Ballerina Struggle Series : Dreams [1]

DreamsAuthor : Park Nukyeon

Title : Dreams [Ballerina Struggle Series]

Cast:

  • Kim Jongin
  • Oh Sehun
  • Im YoonA

Other Cast:

  • Kang Seulgi
  • Huang Zi Tao
  • Etc

Genre: Romance, Friendship, Angst

Length : Serial

Rating: PG-15

Disclaimer : Semua Cast disini kepunyaan Tuhan Yang Maha Esa.

Author’s Note : FF ini diispirasi oleh banyak sumber termasuk Toe Shoes Comic dan Drama Dream High 1&2 yang lainnya hasil pikiranku sendiri. Dan semuanya itu Author Point of View. Disini adapun  yang versi western, yang ingin membacanya bisa klik tulisan INI tetapi ini benar-benar western. Perbedaannya hanya bahasanya. Ini juga hanya fanfic, tidak usah perdulikan usia. Maaf juga kalau EYD aku masih jelek & penempatan titik serta komanya masih ancur😄 maaf juga kalau cast aku itu-itu aja soalnya aku gaberani bikin ff yang castnya itu ga aku biasin malah takut nanti ancur. Aku juga post ini di Indo Fanfiction

THIS FF NOT FOR SIDERS

Dengan tutu berwana pink yang mengembang dan sepatu balet pink yang terlilit. Aku siap mengejar mimpiku diatas pentas dunia.

“Yoona,turunkan bahumu sedikit,” ujar Sonsaengnim itu.

“Ne,” ucap Yoona.

Im Yoona adalah siswa 3 SMA yang sangat mencintai balet. Bagi dia, balet adalah separuh hidupnya. Walaupun ia sangat mencintai balet, dia tidak terlalu cakap di bidang itu berbeda dengan sahabatnya Kang Seulgi atau yang biasa disebut Seulgi olehnya. Yoona baru memasuki dunia balet saat dia di kelas 2 SMP sedangkan Seulgi saat ia masih kelas 4 SD.

“Baik anak-anak. Di penghujung hari ini, Sonsaengnim ingatkan sekali lagi. Bahwa, 3 hari lagi Sonsaengnim akan mengadakan audisi pemeran Odile dan Odette untuk pentas kesenian kita. Sekarang kalian boleh pulang,” ucap Sonsaengnim sambil tersenyum.

“Siap bu!” Jawab murid-murid Institut Balet Tienette itu serempak. Yoona berjalan menuju tasnya. Tiba-tiba saja Seulgi sudah disampingnya.

“Annyeong,” ucap Seulgi.

“Annyeong Seulgi,” balas Yoona

“Udah siap belum buat 3 hari lagi nih?” Tanya Seulgi.

“Wah, kau meremehkanku ya Seulgi. Awas aja,” balas yoona sambil tertawa. Kedua sahabat itu pergi meninggalkan Institut. Lalu mereka berpisah di sebuah pertigaan. Seulgi melambaikan tangannya dan Yoona pun begitu. Kini, Yoona berjalan sendirian. Ia tidak memerhatikan jalan. Sehingga, ia menabrak seorang namja. Dan mereka berdua jatuh.

“Mianhae, aku gasengaja,” ujar Yoona. Ia memasukan barang-barangnya yang terjatuh kedalam tasnya lagi dan langsung berdiri. Tetapi, posisi kepalanya masih menunduk membersihkan bajunya yang kotor. Saat bajunya sudah besih ia mengangkat kepalanya dan melihat namja yang ia tabrak tadi. ‘Waduh tampan sekali’ ucapnya dalam hati.

“Ani, ini salahku juga tidak memerhatikan jalan. Neo gwaenchana?” Tanya namja itu sambil tersenyum.

“Ani, ini salah aku. Aku yang melamun bukan kau,” ucap Yoona.

“Ne,  tapi neo gwaenchana?” Tanya namja itu.

“Nan gwaenchana,” ucap Yoona.

“Syukurlah. Omong-omong kamu habis balet yah?” Ujar namja itu.

“Ne, Ko tau?” Yoona tersentak mendengar itu.

“Gausah kaget gitu kali, tadi aku melihat barang-barangmu yang terjatuh” kata namja itu sambil tertawa.

“Oh,” ucap Yoona.

“Kim Jongin imnida, biasa dipanggil Kai,” kata Kai sambil mengulurkan tangannya.

“Im Yoona imnida, panggil Yoona aja,” ujar Yoona. Lalu mereka saling bersalaman. “Kai, aku pulang dulu ya. Eommaku pasti khawatir dirumah,” lanjut Yoona

“Ne,” ucap Kai. Yoona sudah hampir berbalik badan tapi Kai mengajaknya bicara lagi. “Camkkan, senang bertemu kamu Yoona,” ujar Kai. Yoona hanya mengangguk dan tersenyum kepadanya. Yoona meneruskan perjalanan pulangnya. Saat diperjalan dia selalu memikirkan Kai. Darimana ia berasal? Kelas berapa ia? Sudah punya pacar apa belum?. Pertanyaan-pertanyaan itu benar-benar mengusik pikiran Yoona. Dalam sekejap ia langsung berlari kerumahnya karena ia tidak ingin berlama-lama dijalan sambil memikirkan namja itu.

“Aku pulang,” katanya saat ia memasuki rumahnya. Ia langsung menaruh sepatunya dan beranjak ke kamar. Ia langsung merebahkan badanya di kasurnya.

“Huft. Siapayah Kai sebenernya. Penasaran deh,” ucap Yoona sendirian. Kesunyian disekitarnya membuat Yoona mengantuk. Akhirnya ia langsung saja tidur tidak mengganti bajunya.

×××

“Eonni, bangun eonni” yeoja itu berusaha membangunkan Yoona. “Ayo bangun. Waktunya makan malam kaja,” bujuknya lagi.

“Sabar dong Joy,” kata Yoona sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Tapi, eooma sudah menunggu eonnie tersayang,” ujar Joy.

“Ne ne,” ucap Yoona ogah-ogahan. Joy hanya tersenyum melihat eonnie-nya itu dan langsung keluar menuju meja makan. Yoona yang baru bangun berjalan lunglai kebawah.

“Aduh, aduh anak eooma yang satu ini. Pulang dari ballet langsung tidur, cape banget ya cupcup,” ucap eommanya sambil mencubit pipi Yoona.

“Geumanhae,” Yoona melepaskan tangan eommanya dari pipinya.

“Wae?” Balas Eomma.

“Aku bukan anak kecil lagi,” ujar Yoona.

Who said?” kata eomma tersenyum.

“Gaada sih tapi…”

“Sudah sudah ayo makan,” potong sang ayah. Mereka terdiam dalam keheningan lagi. Selesai makan Yoona keatas. Yoona ingat ia harus latihan terus. Ia sangat ingin memainkan peran Odile di pentas nanti. Ia terus berusaha. Membaca cerita Swanlake dan memahami karakternya.

Berlatih berlatih berlatih.

Terpilih terpilih terpilih.

Hanya itu yang Yoona pikirkan. Tidak sadar jam terlah menunjukan tengah malam. Segeralah Yoona bergegas tidur.

×××

Alarm disampingnya mulai berteriak-teriak. Yoona dengan lesunya bangun dan bergegas sekolah. Sesampai disekolah ia bertemu Seulgi.

“Lesu banget Yoong, wae?” Tanya Seulgi was was.

“Ani, aku cuma kurang tidur doang,” kata Yoona singkat.

“Oh gitu. Yaudahde, mendingan kita kekelas. Kaja!” Ucap Seulgi sambil menarik tangan Yoona. Saat di depan kelas mereka ber pas-pasan dengan Sehun, Minho, dan Tao.

“Eh, Yoong kenapa deh?” tanya Sehun kepada Seulgi.

“Tumben kamu peduli sama Yoong,” balas Seulgi.

“Maksud aku, wae si jelek ini lesu banget. Biasanya petakilan,” kata Sehun singkat.

“Mworago?” Ujar Yoona tidak terima.

“Ani, tadi pulpenku jatuh,” ucap Sehun. Yoona hanya bisa rolling her eyes.

“ Halah, Sehun stop so cuek gitu deh,” ujar Tao.

“Kau mengkhawatirkan kondisi Yoona karena kau suka padanya kan. Udah ngaku aja keliatan tau,” ejek Minho. Muka Sehun memerah malu dan marah bercampur aduk. Ia mengejar teman-temannya itu dan menghilang begitu saja.

“Dasar namja. Nyusahin aja,” kata Seulgi.

“Ne, kamu bener banget,” jawab Yoona. Sebenernya, Yoona masih shock dengan ucapan Tao yang tadi. Tapi, dengan secepat kilat dia membuang pikiran itu jauh-jauh. Tanpa Yoona sadar, bel masuk pun berbunyi. Semua murid masuk ke kelas,termasuk Sehun dan teman-temannya. Sehun dan Yoona selalu duduk bersebelahan dari mereka SD hingga detik ini, dan tak lupa mereka selalu sekelas. Bagi Sehun itu pengalaman yang buruk selalu sekelas dengan Yoona, karena ia tak pernah sedetik pun akur dengannya.

×××

Akhirnya bel pulang berbunyi. Diluar kelas Yoona sudah bersemangat latihan ballet. Sehingga tanpa sadar ia melakukan Arabesque.

“OMO!” Teriak Sehun kesakitan karena mukanya kena kaki Yoona yang sedang melakukan Arabesque. “SIAPA YANG BERANI-BERANI,” Sehun menoleh dan tersadarlah disitu ada Yoona. “YAK IM YOONA,” teriak Sehun lagi. “Sejak kapan kau belajar taekwondo?” Lanjutnya lagi. Yoona yang kaget akan teriakan Sehun, langsung berbalik menghadapnya. Awalnya, ia ingin minta maaf karena tidak sengaja mengenai muka Sehun. Tetapi, dia mengurungkan niat itu karena tanpa Sehun sadari ia telah mengatai Yoona. Padahal, Yoona sedang melakukan Arabesque.

“Ini ballet bukan taekwondo,” ucap Yoona getir. Ia lagsung berbalik badan dan meninggalkan Sehun kebingungan.

Yoona pergi ke parkiran sekolah mencari mobil Seulgi. Setelah beberapa menit, akhirnya ia menemukan mobil Mini Cooper itu.

“Lama bangetsih. Ngapain aja deh?,” Kata Seulgi.

“B I A S A,” kata Yoona singkat.

“Oh, pasti Sehun. What did he does to you?” ucap Seulgi santai.

“Aku kan sedang melakukan Arabesque, terus kena dia. Dia bilang sejak kapan aku ikut taekwondo. Aish, jinjja,” ucap Yoona muram.

“Ne ne, sudahlah nanti kita telat, kaja!,” Kata Seulgi sambil menarik tangan Yoona. Seulgi tertawa ngeliat muka Yoona yang cemberut itu. Yeoja itu memang sudah terbiasa melihat Yoona cemberut. Tidak lama kemudian, mereka sampai di Institut. Yoona dan Seulgi bergegas mengganti seragam sekolah mereka dengan tutu ballet. Saat mereka masuk, mereka langsung berbaur dengan yang lain.

“Chingu, Eonnie Sulli kan udah lulus dari Institut ini,” kata Krystal.

“Iyalah, wajar banget. Tarian dia emang bagus kok,” kata Yoona.  Tiba-tiba sonsaengnim datang dan menyuruh para murid melakukan Pas De Bourree. Sonsaengnim itu juga memberitahukan bahwa audisi dimajuka menjadi besok. Para murid kaget akan itu. Tapi, waktu emang cepat sekali berlalu. Latihan itu berakhir juga. Yoona langsung pulang karena dia ingin latihan dirumah. Ia latihan sampai larut malam dan belum makan. Sehabis latihan, dia langsung tertidur dan tepat itu juga jam berbunyi menunjukan kalau tengah malam telah tiba.

×××

Keesokan harinya saat pelajaran keempat Yoona tertidur. Sehun yang melihat itu mencoba membangunkannya. Karena, sonsaengim yang mengajar mereka terkenal dengan kegalakannya.

“Yoona, bangun hey Yoona,” bisiknya.

“Kai,” tanpa sadar Yoona mengigau nama Kai.

Kai? Siapa Kai? Janga-jangan? Ah, tapi tidak mungkin Kai sepupuku. Kenal darimana coba. Gumam Sehun dalam hati.

“IM YOONA,” kali ini teriakan Sehun cukup kencang dan membangunkan Yoona. Yoona baru ingin memaki-maki Sehun yang sudah menggangu tidurnya. Tapi, ia mengurungkan niatnya kembali setelah melihat siapa yang sedang mengajar dan langsung berterima kasih kepada Sehun.

Bel pulang berbunyi. Yoona sudah siap melakukan audisi. Khusus hari ini, ia berangkat sendiri tidak bersama Seulgi.

Sesampainya ia di Institut. Ia melihat bamja yang sedang menari. Lompatannya, gerakannya, pijakannya semuanya sangatlah indah.

“Areumdwaeyo,” ucap Yoona. Dia penasaran dengan namja itu lalu berjalan mendekat. Dan dia melihat orang yang sangat sekali tidak dia sangka bisa disitu. Ya, Kai lah yang sedang menari.

Kai itu beneran Kai? Itu Kai? HAH ITU KAI?. Gumam Yoona dalam hati.

Saat Kai selesai menari, Yoona memberanikan diri mendekatinya.

“Kai?” bisik Yoona.

“Yoona,” balas Kai tersenyum. “Datang paling pertama yah, rajin juga ya kamu,” lanjutnya lagi.

“Kamu ngapain disini?” Tanya Atha.

“Aku…” Belum selesai Kai berbicara, dari belakang ia sudah diserbu oleh yeoja-yeoja. Yoona sangat bingung akan hal itu. Akhirnya, ia memanggil salah satu dari temannya untuk meminta penjelasan. Temannya itu mengatakan bahwa Kai itu anak dari Pemilik Institut Tienette. Ia baru pulang dari Amerika Serikat setelah memenang beberapa lomba disana dan tampil didepan Presiden US. Temannya juga menjawab bahwa Kai itu seumuran dengan Yoona dia hanya lebih tua beberapa bulan dari Yoona.

Pantas saja gerakannya begitu mengagumkan. Gumam Yoona dalam hati.

Seperti kebiasaan Seulgi. Ia selalu tiba-tiba disebelah Yoona.

“Yaampun, ternyata ada Kai,” ucap Seulgi.

“Ne,” kata Yoona.

“Jadi deg-degan nih kalau diliatin sama Primadona Ballet seperti dia,” ucap Seulgi.

“Primadona Ballet? Apa itu?” Tanya Yoona.

“Kamu gimana sih, udah bertahun-tahun ikut ballet gatau arti itu. Jadi, itutuh kaya apayah susah dijelasin intinya kaya diatuh tokoh utama di institut kita. Denger-denger sih, baru dia Primadonanya yang artinya belum ada yeojanya,” kata Seulgi.

“Oh, gitu..” Yoona tiba-tiba terhuyung hampir mau jatuh. Untung Seulgi memegangnya.

“Neo gwaenchana?” Tanya Seulgi khawatir.

“Nan gwaenchana,” ucap Yoona sambil tersenyum. Yoona teringat, ia belum makan dari 2 hari yang lalu.

“Yakin?” Tanya Seulgi serius.

“Ne,” jawab Yoona singkat. Tiba-tiba saja Sonsaengnim itu menyelamatkan Kai dari kerumunan yeoja-yeoja itu. Kai tampak benar-benar lega.

“Hari ini, kita akan melakukan audisinya,” kata Sonsaengnim. “Kai datang kesini mewakili Divisi, dia ingin melihat kalian langsung. Jadi, kalian jangan mengecewakanku. Daripada lama-lama, langsung saja peserta pertama, Irene silahlan maju,” lanjutnya lagi.

Tarian Irene sangatlah bagus. Menyentuh. Tapi, saat ia menjadi Odile dia langsung kacau balau.

Good job,” kata Kai kepadanya.

“Kang Seulgi.” Panggil Sonsaengnim itu.

“Fighting,” ujar Yoona. Seulgi tersenyum kepda Yoona lalu melangkah maju. Dia menarikan Odette dengan lembut. Dia benar-benar menari dengan hatinya. Dialah Odette yang sesungguhnya. Lalu, ekspresinya berubah keras. Ya, dia sedang menarikan Odile sang Angsa Hitam. Ia menjadi tegas dalam tariannya dan ia berhasil melakukan Pirouette yang sempurna. Saat ia selesai, semua orang memberinya tepuk tangan tak terkecuali Kai. Sonsaengnim Ballet itu memanggil peserta selanjutnya. Dan kini, giliran Yoona.

“Im Yoona,” ucapnya.

Yona maju kedepan dengan kepercayaan diri. Tatapan Kai benar-benar menuju Yoona.

Aku bisa.

Aku sudah berlatih keras.

Aku pasti mendapatkannya.

Awal yang bagus bagi Yoona. Kai tersenyum melihatnya. Tapi, saat Yoona melakuka Pirouette. Nyut Nyut. Kakinya seperti sudah lelah melakukan ballet. Kondisi Yoona sudah mulai melemah. Tapi, ia memaksanya. Tak lama kemudian Yoona etrjatuh dan sekilas ia melihat Kai dan Seulgi panik menghampirinya sebelum semuanya menjadi gelap.

×××

Yoona membuka matanya dan melihat semua berwarna putih.

“Aku dimana?” Tanya Yoona.

“Di Rumah Sakit,” jawab sang dokter.

“Waeyo?” Yoona kebingungan.

“Kamu pingsan.” Kata sang sokter lagi.

“Bagaimana dengan audisiku?” Yoona mulai panik mengingat ia sedang mengikuti audisi.

“Kudengar, audisi itu dihentikan sementara. Kakimu cedera. Sebaiknya, kamu beristirahat yang cukup. Lupakan Ballet, kakimu cedera cuku parah. Aku tidak tahu jika misalnya kau sudah sembuh dan melanjutkan menari lagi, resiko itu akan lebih besar. Kamu bisa lumpuh jika memaksakan terus,” ujar dokter itu.

“Ta…ta…pi,” yoona tak bisa membendung air matanya. Dokter itu keluar meninggalkan Yoona yang meringkuk diatas kasurnya dan menangisi takdirnya. Haruskah ia meninggalkan mimpinya?

Meninggalkan ballet?

Meninggalkan jiwaku?

Aku bukanlah aku jika tanpa ballet.

Apa yang harus kulakukan?

Hidupku ballet.

Mimpiku ballet.

Harapanku ballet.

Haruskah aku meninggalkan apa yang telah kucapai?

Haruskah aku?

 TBC

p.s maaf ya aku post fanfic lagi, soalnya mumpung ada internet minggu depan aku ldks -,- (gada yang nanya) maaf juga itu masih poster sementara, poster yang asli belum jadi. Jadi, posternya jelek banget huhu sementara ko itu :3 soalnya kalau nunggu yang benernya aku taut keburu ldks + gada internet.

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s