Oppa is Mine ( Part 7 )

 

Image

 

Author             :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Friendship, Family

Rated              :   PG-17

Main Cast      :  –    Sunny ‘SNSD’ as Lee Sunny

–         Song Joong Ki as Song Joong Ki

–         Kyuhyun ‘Super Junior’  as Cho Kyuhyun

–         Yoona ‘SNSD’ as Im Yoona

–         Joon ‘MBLAQ’ as Lee Joon

–         Jooyeon ‘After School’ as Lee Jooyeon

 

__________________________

Annyeong!! apa kabar reader?

Sudah lama tak berjumpa hehehe

Maaf ya udah buat reader nunggu lama kelanjutan FF ini *bow

Tanpa banyak basa-basi…

Lets check it out! ^^

________________________________________

 

 

 “ Yeaah, aku berhasil.” Teriak Joongki kegirangan. Sunny langsung kembali mengalihkan pandangannya pada Joongki.

“ Ini untukmu.” Joongki memberikan boneka yang baru saja di dapatnya.

 

Sunny diam tanpa kata. Sebuah boneka pisang menatap kearah Sunny dengan ekspresi yang aneh.

 

Joongki terus bercerita tentang bagaimana perjuangannya mendapatkan boneka itu. Tapi Sunny sama sekali tidak tertarik mendengarkan cerita Joongki. Dia hanya terus berjalan, dan sesekali menatap boneka aneh yang saat ini digenggamannya.

“ Kau tidak mendengarkan aku ya?” sergah Joongki yang melihat Sunny hanya terdiam mendengarkan ceritanya.

“ Tidak, aku dan oppa mendengarkan ceritamu dengan baik.” jawab Sunny asal.

“ Oppa? Siapa?” Joongki melihat ke kanan dan kiri, mencari-cari orang yang disebut Oppa oleh Sunny. Tapi tidak ada siapapun selain mereka berdua. Joongki mulai menatap Sunny horor.

Sunny yang mengerti langsung meluruskan masalah. “ Ini, Oppa.” Sunny mengangkat boneka pisangnya di hadapan Joongki.

Joongki mengangkat satu alisnya, bingung.

“ Kalau di lihat-lihat, wajahnya sama seperti wajahmu.” Goda Sunny lalu tertawa puas.

“ Aish~ kau ini ada-ada saja.” Joongki mengacak-ngacak rambut Sunny, lalu kemudian merangkul Sunny sambil mengajaknya kembali berjalan.

 

Sekali lagi Sunny mengangkat boneka pisang itu, “ Lihat dia benar-benar mirip denganmu.” Goda Sunny lagi.

“ Ya!” Joongki menghentikan langkahnya, dan menghadap kearah Sunny. “ Coba kau perhatikan baik-baik, apa benar? Boneka ini mirip denganku?” Kedua tangan Joongki merengkuh pundak Sunny, kemudian dia sedikit membungkukkan badannya agar sejajar dengan Sunny.

 

Sunny mulai menelusuri setiap inci detail wajah Joongki, hingga berakhir di kedua bola mata Joongki yang teduh. Sunny menatap lekat kedua mata itu, berharap menemukan sesuatu yang tersembunyi didalam sana..

 

‘ Ahjussi~ apa saat ini jantungmu berdebar-debar? Kalau boleh jujur, saat ini jantungku rasanya mau copot.’ Batin Sunny.

 

“ Bagaimana? Jelas-jelas sangat berbe-” Belum sempat Joongki menyelesaikan kata-katanya, Sunny sudah mendaratkan ciuman dibibir Joongki.

 

Meskipun merasa sedikit terkejut, tapi Joongki menikmatinya dan membalas setiap ciuman Sunny.

 

 Joongki mulai menarik Sunny kedalam pelukannya. Tanpa disadari, tangan Joongki mulai menelusuri setiap lekuk tubuh Sunny. Begitu juga Sunny, dia mulai melingkarkan kedua tangannya di leher Joongki dan sesekali mengelus rambut Joongki mesra.

 

Tiba-tiba Sunny mendorong Joongki menjauh, ketika dia merasakan ada sesuatu yang memaksa masuk kedalam mulutnya. ( mian, agak dewasa nih hehehehe )

 

“ Kenapa?” tanya Joongki polos setelah Sunny melepaskan ciumannya.

Sunny menatap Joongki malu-malu, lalu dia mengusap bibir Joongki dengan lembut. “ Ada bekas lipstik.” Lanjut Sunny dan semburat merah muncul di kedua pipinya.

Joongki hanya tertawa kecil melihat tingkah Sunny yang lucu.

 

Joongki terus menatap Sunny seduktif, dan itu membuat Sunny merasa sedikit risih.  “ Jangan melihatku seperti itu!” Sunny mulai berlari meninggalkan Joongki.

Joongki menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, dan dia tersipu malu mengingat apa yang terjadi..

Sunny mulai menjauh dari Joongki, “ Yaa!! Tunggu aku!!” teriak Joongki sambil mengejar Sunny.

 

______________________

 

Sunny yang sedang asyik menonton televisi, segera bangkit dari tempat dudukya dan berjalan menuju pintu masuk ketika seseorang membunyikan bel.

 

Jooyeon berdiri dibalik pintu, menunggu seseorang membukakan pintu untuknya. Tidak lama, Sunny muncul di balik pintu dan menatap Jooyeon dingin.

 “ Sunny!! Aku sangat rindu padamu!” Jooyeon memeluk erat Sunny.

“ Lepaskan aku!” Sunny berusaha melepaskan pelukan Jooyeon padanya.

 

Dengan perlahan Jooyeon melepaskan pelukannya, dan tersenyum penuh maksud pada Sunny, “ Kau sama sekali tidak berubah.” Lanjutnya sambil menepuk-nepuk pundak Sunny. Sedangkan Sunny tetap diam, tidak memperdulikan.

“ Ini.” Jooyeon menyodorkan sebuah paper bag pada Sunny.

“ Apa ini?” Sunny hanya melihat paper bag itu tanpa menyentuhnya.

“ Oleh-oleh.” Jooyeon kembali tersenyum.

 

Tapi Sunny masih tidak bergeming.

 

Jooyeon yang tidak sabar, langsung menarik tangan Sunny dan memberikan paper bag itu padanya.

“ Sudahlah, ambil saja.” Lanjut Jooyeon dan mulai berjalan masuk kedalam rumah.

“ Yaaa!! Siapa yang mempersilahkanmu untuk masuk!!!!” Teriak Sunny, tapi Jooyeon tetap berjalan masuk.

 

Jooyeon duduk di sofa yang ada ditengah ruangan, dan mulai berteriak memanggil Joongki, “ Oppa!! Aku datang!”

 

Beberapa saat kemudian pintu kamar Joongki terbuka, dan benar saja Joongki keluar dari sana.

“ Jooyeon, sedang apa kau disini?” Tanya Joongki sedikit kecewa melihat kehadiran Jooyeon.

Jooyeon langsung berlari mendekati Joongki dan memeluknya. “ Aku sangat merindukanmu, Oppa.” Keluh Jooyeon, “ saat berada disana aku selalu mengingatmu.” Lanjutnya dengan manja.

 

Jooyeon melepaskan pelukannya dan mulai merengkuh wajah Joongki. Perlahan dia mendekatkan wajahnya, bersiap untuk mencium Joongki.

 

Saat itu Sunny muncul dari arah pintu rumah, dan melihat apa yang sedang dilakukan Joongki dan Jooyeon. Sunny mendengus kesal dan berjalan masuk ke kamarnya.

 

Joongki terkejut melihat kehadiran Sunny, dan buru-buru mendorong Jooyeon menjauh. Tapi tetap saja, Sunny sudah melihat semuanya. Joongki tahu pasti, Sunny akan marah besar padanya.

 

Tidak lama kemudian, Sunny kembali keluar dari kamarnya. Tapi kali ini dia berpakaian rapi. Sepertinya dia akan pergi keluar..

 

Joongki yang sadar, langsung menghentikan pembicaraannya dengan Jooyeon, dan fokus melihat ke arah Sunny. “ Kau mau kemana?” tanya Joongki.

Sunny tidak menjawab, dan berlalu pergi.

Joongki mengejar Sunny dan menahannya. “ kau mau kemana?” Joongki kembali mengulang pertanyaannya.

“ Bukan urusanmu.” Tergambar jelas kemarahan di wajah Sunny.

“ Lepaskan aku.” Lanjut Sunny dan menatap tajam kearah Joongki.

 

Joongki yang tidak mau membuat Sunny bertambah marah langsung melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Sunny pergi.

 

___________________________

 

“ Aaaaaa!! Aku benci Ahjussi dan Ahjumma jelek itu!!” teriak Sunny melampiaskan kemarahannya.

“ Sudah Sunny, jangan berteriak lagi.” Pinta Yoona pada sahabatnya itu.

“ Tapi Yoona~ aku sedang benar-benar marah saat ini.” lanjut Sunny sambil terus berguling di atas tempat tidur Yoona.

“ Terserah kau saja. Tapi kalau Onnie datang dan memarahimu, jangan salahkan aku.” Lanjut Yoona

Sunny menghentikan kegiatannya dan mulai merangkak mendekati Yoona yang sedang duduk dilantai. “ Onnie ada disini?” dia menurunkan volume suaranya.

“ Iya, hari ini dia pulang ke rumah.” Lanjut Yoona sambil membaca majalah yang dipeganganya.

 

Sunny teringat kejadian 2 tahun lalu. Suatu malam Sunny menginap di rumah Yoona. Saat itu kakak perempuan Yoona masih tinggal bersama Yoona dan keluarga, disini.

Hampir tengah malam Sunny dan Yoona belum juga tertidur, mereka terlihat begitu asik bercerita. Sesekali mereka tertawa keras ketika bercerita tentang hal-hal lucu. Tanpa mereka sadari, tawa keras mereka telah mengganggu waktu isirahat Kakak Yoona.

Karena tidak tahan mendengar tawa kedua gadis itu, Kakak Yoona mendatangi mereka dan memarahi mereka habis-habisan. Setelah puas memarahi Sunny dan Yoona, kakak Yoona lalu kembali ke kamarnya dan tertidur pulas.

Setelah itu barulah Sunny dan Yoona bisa tertidur.

 

“ Yoona, bagaimana ini? aku benar-benar tidak tahu.” Lanjut Sunny terdengar begitu ketakutan.

Yoona hanya tersenyum senang ketika berhasil menakuti-nakuti Sunny. “ Makannya jangan berteriak lagi.” Lanjut Yoona sambil menahan tawa.

 

Sebenarnya, Saat ini hanya ada mereka berdua. Itu hanya ide konyol Yoona, agar membuat Sunny berhenti berteriak.

 

Kringgg~ kringg~

 

Ponsel Sunny berdering cukup keras. Sunny menatap layar ponselnya cukup lama.

“ Siapa?” tanya Yoona.

“ Kyuhyun.” Lanjut Sunny, lalu menjawab telepon dari Kyuhyun.

“ Yeoboseyo?” Yoona menatap Sunny dengan seksama.

 

Setelah cukup lama berbicara di ponsel, Sunny memutuskan hubungannya. Dan kembali beralih menatap Yoona.

 

“ Dia bilang apa?” tanya Yoona yang terlihat begitu penasaran.

“ Dia mengajakku pergi keluar.” Jawab Sunny sedikit ragu.

Yoona kembali sibuk dengan majalahnya, “ Oh.” gumam Yoona dan mulai bersikap acuh.  

“ Yoona, apa aku harus pergi?” tanya Sunny memulai pembicaraan.

“ Kenapa kau bertanya padaku?” Sunny terdiam, tidak tahu harus menjawab apa.

 

Lama mereka terdiam.

 

“ Bagaimana kalau kau saja yang pergi?” tiba-tiba sebuah ide muncul dikepala Sunny.

“ Dia ingin menemuimu, bukan aku.” Lanjut Yoona, dan beranjak dari tempatnya duduk.

“ Kau mau kemana?” tanya Sunny khawatir

“ Mengambil minum.” Jawab Yoona datar

“ YA!! Ayolah~ lebih baik kau saja yang pergi.” Bujuk Sunny yang mengikuti Yoona dari belakang.

 

__________________________

 

Sudah hampir tiga puluh menit Kyuhyun menunggu Sunny ditaman tempat mereka biasa bertemu. Tapi Sunny sama sekali belum menunjukan batang hidungnya.

Kyuhyun mulai ragu Sunny akan datang menemuinya, karena biasanya Sunny tidak pernah datang terlambat.

 

“ Maaf membuatmu menunggu lama.” Tiba-tiba Sunny sudah duduk disebelah Kyuhyun. 

“ Kau datang.” Kyuhyun tersenyum senang melihat kehadiran Sunny.

“ Ada apa?” tanya Sunny tanpa basa-basi.

Kyuhyun hanya tersenyum, “ Ayo kita pergi jalan-jalan.” Ajak Kyuhyun sambil menarik tangan Sunny.

“ Kita mau pergi kemana?” tanya Sunny

“ Lihat saja nanti.” Dengan santai Kyuhyun berjalan dengan menggandeng tangan Sunny.

 

Lotte World.

Kyuhyun mengajak Sunny pergi kesana.

Saat berjalan memasuki Lotte World, Sunny teringat kejadian tiga hari yang lalu. Ketika Joongki mengajaknya pergi berkencan kesini. Sebuah senyum langsung mengembang di wajah Sunny. Dan pipi Sunny mulai memerah ketika mengingat kejadian saat Sunny mencium Joongki.

 

Tapi senyuman itu tidak bertahan lama.

 

Awan hitam kembali menyelimuti wajah Sunny, saat kejadian tadi siang tiba-tiba muncul menghempaskan kenangan indah Sunny. Jooyeon yang terlihat akan mencium Joongki, dan Joongki terlihat begitu pasrah saat Jooyeon akan menciumnya.  

 

“ Sunny, apa kau sakit?” tanya Kyuhyun yang khawatir melihat perubahan ekspresi wajah Sunny yang drastis.

Sunny memaksakan sebuah senyuman, “ Tidak, aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir.” Lanjutnya dan kembali berjalan meninggalkan Kyuhyun.

 

Langkah Sunny terhenti, ketika dia melihat sebuah mesin mainan di hadapannya. Dia kembali teringat bagaimana Joongki bersusah payah memainkan mesin itu, demi mendapatkan sebuah boneka pisang berwajah aneh yang sekarang menghiasi kamarnya.

Wajah Sunny kembali murung, dan air mata mulai membendung, memaksa untuk keluar.

 

Tiba-tiba sebuah tangan menggenggam erat tangan Sunny, “ Kau mau boneka itu?” Tanya Kyuhyun tersenyum.

“Aku akan mendapatkannya untukmu.” Kyuhyun mulai melangkah maju dan memasukan selembar uang ke dalam mesin itu.

 

Hanya dengan sekali bermain, Kyuhyun langsung bisa mendapatkan sebuah boneka beruang teddy yang sangat diinginkan Sunny tiga hari yang lalu.

 

“ Kau suka?” Tanya Kyuhyun seraya memberikan boneka beruang itu pada Sunny.

“ Tentu.” Sunny tersenyum senang.

 

 

Langit diluar mulai gelap. Untuk mengakhiri perjalannya hari ini, Sunny dan Kyuhyun sepakat untuk menaiki bianglala yang dari tadi terlihat begitu menggoda.

 

Bianglala itu mulai berputar.

Diatas sini, Sunny dapat dengan jelas melihat keindahan lampu-lampu kota Seoul pada malam hari. Warna-warni lampu yang indah, berbanding terbalik dengan suasanya hati Sunny yang begitu kelabu.

 

Selama setengah putaran lebih, Sunny dan Kyuhyun sama-sama terdiam. Sunny terus memikirkan kejadian siang tadi, sedangkan Kyuhyun terus menatap ragu ke arah Sunny

“ Sunny~” Panggil Kyuhyun yang sudah memantapkan tekadnya.

“ Ya?” Sunny beralih melihat Kyuhyun

“ Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.” Lanjut Kyuhyun dengan canggung.

Sunny yang menyadari itu, langsung tertawa lucu. “ Katakan saja, kau tidak perlu canggung seperti itu padaku.” Sambil menepuk pundak Kyuhyun.

“ Begitu ya..” Kyuhyun tersenyum dengan ragu.

“ Hmm.” Sunny menggangguk pelan.

Kyuhyun menarik nafas panjang, “ Aku menyukaimu! Dan aku harap kau mau menjadi yeojachingu-ku.” lanjut Kyuhyun dengan setengah berteriak.

 

Sunny terbelalak tidak percaya. Saat itu pula, dia merasa tenggorokannya seperti tercekat. Jantungnya nyaris berhenti berdetak. Kalimat yang barusan Kyuhyun ucapkan, benar-benar membuat Sunny kaget setengah mati.

 

‘ Hei! Kenapa ekspresinya seperti itu? Apakah ini terlalu tiba-tiba? Kenapa dia terlihat begitu terkejut?’ Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri.

 

“ Ini terlalu tiba-tiba ya? Maaf membuatmu terkejut seperti ini.” Lanjut Kyuhyun sambil menggaruk kepalanya.

 

Sunny tidak berbicara sedikitpun, dia hanya memaksakan untuk tersenyum menanggapi perkataan Kyuhyun.

 

“ Kalau kau belum siap untuk menjawabnya, aku bersedia menunggunya. Beri tahu aku, kapan pun kau siap untuk menjawabnya.” Lanjut Kyuhyun dengan cepat.

 

________________________

 

Sudah hampir dua jam lebih Joongki menunggu Sunny di luar rumah. Udara malam yang dingin, tidak menggoyahkan tekadnya untuk terus menunggu Sunny pulang.

 

Sebuah mobil berhenti didepan pintu gerbang, ketika waktu menunjukan pukul 10.39 pm.

Sunny keluar dari dalam mobil itu, dan di ikuti Kyuhyun. Mereka terlihat membicarakaan sesuatu, sebelum akhirnya Kyuhyun kembali masuk kedalam mobil dan berjalan pulang.

 

Sunny mulai berjalan memasuki halaman rumah. Dia terlihat sangat murung, dan tidak bersemangat. Sesekali Sunny, menendang-nendang batu kerikil yang menghalangi jalannya.

 

Hari yang benar-benar melelahkan, pikir Sunny.

 

“ Dari mana saja kau?” tanya Joongki mengagetkan Sunny.

Sunny melihat Joongki sedang duduk dibangku taman sambil menatapnya tajam. Kemudian Sunny kembali melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan pertanyaan Joongki.

Joongki bangkit dari duduknya, “ Ya! Aku tanya, dari mana saja kau?!” Dia mulai meninggikan suaranya.

Sunny balas menatap Joongki tajam, “ Apa kau perlu tahu?!” Lanjutnya

Joongki segera berlari mengejar Sunny, dan menahannya. “ Ada apa denganmu? Kenapa kau bersikap dingin seperti ini padaku? Apa karena kejadian tadi siang? Kalau iya, kau salah sangka. ” Joongki menggenggam erat lengan Sunny.

“ Salah sangka? Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! Kau masih mau bilang itu salah sangka?!” Suara Sunny bergetar hebat, air mata kembali membendung.

 

Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Mencari tahu apa yang dirasakan oleh keduanya saat ini.

 

Makin lama, genggaman tangan Joongki semakin kuat. Dan Sunny mulai merasa kesakitan si pergelangan tangannya.

 

“ Lepaskan aku! Kau menyakitiku.” Sunny meringis kesakitan dan berusaha untuk melepaskan tangannya.

Joongki langsung melepaskan tangan Sunny, “ Maafkan aku~” dia terlihat begitu menyesal.

 

Lalu Sunny masuk kedalam rumah, dan mengunci diri dikamar.

 

__________________TBC________________

gimana reader?

Sebenernya sih aku kurang yakin sama Part ini..

Tapi aku suka senyam-senyum sendiri pas baca bagian Sunny yang cium Joongki

rasanya giman gituuuu~ *curcol dikit hehehe

 

Aku mohon bantuan reader semua untuk mengoreksi karyaku ini.

Kalau bisa sih kasih ide juga buat part selanjutnya hehehe

*author banyak minta*

 

Maaf ya kalo banyak Typo ^^

 

Terima kasih ya sudah mau baca..

jangan lupa untuk komen yaaa~

karena komen dari para reader semu begitu berharga..

 

See you in next part!!!

 

18 responses

  1. Aiss…..kurang panjang tor,pdahal q nunggu2 ff ni loh, sunny salah paham ya???tp jong ki nya rada2 nih q jd gemes bgt ma pasangan ni. astaga knapa kyuh bru blng skarang????jd terlambat kan????next di tnggu^^

  2. akhirnya. sudah ditunggu2. bagus ceritanya. part selanjutnya gimana dengan jiyeon? cepat akhiri hubungan jiyeon dan jongkiii
    hahhaha
    great job author..
    di tunggu next partnya

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s