[Oneshoot] Mistake

Sebenarnya FF ini udah ada di WP ku. Sayangnya, yang baca gak komen…

jadi, cuman sedikit yang komen. berharap di share disini banyak yang komen, seperti FF-q yang 60 Second

Title : Mistake

Author : IC

Genre : Romance

Rating : PG

Cast :

Jessica (SNSD)

Jaejoong (JYJ)

Taeyeon (SNSD)

Other cast :

Krystal (f(x)

==========

 

Gug Gug Gug..

Suara anjing menggonggong tanda lapar berada di kamar seorang yeoja meminta sesuatu untuk ia makan. Yeoja itu pun turun ke dapur mencari makanan anjing yang sudah ia beli. Diletakkannya biskuit anjing di tempat makan kesukaannya. Anjing ini melahap makanannya sekaligus.

Anjing yang diberi nama JJ ini dari pemberian seseorang yang tak yeoja kenal saat ulangtahunnya yanng ke 10 tahun. Seseorang yang memberikan anjing ini padanya menyuruhnya untuk memberi nama JJ. Sampai saat ini pun yeoja ini masih belum tahu siapa yang memberikan hadia anjing ini.

Yeoja itu berencana untuk pergi ke café sahabatnya yang tak jauh dari rumahnya. Dengan dress putih dan rambut yang  diikat, berjalan dengan anjingnya pergi ke café. Sahabatnya berjanji saat yeoja itu pulang dari Amerika, ia akan di gratiskan untuk makan disana.

Yeoja ini memilih duduk di damping cendela agar bisa juga melihat suasana di luar café. Tak lama kemudian yeoja ini menemukan sosok sahabatnya yang berjalan ke areahku tempat aku memilih tempat duduk.

“Annyeong Taeyeon-si!”

“Annyeong Jessica-si. Bagaimana perasaanmu 5 tahun di Amerika?”

“Aku bertemu dengan pahlawan JJ.”

“Pahlawan?”

“Omo! Namja itu! He’s verry handsome!” tanpa menjawab pertanyaan Taeyeon, ia puji namja yang selama ini ingin ia temui untuk ke duakalinya.

“Mwo? Eodio?” tanya Taeyeon penasaran.

“Namja itu, yang memakai t-shirt putih dan jaket hitam yang membaca buku disana!”

“Huh! Kau menyukainya, Jess?”

“Mungkin.”

“Kau baru saja melihatnya!”

“Aniyo! Aku mengenalnya di Amerika.”

 

___flashback on___

“Eottokae! Eottokae!”

Bingung seorang yeoja di pingir jalan salah satu di kota San Fransico yang melihat anjing kesayangannya berada di tengah-tengah jalan yang sangat ramai dengan kendaraan. Dengan perasaan yang cemas, ia mencari seseorang yang dapat membantunya menolong anjing kesayangannya.

“JJ! Jangan bergerak!”

Teriak yeoja itu seraya berbicara pada anjing yang bernama JJ berada di tengah keramaian jalan. Tanpa sadar ada sosok namja di salah satu café yang dekat dengan yeoja itu sedang sibuk membaca buku merasa terganggu karena yeoja itu bingung-bingung sendiri tak jelas.

Namja dengan penampilan cool memakai kaca mata hitam yang sedang membaca buku sekaligus mendengarkan music melalui earphon di telinganya merasa risih terhadap yeoja di hadapannya yang berbicara bahasa tak jelas untuk di mengerti orang Amerika. Ia pun meletakkan buku yang ia baca di atas meja dan berjalan ke samping yeoja itu.

TIN TIN TIN…

Suara klakson mobil yang terus bergantian terhadap namja berkacamata hitam itu berjalan tanpa melihat sepi atau tidaknya jalan untuk mengambil anjing yang tengah terjebak di kermaian jalan. Yeoja pemilik anjing itu hanya mengangah melihat namja itu berani mengambil anjingnya dengan resiko yang besar. Ia pun kembali dan berhadapan dengan yeoja pemilik anjing ini.

“Agassi! Jangan berbicara bahasa korea disini! Tak ada yang mengerti, araso!”

“Ah, ne. Gamsahamnida, ahjusi!”

“Mwo? Ahjusi?”

Namja itu tak menyangka bahwa yeoja di hadapannya telah memanggilnya ahjusi dengan umurnya yang masih terbilang muda. Ia pun melepas kaca matanya dan metap yeoja dihadapannya dalam-dalam. Yeoja itu hanya diam melihat namja yang didepannya sungguh menawan. Semakin lama wajah namja itu semakin mendekat secara otomatis yeoja itu pun semakin memundurkan kepalanya.

“Jangan panggil aku ahjusi!” kata namja itu pelan dan lirih.

Namja itu pun kembai ke mejanya dan mengambil bukunya di atas meja lalu pergi dari tempat itu sedangkan yeoja itu juga berjalan berlainan arah dengan menggendong anjingnya namun langkahnya terhenti ketika ia teringat sesuatu dan berbalik menghadap namja yang telah menolong anjingnya tapi tetap saja ia hanya melihat punggungnya.

“Ahjusi! Jessica imnida!”

Yeoja itu berteriak terhadap ahjusi itu tapi sepertinya percuma karna namja itu sudah jauh dan tak meresponnya.

___flashback off___

 

“Oh, jadi gitu ceritanya.”

“Ne, apa dia sering kesini?”

“Lumayan. Wae?”

“Taeyon-si,” Jessica mengeluarkan aegyeo-nya pada Taeyeon untu meminta sesuatu.

“Ah, aniyo! Yang suka kan kau, kenalan sendiri saja.”

“Taeyeon-si, jebal!”

“Aniyo!”

“Taeyeon-si, Taeyeon-si. Taeyeon-si!”

Taeyeon pun pergi meninggalkan Jessica yang memohon pada dirinya untuk mengenalkan Jessica dengan namja yang Jessica sukai. Jessica hanya terdiam di kursinya dan menyantap makanan yang ia pesan sesekali memandang namja dihadapannya.

~oOo~

Malam yang gelap dan dingin ini membuat keluarga Kim enggan untuk pergi ke luar rumah. Mereka berkumpul bersama diruang keluarga termasuk Taeyeon tapi tidak untuk Jaejoong oppanya. Jaejoong mengurung dirinya didalam kamar.

Namja benarma Jaejoong itu suka menghabiskan waktunya untuk membaca dari pada kumpul bersama keluarganya. Dalam sehari, namja itu mampu menghabiskan 3 buku untuk membacanya. Selain dirinya yang pintar, ia juga memiliki wajah yang perfect membuat semua yeoja terpanah olehnya namun ia tak pernah melihat yeoja-yeoja itu. Hatinya masih tertuju pada salah satu yeoja.

Tuk tuk tuk

Suara ketukan pintu kamar Jaejoong yang  bewarna putih, namun Jaejoong tak membukanya ia masih sibuk membaca buku dan mendengarkan music di earphonnya. Suara ketukan itu pun berhenti dan orang di balik pintu itu pun membukanya perlahan dan memasukkan kepalanya lebih dulu mencari sosok Jaejoong. Seorang yeoja itu pun melihat Jaejoong dan akhirnya pun ia memasuki kamar Jaejoong dan menutup pintu kamarnya perlahan.

“Oppa, kau sibuk?”

“…”

“Oppa, apa aku mengganggu?”

“…”

“Oppa, aku ingin berbicara denganmu.”

“…”

“Oppa!” bentak dongsaengnya sambil mencopot earphon Jaejoong.

“Ya! Taeyeon-si! Kau mengganggu saja. Apa perlumu disini?”

“Oppa, kau ingat Jessica?”

Dug

Jantung Jaejoong tiba-tiba berdebar mendengar nama Jessica di panggil, nama yang sudah lama ingin ia dengar setelah kejadian yang membuat Jessica benci pada dirinya. Walaupun Jessica tidak tahu siapa Jaejoong, tapi ia pernah berkata bahwa Jessica benci pada Jaejoong.

“Oppa!” Taeyeon menggertak Jaejoong yang sedang melamun.

“Wae?”

“Dia sudah pulang ke Korea.”

“Aku tahu.”

“Kenapa kau tidak menemuinya?”

“Dia membenciku!”

“Oppa, aku sangat kenal Jessica. Ia bukan tipe yeoja pendendam. Sudah 5 tahun setelah kejadian itu, pasti ia lupa. Dia juga tidak mengenalmu.”

“Aku belum siap!”

“Kau bohong! Kau sudah bertemu dengannya!”

“Bertemu?”

“Ne, di Amerika, menyelamatkan anjingnya yang diberikan oleh mu!”

“Dia cerita?”

“Oppa itu pertama kalinya ia bertemu denganmu! Ia tidak mengenali dirimu. Sampai kapan oppa terus bersembunyi dibelakangnya. Kau selalu memperhatikannya dari belakang mengamati apa yang ia lakukan. Kau tidak gentle oppa!”

“Itu urusanku! Kau diam saja!”

“Tapi kau oppa ku, dan Jessica sahabatku dan Jessica terlanjur menyukaimu.”

BRUK

Taeyeon membanting pintu kamar Jaejoong yang menunjukkan kekecewaannya kepada oppanya. Jaejoong hanya diam di kursinya. Ia menggenggam tangannya erat. Ia berfikir apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

 

~oOo~

 

Cahaya matahari mulai muncul dari timur menyinari bumi dari gelapnya malam. Suara kicauan burung membuat salah satu yeoja di dalam kamar bewarna pinknya itu membuka matanya perlahan yang bangung dari alam mimpinya. Ia pun membasuh mukanya di kamar mandi.

Yeoja itu pun berjalan menuju dapur dengan matanya yang masih sayup-sayup mengambil sepotong roti di atas meja makan. Ia tuangkan selai coklat kesukaannya lalu menyantap habis rotinya. Ia pun beralih ke susu yang ada di hadapannya. Yeoja itu meneguk susu itu sampai habis.

“Sica eonni! Mau ikut?”

“Eodio?”

“Jogging.”

“Tapi, JJ ikut ya?”

“Terserah!”

~oOo~

Jessica dan Krystal, adiknya, berlari-lari kecil di sekitar kompleknya menuju taman kecil yang ada di tengah-tengah kompleksnya. Taman yang bergitu ramai orang yang sedang jogging ataupun bermain-main.

Setelah sekian lama berlari-lari kecil mengelilingi taman ini, Jessica dan Krystalpun duduk di bangku bawah pohon mangga dan JJ si anjing kecil berada di pangkuan Jessica. Mereka meneguk air putih yang mereka bawa dari rumah. Keringat pun bercucuran di tubuhnya. Mereka mengusapkan handuknya.

“Eonni, apa yang kau lihat?” tanya Krystal yang melihat eonninya tak menghilangkan pandangannya.

“Krystal-si, menurutmu, tipe yeoja namja itu apa?” Jessica berbalik bertanya dengan menunjuk namja yang sedang berlari-lari kecil.

Namja dengan handuk kecil mengalung dilehernya yang menggunakan T-shirt putih dan celana pendek mendengarkan music pada earphonya. Namja yang menjadi penyelamat hidup JJ, sekarang berada di hadapannya.

“Ahjusi!”

Tiba-tiba Jessica menghadang Jaejoong yang tengah asik berjogging. Serontak Jaejoong pun kaget melihat Jessica tiba-tiba berada di hadapannya. Mereka pun saling bertatapan lama dan mereka juga saling diam. Taeyeon yang berada di belakang Jaejoong hanya memukul dahinya pelan melihat oppanya dengan Jessica.

“Taeyeon eonni!” panggil Krystal pelan sampil menarik lengan Taeyeon.

“Sica eonni belum tahu Jaejoong oppa?”

“Ani, Jessica tak pernah bertemu dengan Jaejoong.”

Gug.. gug.. gug..

Gonggongan anjing ini membuat Jaejoong sadar bahwa yang dilihatnya adalah Jessica begitu juga dengan Jessica. Dengan sekejap, Jaejoong pun mengalihkan pandangannya kelain tempat dengan memasang wajah coolnya sedangkan Jessica masih menatap Jaejong dengan wajah imutnya.

“Nuguya?” tanya Jaejoong yang sebenarnya tahu bahwa itu Jessica.

“Kau lupa denganku? Di Amerika. Yang memanggilmu ahjusi,” Jessica mengingatkan Jaejoong.

“Oh!” Jaejoong hanya menjawab dengan sederhana. “Changkanman! Sudah kubilang jangan panggil aku ahjusi!”

“Lalu, harus ku panggil apa?”

Tanpa menjawab pertanyaan Jessica, Jaejoong pun pergi dari tempat ia berdiri saat itu. ia meneruskan Jogingnya. Jessica yang masih berdiri dengan memikir suatu cara untuk dekat dengannya. Ia pun membalikkan badannya dan ikut berjoging dibelakang Jaejoong.

Jessica tidak mensejajarkan dirinya dengan Jaejoong. Ia sengaja berlari di belakang Jaejoong. Jaejoong yang tahu Jessica di belakangnya, semakin mempercepat larinya hingga sedikit jauh dengan Jessica. Jessica pun tak ingin tertinggal, ia pun semakin mempercepat larinya hingga dapat menyusul Jaejoong.

Jaejoong yang tahu Jessica masih mengikutinya, ia pun semakin mempercepat lagi larinya dan sekarang Jessica tidak bisa mengejarnya namun Jessica masih tetap berlari menyusul Jaejoong. Jaejoong pun memasang senyuman di wajahnya melihat Jessica yang terus mengejarnya.

“Ahjusi, tunggu aku!” teriak Jessica pada Jaejoong yang tertinggal Jauh.

BRUK

“Aw!” rintih Jessica yang tengah terjatuh.

“Jessica!” kaget Taeyeon.

Gug Gug Gug

Anjing kecil itu pun berlari kencang menuju Jessica yang melihat majikannya terjatuh.  Taeyeon dan Krystal pun juga berlari menuju kearah Jessica. Jaejoong yang tahu suara Jessica jatuhpun langsung berhenti. Ia menoleh ke belakang mencari keberadaan Jessica dan menemukan Jessica yang terjatuh. Tanpa basa basi, Jaejoong pun kembali menuju tempat Jessica yang terjatuh.

“Gwaencanha?” tanya Jaejoong seketika sampai.

Jessica tetap merintih kesakitan dan memegang kakinya yang luka dan JJ, anjing kecilnya pun terus menggonggong. Jaejoong pun menggendong Jessica dan meletakkannya di bangku taman. Ia pun mengambil minumannya dan membasuh luka Jessica.

“Ahjusi!” panggil Jessica pelan yang melihat namja yang ia kejar berada di hadapannya.

“Kenapa kau selalu tidak bisa berhati-hati! Dulu JJ, sekarang kau!” bentak Jaejong.

“Ahjusi tahu JJ?”

“Mmm, bukannya dulu kau pernah memanggil dengan sebutan itu?”

“Ahjusi lebih hafal JJ dari pada aku.”

“Kau bisa berjalan?”

“Ne.”

“Pulanglah, jangan menyusahkan ku lagi.”

Jaejoong pun pulang ke rumahnya meninggalkan Jessica, Taeyeon dan Krystal di taman kompleks. Krystal dan Taeyeon menuntun Jessica untuk berjalan pulang. Jessica masih berfikir, namja yang sedari tadi yang dingin di hadapannya tiba-tiba menolongnya.

~oOo~

 “Pabbo! Hampir kau ketahuan.”

Jaejoong yang berada di dalam kamarnya mengeluh pada dirinya sendiri. Ia masih belum siap kalau Jessica tahu bahwa ia yang dibenci Jessica saat mereka masih kecil. Walaupun sudah 5 tahun berlalu, ia yakin kejadian itu tak mungkin dilupakan Jessica semudah itu.

Tuk Tuk Tuk

Suara ketukan pintu kamar Jaejoong dari luar. Jaejoong pun membuka pintu kamarnya dengan malas. Taeyeon yang berada di depan pintu pun langsung masuk dan duduk di tempat tidur Jaejoong. Dengan wajah yang murung, Jaejoong pun membaringkan dirinya di atas kasur yang empuk.

“Oppa! Sebaiknya kau jujur saja. Jangan sampai terlaluh jauh, jika Jessica tahu kau lah namja itu. Jessica sudah menyukaimu akibat kejadian tadi.”

“Bukannya aku sudah menghindarinya, Jessica saja yang terus mengejarku!”

“Bukan dihindari oppa, tapi di hadapi. Oppa berani menghadapi namja jahat tapi oppa tidak berani menghadapi Jessica yang hanya seorang yeoja.”

“Ini masalah perasaan, bukan hanya seorang yeoja!”

“Oppa, bukannya kau juga menyukai Jessica. Kalau kau menyukai Jessica, kau mau Jessica tersiksa dengan ulahmu?”

“Lalu, aku harus bagaimana?”

“Pergilah kerumah Jessica,bilang yang sebenarnya.”

“Dia pasti marah denganku dan membenciku lagi.”

“Itulah cinta, penuh dengan pengorbanan. Kalau Jessica benar-benar juga menyukaimu, ia akan memaafkanmu!”

“Chinja?”

“Ne, kajja!”

“Sekarang?”

“Ne, jangan lama-lama!”

“Tapi.”

“Oppa!”

Jaejoong menghembuskan nafas panjangnya. Lalu berdiri dari tidurnya. Ia mengambil jaketnya lalu melangkah ke rumah Jessica. Hanya berjalan lurus dan beberapa meter saja dari rumahnya sudah terpampang rumah Jessica. Rumah yang berhadapan dengan rumahnya yang bercat putih. Taeyeon hanya melihat Jaejoong dari jendela kamarnya yang terbuka lurus dengan rumah Jessica.

Hanya tinggal melangkah satu kali, Jaejoong sudah merada di halaman rumah Jessica. Namun, apa yang membuat Jaejoong sulit untuk melangkahkan kakinya. Ia pun mengurungkan niatnya dan berbalik badan menghadap rumahnya sendiri.

“Oppa!” kesal Taeyeon yang melihat Jaejoong  berbalik badan.

Taeyeon pun segera menelepon Jessica untuk keluar rumahnya sebelum jaejoong melanglahkan kakinya untuk pulang. Dengan sekejap terdengar suara pintu terbuka dari rumah Jessica. Seorang yeoja dengan rambut tergerai rapi dan luka yang ada di lututnya pun keluar dari rumah melihat sosok namja yang ada di depan rumahnya.

“Ahjusi!” panggil Jessica pelan pada namja di hadapannya.

Jaejoong pun menghembuskan nafas panjang untuk mengatur nafasnya akibat jantungnya tak berhenti berdegup cepat. Jaejoong pun membalikkan dirinya dan menghadap Jessica yang ada di depan pintu rumah. Jessica pun memasang senyuman yang bahagia.

“Aku ingin bicara denganmu!”

“Masuklah ahjusi!”

Jaejoong pun masuk ke dalam rumah Jessica dan duduk dikursi tamu. Tanpa basa basi, Jaejoong pun mulai pembicaraan.

“Jessica-si!”

“Mwo? Kau tahu nama ku?”

“Kau pantas marah denganku dan akan ku terima itu.”

“Maksud ahjusi apa?”

“Kejadian 5 tahun lalu tentang anjing kecilmu. Sebenarnya, akulah yang membuatnya mati. Dulu, aku pobia dengan anjing dan aku tak tahu itu anjing mu. Mianhae, ketakutanku membuat anjingmu mati. Jeongmal mianhae.”

“Mwo?”

Jaejoong pun pergi dari rumah Jessica. Jessica terdiam terpaku di tempat duduknya. Ia tak menyangka ahjusi yang ia sukai membuat anjingnya 5 tahun lalu mati. Tanpa sadar, air matanya jatuh begitu saja. Perasaanya tak menentu. Ia tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan pada ahjusi itu.

“Jessica!” panggil Taeyeon yang tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya.

“Ahjusi itu oppamu?”

“Ne, mianhae aku tidak memberi tahumu!”

“Dia yang membunuh anjingku.”

“Jessica, sekarang kau masih menyukainya?”

“Molla, kau tahu betapa berharganya anjing itu? anjing yang diberikan appa ku terakhir ia masih ada di didunia ini.”

“Dia tak sengaja. Ia sangat takut dengan anjing. Jessica, sebenarnya oppaku juga menyukaimu. Selama ini kau tak pernah menyadarinya. Ia berani tinggal di Amerika selama 5 tahun untuk menjagamu di sana. Setiap dia pulang, ia selalu memberi tahu eommamu, apa saja yang kau lakukan. Kau masih ingat siapa yang menolongmu saat di serang dengan ahjusi-ahjusi jahat?”

“Ani, dia menutup mukanya.”

“Dia oppa ku, Jaejoong. Siapa yang menolong anjingmu? Dia oppaku, Jaejoong.”

“Huh, dia melakukan itu karna bersalah. Tapi, bukannya dia pobia dengan anjing?”

“Ne, tapi dia melakukan itu karna ia juga menyukaimu. Oppaku, berusaha dengan apapun untuk menghilangkan pobianya dengan anjing karna ia tahu kalau kau sangat suka dengan anjing.”

“Chinja?”

“Oppaku, menghadiakan JJ padamu agar kau memiliki anjing pengganti anjing mu dulu walaupun ia tahu tak ada yang bisa menggantikan anjing yang diberikan appamu walaupun sama jenisnya.”

“Dia menyukaiku karna dia bersalah padaku, bukan karena hatinya.”

“Ani, ia tak akan menghilangkan pobianya hanya karena ia merasa bersalah, ia tak akan tinggal di Amerika hanya untuk menjagamu. Ia hanya mengucapkan mianhae dan melaukan apa yang kau mau itu sudah cukup. Oppaku tak memberitahumu karna ia takut kau sakit hati. Sebenarnya, sebelum kejadian itu , oppaku sudah menyukaimu.”

“Mwo?”

 

­­___flashback on­­___

“Taeyon, nuguya?”

“Mwo?”

“Yeoja tadi yang bermain denganmu.”

“Oh! Jessica. Wae, oppa menyukainya?”

“Ne. Bisa kau beri tahu semua tentangnya?”

“Aniyo!”

~oOo~

Jessica dan Taeyeon terlihat sedang bermain di teras rumah Taeyeon. Mereka asik bermain boneka bersama tanpa tahu ada namja yang mengawasinya dari dalam rumah. Namja itu melihat Jessica yang sedang bermain dengan senyuman yang manis diwajahnya. Tiba-tiba anjing kecil masuk ke dalam rumah Taeyeon dan menemuhi namja itu dengan serontak namja itu mengambil vas bunga di atas meja.

PYAR

“Anjingku!”

Jessica melihat anjingnya tengah berlumur darah akibat pecahan vas bunga menusuk tubuhnya. Anjing itu juga tak bergerak sedikitpun.

“Oppa! Kau jahat!” bentak Jessica dengan menangis yang tak berhenti-henti.

~oOo~

“Taeyeon, apa yang harus ku lakukan padanya?”

“Salah oppa sendiri!”

“Kau tahu sendiri aku sangat takut dengan anjing!”

“Tapi tak perlu membunuhnya!”

“Lalu apa yang harus ku lakukan. Aku baru saja ingin mendekatinya.”

“Beri dia hadiah anjing! Lusa ia ulang tahun!”

“Kalau aku meberinya anjing, apa ia masih bisa dekat denganku?”

“Molla! Oppa masih menyukainya?”

“Tentu saja!”

“Buat dia senang! Cukup hari itu saja yang membuatnya nangis!”

“Araso!”

­­­___flashback off___

 

“Jadi, ahjusi menyukaiku sebelum itu?”

“Ne. sekarang kau juga menyukainya. Kalian sama-sama saling suka, kenapa hanya karena itu saja membuat kalian jauh!”

“Taeyeon-si, apa yang harus ku lakukan?”

 

~oOo~

 

Di dalam sebuah kamar yang bewarna biru dengan banyak pernah-pernik hiasan yang cocok untuk namja terdapat seorang namja yang tengah berbaring di atas kasur yang empuk. Ia memejamkan matanya sesekali membukanya. Terlihat dari raut mukanya ia sangat resah.

Tuk Tuk Tuk

Suara ketukan pintu kamarnya terdengar olehnya. Dengan muka yang tak ada ekspresi membuka pintu itu perlahan. Namja itu pun terkejut melihat sosok yeoja yang berada di balik pintu. Yeoja yang selama ini ia rindukan. Yeoja yang selama ini membuat perasaanya tak tentu.

“Jessica!” panggil namja itu pelan.

“Ahjusi.”

“Jangan panggil aku ahjusi dan kenapa kau disini?”

“Kau tidak ingin ku maafkan? Baiklah aku pergi!”

Jessica pun membalikkan badannya lalu pergi dari hadapan namja yang sering ia panggil ahjusi. Sekejap namja itu menarik lengan Jessica dan memutarnya kembali menghadapnya.

“Kau mau memaafkanku?”

“Kalau kau tidak ingin memanggilmu dengan sebutan ahjusi, lalu aku memanggilmu dengan sebutan oppa?”

“Jessica, mianhae, jeongmal mianhae.”

“Ne, aku memaafkanmu oppa.”

“Saranghae. Jeongmal saranghae.”

“Nado saranghae oppa.”

Sebuah senyuman membentuk di wajah Jessica dan Jaejoong. Hati mereka berdegup tak beraturan. Jaejoong mendekatkan wajahka ke Jessica ingin melihat Jessica lebih dekat. Tangan kanannya beralih ke tengkuk yeoja di hadapannya.

CHU~~

Dengan sekejap, Jaejoong mendaratkan bibirnya ke birir Jessica. Sebuah ciuman manis berada di antara mereka berdua. Taeyeon yang juga berada di sekitar mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat oppa dan sahabatnya sedang berciuman.

~END~

 

Bagaimana reader?? Komen ya..

Biasanya Jessica sama Donghae terus, sekarang aku buat sama Jaejoong aja.Lagi kepingin buat JaeSica(Jaejoongg+Jessica).. adakah Jaesica Shipp??

Kalo ingin request, datang aja ke WP ku,, mumpung masih di buka,, #promosi

http://icefanfictionworld.wordpress.com/

Gamsahamnida..🙂

 

13 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s