Your Happiness not With Me Part 1

Tittle : Your Happiness not With Me Part 1

Cast : Choi Siwon, Kwon Yuri, All

Rating : PG 17

Genree : Merried Life, Angst, Romance

Length : Twooshoot

Author : Ekha Lee Sun Hi

Annyeong all ekha is back haha kali ini aku kembali dengan sentuhan FF yang sedikit berbeda. Biasanya aq slalu bkin MINYUL bukan tapi atas request dari dongsaeng q tersayang yang ga mau di sebutkan namanya wkwk terbitlah FF  YULWON ini ngahah sebenernya ga tega juga liat yul sama siwon, tapi aq lagi jelez liat minho sama sulli di drama baru mrka makanya saiia sangat tega membuat FF ini skarang haha, ga usah banyak komentar deh dari aku semoga semua suka ya membaca FF gaje karya q ini,, sumpah lah ini FF gaje sangat ga jelas bgd alur ceritanya dan isi ceritanya ky gmana haha

Dan jangan lupa RCL ya klw banyak yang comment akan dilanjutkan part 2 secepatnya..keke

Happy reading..

Your Happiness not With Me

Seoul at 03.30 AM

Disebuah apartemen yang bisa disebut mewah dengan tata ruang yang sangat apik dan indah, cahaya lampu yang sedikit muncul di balik sebuah kamar yang berukuran sedang, dengan keadaan kamar yang, hmmm sedikit berantakan dengan pakaian yang berceceran di beberapa area di lantai kamar itu, di sebuah kasur berukuran king size siwon memeluk mesra istrinya yuri yang menyandarkan kepalanya di dada bidangnya, siwon masih membuka matanya sementara yuri tampak memejamkan matanya dan sangat menikmati pelukan hangat dari siwon.

“sayang…”

“hmm…”

“sudah tidurkah?”

“hmmm..”

“yuri-ya..”

“ne oppa, aku ngantuk..” yuri masih tetap dengan posisinya memeluk siwon dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya yang sangat dicintainya itu.

Siwon tersenyum dan mengelus lembut rambut yuri,

“arra, miane membuatmu lelah begini” ucapnya lagi sambil mengecup puncuk kepala yuri lembut.

“gwenchana oppa, bukan salahmu, aku juga menginginkannya bukan?” yuri sedikit mengangkat kepalanya dan mengecup bibir siwon singkat.

“gumawo mrs.choi..”

“saranghae oppa..” beberapa saat kemudian keduanya larut dalam mimpi masing-masing setelah menghabiskan energi mereka untuk mengisi kebutuhan biologis mereka pada malam itu.

Morning 06.00 AM

Yuri membuka perlahan kedua matanya, cahaya matahari pagi yang mulai masuk ke dalam kamarnya membuatnya terbangun, sebetulnya matanya masih terlalu berat untuk dibuka, namun dia harus bangun. Sesaat ditatapnya siwon yang masih terlelap dalam tidurnya

“hmm, bahkan saat tidurpun wajahmu membuatku sangat tergila-gila padamu..” bisiknya pelan dan membelai lembut wajah siwon, yuri tersenyum dan mengecup singkat bibir siwon. Yuri perlahan bangkit dari kasur dan membiarkan tubuh polosnya terbuka, karna cuma ada dia dan siwon di ruangan itu.

“grebb..”

Yuri terkejut karna tiba-tiba merasakan sebuah pelukan hangat dipinggangnya,

“oppa…” bisik yuri lembut

“kau mau kemana sayang”

“hmm tentu saja mandi”

“masih jam 6 pagi belum terlambat kan untuk berangkat kerja”

“maksudmu oppa?” yuri membalikkan tubuhnya dan menatap siwon penuh selidik, sementara tangan kanan yuri menggapai selimut untuk menutupi tubuh polosnya

Siwon menatap yuri dengan senyuman penuh arti

“I still want you baby” bisik siwon yang mau tak mau membuat yuri merinding geli,

“oppa, apa belum cukup dengan semalam eoh?” yuri menatap siwon dengan senyum evil miliknya dan hanya dibalas dengan gelengan oleh siwon dan tanpa menunggu reaksi dari yuri selanjutnya siwon sudah mengecup bibir yuri lembut, mendapati posisinya yang sangat tidak bisa untuk menolak, yuri hanya menerima ciuman manis yang diberikan siwon, kedua tangannya di kalungkannya di pundak siwon dan mereka pun menikmati ciuman yang cukup menggairahkan pagi itu, cukup lama mereka melakukan ciuman itu sampai akhirnya siwon menggigit lembut bibir yuri hingga membuat yuri mendesah berat dan siwon dengan senyumannya langsung melumat bibir yuri dengan lembut.

drrrrtttttt…….

drrrttttttttt…….

drrrttttttttt……..

dengan sedikit kesulitan yuri melepaskan ciuman siwon, dadanya naik turun serasa kehilangat banyak oksigen,

“wae?” tanya siwon heran

“ponselmu oppa, siapa tahu ada panggilan penting” siwon menatap ke arah ponselnya yang masih bergetar di atas meja,

“biarkan saja” ucapnya cuek dan memeluk yuri lagi, disaat siwon akan mencium yuri lagi kembali getaran ponselnya yang cukup mengganggu itu terdengar lagi.

“aish siapa sih pagi-pagi buta mengganggu saja” omel siwon dan dengan malas berjalan ke arah meja kecil di samping kasur.

“pasti penting oppa,” jawab yuri lalu memungut lingerie tidurnya dan memakainya asal, lalu yuri merapikan rambutnya dan menguncirnya ke atas memperlihatkan leher jenjangnya yang mulus. Yuri hanya tersenyum melihat ekspressi siwon melihatnya seperti itu, memang siwon akan slalu luluh jika melihat yuri berpenampilan seksy seperti itu.

“yoboseyo…ne? arra tunggu aku setengah jam lagi”

Dengan sedikit tergesa siwon berjalan ke kamar mandi, yuri yang sudah mengerti hal yang membuat suaminya seperti itu hanya bisa tersenyum tipis

“miane chagi” bisik siwon dan mengecup bibir yuri sekilas sebelum berlalu ke kamar mandi.

Yuri menghembuskan nafas beratnya, berusaha mengumpulkan lagi semangatnya pagi itu, begitulah siwon setiap harinya, setiap mendapat telfon dari tempat kerjanya tanpa mempedulikan apapun akan langsung pergi saat itu juga, yuri sebenarnya ingin protes, namun melihat tatapan mata siwon yang memohon pengertiannya setiap saat membuat yuri bertahan, sudah 2 tahun pernikahan mereka dan dilewati dengan hal seperti itu, bukannya yuri tak bahagia, namun yang dia mau siwon slalu disampingnya kapanpun dia butuh, bukan seperti ini. Yuri menatap jam dinding dikamarnya tepat pukul 06.30 pagi, yuri berjalan malas ke dapur dan menyiapkan sarapan untuknya dan siwon walaupun mungkin siwon tak akan memakan sarapan itu, sangat jarang apalagi disaat siwon sudah tergesa-gesa seperti tadi.

Tak lama siwon keluar dari kamar dan sudah rapi dengan pakaiannya

“chagi miane, aku tak bisa sarapan dirumah” ucapnya sedikit menyesal

“gwenchana oppa hati-hati dan pulanglah secepatnya” jawab yuri dengan senyuman yang sedikit dipaksakannya.

“nanti berangkat kerja bisa sendirian kan? Aku tak bisa mengantarmu”

“ne aku bisa berangkat sendiri”

“arraso aku berangkat”

“opp…a..” panggilan yuri terhenti karna siwon sudah menghilang dari hadapannya.

Yuri hanya bisa mendesahkan nafas beratnya,

“bahkan kau lupa menciumku oppa…” desah yuri.

 

Your Happiness not With Me

Tepat pukul setengah 8 yuri sudah siap untuk berangkat ke kantornya, padahal dia sangat ingin siwon mengantarnya pagi itu, tapi siwon terlalu sibuk untuk mengantarnya, yuri juga sadar tak seharusnya dia masih bersikap manja seperti itu, siwon juga butuh waktu dengan kerjaannya.

Hari itu siwon tak juga menghubungi yuri, biasanya setiap jam makan siang siwon slalu menyempatkan makan siang bersama yuri sesibuk apapun dia, yuri hanya meutar-mutar penanya di depan meja kerjanya, sementara setumpuk laporan yang harus di kerjakannya hari ini di abaikannya begitu saja, yang ada di fikirannya cuma siwon suaminya.

“oppa, kau dimana…” desah yuri pelan dan mengotak atik ponselnya berulang-ulang

“yuri-shi, apa kau tidak makan siang?” yuri tersentak dari aktifitasnya mendapati bosnya sudah berdiri tepat di depan mejanya.

“ah, jong won-shi miane” yuri bangkit dari kursinya dan membungkukkan badannya ke arah bosnya yang bernama jong won itu,

“apa kau tidak makan siang?” tanya jong won lagi

“ah..hmm” yuri hanya menggelaengkan kepalanya, memang dia belum makan sama sekali sedari pagi.

“apa kau tidak keberatan makan siang bersamaku?” tanya jong won

“miane jongwon-shi aku masih menunggu suamiku” jawab yuri menyesal

Jong won melirik jam tangannya, “ 15 menit lagi jam makan siang akan berakhir apa suamimu benar-benar akan datang?” tanya jongwon lagi memastikan

“mollayo..” jawab yuri putus asa

“kajja, ikut denganku saja” jongwon kemuadian berjalan mendahului yuri, yuri sebenarnya sangat lapar dan sepertinya siwon memang tidak akan datang siang itu akhirnya yuri memutuskan untuk mengikuti bosnya itu.

Yuri dan jong won kembali ke kantornya setelah selesai makan siang, dan bahkan sampai detik ini pun siwon belum juga menghubunginya, yuri mencoba menghubungi siwon namun tak ada jawaban. Sepertinya siwon sangat sibuk dengan pekerjaannya.

“yuri-shi, aku minta semua laporan pentingku sudah dikirim sore ini ke bagian marketing ya, karna lusa mereka akan membaca semua proposal laporan dari perusahaan kita”

“yee??” yuri terperanjat kaget mendengar perintah dari jong won, betapa bodohnya yuri karna sedari pagi laporan penting itu belum sedikitpun di sentuhnya.

“phabo..” umpat yuri pada dirinya sendiri, kenapa tidak karna hal itu dipastikan dia akan lembur hari ini menyelesaikan laporan itu sebelum jam 5 sore.

Your Happiness not With Me

Yuri masih sibuk di depan komputernya mengetik setumpuk laporan yang sudah 80% rampung itu, tak ada lelah sedikitpun yuri masih fokus di pada layar komputernya dan memainkan jemarinya di atas keyboard tanpa henti, sesekali di regangkannya otot-otot lehernya yang terasa kaku karna hanya fokus pada layar komputer, namun sedetik kemudian yuri kembali fokus pada pekerjaannya.

“hah..akhirnya selsai” yuri mendesah panjang sambil menatap senang pada layar komputer dan tumpukan kertas yang ada disampingnya.

“choi yuri, kau benar-benar hebat” puji yuri pada dirinya sendiri

Yuri menatap layar ponselnya, yuri mulai ingat bahwa siwon masih belum menghubunginya seharian ini. Yuri merapikan berkas-berkas dimejanya setelah mengirim email ke bagian marketing, tugasnya hari ini selesai, yuri mengambil tas kecil miliknya dan berjalan meninggalkan kantor yang sudah sepi karna hanya dia saat ini yang belum pulang, sebelum pulang yuri menyempatkan mampir ke supermarket dekat aprtementnya untuk membeli beberapa bahan makanan untuk makan malam nanti.

Yuri mendapati aprtementnya masih kosong, menandakan siwon sama sekali belum pulang. Yuri mngganti pakaiannya dan menyiapkan bahan masakan di dapur, dia ingin memasak makan malam special untuk dirinya dan siwon malam ini, setelah kurang lebih 2 jam yuri menyelesaikan maskaannya malam itu dan menunggu siwon pulang. Sudah 3 jam beralalu namun siwon belum juga menampakkan batang hidungnya, yuri sedikit gelisah karna tak biasanya siwon seperti ini. Setiap dihubungi namun hanya mailbox, yuri khawatir karna siwon belum pulang sampai jam 10 malam. Yuri terus menunggu siwon sambil duduk di sofa menonton tv, karna mungkin kelelahan yuri akhirnya ketiduran di depan tv dengan makan malam yang masih tertata rapi di meja makan.

Tepat pukul 11 malam seseorang masuk ke dalam apartemen, ternyata siwon yang baru pulang. Nampak sekali wajah lelahnya sambil melonggarkan dasinya siwon berjalan ke dalam apartemen, langkahnya terhenti menatap sosok yeoja yang sangat dicintainya terlelap di depan tv dengan ponsel yang masih dalam genggaman tangannya. Siwon tersenyum sambil berjalan mendekati yuri yang masih terlelap, siwon melepaskan ponsel dari genggaman yuri.

“miane chagi, seharian ini aku tidak sempat menemanimu makan siang dan menjemputmu,” ucap siwon sambil membelai lembut rambut yuri, yuri masih terlelap tanpa menyadari elusan tangan siwon di rambutnya.

“saranghae..” bisik siwon lalu mengecup lembut kening yuri

Siwon lalu melihat ke arah dapur, dia tersenyum melihat beberapa hidangan makanan tertata rapi di meja makan.

“kau menungguku selama ini, miane chagi..” ucap siwon lagi. Siwon menatap yuri lembut, betapa tenangnya wajah yuri saat dia tertidur, siwon membelai lembut tiap inchi wajah yuri, dia sangat mencintai yeoja itu, bahkan lebih tepat menggilainya, yuri sangat berarti baginya.

Tiba-tiba yuri menggeliat dan perlahan membuka kedua matanya dan mengerjap-ngerjapkannya perlahan, siwon senyum dan menatap yuri,

“oppa..” yuri masih berusaha mengumpulkan kesadarannya dan mngusap matanya perlahan

“ne chagi..apa aku membangunkanmu?” tanya siwon lembut

Yuri menggeleng dan tersenyum

“kenapa baru pulang, apa pekerjaanmu hari ini banyak?”

“hmm ne, kenapa kau menungguku, kau bisa duluan makan yuri-ya, tak usah menungguku seperti ini” ucap siwon menyesal.

“gwenchana oppa, kau belum makan kan? Aku sengaja memasak makanan kesukaanmu ayo kita makan” ajak yuri dan dibalas oleh anggukan setuju dari siwon.

“chagi, apa kau tak menanyakan kenapa aku pulang telat dan tak bisa menghubungimu seharian ini?” tanya siwon si sela makan malam mereka

“aniya oppa, aku tau kau sangat sibuk dengan pekerjaanmu, aku mengerti kok” jawab yuri sambil tersenyum lembut.

Siwon membalas senyuman yuri, sungguh ketulusan yuri yang seperti ini yang membuatnya bertahan untuk slalu bersama yuri, siwon sangat mencintai yuri melebihi dirinya sendiri.

“gumawo chagiya…” jawab siwon sambil mengenggam erat jemari yuri

Yuri hanya tersenyum dalam anggukannya

“lanjutkan makanmu oppa, setelah ini kita tidur kau pasti sangat lelah kan seharian kerja” jawab yuri yang sudah selesai makan dan menunggu siwon menyelesaikan makannya.

“ani, aku masih ingin bersamamu” jawab siwon dengan senyuman evil miliknya

“yaaa..nappeun” omel yuri sambil menepuk pelan pundak siwon, pipinya mendadak memerah di rayu seperti itu oleh siwon.

“kau milikku malam ini mrs.choi” bisik siwon sedikit nakal dan berhasil membuat wajah yuri makin merah padam karna malu.

Your Happiness not With Me

Morning at 04.00 AM

Drtttt…

Drtttt….

Siwon terbangun mendengar getaran ponselnya, dengan sedikit kesusahan siwon menggapai ponsel miliknya

“yoboseyo, hmm mwo?” siwon sedikit mengurangi volume suaranya karna yuri yang tengah ada dipelukannya saat ini sedang tertidur lelap.

“ne, bisakah aku tahu kalian sedang dimana sekarang?” bisik siwon

“arasso, tunggu aku akan datang seepatnya”

Plipp..

Siwon mematikan ponselnya, telfon barusan sedikit membuatnya gusar dan cemas, sejenak ditatapnya yuri yang masih tertidur dipelukannya, yuri pasti akan cemas mendapati dirinya tak ada dikamar esok pagi, bagaimana ini siwon sangat bingung sekarang. Sementara telfon barusan sangat penting dan dia harus pergi malam itu juga.

“chagi miane..” bisik siwon pelan dan perlahan siwon melepaskan pelukan yuri dari tubuhnya. Siwon berusaha agar yuri tidak terbangun dari tidurnya karna dia tahu yuri cukup lelah dan butuh istirahat.

Siwon mengecup lembut kepala yuri, keningnya dan bibirnya lembut. Sebenarnya dia tak mau meninggalkan yuri malam ini namun dia harus pergi sekarang, siwon meninggalkan sebuah pesan singkat di atas secarik kertas dan meletakkannya di atas bantal disamping yuri.

Chgai-ya.. miane aku pergi tanpa pamit, aku takut membangunkanmu. Kau sepertinya sangat lelah dan butuh istirahat, aku akan kembali secepatnya setelah urusanku selesai. Saranghae yuri-ya

 

Your lovely husband

Choi siwon

Yuri tersenyum kecut setelah membaca surat dari siwon, yuri menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 7 pagi, sepenting itukah sehingga siwon sampai meninggalkannya di saat dirinya sedang tertidur lelap di malam hari.

“oppa, kapan kau akan punya waktu 24 jam untukku, aku merindukanmu” desah yuri pelan sambil memeluk kedua lututnya, ditatapnya foto pernikahannya dan siwon yang terpajang di dinding kamar mereka.

“aku akan slalu disampingmu sampai maut memisahkan kita yuri-ya”

Masih terngiang oleh yuri janji siwon disaat mereka menikah 2 tahun lalu.

“aku berharap kau pegang janjimu itu oppa” desah yuri pelan.

Your Happiness not With Me

Yuri memutuskan untuk mengunjungi orang tuanya berhubung karna hari ini dia libur. Sudah 1 bulan yuri tak mengunjungi orang tuanya karna semenjak menikah dengan siwon hubungan yuri dan kedua orang tuanya sedikit renggang karna orang tua yuri masih belum sepenuhnya merestui pernikahan yuri dengan siwon.

“kapan suamimu itu bisa memberikan keturunan untukmu dan memberikan cucu kepada kami yuri-ya, apa dia benar-benar namja terbaik untukmu” lagi-lagi yuri mendengar pernyataan itu dari mulut kedua orang tuanya.

“appa.. ini cuma butuh waktu, aku dan siwon oppa sama-sama sibuk oleh pekerjaan dan mungkin belum saatnya kami untuk memiliki anak” jawab yuri dan terus berusaha membela siwon di hadapan orang tuanya.

“sudah 2 tahun kamu menikah yuri, seharusnya kamu sudah mempunyai anak sekarang, lebih baik dari awal kau menerima saja perjodohan saat itu, mungkin sekarang appa dan eomma mu sudah menimang cucu”

“cukup appa..eomma!! aku datang kesini karna akau merindukan kalian, bukan untuk berdebat tentang siwon oppa, aku mencintainya dan aku yakin dia bisa membahagiakanku, itu janjinya disaat menikahiku dulu.” Yuri tak bisa menahan gejolak di hatinya karna kedua orang tuanya terus memojokkan siwon dihadapannya.

“kau tahu yuri-ya, keluarga kita itu keluarga terpandang, appa dan eomma muak mendengar komentar semua orang yang terus mempertanyakan tentang suamimu itu, bahkan sampai sekarang kami pun tak tahu pasti apa pekerjaannya.”

“appa…!!!” yuri tak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya, air mata sudah membanjiri kedua pipinya, nyonya kwon yang sedari tadi berada disamping suaminya juga tak sanggup berkata apa-apa.. appa yuri memang sangat keras, apa yang sudah diputuskannya tak bisa dibantah siapapun, yuri lah yang berani membantah keinginan orang tuanya untuk menjodohkannya 2 tahun lalu, yuri yang saat itu sudah berpacaran dengan siwon rela kawin lari bersama siwon, setelah 1 tahun yuri akhirnya memutuskan untuk kembali ke seoul dan menemui orang tuanya, walaupun eomma nya sudah merestui namun tidak dengan appanya, setiap yuri mengunjungi orang tuanya hal seperti inilah yang slalu di dapatkannya, pertengkaran dengan appanya.

“Yuri-ya, masuk ke kamarmu” perintah nyonya kwon disaat appanya berlalu meninggalkan mereka, yuri berjalan ke arah kamar dan diikuti oleh eommanya.

“eomma, kapan appa akan menerima kehadiran siwon oppa dalam kehidupanku, aku sangat mencintainya eomma” isak yuri di pelukan sang eomma disaat mereka sudah berada di dalam kamar.

“miane yuri-ya, eomma tidak bisa berbuat apa-apa, eomma tidak bisa membantah kemauan appamu. Mungkin dengan kehadiran seorang cucu bisa meluluhkan hati appamu, kau bisa kan sayang secepatnya memberikan eomma dan appamu cucu?” yuri mengangguk perlahan di pelukan eommanya, di dalam hati yuri berdoa agar tuhan mengabulkan doa eommanya.

“noona, kapan kau datang” tiba-tiba yuri dikagetkan oleh suara seorang namja di depan pintu

“taemin-ah” yuri berjalan ke arah namja itu dan memeluknya erat, dia adalah taemin adik kandung yuri, dari kecil yuri dan taemin sangat dekat. Bahkan saat yuri bertengkar dengan appanya dan kabur dari rumah untuk menikah dengan siwon taemin lah yang secara diam-diam mengirimkan uang dan kebutuhan untuk yuri mengingat saat itu yuri berhenti dari perusaan appanya dan belum mendapatkan pekerjaan.

“kau kemana saja noona, aku merindukanmu” yuri tersenyum melihat dongasaeng kecilnya itu

“ya, kau sudah besar kapan kau akan terus bersikap manja seperti ini huh, kau sudah mulai masuk kuliah kan tahun ini” yuri mengacak pelan rambut taemin membuat namja itu sedikit risih karna sangat tidak suka jika rambutnya di acak seperti itu.

“noona apa kau baik-baik saja, kenapa kau kurusan?” taemin menatap yuri dari atas sampai ke bawah memang yuri merasa berat badannya sedikit turun belakangan ini

“mungkin karna aku terlalu capek bekerja” jawab yuri meyakinkan namdongsaengnya itu

“kau dan suamimu baik-baik saja kan noona?” selidik taemin

“yaaa!! Taemin-ah kenapa kau jadi mirip seperti appa sekarang eoh?” jawab yuri sambil menjitak kepala taemin membuat namja itu meringis ksakitan

“appo” rengeknya sambil mengelus pelan kepalanya

Yuri hanya tertawa melihat tingkah namdongsaengnya itu, sedikit melupakan masalahnya dengan appanya barusan

“noona, apa kau bahagia hidup dengan siwon hyung” tanya taemin lagi disaat suasana sudah mulai tenang

“seperti yang kau lihat minnie, aku sangat bahagia bersamanya” jawab yuri sambil tersenyum membayangkan siwon.

“yaaa noona berhenti memanggilku minnie, aku bukan bocah kecil lagi sekarang” protes taemin, yuri hanya tersenyum sambil mencubit kedua pipi taemin

“tapi bagiku kau tetap minnie kecilku yang lucu” jawab yuri tulus

“noona, kalau kau memang tak bahagia dengan siwon hyung jangan pernah menutupinya dariku, aku ini dongsaengmu, aku tidak mau noonaku menderita”

“gwenchana, aku sudah memilih siwon sebagai pendampingku dan aku yakin dia yang terbaik untukku”

Yuri tersenyum saat meyakinkan hal itu kepada dongsaengnya, walaupun sedikit merasa sepi karna slalu ditinggal siwon mendadak tapi yuri yakin siwon sangat mencintainya.

Your Happiness not With Me

Yuri kembali ke apartementnya, awalnya taemin menawarkan untuk mengantarnya namun yuri menolak karna dia membawa mobil sendiri, yuri takut kalau siwon sudah sampai terlebih dahulu di apartement, siwon pasti khawatir karna dirinya tidak berada di apartement saat ini.

Sesampainya di aprtement yuri sedikit kaget karna pintu apartement terbuka, yuri bergegas masuk ke dalam apartementnya,

“oppa, kaukah itu?” yuri berjalan pelan memasuki aprtementnya, di dalam sana yuri mndengar suara erangan tertahan, yuri semakin penasaran dan berjalan memasuki kamarnya

“oppa!!!” yuri berteriak histeris melihat hal yang ada dihadapannya, dia menutup mulut dengan kedua tangannya dan air mata mengalir begitu saja di kedua pipinya..

 

 

—TBC—

 

Keke FF apaan sih ini sumpah gaje banged ceritanya ngelantur n ga jelas..wkkwk ga tau lah aq mikirin apa pas bkin nih FF hahah

Yah semoga suka aja yah di part ini klw bnyak yang comment di lanjut klw ga ya ga usah dilanjut, pada penasaran ga tuh yuri ngeliat apa mpe teriak gt wkwkwk

RCL ya all ni baru mulai bkin FF lagi setelah sekian lama hiatus haha

#psieewwww

26 responses

  1. omo~
    siwon oppa kau apakan my twin#lirik yuri#plakk sampai menangis..ditunggu lanjutanya..
    ah author-ssi boleh request ga ??
    bikin ff yg castnya yulsung donk.. sya yulsung shipper ..
    please..ya..ya..ya..tp ceritanya terserah author-ssi ajah..
    gomawo^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s