Our Heart Grow in Our Village (Chapter 3)

Our Heart Grow in Our Village

 

Cast : Krystal Jung ,Kim Myungsoo ‘L’ , Park Jiyeon , Kai

Other Cast : Jessica Jung and Find them

Genre : Romance, Life, Fantasy, Supernatural

Rating : PG-15

Length : Chapter

Author : Clarence Hillary

Disclaimer : Alur cerita smuanya dari otak saya, sedangkan All Cast punya Tuhan, ff ini pernah dipublish di http://hillrencetaeyeona.wordpress.com/

~~

Matahari mulai terbenam. Krystal terbangun dari tidurnya. Dia mengedap-ngedipkan mata mencoba beradaptasi dengan cahaya lampu. Dia baru sadar, ternyata saat ini dia tertidur disisi ranjang jiyeon.

“kau sudah bangun?” Myungsoo yang berada disamping krystal menyadari pergerakan krystal. ”Tidurmu sangat pulas. Kajja, kita makan malam dibawah” Myungsoo berdiri dari duduknya berjalan mendahului krystal. Krystal tak bergeming. “Wae? Hello.. kau sudah sadarkan? Ckck” myungsoo berdecak, lalu meraih tangan krystal dan menariknya turun ke lantai dasar.

“Tadaaa.. tadi aku memasaknya, saat kau tertidur pulas. Tenang saja, ini masih hangat kok..” myungsoo tersenyum lebar. Dia membawa krystal ke depan meja makan yang sudah terisi dengan berbagai macam makanan. “Dan pastinya sangat enak,aku jago memasak. Jiyeon sangat menyukai masakanku. Tapi semenjak jiyeon sakit, aku sudah jarang memasak lagi. Ini pertama kali aku memasak semenjak jiyeon sakit, tapi kau tenang saja, kehebatan memasakku takkan pernah hilang. duduklah~” myungsoo menarik kursi dan mempersilahkan krystal untuk duduk.

“ jangkamman, makan malam? Ini sudah malam?” myungsoo mengangguk

“ Mwo?” krystal menatap myungsoo tak percaya. “ Aku harus pulang. Eonnieku pasti menungguku” krystal panic dan hendak berbalik untuk pulang. Tapi myungsoo menahannya.

“jangan pulang dulu, apa yang akan dikatakan eonniemu padaku, membiarkanmu pulang dengan perut kosong. Hubungi saja, dan kabari bahwa kau baik-baik saja dan akan segera pulang.” Krystal menatap myungsoo sebentar dan mengangguk, dia mengambil telepon genggamnya dan segara menghubungi Jessica.

Setelah itu, mereka makan bersama.

“Bagaimana masakkanku?” myungsoo mengajukan pertanyaan setelah mereka selesai dengan makanannya.

Krystal mengangkat kedua jempolnya “Mashita, Neomu neomu neomu mashita” myungsoo tersenyum dan sempat membuat jantung krystal berdetak kencang. Krystal segera mengatur emosinya.

“Ehm, sebelum aku pulang, boleh aku lihat keadaan jiyeon dulu?”

“Silahkan”

Krystal dan myungsoo naik kekamar jiyeon. Sesampainya disana,  krystal masuk dan menggeggam tangan jiyeon selama 1-2menit lalu keluar bersama myungsoo.

“aku akan mengantarmu” myungsoo mengambil sepeda krystal dan hendak menaikinya.

“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri, lagi pula apa kau bisa pulang kemari dengan berjalan kaki di malam hari seperti ini? Ini bukan kota, yang ramai kalau jam segini”

Krystal menaikki sepedanya “Baiklah, tapi kau harus hati-hati”ucap myungsoo dan krystal mengangguk “dan oh ya, Terima kasih buat hari ini, berkat kau jiyeon sepertinya mulai sedikit membaik. Dia tertidur pulas setelah kejang-kejang selama 1 jam itu.. aku harap semakin hari semakin membaik.”

“Aku ikut berdoa untukmu. Terima kasih juga buat makanannya.” Krystal tersenyum iba dan tulus

“Itu tak seberapa, aku akan melakukan lebih dari itu.”

“tidak perlu, aku melakukan ini ikhlas menolongmu. Dari awal aku bilang tidak menginginkan apapun darimu.”

“Huft” myungsoo mendesah “Krystal-aa, dengar, kau juga membutuhkan imbalan, dan itu pasti!.. Kau mengira imbalan itu uang dan harta benda? Imbalan juga bisa berupa senyuman dan ucapan trima kasih, bahkan mungkin kasih sayang. Pasti kau juga membutuhkan imbalan seperti itu. jangan berfikiran yang tidak-tidak dulu. Arasso?” myungsoo tersenyum lagi menatap krystal. kata-kata, senyuman dan tatapan myungsoo sukses membuat krystal bertambah deg-degan. Krystal hampir saja salah tingkah.

“ah ya. Aku mengerti.. aku pulang dulu. Annyeong sampai ketemu besok” Krystal mengayuh sepedanya.

“Ah ara. Salam buat kakakmu. Annyeong” myungsoo melambaikan tangannya dan melihat krystal hingga menghilang dari pandangannya.

~~

Keesokkan harinya, krystal datang lebih awal. Sebagai ganti keterlambatannya kemarin.

“Krystal-aa, wasseo?” myungsoo menyambut krystal dengan wajah berseri-seri

“Wae? Kau terlihat bahagiaa, apa terjadi sesuatu?” krystal masuk dan meletakkan jaketnya disisi sofa.

“benar. Kau datang disaat jiyeon sadar.”

“Chinjja?” krystal tersenyum bahagia tak percaya. Disambung anggukan bahagia myungsoo

“ Palli, kita kekamarnya sekarang.” Myungsoo menarik tangan krystal naik ke kamar jiyeon.

Krekk

“Jiyeon-aa” ucap myungsoo ketika pintu dibuka

Jiyeon yang berada diatas tempat tidur dengan posisi duduk, berbalik menghadap pintu dan melihat myungsoo datang bersama seorang yeoja.

“Annyeonghaseyo” sapa krystal sambil sedikit membungkuk

“Annyeong” sapa jiyeon balik sambil tersenyum lebar. “Neo Krystal-ssi?”

“Nde?” raut wajah krystal berubah heran.

“L oppa sudah bercerita banyak tentangmu. Terima kasih buat penyembuhanmu, aku sudah mulai merasa enakkan.. masuklah, kenapa berdiri dipintu?”

Krystal sadar lalu segera masuk dan duduk disamping ranjang jiyeon. “ah, ye.. sama-sama”

“aku akan ke dapur membuatkan jiyeon makanan. Kalian berbincang-bincanglah dulu..”

“arasso oppa” jiyeon mengangguk mengerti lalu Myungsoo berdiri dan keluar.

Suasana sempat terasa canggung tapi jiyeon mulai berbicara.

“Krystal-ssi, sejak kapan kau mulai bisa melakukan seperti ini?”

“nde?”

“aku hanya penasaran, kau memiliki kekuatan yang hebat ini sejak kapan?” jiyeon mengulang pertanyaannya dengan hati-hati.

“Ah ituu, aku juga kurang tahu sejak kapan memiliki kekuatan ini, tapi aku menyadarinya sejak umurku 14 tahun. Saat aku kelas 3 Smp.”

“Chinjja?”  krystal mengangguk. “Daebakk” krystal hanya dapat tersenyum dan tertunduk malu. “ehm bagaimana soal pacar? Kau sudah memiliki kekasih?” jiyeon bertanya to the point dan sontak membuat krystal syok seketika.

“ani, aku belum punya pikiran ke arah sana..” krystal menjawab dengan gugup.

“maldo andwae, tapi kau pasti pernah dekat dengan seorang lelaki kan? Soalnya kau sangat cantik. Belum punya kekasih sangat tidak mungkin menurutku.” Jiyeon melipat kedua tangannya didada dan memerhatikan wajah krystal.

“Kau bisa saja, jiyeon-ssi. Aku memang pernah dekat dengan namja, dan kami hampir saja menjadi sepasang kekasih, tapi akhirnya kami berpisah.” Krystal menghela nafas.

“Chinjja? Sayangnya..” jiyeon merasa iba mendengar pernyataan krystal.

“bagaimana dengamu jiyeon-ssi? Kau sudah memiliki kekasih?” krystal balik bertanya.

“aku hanya dekat dengan 1 namja, dan itu L oppa”

“Kau menyukainya?” krystal bertanya dengan hati-hati

Jiyeon tersenyum, lalu mendekatkan bibirnya ditelinga krystal. “Nde.. aku sangatt menyukainya”

Jiyeon kembali keposisinya “Aku ingn segera sembuh dan menyatakan perasaanku. Bagaimana menurutmu?”

Jantung krystal beradu. ‘perasaan apa ini? Kenapa rasanya sangat tidak enak?’

“Eoh? Bgaimana menurutmu krystal-ssi?” jiyeon mengulangi pertanyaannya saat ia meliahat krystal terdiam dan melamun.

“Nd..Nde.. kalian sangat .. cocok..”

“Jeongmal-yo? Wahh.. mohon bantuannya krystal-ssi untuk menyembuhkankuu” jiyeon tersenyum bahagia sambil meraih kedua tangan krystal.

Krystal pun tersenyum mengangguk. Meskipun ia masih merasakan perasaan anehnya.

“triling triling” bunyi suara telpon genggam krystal berbunyi. Sebuah sms masuk.

‘ Kry-aa, aku sudah tahu dimana kau berada dan tempat tinggalmu sekarang. Aku akan segera kesana. Gidaryeo

From your lovely, Kai.

DEG!!

~~

Myungsoo memasuki pintu dan membawa bubur untuk sarapan jiyeon.

Krystal yang menyadari kedatangan myungsoo segera menutup telpon genggamnya lalu memasukkannya kedalam saku.

“makanlah, setelah itu kau minum obat.” Myungsoo menaruh sebuah meja kecil diatas pangkuan jiyeon, lalu menaruh bubur dan segelas air putih diatas meja itu.

“Minum obat? Bukankah sudah ada krystal?”

“Kau tetap harus minum obat jiyeon, sebagai bantuan.” Myungsoo memperingatkan jiyeon disambung raut cemberut di wajah jiyeon.

“arasso oppa” jiyeon melahap makanannya dengan lahap, krystal pun ikut tersenyum melihatnya.

Setelah jiyeon makan dan meminum obat, krystal mulai menggenggam tangan jiyeon lagi. Jiyeon dalam posisi berbaring saat ini.

“Apakah kalau kau melakukan kegiatan lain sambil melakukan proses penyembuhan, akan menganggu proses tersebut?” myungsoo membuka suara ketika keheningan dalam ruangan itu malanda. Jiyeon saat ini dalam keadaan tidur.

“Ani.. wae?” krystal berbalik dan menatap myungsoo

“Kau boleh menonton TV, aku tahu kau bosan.” Krystal mengangguk menyetujui.

Myungsoo segera menyalakan Tv dan memutar channel music. Mereka menonton dan mendengar music itu dengan santai.

~~

Sudah 3 hari mereka melakukan kegiatan itu. krystal juga melakukaan proses penyembuhannya selama 4-5 jam perharinya.

“Bagaimana kalau kita melakukan kegiatan lain?” Myungsoo mencoba mengajak krystal untuk mengerjakan sesuatu setelah jiyeon mulai tertidur.

“Apa yang bisa kulakukan dengan tangan satu? Tangan kananku pastinya digunakan untuk menggenggam jiyeon.” Krystal mengangkat tangan kirinya dihadapan myungsoo.

“bagaimana kalau bermain kartu, bisa kan?” Krystal terihat berfikir sejenak.

“Baiklah” krystal menyetujui.

Myungsoo segera mengambil kartunya mengocok dan membanginya. Permainan pun dilakukan. Kalah dan menang dialami keduanya. Yang kalah wajahnya akan dicoret menggunakan lipstick. mereka menikmati sambil tertawa bersama.

~~

“Kau sudah pulang krystal-aa?” Jessica membuka pintu setelah mendengar bunyi bell dari krystal

“Ne unnie..” krystal berjalan masuk melewati kakaknya.

“Kau sangat pucat dan lesu, gwaenchana-yo?” Jessica menarik lengan krystal lalu memegang dahinya. “Kau Demam! Kenapa bisa seperti ini?”

“mungkin hanya kecapean saja unnie, tenang saja”

“bagaimana bisa bisa tenang? Besok kau harus pulang cepat ! arasso?”

“tidak bisa, aku harus lebih lama lagi seperti ini. Sampai terjadi perubahan pada jiyeon.”

“aku tahu, tapi kau harus lebih mementingkan dirimu kry-aa”

“akan kuusahakan.” Krystal berbalik dan berjalan menaiki tangga

“Kry-aa!!”

~~

Keesokan harinya krystal melaksanakan rutinitasnya. Bahkan lebih pagi dari biasanya. Krystal berangkat sebelum Jessica benar-benar bangun.

“kau pucat krystal-aa” myungsoo membukakan pintu untuk krystal terkejut dengan wajah krystal yang bisa dibilang mirip dengan hantu.

“Gwaenchana” krystal berjalan memasuki rumah myungsoo dan naik menuju kamar jiyeon

myungsoo pun naik mengikutinya.

“kau benar-benar tidak apa-apa?” krystal mengangguk “kalau begitu aku akan membuatkanmu teh hangat”

Belum sempat myungsoo bergerak, seseorang membuka pintu dengan kasar lalu menarik tangan krystal.

“Hentikan Kry-aa! ini bisa membunuhmu!”

Krystal berbalik

“Kai?!”

~TBC~

Taraaa~~ Tokoh baru muncull hihihi bagaimana??

Maaf membuat kalian menunggu yaa.. hikss

Mohon komentar dan kritiknya ^^

 

8 responses

  1. Eonni! Inget aku gak? Aku yg biasanya comment di smtownfanfic🙂 Belum sempat cek ke sana, ternyata pas ke sini sudah ada.. Huahh,, baguslah.. Ceritanya makin tegang.. Krystal kecapean ya? Karena sudah memberikan tenaga n nyawanya buat Jiyeon *sok tau kamu* Hehe ^^a. Lanjut ne, Thor! Aku suka! We were in love juga🙂

  2. woaaaaaaaa~ Konflik.nya udah mulai !! Jiyeon ama Jungie sama* suka Myungie! :3
    tapii.. aku tetep milih Myungstal !! dan scene terakhir itu bikin kesel bgtt! kenapa Kai mesti dateng sebagai peran sii Nyamuk?? jangan ganggu Myungstal dongg!! Kai jalan ama Jiyeon ajja.. cocok koq!!#PLAKKK -_-
    next chap cepett yaa..😀 cemungudhh

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s