[FICLET] – A LETTER FOR NOONA

A LETTER FOR NOONA

[Ficlet Story]

Author by Icha @angelofcha

Genre : Siblings

Rating : G

Cho Kyuhyun [Super Junior]

Kim JongWoon [Super Junior as a cameo]

Lee Sungmin [Super Junior as a cameo]

Disclaim : FF ini adalah milik saya seorang >< dan terbukti keasliannya dan ke originalannya dari pemikiran saya langsung, FF ini juga ada di blog saya sendirihttp://elfplaygirlz.wordpress.com. Jadi mohon semohon mohonnya (?) jangan plagiat FF ku ini ya >< Super Junior KRY milik saya seorang.  #abaikan.

Annyeong😀 hallo semuaaaa…..hmm…aku mau basa basi sejenak ahh…entah kenapa malam2 tiba2 aja terlintas ide cerita ficlet ini, padahal malam itu lagi capek banget >.< tapi dengan semangat 45 aku nulis ide ficlet ini di buku tulis dulu secara PC ada di ruang depan, males jalannya cyiiin…

Dan akhirnya terketiklah Ficlet yang aneh ini -_- entah kenapa, aku suka banget sama Cho sibling ^^ oh iyaaa…satu hal lagi…..cukup panggil aku eonni [untuk yg lebih muda dari aku] atau saeng [untuk yg lebih tua dari aku] soalnya kalo di panggil ‘thor’ atau ‘author’ rasanya gimanaaaa gitu >.<

Okelah, daripada lama berbasa – basi, nanti keburu basi beneran, happy reading chingu ^^ don’t forget RCL-nya yaa😀 di harapkan comment yang membangun buatku ^^ -love, kiss and hug: Icha-

Suasana di ruang tamu dorm Super Junior tidak terlalu ramai, bahkan terkesan sepi di karenakan beberapa member memang sedang ada jadwal masing – masing.

“Wookie-ya, hyung lapar.” Teriak Yesung dari kamar, namun merasa tak mendapat jawaban, sang lead vocal bersuara emas itu terpaksa melangkahkan kakinya keluar dari kamar untuk mencari couple sekaligus dongsaeng tercintanya.

Ia melewati Kyuhyun, si magnae yang sedang duduk termangu di atas sofa. Di tangannya terdapat secarik kertas kosong. Yesung yang melihatnya hanya mendengus sambil berlalu menuju dapur, berharap menemukan sang couple disana. Tapi didepan pintu dapur, Yesung tertegun dan buru – buru berbalik kembali ke sofa.

Namja itu menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit di artikan, tangannya menggenggam pergelangan lengan Kyuhyun yang memegang kertsa putih itu. Ia mengamati, bahkan membolak – balik tangan Kyuhyun hingga akhirnya Kyuhyun merasa terganggu.

“Ya!!!! Apa yang kau lakukan Kim JongWoon?” hentak Kyuhyun dengan tatapan sebal.

Yesung mrnghiraukan panggilan Kyuhyun yang sangat tidak sopan itu, ia lebih tertarik pada kertas di tangan Kyuhyun. “Kau menyihir PSPmu menjadi kertas?” tanyanya polos.

“Kau tertular bodoh oleh couplemu eoh? Sudah! Jangan menggangguku, pergi sana cari Ryeowook hyung!” Kyuhyun mengusir Yesung dengan wajah gusar. Yesung yang masih dilanda rasa penasaran itu mau tak mau pergi meninggalkan Kyuhyun meskipun beberapa kali Yesung memutar tubuhnya untuk melihat Kyuhyun. Mensugesti dirinya bahwa kertas itu adalah sebuah PSP yang hanyalah ia salah lihat. Tapi biarpun berkali – kali Yesung melihatnya, si kertas tak jua berubah menjadi PSP.

“Kau kenapa hyung?” Tanya Sungmin ketika Yesung tiba didapur, rupanya Ryeowook dan Sungmin tengah memasak berdua. Sungmin merasa aneh saat melihat tingkah aneh Yesung walaupun sebenarnya tingkah aneh Yesung tak lagi aneh di mata Super Junior member.

“Aku bingung dengan Kyuhyun, sejak kapan ia bermain dengan kertas, bukan dengan PSP?” jawab Yesung yang langsung berubah konotasi menjadi pertanyaan. Sungmin mengertukan keningnya heran, ia merasa sepeninggalannya kedapur tadi, Kyuhyun masih dalam kondisi yang normal [baca: main PSP].

Akhirnya Sungmin keluar dari dapur, meninggalkan YeWook couple yang asyik bercengkrama, menuju ruang tengah untuk melihat Kyuhyun yang menurut Yesung membingungkan. Ketika sampai, Sungmin tak kalah tercengang dari Yesung sebelumnya. Ia melihat Kyuhyun yang duduk diatas sofa dengan kedua kakinya yang terangkat. Kyuhyun memeluk kedua kakinya sedangkan dagunya bertumpu pada lututnya, ia termangu menatap kertas yang ada di hadapannya.

“Kyuhyunnie, waegurae?” Tanya Sungmin lembut, ia duduk di samping Kyuhyun dan terdengar Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Aku merindukan noona.” Jawabnya singkat.

Sungmin tersenyum, ia telah mendapati permasalahannya. “Lalu kenapa kau seperti ini? Kau bisa mengiriminya SMS, keurae, itu terlalu mahal. Bagaimana kalau kau mengiriminya pesan di account me2day-nya?” usul Sungmin.

Sungmin bisa mengerti ketika dimana Kyuhyun merindukan noona kesayangannya yang sedang melanjutkan studynya di luar negeri itu. Mereka sangat amat jarang bertemu, bahkan karena terlampau sibuknya, mereka juga jarang saling berkirim pesan. Sehingga rasa rindu itu tertumpuk. Cho Ahra dan Cho Kyuhyun tidaklah bisa seperti Kim JongWoon dan Kim JongJin.

“Anni..terlalu banyak kata yang ingin ku sampaikan padanya, dan aku ingin sesuatu yang berbeda hyung, aku ingin mengiriminya sebuah surat.”

Lagi – lagi Sungmin tersenyum. Jika sudah berbicara tentang Ahra, seperti inilah Cho Kyuhyun. Ia bisa mendadak berubah menjadi seseorang yang romantic dan melankolis. Sungmin tahu betapa besar rasa sayang  Kyuhyun pada noona satu – satunya yang ia miliki itu. “Tulislah apa yang kau rasakan, luapkan semuanya dengan jujur.” Kata Sungmin seraya menepuk – nepuk pelan kepala Kyuhyun sebelum akhirnya ia kembali kedapur, memberikan ruang dan waktu bagi Kyuhyun untuk menyendiri.

Kyuhyun merogoh saku belakang celana jeans hitamnya untuk mengambil dompet. Ia lalu membuka dompetnya dan mengeluarkan selembar foto, foto dirinya bersama sang noona tercinta. Kyuhyun tersenyum kecil, ia kemudian mengambil posisi didepan meja, meletakkan kertas dan foto disamping pulpen yang telah lebih dulu tergeletak.

Tak sampai semenit, jemari panjang yang biasa memijat keypad PSP itu kini bergerak dengan lincah diatas selembar kertas, menuliskan deretan kata yang menggambarkan perasaan rindunya pada sang noona.

“Noona…bogoshippo…

Aku merindukanmu ketika kau membangunkanku di pagi hari, kau selalu menendangku dari kasur hingga aku terjatuh ke lantai…

Merindukanmu ketika kau selalu di sisiku dan selalu memelukku disaat aku membutuhkannya…

Merindukanmu ketika kita berdua bertengkar hanya karena ‘BENDA HIJAU’ yang sangat aku benci itu…

Merindukanmu ketika kita berdua berbagi sesuatu bersama, cerita, suka, duka…

Merindukanmu ketika aku tak bisa tidur dan kau tanpa lelah mengusap rambutku hingga aku terlelap…

Aku sangat merindukanmu ketika kita terpisah, seperti ini…

Bogosippo…nan jeongmal bogoshippo…

Saranghae..jeongmal saranghamnida nae noona—“

Kyuhyun tersenyum kecil, ia melipat kertas itu lalu memasukkannya kedalam amplop, tak lupa ia menuliskan alamat lengkap Cho Ahra yang berada di luar negeri sana.

Kyuhyun menghapus butiran air mata yang entah sejak kapan menetes dari pelupuk matanya. Ia menarik nafas panjang kemudian berlari menuju pintu keluar dorm.

“Hyungdeul, aku pergi ke kantor pos dulu!!!!” teriaknya rang, tak sabar menunggu surat itu sampai ke tangan noonanya, Cho Ahra.

[END]

21 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s