What Should I Do Part 2

Title         : What Should I Do Part 2

Author      : Park Young Hee (@annisasiwon)

Type          : Chapter

Main Cast   : Yoona SNSD-Siwon Super Junior-Tiffany SNSD

Other cast : SNSD member, Super Junior member

Rating   : PG-15

Genre   : Romance and friendship

***

nih bagi yg lupa ceritanya

Part 1

 

-Siwon pov-

Aku dan Yoona hari ini berencana untuk pergi berkencan. Karena kesibukan kami masing_masing sebagai salah satu member idol group membuat kami jarang pergi berkencan. Namun, sebelumnya aku ingin pergi kekantor dulu untuk menyelesaikan beberapa urusan. Ketika aku ingin keluar gedung, tiba-tiba aku bertemu dengan Tiffany, seorang yeoja yang satu group dengan Yoona. Dia mengajakku kesebuah tempat yang sepi, jika dilihat dari rawrut wajahnya, sepertinya ada sesuatu yang sangat serius yang ingin dia katakan. Akupun mengikutinya dari belakang, aku berusaha untuk menjaga jaraknya dengannya, sesekali aku melihat kearah belakang, apakah ada yang mengikuti kami, agar itu tidak menjadi sebiah skandal yang akan membuat hubunganku dengan Yoona dan juga dirinya menjadi berantakan, dan aku sangat tak ingin hal itu terjadi.

“Oppa, ada yang ingin aku katakan padamu.” Kata Tiffany dengan serius.

“Joah, katakan saja. Sepertinya itu adalah hal yang sangat penting.” Kataku begitu penasaran.

“Sebenarnya…… Sebenarnya aku menyukaimu oppa.” Jawab Tiffany dengan gugp, dan itu membuatku sangat terkejut.

“Mwo ragoyo?”

“Ne oppa, selama ini aku menyukaimu oppa, bahkan aku sangat mencintaimu oppa.” Pernyataan Tiffany tadi benar-benar membuatku bertambah terkejut.

“Fany-ah, apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan itu?” Tanyaku masih tidak percaya. Aku benar-benar tak bisa percaya dengan itu semua.

“Ne oppa, aku sadar. Bahkan aku sangat sadar.”

“Fany-ah, kau tahukan kalau aku ini adalah namjachingunya Yoona, chingumu sendiri.”

“Ne oppa, arrayo, jeongmal arrayo tentang hal itu. Tapi aku juga tidak bisa menyimpan semua ini lebih lama lagi. Aku sudah tak sanggup oppa. Jujur selama ini aku sangat tersiksa, hatiku sangat sakit ketika mendngar certita tentang kebahagiaannya dengan dirimu, aku juga ingin merasakan hal itu oppa.” Kata Tiffany yang mulai menitikkan air matanya. Aku sungguh tak tahan lagi melihatnya. Bagaimana semua ini bisa terjadi? Jantungku seperti berhenti berdetak saat ini juga ketika Tiffany mengatakan semua itu.

“Tiffany sudahlah, kamu tahukan kalau aku ini hanya mencintai Yoona, aku hanya bisa menganggapmu sebagai dongsaengku saja, tidak bisa lebih dari itu. Ayolah Tiffany, kumohon jangan menangis lagi.”

“Tapi oppa …. hiks …. hiks …..” Tangisan Tiffany sudah tidak bisa ditahan lagi, aku sungguh tak tega melihatnya. Ingin sekali aku memeluknya dan menenangkannya, karena  aku tidak mau ada orang yang melihatnya menangis seperti ini.

“Oppa! Fany-ah!” Panggil seorang yeoja yang sepertinya sangat aku kenal suaranya itu. Da benar, ternyata itu adalah Yooa, akupun sangat terkejut. Oh tidak! Apa Yoona mendengar semua yang dikatakan Tiffany tadi? Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku tak mau bertengkar dengannya hanya karena hal ini. Baiklah, aku harus bersikap tenang. Aku harap Yoona tidak mendengarnya sama sekali. Dan kulihat Tiffany sudah menghapus air matanya, meskipun itu tak akan bisa.

“Fany-ah! Waeyo? Kenapa kau menangis?” Namun Tiffany tak menjawab pertanyaan Yoona itu, ia justru langsung lari meninggalkan aku dan Yoona disini sambil menghapus air matanya. Namun, air matanya justru turun semakin deras, da Yoonapun terlihat semakin bingung.

“Oppa, Tiffany kenapa? Kenapa ia menangis sampai seperti itu? Memangnya apa yang kalian bicarakan?” Tanya Yoona sangat penasaran. Aku rasa Yoona tak mendengar apapun, dan akupun sedikit bisa bernapas lega sekarang, meskipun hanya sedikit. Tapi, apa yang harus aku katakan kepada Yoona mengenai Tiffany? Apa aku harus mejawab degan jujur? Tapi itu pasti aka membuatnya sedih, sedangkan aku tak mau membuatnya sedih. Iapun megguncag-gucagkan leganku, mungkin karena ia bingung denganku yang tak mejawab pertanyaannya.

“Oppa, Tiffany kenapa? Apa yang kalian bicarakan? Oppa, jangan-jangan kau yang membuatya menangis?” Oh tidak! Yoona terus menginterogasiku seakan-akan aku ini adalah seorang penjahat. Oh ya benar! Aku ini memang penjahat. Aku sudah melukai hati seorang yeoja yang sudah kuanggap sebagai dongsaengku sendiri karena aku tak bisa membalas perasaannya. Tapi, apa aku salah tak bisa membalasya? Apa aku salah jika hanya Yoona yang ada didalam hatiku? Akupun berpikir untuk mengalihkan perhatiannya, agar ia tak membahas hal ini lagi. Kulihat ternyata tangannya sedag membawa KERANJANG PIKNIK? Aku sangat terkejut melihatnya. Apa ia ingin melakukan piknik bersamaku?

“Sudahlah, jangan membahas hal itu lagi. Tiffany memintaku untuk tidak membicarakannya kepada siapapun.” Kataku berusaha untuk bersikap santai.

“Tapi oppa?” Akupun langsung menutup mulutnya yang cerewet itu dengan kuletakkan jari telunjukku didepan bibirnya agar ia tidak banyak bicara lagi.

“Oppa mohon kau mau mengerti.” Kataku sambil meatap kedua matanya, mencoba untuk bisa meyakinkannya. Mau bagaimanapun juga, Yoona tak boleh mengetahui ini semua.

“Araseo oppa.” Katanya sambil terseyum manis, akupun mencubit pipinya gemas.

“Tapi, apa yag kau bawa didalam keranjang itu?” Tanyaku sambil melirik keranjang yang dibawanya.

“Oh ini! Ini kimbap buatanku oppa. ini aku buatkan khusus untukmu. Jadwalmu sangat padat oppa, aku sangat takut makanmu tak teratur, makanya aku buatkan ini. Karea aku tahu kalau oppa hari ini belum sempat makan, ya kan?” Senyumannya ini semakin membuatku tak tega mengatakan semua ini padanya. ‘Yoona, mianhae. Aku tak bisa jujur padamu kali ini, karena aku tak mau membuatmu sedih.’ Batinku dalam hati sambil membelai pipinya lembut.

“Oppa, ayo kita cari tempat yang nyaman untuk makan ini!” Ajak Yoona dengan suara yang manja.

“Ne, kajja!” Kataku sambil menggandeng tangannya. Mungkin kalau aku dengan Tiffany dengan yeoja yang lain harus menjaga jarak, tapi jika yeoja itu adalah Yoona, aku tidak akan peduli. Meskipun banyak orang yang melihat kami aku tetap tidak akan peduli, mau seperti apa mereka memberitakan hubungan kamu, aku tetap tidak akan peduli jika itu masih dibatas yang norman. Aku tidak mau menyembunyikan hubungan kami dari para media maupun fans kami, bahkan merencanakannya saja tidak pernah.

“Yoona, apa ini benar-benar kamu yang membuatnya?” Tanyaku heran dengan rasa makanannya.

“Ne oppa, waeyo?” Jawabnya sedikit bingung.

“Ini jeongmal massineyo. Oppa tidak percaya kalau ini kamu sendiri yang membuatnya. Kamu tidak sedang membohongi oppa seperti Anya dan Eva kan?” Tanyaku meledek sambil tersenyum. namun sepertinya Yoona bertambah bingung dengan apa yang kuucapkan tadi.

“Anya? Eva? Mereka siapa oppa? Apa ada yeoja lain dihatimu selain aku oppa?” TAnyanya sedikit cemberut, sepertinya ia tidak pernah menonton acara itu. Aigoo, aku semakin gemas melihat wajah cemburunya itu.

“Anya dan Eva adaslah kedua yeoja yang mengikuti acara reality show bersama Super Junior yang berjudul “Full House”, kamu memangnya tidak tahu?” Jawabku mencoba menjelaskannya. Namun sepertinya ia masih tidak percaya dengan jawabanku itu.

“Lalu apa hubungannya dengan kimbap buatanku?” Tanyanya bertambah bingung, akupun mencubit pipinya karena aku sudah sangat gemas dengannya.

“Waktu itu Super Junior ingin perform disebuah acara, kemudian mereka datang ke backstage untuk mengunjungi kami sambil membawakan kami semua kimbap. Mereka bilang itu buatan mereka sendiri, tapi oppa tidak percaya. Berulang kali oppa bertanya, tapi mereka justru tersenyum, oppapun semakin curiga. Ketika oppa tanya lagi, merekapun akhirnya menjawab pertanyaan oppa. Kamu tahu apa jawabannya?” Kataku sambil merangkul pundaknya. IApun hanya menggelengkan kepalanya sambil masih dengan wajah yang cemburu.

“Mereka justru menjawab kalau mereka membuatnya dengan uang. Itu berartikan mereka membelinya disebuah tempat, bukan buatan tangan mereka sendiri.” Jawabku. Namun ia masih saja berwajah seperti itu. Sepertinya ia masih tidak percaya dengan jawaban panjang lebarku itu.

“Kamu masih tidak percaya?” Tanyaku heran sambil menatap kedua mata indahnya. Dan lagi-lagi ia hanya menggelengkan kepalanya.

“Kalau tidak percaya tonton saja sendiri acaranya dari awal sampai akhir.”

“Sireo. Oppa, aku belajar seharian dengan Luna kemarin untuk membuat kimbap ini hanya untuk kuberikan padamu oppa.

Tapi kalau oppa tidak percaya dengan ucapanku, sebaiknya jangan dimakan lagi.” Kata Yoona sedikit kesal -mungkin pura-pura kesal- sambil membereskan ini semua.

“Andwae. Ini semua sekarang adalah makananku, kamu mana boleh mengambilnya lagi.” Jawabku sambil memukul pelan tangannya, lalu menariknya kembali duduk disampingku, kemudian akupun mencium pipinya itu. Iapun akhirnya menujukkan senyuman manisnya lagi. Kemudian iapun meletakkan kepalanya dipundakku, dan akupun mengacak pelan rambutnya, lalu tak lupa juga aku mencium rambutnya yang harum itu. Aku benar-benar tidak ingin kehilangan moment-moment indah bersamanya, seperti saat ini.

Drrt….Drrt….Drrt….

Saat aku sedang asik menikmati moment indahku bersama Yoona, tiba-tiba ponselku bergetar, dan ternyata itu adalah telepon dari Tiffany. Aku sangat tidak tega membangunkan Yoona yang sedang tertidur lelap didalam dekapanku hanya untuk menjawab telepon dari Tiffany. Akhirnya akupun memilih untuk tidak menjawabnya, dan memutuskan untuk mematikan ponselku hanya sampai moment indah ini berakhir meskipuna aku tidak ingin berakhir. ‘Tiffany mianhae, jeongmal mianhae’.

-Tiffany pov-

telepon yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan hubungi beberapa saat lagi.

“Wae? Kenapa Siwon oppa tidak mengangkat teleponnya? Apa ia sedang bersama Yoona? Hiks….Hiks….Hiks…. .” HAri ini aku telah melakukannya. Hari ini aku sudah menyatakan perasaanku kepada Siwon oppa. Aku tahu aku telah melakukan hal yang salah, tapi setidaknya Siwon oppa telah mengetahui perasaanku kepadanya, tapi bagaimana dengan Yoona? Apa ia mendengar semuanya. Ingin sekali aku menghilangkan rasa sakit ini, tapi mengapa tidak bisa?

Aku tidak pernah menangis seperti ini sebelumnya. Mungkin ini sangatlah berlebihan. Aku menangis karena perasaanku telah ditolak oleh seorang namja yang sangat aku cintai. Aku tahu, aku salah mencintai namjachingunya Yoona, tapi aku juga tidak tahu kalau aku bisa mencintainya sampai seperti ini. Andaikan waktu itu aku lebih cepat mengatakan hal ini, mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi.

Tok! Tok! Tok!

Seseorang mengetuk pintu kamarku, sepertinya itu TAeng, karena hanya aku dan ia saja yangt berada didorm, sedangkan member lain sedang sibuk diluar dorm dengan urusan mereka masing-masing. Ia mungkin mengetuk pintu kamarku dengan suara tangisanku.

“Fany-ah, waeyo?” Tanya Taeng yang bingung kenapa aku menangis, sambil mencoba menghapus air mataku.

“Taengie!” Kataku sambil memeluk erat Taeng. Taengpun sepertinya bertambah bingung.

“Waeyo? Uljima!” Kata Taeng sambil menepuk-nepuk pundakku agar aku bisa tenang.

“Taengie, aku rasa aku telah salah memiliki perasaan ini.”

“Perasaan apa?”

“Perasaan kalau aku sangat mencintai namjachingu dari chinguku sendiri.””Memangnya siapa yang kamu cintai? Kamu tenanglah! Jangan menangis lagi!” Kata Taeng bertambah bingung.

“Siwon oppa. Aku sangat mencintai Siwon oppa.” Kataku setelah berhasil menenangkan diriku.

“M….Mwo? Mwo ragoyo? Jin….Jinjjayo Fany-ah? Tai, bagaimana ini semua bisa terjadi?”

“Na do mollaso.”

“Sejak kapan kamu menyukai Siwon oppa?”

“Sejak 2 tahun yang lalu.” Kataku sambil menghapus air mataku karena akhirnya aku bisa berhenti menangis.

“Tapi aku masih bingung, kenapa ini semua bisa terjadi? Bagaimana bisa kamu memiliki perasaan itu kepada Siwon oppa?

“Taengie, bisakah kamu berjanji untu tidak menceritakan hal ini kepada siapapun?”

“Ne, joahyo. Naneun yakseo. Tapi asal kamu juga berjanji untuk menceritakan semuanya kepadaku, arraseo?”

“Ne, arraseo. Aku akan menceritakan semuanya. Sebenarnya ini semua terjadi sebelum Siwon oppa dan Yoona pacaran.”

-Flashback on-

Hari ini benar-benar hari yang sangat indah. Akhirnya aku bisa libur sekarang. Mmeskipun hanya satu hari, tapi tetap saja sangat menyenangkan bagiku. Hari dimana aku bisa bebas dari rutinitasku sebagai salah satu member girlband terkenal. Tapi, apa yang harus aku lakukan? Diantara semua member, hanya aku yang hari ini libur. Kalau libur sendiri, aku jadi bingung apa yang harus aku lakukan. Akhirnya dihari liburku, aku tetap pergi kekantor, hanya sekedar berkunjung sekaligus menghilangkan rasa bosanku.

Sesampainya dikantor, akupun berkeliling-keliling. Namun, saat aku sedang berkeliling, aku melihat seorang namja yang sangat aku kenal. Ya benar, tidak salah lagi, itu adalah Siwon oppa, tapi apa yang sedang dia lakukan disini? Akupun memutuskan untuk menghampirinya.

“Siwon oppa, annyeong haseyo!” Sapaku sambil sedikit membungkukkan badan, iapun tersenyum kepadaku. Namun, entah kenapa jantungku seperti berdetak sangat cfepat saat dia tersenyum seperti itu kepadaku. Ini benar-benar sesuatu hal yang sangat aneh.

“Ne Fany. Tapi apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanyanya bingung.

“Molla.” Jawabku singkat sambil menaikkan bahu.

“Memangnya kamu sedang tidak ada jadwal?”

“Aniyo oppa. Oppa sendiri sedang apa disini?” Tanyaku yang juga penasaran dengan keberadaannya disini. Tapi dai hanya tersenyum, dan lagi-lagi jantungku berdetak cepat lagi. Sebenarnya ada apa denganku? Apa aku sudah mulai menyukainya? bagaimana ini?

“Oppa juga sama sepertimu. Oppa sedang libur dan bingung harus melakukan apa, makanya oppa kesini hanya untuk berjalan-jalan.” Akupun tertawa mendengar jawabannya.

“Wae?” Tanyanya heran karena aku tertawa.

“Ini lucu sekali oppa, aku pikir oppa ada jadwal, tapi ingin kesini dulu untuk menyelesaikan bebarapa urusan, tapi ternyata sama denganku.” Kataku masih sambil tertawa.

“Ah sudahlah! Oh iya! Berhubung kita sama-sama sedang libur, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan bersama, daripada keliling-keliling tidak jelas seperti ini.” Tawar Siwon oppa padaku.

“A, joayo, sepertinya itu bukan ide yang buruk oppa, tapi kita mau pergi kemana oppa?”

“Kemana saja, yang pentingkan kita sama-sama senang dan tidak bosan. Tapi apa kamu kesini membawa mobil?”

“Ne oppa, waeyo?”

“Ani, kalau kamu tidak membawa mobil, oppa berencana mengantarmu langsung kedorm saat pulangnya. Tapi, kalau ternyata kamu membawa mobil, nanti kita kesini lagi.”

“Tidak usah oppa, mobilku biar managerku saja yang membawanya pulang, soalnya dia bilang kalau dia akan kesini nanti, jadi oppa bisa mengantarku pulang langsung kedorm. Tapi, oppa tidak takut ada skandal denganku kan?”

“Untuk apa oppa takut? Kalau oppa takut, oppa tidak akan mengajakmu jalan-jalan. Dan lagipula tidak buruk juga oppa ada skandal denganmu, kamukan yeoja yang cantik dan baik.” Kata Siwon oppa sambil tyertawa kecil. Akupun memukul pelan lengannya, namun dia hanya tersenyum kepadaku. Aku rasa saat ini aku benar-benar menyukainya, aku sangat yakin dengan hal itu.

Aku dan Siwon oopa pun pergi meninggalkan kantor SM. Oppa mengajakku kebeberapa tempat yang sangat menyenangkan. Aku sangat bahagia hari ini. Aku sangat tak menyangka kalau hari liburku yang awalnya aku pikir sangat membosankan, ternyata menjadi luar biasa sangat menyenangkan.

Setela puas bermain, sebelum mengantarku pulang, Siwon opa mengajakku ketepi Sungai Han untuk mengobrol sebentar, setelah itu dia langsung mengantarku kembali kedorm. Bahkan dia membukakan pintu mobilnya untukku. Aku masih sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakannya tadi kepadaku ketika kami berada di tepi Sungai Han, dan setelah itu sikapnya berubah menjadi sangat baik padaku.

DEG…

Entah kenapa saat ini jantungku seperti berhenti berdetak, apa yang kurasakan ini? Ada apa denganku? Apa perasaanku ini lebih dari sekedar suka? Oh My God! Sepertinya aku benar-benar lebih dari sekedar suka kepada Siwon oppa, lebih tepatnya aku mencintai Siwon oppa. ‘Saranghaeyo oppa, naneun jeongmal saranghaeyo.’ Batinku dalam hati.

– flashback off-

“Begitulah ceritanya Taengie.” Kataku yang kini mulai tenang.

“Aigoo, jadi seperti itu ceritanya. Fany-ah, mungkin ini sangat berat untukmu, tapi kau juga harus bisa melupakan Siwon oppa. Sekarang itu dia adalah namjachingunya Yoona.”

“Arraseo Taengie, naneun jeongmal arraseo. Ingin aku melupakan semua itu, tapi tetap saja tidak bisa.” Tiba-tiba beberapa member yang sudah menyelesaikan semua jadwal mereka masing-masing sudah pulang dan langsung masuk ke kamarku. Sontak hal itu membuatku dan Taeng terkejut. Tapi untungnya mereka tidak mendengar apa yang aku dan Taeng bicarakan.

“Fany-ah, kau habis menangis?” TAnya Sunny dan yuri bingung.

“Kalau aku tak mau cerita tidak apa-apa kan?”

“Oh ne, arraseo. Yasudah kalian berdua segera ganti baju, kita pergi untuk menghibur diri. Palli!” Perintah Jessica.

Aku dan Taeng yang bingungpun hanya menuruti perkataan mereka. Aku sangat berharap hal ini isa sedikit menghilangkan kesedihanku. Aku dan Taeng bingung mau dibawa kemana oleh Sunny, Jessica, dan Yuri. Akhirnya kami sampai ditempat tujuan, ternyata mereka mengajak kami ke CLUB MALAM?

Bagus, setidaknya meminum beberapa gelas alkohol bisa menenangkan pikiranku sejenak. Ketika kami masuk, ternyata sudah ada member lain yang sudah menunggu kami. Kamipun mulai berpesta, para member sibuk dengan karaoke mereka, sedangkan yang kulakukan adalah minum, minum, dan minum alkohol. PAra memberpun bingung dengan sikapku.

“Fany-ah! Sudahlah, jangan minum lagi, kau sudah sangat mabuk.” Kata Hyoyeon dan member lain mencoba menghentikan aksi minumku ini. Tapi semua itu percuma. sementara Yoona hanya dia saja melihat sikapku ini. Entah ini sudah berapa gelas yang aku minum. Tapi tak lama kemudian, aku melihat sesosok namja seperti Siwon oppa masuk keruangan kami. Aku yang sepertinya sudah mabuk berat datang menghampirinya. Dengan langkah gontai dan mata berkunang-kunang akupun mendekati sosok mirip dengan Siwon oppa itu.

“Siwon oppa, kau ada disini? Apa kau kesini untuk menjemput YEOJACHINGUMU?” Racauku tak jelas.

“Fany-ah! Dia bukan Siwon oppa.” Kata Hyoyeon. Dan itu membuatku bingung. Dan namja itupun kemudian memberi tanda kepada para member untuk tidak mengatakan siapa dirinya. Aneh, jika namja ini bukan Siwon oppa, lalu siapa namja dihadapanku ini? Bahkan dia tak bicara satu katapun. Ku berusaha untuk menatap lebih dalam wajah namja ini, namun tiba-tiba semua pandanganku berubah menjadi gelap.

-TBC-

 

Annyeong readers J

Mian ne, saya baru ngelanjutin FF ini sekarang., soalnya kan sekarang aku udah kelas 3 SMA, jadi ya sibuk bgd sama hal2 yg berbau UN. Jeongmal mianhae.

Gimana ceritanya nih? Pada suka ga? Komen ya J

Don’t be silent reader

Ayo, pasti pada penasaran kan J siapa sih namja yang ada di club malam itu ? terus apa sih hal yang dikatakan Siwon oppa sama Tiffany eonni. Ayo ayo. Penasarankan? Klo penasaran tungguin kelanjutannya ya, tp mian klo lama

Btw author mw nanya, klo author bikin  sequel movie SJ oppadeul yg Attack The Pin Up Boy pada setuju ga?

Kasih komen ya🙂

gomawo

37 responses

  1. Buat ending-nya happy ending & Yoonwon tetap bersatu,,,
    Fany ama namja lain ja misal : Heechul Oppa, Ryeowook Oppa,dll… Pokok-nya namja lain!!!
    Ditunggu Part 3-nya!!!

    • lihat nanti ya. hhehehe
      tp klo lama mian ya🙂, cz aku mw ngelunasin utang2 aku dulu sama readers heheheh.

      utang masih 3 lagi + project baruku da 4, jd total 7 FF. jd mian bgd ya klo lama🙂

      tp gomawo udh mw baca

    • ne. gomawo
      kayaknya bakal lama deh. mian ne, abis target FF aku ada banyak, da 7. heheheh

      sabar ya, lagipula aku juga bingung kelanjutan jalan ceritanya gimana. hehehe, tp namja yg menjadi tanda tanya udh kusiapkan ko siapa dia. hehehehe

      gomawo🙂

  2. Thorr..
    Ini FF YoonWon khan?

    Fanny cuma pengganggu aja khan?
    Tpi kok yg plng banyak diceritain fany sih -_-

    Endingnya YoonWon bersatu yah thor! Pleasee ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s