Oppa is Mine ( Part 8 )

Untitled-1 copy

Author             :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Friendship, Family

Rated              :   PG-17

Main Cast      :

–         Sunny ‘SNSD’ as Lee Sunny

–         Song Joong Ki as Song Joong Ki

–         Kyuhyun ‘Super Junior’  as Cho Kyuhyun

–         Yoona ‘SNSD’ as Im Yoona

–         Joon ‘MBLAQ’ as Lee Joon

–         Jooyeon ‘After School’ as Lee Jooyeon

__________________________

Saat perjalanan pulang, Sunny lebih banyak terdiam. Tanpa disadari, Kyuhyun terus mencuri pandang pada Sunny. Entah apa yang dipikirkan Sunny saat itu, yang jelas Kyuhyun sangat mengkhawatirkan dirinya.

“ Kyu?” Sunny memecah keheningan diantara mereka.

“ hmm?”

“ Aku akan menjawabnya sekarang.” Lanjut Sunny

Kyuhyun terkejut mendengar ucapan Sunny. “ Kau tidak perlu terburu-buru untuk menjawabnya. Aku ingin kau memikirkannya baik-baik.”

Lalu, mereka berdua kembali terdiam.

“ Maafkan aku, Kyu. Aku benar-benar minta maaf. Seharusnya aku memberitahukan masalah ini padamu sejak awal.” Tanpa sadar, Sunny meremas-remas kedua tangannya. Dia terlihat takut..

Takut menyakiti hati Kyuhyun…

Kyuhyun menepikan mobilnya di bahu jalan. Kyuhyun mulai menatap Sunny.

“ Apa maksudmu? Apa kau ada masalah?” Kyuhyun terlihat menuntut jawaban dari Sunny.

“ Aku sudah menikah, Kyu.” Dengan mengerahkan seluruh keberaniannya, Sunny balas menatap Kyuhyun.

“ Apa?” Kyuhyun membulatkan kedua matanya.

“ A-aku.. Aku sudah menikah.”

Kyuhyun menarik nafas panjang, “ Jangan bercanda. Ini sama sekali tidak lucu.” Kyuhyun tertawa sinis.

“ Aku tidak bercanda, Kyu! Kali ini aku serius.”

Kyuhyun menatap ke dalam mata Sunny. Tidak ada kebohongan disana. Khuhyun yang menyadarinya, hanya bisa mengalihkan pandangannya dari Sunny.

Kyuhyun menghentikan mobilnya tepat di depan pintu gerbang rumah Sunny.

Tak lama Sunny mulai berjalan keluar.

“ Sunny!”

Kyuhyun mengelus-ngelus tengkuknya, dan dengan ragu memulai pembicaraan. “ Apa kau serius dengan apa yang kau katakan tadi?” Kyuhyun begitu berharap kalau apa yang di katakan Sunny beberapa menit yang lalu, hanyalah sebuah kebohongan.

Sunny mengangguk, “ Maafkan aku, Kyu. Aku benar-benar menyesal.” Untuk kesekian kalinya Sunny meminta maaf.

“ Kalau begitu aku pulang dulu.” Sunny kembali melihat wajah dingin Kyuhyun.

Kyuhyun berbalik dan pergi meninggalkan Sunny.

Sebelum masuk kedalam mobil, Kyuhyun kembali berbicara. “ Kau berhutang penjelasan padaku.” Belum sempat Sunny menjawab, Kyuhyun sudah menutup pintu mobilnya dan mulai menghidupkan mesin.

Beberapa saat kemudian mobil Kyuhyun melaju kencang, menjauhi Sunny yang mematung melihat kepergiannya.

Sunny mulai berjalan memasuki halaman rumah. Dia terlihat sangat murung, dan tidak bersemangat. Sesekali Sunny, menendang-nendang batu kerikil yang menghalangi jalannya.

Hari yang benar-benar melelahkan, pikir Sunny.

“ Dari mana saja kau?” tanya Joongki mengagetkan Sunny.

Sunny melihat Joongki sedang duduk dibangku taman sambil menatapnya tajam. Kemudian Sunny kembali melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan pertanyaan Joongki.

Joongki bangkit dari duduknya, “ Ya! Aku tanya, dari mana saja kau?!” Dia mulai meninggikan suaranya.

Sunny balas menatap Joongki tajam, “ Apa kau perlu tahu?!” Lanjutnya

Joongki segera berlari mengejar Sunny, dan menahannya. “ Ada apa denganmu? Kenapa kau bersikap dingin seperti ini padaku? Apa karena kejadian tadi siang? Kalau iya, kau salah sangka. ” Joongki menggenggam erat lengan Sunny.

“ Salah sangka? Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! Kau masih mau bilang itu salah sangka?!” Suara Sunny bergetar hebat, air mata kembali membendung.

Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Mencari tahu apa yang dirasakan oleh keduanya saat ini.

Makin lama, genggaman tangan Joongki semakin kuat. Dan Sunny mulai merasa sakit di pergelangan tangannya.

“ Lepaskan aku! Kau menyakitiku.” Sunny meringis kesakitan dan berusaha untuk melepaskan tangannya.

Joongki langsung melepaskan tangan Sunny, “ Maafkan aku~” dia terlihat begitu menyesal.

Lalu Sunny masuk kedalam rumah, dan mengunci diri dikamar.

__________________________

Hari mulai menjelang siang. Joon sedang bermalas-malasan di ruang keluarga sambil menonton televisi.

Ting~ tong~ Ting~ tong~

Seseorang membunyikan bel rumah. Tak lama pelayan Han berjalan menuju arah pintu depan, untuk membukakan pintu.

“ Nona, sedang apa nona disini? Kenapa nona membawa koper?” tanya pelayan Han pada gadis mungil yang berdiri dihadapannya.

Joon langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk. Disana, dia melihat adik kesayangannya berjalan masuk kedalam rumah dengan membawa koper besar ditangannya.

Joon segera menghentikan langkah adiknya itu, ketika Sunny berjalan melewatinya..

“ Ya! Sedang apa kau disini?” Joon menghampiri Sunny yang berhenti tepat di depan tangga.

Sunny mendengus kesal, “ Aku akan menginap beberapa hari disini? Apa kau keberatan? Tentu, tidak bukan.” Sunny kembali membawa kopernya berjalan menaiki tangga, tanpa menghiraukan reaksi yang diberikan Joon.

Joon hanya menatap adiknya heran.

“ Apa apa dengannya?” Joon bertanya pada pelayan Han yang berdiri tepat disampingnya. Pelayan Han hanya menggelengkan kepalanya.

_______________________

Setelah mendapat telepon dari Joon, Joongki langsung bergegas menuju ke rumah keluarga Lee.

Saat memasuki halaman rumah, Joongki melihat Joon berdiri didepan pintu rumah.

“ Dimana Sunny?” Tanya Joongki khawatir.

“ Dia sedang tidur dikamarnya.” Joongki terlihat lega mendengarnya.

“ Lebih baik kita bicara di taman belakang saja.” Lanjut Joon sambil berjalan menuju taman, dan Joongki megikutinya dibelakang.

“ Jadi, apa kalian bertengkar?” Joon bertanya pada topik permasalahan.

“ Dia salah paham padaku.”

“ Salah paham?”

“ Begini ceritanya..”

Joongki menceritakan semuanya pada Joon. Di mulai dari kembalinya Jooyeon, hingga berakhir pada pertengkarannya dengan Sunny kemarin malam.

Joon benar-benar di buat bingung, itulah sebabnya dia hanya mendengarkan cerita Joongki tanpa merespon apapun.

Hampir dua jam mereka berdua duduk ditaman. Dan akhirnya Joongki menyelesaikan kisahnya yang begitu panjang.

“ Aku mengerti sekarang.” Akhirnya Joon mengerti topik permasalahanya.

Joongki tertunduk lemas. Dia tidak tahu harus berbuat apa, agar Sunny mau mendengarkan penjelasannya..

“ Kau jangan menyerah seperti itu. Aku yakin, kalian pasti akan baik-baik saja.” Joon menepuk-nepuk pundak Joongki memberi semangat.

Joongki bangkit dari tempat duduknya, “ Kalau begitu, aku akan menemui Sunny dan mengajaknya pulang.”

“ Yaaah! Jangan!” Joon menghentikan langkah Joongki, “ Biarkan Sunny tinggal beberapa hari disini.” saran Joon

“ Tapi..”

“ Biarkan dia menenangkan dirinya. Setelah itu, baru kau ajak dia pulang bersamamu. Bagaimana?”

Joongki terlihat berpikir.

Joongki mengangguk menyetujui saran Joon, “ Baiklah..”

“ Dan sekarang, lebih baik kau pulang. Istirahat dan tenangkan dirimu.” Joon terlihat mengkhawatirkan keadaan adik iparnya itu.

_______________________

Sunny duduk di salah satu bangku yang ada di taman kampus. Dia terus mengedarkan pandangannya kekanan dan kiri. Dia terlihat sedang menunggu sesuatu.

“ Kyu!” Sunny melambaikan tangannya pada Kyuhyun yang berjalan mendekatinya.

Kyuhyun berhenti tepat di hadapan Sunny, lalu duduk tepat disamping Sunny.

“ Jangan tersenyum seperti itu.” Raut dingin masih menghiasi wajah Kyuhyun.

“ Maafkan aku.” Sunny tertunduk menyesal.

Kyuhyun melipat kedua tangannya sambil bersandar dibangku yang dia duduki. “ Jadi siapa pria itu?” tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

“ Siapa maksudmu?” Sunny menatap Kyuhyun tidak mengerti..

Kyuhyun membuang pandangannya dari Sunny, dan menatap kesembarang arah..

“ Apa kau bodoh? Tentu saja suamimu.” Lanjutnya dengan sedikit nada tinggi.

Sunny mengerti dengan perubahan sikap Kyuhyun yang seperti ini. Jadi, dia lebih memilih untuk bersikap biasa agar tidak membuat Kyuhyun bertambah marah..

“ Dia.. Dia..” Sunny menelan ludahnya.  “ Dia adalah Joongki Ahjussi..” lanjut Sunny sambil meremas-remas kedua tangannya.

Kyuhyun menatap Sunny tidak percaya, “ Apa?! Bagaimana kau bisa menikahi pamanmu sendiri?”

“ Aku memang sering memanggilnya ‘ahjussi’, tapi sebenarnya dia bukan pamanku.”

“ Semua ini benar-benar tidak masuk akal.” Kyuhyun tertawa sinis mendengar ucapan Sunny..

“ Kakekku dan kakeknya yang menjodohkan kami berdua. Tentu saja, awalnya aku menolak perjodohan ini. Tapi setelah aku tahu dia yang akan dijodohkan denganku, aku mulai berubah pikiran. Aku yakin dia yang terbaik untukku.” Lanjut Sunny tanpa menghiraukan respon yang diberikan Kyuhyun.

Kyuhyun terus menatap Sunny heran.

“ Mungkin kau akan berpikir aku ini gila. Tapi, aku benar-benar mencintainya. Bahkan sebelum kami berdua bertemu di coffe shop ataupun restoran tempat kakek mempertemukan kami.” Sunny terus tersenyum mengingat kejadian yang dia alami bersama Joongki..

Kyuhyun diam terpaku melihat Sunny yang terlihat begitu bahagia …

________________________

“ Sunny~ Apa kau masih tidur? Dimana sarapanku?” teriak Joongki ketika melihat tidak ada makanan di meja makan.

Joongki berjalan menuju kamar Sunny, kemudian dia membuka pintu kamar Sunny.

Kamar Sunny yang gelap, masih tertata rapi seperti saat Sunny meninggalkan kamar itu satu minggu lalu.

Joongki menghela nafas panjang. “ Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku bisa lupa?” Rutuk Joongki, menyadari kebodohannya.

Di lain tempat..

Sunny mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk dari celah tirai jendela.

Jam dinding menunjukan pukul 08.30 pagi.

“ Jam setengah 9?!” Sunny segera bergegas turun dari tempat tidurnya hingga dia terjatuh ke atas lantai.

“ Awww!!” pekik Sunny kesakitan.

Tak lama pintu kamar terbuka, dan Joon segera masuk kedalam kamar untuk melihat keadaan Sunny.

“ Ada apa? Kenapa kau berteriak?” Joon segera menghampiri Sunny yang duduk diatas lantai.

“ Oppa, sedang apa kau dirumahku?” Sunny mengelus-elus kepalanya yang sakit.

“ Rumahmu? Dasar bodoh!” Joon menjitak kepala Sunny.

“ Yaaa! Sakittt!!” teriak Sunny.

Tanpa menghiraukan teriakan Sunny, Joon bergegas pergi meninggalkan kamar Sunny.

Sunny mengalihkan pandangannya keseluruh isi ruangan, sambil terus mengelus-elus kepalanya yang sakit.

“ Aisssh~ aku memang bodoh!” Sunny kemudian memukul-mukul kepalanya sendiri.

______________________

Sore ini, Sunny dan Yoona terlihat sedang duduk santai di Coffe Shop yang sering mereka datangi berdua.

Yoona terlihat sibuk menikmati Ice Cappucino dan Chocolate cake-nya. Sedangkan Sunny sibuk memikirkan sesuatu.

“ Kau tidak mau pulang?” Suara Yoona menyadarkan Sunny

Sunny menopang dagunya dengan salah satu tangannya, sedangkan tangan yang lain sibuk mengaduk-aduk kopi dihadapannya. “ Pulang kemana? Ke rumah kakek?” lanjutnya tidak bersemangat.

“ Ke rumahmu.” Yoona menyuap chocolate cake-nya.

“ tidak.”

“ Kau tidak merindukan Ahjussi-mu?”

Tangan Sunny berhenti mengaduk-aduk kopinya, “ Untuk apa aku merindukannya? Tidak ada gunanya aku merindukannya.” Dia terlihat murung.

“ Kau yakin?”

“ Yakin.”

“ Benarkah?”

Sunny mengalihkan pandangannya ke jalanan yang ramai, “ Baiklah, aku merindukannya.” Yoona berusaha menahan tawanya.

“ Tapi hanya sedikit~” lanjut Sunny menambahkan.

“ Sedikit?” Yoona terus berusaha menggoda Sunny.

Sunny menatap Yoona tajam.

“ Ahjussi!!” Teriak Yoona sambil melambaikan tangannya. Sunny langsung melihat ke arah yang ditujukan Yoona. Tapi tidak ada Joongki disana.

“ Tidak sedikit, tapi banyak.” Lanjut Yoona sambil menyedot habis minumannya.

Sunny sadar bahwa Yoona mempermainkannya, “ Yoona! Kau jahat!” lanjut Sunny sedikit kesal.

Yoona tidak menghiraukan teriakan Sunny, dia terus terfokus pada makanan dihadapannya.

“ Kenapa kau tidak mau pulang?” Yoona terlihat begitu penasaran dengan alasan Sunny yang tidak mau pulang.

“ Bukannya aku tidak mau pulang.. Tapi~” Sunny terlihat ragu

“ Apa?”

“ Sepertinya dia lebih senang aku tidak tinggal bersamanya. Buktinya saja, dia tidak pernah datang untuk menjemputku. Jadi, apa gunanya aku pulang?” Sunny membenamkan wajahnya diatas meja.

“ Jadi karena itu.” Yoona mengangguk mengerti.

Sunny bangkit kembali. “ Yaa! Jangan pernah katakan apapun padanya.” Sunny terlihat sedikit mengancam.

“ Untuk apa? Apa untungnya bagiku?” Yoona bersikap acuh.

“ Yoona!!” Sunny kecewa mendengar jawaban Yoona.

“ Apa? Kau mau aku memberitahukannya?”

“ Jangan~” Sunny menyilangkan kedua tangan didepan wajahnya.

Yoona tertawa melihat sikap lucu Sunny..

_________________________

“ Kakek ~” Sunny berlari menghampiri kakeknya yang baru pulang dari China untuk berobat.

“ Sunny, sedang apa kau disini?” tanya Kakek Lee sambil memeluk cucu kesayangannya.

“ Mmm~ aku~”

“ Sudah satu minggu ini dia menginap, kek.” Joon muncul begitu saja dari dapur.

“ Menginap?” Kakek melepaskan pelukannya.

Joon duduk menghadap Sunny dan kakeknya, “ Aku yang memintanya, karena aku merasa kesepian kalau hanya dirumah sendiri.” Jelas Joon yang begitu membantu Sunny.

“ benarkah?” Kakek menatap Sunny.

Sunny memaksa untuk tersenyum “ Iya kek.”

“ Lalu bagaimana dengan suamimu?” Sunny menatap Joon meminta pertolongan.

Seseorang masuk menghampiri mereka. “ Apa kabar kek?” sapa orang itu pada orang yang sudah lama tidak dia temui.

“ Joongki~ “ Kakek Lee bangkit dari duduknya.

“ Bagaimana keadaan kakek? Apa sudah merasa lebih baik?”

“ Tentu saja, aku merasa lebih baik.”

Melihat kakeknya sibuk mengobrol dengan Joongki, Sunny berlari menghampiri Joon.

“ Oppa, kau menyuruhnya datang kesini?” lanjut Sunny dengan berbisik.

“ Kau mau kakek tau masalahmu, dan membuat sakit kakek bertambah parah?” Joon menatap Sunny kesal.

“ Tentu saja, tidak.” Sunny menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ Sudah biarkan saja dia disini.” Lanjut Joon.

Malam ini, seluruh anggota keluarga kakek Lee berkumpul di meja makan. Dan Kakek Lee terlihat begitu senang, karena semuanya berkumpul untuk makan malam bersama.

“ Aku sangat bahagia kalau bisa terus seperti ini. Makan bersama dengan cucu-cucuku. Kalau setiap hari seperti ini, aku rasa aku akan cepat sembuh.” Kakek Lee tidak berhenti mengumbar kebahagiaannya sejak makan malam dimulai.

“ Nah, kalau begitu kakek makan yang banyak.” Sunny menaruh sepotong daging besar ke mangkuk kakeknya..

“ Tentu saja.” Kakek Lee menerimanya dengan senang. “ Sunny~” Lanjut kakek Lee.

“ Iya?” Sunny terus tersenyum melihat keadaan kakeknya yang semakin membaik.

“ Layanilah suamimu dengan baik. Dia terlihat begitu kurus.”

Sunny melirik Joongki setelah mendengar perkataan kakeknya..

“ Sunny, kau mendengarkan kakek?” Suara kakek Lee membuyarkan konsentrasi Sunny.

“ i-iya, kek. Aku mendengarnya.” Lanjut Sunny.

Sunny mengambil sepotong daging, dan memberikannya pada Joongki. “ Makanlah yang banyak.” Lanjut Sunny terdengar canggung.

“ Terima kasih.” Balas Joongki sambil tersenyum senang.

“ Kalian benar-benar serasi. Tidak salah kakek menikahkan kalian berdua.” Kakek Lee terlihat begitu senang melihat kemesraan Sunny dan Joongki.

“ Iya.. benar-benar serasi.” Goda Joon sambil menahan tawanya.

“ Kalian berdua akan menginap disini, bukan?” Kakek Lee benar-benar tidak mau membiarkan Sunny dan Joongki pergi dari rumahnya.

“ Tentu, kek. Aku akan menginap.” Sunny tberbicara dengan mulut yang masih penuh dengan makanan. “ Tapi sepertinya  Oppa tidak bisa, dia banyak perkerjaan? Benarkan?” Lanjut Sunny.

“ Tidak juga. Aku juga akan menginap malam ini.” Sunny langsung menatap Joongki tajam.

­___________________________________________

Joongki masuk kedalam kamar Sunny, dan melihat Sunny sudah terbaring ditempat tidurnya.

“ Sunny, kau sudah tidur?”

Sunny tidak menjawab.

Joongki juga ikut membaringkan tubuhnya di samping Sunny. Dia terus menatap Sunny yang sedang tidur membelakanginya.

“ Sunny~” Tidak ada gerakan dari Sunny.

Joongki mulai memajamkan matanya, “ Apa kau tidak mau pulang ke rumah?”

Tanpa Joongki ketahui, Sunny masih terjaga dan terus mendengarkan setiap ucapan Joongki. “ Kau tahu, rumah terasa begitu sepi tanpa teriakanmu. Dan tidak ada yang membuatkan sarapan dan makan malam untukku lagi..” joongki tersenyum mendengar ucapannya sendiri.

“ Dan…” Lanjut Joongki yang mulai terlelap.

“ Dan aku merindukanmu~” Jantung Sunny berdebar kencang mendengar kata-kata terakhir yang diucapkan Joongki. Dengan perlahan dia membalikkan badannya menghadap Joongki.

Sunny melihat Joongki yang terlelap dengan senyuman diwajahnya.

___________________________

Hari ini Joongki sengaja pulang terlambat. Karena dia akan merasa kesepian bila harus berlama-lama berada di dalam rumahnya sendirian.

Dengan gontai Joongki berjalan menuju pintu rumah. Kunci pintu pun dibukanya dengan tidak bersemangat.

Cklek~

Pintu terbuka. Joongki segera masuk kedalam dan kembali mengunci pintu.

“ Kenapa kau pulang terlambat?” Joongki terperanjat kaget mendengar suara wanita dari arah belakangnya..

Joongki membalikan tubuhnya, “ Kau?” Joongki menatap Sunny heran.

“ Kenapa?” Joongki menggelengkan kepalanya.

Sunny dan Joongki menonton sebuah acara variety show  di televisi bersama. Mereka berdua duduk berdampingan.

“ Jangan melihatku seperti itu.” Sunny merasa terganggu karena Joongki terus melihatnya aneh.

“ Maaf.” Joongki mengalihkan pandangannya ke arah televisi. “ Kau tidak marah lagi?” Lanjut Joongki.

“ Marah? Aku tidak marah.” Sunny menekan kata marah pada kalimatnya.

Joongki tersenyum mendengar ucapan Sunny.

Perlahan Joongki menyandarkan kepalanya di bahu Sunny. Dia merasakan kenyamanan saat bersama Sunny..

—–TBC—-

Gimana readers? mengecewakan yaa?😦

Aduh maaf yaa lama, soalnya author lagi sibuk banget

hehehehe

sebenernya sih di part ini author pengen namatin FF ini

tapi, berhubung terlalu terlalu kecepatan

jadi author pending deh niatnya.

hehehe

Jangan Lupa di komen yaa..

Karena komen reader begitu berharga buat aku!!

Buat reader yang mau kasih saran, boleh banget kok!

itung-itung buat part selanjutnya hehehe

Maaf juga, kalo banyak typo.

Oke sampai jumpa di part berikutnya :3

16 responses

  1. Sekedar saran, menurut saya dari part pertama aku baca seru, tapi makin kesini ko plotnya makin datar ya? Ganyampe klimaks2.
    Semoga part2 berikutnya makin ada konflik unik dan bisa bangkitin emosi pembacanya yah.
    Fighting! *^^

  2. New Reader….
    q udh bca part 1-3. ceritanya daebak thor…….
    tp wktu mw bca part 4 q kok nggak nemuin yach. wktu q nyri” ternyata q nggk nemuin part 4,5,7,8
    gmna thor……….

  3. Aigooo ini psngan lg di madu cinta.. “̮ wk°wk (′▽`) wk°wk “̮.. Chingu aku br hr ini bc ffx dr part 1 seru.. Aku ​Ūđåћ comment y di stiap part kcuali part 7 ga bs soalx error.. Ak bk dr bb sih jd tlng mklmin ya utk part 7x.. Mian.. (˘̩̩̩ ε ˘̩̩̩ƪ) tlng part 9x donk chingu..

  4. Aigooooo~
    Aku sukaa minn,, dari part 1 smpe 8 gaada kurangnya menurutkuu…~
    Kalo bisaa sampek part20 minn-_- wkwkwk;p
    Oyaaa, aku mau nnya, di twtter mmin punya akun ff ini ? Dijawab ya minn^^ Thankyouuu

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s