So Tired to Loving You 9

Title : So Tired to Loving You 9

Author : Nurul (Park Seul Ah)

Main Cast : Park Seul Ah (OC), Cho Kyuhyun ‘Super Junior’, Lee Donghae ‘Super Junior’, Kim Chan Ra (OC)

Support Cast : Super Junior, Park Neul Ra (OC)

Rating : All Ages

Genre : Sad, Rommance

Disclaim : cerita ini semuanya asli dari pikiran aku loh jadi please don’t be a plagiator ^_^


**
“yeoboseyo” dengan malas ku angkat telfon yang sedari tadi membuat telingaku risih

“ya! PARK SEUL AH! kau ada dimana sekarang?!” kujauhkan handphone dari telingaku. ya! apa dia ingin membuat telingaku tuli?

“ya ya ya! bisa tidak kau berbicara dengan lembut hah?! tak usah berteriak seperti itu?!” teriakku tak kalah keras, kulihat semua orang melihat kearahku. aissshh aku jadi malu sendiri

“hehehe ne ne ne, sekarang kau dimana?” tanyanya sedikit menurunkan volumenya

“aku di kantin, kau… ya! tidak sopan, seenaknya saja langsung mematikan telfon” umpatku kesal, aku langsung meminum minuman dihadapanku

“kemarin kau kemana hah?! apa yang kau lakukan?!” teriak seseorang yang membuatku tersedak

“haisssh Park Neul Ra, bisa kah kau sedetik saja tidak berteriak dan mengagetkanku seperti itu?” aku meliriknya sinis

“habisnya kau membuatku pusing, kemaren kau kemana?” ucapnya yang sedikit halus, dia melewatiku dan duduk dihadapanku

“ah aku? aku mengantarkan donghae oppa ke dorm setelah itu ke rumah sakit” jawabku santai

“donghae oppa? wooh kau sudah akrab rupanya dengan donghae” ucapnya mengejekku

“ya kau itu apa-apan sih, kau sendiri dengan eunhyuk bagaimana? kemaren kau meninggalkanku begitu saja dan malah berduaan dengan monyet itu” balasku tak mau kalah

“hehehe mianhae, habisnya seorang lee hyukjae mengajakku pulang bersama, ya aku tidak bisa menolaknya” jawabya sambil tersenyum lebar tetapi senyum itu tiba-tiba hilang

“tadi kau bilang rumah sakit?!! ya! siapa yang sakit memangnya?” haisssh baru saja aku katakan untuk tidak berteriak -__-

“pelankan suaramu!” kupukul kepalanya dengan bukuku

“aissh appo seul ah, jadi siapa yang sakit?” tanya nya lagi

“appa nya kyuhyun” dia terus melihatku meminta penjelasan

“sewaktu pulang mengantar donghae oppa, aku tidak sengaja bertemu kyuhyun dan…” aku menjelaskan panjang lebar kejadian kemaren pada neul ra

“lalu bagaimana keadaan appa kyuhyun?” “aku tidak tahu tapi nanti donghae oppa memintaku untuk mengantarnya ke rumah sakit”

“woooaaah donghae oppa memintamu mengantarkannya?” aku mengangguk

“jangan-jangan dia menyukaimu” kupukul kepalanya lagi dengan bukuku tapi dia menangkisnya. menyebalkan -_-

“jangan berkata sembarangan, mana mungkin dia menyukaiku. dia hanya memintaku mengantarkannya saja” ucapku menyangkal

“ya bisa saja, siapa yang tahu” aku menggelengkan kepalaku mendengar ucapannya. ada-ada saja ckckck

**
Aku rapatkan mantel yang ku kenakan pada tubuhku yang kedinginan, ya memang sekarang adalah akhir musim gugur yang berarti sebentar lagi akan menuju musim dingin, pantas jika udaranya begitu tidak bersahabat. Apalagi saat ini, aku sedang berada di taman yang terletak didepan kampusku. Jika kalian bertanya sedang apa aku berada disini dengan udara yang begitu dingin? jawabannya yaitu menunggu seseorang. siapa orang itu? ya siapa lagi jika bukan donghae oppa -_-

“haiiissh dimana donghae oppa? lama-lama badanku bisa membeku jika terus berada disini” pekikku kesal sambil mengayun-ayunkan kakiku tidak jelas

ketika aku memutuskan untuk pergi dari tempat ini, tiba-tiba kudengar suara klakson mobil, segera kutengokan kepalaku dan kulihat sebuah mobil audi hitam berhenti disampingku. kuamati mobil itu mencari tahu siapa pemiliknya tetapi tiba-tiba si pemilik mobil itu menurunkan kacanya dan tersenyum kepadaku

“oh donghae oppa, annyeong haseyo” segera kubungkukkan badanku tanda kesopananku

“ayo masuk” ucapnya dengan senyuman yang manis

“eo annyeong haseyo” ucapku kaget ketika membuka pintu mobil

“annyeong seul ah ssi” kata eunhyuk yang berada didalam mobil sambil tersenyum

“ah seul ah ssi.. disini sangat sempit, bagaimana jika kau duduk didepan saja, disebelah donghae?” ucap shindong oppa sambil menekankan kata ‘donghae’

“ne betul sekali itu hyung! akan lebih pas dan serasi jika kau duduk di samping donghae” tambah eunhyuk sambil melirik donghae dengan senyum jahil

“ne?” ucapku tak mengerti

“ehem… e.. eo.. seul ah cepatlah kau masuk, diluar sangat dingin” ucap donghae oppa sambil menggaruk tengkuknya

“ah ne oppa” segera aku masuk kedalam mobil dan duduk disamping donghae oppa

“mianhaeyo sudah membuatmu menunggu lama” ucap donghae oppa dengan tampang bersalah

“ah aniyo, gwenchana oppa” jawabku sambil tersenyum

Disepanjang perjalanan ke rumah sakit, eunhyuk dan shindong memintaku memanggil mereka dengan sebutan oppa karena mereka bilang itu terlihat dan terdengar lebih akrab. Dan apa kalian tahu, shindong oppa itu sangat lucu, dia selalu membuatku tertawa dengan kekonyolannya bersama eunhyuk oppa.

ah satu lagi dan yang satu ini membuatku sangaaaaaaat malu karena mereka berdua selalu berkata bahwa aku dan donghae oppa sangat serasi jika duduk berdampingan seperti sekarang dan itu sukses membuatku dan donghae oppa kikuk sendiri.

“gomawo oppa” kataku ketika donghae oppa membukakan pintu mobil

“liatlah itu hyuk, baru saja kita berkata mereka serasi dan sekarang kelakuan mereka seperti sepasang kekasih saja. membuatku iri” ucap shindong oppa yang sukses membuat pipiku merona sedangkan yang diajak bicara sudah tersenyum lebar seraya mengejek

“ya hyung, jangan begitu” kata donghae oppa dengan wajah yang memerah. eh tunggu, memerah? ya seul ah jangan berpikir yang tidak-tidak. itu tak mungkin

” shindong oppa, sudahlah. aku dan donghae oppa hanya sekedar dongsaeng dan oppanya saja tidak lebih, benarkan oppa?” ucapku meminta dukungan donghae oppa

“ah ne, yasudah ayo kita masuk” kuanggukan kepalaku mendengar perkataannya

“yaaah sepertinya ada yang patah hati hyung” pekik eunhyuk oppa dibelakangku dan donghae oppa yang sukses membuatku tersenyum

“sudah tidak usah didengar, mereka memang seperti itu” ucap donghae oppa ketika melihatku tersenyum

**
sekarang aku dan oppadeul sedang berjalan mendekati kamar pasien appa kyuhyun tapi kenapa jantungku jadi berdebar seperti ini? apa karena aku ingin bertemu kyuhyun? apa kyuhyun ada didalam? ah jantungku kenapa sulit sekali diajak kompromi

“seul ah, park seul ah ayo masuk” ucap donghae menyadarkanku, sempat-sempatnya aku melamun seperti itu. aku berpikir sejenak, apakah kyuhyun menerima kehadiranku disini? dia pasti tidak menginginkan kehadiranku disini

“ania donghae oppa, kalian saja yang masuk. aku langsung pulang saja” segera kubalikan tubuhku membelakanginya

“ya kau ini ingin kemana? sudah ayo masuk” ucap donghae oppa dan langsung menarikku kedalam

“annyeong ahjjumma” ucap oppadeul ketika masuk kedalam dan yang disapa langsung memeluk hangat mereka

“annyeong haseyo” ucapku yang membuat ahjjumma melihat kearahku

“ah seul ah, apa kabar?” beliau langsung tersenyum dan memelukku

“baik, ahjjumma sendiri apa sudah lebih baik?” tanyaku

“memang ahjjumma kenapa?” ucap shindong oppa

“ah ayo duduk dulu” eomma kyuhyun menarikku dan oppadeul

“ahjjumma, memang kau kenapa? apakah kau sakit?” tanya donghae oppa saat kami semua sudah duduk

“ah gwenchana, kemaren aku panik melihat keadaan suamiku lalu pingsan dan seul ah menemaniku sampai aku sadar. gomawo seul ah” eomma kyuhyun menatapku sambil tersenyum

“ah ania ahjjumma, itu bukan apa-apa” balasku

oppadeul dan eomma kyuhyun kemudian membicarakan tentang kesehatan appa kyuhyun sementara itu mataku melihat sekeliling ruangan ini mencari seseorang

“ah ahjjumma kemana kyuhyun? kenapa dia tidak ada disini?” bingo! pertanyaan hyuk oppa seakan-akan tahu apa yang sedang aku lakukan sekarang

“tadi dia keluar, katanya ingin me…” ucapan ahjjumma terpotong karena mendengar suara seseorang

“eomma-ya” kutengokan kepalaku dan disaat itu juga aku melihat kyuhyun dengan perempuan disampingnya

“ini chan ra eomma” ucapnya sambil menarik chan ra mendekat

“annyeong haseyo ahjjumma” kulihat chan ra membungkukan badannya. ah dia belum mengetahui keberadaanku disini sepertinya

“ah ne silahkan duduk” ucap ahjjumma dengan datar. kenapa ahjjumma bersikap seperti itu dengan chan ra?

“eh seul ah-ya? kau disini?” aku tersenyum ketika chan ra memanggilku, rupanya dia sudah sadar jika aku ada disini

“kalian saling mengenal?” tanya ahjjumma

“tentu saja, seul ah itu temanku di kampus ahjjumma” kata chan ra sambil menunjukan senyumannya itu

“oh jeongmal? wah dunia sangat sempit rupanya dan kau pasti sangat beruntung mempunyai teman seperti seul ah. dia itu sangat cantik dan baik” jawab ahjjuma, aku tersenyum malu mendengarnya sedangkan chan ra? dia hanya tersenyum seadanya

“kenapa dia ada disini eomma?” tanya kyuhyun ketus yang sukses membuatku tertunduk

“aku yang mengajaknya” kulirik donghae oppa yang berada disampingku

“oh rupanya kau hyung yang mengajaknya, waeyo?” tanyanya lagi. oh tuhan cukup, dia benar tidak senang jika aku berada disini

“tidak ada alasan, aku hanya ingin mengajaknya. apakah kau keberatan?” jawab donghae oppa dengan tenang

“ah sudahlah, kenapa jadi tegang begini. kau juga kyu, memang ada masalah jika seul ah kesini? eomma sangat senang jika dia kemari malahan lebih baik kau ajak dia sering-sering kemari daripada mengajak orang lain” ucapnya melirik chan ra sambil menekankan kata ‘orang lain’

“eomma, kau itu… kenapa kau berkata seperti itu?” tanya kyuhyun

“waeyo? apa ada yang salah? eomma hanya mengatakan yang sebenarnya, daripada kau mengajak orang lain yang aku sendiri tidak tahu dan tidak kenal ya lebih baik kau ajak seul ah saja karena eomma cocok dan senang jika dengan dia” ucap eomma kyuhyun yang sukses membuatku dan yang lain membulatkan mata. Kulirik chan ra yang ada dihadapanku, dia menunduk dengan tangan yang sedang meremas rok yang dipakainya

“eomma! hentikan! apa yang kau lakukan?” ucap kyuhyun geram

“ah kyuhyun-ah, aku pulang saja. annyeong” kata chan ra kemudian ia segera berlari keluar ruangan

“sungguh tidak sopan” ucap eomma kyuhyun

“ya chan ra ya! aisssh eomma sungguh keterlaluan!” kulihat kyuhyun berlari mengejar chan ra

kepalaku pusing, sungguh. kenapa semuanya jadi seperti ini? kenapa selalu ada masalah jika ada aku? apa benar aku ini pembawa sial seperti yang dikatakan kyuhyun? jika seperti ini keadaannya, kyuhyun pasti semakin membenciku. kutundukan kepalaku tetapi pada saat yang bersamaan juga ada sebuah tangan yang menggenggam tanganku, kulihat siapa pemilik tangan itu. Donghae oppa, ia menatapku dan semakin mengeratkan genggamannya pada tanganku.

“ahjjumma, kalau begitu aku dan seul ah ijin pulang” ucap donghae oppa

“waeyo? ah maaf kalian harus menyaksikan kejadian tak menyenangkan seperti tadi, hanya saja aku tidak suka dengan perempuan itu” eomma kyuhyun menatapku

“ah aniyo ahjjumma, bukan itu aku dan seul ah ada masalah yang harus diselesaikan” jawab donghae oppa

“masalah? memang masalah apa?” tanya eunhyuk oppa dan pertanyaan eunhyuk oppa itu hanya dibalas dengan tatapan saja oleh donghae oppa

“ah arasseoyo, yasudah kalian berdua pergilah biar aku dan shindong hyung disini menemani ahjjumma” ucap eunhyuk oppa mengerti apa arti tatapan temannya itu

“ne kami ingin bercerita banyak bersama ahjjumma” tambah donghae oppa

“ah yasudah cepatlah kalian pergi, agar cepat selesai masalahnya” ucap eomma kyuhyun padaku dan donghae oppa

“ne, annyeong haseyo” aku dan donghae oppa membungkukkan badan kemudian meninggalkan ahjjumma dan oppadeul

**
“seul ah, kau dari tadi diam saja, waeyo?” kulirik donghae oppa yang sedang mengemudi

“aniyo oppa, aku sedang memikirkan tugas-tugasku di kampus” jawabku berbohong

“tak usah berbohong, kau sangat tidak pandai akan hal itu”

“a-aniyo oppa aku tidak berbohong, kenapa kita kesini oppa?” kulihat sekelilingku, ternyata donghae oppa membawaku ke sunghai han. Bukannya menjawab, donghae oppa malah keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untukku

“kajja, kau temani aku jalan-jalan tidak apa kan?” ucap donghae oppa sambil mengulurkan tangannya dihadapanku

“ne oppa” aku tersenyum dan kemudian meraih tangannya

“tempat ini merupakan salah satu tempat favoritku, jika ada masalah aku selalu kesini” tutur donghae oppa ketika kami sedang berjalan menelusuri sungai han

“jinjjayo? disini juga tempat favoritku!” ucapku senang

“ah ternyata kita mempunyai tempat favorit yang sama hahaha” aku tersenyum melihatnya tertawa. sungguh manis

“oppa ayo kita duduk disitu” aku menarik tangan donghae oppa, entah mengapa aku selalu nyaman dan aman jika berada dekat donghae oppa

“seul ah”

“ne oppa?”

“jika kau ada masalah, bisakah kau bercerita padaku? kau bisa menguhubungiku dan aku akan datang membantumu” ucap donghae oppa tiba-tiba

“ne? jangan bercanda oppa, kau itu seorang artis terkenal mana mungkin aku menyita waktumu hanya untuk mendengarkan keluh kesahku” jawabku dengan wajah yang tak percaya

“aku serius, entah kenapa sejak aku bertemu denganmu, aku merasa mempunyai teman baru dan aku nyaman berada di dekatmu. apa kau mau melaksanakan permintaanku?” kukerjapkan mataku mendengar ucapannya

“ah geurae, aku mau oppa. gomawoyo oppa kau sangat baik padaku” ucapku sambil tersenyum manis kemudian donghae oppa mengacak-acak rambutku

“ya oppa! rambutku nanti berantakan” dia hanya tertawa sambil terus mengerjaiku
kenapa donghae oppa selalu bisa menenangkan hatiku dan membuatku melupakan semua masalah yang aku alami. aku berharap hatiku bisa berubah, aku harap donghae oppa bisa mengantikan posisi kyuhyun yang sudah lama merebut secara paksa hati ini…

**
kenapa cepat sekali aku sampai di rumah? sebenarnya aku sangat tidak ingin pulang ke rumah. Dulu mungkin rumah adalah tempat favoritku selain sungai han, wae? karena di tempat tersebut aku bisa mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang-orang yang kucintai. tetapi sekarang, kami bahkan seperti orang yang tidak mengenal satu sama lain. aku ingin kehidupan keluargaku kembali seperti semula, tidak seperti ini. aku merasa sangat jauh dengan mereka, kedua orang tuaku…

“seul ah..” kuhentikan langkahku mendengar panggilan itu

“kemari sebentar nak, appa dan eomma ingin berbicara sesuatu kepadamu” kuhampiri mereka dan duduk di hadapannya

“appa dan eomma akan pergi ke paris” aku tersenyum kecut mendengar perkataan appa, sudah kuduga pasti mereka akan meninggalkanku lagi

“kau ingin kemana?” tanya eomma ketika melihat aku berdiri

“tidur”

“ya seul ah! jaga kelakuanmu, appa belum selesai bicara” ucap appa dengan wajah yang memerah mungkin menahan amarahnya melihat sikapku. aku tak peduli

“wae? wae?! apa lagi yang akan kalian sampaikan padaku? aku sudah mendengar jika kalian akan pergi ke paris lalu apa lagi? aku sudah sangat hafal dan paham, jika kalian ingin pergi ya silahkan aku tidaa..”

“kami ingin kau ikut” potong appa

“shireo! aku tidak akan pergi” tolakku cepat

“kau selalu berkata bahwa kami selalu mementingkan pekerjaan dari pada anak kami sendiri, dan sekarang appa ingin kau ikut dengan kami ke paris. kita hidup disana, kita bisa mengulang semuanya dari awal untuk menggantikan masa-masa yang sudah kami sia-siakan demi pekerjaan kami” ku hirup udara disekitarku dan menghembuskannya kasar

“kalian tidak mengerti! aku tidak mau dan tidak akan pergi dari sini! apa kalian tau, aku sudah memiliki banyak teman yang sayang kepadaku disini. selama ini, jika kalian tidak ada mereka yang selalu menghiburku, mereka yang menemaniku jika aku kesepian dan sekarang dengan seenaknya kalian memintaku untuk pergi ke paris bersama kalian?! kenapa bukan kalian saja yang tinggal disini selamanya?! kenapa harus aku yang pergi dan meninggalkan semuanya disini?!! ahh.. kalian pasti tidak akan rela jika meninggalkan pekerjaan kalian bukan?!! apa yang ada di pikiran kalian hanya kerja, kerja, dan kerja saja? bagaimana dengan kebahagiaanku?!! selama ini kalian dengan sangat egois meninggalkanku sendiri atau…” aku pejamkan mata ini sambil menghirup banyak oksigen disekitarku. kenapa begitu sesak?

“apa mungkin aku bukan anak kalian?!” setelah kalimat itu berakhir, aku merasakan sakit di pipiku. ya, appa menamparku. ku pejamkan mataku kemudian menatap mereka. kulihat appa memandangku dengan tatapan bersalahnya sedangkan eomma dia hanya menangis melihatku dan appa

“sudah cukup? apa sudah puas kalian menyiksaku seperti ini?!” segera ku berlari keluar meninggalkan mereka, kudengar eomma berteriak memanggilku tetapi aku tak peduli aku terus saja berlari dan membiarkan air mata ini mengalir dengan deras. kuhentikan langkahku begitu kulihat sebuah taman, aku duduk di salah satu kursi taman dan menangis.

“AAAA!!!! mengapa kau tidak pernah membiarkanku bahagia walaupun sedetik saja?! wae?!! aku lelah dengan semua ini!” ku letakan kedua tanganku di wajahku untuk meredam suara tangisku

“haisssh suara tangismu itu sungguh mengganggu..” dengan perlahan kutengokan wajahku

“nugu?” ucapku bergetar, ku kerjapkan mataku dan menajamkan pandanganku yang kabur karena air mata ini agar bisa mengetahui siapa pemilik suara itu

29 responses

  1. Sebenarnya apa yang membuat Kyuhyun benci dengan Seul ah. Hingga, setiap dia ketemu ama Seul ah selalu bersikap dingin.
    Kasihan Seul ah, dia pasti sangat menderita.

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s