Eternal | Chapter 6 : Next Adventure

Title : Eternal | Sequel The Girl in The Night | Chapter 6 : Next Adventure

Author : Dara Daroen (@dara_daroen)

Main cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Choi Siwon (Super Junior)

Support Cast  : Find By Yourself

Genre              : Fantasy, Adventure, AU, Mystery, Tragedy, Friendship

Rating             : PG-15

Length            : Chapter/Sequel

Disclaimer      : Imagination and story is mine, but the cast belong to God.

Please NO PLAGIATOR!

 

The Story © 2012 DaraDaroen

 

Previous Story :

The Girl in The Night | Eternal chap. 1. : Regret | Eternal chap. 2 : First Tears | Eternal chap. 3 : Revealed (NC Side Story)| | Eternal chap. 4 : Everything For You | Eternal chap. 5 : Adventure |

-oOOo-

 

Wajah ibunya Seohyun si gadis kecil itu membuat Kyuhyun dan Siwon terbelalak. Kenapa? Ada apa?

Karena wajahnya sangat mirip dengan Seohyun. Bukan, bukan dengan Seohyun gadis kecil itu, tapi Seo Jo Hyun. Yaitu Seohyun yang sekarang sedang terbaring lelap di kamar asrama. Sungguh serupa dan hampir tak ada perbedaan sedikitpun. Kyuhyun menyangka mungkin ia sedang bermimpi atau dia sedang dalam bayang-bayang Seohyun yang ia cintai. Tapi nyatanya yang melihat wajah itupun tak hanya dia, Siwon juga.

Begitu pertama kali melihat ibunya gadis kecil Seohyun, mata Kyuhyun langsung membulat besar. Benar-benar kaget bukan kepalang. Ia awalnya berpikir kalau Seohyun sudah bangun dari lelapnya dan menyusul dirinya ke sini. Tapi dia sadar, itu tidak mungkin Seo Jo Hyun, gadis yang ia cintai itu

Kyuhyun menepuk-nepuk pipinya. Ia masih tak percaya kalau yang ia lihat di hadapannya adalah orang yang mirip dengan Seohyun. Ia tak mampu percaya. Itu semua seakan seperti mimpi yang nyata. Tapi jelas-jelas itu nyata dan bukan mimpi. Tapi mengapa rasanya seperti mimpi? Bertemu dengan orang yang serupa wajahnya dengan Seohyun. Ah, aneh.

Kyuhyun merasa kalau ia mungkin hanya sedang kelelahan menempuh perjalanannya dan akhirnya ia tertidur di suatu pohon rindang. Ia merasa mungkin bayangan Seohyun itu datang menghampirinya. Ia berpikir itu semua mimpi dalam tidurnya. Ia bermimpi, ia bermimpi. Lelaki itu sangat gigih meyakinkan kalau itu hanya khayalan saja. Padahal nyatanya ia benar-benar bertemu orang berparas serupa dengan Seohyun.

Tak mampu dipungkiri lagi. Memang itu yang terjadi. Kyuhyun tak bisa mengelak kalau ia sedang bermimpi. Semua nyata. Ia harus sadar itu.

Tapi Seohyun kecil dan ibunya ini sungguh ibu anak yang ajaib bagi Kyuhyun. Nama gadis kecil itu sama dengan yeoja yang ia cintai. Juga wajah ibunya pun sama dengan yeoja yang ia cintai. Benar-benar aneh namun menakjubkan.

 

 

Oppa!”

Gadis kecil Seohyun berhasil membuyarkan lamunan Kyuhyun. Kyuhyun pun dengan cepat menghapus bayang-bayang di pikirannya. Ia menyesuaikan pikirannya dengan keadaan di sekitarnya itu. Ah, dia berada di rumah Seohyun kecil. Ia baru sadar.

“Ayo ikut makan bersamaku dan ibuku!” ajak gadis kecil itu. Ia menarik Kyuhyun menuju ruang makan.

“Tunggu dulu. Dimana Siwon?”

“Siwon oppa sudah ke ruang makan duluan dari tadi. Kau aku ajak berkali-kali hanya diam saja. Kau melamun terus oppa. Lamunanmu panjang sekali. Aku saja sampai menarik-narik tanganmu dari tadi, kau tetap tak bergeming.“

“Oh, jinjja? Aku tak merasa kalau aku melamun panjang. Ah baiklah, lupakan saja. Kajja!”

Kyuhyun dan gadis kecil itu berjalan beriringan menuju ruang makan. Siwon dan ibu Seohyun sudah duduk rapi di depan meja makan. Sepertinya mereka habis mengobrol lama. Saat Kyuhyun datang, mereka berdua masih melanjutkan obrolannya.

“Ayo oppa.. Duduk,” ujar Seohyun pada Kyuhyun. Gadis kecil itu menarik kursi dan mempersilahkan Kyuhyun duduk. Kyuhyun hanya tersenyum kecil padanya. Seohyun pun segera duduk di kursi sebelah Kyuhyun.

Siwon dan ibunya Seohyun masih saja asyik mengobrol. Apa yang mereka obrolkan? Sepertinya cepat sekali mereka akrab. Jujur itu membuat Kyuhyun sedikit aneh, aneh dengan perasaannya. Hei, apa itu cemburu? Cemburu dengan ibunya Seohyun si gadis kecil itu yang bahkan dia bukan siapa-siapa bagi Kyuhyun. Aneh.

Apa mungkin karena rupa wajahnya ibu Seohyun? Parasnya yang mirip Seohyun yang ia cintai itu? Memang benar, Kyuhyun melihat ibunya Seohyun seperti ia menganggap ibunya Seohyun itu adalah Seo Jo Hyun. Hanya dengan kesamaan wajah.

Kyuhyun memperhatikan plagiator wajah Seo Jo Hyun itu. Diperhatikan, setiap lekuk wajahnya itu tak ada yang berbeda dari Seo Jo Hyun. Kyuhyun hafal betul bagaimana goresan dan lengkuk di wajah gadis yang ia cintai.

“Kenapa kau memperhatikanku terus? Ah! Aku sudah berkenalan dengan si wajah mirip suamiku ini. Namanya Choi Siwon ternyata, dan dia juga seorang Vampire. Ahhh, benar-benar seperti suamiku. Ah ya, dan kau siapa namamu? Apa kau sebangsa juga dengan Siwon? Oh ya, aku diceritakan olehnya kalau ia punya misi. Kau juga kan?” ujar ibunya Seohyun tiba-tiba pada Kyuhyun dengan rentetan pertanyaannya yang tak henti. Kyuhyun langsung terbelalak kaget.

“Oh ya. Namaku Park Haeya,” ujar ibunya Seohyun lagi.

Kyuhyun masih terbelalak. Haeya ternyata sulit dibayangkan bagi Kyuhyun sebelumnya. Haeya berbeda dengan Seo Jo Hyun yang ia kenal. Ternyata hanya wajahnya saja yang sama, sikapnya ternyata berbeda, berbeda jauh. Bayangkan, Seo Jo Hyun itu sudah tentu gadis yang pendiam dan tidak terlalu agresif. Seo Jo Hyun tidak banyak omong. Berbeda jauh dengan Haeya. Haeya memang benar-benar sulit dibayangkan sebelumnya.

“Oh. Kau diam saja? Sepertinya kau diam terus dari tadi. Aku belum dengar kau berbicara. Yang tadi kau baru masuk ke rumahku saja, kau malah terdiam di depan. Kau kenapa?” ujar Haeya lagi.

Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia menyeringai. “Ah ne. Cho Kyuhyun imnida..” ucapnya.

“Ya, aku sudah tau namamu.”

Mwo? Sudah tau namaku? Lalu untuk apa kau bertanya padaku?”

“Aku hanya ingin mendengar kau berbicara. Aku tau namamu dari Siwon. Ia menceritakannya tadi padaku.”

Kyuhyun lagi-lagi terbelalak lebar. Sungguh, Haeya aneh. Benar-benar terbalik 360 derajat dengan Seo Jo Hyun. Benar-benar hanya sama wajah saja.

“Haeya ini berbeda dengan Seohyunmu itu. Hanya sama parasnya saja,” bisik Siwon pada Kyuhyun sambil terkekeh.

Ne, arasseo.”

Seohyun kecil hanya memperhatikan orang-orang dewasa di sekitarnya itu. “Sudahlah eomma.. Ayo kita makan. Aku sudah lapar, dan oppa-oppaku ini juga tentunya sudah sangat lapar,” ujar Seohyun pada ibunya. Haeya menyeringai dan segera menuju dapur untuk mengambil makanan-makanan.

Haeya kembali setelah beberapa saat kemudian, ia membawa nampan berisi empat piring daging sapi bakar beserta bumbu-bumbu penyedapnya. Empat gelas teh hangat sebagai minuman juga ia sajikan. Semuanya ia taruh dengan rapi di meja makan.

Omo! Tidak ada darah kah?” tanya Siwon.

Tentunya ia sangat lapar dan membutuhkan darah. Vampire memang bisa memakan makanan seperti manusia, tapi lebih mengenyangkan lagi jika mereka mengonsumsi darah. Darah berperan lebih sebagai pelengkap hidupnya. Sama seperti manusia yang sangat butuh nasi sebagai kebutuhan pokok pangannya.

”Maafkan aku Siwon-ah. Aku tak punya persediaan darah semenjak suamiku meninggal. Kau juga pasti tau kan di sini tak ada manusia.. Mana mungkin aku mendapatkan darah,” ujar Haeya.

Siwon menunduk lesu. Padahal ia sangat berharap disuguhkan segelas darah. Begitu juga Kyuhyun. Tapi berbeda dengan Siwon yang sangat mengharapkan darah, justru Kyuhyun dapat menahan dirinya untuk tidak meminum darah. Sangat jelas, Kyuhyun lebih dulu menjadi Vampire dibanding Siwon yang baru menjadi Vampire sekitar dua hari yang lalu.

Haeya menatap Siwon penuh rasa bersalah. Tentu saja. Ia merasa tidak mewujudkan harapan tamunya.

”Maafkan aku..” ucap Haeya penuh rasa bersalah. Ia meraih tangan Siwon dan menggenggamnya.

Ah, iya. Tak apa.”

Mereka berdua tampak seperti telah kenal lama. Tapi mungkin mereka hanya mengenal lama wajah diantara mereka berdua saja. Maksudnya, Siwon mengenal lama wajah Haeya yang tampak memplagiat wajah Seo Jo Hyun yang ia kenal. Sedangkan Haeya mengenal lama wajah Siwon yang sangat mirip Park Jiyon suaminya.

Namun melihat keakraban diantara Siwon dan Haeya membuat rasa aneh dalam diri Kyuhyun bergejolak lagi. Cemburu? Ya, mungkin lagi-lagi cemburu. Kyuhyun nyatanya masih menganggap Haeya seakan Seo Jo Hyun.

Kyuhyun menepis tangan Haeya yang menggenggam tangan Siwon, ”Sudahlah ayo makan, jangan lama-lama!” ujarnya.

Mereka semua pun segera memakan daging sapi bakar di hadapannya masing-masing. Tapi Siwon masih aneh dengan Kyuhyun, apalagi Haeya. Mengapa Kyuhyun melepaskan genggaman Haeya dari Siwon tadi? Nampaknya juga ia seperti marah.

”Kau cemburu ya padaku? Aish, dia hanya plagiator Seohyun, kau ingat?” goda Siwon sedikit berbisik pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya melirik dengan tatapan tajam pada Siwon tanpa menjawab sepatah katapun.

 

Eomma! Hati-hati! Ah, lihat kau jadi tertusuk,” teriak Seohyun kecil melihat ibunya yang sedang memotong daging dengan pisau. Haeya meringis karena jari tangannya tertusuk pisau. Seohyun yang dari tadi tenang memakan makanannya, segera menghampiri ibunya dan menatap luka di tangan Haeya.

”Sakit kah eomma?”

”Tentu saja.”

Kyuhyun dan Siwon menatap Haeya bersamaan. Lalu tatapan mereka beralih ke arah luka Haeya. Tiba-tiba mata merah milik Siwon menyala hebat ketika ia melihat darah bercucuran dari luka Haeya. Taring-taring tajamnya bermunculan. Ia menyeringai seram dan bangkit dari duduknya.

Kyuhyun yang melihat sikap Siwon tidak hanya diam. Ia menahan tubuh Siwon dengan kuat. Menahan Siwon untuk mendekati Haeya. Lalu ia menyuruh Seohyun menahan tubuh Siwon sedangkan dirinya menghampiri Haeya. Kyuhyun tau pasti akibatnya jika Siwon melihat darah. Ia pasti bisa menghabisi tubuh Haeya begitu saja. Siwon itu Vampire baru, jadi tentunya ia tak tahan jika melihat darah.

”Kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun pada Haeya. Haeya hanya mengangguk dan menatap heran pada kedua Vampire tamunya itu. Kyuhyun dengan ragu meraih tangan Haeya yang terluka. Ia menghisap darah yang tercecer di jemari Haeya.

Gomawoyo Kyuhyun-ssi..” ucap Haeya pada Kyuhyun.

Kyuhyun tak sengaja bertemu dengan tatapan Haeya. Betapa bergejolak hatinya, rasanya sangat terombang-ambing saat menatap Haeya. Mata bulat Haeya yang sangat serupa dengan Seohyun-nya, membuatnya enggan berhenti menatap mata itu. Meski mata milik Haeya berwarna hitam, berbeda dengan mata Seohyun yang berwarna biru cerah. Tapi tatapan itu membuat rindunya yang meluap hilang seketika. Betapa bahagia hatinya menatap mata itu meski pemiliknya bukan orang yang ia harapkan, hanya mirip dengan orang yang ia harapkan.

Kyuhyun tersadar dari lamunannya karena menatap Haeya. Ia segera bangkit dan menjauh lagi dari Haeya. Ia menghampiri Siwon yang tubuhnya masih ditahan oleh si gadis kecil Seohyun.

Gomawo Seohyun-ah,” ucap Kyuhyun. Lalu ia membawa tubuh Siwon kembali ke tempat duduknya tadi.

 

-oOOo-

”Terimakasih sudah bertamu di rumah kami, Kyuhyun, Siwon. Kami sangat senang,” ucap Haeya seraya membungkukkan badannya.

”Terimakasih Kyuhyun oppa, Siwon oppa. Aku senang bisa mengenal kalian,” ucap gadis kecil Seohyun diikuti senyum manis di bibirnya.

Kyuhyun dan Siwon tersenyum dan mengangguk bersamaan. Lalu Kyuhyun mendekati Seohyun, ”Seohyun-ah, kau harus tau satu hal. Aku yang lebih sangat senang mengenalmu, juga ibumu. Pertemuan ini seperti mimpi panjang bagiku,” ujarnya.

Seohyun menatap Kyuhyun. Ia hanya mengangguk kecil dan tetap mengembangkan senyumnya.

Tatapan Kyuhyun beralih pada si plagiator wajah Seohyun, Haeya. Ia tersenyum dan membungkukkan badan padanya. Haeya pun membalas bungkukkan badan.

”Baiklah, kami pergi..” ucap Siwon seraya memberi hormatnya pada ibu dan anak itu.

Kyuhyun dan Siwon berjalan berlalu meninggalkan beranda rumah Seohyun dan Haeya.

 

-oOOo-

 

Kedua Vampire tampan itu tengah menelusuri hutan Kiraiku yang luasnya dua kali lipat dari hutan Higaoshi yang mereka lewati sebelumnya. Sungai Gurojhi sudah mereka lewati dan artinya hutan inilah rute terakhir mereka menuju puncak gunung Silaui.

Kyuhyun merasa lega. Perjalanannya tidak terasa begitu melelahkan dan ternyata tak ada rintangan buruk untuknya. Malah dia tadi bertemu dengan ibu dan anak yang membuatnya terkagum dan tentunya membuat lelaki itu senang bukan kepalang. Ini bukan perjalanan sulit untuknya. Tapi apakah iya? Itu pasti hanya baginya saja. Nyatanya perjalanan ini bisa saja buruk. Kyuhyun belum tau itu.

Sedangkan Siwon, lelaki itu juga sama halnya dengan Kyuhyun. Ia merasa perjalanannya begitu singkat dan tidak buruk. Tapi berbeda dengan Kyuhyun, Siwon merasa kalau perjalanan ini akan buruk selanjutnya. Ia sudah memiliki feeling tidak enak sebelumnya. Sebisa mungkin Siwon menepis perasanya itu. Ia ingin yakin kalau perjalanannya kali ini baik-baik saja. Ia ingin seperti Kyuhyun yang terlihat tenang sepanjang perjalanan. Ia yakin betul kalau Kyuhyun berpikir misinya akan berjalan lancar. Terlebih Kyuhyun pasti senang karena bertemu gadis kecil bernama sama dengan gadis yang ia cintai dan juga ibunya yang berparas sama dengan gadis yang ia cintai.

Mereka melanjutkan terus perjalanannya meski masih sangat panjang. Jalan setapak yang sedang mereka lalui begitu sempit dan diapit oleh pohon-pohon besar dan dapat dibilang juga mengerikan. Tapi untuk apa kedua lelaki itu takut? Mereka Vampire. Tentunya mereka yang lebih mengerikan. Meski mereka tidak tahu kalau seorang Vampire tak selamanya dapat berkuasa.

Siwon menoleh ke arah Kyuhyun. Sejak mereka berlalu dari rumah Seohyun kecil, mereka hanya saling diam. Siwon akhirnya membuka pembicaraan.

”Aku yakin perjalanan masih panjang.”

Tidak ada reaksi apapun dari Kyuhyun. Kyuhyun diam. Kyuhyun tidak mengeluarkan sepatah katapun untuk menyahut Siwon.

Siwon memincingkan matanya, ”Hei, kau kenapa?” tanyanya kemudian. Lagi-lagi Kyuhyun masih diam. Siwon berpikir keras. Apa dia melakukan hal salah pada Kyuhyun? Apa dia membuat Kyuhyun marah? Ya mungkin Siwon sadar kalau Kyuhyun pasti masih membenci Siwon. Tapi bukankah mereka berjalan bersama sekarang? Untuk apa mereka melakukan perjalanan bersama kalau Kyuhyun memang membenci Siwon?

Kyuhyun berjalan lebih cepat dari Siwon. Ia meninggalkan Siwon di belakang. Sepertinya, ia mulai fokus dengan tujuannya. Ya, tujuan merebut darah nenek di puncak gunung itu sebelum Siwon lebih dulu mengambilnya. Mungkin itu maksud Kyuhyun tak merespon Siwon dari tadi.

Panggilan berkali-kali diserukan Siwon pada Kyuhyun, namun Kyuhyun tetap tak menoleh ataupun berhenti. Siwon mengerjarnya lagi.

Ya! Kenapa kau tak menungguku?” Siwon berhasil mencegah jalan Kyuhyun. Kyuhyun menatap tajam pada Siwon yang membuat Siwon sedikit merasa aneh.

”Haruskah? Aku membencimu Choi Siwon. Minggir!” seru Kyuhyun sambil melangkah menjauh lagi dari Siwon.

”Tunggu dulu! Kau tidak bisa melanjutkan sendiri, dan aku juga tak bisa sendiri.”

Kyuhyun menoleh lagi, ”Terserah apa katamu. Aku bisa sendiri,” ucapnya.

”Tidak mungkin. Kau tau? Di sini sudah termasuk area berbahaya.”

”Apa maksudmu?”

”Di hutan ini banyak serig-”

 

”Auuurrgghh..”

 

Serigala?

 

Dengan cepat Kyuhyun dan Siwon berlari. Berlari sekencang-kencangnya. Ya, ini sialnya bagi Kyuhyun karena kekuatan terbang dan menghilangnya tidak ada. Tapi nampaknya bagi Siwon juga begitu.

Siwon menengok ke belakang, tapi masih tetap berlari. Matanya terbelalak melihat serigala yang mengejar mereka berdua. Bukan hanya satu, tapi banyak. Yang Siwon lihat, jumlah binatang itu tidak bisa dihitung oleh jar.

”Sial! Bagaimana ini? Aku bisa kelelahan jika berlari terus,” keluh Kyuhyun.

Siwon menoleh cepat, ”Hanya satu caranya. Lawan mereka,” ucapnya tegas.

”Kau gila? Binatang busuk itu adalah musuh kita. Meski kau baru jadi Vampire, tapi kau pasti tau kan kalau Vampire benci dengan serigala?”

”Tentu saja. Tapi kita tak mungkin juga terus berlari. Kita harus melawan mereka!”

”Serigala-serigala itu bisa menghabisi kita, bodoh!”

Raungan-raungan serigala di belakang kedua lelaki itu kini makin keras. Mata binatang buas itu menyala hebat. Tentu saja. Yang mereka kejar adalah Vampire. Mangsa mereka yang dari dulu diidamkan.

Kyuhyun memang tak tau di hutan Higaoshi lebih bahaya dari hutan yang ia lewati sebelumnya. Di rute sebelumnya memang dia tidak bertemu tantangan apapun. Tapi di hutan ini, pasti akan banyak masalah yang dia hadapi. Dia benar-benar harus rela mempertaruhkan segalanya, meski nyawanya sekalipun.

Langkah kaki Siwon dan Kyuhyun tidak berhenti, dan kecepatannya pun tidak berkurang. Tapi ternyata serigala-serigala di belakang mereka juga seperti itu. Bahkan serigala itu semakin kencang larinya, membuat Siwon dan Kyuhyun panik dan takut setengah mati.

Bagaimana nasib mereka jika harus bergelut melawan serigala-serigala ganas itu? Tapi bagaimana nasib mereka kalau mereka lelah berlari dan akhirnya berhenti? Apa mereka harus rela tubuhnya disobek-sobek dengan gigi tajam binatang buas itu? Mengerikan.

Hei bodoh, cepat!” teriak Kyuhyun pada Siwon.

Keduanya pasti sudah sangat lelah. Berlari dan terus berlari.

 

Arggghh!” Siwon berteriak kencang. Ada sesuatu yang menahan langkah kakinya.

Kyuhyun menoleh ke belakang. Terlihat Siwon tergeletak di tanah. Batinnya menggeram dan raut mukanya menunjukkan rasa yang bercampuran.

”Bodoh! Jangan berhenti di sini!” seru Kyuhyun. Tapi Siwon hanya mengerang. Lalu ia mencoba bangun, tapi ternyata tidak bisa.

”Tidak ada waktu untuk berhenti! Serigala itu semakin dekat!” seru Kyuhyun lagi.

”Tidak bisa. Tidak bisa Kyuhyun-ah!” teriak Siwon. Ia masih mencoba bangkit.

”Kakiku tersangkut sesuatu,” lanjutnya.

Kyuhyun semakin geram. Ia ingin melanjutkan langkahnya untuk melarikan diri, tapi entah mengapa kakinya melangkah mendekati Siwon. Ada rasa kepedulian yang tersirat, ada rasa kasihan dan takut kalau mungkin Siwon akan diterka binatang buas itu. Ia akhirnya mencoba menolong Siwon untuk bangun.

”Ayo!” Kyuhyun menjulurkan tangannya, Siwon meraihnya. Kyuhyun mulai menarik tangan Siwon, mencoba mengeluarkan seluruh sisa tenaga yang ia miliki. Tapi kaki Siwon tersangkut oleh akar pohon besar. Terjepit di antara batang akar dan batang lainnya.

Tidak ada banyak waktu untuk mereka berlama-lama di sana. Siwon harus segera bangkit dari jatuhnya. Serigala-serigala itu sudah mulai meraung lagi, dan suaranya semakin jelas terdengar. Semakin keras suara raungan serigala, semakin keras juga Kyuhyun dan Siwon berupaya melepaskan kaki Siwon dari akar pohon itu.

Ah, tidak ada waktu banyak,” keluh Kyuhyun. Kemudian ia memegang akar pohon yang menjepit kaki Siwon. Ia menarik nafasnya dalam-dalam, mencoba mengumpulkan tenaganya lagi. Tangannya lalu menarik akar pohon besar itu. Ia mencoba melepaskannya.

Siwon tidak mau tinggal diam. Dia ikut menarik akar pohon itu, mencoba melepaskannya bersama Kyuhyun. Otot di tangan kekarnya mengencang seiring tenaganya menarik akar tersebut.

Raungan serigala terdengar lagi. Semakin jelas dan semakin dekat.

”Akar bodoh! Cepat lepas! Lepas! Lepas!” Kyuhyun menyeru sambil mengerang, terus mencoba menarik akar pohon itu. Sedangkan Siwon mencoba menggerak-gerakkan kakinya untuk lepas dari sangkutan itu.

 

”Auuuurrrggghh..”

 

Apakah semuanya terlambat? Serigala-serigala itu sudah muncul dari balik pohon tempat Kyuhyun dan Siwon berada.

Kyuhyun menarik cepat tangan Siwon sekuat tenaga dan kakinya menendang-nendang akar pohon yang menjepit kaki Siwon. Dan akhirnya, untunglah. Mereka sudah bisa kembali berlari menjauhi serigala-serigala itu. Tapi tetap saja serigala itu mengejar mereka.

”Kau tidak apa-apa kan?”

”Iya. Tapi kakiku sedikit sulit digerakkan.”

”Tak apa. Kita harus terus berlari.”

Keduanya terus berlari dan berlari sekencangnya.

-oOOo-

”Kau pikir aman jika kita di sini? Kau bodoh sekali Choi Siwon!” seru Kyuhyun pada Siwon yang ada di sebelahnya.

Siwon masih sibuk mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal, ia juga sedang merenggangkan otot kakinya. Kakinya yang tersangkut tadi terasa sakit dan hampir tak mampu berjalan.

Ya! Ini semua gara-garamu!” seru Kyuhyun lagi.

Siwon masih tetap pada aktivitasnya. Sedangkan Kyuhyun sedang memperhatikan tempat di sekitarnya.

Mereka sedang bersembunyi di balik tembok tinggi besar yang terletak di tanjakkan tengah-tengah hutan. Sudah kurang lebih 5 km mungkin mereka berlari dari tadi. Berlari karena serigala-serigala masih mengejarnya. Tapi untunglah sekarang mereka bisa sejenak istirahat, karena mereka sudah jauh dari serigala tadi. Suara raungan serigala itu belum lagi terdengar di telinga mereka.

Meski keadaan mereka belum bisa dinyatakan aman, tapi setidaknya mereka bisa sejenak mengumpulkan tenaga.

”Tempat in-i setidaknya bisa dijadikan tempat istirahat kita, Kyuhyun-ah. Setelah- suara raungan binatang itu terdengar lagi, ba-ru kita kembali ber-lari,” ujar Siwon terbata-bata. Nafasnya masih tersengal, belum mencapai normal.

”Bagaimana kalau mereka tidak meraung tapi malah langsung muncul dan siap menerka kita bodoh?!”

”Kemungkinan itu bisa terjadi. Pasrahkan saja.”

 

Blug!

 

Satu hantaman ganas untuk Siwon. Kyuhyun menonjoknya dengan sangat keras. Siwon pun mengerang hebat.

”Kau bilang pasrah? Mengapa kau bodoh sekali? Aku tidak ingin merelakan nyawaku! Aku masih ingin bertemu Seohyun-ku!” seru Kyuhyun.

Siwon menyeka bibirnya yang berdarah akibat tonjokan Kyuhyun. Sepertinya sakitnya bertambah lebih banyak. Dia hanya bisa diam tak berkutik.

Hah, aku benci jika harus bersama orang bodoh sepertimu!” seru Kyuhyun lagi. Ia melangkahkan kakinya meninggalkan Siwon.

Siwon tak mampu menahan Kyuhyun lagi. Mungkin Kyuhyun benar-benar membencinya. Ia harus terima itu. Perjalanan mereka mungkin akan ditempuh masing-masing untuk selanjutnya.

 

Tapi baru saja 5 langkah Kyuhyun beranjak, suara raungan serigala terdengar lagi. Terdengar keras dan jelas.

Oh! Serigala-serigala itu berada di balik tembok besar itu. Mereka sudah sangat dekat.

Siwon masih terdiam di tempatnya padahal dia mendengar jelas raungan serigala itu. Dia masih mengumpulkan tenaganya, selain itu pipinya masih memerah akibat dipukul.

Sedangkan Kyuhyun yang sudah panik dengan raungan serigala, dia segera beranjak melarikan diri.

 

”Aurrrghhhh…”

 

”Arrgghh!”

 

Kyuhyun berbalik. Matanya membulat.

”Siwon?”

Ia berlari cepat kembali ke belakang. Taringnya bermunculan, tangannya mengepal keras. Ia menendang serigala-serigala yang mengerubungi tubuh Siwon. Sementara Siwon mengerang kesakitan karena tubuhnya sempat tergigit hewan-hewan itu.

Siwon menghindar dari serigala-serigala yang nampak kelaparan itu. Ia menepi di  bawah pohon besar. Ia hanya bisa menahan rasa sakit gigitan serigala di tangannya. Menyaksikan Kyuhyun yang tengah mencoba memusnahkan serigala-serigala ganas itu.

”Akhirnya kau mau juga melawan mereka,” gumam Siwon.

Kyuhyun tengah mengeluarkan seluruh tenaga yang dimilikinya. Ia menghunuskan pedangnya yang dari tadi ia simpan di gerobaknya. Satu persatu serigala ganas itu ia coba untuk musnahkan.

Kyuhyun memanfaatkan ilmu bela dirinya. Jurus melawan, jurus menendang, jurus memukul dan menangkisnya yang telah ia kuasai dan ia pelajari. Ha! Dia baru sadar, ini gunanya ilmu bela diri yang diberikan Leeteuk padanya. Beruntunglah ia mendapatkannya. Coba saja jika ia hanya diberikan ilmu terbang saja, saat ini pasti mustahil dia bisa melawan serigala-serigala itu.

 

Siwon tidak mungkin hanya diam saja sedangkan Kyuhyun mati-matian melawan binatang buas itu. Seketika, mata merah Siwon menyala-nyala. Taring kuatnya bermunculan. Ia menghunuskan pedang yang sama dengan milik Kyuhyun. Serigala-serigala dihadapannya ditumpas habis olehnya.

”Siwon! Awas!”

Rrrgghh…”

Siwon merunduk ketika suara raungan ganas terdengar dibelakangnya. Sekarang suara raungan itu berada tepat didepannya. Hewan bertaring tajam setajam pedang yang dipegangnya saat ini.

”Siwon minggir! Menjauh dari sana! Itu serigala yang paling sulit kumusnahkan!” teriak Kyuhyun. Ia sedang menumpas serigala-serigala lainnya di sudut yang berbeda dengan Siwon. Tenaganya sudah hampir habis karena jumlah musuh yang ia lawan begitu banyak.

Siwon tak mampu menebas serigala itu. Tenaganya seakan telah habis terkuras. Mata merahnya meredup menatap serigala di hadapannya itu. Ia ingin bangun dan menumpas habis hewan keji itu, tapi tangan dan kakinya kaku bagai ada yang menahan dirinya dari bawah tanah.

Hei bodoh! Apa kau gila? Cepat pergi dari sana!” teriak Kyuhyun sekali lagi pada Siwon.

”Aku tak bisa bangkit, aku tak bisa bangkit!” teriak Siwon sambil meringis.

Serigala ganas di hadapan Siwon tiba-tiba meraung lagi, lebih keras, lebih hebat. Taring hewan itu terlihat ketika ia meraung, membuat Siwon bergidik ngeri karena ia berada di hadapannya, tepat di hadapannya.

 

Kkkrrttt..

 

Arrrggghhh!!!”

 

”Siwon-ah??!”

 

– To Be Continued –

 

 

Double double triple tripleee MIANHAE buat semuanya yang menunggu sampe berbulan2 chapter ini ._. Mianhae, jeongmal mianhae yaaa T_T Maaf mungkin udah pada jera menunggu lanjutan FF ini T_T tapi yang pasti aku bakalan aku lanjutin sampe endingnya ko ‘-‘)b

Pokoknya maaf beribu maaf deh yaa..

Keep waiting! Tetep beri authornya support yaa😉

Sekarang silahkan komentarnya.. Don’t Be Silent Reader!^^

11 responses

  1. AAAUUUTTTHHHOOORRR DDDAAARRRAAA
    Postingnya LLLAAAMMMAAA BBBAAANNNGGGEEETTT
    Udah hampir jera nunggunya
    Tapi gak papa buat sekarang, sekali lagi telat, habislah author *golok mana golok, asah goloknya*
    Ceritanya bagus kok, tetep lanjutin ya, jangan lama”🙂

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s