjukkan kurang 15 menit untuk bel masuk sekolah. Kemarahanku sudah memuncak terhadap sopir bus ini. Aku pun hanya diam saja dan terasa hening di antara aku dan namja di sebelahku ini kecuali suara hujan yang deras dan tak kunjung redah.

Aku pun menoleh dan menatap namja yang ada di sampingku. Ku perhatikan setiap lekuk wajahnya.

“Namja ini mukanya sungguh menawan, ia juga tinggi sepertinya dia cukup pintar tapi dia sungguh tenang menghadapi bus yang belum datang,” kataku dengan lirih.

“Siwon, Choi Siwon!”

“Mwo?”

“Semua yeoja terposona olehku. Beruntunglah hanya kau yang tahu namaku.”

“Huh, kau!”

Namja yang bernama Siwon ini sungguh menyebalkan cukup pede untuk menyatakan namanya tanpa ditanya. Aku sungguh sial. Bus belum juga datang dan masih bertemu dengan namja seperti ini.

“Kau pikir aku tertarik denganmu.”

“Semua yeoja sama, kau juga.”

“Sayangnya aku tak seperti yeoja lain. Aku tak tertarik sama sekali.”

“Jangan bohong. Aku mendengarmu menyebutken dengan kata-kata menawan.”

“Mwo? Kaukan mendengarkan musik.”

“Kau mau mendengarnya?”

“Aniyo!”

Dia benar-benar menyebalkan. Aku pun segera berdiri dan mencari-cari bus yang ingin ku tumpangi. Tapi percuma bus itu masih belum datang. Aku pun melihat jam tanganku lgi.

“Omo! Kurang 5 menit! Andwe!”

“Kenapa kau bingung sih? Pasti ada toleransi!”

“Walaupun ada, tapi aku tak biasa telat!”

“Kau pikir aku tidak? Aku juga tak pernah telat. Dan sekarang kan hujan pati masih bisa di toleransi!”

Aku pun tak menghiraukan namja itu aku tak peduli dangan apa yang terjadi. Aku pun mengeluarkan payung dari dalam tasku dan membukanya.

“Percuma saja! Anginnya belum berhenti kau akan tetap basah!”

Aku pun berhenti sejenak. Yang dikatakan namja ini benar juga. Aku pun tetap terdiam menunggu bus yang datang dan payungnya masih terbuka di atas kepalaku. Aku melihat jam lagi dan sekarang tepat bel sekolah berdering. Aku pun meniatkan untuk melangkahkan kakiku perlahan.

“Chankanman!”

Namja itu menarik tanganku tanda melarangku pergi. Namja yang bernama Siwon itu membalikan badan ku dan menghadapnya.

“Wae?”

Tanpa menjawab pertanyaanku ia pun langsung jongkok di hadapanku. Perlahan ia melepas tali sepatuku satu persatu.

“Mwo! Apa yang kau lakuan?”

“Diam saja!”

“Beri alasan!”

“Nanti sepatumu jadi kotor!”

“Mwo?”

Dia terus melepas sepatu dari kakiku lalu memasukkannya ke tas plastic bersama dengan barang miliknya. Ia juga melepas jamku dan memasukkan ke dalam tas ku. Tas sekolah ku juga dimasukkan ke dalam tas plastic dibawanya.

“Kau sudah siap?”

“Siap untuk apa?”

“1.. 2.. 3..,!”

Namja ini menarik pergelangan tanganku dan mengajakku untuk pergi dari halte bus. Payung yang masih ku bawa tetap berada di atas kepalaku. Aku melihatnya basah kuyup akibat hujan yang sangat deras ini.

WHOUSH…

Tiba-tiba angin muncul dan menerpa payungku hingga tak ku pegang lagi. Hujan pun yang belum berhenti menguyur bumi ini membuat tubuhku benar-benar basah. Tidak hanya aku, namja yang Bernama Siwon ini juga basah kerenanya.

Ini pertemuan yang sungguh menyebalkan. Pertemuhan akibat cuaca yang tak mendukung dan bus yang tak datang. Aku yakin, setelah sampai di sekolah pasti akan dimarahi oleh BK karena baju kita yang sekarang benar-benar basah, apa lagi hanya satu namja dan satu yeoja yang hanya berdua-dua saja.

 

~END~

 

Kependekan ya ceritanya..

Hehehe, mianhae. Ini yang ada di pikiranku. Saat ada ulangan untuk buat cerpen, FF ini yang aku bikin. Menurut kalian berapa nilaiku? Komen ya.. walaupun bukan nilai gapapa kok…

Oh ya, kalo mau mampir ke bloq author ya..

http://icefanfictionworld.wordpress.com/

Gamsahamnida..

16 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s