So Tired to Loving You 8

so-tired-to-loving-you

Title : So Tired to Loving You 8

Author : Nurul (Park Seul Ah)

Main Cast : Park Seul Ah (OC), Cho Kyuhyun ‘Super Junior’, Lee Donghae ‘Super Junior’, Kim Chan Ra (OC)

Support Cast : Super Junior, Park Neul Ra (OC)

Rating : All Ages

Genre : Sad, Rommance

Disclaim : cerita ini semuanya asli dari pikiran aku loh jadi please don’t be a plagiator ^_^

“uisa, uri appa.. bagaimana keadaannya?” tanya ahra unnie

“keadaannya sekarang kritis, beliau mengalami masa koma yang kami juga tidak bisa memprediksikan sampai kapan. Itu semua disebabkan Karena ada salah satu sel diotaknya yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Jadi sekarang ini kita hanya bisa menunggu keajaiban datang” jelas panjang lebar uisa

“ani, ania ini tak mungkin terjadi. Ini pasti mimpi!” teriak ahjjumma kemudian tiba-tiba saja badannya jatuh ke lantai

“eomma…!! Ahjjumma!!” teriak kami bersamaan

**
Saat ini aku masih berada di rumah sakit, lebih tepatnya didalam kamar pasien appa kyuhyun. Beliau terlihat sangat pucat dan lemah, jika melihat appa kyuhyun seperti itu aku jadi teringat appa.. aku tidak tahu akan seperti apa jadinya jika appa yang berada di posisinya sekarang. Kutengokan kepalaku dan melihat eomma kyuhyun sedang memegang kepalanya.

“ahjjumma, kau sudah sadar? gwenchanayo?” kuhampiri eomma kyuhyun yang berada dikursi

“ne gwenchana” ucapnya sambil tersenyum kepadaku

“ini ahjjuma diminum dulu” ku berikan segelas air putih yang berada di meja sebelahku

“gomawo, kau sendirian? kemana yang lain?” tanya nya ketika ia tidak melihat kedua anaknya

“ah ahra onnie sedang mengurus administrasi rumah sakit sedangkan kyuhyun, dia pergi keluar, aku juga tidak tahu kemana” ucapku menjelaskan
“kau sedari tadi menunggu disini?” tanyanya

“ne ahjjumma, akan sangat tidak sopan jika aku pergi begitu saja” aku tersenyum dan kemudian eomma kyuhyun memegang tanganku sambil tersenyum

“gomawo seul ah, kau begitu baik” aku hanya tersenyum mendengar ucapannya

“oh eomma, kau sudah sadar? apa yang kau rasakan?” kulihat ahra onnie berjalan kearahku dan ahjjumma

“ne, gwenchanayo jangan khawatir” kata ahjjuma menenangkan putrinya itu
aku tersenyum melihat kedekatan ahra onnie dan ahjjumma, andai saja aku dan eomma seperti itu tapi sayang eomma lebih memilih pekerjaannya daripada menemaniku selama ini. kulihat jam dinding yang ada di depanku dan disana menunjukan pukul 9 malam, pasti eomma dan appa mencariku..

“hmm… ahjjumma, eonni, kalau begitu aku pamit pulang karena sudah malam. aku takut eomma dan appa mencariku” Ucapku sopan kemudian bangkit dari duduku

“ah ne seul ah, gomawo kau sudah mau menjaga eomma dan appa sewaktu aku tidak ada” kata ahra onnie sambil tersenyum kepadaku

“sering-seringlah kesini, aku pasti akan sangat senang jika kau kemari” tambah ahjjuma, aku tersenyum. jika aku kesini mungkin kyuhyun semakin membenciku ahjjumma…

“ne, aku pamit onnie, ahjjumma. annyeong haseyo” ku bungkukan badanku kemudian pergi meninggalkan mereka

aku berjalan menuju parkiran yang berada dekat dengan taman rumah sakit, ku hembuskan nafasku berulang kali ke tanganku karena udara malam ini begtu menusuk kulitku. tetapi saat aku melewati taman, aku melihat kyuhyun sedang duduk disalah satu kursi taman.

“sedang apa dia disitu?” ucapku kepada diriku sendiri. kuberanikan diri untuk menghampiri kyuhyun, tetapi sebelum itu aku membeli secangkir kopi terlebih dulu untuk menghangatkan tubuhku. samar-samar kudengar suara kyuhyun ketika aku sudah berada dibelakangnya

“chan ra… ra-ya, kau ada dimana sekarang? kenapa kau tidak mengangkat telfonku? saat ini aku sedang membutuhkanmu, aku butuh teman… apa kau tau? aku tidak kuat melihat appa seperti itu, menderita karena penyakitnya” ucap kyuhyun parau

“kyu.. kyuhyun ssi, bolehkah aku duduk disini?” tanyaku hati-hati

“untuk apa kau kemari?” ucap kyuhyun datar ketika melihatku duduk disampingnya. kulihat wajahnya begitu kusut dan dengan mata yang memerah, aku tau dia pasti habis menangis

“sedang apa kau disini? apa dari tadi kau berada disini?” ucapku lembut

“bukan urusanmu” dengan cepat aku memegang tangannya ketika ia bangun dari posisinya dan hendak meninggalkanku

“chankkaman, aku tahu kau menderita melihat appamu saat ini” kulepaskan tanganku dan berjalan menghampirinya

“tetapi appamu pasti akan sangat sedih melihat keadaanmu saat ini, akan lebih baik jika kau menemaninya dan berdoa untuk kesembuhannya. mungkin saat ini kau berpikir aku terlalu ikut campur urusan keluargamu tetapi percayalah appamu pasti tidak ingin melihat anaknya menderita hanya karena dirinya. hmm.. dan ini untukmu ambilah, disini sangat dingin” tambahku sambil memberikan kopi yang tadi aku beli

“kau.. tidak usah menunjukan keperhatian dan kepedulianmu, aku tidak butuh” ucapnya sinis sambil menepis kopi yang aku berikan dan berlalu meninggalkanku

“selalu seperti itu. cho kyuhyun kenapa kau begitu tidak menyukaiku?” kulihat punggungnya yang semakin menjauh

*Kyuhyun POV*

aku begitu panik dan khawatir melihat keadaan appa seperti itu ditambah lagi melihat eomma pingsan. aku tidak tahu harus apa, aku bingung, aku panik, aku khawatir. dari ekor mataku aku bisa melihat seul ah sedang menunggu eomma yang pingsan dengan raut wajah yang sama denganku.

kutengokan kepalaku melihat appa yang berbaring di ranjang dengan wajah yang begitu pucat dan lemah, mataku memanas dan air mataku turun begitu saja dengan segera aku pergi meninggalkan tempat ini.

ku hempaskan tubuhku disalah satu kursi taman rumah sakit ini, ku pejamkan mataku sambil menghirup oksigen yang ada disekitarku. rasanya begitu sakit, begitu sesak melihat keadaan orang tuaku seperti itu. aku mencoba menelpon chan ra tetapi tidak ada jawaban darinya, aku terus menelfonnya tetapi hasilnya tetap sama.

udara malam ini begitu dingin tetapi aku tidak berniat untuk pergi dari taman ini, pikiranku berputar kembali saat aku hampir kehilangan nyawaku. saat itu, appa begitu sedih dan tersiksa melihatku seperti itu, dia berjanji akan melakukan apapun asalkan aku bisa sembuh, dia pun rela untuk kehilangan nyawa nya agar aku bisa hidup lagi. tetapi sekarang, kenapa appa yang terbaring dirumah sakit seperti itu? dan kenapa aku tidak bisa melakukan apapun?

“chan ra… ra-ya, kau ada dimana sekarang? kenapa kau tidak mengangkat telfonku? saat ini aku sedang membutuhkanmu, aku butuh teman… apa kau tau? aku tidak kuat melihat appa seperti itu, menderita karena penyakitnya” ucapku parau

“kyu.. kyuhyun ssi, bolehkah aku duduk disini?” kutengokan kepalaku dan kemudian aku melihat seul ah disampingku

“untuk apa kau kemari?” ucapku datar ketika melihatnya duduk disampingku

“sedang apa kau disini? apa dari tadi kau berada disini?” ucapnya. haissh kenapa dia ada disini? yang kubutuhkan sekarang adalah chan ra bukannya perempuan ini!

“bukan urusanmu” ucapku sinis dan dengan cepat aku berdiri hendak meninggalkannya tetapi tiba-tiba dia memegang tanganku, kurasakan tangan hangatnya karena ia sedari tadi memegang kopi panas ditangannya

“chankkaman, aku tahu kau menderita melihat appamu saat ini” dia melepaskan tangannya dan berjalan menghampiriku

“tetapi appamu pasti akan sangat sedih melihat keadaanmu saat ini, akan lebih baik jika kau menemaninya dan berdoa untuk kesembuhannya. mungkin saat ini kau berpikir aku terlalu ikut campur urusan keluargamu tetapi percayalah appamu pasti tidak ingin melihat anaknya menderita hanya karena dirinya. hmm.. dan ini untukmu ambilah, disini sangat dingin” aku hanya diam mendengar semua ucapannya, ya tak pungkiri dia memang benar tetapi apa peduli dia tentang aku dan keluargaku? kemudian dia menyodorkan secangkir kopi dihadapanku

“kau.. tidak usah menunjukan keperhatian dan kepedulianmu, aku tidak butuh” ucapku sinis sambil menepis kopi yang dia berikan dan berlalu begitu saja meninggalkannya. kenapa dia selalu ikut campur masalahku? dan kenapa aku selalu saja bertemu dengannya? haisssh ini membuat kepalaku pusing!

**
“yaaa kau dari mana saja hah?!” ucap noona sedikit teriak saat aku memasuki ruangan appa

“ya noona, bisa kah kau pelankan sedikit suaramu?” jawabku cuek sambil duduk disamping eomma

“haish, kau dari mana saja hah?” ucapnya lagi

“aku keluar, mencari udara segar. aku tak bisa disini dan melihat appa seperti ini” ucapku jujur

“sudahlah kyu, sebaiknya kita berdoa saja agar appamu bisa melewati masa koma nya dan bisa berkumpul bersama kita-kita lagi” eomma mengusapkan tangannya pada punggungku

“ne eomma” ucapku tertunduk

“oh iya, apa hubunganmu dengan seul ah? apa dia pacarmu?” tanya noona dengan antusias

“ya! mana mungkin dia itu pacarku, aku kan sudah memiliki chan ra dan aku sangat mencintainya” ucapku dengan lantang

“ahhhh sayang sekali, kenapa kau tidak memutuskan chan ra dan berpacaran dengan seul ah saja? dia itu sudah cantik, baik, pengertian lagi. aku pasti sangat bahagia mempunya….”

“ya ya ya!! bisakah noona diam? noona itu cerewet sekali! aku tidak akan memutuskan chan ra untuk seorang yeoja seperti seul ah. TITIK.” potongku ketika mendengar celotehan panjang noona yang menyebalkan

“aisssh yasudah, aku hanya mengatakan pendapatku saja. aku akan lebih bahagia jika kau bersama seul ah dari pada chan ra. iya tidak eomma?” ucap noona sambil menekankan setiap perkataannya

“ne, eomma rasa noona mu benar” MWO? ya! apa-apaan ini!

“MWOYA! aku hanya mencintai chan ra tidak ada yang lain” kataku dengan cepat

“tetapi selama ini apa kau tidak merasa bahwa chan ra hanya mencintai dirimu saja, tidak mencintai keluargamu juga? selama ini dia tidak pernah ada waktu dengan keluargamu” ucap ahra noona dengan serius

“ya cukup! hentikan noona! kenapa kau bisa berkata eperti itu? chan ra selama ini tidak pernah bisa saat eomma ataupun kau mengajaknya makan atau yang lainnya itu karena dia memang tidak bisa bukannya karena tidak mau. Dan ingat, jangan pernah mengatakan hal yang tidak-tidak tentang aku dan seul ah karena aku dan dia tidak ada apa-apa dan tidak akan ada apa-apa antara kita berdua. arraseo?!” ucapku dengan kesal dan segera kulangkahkan kakiku keluar. kesabaranku sudah habis, mendengar noona berburuk sangka terhadap chan ra dan mendengar hal yang membuat aku muak! berpacaran dengan seul ah? tidak mungkin!

“ya ada apa dengannya? kenapa begitu emosi?” “sudahlah, kau juga sih” ucap eomma

“tapi kan aku benar, seul ah lebih baik dari pada chan ra” samar-samar masih kudengar ucapan eomma dan noona. haisssh perempuan itu!

*Seul Ah POV*

kuhempaskan tubuhku pada kasur kesayanganku ini, haaah hari ini kenapa begitu melelahkan? pikiranku melayang mengingat kejadian yang tadi aku alami. ketika melihat kyuhyun yang begitu panik saat mengetahui appanya masuk rumah sakit, ketika melihat appa kyuhyun yang begitu pucat dan lemah, aku masih berpikir jika appa yang ada diposisi ajjushi saat ini apa yang bisa aku lakukan? aku pasti akan sangat sedih, sekarang saja hubunganku dengan appa dan eomma belum membaik, aku rindu eomma dan appa… aku ingin seperti dulu lagi bermanja-manja dengan mereka, bukan seperti ini, seperti orang asing.

ah apa kyuhyun sangat sedih mengingat apa yang terjadi pada appanya saat ini? ya dia pasti sangat bingung dan sedih. tuhaaan… tolong cepat sembuhkan appa kyuhyun dan berikan kekuatan kepada kyuhyun dan keluarganya.

kyuhyun.. cho kyuhyun.. tiba-tiba saja pikiranku melayang saat kyuhyun menepis kopi yang kuberikan padanya. kenapa dia begitu tak menyukaiku? apa aku pernah berbuat salah padanya?

aku mengusap air mataku ketika merasakan sesuatu yang bergetar didalam tasku, ku ambil handphone ku dan benar saja disana ada 10 panggilan tak terjawab dan 5 pesan yang belum kubaca. sebagian besar itu semua dari neul ra dan eomma yang menanyakan keberadaanku tetapi mataku terhenti saat aku melihat pesan yang baru saja kuterima dengan nomor yang tak kuketahui siapa pemiliknya

‘annyeong, apa ini park seul ah? kau sedang dimana saat ini? apa kau ada masalah? apa kau sudah pulang?’

“siapa ini? tidak ada kontaknya di handphoneku” ucapku

‘ne, aku park seul ah. aku sedang berada dikamar, ini siapa?’ segera ku tekan tombol kirim di handphoneku, baru beberapa menit aku mengirimkan sms tiba-tiba si pemilik nomor itu meneleponku dengan penasaran ku jawab panggilan itu

“yeoboseyo” ucapku pelan

“yeoboseyo, seul ah ssi?” ucapnya

“ne, nuguseyo?” tanyaku penasaran

“ah naneun donghae, lee donghae” mataku membulat mendengar jawabannya

“ne? donghae ss.. ah donghae oppa?”

“yap, benar sekarang kau berada dikamar? setelah mengantarku kau pergi kemana sampai selarut ini?” tanyanya beruntutan, apa dia belum tahu jika appa kyuhyun masuk rumah sakit?

“ah tadi aku tidak sengaja bertemu kyuhyun ssi dan mengantarnya ke rumah sakit, appanya masuk rumah sakit”

“ne? masuk rumah sakit?! kenapa dia tidak memberitahu kami semua?”
kugelengkan kepalaku mendengar ucapannya. ya babo! donghae pasti tidak tahu jika kau menggelengkan kepalamu

“aku tidak tahu oppa” ucapku akhirnya

“ah yasudah, hmm… apa besok kau ada acara? apa kau bisa mengantarkanku ke rumah sakit?”

“besok? ne aku bisa oppa” “ah baguslah, kalau begitu aku tutup dulu telfon nya. jaljayo”

“ah oppa…” yah dia sudah menutup telfonnya padahal aku ingin bertanya, darimana ia tahu nomorku? ah yasudahlah nanti besok saja ku tanyakan. tanpa kusadari kedua sudut bibirku tertarik keatas membentuk senyuman kemudian aku pejamkan mataku. lee donghae…

25 responses

  1. huaa….sumpah deh thor aq nunggu2 nih ff dr bln juli y klw g slh,,,searching mlu yg ke 8,kpn kluarnya ampe bangkotan x,,nihil mlu…akhirnya kluar jg. Cpt dunk di trusin dah g sbr nih….hiks”
    Ada stu pertanyaan sbnrnya,,knp c kyuhyun bnci bgt ma seul ah???? So weird! Donghae oppa sdh mulai sk nih dgn seul ah… Satu pesanqu buat ni author,,salam kenal&lanjutkan ffnya yg panjaaaaaaaaaannnnnggg y biar g tanggung..hehe gomawo chingu ^_^

  2. Terakhir part 7 di bln july,dan untung nya semalem buka laptop ada ff ini,pas dicari ternyataa udah ada lg ckck makin penasaran lanjutan nya,aaa bayangin muka hae jd senyum2 jg thor wkwk

  3. Dan saya lupa dmna terakhir kli komen nih ff, yg d post d berbagai blog wp

    Ini kependekan thor, trus si Kyu’a itu lho ngeselin bget…

    Utk part slnjt’a tlong d perpanjang lg thor…

  4. Oh tuhan..kenapa ini lama sekali publish-nya
    aku bolak-balik cari lanjutan ff nie, tetep aja gx ada..
    Chingu, ini keren..
    Makasih udah publish,
    q tau, buat publish cerita seperti ini emang susah..susah waktu, kadang juga susah ide, ngadad d tengah jalan..
    Maka-nya,,jeongmal gomawo
    semangat^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s