The way I love you | Part 3

Author : Kin♥ (@Rekindria)

Main cast : Im Yoona, Choi Siwon, Hwang Mi-Young, Choi Sooyoung, Kwon Yuri

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship

Previous part : You never know how much i love you [Yoona’s Side]

♥Part 1♥

♥Part 2♥

♥Part 3♥

♥Part 4♥

♥Part 5♥

The way I love [Siwon’s Side]

♥Part 1♥

♥Part 2♥

Warning : Don’t be Plagiator and Siders.

♥ The way i love♥

“Jangan terlalu banyak bicara oppa. Dan siapkan dirimu mendengar semuanya. Mendengar lontaran YoonA. Dan siapkan hatimu untuk terluka,” Tifanny bangkit lalu berjalan perlahan meninggalkanku yang masih tak mengerti. Ia benar-benar gila?

“Hei, apa maksudmu Hwang Mi-Young?” pekikku dengan menarik tangannya saat ia hendak meninggalkanku. Dia menoleh singkat lalu tersenyum sinis. Seperti menandakan sesuatu. Kehancuran diriku. Apa yang akan dilakukan oleh gadis rapuh ini?

Tifanny memandangku singkat lalu tersenyum puas.“Aku mengetahui sebuah rahasia besar tentangmu yang menyangkut YoonA. Dan aku yakin, YoonA akan membencimu jika ia mengetahuinya.”

“….”

“Aku tak pernah bisa berfikir jika YoonA melihatnya apakah dia akan membencimu atau membunuhmu dari hatinya?” cibir Tifanny.

Aku semakin mencengkram tangan Tifanny kuat. “STOP!” hardikku dengan suara yang kunaikkan entah sampai berapa oktaf. “Apa yang kau mau dariku?” tanyaku dengansebersit perasaan risau. Apakah gadis ini akan benar-benar membunuhku perlahan?

“Hanya satu.. kau harus menjadi milikku,”

——

Aku menyeret kakiku dengan lemah. Bagus, karena satu hal aku harus takluk pada Tifanny. Tuhan, apa yang harus aku lakukan?

Gadis itu kenapa dengan mudah membuat aku harus menuruti semua perkataannya. Apa ini semua karena kesalahanku masa lalu?

Apa masa laluku sangat fatal? Mungkin, aku juga jahat jika tidak memberitahu apa yang sebenarnya terjadi pada YoonA. Tapi, aku takut. Aku takut jika dia akan pergi saat aku mengatakannya. Kemungkinan yang terburuk seakan berdiri dihadapanku sekarang. Dan YoonA? Tolong, bantu aku.. aku benar-benar membutuhkanmu.

Mungkin jika dipihakmu aku sangat kejam tapi sesungguhnya aku lebih kejam. Lebih menyakitkan dirimu jika kau tau semuanya. Aku mencoba menutupinya. Tapi, tidak bisa.

Selama ini aku mencintaimu secara diam-diam. Namun, karena semua itu aku menahannya. Sampai, aku tak bisa membendung perasaan lebihku padamu. Aku mencoba melupakanmu namun itu mustahil.

Saat perasaan itu belum jelas aku mencoba menjauhi dirimu. Menanggapi dirimu seadanya. Namun, itu semakin membuat perasaan itu muncul dan jelas. Jelas bahwa aku mencintaimu..sangat.

Aku membanting tubuhku di kasur. Menatapi langit-langit. Kosong. Tidak ada apa-apa selain kelam.

Apa aku terlalu jahat untukmu? Tapi, aku mencintaimu. Dan perasaanku ini tak seperti perasaan yang pernah kurasakan. Aku tahu, aku mencintaimu dan tak pantas untukmu. Maaf.

——

Hari ini aku harus menyembunyikan rasa risauku dihadapan gadis  kecilku itu. Aku harus membuatnya semangat pada lomba ini.

Dia berlari kearahku dengan mengumbar senyumnya. Aku berdiri dari kursiku dan menghampirinya.

Aku tahu.. dia pasti akan bahagia untuk hari ini. Aku tersenyum dan mengatakan bahwa aku sangat bahagia mengikuti lomba ini. Tapi, sayangnya aku hanya disambut oleh kata yang singkat. Ada apa dengan gadis ini?

Apa karena ini perlombaan yang kesekian kali padanya?  Apa memang dia terlalu pintar sehingga perlombaan ini pun seakan telah dilewatinya ribuan kali?

“Iya.. tapi, akhirnya juga kalah.” jawabnya yang masih dengan mimik tak peduli. Oh, dia tidak percaya diri? Kenapa gadisku ini seperti ini? Setauku YoonA yang aku kenal sangat percaya diri pada kemampuannya. Walau, aku tau kadang perasaan mindernya itu selalu membuat aku risih. Seakan-akan dia tidak berguna namun kenyataannya salah. Dia sangat dibutuhkan.

Jika tak ada yang mengharapkanmu. Aku siap disini menampung cintamu untukku. Jadi, jangan merasa kau tidak berguna lagi Im Yoon ah.

“Hahaha. Tenanglah Yoong. Oh ya, bagaimana kalau kita taruhan?” tantangku padanya. Dia terdiam lalu membelalakan matanya. Seperti mengisyaratkan ‘Kau bercanda?’. Tapi, aku tidak bercanda. Aku serius. Lagipula, aku tahu akhirnya. Aku akan menang dan dia akan menuruti permintaanku.

Dia terdiam sejenak dan mengatakan bahwa ideku gila. Aku tahu Im Yoon Ah.. taruhan itu dosa. Tapi, jika denganmu tidak apa-apa kan? Ini hanya seperti perjanjian. Jika kita menang, kamu harus menurutiku tapi, jika kalah maka kebalikannya. Mudah bukan?

Gadis ini terlalu banyak berfikir. Aku langsung menjabat tangannya dan berkata, “Deal ya? Oke!”

Dia diam termanggu saat aku dengan sepihak mengajaknya untuk ikut permainanku. Ini tidak akan menyakitimu YoonA. Tenanglah.

YoonA memekik senang saat pengumuman dimulai. Terlihat senyum itu terus terukir diwajah manisnya. Aku tersenyum kecil saat melihat gadisku ini. Dia cantik sangat.. dan aku tau itu.

Aku tersenyum kearahnya dengan berkali-kali menepuk kedua tanganku. Seakan memberi dia suatu penghargaan. Aku tau dia bisa..

Aku membulatkan mata saat menyadari tubuhnya memelukku. Seakan kadar oksigenku berkurang, apa atrium dan  vena ku mengalami penyumbatan?

Tidak. Aku masih sehat buktinya aku masih hidup. Tapi, kenapa aorta ku tidak berdentum? Salah.. memang salah jika merasakan perasaan lebih ini. Salah.. jika aku menyukai gadis perfect seperti YoonA. Lagipula, aku tidak pantas untuknya. Mengingat aku menyakitinya masa lalu yang sebenarnya ia sama sekali tidak sadar.

“Wah pasangan YoonWon emang the best dah!” seru teman sekelas kami yang sepertinya sangat membanggakan kami.

Kulihat YoonA menyipitkan matanya.“YoonWon?”

Semua teman sekelasku saling memandang sama lain lalu memekik keras. “YoonA dan Siwon! Hahaha.

Yoona mengerucutkan bibirnya, kesal dan terus memasang wajah kesalnya. Walau dia kesal dia masih terlihat cantik.

—-

Yoona terlihat grogi saat aku ingin menariknya. “Apa yang mau kau lakukan Mr.Choi?”

Aku tersenyum kecil lalu kembali menyeretnya. “Taruhan apa?” jawabnya  saat aku bertanya apakah ia mengingat tentang perjanjianku dengannya.

Aku merangkul tubuhnya. “Apa kau benar-benar tak mengingatnya?” selidikku dengan tersenyum penuh arti membuatnya sedikit bergedik.

Dia mencoba menghempaskan lenganku tapi itu sia-sia. “Lepaskan! Lihatlah mereka melihat kearah kita,”

Aku semakin mengeratkan pelukanku. Hingga membuat dia berseru,“Oke.. aku akan turuti semua keinginanmu!”

Beberapa detik berikutnya aku menyodorkan dia sebuah buku. “Ajarkan aku soal ini!”

Dia terlihat kaget saat aku menyodorkan buku Trigonometri. Lalu detik berikutnya dia menerima dan tersenyum kearahku.

Kulihat dia sangat serius menerangkan turunan-turunan dari bab trigonometri yang membuatku pusing itu. Bukankah lebih baik aku menikmati wajahnya yang sempurna? Benar. Lebih baik menikmati wajahnya daripada melirik rumus penjumlahan cos, sin, tan atau sin2a dan sebagainya. Meliriknya saja membuatku malas apalagi memperhatikannya.

Dia sedikit melirikku dengan ekor matanya. Lengkungan bibirnya terlihat membentuk sudut yang sempurna, senyuman yang indah. Saat ini aku sadar kenapa aku tak bisa menahan perasaan anehku ini padanya. Dia sempurna, wajahnya angelic.

Dia kembali berkutat dengan bukunya lalu berkata, “Aku tau aku cantik tapi, tak usah dilihat seperti itu,”

Pipiku bisa kurasakan memanas. Aku pun akhirnya memerhatikan susunan turunan rumus itu. Berusaha agar dia tak melihat wajahku yang memanas. “Hahaha.. aku hanya baru sadar ternyata kau cantik juga.” Ucapku. Dia terdiam, mematung.“Eh? Aku salah berbicara? Ayo kerjakan ini lagi!” aku menyodorkannya bukuku lagi. Memintanya menjelaskan pejumlahan sin dan cos.

Dia menatapku dengan kesal. “Yah! Aku sudah menjelaskan ini sampai mulutku berbusa tau! Ahh aku tidak mau!” tolaknya.

Dia terus bergumam tidak jelas. Menggerutu saat aku hanya menikmati wajahnya. Aku mencoba menenangkannya dan berhasil. Dia kembali menarik bukuku dan menulis beberapa catatan kecil disana.

Karena terlalu jauh aku sedikit mendekat kearahnya. Menggeser sedikit jarak pemisah kami. Aku memiringkan wajahku. Aku tau posisi ini sangat dekat dan membuat jantungku meledak. Sampai aroma tubuhnya bisa terhisap begitu saja oleh hidungku.

Aku membulatkan mata saat bibirku menyentuh pipi lembutnya. Jangan salahkan aku! Aku hanya berniat melihat catatan buku itu tapi, dia menoleh kearahku dan tepat bibirku menyentuh pipinya secara tidak sengaja.

YoonA menatapku dengan gamang, heran dan tak mengerti apa yang barusan terjadi. “Kau?”

Aku hanya memasang wajah menyesalku. Aku benar-benar tidak sengaja. Maafkan aku. Aku tidak sengaja.

Dengan penuh emosi dia berkata,“Kau kira aku yeoja macam apa hingga kau beran-beraninya menciumku?”

Dia bangkit namun aku menahannya. Mendekap erat tubuhnya dan berbisik pelan, “Mianhaeyo.. saranghaeyo Im Yoon Ah.”

Dia membulatkan matanya saat aku memngucapkan kata tersebut. Kau tidak percaya akan semua kata-kataku?

Dia masih terlihat diam dan tak meresonku. Kurasa dia diam mematung sekarang. Aku tau- dia sangat senang mendapat pernyataan seperti itu. Iyakan YoonA ah?

—-

 “Sebenarnya aku masih marah padamu karena kejadian tempo dulu,” dia berucap pelan dengan menampilkan wajah kesalnya yang menurutku sangat lucu.

Aku tersenyum jahil. “Kau ingat kan masih berhutang denganku?”

Dia membelalakan matanya dan mulai berargumen tak jelas,“Apa lagi? Aku tak mau! Entar kau macam-macam lagi”

Dia terdiam saat aku menarik tangannya mendekat kearahku. Dan beberapa saat kemudian rencanaku berhasil. Ya, aku telah merubah tempat ini menjadi lebih err-romantis.

“Aku menyiapkan ini semua untukmu.” Bisikku tepat ditelinganya. Dia sama sekali tak bergeming.“Ini permintaan maafku padamu Yoong.”

YoonA tersenyum. “Waw, kau menyiapkan semua makanan ini?” tanyanya dengan takjub sambil melihati satu-persatu makanan yang sepertinya enak itu. Sekarang aku yakin naluri shiksin-nya sudah mencuat ke permukaan.

“Dasar Shikshin! Baru liat makanan seperti ini matamu seperti habis mendapatkan undian!” ledekku.

“Hahaha, suka-suka.” Jawabnya sambil menjulurkan lidahnya, meledekku huh?

Aku memerintahkannya untuk pergi dari sini. Tapi, ia tak menghiraukanku.  Padahal, tetes demi tetes hujan kini membanjiri setiap inci tubuhku dan tubuhnya. Aku terdiam saat melihatnya tersenyum dan menengadahkan wajahnya pada langit, tersenyum. Bulir hujan terus menerus mengabsen setiap jengkal wajahnya yang rupawan.

“Kau gila? Ini makin deras!” aku masih berusaha merayunya untuk pulang. Dengan sigap ku payungi dirinya dengan jaket yg kupunya. Walaupun tidak berguna setidaknya mengurangi bulir air itu hinggap di dirinya.

YoonA tersenyum dan berkata, “Aku menyukai hujan.”

“YoonA ah?”  desis ku pelam lalu terdiam. Ini indah. Aku beruntung menikmati wajah cantiknya yang menikmati tetes hujan itu. Aku menyentuh pipinya dengan lembut. Tanganku menuntun wajahnya untuk lebih dekat dengan wajahku. Dia menutup matanya dan membuat ku sadar jarak kami dekat. Aku menciumnya. Aku sadar.. aku menikmati indahnya hujan ini dengan bibirnya yang berpanggut di ujung bibirku.

~To be continued~

Maaf baru nongol ^^ dokumen aku itu sempet dibawa keluar negeri karena suatu urusan dan baru balik sekarang. karena aku males bikin lagi jadi syukur dokumen cerita ini masih ada haha. Maaf ya maaf banget ^^ RCL oke

15 responses

  1. Aq dah lama banget nunggu ff ini
    Akhirnya nongol juga,,,,,pantesan
    Nih part lama,,,,ternyata jalan” dulu,,,,
    Aq masih penasaran sebenernya apa sih
    Yg bikin won oppa ngejauh dr yoong,,,,
    Rahasia masa lalu,,,,???penasaran,,,,
    Jd part selanjutnya jangan pake lama yah,,,,!!!
    Please,,,,!!!

  2. soo sweet tapi yoona eonnie nerima siwon oppa gak author ?
    ohh ya masa lalu siwon oppa apa ya author ????
    aku penasarannnnn
    lanjutnya jangan lama-lama ya author😀

  3. Aigoo , siwon oppa romantis banget .. Sebenernya fany eonni punya rahasia apa sh tentang siwon oppa sampe” klau yoona eonni tau rahasia itu , yoona eonni bkalan benci sama siwon oppa .. Jd penasaran #Next thour🙂

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s