[FF] List Before I Die

chanyeol krystal kai sehun

Title       : List Before I Die

Author  : @bungasalsaaa

Genre   : comedy-romantic

Ratings : PG-16

Cast       : park chanyeol (exo)

Krystal jung (fx)

Sehun oh (exo)

Kim jongin/ kai (exo)

 

 

Hai kalian orang orang yang beriman, kembali lagi aku bawa ff—niatnya—sequel dari hot kiss in a bad day. Yang masih inget muah banget yang lupa atau belum baca balik sanah baca lagi :p oh ya mau ngingetin disini kalo kalimat yang di cetak miring itu kata hati/kata batin pemain atau bisa juga masa lalu ya? Biar ga bingung hehehe happy reading!

 

Seorang lelaki duduk di balkon rumahnya sambil memegang secarik kertas. Ia kembali membaca beberapa suku kata disana “list..before..i die. By chanyeol park si ganteng” dengan suara kosong tanpa harapan. Ia mengambil pulpen bewarna merah menyala, mengarahkannya ke pojok kanan bawah kiri berniat menandatangani kertas itu seakan akan itu adalah surat tanan warisan abahnya.

 

Hari itu sengaja ia berangkat agak siang menuju sekolah, ia kembali membca list nomor 1 sambil tertawa meremehkan. Seorang satpam berperawakan besar sudah bertengger di depan gerbang sekolah dengan tampang sangar sambil memegang penggaris kayu

 

“jam berapa sekarang?!” Tanya mr.kim—satpam itu—youdontsay padahal di tangannya terpatri jelas jam tangan ijo tai kuda yang masih jalan

 

“hell” jawab chanyeol pelan

 

“udah tau jam segitu kenapa masih berani dating ke sekolah?!”

 

Chanyeol melongo dalam diam. Tidak berkata apa apa

 

“jelaskan padaku kenapa kau bisa terlambat?” Tanya mr.kim sambil mengetuk-ngetuk kepala chanyeol dengan penggaris kayu. Ia terkekeh pelan, ini yang membuat chanyeol sebal tidak tertulung. Ia seakan akan penguasa seluruh gerbang, dengan wajah sangar.

 

”not your business bitch”

 

Sebuah pukulan penggaris kayu mendarat di pantat bulat chanyeol, sebuah aset berharga yang ia lindungi dari lahir, ia meringis sambil mengusap ngusap pantatnya. Akhirnya si satpam ngerti juga.

 

“pantai? Pantai?! Ini bukan liburan musim panas kau malah ke pantai?”

 

Jelas chanyeol mulai habis kesabaran. Ia menarik lelaki itu, mendekatkan mulutnya pada telinga mr.kim “fuck”

 

  1. kim mengerutkan dahinya, lalu mendorong chanyeol menarik kerahnya sambil menatap nya dengan tatapan membunuh

 

“apa artinya? Jelaskan padaku!” tanyanya setengah berteriak pada chanyeol yang sudah pias, percis ikan cupang yang kalah tanding.

 

“na…naeko haja”
Hari itu chanyeol di rumorkan homo.

 

  1. Melontarkan kata kata kasar pada mr.kim. gagal

 

Kemarin salju pertama turun, menutupi sebagian besar jalanan kota seoul, chanyeol duduk menghadap jendela tiba tiba saja kepalanya terasa nyeri. Sekelibet(?) bayangan muncul di otaknya

”mr.park?” chanyeol yang merasa namanya di panggil langsung menghadap keruangan dokter. Terdapat  Seorang wanita memakai baju putih dengan rambut panjang menjuntai sampai ke bujal.

“silahkan duduk” kata wanita itu pada chanyeol, ia nurut saha karna kecantikan wanita tersebut. Detik berikutnya semua jenis suara seperti masuk ke telingan kanan keluar ke telingan kiri, chanyeol hanya menggangguk mengiyakan sambil tersenyum tanpa duka nestapa menatap wajah malaikat wanita tersebut

“tuan? Kau tida apa melakukan kemoterapi? Nanti botak loh”

Chanyeol mengerutkan dahinya bingung

“kemo? Memang aku sakit apa?”

“kanker otak stadium 4”

 

“dasar wanita kadal! Rabies! Doli!” segala sumpah serapag ia keluarkan kala kembali mengingat wanita tersebut. Buru buru ia mengambil kertas list nya “harus cepat keburu mati”

 

Chanyeol keluar flat nya dengan hanya memkai kolor bermotif kupu kupu malam dan kaos oblong. Hawa dingin menusuk tulangnya tapi itu rapopo bagi chanyeol yang notabene adalah anak pramuka tahan dingin asal tidak dingin sampai hati/eaaa

 

Banyak anak anak yang sedang bermain bola salju lari kesana kemari mirip heli guk guk guk. Chanyeol mendengus meremehkan

 

Tidak ada kerjaan lain apa

 

Setelah puas menatap anak anak dengan tatapan membunuh, ia mengitari rumahnya. Sampailah ia di dekat pohon rambutan, chanyeol melihat kesana kemari. Setelah memastikan tidak ada siapapun disana ia mulai melucuti pakaiannya satu satu, tubuhnya menggigil kulitnya yang putih berubah menjadi pucat saat salju mengenai tubuhnya. Ia sudah memegang ujung kolornya berniat membukannya tapi sebuah suara menghentikan adengan hot tersebut(?)

 

“liat ada yeti!!” teriak seorang anak kecil ingusan belum puber, sambil menunjuk nunjuk chanyeol pula. Teman temannya yang berada tidak jauh dari anak yang berteriak tadi sontak melihat ke arahnya.

 

“ayo lemparin yeti pake salju!” sepersekian detik ketika perintah perang di umumkan. Bola bola salju terus berdatangan ke arah chanyeol membuatnya murka

 

“YAK AKU BUKAN YETI” teriak chanyeol tidak terima, tentu saja ia tidak mau di seanak pinakan dengan makhluk putih besar penghuni gunung salju tersebut, sungguh tidak keren. Ia mengambil bola salju hasil lemparan anak anak itu dan langsung melakukan counterattack. Anak anak itu berlarian kesana kemari sambil tertawa riang gembira, beda dengan chanyeol yang sekarang mengejarnya dengan emosi

 

Hari itu chanyeol di nobatkan menjadi yeti kurang bulu di kampungnya

 

  1. telanjang bulat saat bersalju. Gagal

 

Sekarang apa lagi? Jam 10 KST chanyeol masih di luar menyusuri gang gang gelap horror penuh kejahatan di malam hari. Sudah bukan rahasia lagi kalau diantara gang gang ini bersemayam preman preman gadungan bau roti basi. Dan benar saja baru beberapa menit chanyeol mengitar gang tersebut sebuah suara menjerit jeritan seorang wanita meminta tolong membuatnya berlari kea rah TKP

“HEY KAU BERHENTI” teriak chanyeol sambil berlari, membuat penjahat berjenggot itu menoleh ke arahnya dengan tampang bingung. Saat sudah dekat ia melakukan tendangan sapuan, membuat penjahat tersebut terjerembab dengan tidak manusiawi. Ia tertawa puas bercampur haru, lalu ia menoleh pada seorang gadis korban rampokan yang berlari ketakutan

 

“hati hati gadis can..”

 

BUUKK

 

Sebuah pukulan tangan tepat mengenai kepalanya, chanyeol meringis lalu menoleh pada penjahat tersebut dengan tatapan brutal

 

“KAU INGIN MEMBUNUHIKU HAH?”

 

Penjahat itu menggaruk garuk tengkuknya salah tingkah, dahinya berkerut.

 

“kan..kan kau yang ngajak ribut duluan”

 

“BASI TAU GAK! UDAH GAK PERLU SUSAH SUSAH NGEBUNUH, AKU BENTAR LAGI MATI KOK. TAU KENAPA?”

 

Penjahat itu hanya menggeleng lemah

 

“AKU TERKENA KANKER OTAK STADIUM 4! OTAK KU BERGESER 4 CM KE KANAN, NGERTI?!” teriak chanyeol tepat di wajah penjahat itu, untung ia sempat gosok gigi dengan pepsodent perlindungan 12 jam jadi bebas dong mau teriak sedekat apapun juga.

 

“tenang tenang duduk dulu tong” penjahat itu menepuk nepuk bahu chanyeol mencoba menanangkan bocah yang seperti hilang arah tersebut, chanyeol mengangguk setuju dengan saran baik preman lalu duduk dengan nafas memburu

 

“bukan kau saja yang punya masalah, aku juga punya, anakku ingin sekolah tapi tidak punya uang… hing..ja ja,,di aku jadi seperti ini hing….hing”

 

Pandangan chanyeol menghangat ia menepuk nepuk pundak penjahat tersebut

“ajusshi jangan nangis ada chanyeol disini” penjahat itu mengangkat wajahnya menatap chanyeol hangat

“kau cepat sembuh ya, hidup ya begini keras”

 

Chanyeol mengangguk ngangguk so tegar, ia mengeluarkan ponsel dan dompetnya memberikannnya pada penjahat tersebut.

 

“ini buat biaya anak sekolah” chanyeol tersenyum, dengan ari mata yang masih mengalir mereka berpelkukan di dinginnya musim dingin.

 

Hari itu chanyeol mendapat percerahaan hasil dari bermuram durja dengan penjahat

 

  1. cari ribut dengan penjahat dan menang. Gagal

Chanyeol masih berdiri dengan kesal di depan mesin minuman, sejak tadi minuman yang di pilihnya tidak kunjung keluar. Ia mengangguk ngangguk llau mundur beberapa langkah dari mesin tersebut

 

“tendangan hayati si rawa girl!” dengan sekuat tenaga chanyeol menendang msin minuman hinggal lebih dari 4 minuman cola ke luar. Ia meringis ke sakitan memegangi kakinya lalu tidba tiba pandangnnya kabur kepalanya pusing sekali di tambah perutnya yang mual. Ia menggapai teman temannya yang sedang makan ganteng di bawag pohon tidak jauh dari dirinya.

 

“aku akan mati sekarang! Mati sekarang!”

Katanya dengan suara parau, sontak jongin dan sehun terbelalak kaget. Hanya mereka yang tau penyakit chanyeol dan tentang wishlist nya tersebut. Jongin buru buru memegang kepala chanyeol berusaha memijitnya, tapi itu malah seperti meremas. Jongin ini memang ahli meremas

 

“jangan di tahan! Jangan di tahan!” rusuh sehuns ambil berlari ke sana kemari “aku akan cari bantuan”

 

Chanyeol menggeleng lemah “tidak perlu, ambil saha kertas di saku celan ku” katanya dengan tampang ingin menanangis, wajar saja mengingat ia sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini ditambah ia belum pernah merasakan vodka, minuman kebangsaannya dari kecil sampai sekarang Cuma torpedo rasa lemon.

 

Sehun mengangguk, lalu mengodok ngodok celana dalam chanyeol

 

“kamu beneran homo?” sebuah sura menghentikan adegan ini sepersekian detik. Semua mata tertuju pada si penanya biadab tersebut

 

Nice timing krys

 

Sehun buru bur mengeluarkan tangannya dari saku celana chanyeol setelah memeang sebuah kertas. Lalu membacanya, ia mengangguk ngangguk lalu menyengir lebar pada krystal

 

“aku hanya ingin mengambil kertas ini, karena kau ada disini kau jagain chanyeol ya” kata sehun lalu manarik tangan jongin. Meninggalkan chanyeol dan krystal berdya yang saling membuang muka

 

Chanyeol melirik krystal

 

Krystal melirik chanyeol

 

Awkward moment.

 

“ekhm” chanyeol berdehem nafsu, berusaha mencairkan suasana, entah sejak kapan chanyeol sudah normal tidak berada di ujung ‘kematian’ lagi.

 

Krystal tidak menoleh pada chanyeol. Matanya menatap lurus pada tai burung di depannya.

 

“kamu gapapa?” Tanya krystal tiba tiba

 

“gapapa oh ya aku ingin minta maaf soal.. hey pandang aku kalau aku sedang berbicara. Tau gak siapa yang suka menghindari tatapan lawan bicaranya? Monyet tau”

 

Krystal menoleh dengan tatapan tajam, seolah mampu mengintimidasi chanyeol yang langsung bungkam di tempat

 

“monyet? Kamu bilang aku monyet? Belum juga selesai soal urusan kemahoan kamu. Aku ngira dari dulu kamu normal tau nya….. kamu homo dan berani bilang aku monyet. Jangan kira aku akan tetap menyukaimu, kau mudah di lupakan”

 

Aw

 

Krystal pergi dari sana, menyisakan chanyeol yang terbengong bengong ria di tempat. Demi neptunus dia tidak bermaksud bilang krystal kaya monyet, ia tau itu semua dari saluran TV NGC, mulai sekarang ia benci NGC

 

“hey” seorang wanita cantik menepuk bahu chanyeol, sontak lelaki yang sedang bengong itu pun menoleh

 

“kau….” Chanyeol menampakam muka malas saat bertemu suster berambut sebujal dir s waktu itu. Suster itu tersenyum sambil mengandeng seorang lelaki, seperti memamerkannya.

 

Percuma cantik udah ada yang punya. Chanyeol mendengus.

 

“minjun ssi bagaimana? Sudah mendingan?”

 

Dahi chanyeol berkerut bingung.minjun?

 

“maaf aku chanyeol”

 

Suster itu menutup mulutnya unyu lalu membungkuk meminta maaf “maaf nampaknya aku salah orang, jeosohamnida” ia pamit pergi sambil kemabli ketawa ketiwi bersama pacarnya

 

Benar ya aku mudah di lupakan.

 

  1. dimaafkan krystal? Gagal total

 

Chanyeol memandang jendela dengan raut muka sedih, percis model video clip azab dan dosa. Jalanan sudah tidak bersalju lagi, ia menghembuskan nafas burat. Bukan ia bukan ingin salju kembali  turun melainkan ia sedang ingin hujan turun hari ini, nampaknya hanya cyaca hujan yang cocok untuk hatinya saat ini.

 

“hatchi! Hachi!” chanyeol kembali mengelap ingusnya yang mulai keluar

 

Aku semakin dekat dengan kematian

 

Ia membuka ponselnya mengetikan pesan untuk sahabatnya

 

To : sehun; jongin

 

Aku butuh bantuanmu, aku akan melakukannya di bawah pohon taman dahlia.

 

————

 

Sekarang chanyeol terduduk di ruang tamu krystal, wanita itu mau menemuinya kala chanyeol bilang ia sebentar lagi mati, meninggalkan dunia ini, dirinya dan si pucuk (ini lanjutan hot kiss in a bad day wkwk)

 

Krystal turun dari lantai atas, dengan dress pink-putih bermotif floral diatas lutut, chanyel berdiri melihat takjub krystal. Angin masuk entah dari mana membuat dress krystal sedikit mengangkat. Chanyeol cinta angin. Dan jelas chanyeol berharap harap cemas ia bisa melihat celana dalamnya tapi nampaknya krystal memakai kolor lagi, kolor tarzan pemberianya

 

Kolor itu,apa ia masih mencintaiku? nampaknya ia sengaja memakai dress pendek di saat musim dingin seperti ini. Ia ingin menunjukan cintanya dengan cara dewasa(?)

 

Sejurus kemudian mereka sudah sampai di taman, keduanya masih sibuk dengan pikiran masing masing. Sampai suara erangan terdengar.

 

“aduh sakit” krystal memegangi lututnya yang tampaknya tidak apa apa, modus emang(?) menyadari itu chanyeol buru buru membantu krystal berdiri, nampaknya ia tersandung selang

 

“siapa yang nyimpen selang disini, dasar otak babi” gerutu chanyeol padahal ia harusnya biasa saja, krystal memandanginya datar. Sadar di pandang begitu buru buru chanyeol bersin bersin. Krystal yang tampaknya terjebak dalam halusinasi /apa banting stir mengubah pandangannya menjadi khawatir. Pasalnya ia tau chanyeol jaang sekali sakit paling setahun 3 kali lah itu juga Cuma diare

 

Harus cepat kematian sudah dekat. Batin chanyeol lagi. Ia buru buru menarik lengan mantannya itu ke bawah pohon

 

“dengar aku meminta maaf sial aku lupa tanggal jadian kita soal hari ke seratus kita soal hari ulang tahun soal hari ulang tahun sepupumu, jujur saja tanggal itu susah di ingat”

 

Krystal menatap chanyeol datar

 

Salah ngomong ya?

 

“tapi yang penting, aku saynag kau krys. Aku ingin kita menikah di altar gereja lalu meng hot kiss mu atau kalau perlu langsung mencumbumu di balkon gereja, agar jomblo jomblo diluar sana iri pada kita. Lalu kita tinggal di rumah sederhana, mendapati wajahmu setiap aku membuka mata saat bangun, punya banyak anak lucu mirip anak kadal, tapi sayangnya itu gabisa krys”

 

Chanyeol menggantung kalimatnnya menatap mata krystal yang mulai memerah

 

“……..aku kanker otak stadium 4”

 

Tangis krystal pecah, bersamaan dengan itu titik titik air deras membasahi keduanya. Hanya keduanya.

 

Masih menangis krystal memukil mukul dada bidang—tanpa bulu—chanyeol, seolah tidak peduli kala ia basah kuyup di bawah guyuran hujan

 

“kau! Kenapa.. tidak bilang hiks hiks… kenapa”

 

CUP

 

Chanyeol membekap mulut krystal dengan bibirnya, membuat krystal langsung bungkam matanya membelalak kaget. Ia pernah baca di quote laknat tumblr cara paling ampuh membuat seorang wanita berhenti bicara adalah dengan cara menciumnya

 

Ciuman ini….. dejavu

 

Krystal jadi ingat saat first kiss nya bersama chanyeol di bis(hot kiss in the bad day) panas dan manis terasa, namun sekarang berbeda. Latarnya berbeda ini ruangan terbuka benar benar terbuka dibawah guyuran hujan, menjadikan orang lain bisa langsung melihat FTV live gratis. Krystal mulai memejamkan matanya, menikmati setiap sentuahan bibirnya, kali ini tidak panas melainkan dingin, rasanya tidak manis melainkan rasa kaporit

 

 

Ya kaporit.

 

Air kaporit.

 

AIR LEDENG?!

 

Krystal melepaskan tautan bibirnya, ia menyapu pandangannya melihat sekitar, hanya mereka beruda yang basah. Ia mengadahkan kepalanya keatas, betapa terkejutnya ia mendapati dua makhluk astral bertengger di atas pohon sambil memegang selang dan saringan kaleng.

 

“kissing in the rain” celetuk chanyeol membuat krystal makin menganga lebar

 

“sebelum aku mati, permintaan terakhirku adalah ‘kissing in the rain’ denganmu, namun nampaknya beberapa hari kedepan tidak akan hujan jadi aku meminta banyuan jongin dan sehun” jelas chanyeol panjang lebar sambil menunjuk ke aras pohon. Yang di tunjuk hanya nyengir lebar mirip iguana.

 

Krystal memekik kaget menutup mulutnya sendiri “chanyeol-ah hidungmu……..”

 

Chanyeol hanya tersenyum, lambat laun pasti ini akan terjadi. Ia mengambil sapu tangan dari saku lalu mengelap hidungnya.

 

Ingus? Ini ga keren banget dikira mimisan. Gerutu chanyeol dalam hati.

 

  1. kissing in the rain? (………..)

 

hari ini chanyeol sudah ada di ruangan dokter, jelas krystal tidak mau tau apapun ia hanya ingin chanyeol sembuh, kalau tidak bisa sembuh maka krystal akan meminta tips tips cara kanker orak pada dokter. Apa ini cinta mati? Entahlah hanya mereka yang tau.

 

“park chanyeol yah?” dahi dokter tua itu berkerut bingung sambil mencari berkas-berkas yang terselip di ujung lemari bukunya.

 

“iya. Saya penderita kanker otak” jawabnya enteng. Bagai kanker otak itu sama halnya dengan kutu air

 

Disaat yang bersamaan suster rambut bujal itu kembali muncul

 

“minjun ssi! Masih hidup?”

 

Minjun lagi.

 

“dia park chanyeol, tunggu” dokter itu menatap chanyeol dan suster itu bergantian

“chanyeol-minjun-chanyeol-minjun-chanyeol-ketemu!” seru dokter itu riang gembira mengambil 2 berkas kehadapan chanyeol dan krystal

 

“ms.hwang kemari” titah dokter itu dengan nada geram, suster bujal yang terindentifikasi bernama ms.hwang pun mendekat dengan wajah bingung.

 

“park chanyeol anda menderita flu berat. Park minjun menderita kanker otak stadium 4”

 

  1. Hwang, chanyeol, dan krystal membelakakan matanya tidak percaya. Dokter itupun ikut membelalakan matanya ikut ikutan. Terjadi hening panjang di antara mereka

 

Chanyeol berusaha mengerti keadaan, ia mengingat-ngingat kejadian saat pertama ia di agnosa

 

”mr.park?” chanyeol yang merasa namanya di panggil langsung menghadap keruangan dokter. Terdapat  Seorang wanita memakai baju putih dengan rambut panjang menjuntai sampai ke bujal.

“silahkan duduk” kata wanita itu pada chanyeol, ia nurut saha karna kecantikan wanita tersebut. Detik berikutnya semua jenis suara seperti masuk ke telingan kanan keluar ke telingan kiri, chanyeol hanya menggangguk mengiyakan sambil tersenyum tanpa duka nestapa menatap wajah malaikat wanita tersebut

 

Chanyeol terdiam, ada sesuatu yang hilang (?)

 

“anda park minjun?” Tanya suster tersebut. Chanyeol masih tersenyum terpesona, suster itu hanya mengangkat bahunya

“oh ya dokter sedang pipis jadi aku yang akan member tahukannya padamu. Karna kau juga tidak punya wali aku tidak ada pilihan lain. Dimihin ketabahannya kau terkena kanker otak stadium 4” suster itu kembali melirik chanyeol, namun yang dilirik masih tersenyum seperti tadi. Mulai sekarang suster itu menganggap senyum itu adalah jawaban iya

“kau baik baik saja? Dokter menyarankan kemoterapi” chanyeol masih seperti tadi

“tuan? Kau tida apa melakukan kemoterapi? Nanti botak loh”

Chanyeol mengerutkan dahinya bingung

“kemo? Memang aku sakit apa?”

“kanker otak stadium 4”

 

Chanyeol mulai mual, ia merasa tolol.

 

Setelah kejadian itu, chanyeol sudah beraktivitas seperti biasa. Ia sekarang mengenal minjun, dan membantu nya dengan menyalurkan dana untuk pengobatannya. Ia sudah kapok tidak mau kesiangan lagi agar tidak bertatap muka dengan mr.kim kasus homo itu sudah kelar namun sekarang rumor ‘chanyeol- mr.kim sudah putus dan memlilih kembali ke jalan yang benar’ menjadi topik hangat di sekolah. Sekarang ia berteman dengan preman berjenggot itu, jadi ia bisa sok sok jadi pahlawan kapanpun ia mau. Ia tidak bisa telanjang di musim dingin karena ini sudah menginjam musim semi. Sekarang Ia menjadi dirinya lagi penghuni pohon rindang belakang sekolah.

 

Titik titik hujan terus berjatuhan membasahi dua orang yang sedang terdiam di bawah pohon, keduanya saling lirik sambil terkekeh

 

“kissing in the rain?”

 

“tidak mau” jawab krystal sambil mencubit hidung chanyeol gemas “aku tidak mau kau pergi” sambungnya lagi sambil tersenyum

 

————————————————————THE END——————————————————————

 

 

HAHAHAHAHAHAHA jir ini aneh banget, geli gatau kenapa ih tolongin L((((((( niatnya mau bikin sequel(?) dari hot kiss in a bad day? Masih inget kan? Masih atuh ih. Minta feedback nya ya, comment di bawah sini, atau like deh. Jangan jadi silent reader biar akunya semangat sayangkuuuuuuh. follow twitter aku di @bungasalsaaa

 

 

7 responses

  1. akhirnya sequel ‘hot kiss in a bad day’!!!
    ngakak banget smpe guling” ~v~
    kirain rumornya chan udh bener” terpatahkan, trnyata ada rumor yg gak kalah kocak >v<
    Kalo perlu buatin sequelnya terus thor! Pasti bakal jd ff langgananku ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s