Unexpected Wedding ( Oneshoot )

Image

Author             :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Friendship, Family

Rated              :   PG-15

Cast                :

–             Sunny ‘SNSD’ as Lee Sunny

–             Sungmin ‘Super Junior’ as Lee Sungmin

_______________________________

Sunny POV

Hari ini adalah hari pernikahanku. Beberapa menit lagi upacara pernikahanku akan dimulai. Saat ini aku berada disebuah ruang khusus untuk menunggu pendamping datang menjemputku.

Keringat dingin mulai membasahi keningku, dan jantungku terus berdegup kencang. Jujur, aku sangat gugup.

Hingga akhirnya seseorang datang menghampiriku.

“ Oppa, sedang apa kau disini?” Calon kakak iparku berjalan menghampiriku.

Yaah! Kenapa raut wajahnya serius seperti itu? Jantungku terus memompa deras darahku. Aku semakin gugup dibuatnya..

 

“ Tadi Sungjin menelponku.”

Aku menelan ludahku, “ Lalu?” lanjutku cemas.

“ Dia bilang kalau dia tidak bisa datang, dan dia memintamu untuk membatalkan upacara pernikahan.”

“ Apa?!” buket bunga yang aku pegang, jatuh begitu saja ke lantai. Tiba-tiba kepalaku terasa pusing, dan sulit bagiku untuk bernafas.

Aku mengepalkan kedua tangan, berusaha menahan rasa marah dan sakitku. Aku mulai menarik nafas panjang, dan melihat Sungmin Oppa sudah tidak ada dihadapanku.

Mataku mulai memanas, air mata mulai membendungi kedua mataku. Hari ini benar-benar akan menjadi hari yang buruk dalam sisa hidupku..

Musik pernikahan mulai mengalun merdu mengiringi setiap langkahku. Dengan tertunduk malu, aku terus melanjutkan langkah menuju altar.

Sayup-sayup aku mendengar bisikan dari para tamu undangan yang menyadari ketidakhadiran mempelai pria di upacara pernikahan ini.

“ Tunggu sebentar, dimana mempelai prianya? Bukankah seharusnya dia menunggu mempelai wanita diatas altar?”

“ Aku dengar dia tidak datang, dan membatalkan pernikahannya.”

 

“ Selain itu, dia juga pergi ke tempat wanita lain.”

 

“ Benarkah? Kasihan sekali wanita itu.”

Tuhan, aku mohon cabut nyawaku sekarang juga..

Aku ingin segera melewati bangku-bangku para tamu, agar aku tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka tentangku.

Tapi tidak semudah itu, altar yang hanya berjarak 5 meter dihadapanku terasa seperti berjarak 500 meter. Ditambah lagi, kakiku terasa begitu berat untuk melangkah, seperti ada beban ratusan kilo yang menempel disana..

Terima kasih Tuhan.. Lengkaplah semua penderitaanku. Aku benar-benar tidak akan melupakan peristiwa ini sedetikpun dalam hidupku!

Kenapa aku harus menjalani pernikahan seperti ini dalam hidupku? Sial, laki-laki itu benar-benar bodoh! Seharusnya aku tidak menandatangi surat pernikahan kami! Aku benar-benar menyesaaaal!!

Seorang pendeta berdiri dihadapanku, dia melihatku dengan tatapan kasihan. Dia terus melanjutkan upacara pernikahkan. Dengan rasa malu aku terus berdiri dihadapan pendeta itu.

Bisikan-bisikan para tamu semakin riuh memenuhi ruangan ini. Kepalaku serasa ingin pecah mendengar bisikan-bisikan mereka..

“  Silahkan ucapkan janji anda.” Perintah sanga pendeta

Aku hanya tertegun, tidak tahu harus berkata apa.

Sial! Bagaimana bisa aku mengucapkan janjiku, sedangkan mempelai pria tidak ada disini?! Aku akan bercerai dengan pria bodoh itu!!! Ceraaaai!!

“ Aku bersedia.” Dengan otomatis kepalaku menoleh ke arah suara itu berasal. Aku hanya bisa kembali tertegun melihat sosok yang sekarang berdiri disampingku.

Calon kakak iparku berdiri mendampingiku, menggantikan posisi adiknya yang bodoh itu.

Ya, Sungmin Oppa menggantikan Sungjin.

Bisikan para tamu kembali terdengar melihat apa yang terjadi. Sedangkan aku terus menatap Sungmin Oppa tidak percaya, tanpa menghiraukan bisikan para tamu yang tadi sempat membuatku terpuruk.

“ Oppa, apa yang sedang kau lakukan?” akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulutku.

Tapi Sungmin Oppa tidak menjawab.

“ Dan janji mempelai wanita?” Lanjut sang pendeta

“ eh~ Aku bersedia.” Tanpa sadar jawaban itu keluar dari mulutku.

Sadar ada yang salah aku segera kembali membuka mulutku, “ Tidak, tidak..” Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. “ Maksudku, aku ingin bercer-“ belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, tangan Sungmin Oppa menutup mulutku.

Dia menatap lekat kedalam mataku.

Entah kenapa tatapannya memberikan sedikit ketenangan padaku.

“ Aku berjanji tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari sisiku. Dan begitu juga denganku, aku tidak akan pernah meninggalkanmu”

Mendengar ucapannya jantungku serasa berhenti.

Aku tersentuh mendengarnya. Aku merasakan pipiku memanas, dan mungkin sekarang kedua pipiku mulai memerah.

“ Aku juga.” Balasku tanpa berpikir.

Sebuah pernikahan tanpa mempelai pria. Dan aku mengucapkan janji suci pernikahanku pada orang yang hanya aku temui beberapa kali. Kakak iparku, Lee Sungmin.

Mungkin tidak terlalu buruk..

__________________________

“ Selamat pagi ayah mertua, ibu mertua. Hari ini aku memasak sup kimchi kesukaan ayah dan ibu.” Aku berjalan menuju meja makan sambil membawa dua buah mangkuk berisikan sup kimchi.

“ Oh, itu terlihat begitu enak, Sunny.” Ayah memang sering memuji masakanku. Dan aku senang kalau kedua mertuaku ini menyukainya.

“ Kau benar-benar tau apa yang kami suka, Sunny.” Ibu mertuaku juga terlihat senang.

Aku memang beruntung memiliki mertua seperti mereka berdua. Karena mereka memperlakukan aku dengan baik layaknya anak mereka sendiri.

“ Selamat pagi ayah, ibu, adik ipar.” Sungmin Oppa datang menghampiri kami.

Aku tersenyum melihat kehadirannya, “ Oppa, koranmu ada di sana.” Aku menunjuk kearah meja kecil yang berada didekat tangga.

“ Apa semalam Sungjin pulang?” Tanpa menghiraukan perkataanku dia mempertanyakan hal yang begitu menyakitkan padaku.

Seketika itu keheningan menyelimuti ruang makan.

Senyuman langsung hilang dari wajahku. “ Dia mungkin tinggal di tempat wanita kemarin lagi. Dan ponselnya masih sulit untuk dihubungi..” Suaraku sedikit bergetar.

“ Aku tahu..” lanjutnya.

 

Yaaah! Kalau kau tahu, kenapa kau masih tanyakan itu padaku? Kau membuat hariku berawal buruk Oppaaaaa! Jahat sekali!!!

“ Aku naik ke atas dulu.” Aku berjalan menuju kamarku, tanpa memperdulikan semua orang yang ada di ruang makan.

Sunny POV End

Author POV

Sungmin segera duduk, dan mulai memakan sarapan yang dibuat Sunny untuk mereka. Masakan Sunny memang enak, itulah sebabnya Sungmin tidak pernah absen dari jam makan bersama seperti ini.

“ Ibu bisa tolong ambilkan ikan itu.” Sungmin menunjuk piring dihadapan ibunya.

Tapi tidak ada jawaban dari ibu.

“ Ada apa?” Sungmin heran melihat tatapan kedua orang tuanya.

Ibu mendengus kesal, “ Kenapa kau menanyakan hal itu, anak bodoh?” Ibu terlihat begitu marah.

“ Memangnya ada yang salah?” Sungmin terus melanjutkan makannya.

Tiba-tiba sebuah pukulan mendarat dikepala Sungmin. “ Anak bodoh! Tentu saja itu salah.” Ayah juga terlihat marah, “ Lihatlah, adik iparmu kembali bersedih. Tidak seharusnya kau menanyakan pertanyaan itu.” kali ini ayah berdecak kesal.

“ Oh.”

“ Kau ini, benar-benar!” Teriak Ayah

TIga bulan lalu, upacara pernikahan itu dilangsungkan. Selama itu pula Sungjin belum kembali pulang ke rumah. Dia meninggalkan Sunny begitu saja, tanpa sedikitpun memperdulikan istrinya itu.

Entah apa yang dipikirkan anak itu hingga membatalkan upacara pernikahannya begitu saja..

Author POV End

__________________________

Sunny POV

 

Flashback

 

Gedung Lee Corps.

 

Di sanalah tempat aku bekerja setelah menyelesaikan kuliahku. Dan aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepada salah satu anak Tuan Lee, Presdir dari Lee Corps. Dia adalah Lee Sungjin.

 

“ Kau terlihat begitu cantik, maukah kau pergi minum teh bersamaku?” Itulah kata-kata pertama yang aku dengar saat bertemu dengan Sungjin.

 

Dan dengan bodohnya, aku benar-benar jatuh kedalam rayuan kuno yang selalu dia ucapkan padaku.

 

Setelah hampir satu tahun berhubungan, akhirnya kami memutuskan untuk menikah.

 

Kami terlebih dulu mencatatkan pernikahan kami, sebelum mengadakan sebuah ucapara pernikahan.

 

Satu bulan setelah resmi menjadi sepasang suami istri, akhirnya upacara pernikahan pun dilangsung kan.

 

Aku sangat berharap upacara penikahanku bisa berjalan dengan baik.

 

Tapi…

 

Pada kenyataannya, persiapan yang kami lakukan selama ini sia-sia. Dia pergi meninggalkanku begitu saja di hari upacara pernikahan kami..

 

Dan membuatku terlihat seperti orang bodoh, dipernikhanku sendiri..

 

Flashback End

“ Dia memilihku sebagai istrinya yang tepat, bukan?” Aku bertanya pada Sungmin Oppa yang sedang duduk sambil membaca koran.

Dia mengalihkan tatapannya padaku, dan tersenyum. “ Tentu saja, kau adalah tipe gadis manis seksi yang  seharusnya Sungjin jaga dengan baik. Dia membuat pilihan yang benar dengan menikah bersamamu.”

Aku menggembungkan kedua pipiku, “ Itu terdengar seperti ejekan bagiku.” Lanjutku kesal.

Ya, sejak kejadian itu. Kami berdua menjadi lebih dekat. Sungmin Oppa bisa memahami perasaanku dengan baik, meskipun terkadang dia bisa bersikap begitu menyebalkan.

Aku senang, dia terus mendampingku selama ini. Dan dengan adanya dia disisiku, memberiku kekuatan lebih untuk terus bertahan menjalani kehidupanku yang berat ini..

Karena dia Kakak iparku yang paling baik..

“ Ayah dan Ibu menginginkanmu untuk tetap tinggal disini. Tapi, jika ini terasa sulit bagimu. Kau bisa pergi.” Kali ini Sungmin Oppa terdengar serius. Aku benci melihatnya seperti ini.

Karena itu mengingatkan aku pada kejadian satu bulan yang lalu. Saat dia menatapku seperti ini.

“ Jangan mengkhawatirkan masalah uang.” Lanjutnya dan membuat hatiku mencelos.

“ Meskipun dia seperti itu, aku menikahinya karena aku mencintainya. Bukan karena uang. ” Aku berusaha menahan hatiku untuk tidak kembali bersedih, karena aku tahu dia tidak bermaksud untuk berkata seperti itu..

“ Baiklah kalau begitu.”  Sungmin Oppa kembali sibuk dengan korannya.

“ Ngomong-ngomong.. ada satu hal yang ingin aku bicarakan padamu, Oppa.” Lanjutku ragu

“ Ada apa?”

“ Bisakah kau berhenti memanggilku adik ipar?”

“ Kenapa? Lalu aku harus memanggilmu apa?”

Aku tersenyum padanya, “ Adik ipar terlalu formal bagiku, jadi panggil saja aku Sunny.”

Tidak ada jawaban dari Sungmin Oppa.

“ Tapi lupakan saja, kau lebih baik memanggilku adik ipar.” Dengan cepat aku kembali melanjutkan kata-kataku.

Sungmin Oppa mengacak-acak rambutku, “ Kalau begitu aku pergi dulu, Sunny.” Setelah itu dia melangkah keluar rumah.

Aku menatapnya tidak percaya.

____________________________

Sungmin Oppa adalah orang yang begitu menarik. Tidak seperti kebanyakan orang yang hanya bisa mengucapkan kata-kata manis. Meskipun kami belum lama dekat, tapi aku merasa sudah mengenalnya dengan baik.

___________________________

Malam semakin larut. Ketika aku sedang bersiap untuk tidur, aku mendengar suara langkah berat seseorang berjalan menaiki tangga. Dengan cepat aku bangun dari tempat tidurku dan berjalan keluar.

Aku melihat Sungmin Oppa duduk bersandar didepan pintu kamarnya.

“  Oppa, apa yang sedang kau lakukan?” Aku berjalan mendekati Sungmin Oppa.

Dia tidak menjawab.

Aku mencium bau alkohol ditubuhnya, “ Oppa, apa kau minum?” Aku mulai khawatir melihat keadaannya.

“ Ssstt~” Dia menaruh telunjuknya di bibirku, “ Diamlah. Kau bisa membangunkan ayah dan ibu.” Lanjutnya.

“ Ayo bangun.” Aku berusaha memapahnya masuk kedalam kamar.

“ hmm.. aku rasa aku tidak bisa menyembunyikannya darimu.” Aku menatap Sungmin Oppa yang terbaring ditempat tidurnya. “ Kami bertaruh, jika dia kalah dia akan kembali pulang.” Lanjutnya

“ Kau minum dengan Sungjin?”

“ Aku bertemu dengannya, ketika dia sedang bersama pacar barunya.” Sungmin Oppa mengelus-elus kepalanya dan menghela nafas panjang.

“ Minumlah.” Aku memberikan segelas air putih padanya.

Sungmin Oppa terlihat kesulitan.

Aku membantunya untuk duduk bersandar dan membantunya memegang gelas..

Setelah itu, dia menatapku aneh. Aku merasa canggung melihatnya menatapku seperti itu..

Entah kenapa jantungku mulai berdegup cepat..

“ Aku rasa, aku harus kembali ke kamarku.” Aku bersiap untuk pergi meninggalkannya.

Tapi kemudian sebuah tangan menahanku. Aku menatap Sungmin Oppa tak percaya. Dia mulai memperpendek jarak denganku.

Aku diam mematung ketika dengan cepat bibirnya mendarat dibibirku.

Sesaat aku merasakan sebuah kebahagian yang selama ini hilang dalam hidupku.

Dia mulai melumat bibirku kasar.

“ Um~” aku berusaha melepaskan kontak kami.

Dan dia melepaskanku.

“ Sudah malam. Lebih baik kau istirahat Oppa.” Tanpa banyak berkata-kata aku segera pergi meninggalkan Sungmin Oppa.

_________________________

Aku terlihat sedikit berantakan pagi hari ini.

Ya, setelah kejadian semalam aku sama sekali tidak bisa tidur.

Apa yang sudah aku lakukan? Ini benar-benar buruk! Kenapa aku diam saja ketika Sungmin Oppa menciumku?!!! Aaaaa bodohhhh!!

“ Sunny apa yang sedang kau pikirkan?” Suara Ibu menyadarkanku.

Aku menoleh, “ Tidak ada.” Dan tersenyum ragu.

“ Biarkan ibu yang memasak, kau rapikan saja meja makannya.” Ibu mengambil sendok nasi yang sedang aku pegang.

“ Baiklah.” Aku segera mengambil beberapa piring dan gelas.

Setelah selesai merapikan meja makan, aku kembali ke dapur untuk membantu ibu.

Langkahku terhenti ketika melihat Sungmin Oppa berdiri disamping ibu. Ingatan semalam kembali terekam jelas dalam kepalaku.

“ Sedang apa kau disana?” Sungmin Oppa melihat ke arahku. Dia bersikap normal seperti biasanya.

Aku menelan ludahku sendiri, berusaha untuk bersikap normal sepertinya. “ Oppa kau tidak pergi bekerja? Bukankah kau sudah terlambat?” lanjutku dengan bodohnya.

“ Hari ini hari minggu.”

Benar! Oke baiklah! Lee Sunny kau benar-benar bodoh!

“  Oh iya, aku lupa.” Aku mulai salah tingkah.

Entah apa yang sedang dia pikirkan tentangku sekarang.. Aku berharap bukan hal yang buruk..

“ Sunny..”

“ Iya, Oppa?”

Dia berjalan mendekatiku, tanpa sadar aku malah melangkah mundur.” Yah! Kenapa kau menjauh?” tanyanya heran.

“ A-apa? “ Aku berhenti.

“ Bersiaplah, karena dua jam lagi ada pesta penting yang harus kau hadiri. Sebagai istri dari Wakil Presdir Lee Corp, kehadiranmu sangat diperlukan.”

Aku mengangguk, “ baiklah.”

_______________________

“ Hai! Tuan Lee.” Seorang pria separuh baya menghampiri kami, sesaat setelah kami tiba di ruang acara.

“ Tuan Kim. Selamat atas Ulang tahun anda.” Sungmin Oppa memberi selamat kepada pria itu.

“ Terima kasih.” Lalu pria itu menatapku, “ Oh, Nyonya Lee.”

“ Halo, apa kabar?” aku membungkuk memberi salam.

“ Ngomong-ngomong, upacara pernikahanmu kemarin seperti bencana bukan?” Lanjutnya tanpa dosa.

“ Iya benar.” Jawabku berusaha santai.

Aku mulai mendengar bisikan-bisikan tentang diriku.

 

“ Lihat! Itu istri Lee Sungjin dari Lee Corp.”

 

“ Aku dengar, dia ditinggal di altar oleh suaminya.”

 

Sepertinya aku sudah begitu terkenal. -_-“

Bisikan-bisikan itu mulai kembali menggangguku, dan aku terus berusaha untuk menahan diri agar tidak pergi dari sini.

“ Ayo kita pergi.”

Aku menatap Sungmin Oppa, “ Tapi kita belum selesai bukan?”

“ Lebih baik kita pergi saja.” Sungmin Oppa sepertinya tahu bagaimana perasaanku sekarang.

“ Oppa, tidak perlu khawatir. Aku baik-biak saja. Percayalah padaku.” Aku tersenyum.

“ Kau yakin?”

“ Tentu saja.” Jawabku mantap.

“ Baiklah kalau begitu.”

“ Aku ingin makan semua makanan enak yang ada disini.” Aku menatap ke arah meja yang penuh dengan makanan.

Tiba-tiba Sungmin Oppa menarik tanganku, “ Ayo kita makan semuanya.”

Di saat aku ingin menangis seperti ini, satu orang yang selalu ada bersamaku adalah kau Oppa. Adik iparmu ini sangat senang, melihatmu berada disampingnya seperti ini.

Langkahku terhenti ketika melihat sosok yang begitu aku kenal. Dia bermesraan bersama wanita lain dihadapanku. Lee Sungjin, kau benar-benar pria yang jahat.

“ Sungjin~”

Sunny POV End

Author POV

“ Kita akan memesan layanan kamar untuk memberikan beberapa minuman.” Sungjin terus berjalan sambil merangkul wanita didekatnya.

Wanita itu bergelayut manja pada Sungjin, “ Aaaw~ kau sudah memesan kamar? Dasar genit. Kau sudah punya istri, Lee Sungjin.” Rutuk wanita itu.

“ Istri?” Sungjin terdengar meremehkan kata itu. “ Kau tidak perlu khawatir, dia hanya seorang istri yang bodoh.” Lanjut Sungjin.

Mereka berdua berjalan memasuki lift. Ketika pintu lift akan tertutup, Sungmin segera menahan pintu agar tidak menutup.

“ Orang yang bodoh ada disini, yaitu Kau!” Sungmin terlihat begitu geram.

“ Hyung…” Sungjin menatap Sungmin

“ Sunny, kau juga ada disini.” Akhirnya Sungjin menyadari keberadaan Sunny.

“ Eh, jadi dia istrimu.” Wanita dipelukan Sungjin menatap Sunny remeh.

Sungjin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “ jadi, kau masih istriku? Aku pikir kau sudah lama pergi.” Sungjin bicara tanpa henti.

Sunny dan Sungmin terkejut mendengar perkataan Sungjin.

Tiba-tiba Sungmin menarik tubuh adiknya, hingga keluar dari dalam lift. Sungmin bersiap memukul Sungjin.

“ oppa! Hentikan!” Sunny berusaha menghentikan Sungmin.

Sungmin melihat Sunny menitikan air matanya, dan dengan segera dia melepaskan Sungjin.

Sungmin kembali mendekati Sungjin yang terduduk dilantai. Dia merogoh isi kantong jas Sungjin. Dan mengambil kunci kamar hotel.

Setelah mendapatkan kunci itu, Sungmin menarik tangan Sunny dan mengajaknya masuk kedalam lift.

“ Yaah! Itu kunci kamarku!” teriak Sungjin melihat kepergian mereka.

Sungmin mendorong Sunny keatas tempat tidur, dan mulai menutup mata Sunny dengan tangannya.

“ Oppa! Apa yang kau lakukan?” Sunny bingung melihat kelakuan Sungmin.

“ Apa kau menangis karena kau masih mempunyai perasaan pada adikku?” tanya Sungmin pada Sunny.

Sunny terdiam.

“ Aku menangis, karena dia bilang dia pikir aku sudah pergi sejak lama. Dan itu membuatku berpikir..” Sunny mulai kembali menangis. “ seharusnya aku pergi sejak awal.”

“ Tapi setiap hari begitu menyenangkan, ayah dan ibu mertua begitu baik padaku. Dan kau juga seperti itu. Aku tidak peduli suamiku tidak ada dirumah. Karena dengan keberadaan kalian didekatku sudah membuatku bahagia, meskipun tanpa suamiku. “ Lanjut Sunny mencurahkan seluruh isi hatinya.

“ Tinggallah disisiku.” Sungmin mulai membuka tangannya, dan menatap Sunny dengan tulus..

“ Kau hanya perlu tinggal disisiku.” Sungmin menarik Sunny kedalam pelukannya.

“ Oppa..” Sunny melepaskan pelukan Sungmin, “ Tapi..”

“ Berhentilah berbicara.” Sungmin merengkuh wajah Sunny dengan kedua tangannya dan mulai mendekatkan wajah mereka berdua.

“ Aku mencintaimu adik ipar.” Tak lama bibir mereka bersatu.

“ Aku juga mencintaimu, Oppa.” Jawab Sunny.

Kau adalah satu-satunya orang yang aku cari selama ini sejak pernikahanku. Aku mencintaimu, Kakak iparku.

Author POV End

___________________________

Sunny POV

Setelah menyelesaikan beberapa berkas masalah. Setengah tahun kemudian, aku kembali menjadi kembali bagian dari keluarga Lee.

“ Kau yakin tidak mau mengadakan upacara pernikahan?” tanya Sungmin Oppa padaku.

“ Upacara pernikahkan membuatku trauma.” Jawabku sambil memakaikan dasi di kerah bajunya.

Sungmin Oppa menghentikan kegiatanku, “ Kau pikir aku akan meninggalkanmu di altar sendirian?” Sungmin Oppa terlihat sedikit kesal.

“ Oppa~”

Aku memeluknya.

“ Aku sudah memiliki janji darimu saat waktu itu.”

Aku kembali teringat hari dimana, kami berdua mengucapkan janji di upacara pernikahan yang tidak kami duga telah menyatukan hati kami berdua.

“ Aku berjanji tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari sisiku. Dan begitu juga denganku, aku tidak akan pernah meninggalkanmu

________________________________

Annyeong Reader!! Apa kabar? Sudah lama tidak berjumpa ^^

Author kembali lagi dengan FF Request dari reader sekalian..

FF ini aku angkat dari komik jepang, karena ceritanya yang menarik.

Jadi ini bukan 100% karya aku.

Tapi Aku sedikit menambahkan dibeberapa bagian, atau malah mengurangi hehehehe.

Mudah-mudahan buat para reader yang merequest FF SunSun ini tidak kecewa.. Amiiiiinn!!

Oke baiklah sekian dulu dari aku..

Jangan lupa beri komentar yaaaahh..

Dan kalo perlu di like hehehehe..

Sampai Jumpaaa!!

Spread Sunny’s Love❤

23 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s