Oppa is Mine ( Part 6 )

Author                        :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Friendship, Family

Rated             :   PG-17

Main Cast      :  –    Sunny ‘SNSD’ as Lee Sunny

–          Song Joong Ki as Song Joong Ki

–          Kyuhyun ‘Super Junior’  as Cho Kyuhyun

–          Yoona ‘SNSD’ as Im Yoona

–          Joon ‘MBLAQ’ as Lee Joon

–          Jooyeon ‘After School’ as Lee Jooyeon

________________

Annyeong!!

Tanpa banyak basa-basi

Happy Reading ^^

____________________

Entah dari mana dorongan itu berasal. Joongki lalu menyentuh pipi Sunny lembut dan mendekatan wajahnya pada wajah Sunny hingga bibir mereka bertemu.

Sunny terlihat begitu kaget, tapi kemudian dia menutup matanya menerima ciuman Joongki. Tidak sampai disitu saja, Joongki menarik tubuh Sunny mendekat padanya. Semakin lama, ciuman mereka semakin menjadi-jadi ( ? ) Joongki melumat bibir mungil Sunny penuh gairah.

“ Sunny! Joongki!” Joon masuk begitu saja kedalam rumah, dan melihat Sunny dan Joongki sedang bermesaraan.

“ Sial.” Gumam Joongki dan menghetikan ciumannya.

“ Kalian berdua..” Joon kaget dengan apa yang dilihatnya.

“ Oppa~” Sunny langsung berdiri memberi salam.

Joon menjadi serba salah, “ Maafkan aku telah mengganggu kalian berdua.” Joon menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“ Mengganggu apanya? Silahkan duduk.” Perintah Joongki berusaha menutupi rasa kesalnya.

“ Aku siapkan makan malam dulu..” Sunny terlihat salah tingkah.

 

________________

 

Seluruh ruangan pesta dihiasi penuh oleh bunga mawar putih dan pita-pita yang juga berwarna putih tersusun dengan cantik di setiap sudut ruangan. Warna putih mendominasi seluruh isi ruangan yang luas.

Para tamu sudah duduk rapi menunggu pengantin wanita memasuki ruangan, tempat upacara pernikahan akan dilaksanakan.

Suara lantunan musik terdengar merdu, itu pertanda acara pernikahan sudah dimulai. Sunny yang di dampingi ayahnya berjalan menuju altar, dimana Joongki dan seorang pendeta sudah berdiri menunggunya.

Senyum terus mengembang diwajah Sunny. Sesekali Sunny menatap kearah para tamu yang hadir, berharap mereka juga merasakan kebahagiaan yang Sunny rasakan saat itu..

Tapi disalah satu sudut, seorang pria dan wanita melihat kearah Sunny dengan tatapan tajam. Mereka terlihat tidak senang dengan pernikahan ini.

 

Joongki tersenyum menatap Sunny yang tiba diatas altar. Tanpa perlu komando, pendeta pun memulai upacara pernikahan. Semua orang terus memperhatikan jalannya pengucapan janji antar kedua mempelai dengan khidmat.

Sunny tidak merasakan sedikitpun rasa gugup, dia terlihat begitu mantap mengucapkan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Begitupun Joongki, dia terus berdiri tegap, dan dengan lantang mengucapkan setiap janjinya.

“ Sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Pengantin Pria dipersilahkan untuk mencium pengantin wanita.” Ucap Pendeta meresmikan mereka sebagai sepasang suami istri.

Joongki langsung berbalik menghadap Sunny, dan membuka penutup wajah yang menjadi penghalangnya dengan Sunny. Tanpa ragu, Joongki langsung mendekatkan wajahnya dan mencium Sunny tepat dibibirnya.

Setelah Joongki mencium bibirnya sekilas, Sunny langsung membuka mata dan melihat kearah Joongki.

Seikat bunga mawah merah yang sedari tadi digenggam erat oleh Sunny, tiba-tiba saja terjatuh. Sunny tanpa sengaja menjatuhkan bunga itu. Dia terlihat begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya..

“ Kyu? Apa yang kau lakukan?” tanya Sunny bingung. Dia langsung melihat ke sekelilingnya mencari Joongki.

“ Kenapa? Aku suamimu sekarang.” Jawab Kyu dengan wajah berbunga-bunga. Sunny diam mematung dengan mata membulat, tanda tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kyu..

_________________________

 

Sunny mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Dia baru saja bangun dari mimpinya. Keringat mengucur deras dari ujung kepala hingga tengkuk, nafasnya memburu. Sesaat Sunny kembali mengingat setiap detail kejadian dalam mimpinya. Mencari tahu apa yang salah..

“ Kenapa dia?” tanpa sadar kata itu keluar dari mulut Sunny..

“ Kau sudah bangun?” tanya Joongki yang terbangun karena mendengar suara Sunny yang cukup keras.

Sunny langsung membalikkan tubuhnya, dan mendapati Joongki sedang tidur bersama dengannya.

Setelah sadar dengan apa yang dilihatnya, Sunny langsung bangkit duduk dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. “ A-apa yang kau lakukan disini?” tanya Sunny

“ Kau yang menyuruhku tidur disini.” Jawab Joongki santai.

“ Apa?!”

“ Pintu kamarku rusak. Apa kau lupa?” Joongki menatap Sunny sekilas.

“ K-k-kau bohong!! Cepat keluarrrr!!!!” Sunny menendang-nendang tubuh Joongki agar menjauh darinya.

“ Ya Sakiit!!” pekik Joongki

Buggh..

Tendangan terakhir yang di lontarkan Sunny sangat kuat, hingga membuat Joongki jatuh tersungkur diatas lantai.

Sunny yang kaget, langsung merangkak kesisi dimana Joongki terjatuh. Dengan ragu dia melihat keadaan Joongki..

“ Kau baik-baik saja?” tanya Sunny dengan rasa bersalah.

Joongki bangun dan menatap Sunny tajam, “ Issh, kau ini!!”

“ Maafkan akuu..” Sunny terlihat begitu menyesali perbuatannya

Dengan kepala sedikit pusing, Joongki berjalan keluar kamar meninggalkan Sunny sendirian tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Itu membuat Sunny merasa tambah bersalah.

 

_______________________

Setelah merapikan diri, Sunny berjalan keluar kamar untuk menyiapkan sarapan. Di ruang keluarga, Joongki sedang asik menonton berita di televisi. Sunny melirik sekilas kearah Joongki. Dia melihat laki-laki itu, menatap kosong ke arah televisi.

“ Pergilah mandi, aku sudah siapkan pakaianmu.” Perintah Sunny sebelum berlalu menuju dapur.

Joongki tidak menjawab, dia terus menatap kosong layar televisi. Sepertinya Joongki sedang memikirkan sesuatu.

 

Di dapur, Sunny sibuk menyiapkan sarapan. Dari mulai mengambil sayuran di lemari pendingin, mencuci sayuran, hingga memasak nasi.

Braakkk~

Joongki menutup pintu kamar Sunny dengan keras.

“ Aish, begitu saja marah. Dasar anak kecil. ”  Sunny yang tadinya memotong-motong sayuran dengan santai, seketika berubah menjadi sangat ganas dan memotong-motong sayuran itu tanpa ampun karena ulah Joongki yang membuatnya kesal.

 

Saat memakan sarapannya Joongki diam seribu bahasa. Mungkin dia benar-benar marah dengan apa yang telah dilakukan Sunny padanya.

Sunny yang merasa aneh dengan situasi ini, memutar otak berusaha untuk menarik perhatian Joongki agar dia tidak terus diam seperti ini. Tapi Joongki sama sekali tidak bergeming menanggapi setiap usaha yang dilakukan Sunny. Sunny akhirnya menyerah dan mulai merayu Joongki.

“ Ahjussi~” Panggil Sunny, dan Joongki menatap Sunny tajam.

“ Maafkan aku. Aku yang salah, seharusnya aku tidak melakukan itu padamu.” Sesal Sunny. Tapi Joongki tetap diam dan kembali memakan sarapannya. Lagi-lagi Joongki terlihat sedang memikirkan sesuatu.

“ Aku benar-benar menyesal. Maafkan aku. Aku mohonn~” Sunny mengeluarkan jurusan andalannya, jurus aegyo yang biasa dia gunakan untuk membujuk kakek dan orang tuanya.

Sama seperti tadi, Joongki tidak terpengaruh sedikitpun. Setelah meneguk minumannya, Joongki segera bangkit dan meninggalkan Sunny sendirian di meja makan. Kemudian, Sunny langsung mengejarnya kedepan pintu rumah.

“ Ahjussi~ jangan seperti itu. Aku benar-benar menyesal.” Ucapan Sunny menghentikan langkah Joongki.

Entah apa yang dipikirkan Joongki. Tiba-tiba dia kembali menutup pintu yang sudah dibuka setengah olehnya.

Joongki berbalik dan berjalan menghampiri Sunny. Dia membuka lebar tangannya, dan tersenyum penuh maksud.

“ Apa?” tanya Sunny bingung.

“ Bodoh.” Tanpa seijin Sunny, Joongki langsung mendekap Sunny erat.

“ Kalau kau ingin aku maafkan, dengarkan perkataanku ini baik-baik. Aku tidak akan mengulangi perkataanku lagi. Mengerti?” Sunny menggangguk di dalam pelukan Joongki.

“ Aku tunggu kau nanti malam direstoran tempat pertama kali kakek mempertemukan kita. Sebelum jam 8 kau harus sudah ada disana, aku akan menuggumu. Mengerti?”

“ Nee.” Sunny kembali mengangguk.

“ Baguslah kalau kau mengerti. Aku pergi dulu.” Joongki mencium kening Sunny dan kembali berjalan keluar rumah.

Sunny diam mematung melihat Joongki berlalu. Dan tiba-tiba saja, Sunny terkulai lemas diatas lantai. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya. Tanpa sadar semburat merah muncul di kedua pipi Sunny yang chubby dan senyum merekah diwajah manisnya..

“ Apa aku masih bermimpi?” Tanya Sunny pada dirinya sendiri.

Kemudian Sunny memukul kepalanya dengan keras, “ Awww!!” Pekik Sunny kesakitan

“ Ternyata tidak.” Sunny tersenyum senang. Dia merasakan bunga-bunga bertebaran indah disekelilingnya. Sunny larut dalam imajinasinya sendiri..

 

_______________________

 

Sunny berusaha untuk menepati janjinya pada Joongki. Sejak pukul 8 malam, Sunny sudah menunggu di restoran yang di maksud Joongki. Tapi sudah 2 jam menunggu, Sunny sama sekali tidak melihat tanda-tanda kehadiran Joongki disini.

“ Kemana dia? Bukankah dia bilang akan menungguku, tapi kenapa malah aku yang menunggunya.” Omel Sunny

Seorang pelayan berjalan menghampiri Sunny, “ Maaf nona, restoran kami akan segera tutup.” Pelayan itu terlihat jelas memaksakan senyumnya.

“ Begitu ya,  baiklah aku akan pergi. Maaf merepotkanmu.” Sunny segera bangkit dan mengambil tasnya, lalu keluar dari restoran itu.

“ Terima kasih sudah berkunjung kesini.” Pelayan itu memasang raut kesal setelah Sunny pergi dari sana.

“ Orang aneh, gara-gara dia aku akan terlambat berkecan dengan pacarku malam ini.” Umpat pelayan itu.

 

_______________________________

 

Sunny memutuskan untuk pulang naik bis. Tapi belum ada satupun bis yang tampak, sejak Sunny duduk dihalte ini.

Saat menunggu bis, Sunny terus memikirkan kenapa Joongki tidak datang. Tapi kemudian Sunny menarik kesimpulan, bahwa ini semua hanya rencana Joongki, untuk membalas dendam pada Sunny.

“ Issshhh~ laki-laki jahat itu, tega-teganya dia membalaskan dendamnya dengan cara seperti ini.” Umpat Sunny penuh rasa kesal.

“ Awas kau Song Joong Ki!!!!” teriak Sunny.

“ Nona kau berisik sekali!” Seorang ahjussi terlihat sangat terganggu dengan celotehan Sunny.

“ Maafkan aku paman.” Sunny meminta maaf pada ahjussi yang duduk di bagian pojok bangku halte itu.

“ Ya Lee Sunny!!” Sunny berbalik ke arah sumber suara.

Joongki berlari cepat, dan berhenti tepat dihadapan Sunny. “ Aish, lelah sekali..” Nafas Joongki begitu berat.

Sunny menatapnya kesal. Joongki langsung sadar dengan respon yang dikeluarkan Sunny, dia pun segera meminta maaf karena keterlambatannya yang terlampau begitu lama. (seperti author yang keasikan hiatus hehehe, mian *bow)

“ Aku benar-benar minta maaf, karena tadi ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan. Aku harap kau bisa mengerti.” Jelas Joongki

Tapi Sunny malah pergi meninggalkan Joongki. “ Ya, tunggu aku!!” teriak Joongki dan berlari menyusul Sunny.

Sunny mempercepat langkahnya agar tidak berjalan beriringan dengan Joongki. Dan cara itu cukup berhasil, karena sekarang Joongki jauh tertinggal dibelakang.

“ Nyonya Song!! Berhenti!!” Seketika itu, Sunny menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Joongki tak percaya.

Joongki berlari menghampiri Sunny, “ Aku benar-benar minta maaf. Aku mohon maafkan aku..” Joongki menatap Sunny dengan tatapan ‘aku benar-benar menyesal’.

“ Ya! Lepaskan. Aku mau pulang!”  Sunny menolak, dan berusaha melepaskan tangan Joongki

Joongki yang mulai kesal, akhirnya mengangkat tubuh Sunny dan menggendong Sunny di atas pundaknya.

“ Turunkan aku!” Sunny meronta-ronta dan kemudian melihat kesekelilingnya. Banyak orang yang memperhatikan mereka.

“ Orang-orang itu memperhatikan kita. Aku mohon turunkan aku!!” pinta Sunny yang merasa malu.

“ Aku akan menurunkanmu, kalau kau berjanji akan memaafkan aku dan pulang bersamaku.” Lanjut Joongki.

Tanpa pikir panjang Sunny langsung menyetujui permintaan Joongki. “ iya, iya, baiklah.” Seketika itu Joongki langsung menurunkan Sunny.

“ Kalau begitu, ayo kita pulang!.” Joongki merangkul Sunny dan mereka berdua berjalan kearah mobil yang terparkir cukup jauh dari tempat mereka sekarang.

Orang-orang disekeliling mereka, masih memandangi mereka dengan tatapan aneh. Sunny terus berusaha menutupi wajahnya dengan tas. Dia benar-benar malu saat itu..

 

________________________________

 

Tidak biasanya di hari libur seperti ini, Joongki bangun lebih awal dan sekarang dia pergi entah kemana setelah selesai menyantap sarapannya.

Akhir-akhir ini, Sunny juga sering dibuat bingung dengan kelakuan Joongki yang bisa dibilang sangat aneh. Entah apa yang telah dialami Joongki, hingga membuatnya seperti sekarang ini..

 

__________________________

 

Joongki membuka pintu rumah, berharap Sunny sedang tidak ada dirumah saat ini. Dia berjalan dengan ragu memasuki rumah. Kemudian langkahnya terhenti, ketika mendengar suara tawa yang berasal dari dalam rumah. Itu suara tawa Sunny..

Joongki mendapati Sunny sedang asik menonton acara televisi. Kemudian tatapan mereka berdua bertemu..

“ Huwaaa!! Siapa kau?” teriak Sunny kaget sambil menunjuk ke arah Joongki..

“ Apa maksudmu?” Joongki memicingkan kedua matanya pada Sunny.

“ Ahjussi? Itu kau?” tanya Sunny tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Joongki melangkah maju, dan duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan Sunny. “ Memangnya siapa lagi?” Joongki balik bertanya.

“ Kau memotong rambutmu?” tanya Sunny yang melihat jelas perbedaan rambut Joongki.

Joongki mengelus-ngelus kepalanya sendiri. “ Iya, kenapa? Apa modelnya tidak cocok untukku?” Dia menatap Sunny penuh harap. Dia berharap Sunny menyukai model rambutnya yang baru.

“ Tidak, itu bagus. Kau terlihat lebih muda.” Puji Sunny

“ Benarkah?” Joongki terlihat begitu antusias mendengar jawaban Sunny.

Tapi kemudian Sunny menarik kata-katanya kembali, “ Aku bohong.” Lanjutnya tanpa ekspresi. Joongki pun langsung berdecak kesal mendengar jawaban Sunny. Kemudian Sunny tertawa geli..

 

Lama mereka terdiam. Tanpa sepengetahuan Sunny, Joongki terus mencuri pandang ke arahnya.

Joongki terlihat begitu frustasi, sesekali dia mengacak-ngacak rambut barunya itu. Dia terlalu bingung dan takut..

Bingung, bagaimana harus memulai? Dan takut untuk melihat respon Sunny setelah dia mengungkapkan keinginannya…

 

Akhirnya, setelah berpikir matang –matang. Joongki mengerahkan seluruh tenaga untuk menyingkirkan rasa takutnya. Dan dia mulai menjalankan aksinya..

“ Sunny.” Panggil Joongki, memecah konsentrasi Sunny pada layar televisi.

“ Hmm?” Wajah Sunny terlihat begitu polos. Dan itu malah membuat Joongki sulit untuk berbicara dan jantungnya terus berdebar cepat..

“ Mau kah.. Mau kahh?” lanjut Joongki tergagap..

“ Apa?” Tanya Sunny masih dengan wajah polosnya.

Joongki menarik nafasnya dalam-dalam, “ Mau kah~” tapi kata-kata itu masih saja sulit untuk keluar..

“ Mau apa?” tanya Sunny tidak sabaran. “ Kau mau aku memasakan sesuatu untukmu?” tanya Sunny asal..

“ Tidak.” Jawab Joongki sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Aishh kenapa susah sekali mengatakannya?” Joongki mulai kembali frustasi.

Sunny merasa sangat aneh dengan kelakuan joongki saat itu. “ Mau apa? Mau mencuci piring? Mau membelikan sesuatu di minimarket? Atau mau pergi kencan?” lanjut Sunny tanpa henti.

“ Apa?!” Joongki merasa tenggorokannya tercekat, mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Sunny.

“ Kencan?” Lanjut Sunny bingung sambil mengangkat satu alisnya.

Joongki menelan ludah, sebelum menjawab pertanyaan Sunny. “ I-iya. Maukah.. maukah kau pergi berkencan denganku?” lanjut Joongki ragu-ragu.

“ Apa?!” Sunny sangat terkejut, “ Tunggu, apa aku tidak salah dengar?” Sunny tertawa geli.

Melihat respon Sunny yang seperti itu, langsung membuat Joongki pesimis, “ Lupakan saja.” Lanjutnya.

“ Ya! mana boleh begitu!!” teriak Sunny menolak.

“ Sudahlah lupakan saja. Anggap aku tidak pernah mengatakannya.” Joongki tidak tahu harus bebuat apa lagi. Dia benar-benar malu sekarang.

“ Ya! Kenapa kau berkata seperti itu?” Sunny langsung berjalan mendekati Joongki. Sekarang dia duduk tepat disamping Joongki dan mulai mengeluarkan jurus aegyo andalannya.

“ Ayo kita pergi kencan~” Sunny membuat suaranya terdengar manja. Jurus pertama berhasil membuat Joongki tak berdaya.

Sunny mengoyang-goyangkan tubuh Joongki manja, “ Ayo kita pergi berkencan~” rayu Sunny. Jurus kedua membuat keringat Joongki, mengucur deras..

“ Ayooo~ Oppaaaa~” lanjut Sunny. Jurus ketiga hampir membuat Joongki mendapat serangan jantung.

Dan berhasil. Tidak ada satupun jurus yang bisa ditepis oleh rasa harga diri Joongki yang tinggi, “ Baiklah..” Joongki berusaha menahan senyumnya dan tetap bersikap ‘stay cool’.

“ Yeeeeey!!” teriak Sunny girang.

Lalu keduanya pecah dalam tawa..

 

________________________________

 

“ Ahjussi!! Kau lama sekali!” teriak Sunny bosan.

Ini sudah tiga puluh menit lebih, tapi Joongki tidak kunjung keluar dari kamarnya.

Ya, hari ini mereka sepakat untuk pergi berkencan setelah pembicaraan beberapa hari lalu.

Sejak kemarin, Sunny sudah menyiapkan banyak hal untuk hari ini. Mulai dari pakaian dan apa saja yang ingin dia lakukan bersama Joongki nanti. Dia juga tidak lupa meminta saran pada Yoona, terkait kencan pertamanya dengan Joongki..

 

“ Iya, aku sudah siap!” ahkhirnya Joongki keluar dari kamarnya.

Sunny dengan otomatis berbalik menatap Joongki. “ Omo?! Apa aku tidak salah lihat? Apakah kau benar-benar jaksa Song yang aku kenal?” tanya Sunny tak percaya. Sunny tidak bisa menahan untuk tawanya saat itu.

Joongki memang benar-benar terlihat berbeda dari biasanya. Dia tidak berpenampilan seformal biasanya. Kali ini, Joongki memakai sebuah kaos berwarna biru cerah dengan dilapisi kardigan berwarna abu-abu. Tidak ketinggalan celana Jeans berwarna hitam dan sepatu sneaker berwarna senada, melekat pada bagian tubuh bawahnya. Rambut yang baru dipotongnya beberapa hari lalu, di tata sedemikian rupa sehinggga membuat penampilannya lebih sempurna lagi.

 

Semburat merah muncul dikedua pipi Joongki, “ Kau ini. Apa kau senang terus mengejekku seperti itu?” tanya Joongki menutupi rasa malunya.

‘Apa? Apa dia malu? Ajhussi~ kau semakin membuatku jatuh cinta kepadamu.’ >.< Pikir Sunny.

“ Baiklah aku akan diam.” Lanjut Sunny yang kemudian berjalan menghampiri Joongki. Sunny menatap Joongki dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“ Ya! Kenapa kau melihatku seperti itu?” Joongki terlihat risih dengan apa yang dilakukan Sunny.

Sunny tersenyum, “ Aku suka gaya berpakaianmu hari ini.” Lalu Sunny mengedipkan salah satu matanya.

“ Benarkah?” tanya Joongki yang malu-malu menatap Sunny.

“ Tentu. Itu artinya aku tidak perlu khawatir lagi. Orang-orang tidak akan menganggapku aneh, karena berkencan dengan seorang ahjussi.” lanjut Sunny yang berusaha menggoda Joongki. Joongki berdecak kesal dan menatap ke arah Sunny dengan tajam.

Sunny kembali tersenyum. “ Aku cuma bercanda. Ayo kita pergi~” Sunny mengaitkan kedua tangannya pada lengan kiri Joongki dan mengajak Joongki berjalan keluar.

Sunny juga tidak kalah sempurna oleh Joongki, dia terlihat sangat manis dengan pakaian yang dipakainya. Minidress berwarna apricot, berpadu cantik dengan blazer berwarna pink. Dengan sepatu conversenya, Sunny memberikan setuhan casual pada gaya pakaiannya yang feminim.

Mereka berdua terlihat begitu cocok satu sama lain.

____________________________

 

Lotte World.

Ya, tempat itu memang tujuan tepat bagi pasangan kekasih yang berniat untuk pergi berkencan. Tidak terkecuali Sunny dan Joongki.

Setelah lelah berkeliling dan menjajal beberapa permainan yang ada, akhirnya Sunny dan Joongki berhenti didepan sebuah mesin permainan. Sunny meminta Joongki untuk mengambil boneka dari dalam mesin itu untuknya. Joongki terlihat begitu meremehkan mesin itu, dia berkata dia akan dengan mudah mendapatkan boneka-boneka itu untuk Sunny.

 

“ Ya ahjussi!! Ambil boneka yang itu..” Sunny menunjuk sebuah boneka beruang teddy yang lucu didalam box kaca didepannya.

Joongki terlihat begitu serius dengan apa yang dilakukannya, “ Bisakah kau diam sebentar. Aku perlu konsentrasi.” Lanjut Joongki frustasi. Dia terus menekan tombol dan menggerakan mesin pengambil ( mian, author kekurangan kosakata *bow) itu dengan kasar.

“ Yaaaah~” Sunny terlihat begitu kecewa.

Untuk ketujuh kalinya, Joongki gagal menangkap boneka-boneka yang duduk manis menunggunya.

“ Kita coba lagi.” Joongki merasa tertantang melakukannya lagi, dan lagi.

 

Sementara itu, sepasang kekasih yang berada tidak jauh dari Sunny dan Joongki juga terlihat sedang asik bermain. Sunny terus memperhatikan sepasang kekasih itu. Dia terlihat sangat iri pada gadis yang dilihatnya. Karena kekasih si gadis bisa menangkap boneka beruang teddy yang sangat diinginkan Sunny,  hanya dengan sekali bermain..

“ Yeaah, aku berhasil.” Teriak Joongki kegirangan. Sunny langsung kembali mengalihkan pandangannya pada Joongki.

“ Ini untukmu.” Joongki memberikan boneka yang baru saja di dapatnya.

 

Sunny diam tanpa kata. Sebuah boneka pisang menatap kearah Sunny dengan ekspresi yang aneh.

________TBC_________

Gimana chingu? Aneh ya?

Maaf kalo ceritanya rada ngga jelas. Dan author juga mohon maaf karena udah membuat para reader nunggu lama *bow

Semoga reader pada suka sama part ini ^^

Buat para readers yang suka main castnya Sunny, dateng aja ke wordpress-ku disana ada banyak FF tentang Sunny yang aku buat sendiri.

www.sunshineer.wordpress.com

Sampai jumpa di part selanjutnya.. Annyeong!

23 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s