My Sad Story ( Oneshoot )

Author             :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Angst, Friendship

Rated              :   G

Main Cast      :  –    Park Sunyoung ( OC )

–         Kyuhyun ‘Super Junior’  as Cho Kyuhyun

–         Seohyun ‘SNSD’ as Lee Seohyun

–         Onew ‘Shinee’ as Lee Jinki

–         Sunny ‘SNSD’ as Lee Sunny

_________________________________________

haloo! apa kabar para reader?

akhirnya aku kembali lagi dengan ceritaku yang baru..

Mohon ampun buat para reader yang setia menunggu FF Oppa is Mine Part 6.

Karena untuk sementara ini aku belum bisa menyelesaikan FF-nya.

tapi aku janji, FF itu akan segera aku selesaikan..

Jadi, sambil menunggu FF yang diatas selesai..

Yuk mari, buat para reader baca FF aku yang satu ini. FF ini aku buat

sebagai permintaan maafku buat para reader yang setia menunguuu~

Terima kasihhhh ^^

Happy Reading!!!!

____________________________

Author             :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Angst, Friendship

Rated              :   PG-15

Main Cast      :  –    Park Sunyoung ( OC )

–         Kyuhyun ‘Super Junior’ as Cho Kyuhyun

–         Seohyun ‘SNSD’ as Lee Seohyun

–         Onew ‘Shinee’ as Lee Jinki

–         Sunny ‘SNSD’ as Lee Sunny

_____________________

_______________________

Seorang wanita sedang sibuk membaca selembar demi selembar kertas laporan yang tersusun rapi ditangannya. Dia terlihat begitu serius membaca kertas-kertas itu. Hingga akhirnya konsentrasinya terpecah, setelah mendengar telepon yang berada dihadapannya berdering.

Kringg~kringgg~

“ Yoeboseyo?” sapanya.

“ Manager Park, anda ditunggu diruangan direktur Park sekarang.” Ucap seseorang dibalik telepon.

“ Baik, aku akan segera kesana.” Setelah menutup telepon, wanita itu segera membereskan kertas-kertas yang berserakan dimejanya dan berjalan keluar dari ruangannya.

Park Sunyoung berjalan keluar dari ruangannya, dan bergegas menuju ruangan lain yang berada tidak jauh dari ruangannya.

“ Ada apa direktur memanggilku?” Tanyanya ketika masuk kedalam ruangan Direktur Park.

“ Ya~ Park Sunyoung, kau tidak perlu berbicara seperti itu pada pamanmu sendiri.” Direktur Park merasa aneh dengan sikap formal yang dilakukan oleh anak kakaknya itu.

Sunyoung memasang wajah serius, “ Saat ini kita sedang bekerja, jadi ada batasan untuk kita berdua.  Aku rasa inilah yang disebut sikap profesional.” Lanjut Sunyoung masih dengan sikap formalnya.

“ Iya, terserah kau saja. Kau sama saja seperti Hyung.” Direktur Park mengalah pada keponakannya itu.

“ Ada apa direktur memanggilku kemari?” Tanya Sunyoung, mengingat perihal kedatangannya keruangan Direktur Park.

“ Duduklah, ada hal penting yang harus kau kerjakan.” Perintah Direktur Park, “ Ini.” Seraya memberikan sebuah dokumen pada Sunyoung.

“ Perusahaan mengadakan kerjasama dengan SM konstruksi untuk membuat sebuah resort mewah di pulau Nami. Presdir menyuruhmu untuk menangi proyek ini. Dia percaya kau bisa bekerja lebih baik dari yang lain.” Direktor Park menjelaskan sedikit pokok permasalahan, sedangkan Sunyoung sibuk membolak-balikan dokumen ditangannya.

“ Kapan proyek ini akan dimulai?” Tanya Sunyoung setelah membaca sebagian isi dokumen itu.

“ Lusa, kau akan bertemu perwakilan dari SM konstruksi untuk membicarakan masalah ini. Jadi bersiaplah.”

“ Baik. Apa ada lagi?”

“ Tidak, aku rasa cukup.”

“ Kalau begitu aku akan kembali bekerja.” Sunyoung segera beranjak pergi meninggalkan ruangan Direktur Park.

“ Tunggu!” sela Direktur Park yang menghentikan langkah Sunyoung.

“ Ya?” Sunyoung berbalik.

“ Bibimu menyuruh kau datang malam ini, dia sedang menyiapkan makan malam kita.” Jelas Direktur Park.

Sunyoung berpikir sejenak, “ Baiklah, aku akan datang.” Jawab Sunyoung menyanggupi undangan bibinya.

_________________________

Banyak pekerjaan yang harus Sunyoung selesaikan hari ini, sehingga dia akan datang terlambat datang kerumah pamannya.

Setelah semua pekerjaannya selesai, Sunyoung langsung bergegas menuju rumah pamannya. Dia sangat bersyukur, karena rumah pamannya tidak terlalu jauh dari kantor, sehingga dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tiba disana.

“ Sunyoung, akhirnya kau datang!!” bibi Park tersenyum bahagia melihat keponakan kesayangannya itu.

“ Maaf aku terlambat, karena ada sedikit urusan yang belum selesai dikantor.” Lanjut Sunyoung meminta maaf.

“ Sudahlah tidak apa-apa. Ayo kita masuk! Pamanmu sudah menunggu.” Bibi Park langsung menarik Sunyoung masuk kedalam rumah.

Setelah berbincang-bincang sedikit. Merekapun segera memulai makan malam. Mereka terlihat begitu menikmati makan malam hari itu. Sunyoung sangat senang bisa berkumpul dengan paman dan bibinya.

“ Sunyoung kapan kau mengajak pacarmu kesini?” Tanya bibi Park disela makan malam.

“ uhuk!” Sunyoung tersedak makanannya sendiri.

“ Kau baik-baik saja?” Tanya bibi Park khawatir

Sunyoung menegak air putih dihadapannya, “ Aku baik-baik saja.” Jawabnya.

“ Ya istriku, kau salah jika bertanya seperti itu padanya.” Direktur Park berusaha untuk mengejek Sunyoung. Sunyoung segera menatap tajam pamannya.

“ Memangnya kenapa?” Tanya bibi Park tak mengerti.

Direktur Park menunjuk ke arah Sunyoung, “ Kau lihat! keponakan kesayanganmu ini sangat gila dengan pekerjaannya. Aku rasa dia tidak sama sekali memikirkan hal itu.” Bibi Park menatap Sunyoung kasihan.

“ Issh, paman kau ini.” Sunyoung terlihat kesal dengan ucapan pamannya itu.

“ Sunyoung, kau tidak boleh seperti itu. Kau sudah cukup dewasa untuk segera menikah. Apa kau tahu? Ibumu selalu meminta bibi mencarikan calon suami yang baik untukmu.” Jelas Bibi Park panjang lebar.

Sunyoung terkejut oleh kalimat terakhir yang diucapkan bibinya. “ Apa?! Omma meminta bibi melakukan hal itu?” mata Sunyoung langsung membulat.

“ Iya, kemarin ibumu menelpon bibi dan membicarakan hal itu.” Bibi Park terlihat begitu mengasihani keponakannya itu.

“ Sudahlah, lebih baik habiskan dulu makanannya.” Sela Direktur Park, yang melihat ketidaksenangan di wajah Sunyoung.

Sunyoung sedikit menyesali kehadirannya saat itu. Seharusnya dia tidak datang dan mendengar berita tentang ibunya dari bibi Park.

___________________________

Hari ini Sunyoung akan ada pertemuan dengan perwakilan SM kontruksi. Di dalam ruangannya, Sunyoung terlihat sedang bersiap-siap merapikan dokumen yang akan dia bawa ketempat pertemuan.

Saat Sunyoung berjalan keluar, dia melihat temannya, Lee Jinki, sedang berdiri tidak jauh dari ruangannya.

“ Sedang apa kau disini?” Tanya Sunyoung penasaran.

“ Aku menunggumu.” Jawab Jinki dengan senyum penuh maksud.

“ Untuk apa kau menungguku?” tanya Sunyoung dengan sedikit perasaan tidak enak.

“Aku dengar mobilmu masuk bengkel, bagaimana kalau kita pergi bersama menemui perwakilan dari SM kontruksi itu.” Jinki terus tersenyum

“ Tidak perlu.” Sunyoung berjalan meninggalkan Jinki.

Sunyoung segera masuk kedalam lift, dan Jinki mengejarnya.“ Yaa! Park Sunyoung, tunggu!!”

Sekarang mereka berdua ada didalam lift.

“ Aku akan berangkat sendiri.” Lanjut Sunyoung.

Tanpa sadar Jinki menarik tangan Sunyoung, “ Tidak! Tidak boleh, kau akan pergi bersamaku.” Jinki terus berusaha.

“ Yaa!! Lepaskan aku!!” teriak Sunyoung.

“ Aku tidak dengar!!” Jinki menutup kupingnya dengan tangannya yang bebas, dan tidak menghiraukan teriakan Sunyoung.

“ Lee Jin Ki!!! Kau benar-benar menyebalkan!” teriak Sunyoung kembali.

Sunyoung mengigit tangan Jinki yang menggenggam erat tangannya “ Awww!!” pekik Jinki kesakitan.

“Kau ini…” Jinki menatap Sunyoung kesal dan langsung melepaskan genggamannya.

Sunyoung tertawa geli melihat ekspresi kesal Jinki, “ Baiklah, kita pergi bersama.”

Akhirnya Sunyoung bersedia menerima tawaran jinki untuk pergi bersama. Seketika itu sebuah senyum terukir di wajah Jinki.

__________________________

Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, akhirnya Sunyoung dan Jinki sampai disebuah gedung besar yang menjulang tinggi. Orang-orang mengenal gedung itu dengan sebutan SM tower.

Setelah bertanya pada bagian informasi, Sunyoung dan Jinki diantar oleh seorang pegawai wanita menuju sebuah ruangan di lantai 5 gedung itu.

Sunyoung dan Jinki masuk ke dalam ruangan yang besar. Sepertinya ruangan ini biasa digunakan untuk mengadakan pertemuan, karena banyak sekali meja dan kursi yang tersusun rapi disetiap sudut ruangan.

Di meja dekat jendela, seorang laki-laki muda berpakaian jas yang rapi, tersenyum melihat kehadiran mereka berdua.

“ Apa kabar? Perkenalkan namaku Cho Kyuhyun, aku perwakilan dari SM kontruksi.” Orang bernama Cho Kyuhyun itu menjabat tangan Sunyoung dan Jinki.

“ Kami berdua perwakilan dari SME furniture, aku Park Sunyoung, dan ini rekanku Lee Jin Ki. Senang bertemu denganmu.” Sunyoung memperkenalkan diri.

“ Baiklah nona Park, mari kita mulai pertemuan ini.” Ajak pria itu, seraya mempersilahkan duduk pada kedua orang dihadapannya.

“ Baik.” lanjut Sunyoung tersenyum.

Saat pertemuan berlangsung, Sunyoung terlihat sangat lugas menjelaskan setiap konsep yang telah dia buat. Hal itu membuat kedua laki-laki yang saat itu sedang bersamanya, tidak pernah sedikitpun mengalihkan pandangannya pada Sunyoung.

Entah apa yang kedua laki-laki itu pikirkan, ketika Sunyoung sibuk mempresentasikan hasil karyanya.

Tak terasa pertemuan itu berakhir. Sunyoung dan Jinki pamit untuk segera kembali ke kantor. Saat tiba di depan pintu masuk, Jinki menyuruh Sunyoung menunggu sementara dia mengambil mobil diparkiran.

“ Aku ambil mobil dulu, kau tunggu disini saja.” Perintah Jinki.

“ Baik. Tapi jangan lama-lam, karena aku sudah sangat lapar.” Sunyoung menuruti perintah Jinki.

“ Iya.” Jinki setengah berlari menuju arah parkiran.

Sunyoung melirik ke kanan dan kekiri, dia terlihat sangat mengagumi desain arsitektur SM tower ini.

“ Nona Park, sedang apa disini?” Suara seseorang mengagetkan Sunyoung.

Sunyoung langsung mengalihkan pandangan pada orang itu, ternyata dia adalah Cho Kyuhyun. “ A-aku sedang menunggu temanku.” Dia sedikit tergagap menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“ Oh begitu. Apa kau sudah makan siang?” tanya Kyuhyun.

“ Maaf?” Sunyoung sedikit tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

“ Apa kau sudah makan siang?” Kyuhyun mengulang pertanyaannya.

“ Belum.” Jawab Sunyoung tersenyum.

“ Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” Ajak Kyuhyun penuh harap.

Sunyoung berpikir sejenak, “ Maaf, aku sudah ada janji dengan orang lain. Mungkin lain waktu.” Sunyoung menolak permintaan Kyuhyun.

“ Baiklah, mungkin lain waktu.” Kyuhyun tersenyum

Mobil Jinki berhenti tidak jauh dari tempat Sunyoung berdiri.

“ Maaf, temanku sudah datang. Aku pamit duluan.” Pamit Sunyoung menyadari keberadaan mobil Jinki.

“ Hati-hati..” ucap Kyuhyun melihat Sunyoung berjalan menjauhinya.

Sebelum masuk kedalam mobil, Sunyoung menyempatkan diri untuk tersenyum pada Kyuhyun yang melihatnya dari kejauhan.

_________________________

Karena kepribadian Kyuhyun berbeda dari kebanyakan pria, Sunyoung merasa ada ketertarikkan pada  diri Kyuhyun. Itulah sebabnya dia selalu senang bila berada didekat Kyuhyun.

Seiring berjalannya waktu, intensitas pertemuan mereka semakin bertambah. Kedekatan diantara mereka pun tidak dapat dipungkiri lagi.

Kyuhyun sepertinya juga merasakan hal yang sama pada Sunyoung. Mungkin itulah sebabnya dia terlihat begitu mengistimewakan Sunyoung diantara rekan kerjanya yang lain.

Akhir-akhir ini, Sunyoung dan Kyuhyun terlihat sering makan siang bersama. Mereka juga selalu menyempatkan diri untuk pergi berjalan-jalan, seusai jam kerja berakhir..

Sunyoung merasakan ketertarikan itu berubah menjadi rasa cinta yang begitu dalam..

___________________________

“ Youngie~!!” Sunny memeluk erat Sunyoung yang berdiri dihadapannya.

Sunyoung bingung melihat kehadiran Sunny didepan pintu apartemennya, “ Sunny. Sedang apa kau disini?” tanya Sunyoung.

Sunny melepaskan pelukannya pada Sunyoung, dan menatap Sunyoung kesal. “ Ya! Kenapa malah bertanya seperti itu? Kau tidak senang aku datang.”

“ Apa?! Tentu saja aku senang.. Ayo masuk..” Sunyoung mengajak Sunny untuk masuk kedalam.

Sekarang mereka berdua duduk diruang tamu.

“ Kau tahu dari mana apartemen baruku?” tanya Sunyoung memulai pembicaraan.

“ Tadi pagi aku ke rumah orang tuamu, mereka bilang kau pindah kesini.” Jawab Sunny.

Sunyoung beranjak dari sofa, dan berjalan menuju pantry. “ Kau mau minum apa?” tanya Sunyoung.

“ Apa saja.” Sunny mengarahkan pandangannya pada Sunyoung

.

Saat Sunyoung kembali membawa minuman, Sunny kembali bertanya pada sahabatnya itu. “ Oh ya, bagaimana dengan pria yang kau ceritakan lewat e-mailmu itu? Apa hubungan kalian sudah semakin dekat?” Sunny langsung memasang raut penasaran diwajahnya.

“ Begitulah..” Jawab Sunyoung berseri-seri, “Kau tahuuu!! Besok, dia mengajakku pergi makan malam.” Sunny terkejut, melihat Sunyoung tiba-tiba bersikap heboh.

Sunny meneguk minumannya, “ Benarkah? Kau akan makan malam bersama?” tanyanya meyakinkan.

“ Tentu.” Tanpa sadar Sunyoung memeluk nampan ditangannya, dan tersenyum sendiri.

Sunny tertawa geli melihat kelakuan sahabatnya itu. “ Tapi, apa kau yakin dia juga menyukaimu?” Tanya Sunny mengaburkan khayalan Sunyoung.

“ Entahlah, tapi dari sikapnya aku bisa merasakan kalau dia juga menyukaiku.” Sunyoung terlihat ragu dengan apa yang dikatakannya.

“ Siapa nama laki-laki itu?” tanya Sunny lagi.

“ Memangnya aku belum memberitahukanmu ya?” tanya Sunyoung balik bertanya.

“ Belum pernah! Kau terus menceritakan laki-laki itu, tapi kau tidak pernah sekalipun menyebutkan namanya padaku.” Sunny memincingan sedikit matanya.

“ Maafkan aku, namanya adalah Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun..” Jawab Sunyoung mantap.

“ Cho Kyuhyun?” Sunny terlihat sedikit terkejut.

“ Iya, apa kau mengenalnya?” Sunyoung langsung menatap Sunny.

“ Sepertinya aku pernah mendengar nama itu.” Sunny seperti mengingat-ingat sesuatu.

“ Benarkah?” Sekarang Sunyoung duduk di dekat Sunny, dia berharap Sunny mengetahui sesuatu tentang laki-laki yang disukainya itu.

“ Ah mungkin bukan dia.” Sunny terlihat ragu dengan ucapannya.

Dia berharap bahwa Cho Kyuhyun yang dekat dengan Sunyoung, bukanlah Cho Kyuhyun yang dia kenal.

______________________________

Sejak sore tadi Sunyoung sudah mempersiapkan dirinya agar terlihat sempurna pada makan malam nanti. Dia ingin memberikan kesan yang baik pada makan malam pertamanya dengan Kyuhyun. Dia berharap malam ini akan berjalan dengan baik.

__________________

Makan malam hari ini berjalan sesuai dengan harapan Sunyoung. Setelah selesai, Kyuhyun mengantar Sunyoung kembali ke apartemennya.

“ Terima kasih atas makan malamnya.” Ucap Sunyoung memecah keheningan.

“ Sama-sama. Aku senang bisa makan malam bersamamu.” Lanjut Kyuhyun. Dari tadi dia terus memperhatikan Sunyoung.

“ Aku juga.” Jawab Sunyoung malu-malu.

Tiba-tiba Kyuhyun berjalan mendekat kearah Sunyoung. Saat mereka berhdapan, Kyuhyun merengkuh wajah mungil Sunyoung, dan menatap kedalam mata Sunyoung.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya perlahan. Lima senti, tiga senti, satu senti, wajah mereka berdua semakin dekat. Sunyoung sangat bingung harus berbuat apa.

Sunyoung mendorong Kyu menjauh darinya, “ Maaf Kyu, aku harus cepat-cepat pulang.” Sunyoung menolak Kyuhyun, dia pikir ini terlalu cepat mengingat hubungan mereka yang belum berlangsung lama.

Kyuhyun tersenyum malu, “ Istirhatlah, besok kita harus bekerja lagi.” lanjutnya.

“ Selamat malam.” Sunyoung segera berjalan meninggalkan Kyuhyun. Wajah Sunyoung memerah mengingat apa yang dilakukan Kyuhyun tadi.

________________________

Sunny datang tepat waktu ke apartemen Sunyoung. Karena hari ini Sunyoung pulang lebih cepat dari kantornya.

“ Sunny!! Apa kau tahu?” Sunyoung terlihat begitu heboh.

“ Ada apa?” Tanya Sunny heran melihat kelakuan sahabatnya itu.

Sebelum memulai ceritanya, Sunyoung tersenyum  malu-malu. “ Saat aku makan malam minggu lalu, dia hampir menciumku.” Sunyoung terlihat begitu senang.

“ Apa?!” Sunny sedikit meninggikan nada suaranya.

Kali ini wajah Sunyoung berubah menjadi sedih. “ Tapi aku menyesal, karena telah menolaknya.”

“ Baguslah kalau begitu.” Sunny merasa begitu lega mendengarnya.

Sunyoung memicingkan matanya pada Sunny, “ Bagus?!” dia tidak percaya melihat respon dari sahabatnya itu.

Sunny menatap Sunyoung nanar, “ Youngie~” ucapnya.

“ Apa?” Tanya Sunyoung yang merasa penasaran dengan sikap aneh Sunny..

“ Kau harus mengakhiri hubunganmu dengan pria yang bernama Cho Kyuhyun itu.” Lanjut Sunny sedikit ragu.

“ Kenapa? Apa ada yang salah dengannya?” tanya Sunyoung

“  Ya, ada yang salah denganya.”

“ Apa? Tapi aku lihat dia orang yang baik.” Sunyoung terlihat jelas sedang membela Kyuhyun.

“ Dia memang orang yang baik, tapi..” Sunny terlihat begitu berat melanjutkan kata-kata yang akan keluar dari mulutya.

“ Apa?!” Tanya Sunyoung sedikit memaksa

Sunny menghela nafas panjang, sebelum menjawab pertanyaan Sunyoung. “ Dia sudah bertunangan dengan wanita.”

“ Apa? Kau bercanda? Kalau dia sudah punya tunangan, kenapa dia mendekatiku? Jangan asal seperti itu.” Sunyoung tidak percaya dengan apa yang dikatakan Sunny.

“ Youngie~ kau harus percaya padaku. Dia sudah bertunangan, dan mereka akan segera menikah.” Jelas Sunny.

“ Ini tidak lucu Sunny!” Rasa sakit menjalari hati Sunyoung.

“ Youngie~ lupakan dia. Dia bukan pria yang baik untukmu..” Sunny terus berusaha meyakinkan Sunyoung.

“ Tapi Sunny~” Tanpa terasa air mata sudah membendung dimata Sunyoung. Dia tidak bisa menahan rasa sakit dan amarahnya.

Sunny memeluk Sunyoung, dia berusaha untuk menenangkan sahabatnya. “ Aku mohon Sunyoung, lupakan dia. Ini demi kebaikanmu.” Lanjut Sunny setengah memohon.

Sunyoung tidak bisa memikirkan apa-apa lagi. Hatinya begitu sakit mendengar perkataan Sunny, yang langsung menghancurkan hatinya.

_____________________________

Akhir-akhir ini Sunyoung selalu bersikap dingin pada Kyuhyun. Di selalu menghindar setiap kali Kyuhyun mengajaknya pergi bersama.

Kyuhyun berusaha untuk tidak menghiraukan sikap Sunyoung. Tapi semakin lama dia tidak tahan melihat sikap Sunyoung yang berubah 180 derajat dari biasanya.

Kyuhyun terlihat sedang mengejar Sunyoung yang berjalan didepannya, “ Youngie~. Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” Ajak Kyuhyun untuk kesekian kalinya.

Tanpa pikir panjang Sunyoung langsung menolak ajakan Kuhyun. “ Maaf, Kyu. Aku sudah ada janji dengan Jinki.”

Sunyoung memang selalu ada alasan, jika Kyuhyun mengajaknya pergi bersama.

Tiba-tiba Jinki menghampiri mereka berdua, “ Sunyoung sudah siap?” Tanya Jinki.

“ Iya.” Sunyoung tersenyum pada Jinki,  “ Maaf Direktur Cho, kami harus pergi.” Pamit Sunyoung dan berlalu meninggalkan Kyuhyun.

“ Sampai jumpa, direktur Cho.” Lanjut Jinki, dan berjalan menyusul Sunyoung.

Bukan hanya Kyuhyun. Jinki pun merasakan hal yang aneh dengan sahabatnya itu. Sunyoung terlihat sering murung dan diam. Berbeda dari sikapnya yang biasa..

“ Kenapa? Apa kalian ada masalah?” tanya Jinki langsung pada pokok permasalahan.

“ Tidak.” Jawab Sunyoung singkat.

“ Benarkah?!” tanya Jinki lagi

“ Benar!!” Sunyoung sedikit kesal dengan pertanyaan Jinki.

“ Kau harus ingat, jangan campurkan masalah pribadimu dengan masalah pekerjaan.” Lanjut Jinki sedikit menasehati.

“ Iya aku tahu!!” Kali ini Sunyoung benar-benar kesal pada Jinki.

“ Sunyoung, jangan marah. Aku hanya ingin mengingatkanmu saja.”

“ Issh kau ini!!” Sunyoung bersiap memukul lengan pria dihadapannya, tapi kemudian dia malah tertawa melihat ekspresi Jinki yang lucu.

“ Apa?” tanya Jinki heran.

“ Tidak. Ayo makan, aku lapar.” Jawab Sunyoung menahan tawa.

Sejenak Sunyoung melupakan masalahnya dengan Kyuhyun.

_____________________________

Hari ini Sunyoung tidak terlalu sibuk di kantor. Itulah sebabnya dia punya banyak waktu istirahat diruangannya. Tapi kemudian waktu istirahatnya terganggu, karena seseorang masuk kedalam ruangannya.

“ Manager Park ada yang ingin bertemu denganmu.” Seorang pegawai masuk kedalam ruangan Sunyoung

“ Siapa?” Tanya Sunyoung

“ Dia bilang dia anak Presdir Lee dari SM Konstruksi.”

“ Persilahkan dia masuk.” Perintah Sunyoung, dan pegawai itu segera keluar.

Tak lama seorang wanita cantik masuk kedalam ruangan Sunyoung. Dia terlihat anggun, bila dilihat dari cara berjalan dan berpakaiannya.

“ Apa kau orang yang bernama Park Sunyoung?” tanya wanita itu melihat Sunyoung dihadapannya.

“ Iya.”

“ Perkenalkan, aku Lee Seohyun.” Dia begitu sopan pikir Sunyoung.

“ Maaf, ada apa kau mencariku?” Tanya Sunyoung tanpa basa-basi.

“ Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu. Apa kau bisa keluar?” Ajak Seohyun, juga tanpa basa-basi.

“ Tentu.” Jawab Sunyoung mengingat dia sedang tidak begitu sibuk.

Mereka pergi kesebuah café yang berada tidak jauh dari gedung tempat Sunyoung berkerja. Sesaat kecanggungan menghinggapi mereka berdua. Mungkin karena ini pertama kalinya mereka bertemu.

“ Kita langsung bicara pada topik pembahasan saja.” Lanjut Seohyun memecah kecanggungan diantara mereka berdua.

“ Iya, silahkan.”

“ Kau kenal Cho Kyuhyun?” Tanya Seohyun

“ Iya, aku kenal. Dia rekan kerjaku dari SM Konstruksi.” Jawab Sunyoung menahan rasa sakit, mendengar nama Kyuhyun disebut.

“ Benar, aku dengar kalian akhir-akhir ini begitu dekat.” Seohyun terus bicara.

Sunyoung diam, “ Tidak sedekat yang kau pikirkan. Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu padaku?” dia menyangkal perkataan Seohyun.

Kali ini Seohyun menatap Sunyoung tajam, “ Aku hanya ingin memberitahumu kalau Kyu adalah tunanganku. Jadi, aku harap kau membatasii kedekatanmu dengan Kyu. Karena kami akan segera menikah.” Seohyun berusaha untuk menahan amarahnya sendiri.

“ Kau tidak perlu khawatir, aku tidak sedikitpun berniat mengambilnya.” Jawab Sunyoung menahan hatinya yang hancur, mendengar kata ‘menikah’.

“ Baguslah, aku percaya padamu. Aku harap kau bisa menepati perkataanmu tadi.” Seohyun tersenyum kecut melihat wanita dihadapannya.

“ Apa hanya itu yang ingin kau bicarakan?” Tanya Sunyoung sedikit menantang.

“ Aku rasa sudah cukup.” Seohyun langsung pergi meninggalkan Sunyoung sendiri.

Sedangkan Sunyoung hanya bisa duduk lemas, dan menahan diri untuk tidak menangis..

Mungkin hari ini akan berakhir menyakitkan bagi Sunyoung…

____________________________________

Tidak biasanya Jinki datang ke apartemen Sunyoung dan mengajaknya pergi keluar. Apalagi hari sudah semakin larut.

“ Kita mau kemana?” tanya Sunyoung.

Jinki menatap Sunyoung tidak percaya, “ Kau lupa? Hari ini kita ada acara dengan semua rekan Tim Pulau Nami.” Jelas Jinki.

“ Jadi kau mengajakku kesana? Kalau begitu turukan aku sekarang..” perintah Sunyoung.

Jinki terus berkonsentrasi mengemudikan mobilnya. “ Kenapa? Sebentar lagi kita sampai.”

“ Cepat turunkan aku!” perintah Sunyoung dengan sedikit nada tinggi.

Jinki menghentikan mobilnya tiba-tiba, dia menatap tajam ke arah Sunyoung. “ Sunyoung, kau pikir jika kau terus bersikap seperti ini semua masalahmu dengannya akan berakhir? Tentu saja tidak… Bicaralah dengannya, dan jangan terus menghindar dan bersikap dingin seperti ini. Aku tahu kau adalah wanita yang kuat, dan aku percaya kau bisa menyelesaikan masalahmu.” Jelas Jinki tanpa henti.

Ini pertama kalinya Sunyoung melihat Jinki bersikap seperti itu padanya. Itulah sebabnya Sunyoung hanya diam, dan menatap Jinki tidak percaya.

_______________________________

“ Akhirnya kalian datang.” Kata Manajer Jung saat melihat kedatangan Sunyoung dan Jinki.

“ Aku lihat, kalian berdua selalu bersama. Apa kalian ada hubungan spesial?” Tanya Choi Minho, asisten Kyuhyun.

“ ah, tidak, tidak. Kami hanya teman biasanya.” Jawab Jinki, sedangkan Sunyoung hanya bisa tersenyum membenarkan perkataan Jinki.

Kyuhyun terus meneguk minumannya, dia terlihat kesal mendengar pertanyaan asistennya itu.

“ Sudah, sudah.. Ayo kita bersulang.” Ajak Jinki mengalihkan pembicaraan

“ Ayo, ayo!!”

“ Cheeeersss!” teriak mereka bersama-sama.

“ Diretur Cho, aku dengar suaramu sangat bagus. Maukah kau menyanyi untuk kami?” Pinta Manager Jung pada direkturnya itu.

“ Iya benar. Ayo menyanyilah untuk kami.” Lanjut Choi Minho

“ Baiklah, dengan senang hati.” Kyuhyun mengambil Mic yang ada diatas meja dan mulai menyanyikan sebuah lagu, untuk membuat pesta mereka semakin meriah.

Sunyoung hanya bisa diam mendengarkan Kyuhyun menyanyikan lagu yang pernah Kyuhyun nyanyikan khusus untuknya.

_______________________

Sudah hampir dua jam mereka berada disana. Sunyoung sepertinya tidak begitu menikmati acara malam itu. Karena dari tdai Sunyoung lebih banyak diam, dan hanya sesekali menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan padanya.

“ Sunyoung.. Apa kau bosan?” tanya Jinki yang dari tadi memperhatikan Sunyoung.

“ Sedikit.” Jawab Sunyoung datar.

“ Ayo kita pulang.” Ajak Jinki, dan Sunyoung menyambutnya dengan penuh suka cita.

“ Biar aku yang antarkan dia pulang.” Kyuhyun menarik tangan Sunyoung dan mengajaknya berjalan keluar ruangan.

“ Direktur Cho.. Kau mau kemana?” Panggil Choi Minho setengah mabuk.

_____________________________

Sementara itu, Sunyoung terus berusaha untuk melepaskan genggaman erat Kyuhyun padanya.

“ Yaaaa!! Lepaskan aku..” pinta Sunyoung, tapi Kyuhyun tidak menghiraukannya.

“ Apa kau belum puas menyakitiku?” Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Sunyoung.

Kyuhyun menghentikan langkahnya, dan melepaskan tangan Sunyoung. “ Apa maksudmu?” dia menatap Sunyoung.

“ Aku sudah tahu semuanya. Jadi, berhentilah menggangguku!” lanjut Sunyoung tanpa menatap Kyuhyun sedikit pun.

“ Sunyoung~” Kyuhyun berjalan mendekati Sunyoung.

“ Jangan coba-coba untuk mendekat padaku.” Sunyoung melangkah mundur.

“ Kenapa kau seperti ini? Apa salahku?” tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“ Aku sudah bertemu dengan Lee Seohyun, TUNANGANMU!” Air mata mulai mengalir keluar, Sunyoung terlihat begitu tersiksa. “ Apa salahku padamu? Kenapa kau mempermainkan perasaanku seperti ini?” lanjut Sunyoung tanpa henti.

Kyuhyun menarik Sunyoung kedalam pelukannya, “ Kau jahat! Lepaskan aku. Lepaskan akuuuu!!” Sunyoung memukul-mukul dada Kyuhyun.

“ Sunyoung, maafkan aku. Aku tahu aku salah, tapi dengarkan aku. Aku benar-benar mencintaimu..” jelas Kyuhyun penuh rasa bersalah.

“ Aku tidak mau dengar omong kosongmu itu! Lepaskan aku!” Sunyoung mendorong Kyuhyun menjauh darinya.

Tapi Kyuhyun merengkuh wajah Sunyoung, dan menatap mata Sunyoung dalam-dalam. “ Percayalah, aku benar-benar mencintaimu..” lanjut Kyuhyun.

Sunyoung melihat ketulusan dari balik mata Kyuhyun. Dia terdiam.

“ Kalau kau benar-benar mencintaiku, lepaskan aku. Biarkan aku pergi..”  Sunyoung mulai kembali berbicara.

“ Apa? Aku tidak bisa melakuannya.” Tolak Kyuhyun.

“ Aku mohon padamu, biarkan aku pergi. Kau tidak perlu memikirkan aku, karena aku akan merasa lebih baik tanpamu.” Sunyoung menitikan air mata, saat mengucapka kalimat-kalimat itu.

“ Sunyoung~” Kyuhyun begitu lirih mengucapkan nama Sunyoung.

“ Aku mohon Cho Kyuhyun, aku mohon..” Sunyoung tidak mampu lagi untuk melihat wajah Kyuhyun, dia mengalihkan pandangannya ke lantai.

“ Tapi Sunyoung~” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan kembali menatap wajah Sunyoung.

“ Kau tahu.. jika kau terus bersikap seperti ini padaku. Itu hanya akan membuatku bertambah terluka. Apa kau senang melihatku terluka?” dengan terpaksa Sunyoung mengucapkan kalimat itu.

“ Baiklah, jika itu maumu. Maafkan aku.” Dengan berat Kyuhyun berjalan meninggalkan Sunyoung sendirian.

Kyuhyun benar-benar menyukai Sunyoung dan dia tidak mau melihat Sunyoung terluka karena dirinya. Jadi, itulah sebabnya dia lebih memilih meninggalkan Sunyoung.

Jinki yang dari tadi memperhatikan mereka berdua, berlari menghampiri Sunyoung setelah melihat Kyuhyun pergi. “ Sunyoung, apa kau baik-baik saja?” tanya Jinki khawatir

Sunyoung terkulai lemas diatas lantai, “ Jinki, aku sangat bodoh. Aku benar-benar sangat bodoh. Kenapa aku mencintai orang yang salah? Kenapa?” Sunyoung terlihat begitu menyesali diri..

Jinki menarik Sunyoung kedalam pelukannya, dia tahu betapa sakitnya perasaan Sunyoung saat ini. “ Menangislah, jika itu akan membuatmu merasa lebih baik..” Jinki mengelus lembut rambut Sunyoung, berusaha untuk menenangkannya.

“ Aku menyesal Jinki, aku benar-benar menyesal.” Sunyoung tidak bisa berhenti menyesali diri dan air mata terus mengalir deras dari matanya…

_____________________________

Beberapa hari setelah kejadian itu, Sunyoung mengundurkan diri dari proyek pulau Nami. Dengan alasan kesehatan Sunyoung yang menurun setelah menangani proyek ini. Sehingga dengan terpaksa Presdir menerima permintaan Sunyoung padanya.

Jinki juga sangat menyayangkan keputusan Sunyoung terkait pengunduran dirinya itu. Tapi bagaimana ini hal yang terbaik yang bisa dilakukan Sunyoung saat ini..

____________________________

Dua bulan kemudian..

Seperti biasa, Sunyoung terlihat sibuk dengan dokumen-dokumen yang berserakan diatas mejanya. Saking sibuknya, dia pun tidak menyadari seseorang masuk kedalam ruangannya.

“ Apa kabar Sunyoung?” sapa Kyuhyun mengalihkan perhatian Sunyoung.

Sunyoung tertegun melihat Kyuhyun berada dihadapannya. Ini pertama kalinya Sunyoung melihat Kyuhyun setelah beberapa bulan tidak bertemu. “ Ada apa? Kenapa tiba-tiba kau datang kesini?” Tanya Sunyoung langsung.

Kyuhyun berjalan mendekati Sunyoung, “ Aku hanya ingin memberikan ini untukmu.” Kyuhyun memberikan sebuah kartu undangan putih yang cantik ke tangan Sunyoung.

“ Aku harap kau datang pada upacara pernikahanku.” Jelas Kyuhyun ragu.

Sunyoung terdiam. Dia sudah lama menyiapkan dirinya untuk mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Kyuhyun.

Tapi sepertinya usahanya itu belum cukup kuat, karena Sunyoung masih merasakan rasa kekecewaan dan sakit yang teramat dalam..

“ Tentu, aku akan datang.” Sunyoung tersenyum menutupi kesedihannya. “ Apa ada lagi?” lanjutnya.

“ Aku rasa tidak. Kalau begitu aku pergi dulu.” Pamit Kyuhyun.

Sebenarnya Kyuhyun ingin tinggal lebih lama lagi. tapi apa daya, dia takut kehadirannya membuka kembali luka dalam hati Sunyoung..

________________

 Sepuluh menit sejak kepergian Kyuhyun, tiba-tiba Jinki masuk tanpa permisi.

“ Sunyoung!” nafas Jinki terlihat berat, sepertinya dia berlari untuk datang kesini..

Sunyoung sedikit terkejut, “ Ada apa? Kau mengagetkanku!” Kesalnya.

“ Kau dapat ini?” Jinki mengangkat kartu undangan yang ada ditangannya.

“ Iya. Belum lama dia memberikan ini padaku.” Sunyoung mengangkat kartu undangan yang sama seperti milik Jinki, dan dia berusaha untuk bersikap tenang.

“ Apa kau baik-baik saja?” Jinki terlihat begitu mengkhawatirkan Sunyoung..

“ Ya! Kenapa kau bertanya seperti itu, tentu aku baik-baik saja.” Sunyoung membohongi perasaannya sendiri.

“ Benarkah?” Jinki meyakinkan

“ Sudah, aku sedang sibuk. Lebih baik kau cepat keluar dari sini.” Perintah Sunyoung.

Jinki sepertinya enggan keluar dari ruangan Sunyoung. Oleh sebab itu, Sunyoung beranjak dari tempat duduknya dan mendorong Jinki keluar dari ruangannya..

“ Benarkah kau baik-baik saja?” tanya Jinki lagi.

“ Iya, aku baik-baik saja.”

Brukk~

Sunyoung menutup pintu ruangannya tepat di depan wajah Jinki.  Sesaat Sunyoung terdiam dibalik pintu. Sunyoung memukul-mukul dadanya yang sakit, dan berusaha untuk menahan tangisnya agar tidak pecah..

“ Kau wanita yang kuat Park Sunyoung. Jangan pernah menangis untuk dia lagi~” Sunyoung berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri..

______________________________

Sunyoung dan Jinki, berdiri didepan sebuah gereja yang berada di pusat kota Seoul. Mereka terlihat sedang mendiskusikan sesuatu sebelum masuk kedalam gereja itu..

“ Kau yakin mau masuk kedalam?” tanya Jinki ragu.

“ Tentu, kita sudah jauh-jauh datang kemari. Jadi mana mungkin kita tidak masuk.” Sunyoung berusaha menguatkan dirinya sendiri.

“ Apa tidak sebaiknya kita kembali saja?” Jinki melihat kearah dimana mobilnya terparkir.

“ Ya jinki, percayalah padaku. Aku akan baik-baik saja.” Kali ini Sunyoung meyakinkan dirinya dan Jinki.

“ Kau yakin?” Tanya Jinki sekali lagi.

“ Aku sangat yakin.” Sunyoung berjalan masuk kedalam gereja itu, dan Jinki mengikutinya disamping.

Beberapa saat setelah Sunyoung dan Jinki masuk kedalam gereja, Pendeta langsung memulai upacara pernikahan. Semua orang memperhatikan prosesi upacara pernikahan Kyuhyun dan Seohyun dengan seksama, tanpa terkecuali Sunyoung..

Meskipun sangat berat melihat orang yang dicintainya bersanding dengan wanita lain diatas altar. Sunyoung tetap berusaha ingin memberikan kesan yang baik pada mereka berdua, dengan hadir ke upacara pernikahan mereka.

“ Sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Pengantin Pria dipersilahkan untuk mencium pengantin wanita.” Ucap Pendeta meresmikankan mereka sebagai sepasang suami istri.

___________________________________

Sepulang dari menghadiri upacara pernikahan Kyuhyun. Sunyoung mengajak Jinki, untuk mampir ke sebuah taman kecil yang biasa Sunyoung datangi bersama Jinki semasa SMA dulu.

“ Sudah aku bilang, kita tidak perlu datang kesana.” Jinki menyesali karena telah membiarkan Sunyoung ikut bersamanya.

Sunyoung menatap Jinki, “ Kenapa kau terlihat menyesal? Aku sangat bahagia melihat mereka bersanding diatas altar.” Dia mengulas senyum yang dia paksakan.

“ Sudahlah Sunyoung jangan bohongi lagi perasaanmu. Aku sangat mengerti dirimu. Jadi jangan sembunyikan lagi kesedihanmu itu.” Jinki berbalik memandangi Sunyoung..

Sunyoung menyenderkan kepalanya ke bahu Jinki, “ Aku memang sedih Jinki. Tapi melihatnya bahagia seperti itu, sudah cukup membuatku merasa bahagia.” Tanpa sadar Sunyoung menitikan air mata.

“ Kau memang Sunyoung-ku yang naif..” lanjut Jinki.

Sunyoung mengangguk pelan dibahu Jinki, “ Ya, aku memang terlalu naif.” Lanjut Sunyoung membenarkan perkataan Jinki.

__THE END__

_____________________________________________

Gimana reader? bagus ngga? atau ngga jelas ceritanya?

Harap maklum kalau banyak typos di FF ini ^^

aku harap para reader ngga marah ya, soal hiatusku yang terlalu over hehehe

sekali lagi aku mohon maaf pada kalian semua..

Buat para readers yang suka main castnya Sunny, dateng aja ke wordpress-ku disana ada banyak FF tentang Sunny yang aku buat sendiri.

www.sunshineer.wordpress.com

Sampai jumpa di FF selanjutnya.. Annyeong!

PLEASE YOUR COMMENT!!

15 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s