Our Heart Grow in Our Village (Teaser + Chapter 1)

Our Heart Grow in Our Village

 

Cast : Krystal Jung ,Kim Myungsoo ‘L’ , Park Jiyeon

Other Cast : Jessica Jung and Find them

Genre : Romance, Life, Fantasy, Supernatural

Rating : PG-15

Length : Chapter

Author : Clarence Hillary

Disclaimer : Alur cerita smuanya dari otak saya, sedangkan All Cast punya Tuhan, ff ini pernah dipublish di http://hillrencetaeyeona.wordpress.com/

JIKA KALIAN TIDAK SUKA DENGAN PAIRINGNYA, ANGGAP SAJA ORIGINAL CHARACTER

 Picasa3

 

Yeahh.. kembali lagi bersama saya, Clarence Hillary.. hahaha.. ini penggantinya sunbae-nim, nan neomu joahe.. ^^ mudah-mudahan kalian suka dengan ceritanya, bayangkan mereka berada di desa yang digambar itu ya.. okeh, Cekidot!

 

~~

“Aku sangat menyukai Villageku”

“Aku juga sangat menyukai kekuatanku”

“Eoh! Namja itu lagi !”

~~

“Kenapa aku harus mempunyai penyakit seperti ini?”

“Kenapa penyakit ini memilihku?”

~~

“Aku mohon berusahalah !”

“Aku akan memenuhi semua permintaanmu asal kau menyembuhkan dia”

~~

‘apa yang salah dengan diriku?’

‘kenapa kekuatanku tidak sanggup untuk menyelamatkannya?’

End of Teaser

 

~~

Chapter 1

 

Jung SooJung  adalah nama koreaku. Tapi disini aku dipanggil dengan nama Krystal. Aku tinggal di sebuah Village di England, bersama kakakku, Jessica Jung. Kami dulunya tinggal di Seoul, dan rumah kami bisa dibilang cukup mewah, kami dulu orang yang besar, mempunyai saham dimana-mana. tapi karena ayah dan ibuku meninggal akibat kecelakaan pesawat, perusahaan ayah yang sudah didirikan sejak lama, bangkrut seketika. Yang tersisa hanya villa ayah yang saat ini kami tempati. Kakakku Jessica yang pendidikannya sudah cukup tinggi akhirnya mendirikan sebuah perusahaan kecil di kota. Sedangkan aku, yang pendidikannya hanya sampai sekolah menengah atas, hanya bisa mengurus villa dan menyiapkan makanan untuk kakakku.

Tapi, ada sesuatu hal yang membuatku tidak kecewa dengan kehidupanku ini. Aku mempunyai sesuatu hal yang special, aku bisa menyembuhkan penyakit seseorang hanya dengan menggenggam tanganya.

Semua warga di Village ini sudah tahu, termasuk kakakku. Setiap warga yang sakit, akan datang ke villa kami. Bahkan kalau mereka tidak sanggup untuk jalan, aku yang akan datang mengunjungi rumahnya. Aku senang bisa menjadi orang yang berguna.

Setiap hari, aku selalu menunggu kakakku pulang kerja. Dia selalu pulang larut. Semua demi diriku, untuk biayaku makan dan untuk melanjutkan studyku. Padahal aku sudah mengatakan kepadanya bahwa aku tidak mau kuliah.

“Kau sudah pulang eonnie?” tanyaku setelah mendengar decikkan pintu.

“Ne, kau belum tidur, Kry-ya?” Aku menghampiri kakakku dan membawakan jasnya.

“Belum, eonni cuci muka dan langsung tidur saja, aku akan merapikan pakaian eonnie”

“gomawo Kry-ya”

“aku yang seharusnya berterima kasih eonnie”

Kakakku tertawa kecil lalu segera memasuki kamar mandi, akupun merapikan tas kerjanya serta pakaian kerjanya tadi untuk segera kucuci besoknya.

~~

Aku bangun dari tempat tidurku tepat pukul 5.30 pagi. Disusul oleh kakakku 5menit setelahnya, dia segera mandi dan aku menyiapkan sarapan dan pakaian untuk kakakku.

Kami sarapan bersama pukul 6.30. setelah itu kakakku berangkat ke kota menggunakan mobil kami yang tersisa.

“hati-hati eonnie..” ucapku padanya dan dia mecium keningku sebelum naik ke mobil.

“Ne, kau juga, dan ingat jangan pergi terlalu jauh, kalau ada yang sakit dan rumahnya sangat jauh dari sini, minta tolong kepada kerabatnya agar mengantarmu pulang. Arasso?”

Aku mengangguk dan melambaikan tanganku padanya. Kakakkupun berangkat .

Begitulah aktivitas kami setiap pagi.

Setelah itu, aku segera mandi, membersikan rumah dan pergi berkeliling village menggunakan sepedaku.

~~

“Good morning, Krystal” seorang halmoni yang sedang menyiram bunga menyapaku ketika aku melewati rumahnya.

“Good morning too, Smith grandma” aku tersenyum kearahnya sambil melanjutkan perjalananku.

“Good morning, krystal” bibi woods menyapaku saat melihatku mengendarai sepeda..

“Good morning too, mrs. Woods” aku tersenyum kembali.

Akupun melanjutkan perjalananku, dan saat aku berbelok, aku mendengar suara dari arah yang berbeda, memanggil namaku.

“Krystal, Krystal”

aku membalikkan sepedaku dan berjalan ke sumber suara.

“ada apa Mr. westley?”

“tolong sembuhkan anak saya, dari tadi malam dia demam tinggi dan terus muntah”

“boleh aku menemui anakmu?” kataku padanya agar bisa mengecek keadaannya dan menggenggam tangannya.

“silahkan, silahkan masuk.” Dia membukakan pintu rumahnya dan mempersilahkanku masuk kedalam kamar anaknya yang berada dilantai 2

Aku pun masuk dan duduk disamping ranjangnya. kulihat Anak Mr. westley dengan prihatin, anak itu sangat kurus mukanya pucat dan bibirnya kering. Aku lalu menggenggam tangan anak itu menggunakan tangan kiriku dan tangan kananku memegang dahinya.

‘bertahanlah’ ucapku dalam hati dan tak lama kemudian anak itu bangun dan memuntahkan seluruh isi perutnya yang hanyalah air.

“beri dia minum” ucapku dan mrs. westley melakukannya dengan baik

Akhirnya, wajah anak mr westley  kembali normal, bibirnya kembali sehat dan demamnya pun turun. Anak itupun tertidur dengan nyenyak.

“thank you, thank you very much” Mrs. Westley segera memeluk anaknya dan Mr. westley mengantarku kedepan.

“terima kasih banyak krystal, kami sangat berhutang budi”

“sama-sama mr. westley, aku juga sangat beruntung mempunyai tetangga yang baik seperti kalian.” Dia tersenyum padaku “hati-hati” sambungnya

“Ya..”

Aku mangambil sepedaku dan melanjutkan perjalananku. Pagi ini aku akan ketaman bunga di village kami. Bahkan hampir setiap pagi aku datang ke taman itu.

Sesampainya disana, aku segera menyiram bunga-bunga itu dengan hati-hati dan dengan air yang secukupnya, merapikan batangnya jika batangnya miring dan memberi pupuk secukupnya.

“kau datang lagi krystal?” aku berbalik dan melihat smith grandma datang dengan perlatan menanamnya juga bibitnya. Yah, dia akan menanam bunga lagi. Smith grandma juga selalu datang ketempat ini untuk merawat bunga-bunga ini.

“ya grandma, aku sangat menyukai aroma bunga-bunga ini..” jawabku padanya dan membantunya membawakan sekop yang dipegangnya.

“haha” tawa grandma dengan suara khasnya “semenjak kau pindah kesini, village ini menjadi lebih hidup, bunga-bunga ditaman ini dulu hanya sedikit dan banyak warga yang meninggal karna penyakitnya yang tidak kunjung sembuh, dari dulu divillage ini tidak ada dokter ataupun perawat. Dan semenjak kau datang, village ini menjadi cerah, penuh tawa dan taman inipun jadi lebih indah.”

“kau bisa saja, grandma” aku tersenyum malu sambil menyendok tanah.

Kami pun memasukan bibit lalu menutupnya lagi dengan tanah lalu menyiramnya. Setelah itu kami bersama-sama merapikan dan menyiram tanaman lain.

Setelah selesai, aku mengantar smith grandma pulang menggunakan sepedaku. Selama perjalanan kami bersenandung ria. Sampai aku melihat dari kejauhan seorang namja berdiri didepan villaku tapi aku harus mengantar smith grandma pulang dahulu. Setelah tiba dirumah grandma, aku membantunya turun dan membantunya masuk kedalam rumah. Dan akupun segera menaiki sepedaku menuju kevilla. Tapi namja itu sudah menghilang. Aku terlambat, mungkin dia sudah lama menunggu.

~~

Pagi ini pun aku melakukan kegiatan yang sama yaitu membantu smith grandma di taman. Dan pada saat perjalanan pulang aku melihat namja itu lagi. Aku pun bergerak cepat mengantar smith grandma masuk kedalam rumahnya.

Aku segera menaiki sepedaku dan aku masih melihat namja itu, tapi dia sudah akan beranjak pergi. Akupun membalap sepedaku dan tepat berhenti didepan namja itu.

“Gabjaki-aa” ucap namja itu saking kagetnya..

“hosh..hosh.. kau orang.. hosh.. korea?” tanyaku padanya dengan nafas yang menggebu

“Ne.. kau juga?”

“Ne… oh ya, kau mau mencari siapa?”

“aku mencari pemilik rumah ini. Tapi dari kemarin tidak ada orang, apakah mereka sudah pindah?” aku melihat kesedihan diwajahnya. Aku tahu, pasti dia membutuhkan bantuan.

“aku pemilik villa ini. Kau mencari siapa? Kakakku?”

“aku mencari orang yang bernama krystal” aku terkejut, mencariku? Tapi aku tidak mengenalnya dan dia bukan penduduk village disini.

“Aku krystal! Kau mengenalku?” dia lebih terkejut dari pada diriku. Dan yang membuatku terkejut juga, dia menggenggam kedua lenganku dan menatapku tajam tapi dengan sorot yang memohon

“Kau krystal? Kau Krystal?” aku mengangguk kikuk “ tolong sembuhkan temanku.. tolong sembuhkan temanku..” erangnya dan dia menangis dihadapanku..

“tolong sembuhkan temanku..”

 

~TBC~

Bagimana? Banyak typo tersembunyi pastinya. Jelas gak jalan ceritanya?

Tolong kritik dan komentarnya^^

Next post ‘We were in love’

3 responses

  1. temanku park jiyeon hahahhah anyeong aku baru baca ff di sini sebenernya aku minji sipper namun aku jga suka cople myungstal,,, terlebih ada jiyeon di casnya aku berharab bukan jiyeon yang jadi penghalang hubungan mereka gommao

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s